Home / Romansa / Nona Muda, Mari Bercinta / Tak Seindah Cerita Dongeng

Share

Tak Seindah Cerita Dongeng

last update Last Updated: 2025-01-30 16:00:00

"Hari sudah pagi, ini waktunya kita pulang ke rumah. Adam, kau bangunkanlah calon istrimu!" ujar Tuan Royce Hopkins kepada putranya yang masih berdiang di depan bekas api unggun yang beruap hangat.

"Okay, Dad!" sahut Adam lalu bangkit menuju ke tenda di mana dia meninggalkan Celia tadi malam. Dia membuka simpul kain penutup pintu tenda berwarna hijau tua itu lalu mendadak bengong mematung di tempat. Tak ada wanita asal Kansas tersebut.

"Dad ... Dad! Celia tak ada di tenda!" teriak Adam yang membuat rombongan memancing itu berlarian menghampirinya.

"Ohh my God! Semua berpencar cari Celia, dia pasti belum jauh dari sini!" seru Tuan Royce dengan wajah galak berbeda dari biasanya.

Dengan jantung berdegub kencang Adam masuk ke area hutan kecil di sekitar danau. Dia dicekam rasa panik karena calon mempelai wanitanya menghilang beberapa jam sebelum pernikahan kejutan itu dimulai di peternakan kuda Blue Ivy.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (38)
goodnovel comment avatar
Muktie Prilly
beruntung bgt Celia bisa kabur jadi tau kan gimana sifat asli keluarga Adam pasti apes bgt nasib Celia klo sampe beneran nikah sama Adam
goodnovel comment avatar
Adelia Chubby2499
Berasa kayak angin segar banget sih ketika Celia berhasil kabur dari rencana pernikahannya bersama dengan Adam karena lihat aja keluarga Adam benar-benar ya perhitungan banget loh. perkara uang yang udah mereka keluarkan untuk rencana pernikahan Adam mereka tagih karena nggak mau rugi bener² pelit
goodnovel comment avatar
Nelangsa
da tau kan Papa ke mana calon suami celia. udah dong Papa jgn jodh2i lagi
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Nona Muda, Mari Bercinta   Sindrom Phobia Menikah

    Suasana gelap remang-remang di tepi Harrington Lake yang hanya diterangi cahaya rembulan separuh membuat Celia harus berjuang keras meninggalkan tenda nyaman yang didirikan Adam untuknya. Dia menyelinap melalui sisi belakang tenda lalu mengendap-endap tanpa suara menuju cahaya senter ponsel milik Matt Davis di antara pepohonan tua."Nona Celia, tolong agak cepat berjalan. Jangan sampai mereka menyadari bahwa Anda kabur!" ucap lirih Matt Davis sembari memandu langkah mereka melalui jalan setapak hutan kecil menuju ke mobil rental yang telah menunggu mereka di tepi jalan raya."Terima kasih banyak atas bantuan Anda, Sir. Okay, aku usahakan berjalan cepat!" sahut Celia dengan detak jantung seperti derap lari kuda pacu di turnamen balap. Dia menahan rasa perih goresan beberapa ranting pohon tajam yang tak sengaja melukai kulit kakinya.Perjalanan menuju ke mobil terasa bagai melayang saking cepatnya, napas Celia tereng

    Last Updated : 2025-01-30
  • Nona Muda, Mari Bercinta   Fifteen Minutes, Please!

    Celia kehilangan kata-kata yang tadi sudah ada di ujung lidahnya. Di hadapannya Morgan masih setengah basah bertelanjang dada dengan handuk putih melilit pinggul ramping pria itu. Bulu-bulu gelap yang menyemak di dada bidang berotot padat Morgan membuat Celia menelan ludah."Hai, Cantik. Senang bisa melihatmu lagi!" sapa Morgan seraya membelai pipi halus Celia yang merona seperti apel Fuji."Hello, Chef. Aku juga!" sahut Celia singkat. Posisi berdiri mereka di mana punggung Celia bersandar di tembok dekat pintu dan Morgan memepet dia dengan badan besarnya membuat gairah itu muncul begitu cepat."Apa boleh aku menciummu, Celia?" tanya Morgan sembari menatap sepasang mata ungu itu lekat-lekat.Celia mengangguk perlahan dan membuka bibirnya menerima pagutan yang awalnya lembut hingga semakin dalam dan intens. Lututnya terasa goyah dan dia bergelanyut di bahu Morgan. Lidah pria itu bermain-main mel

    Last Updated : 2025-01-31
  • Nona Muda, Mari Bercinta   Wanita Spesial Pilihan Chef Morgan

    "Hmm ... ini sungguh berbahaya!" gumam Morgan sebelum memisahkan dirinya dari Celia di atas ranjang."Apa yang berbahaya, Morgan?" tanya Celia kebingungan karena mereka baru saja selesai bergumul panas hingga bermandikan peluh.Morgan segera bangkit dari tempat tidur lalu berlarian ke kamar mandi. Dia telat! Pesta pernikahan tycoon paling disegani di pesisir pantai barat Amerika tak boleh dianggap remeh."Ohh ... aku tahu!" tukas Celia. Dia pun menyusul Morgan ke kamar mandi dan bersandar di bingkai pintu mengamati chef tampan itu bersiap-siap. "Baju chef itu terlihat keren ketika kau yang memakainya, Morgan!" puji Celia. Dia menyukai perut six pack pria itu dan juga lengan kekarnya yang membuat Celia teringat tokoh kartun Popeye si pelaut.Morgan menatap Celia dari pantulan bayangan cermin dan mengerling genit. "Harus keren, sulit sekali membuat kau terpikat, Nona Muda Richero!" sahutnya

    Last Updated : 2025-01-31
  • Nona Muda, Mari Bercinta   I'm Crazy Over You

    "Hmm ... gaun-gaun ini semuanya bagus. Aku jadi bingung mau pakai yang mana!" keluh Celia ketika sudah selesai mandi dan berdandan. Dia masih berlilitkan handuk menghadapi lima potong gaun yang dibelikan Morgan dari butik tadi."TING TONG.""Ahh ... sepertinya itu Morgan!" seru Celia lalu bergegas menuju ke pintu. Dia memastikan siapa yang datang dari lubang intip. Ternyata memang chef tampan itu yang pulang bekerja, wajah Morgan nampak seperti kelelahan.Ketika pintu terayun membuka dan Celia menyambutnya dengan balutan handuk saja, sepasang mata biru itu berbinar-binar bagaikan menemukan harta karun di dasar lautan. Morgan melangkah masuk lalu menendang pintu hingga menutup.Tubuh Celia dia angkat ke gendongannya. "Hello, Baby Girl. Baru selesai mandi ya? Aku merindukanmu seharian ini!" ucap Morgan yang kelihatan bucinnya.Celia terkikik geli karena gemas. Pria sebesar beruang kutub itu telah jatuh cinta setengah mati kepadanya. "Hai, Chef. Iya, aku memang baru selesai mandi. Ngomon

    Last Updated : 2025-01-31
  • Nona Muda, Mari Bercinta   Baku Hantam Di Pesta

    "Hmm ... dia pasti ke toilet. Aku akan menunggumu di sana saja dan menyeretmu ke hadapan papamu, Celia. Lihat saja!" gumam pria berjas biru itu sembari melangkah menuju ke toilet wanita.Celia buang air kecil dan memperbaiki riasan wajahnya di depan cermin wastafel. Dia tak tahu bahwa kehadirannya di sebuah pesta yang diselenggarakan di New York akan mempertemukannya dengan papanya lagi. Celia keluar dari toilet untuk kembali ke pesta bersama Morgan. Namun, tanpa diduga ..."Apa kamu sudah selesai?" tanya Morgan seraya menyerahkan lengannya untuk digandeng Celia.Dengan santai Celia melingkarkan tangannya ke lengan kokoh pria itu dan hendak melangkah kembali ke tengah pesta. Tiba-tiba pergelangan tangan kirinya ditarik hingga dia tersentak ke belakang. Baik Celia maupun Morgan sama terkejutnya.Mata ungu itu terbelalak melihat siapa yang menarik tangannya barusan. "Austin?!" seru Celia panik. Kakak i

    Last Updated : 2025-02-01
  • Nona Muda, Mari Bercinta   Tinggalkan Saja Pacarmu!

    "Celia, apa kesibukanmu sekarang?" tanya Joel Falcon yang ingin mengenal putri bungsu keluarga Richero lebih dekat lagi."Aku tidak punya pekerjaan resmi. Setelah lulus kuliah dengan gelar master bisnis dari kampus, aku malah menjadi penganguran banyak acara!" canda Celia tanpa merasa malu karena baginya itu kenyataan. Joel Falcon ikut tertawa dan menikmati obrolan ringannya bersama Celia selama pesta masih berlangsung dengan meriah. Keluarga Falcon menggelontorkan banyak dana untuk pesta high class merayakan pernikahan pewaris utama legacy tambang minyak lepas pantai. Semua sibuk dengan minat mereka masing-masing."Jadi kau tinggal bersama keluargamu di Kansas, ya?" tanya Joel lagi. Dia memikirkan cara untuk mendekati Celia karena dirinya berdomisili di New York, sekalipun dia juga sering melakukan perjalanan bisnis ke negara bagian Amerika Serikat lainnya."Ya. Kenapa?" jawab Celia singkat. Dia mengedarkan pandangannya dengan hati-hati mencari sosok Morgan. Rasanya tak enak saja ka

    Last Updated : 2025-02-01
  • Nona Muda, Mari Bercinta   Menolak Untuk Terikat

    "Apa yang ingin kau tanyakan, Celia?" Morgan mendengarkan dengan seksama penuturan Celia mengenai isi perbincangannya tadi bersama Joel Falcon."Bagaimana menurutmu tawaran dari Joel?" tanya Celia di akhir ceritanya.Morgan berdehem sebelum menjawab, "Jangan ikuti kehendak Joel Falcon, dia menawarimu pekerjaan di perusahaannya karena ada tujuan khusus. Kalau dia yang jadi bosmu, maka kau harus menuruti semua perintahnya, Celia. Aku kuatir dia akan memanfaatkan kesempatan untuk melakukan hal yang tidak baik atasmu!" "Nah, itu dia. Aku tak ingin terjadi hal berbahaya seperti pelecehan seksual dari bosku di kantor. Joel menaruh perhatian lebih kepadaku, Morgan. Itu sedari awal membuat situasi menjadi tak nyaman!" sahut Celia setuju dengan pendapat Morgan. "Begini saja, akan kukenalkan dengan kolegaku yang memang aku tahu bisa bekerja secara profesional di kantor. Apa kamu mau, Celia?" usul Morgan.Celia langsung mengangguk-anggukkan kepalanya. "Terima kasih, Morgan. Setidaknya aku memi

    Last Updated : 2025-02-01
  • Nona Muda, Mari Bercinta   You're My Crème Brulèe

    "Halo, Alfons. Aku ingin kau atur agar Celia bisa bekerja menjadi karyawati perusahaanku cabang New York. Tempatkan dia sesuai keahliannya, mungkin kau butuh tambahan tenaga baru di bagian pemasaran atau apa?" titah Morgan melalui telepon di balkon kamar hotel saat Celia masih tertidur pagi itu."Baik, Master Morgan. Apa Anda akan berkantor di New York juga untuk sementara?" tanya Alfons Boudin, asisten kepercayaan Morgan."Tidak bisa, Alfons. Aku tak ingin Celia tahu bahwa perusahaan Tasty Guaranted itu milikku. Aku sudah mengatakan bahwa dia akan kutempatkan di perusahaan kolegaku. Semua karyawan mengenaliku kalau aku masuk kantor di New York!" jawab Morgan.Alfons pun mengerti lalu berjanji mengatur pekerjaan Celia sesuai keinginan bosnya. Dia menanyakan alamat email Celia untuk memberikan panggilan pekerjaan secara resmi. "Oya, Sir. Anda ada pekerjaan di Washington DC lusa. Apa perlu saya pesankan pesawat besok?" tanya Alfons sebelum mengakhiri telepon."Ohh ... aku hampir lupa. Y

    Last Updated : 2025-02-02

Latest chapter

  • Nona Muda, Mari Bercinta   Huru Hara Di Sepertiga Malam (21+)

    "Kau kenapa, Morgan?!" seru Elizabeth berpura-pura panik. Dia lalu berteriak meminta tolong ke pegawai bar and lounge hotel agar membantunya memapah Morgan ke lift untuk kembali ke kamarnya.Rencana Elizabeth nampaknya berjalan mulus. Mata chef tampan itu nyaris terpejam tak fokus lagi melihat sekelilingnya, badan kekarnya limbung ditopang oleh dua waiter di dalam lift."Ada apa dengan tuan ini, Nona? Apakah Anda istri atau kekasihnya?" tanya salah satu waiter bernama Ronny."Dia terlalu lelah beraktivitas dan tadi minum-minum sedikit. Aku istrinya!" jawab Elizabeth berakting begitu meyakinkan.Akhirnya, kedua waiter itu membawa Morgan ke kamar Elizabeth dan membaringkannya di atas tempat tidur. Dengan segera Elizabeth memberikan tip untuk mereka lalu berterima kasih. Dia langsung mengunci pintu kamar lalu berjingkat-jingkat menghampiri mantan kekasihnya itu. "Morgan Darling, apa kau mendengarku?" ucap Elizabeth sembari membelai wajah pria itu. Peluh Morgan bercucuran di dahinya, di

  • Nona Muda, Mari Bercinta   Ulah Licik Elizabeth

    Morgan semakin merindukan Celia setelah telepon mereka berakhir. Dia menghela napas lalu mengisi daya ponsel di nakas samping tempat tidur. Masih lusa barulah dia bisa kembali ke Kansas. Pekerjaan memasak di Gedung Putih tidak bisa diwakilkan bila tidak dalam keadaan sangat terpaksa karena menyangkut reputasi bisnis jasa boga Tasty Guaranted yang dia besarkan dari nol.Malam bergulir lambat menuju pagi, alarm di handphone Morgan meraung-raung berusaha membangunkan chef tampan yang masih membenamkan wajahnya di bantal. "Huhh ... cepat sekali pagi tiba!" gumam Morgan seraya meraih benda pipih yang terus berisik memekakkan telinganya.Dia menatap angka jam di layar ponsel lalu menyeret tubuhnya ke bawah shower. Air dingin menjadi opsi terbaik agar sel-sel sarafnya dapat tersegarkan setelah terlelap semalaman.Pikiran Morgan terbagi antara pekerjaan dapur yang akan dikerjakannya di The White House dan istrinya. Dia sangat ri

  • Nona Muda, Mari Bercinta   Mantan Gagal Move On

    "Creamy Mushroom Black Pepper Salmon with Spinach apa sudah siap?" seru Morgan di tengah dapur Gedung Putih yang hectic dengan suara alat masak berbunyi bergantian bak orchestra.Chef Eugene Botswa yang terbiasa menjadi asisten executive chef menyahut, "Ready, Chef!""Minta pelayan mengeluarkan kereta hidangan salmon setelah ini kita fokus ke dessert sebagai penutup makan malam tamu Mister President!" ujar Morgan sembari memeriksa progres Tres Leches Cake atau yang dikenal dengan nama Dulce De Tres Leches, dessert lezat berupa kue bolu ringan yang direndam dalam tiga campuran susu manis dengan topping whipcream dan stroberi segar. Kue dingin ini terkenal di Mexico dan Amerika.Aroma manis susu menguar di dalam dapur dan menerbitkan air liur bagi siapa pun yang menciumnya. Kepiawaian Morgan sebagai executive chef tak diragukan oleh kru dapurnya. Pilihan menu darinya tak pernah monoton dan selalu extraordinary

  • Nona Muda, Mari Bercinta   Bersembunyi Dari Keluarga Richero

    Hurricane Restoran. Papan nama berhias lampu neon terang mengelilingi tulisan berwarna merah keemasan yang menyiratkan kemewahan itu menyambut mobil-mobil para pengunjung yang berhenti menurunkan penumpang. John memarkir sendiri mobilnya dan menolak jasa vallet parking usai menurunkan Emilia Pilscher di depan pintu masuk restoran. Alasannya agak jika terjadi sesuatu tak terduga, dia dapat langsung kabur dengan mobil miliknya karena tahu di mana lokasi terparkir.Sesaat menunggu John bergabung dengannya di depan pintu restoran menyisakan ketegangan di wajah Emilia. Dari kaca pintu restoran dia melihat keluarga Richero ditemani seorang pria muda perlente duduk mengelilingi meja makan bundar. Mereka tertawa riang sembari berbincang seru.'Ahh sialan! Bagaimana bisa restoran yang dimiliki kolega John juga dipilih sebagai tempat keluarga laknat itu makan malam?!' gerutu Emilia sambil mengamati rombongan kecil itu dari depan pintu restoran.John menghampiri wanita itu dan menepuk bahunya.

  • Nona Muda, Mari Bercinta   Ajakan Kencan Di Luar Penjara (21+)

    "Wow, Emmy kau sangat beruntung dipuja oleh sang penguasa penjara!" sanjung Anne yang melihat koleksi perawatan tubuh dan juga kosmetik yang dimiliki teman satu sel tahanannya itu.Lilly pun menimpali, "Rambutmu yang dipangkas cepak oleh Katlin Rookie juga sudah tumbuh makin panjang berkat shampo dan krim yang diberikan oleh John Barlow!"Senyuman sombong terukir di bibir Emilia Pilscher, dia memang bak seorang ratu kecil di penjara wanita Kansas City saat ini melengserkan posisi Katlin Rookie. Wanita malang sok hebat itu mengalami depresi berat akibat pembalasan dari John tempo hari karena memimpin pengeroyokan serta penganiayaan atas dirinya.Katlin kini dijauhi oleh seisi penjara wanita, terkadang senior juga membully dia seenak perut mereka. Tak ada lagi bekingan dari John Barlow yang membuat narapidana berkepala plontos itu mengangkat dagunya arogan di hadapan penghuni penjara lainnya."Aku mema

  • Nona Muda, Mari Bercinta   Cinta Baru Untuk Esmeralda

    "Peter, pulanglah duluan ke rumah. Petang ini aku akan diantarkan oleh Dokter Jeffrey Norton!" titah Esmeralda kepada sopir yang menjemputnya di depan pintu keluar Richero Center Building.Dokter tampan itu memang belum tiba di tempat kerja Esmeralda, lalu lintas sore pada jam pulang kantor selalu macet. Maka Esmeralda duduk menunggu di coffee shop yang ada di lantai lobi. Dia memesan segelas Iced Caramel Machiato untuknya dan Caffe Americano untuk Dokter Jeff sembari memeriksa ponselnya.Nampaknya Celia sudah pulang dari perjalanan bulan madu panjangnya bersama Morgan sore ini, Esmeralda mendapat pesan dari papanya. Sejenak memang Esme pernah merasa tertarik dengan Morgan Bradburry. Chef itu sangat tampan dan berkharisma, wanita mana yang tidak jatuh hati. Akan tetapi, hubungannya dengan Celia semakin membaik pasca Emilia Pilscher dijatuhi vonis pidana. Esmeralda memupus rasa suka yang berlebihan di hatinya.Saat dia se

  • Nona Muda, Mari Bercinta   Semakin Lengket Setelah Pertikaian

    Pesawat yang membawa rombongan kecil itu kembali ke Kansas seusai liburan bulan madu Celia bersama Morgan. Penerbangan dari Asia Tenggara itu menuju Amerika Serikat menghabiskan waktu seharian."Hubby, apa kau tidak kelelahan? Sesampainya di Kansas, kamu harus segera berangkat ke Washington!" ujar Celia cemas. Dia sendiri merasakan badannya begitu letih dan mulai jetlag."Memang pasti melelahkan, tetapi aku harus menjalani pekerjaan itu, Sayang. Yang terpenting, selama kutinggalkan ke luar kota, kamu jaga diri baik-baik ya!" pesan Morgan. Dia tetap akan menempatkan pengawal menjaga Celia, tetapi istrinya juga harus berhati-hati."Iya. Aku janji akan jaga diri baik-baik selama kamu pergi bekerja. Dan tolong beri kabar sesering yang kau bisa selama berada di Washington. Aku pencemburu bila menyangkut pria yang kucintai, ada Elizabeth di sana bersamamu. Sebenarnya aku kurang suka!" Celia mengungkapkan keberatannya, te

  • Nona Muda, Mari Bercinta   Aku Ingin Menerkam Istriku yang Menggemaskan (21+)

    "Okay, jadi apa malam ini aku boleh tidur sambil memeluk tubuhmu, Celia?" tanya Morgan seusai mereka menghabiskan menu makan malam berdua.Celia bangkit dari kursinya tanpa menjawab pertanyaan suaminya. Dia memang sengaja menguji kesabaran Morgan. Tak biasanya Celia bersikap tidak sopan dan acuh begitu kepada orang yang disayanginya. Namun, dia masih belum bisa meredakan api amarah di hatinya.Tiba-tiba kakinya terangkat dari permukaan lantai kamar hotel dan tubuhnya mendarat di dekapan Morgan. "Kau ini membuatku terkena serangan jantung! Apa maumu sih?" omel Celia memukuli dada suaminya."Aku ingin menerkam istriku yang menggemaskan ini!" jawab Morgan sembari terkekeh. Dia langsung membawa Celia menuju ke ranjang dan mengecupi ceruk lehernya yang harum. "Arhh ... hentikan, Morgan!" protes Celia. Namun, bibirnya segera menjadi bulan-bulanan pria yang teramat bergairah mencumbunya. 'Ckk ... dia ini! Aku masih kesal karena kebohongannya ... aakh tapi tubuhku mengkhianatiku!' batin Celi

  • Nona Muda, Mari Bercinta   Sama-sama Keras Kepala Meskipun Saling Cinta

    "TING TONG." Suara bel kamar yang ditekan dari luar berbunyi nyaring memupus keheningan di dalam kamar presidential suite yang dihuni oleh pasangan yang tengah berbulan madu itu.Langkah kaki Morgan terasa berat, itu room service yang mengantarkan menu makan malam pesanannya tadi. Dia juga memesan untuk Celia, tetapi istrinya terdiam di ranjang pura-pura tidur mengabaikannya."Permisi, Sir. Saya mengantarkan menu pesanan Anda!" ucap pemuda berkebangsaan Vietnam bermata monolid bermanik hitam itu seraya mendorong kereta susun tiga."Hidangkan di meja dengan rapi!" sahut Morgan. Dia berdiri di tepi pintu mengawasi pegawai room service hotel itu.Setelah pemuda itu pergi, Morgan menutup pintu lalu menghampiri tempat tidur di sisi istrinya berbaring. "Kamu pasti lapar, bukan? Jangan menyiksa diri kalaupun kamu marah kepadaku, Celia!""Kenapa tidak kau biarkan saja aku mati, Morgan? A

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status