Mereka bisa menjadi teman Johan karena mereka juga merupakan keluarga inti dari keluarga terhormat yang setingkat dengan Johan. Namun, Keluarga Wijaya dan Keluarga Aulion adalah pesaing bisnis. Meskipun hubungan mereka dengan Johan lebih baik, mereka juga tidak mungkin ikut campur dalam konflik kedua keluarga itu. Mereka hanya bisa mengucapkan beberapa patah kata untuk membela Johan.“Memangnya kenapa kalau aku menindasnya? Aku sudah memperingatinya untuk nggak ikut campur, tapi dia tetap bersikeras ikut campur. Kenapa kalian malah salahin aku?” cibir Albert. Dia tahu bahwa ada peraturan tak tertulis di antara keluarga terhormat, yaitu generasi tua tidak boleh bertarung melawan generasi muda. Namun, Johan yang bersikeras ikut campur dalam urusannya dengan Owen sehingga dia terpaksa harus menyerang balik. Jadi, peraturan itu tidak berlaku dalam situasi ini.Lagi pula, Albert hanya ingin menangkap Johan, lalu memanfaatkan kesempatan ini untuk mempermalukan Johan. Dia tidak berencana untu
“Diam!” Tatapan Owen langsung menjadi dingin. Dari tadi, dia sudah sangat tidak tahan melihat sikap Albert yang suka menindas orang. Sekarang, Albert malah menganggapnya kacung orang lain. Mana mungkin dia bisa menerimanya? Dia langsung bergerak cepat dan menampar wajah Albert.Plak! Terdengar suara tamparan yang nyaring. Albert tidak sempat menghindar dan langsung merasakan rasa sakit yang luar biasa di pipinya. Dia sudah hampir terpental akibat tamparan Owen itu.“Sialan! Kamu benar-benar cari mati, ya!” Setelah tersadar kembali, Albert langsung murka dan melayangkan tinju ke arah wajah Owen.Buk! Owen langsung menendang dada Albert dan membuatnya terpental ke lantai.“Keterlaluan!” Anjas yang berdiri di belakang sudah marah. Tanpa berpikir panjang, dia juga melayangkan tinju yang mengandung kekuatan besar ke arah punggung Owen. Dia bermaksud untuk membalaskan dendam Albert.“Om Anjas, cepat bantu aku lumpuhkan dia!” Pada saat ini, sudah ada beberapa bawahan Albert yang memapahnya un
Anjas merasa sangat terkejut. Kemudian, dia bangkit dengan terhuyung-huyung dari tanah sambil memegang tangannya. Dengan basis kultivasinya yang berada di tahap menengah Alam Mugana, dia tidak menyangka bahwa dirinya akan dikalahkan Owen hanya dengan satu serangan! Anjas benar-benar tidak bisa menerima kenyataan seperti ini!"Bocah, se … sebenarnya siapa kamu?" Setelah kembali tersadar, Albert sontak terlihat kaget.Awalnya, Albert mengira bahwa Owen hanya orang awam sehingga dia terus tidak menanyakan identitas Owen. Namun sekarang, Owen memiliki basis kultivasi yang begitu tinggi di usia yang begitu muda. Jadi, dia tidak mungkin adalah seseorang yang tidak terkenal di Jenggala! Albert pun mulai merasakan firasat buruk dalam hatinya."Albert, kamu benar-benar bodoh! Dengan usia Tuan Owen, dia bisa mengalahkan seorang petarung tahap menengah Alam Mugana dengan satu pukulan. Apa ada orang lain dari generasi muda Jenggala yang bisa melakukannya?" ucap Johan sambil tersenyum sinis."Apa m
Benny dan Anita sama-sama belum pernah mendengar tentang Grup Ora dalam dunia bisnis. Jadi, Benny tidak mengerti bagaimana Albert yang memiliki identitas mulia sebagai tuan muda kedua Keluarga Aulion bisa dibuat ketakutan hingga seperti sekarang ini oleh sebuah perusahaan kecil yang tidak ada apa-apanya."Dasar berengsek, memangnya kamu tahu apa? Sialan, aku hampir saja dibunuh olehmu!" Albert sangat emosi dan langsung menendang Benny hingga terjatuh ke tanah. Hatinya sangat berharap untuk menghancurkan tubuh Benny hingga tidak berbentuk!Owen memang bukan anggota keluarga inti dari keluarga berpengaruh, tetapi saat ini dia adalah tokoh yang sedang populer di Jenggala. Di samping itu, dia juga didukung oleh tiga kekuatan besar seperti Keluarga Suwanto, Raja Naldo, dan Keluarga Wijaya! Owen bukanlah seseorang yang mudah untuk dihadapi!Di acara penjualan Grup Ora, sekalipun Keluarga Lawrence dan Raja Utaram serta beberapa keluarga berpengaruh bergabung untuk mengintimidasi Owen, mereka
Saat ini, selain tunduk dan menuruti perintah Owen, Albert tidak punya pilihan lain lagi!"Albert, aku akan memberikan satu kesempatan terakhir untukmu karena memandang keberadaan Keluarga Aulion. Kalau kamu mau minta maaf, tunjukkan ketulusanmu. Dengan begitu, aku akan pertimbangkan untuk melepaskanmu. Kalau nggak, tanggung sendiri akibatnya!" pungkas Owen dengan suara dingin dan aura membunuh seketika terpancar dari tubuhnya.Raut wajah Aulion tampak sangat suram dan dia merasa sangat tidak berdaya. Kali ini memang dia yang memulai pertikaian ini lebih dulu dan ini adalah perseteruan yang melibatkan para generasi muda. Sekalipun Albert meminta bantuan kepada Keluarga Aulion, mereka juga tidak bisa ikut campur dalam hal ini secara terbuka. Tentu saja, dengan kemampuan dan identitas Owen, Keluarga Aulion juga tidak bisa berbuat apa pun kepada Owen meski memaksa untuk ikut campur. Sebaliknya, jika pada saat itu Owen murka, mungkin Albert akan berakhir dengan lebih mengenaskan dan kerug
"Baiklah, Tuan Albert, kamu sudah boleh berdiri. Selain itu, ini nasihatku untukmu. Siapa pun yang melakukan kejahatan pasti akan menerima hukumannya sendiri. Kali ini, aku melepaskanmu karena memandang Keluarga Aulion," ucap Owen.Setelah berhenti sejenak, Owen lanjut berkata dengan nada memperingatkan, "Tapi, aku akan mengatakannya lebih dulu. Kalau sampai aku menemukanmu mengintimidasi atau menindas orang lemah lagi, kamu nggak akan seberuntung ini lagi di masa depan!" "Iya," jawab Albert. Albert merasa seperti telah mendapatkan pengampunan yang besar. Dia pun bangkit sambil menahan rasa sakit di lengannya."Tuan Owen, kalau nggak ada hal lain lagi, aku pergi dulu," ucap Albert sambil tersenyum dengan terpaksa dan hendak pergi bersama anggotanya."Tunggu sebentar! Benny yang sangat licik dan kotor ini adalah karyawan di Grup Aulion. Kamu bisa pikirkan sendiri bagaimana membereskannya," pungkas Owen sambil menunjuk Benny yang terduduk di lantai dengan ekspresi penuh kebencian."Aku
"Baik, aku … aku pasti akan membayar ganti ruginya," jawab Julius dengan bahagia.Hatinya yang tegang akhirnya menjadi sedikit lebih tenang. Karena takut Owen akan berubah pikiran, Julius pun bergegas bangkit dan segera meninggalkan ruang privat dengan kedua anggotanya.Setelah sosok Julius sudah tidak terlihat, Marisa lalu berkata, "Owen, ayo kita pulang.""Ya, oke," jawab Owen sambil mengangguk. Kemudian, Owen berpamitan kepada Johan dan berkata, "Johan, aku masih ada urusan, jadi aku pergi dulu.""Tuan Owen, tunggu sebentar," ucap Johan.Setelah merasa ragu sejenak, Johan seolah-olah telah membulatkan tekadnya dan langsung menarik Owen ke sebuah tempat untuk berbicara berdua."Johan, ada apa? Kamu begitu misterius seperti ini, apa ada urusan lain?" tanya Owen dengan heran."Ini … Tuan Owen, aku mau meminta kontak Nona Marisa denganmu," kata Johan yang melirik ke arah Marisa dengan ekspresi sedikit malu-malu."Kenapa? Apa mungkin kamu menyukai Marisa?" tanya Owen dengan sangat kaget
Dengan bimbingan Rosa yang baik, Owen sudah menguasai cara mengemudikan mobil dan juga semakin mahir hanya dalam waktu sehari. Selanjutnya, asalkan koneksi Rosa bisa mengeluarkan SIM mobil untuknya, dia sudah bisa mengemudikan mobil. Namun, dia masih lebih suka mengendarai sepeda motor. Mungkin karena sudah terbiasa, dia merasa mengendarai sepeda motor lebih leluasa dan nyaman.Hanya saja, SIM mobil sangat diperlukan di zaman sekarang dan bisa berguna di saat-saat yang diperlukan. Jadi, tidak ada salahnya disiapkan terlebih dahulu.Pada hari Senin, Marisa dan Anita datang melapor ke Grup Ora sesuai perjanjian. Kebetulan Owen juga kekurangan seorang asisten. Jadi, dia mengatur Marisa menjabat sebagai asisten direktur utama. Ini juga memudahkannya untuk membimbing Marisa di masa depan.Selama ini, perusahaan juga kekurangan seorang direktur departemen pemasaran. Jadi, Owen mengatur Anita untuk menduduki posisi itu. Dengan kemampuan Anita yang luar biasa, Owen percaya Anita pasti memenuhi
“Nona Yunita, terima kasih sudah menolongku ....”Theresa berjalan ke sisi tempat tidur, lalu mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada Yunita yang sudah menolongnya dari tangan Rusli. Ini juga merupakan alasan utama kenapa dia tidak meninggalkan kamar Yunita.“Nona Theresa, kalau kamu benar-benar ingin berterima kasih padaku, apa kamu boleh setujui sebuah permintaanku ...,” ujar Yunita sambil menggigit bibirnya. Dia terlihat seperti sudah membuat sebuah keputusan.“Permintaan apa?” tanya Theresa. Setelah berpikir sejenak, da samar-samar bisa menebak apa permintaan Yunita.“Aku ingin bergabung dengan kalian. Kelak, aku mau hidup bersama kalian ...,” jawab Yunita dengan tatapan penuh harap.Sebelumnya, Yunita tidak berhenti berpikir untuk merebut Owen dari Theresa dan Yura karena menyukai Owen. Sekarang, setelah mengalami musibah sebesar ini, pikirannya sudah terbuka. Berhubung tidak mungkin bisa merebut Owen dari mereka, dia pun berencana untuk bergabung dengan mereka. Ini juga meru
“Nggak ada yang mustahil! Pak tua, semuanya sudah berakhir. Mati sana! Terima seranganku, Tinju Phoenix!” dengus Owen.Kemudian, Owen langsung mengerahkan jurus andalan terkuatnya tanpa ragu. Gelombang energi yang luar biasa kuat segera terpancar dari tinjunya, lalu memelesat ke arah Danu. Owen berencana untuk langsung membunuh Danu supaya bisa mengakhiri pertarungan ini secepat mungkin.“Jangan ....”Saat merasakan kekuatan mengerikan dari Tinju Phoenix, Danu pun ketakutan. Dia langsung melompat tanpa ragu dan berniat untuk melarikan diri. Sayangnya, kekuatan Owen jauh lebih tinggi dari kekuatannya. Selain itu, Tinju Phoenix merupakan jurus spiritual tingkat puncak yang kekuatannya sangat mengerikan.Selanjutnya, baru saja Danu melompat ke udara, tubuhnya sudah terhantam serangan Tinju Phoenix dan meledak menjadi kabut darah. Hidupnya yang dipenuhi dengan kejahatan akhirnya berakhir juga.“Ini ....”Begitu melihat Owen berhasil membunuh Danu hanya dengan satu serangan, semua orang pun
“Akhirnya basis kultivasiku menerobos juga! Pak tua, sekarang, kamu sudah boleh mati dengan tenang!”Owen membuka kedua matanya, lalu menatap ke arah Danu dengan tatapan yang sangat tajam dan menakutkan.“Nak, arogan sekali kamu! Memangnya kenapa kalau kamu beruntung bisa menerobos mencapai Alam Legana? Basis kultivasimu baru menerobos dan kamu bahkan belum sempat mengokohkannya. Kamu bukan tandinganku! Mati sana!” dengus Danu. Dia sama sekali tidak takut pada Owen.Seusai berbicara, Danu tidak ingin lanjut bicara omong kosong dengan Owen lagi. Dia langsung menyerang ke arah Owen dengan kekuatan yang sangat besar. Dia berencana untuk lanjut membunuh Owen sebelum Owen sempat mengokohkan basis kultivasinya.“Benar! Memangnya kenapa kalau basis kultivasinya sudah menerobos ....”Setelah mendengar ucapan Danu, semua anggota Keluarga Chandika juga langsung merasa jauh lebih lega.Di sisi lain, Graham, Juskitar, Surya, dan orang lainnya baru saja merasa agak senang dan mulai menaruh sedikit
“Haha .... Akhirnya berakhir juga!”Melihat Graham yang terluka parah dan tidak mampu melawan lagi, Danu langsung tertawa terbahak-bahak. Saat ini, kelompok Graham yang memiliki kemampuan terkuat sudah dijatuhkannya. Selanjutnya, yang tersisa hanyalah Owen, Juskitar, Surya, dan orang lain yang bisa dihadapinya dengan mudah.Dengan begitu, pihak Keluarga Chandika sudah termasuk meraih kemenangan. Jadi, dapat dibayangkan betapa gembiranya Danu.“Sesepuh paling hebat!”“Sesepuh paling hebat!”“Sesepuh paling hebat!”Selain Danu, Setiawan dan para ahli Keluarga Chandika lainnya juga bersorak gembira.“Gawat .... Kali ini, tamatlah riwayat kita ....”Di sisi lain, Juskitar, Surya, dan orang lainnya merasa bagaikan sudah disambar petir. Mereka langsung merasa putus asa. Meskipun memiliki keuntungan dalam jumlah, Danu merupakan seorang petarung Alam Legana yang tidak mungkin bisa mereka lawan. Jika tebakan mereka tidak meleset, yang menanti mereka selanjutnya adalah kematian. Selain itu, tida
Gluk! Owen memanfaatkan kesempatan ini untuk mengeluarkan pil spiritual suci dan mengonsumsinya.Awalnya, Owen berencana untuk menyerahkan pil penawar ratusan racun kepada kelompok Graham supaya bisa menawarkan racun mereka. Namun, Graham sudah terluka akibat serangan Danu, sedangkan kelompok Tristan juga terluka parah dan telah kehilangan semangat tempur. Jadi, sudah tidak ada gunanya Owen menawarkan racun mereka.Satu-satunya hal yang bisa dilakukan Owen saat ini hanyalah bertaruh apakah dirinya bisa memanfaatkan kesempatan saat hambatan kultivasinya menunjukkan kelonggaran untuk menerobos hambatan kultivasi mencapai Tingkat Pemahaman Agung dengan mengandalkan pil spiritual suci. Dengan begitu, pihak mereka mungkin masih memiliki harapan untuk menang.“Owen, aku akan menahan Danu sebisa mungkin. Kamu harus manfaatkan kesempatan ini untuk kabur! Setelah berhasil kabur, carilah cara untuk balaskan dendam Organisasi Dragmar Tonham Sentral ....”Saat ini, Graham berusaha untuk berdiri sa
“Cari mati kamu!”Saat merasakan serangan kuat Owen dari punggungnya dan melihat Owen telah membunuh Jordan, Danu merasa sangat marah. Dia mau tak mau menghentikan serangan lanjutannya terhadap kelompok Graham, lalu mengerahkan kekuatan yang luar biasa untuk menangkis serangan Owen.Duk! Seiring dengan suara benturan yang nyaring, Tinju Phoenix dan serangan Danu saling berhantaman dengan kuat. Selanjutnya, serangan Danu segera merobek pertahanan Tinju Phoenix dan sisa kekuatannya menghantam tubuh Owen dengan kuat.“Gawat!”Ekspresi Owen langsung berubah drastis. Dia buru-buru melangkah mundur dengan cepat supaya bisa menghindari sisa kekuatan dari serangan Danu. Apa daya, basis kultivasi Danu telah mencapai Alam Legana yang jauh lebih tinggi dari kekuatan Owen. Tidak peduli secepat apa pun dia melangkah mundur, dia tetap tidak dapat melepaskan diri dari ruang lingkup serangan Danu. Tubuhnya pun tersapu sisa energi sejati itu dan terpental ke lantai.Pfft! Pfft! Setelah mendarat di lan
Dibandingkan dengan Juskitar dan Surya yang dipenuhi dengan rasa putus asa, Owen terlihat jauh lebih tenang. Dulu, dia yang menjatuhkan Tangan Beracun. Demi menghadapi Tangan Beracun sebelumnya, dia pernah meracik pil penawar ratusan racun untuk menawarkan Lima Racun Pelemas Otot.Saat ini, Owen kebetulan masih memiliki puluhan butir pil penawar ratusan racun. Meskipun kelompok Graham sudah keracunan, begitu dia memberikan pil penawar ratusan racun kepada mereka, pihak mereka masih memiliki kesempatan untuk meraih kemenangan.Begitu memikirkan hal ini, Owen segera menghentikan pertarungannya dengan Jordan, lalu melompat dan hendak menghampiri kelompok Graham untuk menawarkan racun mereka.“Owen, kamu mau kabur? Mana segampang itu!”Jordan salah paham bahwa Owen ingin melarikan diri setelah melihat situasinya sudah terbalik. Dengan dendam mendalam di antara dirinya dengan Owen, dia tentu saja tidak akan membiarkan Owen melarikan diri. Oleh karena itu, dia langsung bergerak dan menghalan
“Pak Graham, kalian yang memaksaku! Berhubung begitu, jangan salahkan aku lagi! Mati sana!”Melihat para ahli Keluarga Chandika yang jatuh dalam bahaya, ekspresi Danu terlihat sangat suram. Dia tahu dirinya harus segera mengakhiri pertarungan ini secepatnya untuk mencegah timbulnya korban jiwa dari pihak Keluarga Chandika. Oleh karena itu, Danu segera melambaikan kedua lengan bajunya yang menyebarkan kabut putih ke arah kelompok Graham. Kabut putih itu segera berubah menjadi serbuk yang memenuhi udara dan menyelimuti kelompok Graham. “A ... apa ini? Gawat! Ini racun!”Saat merasakan keanehan serbuk berwarna putih itu, kelompok Graham pun tercengang. Mereka berempat buru-buru menahan napas dan melangkah mundur dengan cepat untuk keluar dari jangkauan serbuk putih tersebut.Sayangnya, semuanya sudah terlambat. Serbuk putih itu dapat memasuki tubuh mereka melalui pori-pori. Ditambah dengan jarak mereka berempat yang terlalu dekat dengan Danu, tubuh mereka sudah menyerap serbuk putih itu
“Cuma seseorang yang pernah kukalahkan saja berani bersikap searogan ini? Dasar nggak tahu diri!” cibir Owen.Owen sudah pernah bertarung 2 kali dengan Jordan. Setiap kali, Jordan selalu terluka dan melarikan diri. Jadi, Owen tentu saja tidak takut pada Jordan. Tanpa berpikir panjang, dia segera mengerahkan Jari Bencana Bumi yang berkekuatan luar biasa kuat untuk menangkis serangan Jordan.Duk! Seiring dengan suara benturan yang nyaring, Jari Bencana Bumi dan Cakar Pemakan Jiwa saling berhantaman dengan kuat.Namun, berbeda dengan sebelumnya, Jari Bencana Bumi yang dikerahkan Owen kali ini tidak dapat menembus pertahanan serangan Jordan, malah berhasil dikalahkan oleh serangan Jordan.Selain itu, berhubung Owen baru mengonsumsi pil pemicu potensi dan efek obatnya masih belum sepenuhnya bekerja, serangan Jordan bukan hanya mengalahkan serangan Owen, tetapi sisa kekuatannya juga membuat Owen terdesak mundur beberapa langkah.“Jordan, nggak disangka ternyata basis kultivasimu sudah menero