Caesar dan Crystal baru saja sampai di rumah dan membuka pintu ruang rawat tua Gu saat ini. Namun begitu masuk, mereka melihat Lijing yang sedang di marahi habis-habisan oleh pria baya yang masih dalam posisi setengah berbaring.“Yeye,” kata Caesar menghentikan ocehan pria baya di hadapannya, “Asisten Cui sama sekali tidak mengatakan apapun padaku. Jadi, berhenti menyalahkannya karena aku mengetahui kondisi yeye menggunakan caraku sendiri,” sambungnya cepat.“Menggunakan caramu sendiri?” tanyanya yangvlangsung menatap curiga ke arah Caesar, “Jangan bilang kau menempatkan seseorang untuk mengawasiku,” sambungnya menyelidik.“Ya… dan aku melakukan hal itu karena aku tidak ingin kalau apa yang Anda lakukan saat aku berada di Guilin terulang kembali,” kata Caesar pasti, “Dan sekarang aku juga tidak ingin jika hal ini sampai terulang kembali!” sindir Caesar saat mengingat asisten Cui yang berkata di paksa untuk menyembunyikan penyakit tuan Gu darinya.
“Siapa sebenarnya dokter Jiang, sehingga bisa membuatmu dan kakek terlihat sangat terkejut saat melihatnya?” tanya Crystal menatap Caesar penuh tanya.“Dia adalah orang yang merawatku sebelum kakek datang,” jawab Caesar setelah mempertimbangkan jawabannya sendiri selama beberapa saat.“Kau pernah di rawat oleh dokter Jiang?” tanya Crystal terkejut.“Hmm,” gumam Caesar tersenyum.“Laoban, kita sudah sampai,” kata Felix yang benar-benar menyelamatkan Caesar dari berbagai macam pertanyaan yang saat ini ada dalam kepala Crystal.“Apa kau sudah siap?” tanya Caesar dengan senyum lebarnya, dengan harapan Crystal akan melupakan masalah dokter Jiang dan fokus pada pernikahan mereka.“Hmm,” senyumnya menganggukan kepalanya dengan antusias. Sehingga membuat mereka segera turun dari mobil.Begitu masuk ke dalam tempat pendaftaran, beberapa pasangan sudah berdiri di hadapan mereka untuk mengambil nomor antrian. Sehingga membuat mereka harus mengantri dan menunggu hingga giliran mereka tiba. Setel
“Dia adalah dokter yang merawatku saat aku mengalami kecelakaan beberapa tahu lalu,” jawab Caesar setelah mempertimbangkannya beberapa kali.“Kau pernah mengalami kecelakaan?” tanya Crystal mengulangi perkataan Caesar sebelumnya.“Hmm… sebelum kakek membawaku, paman Jiang yang merawatku saat aku kehilangan kedua orangtuaku dalam kecelakaan itu,” senyum Caesar tipis.Namun jawaban Caesar itu benar-benar membuat hati Crystal tersayat, karena tanpa sadar, dia sudah membuka luka lama Caesar, dan membuat Caesar haris mengatakan sesuatu yang pasti sangat menyakitkan untuknya.“Maafkan aku,” sesal Crystal menundukan kepalanya.“Tidak masalah,” kata Caesar bersandar di pagar balkon dan mengambil tangan Crystal, “Itu sudah menjadi masa lalu, dan saat ini aku sudah memilikimu juga kakek. Jadi, kau tidak perlu merasa bersalah seperti ini.”“Tapi tidak seharusnya aku terus mempertanyakan hal itu padamu,” katanya enggan mengangkat kepala.“Baobei,” kata Caesar mengangkat dagu Crystal untuk menatap
“Siapa yang sebenarnya sudah membuat masalah di hari pernikahanku ini?” gerutu Crystal yang benar-benar merasa kesal, karena malam pernikahannya dengan Caesar harus terganggu oleh nasalah yang sebelumnya sudah Caesar kendalikan.Setelah menyelesaikan makan malamnya yang tertunda, Crytal yang tidak bisa melanjutkan ‘olahraga’ malamnya bersama Caesar memutuskan untuk mencoba menghubungi kedua sahabat terdekatnya. Dan tanpa perlu memakan waktu lama, Victoria dan juga Li Nan menjawab panggilan video yang Crystal lakukan secara bersamaan.Namun begitu video terhubung, senyuman jahil terukir di wajah Victoria disaat Li Nan, memandang Crystal terkejut dan penuh tanya.“Baobei, ada apa dengan pakaianmu saat ini?” tanya Victoria mengangkat kedua alisnya bersamaan.“Ini malam pernikahanku,” kata Crystal menunjukan buku nikahnya dengan Vaesar, “Tentu saja aku harus menggunakan sesuatu yang istimewa,” sambungnya kesal.“Kau sudah mendaftarkan pernikahan kalian?” tanya Li Nan dan Victoria kompak.
“Nona besar, tuan muda… tuan muda… baru saja mengalami kecelakaan,” katanya yang bisa langsung membuat jantung Crystal terasa terlepas dari tempat yang seharusnya, “Dan sampai saat ini, polisi masih belum bisa menemukan keberadaannya,” sambungnya yang membuat kaki Crystal benar-benar terasa lemas hingga tidak bisa lagi menopang bobot tubuhnya sendiri.“Nona besar,” teriak pria di hadapannya menahan tangan Crystal dan ikut berjongkok, hingga membuat beberapa pelayan di kediaman berlarian ke kamar Crystal, dan menuntun Crystal untuk duduk di sofa.Pikiran Crystal benar-benar kosong saat mendengar apa yang baru saja pengawalnya katakan. Ingin rasanya dia datang ke lokasi yang di maksud untuk mencari sendiri keberadaan Caesar saat ini. Namun saat ini dia sama sekali tidak memiliki tenaga meski hanya untuk menopang bobot tubuhnya sendiri.“Baobei… baobei… Gu Crystal,” panggil Victoria saat panggilan video mereka memang belum berakhir.“Jie,” tangis Crystal saat menatap wajah kedua sahabatn
Crystal kembali ke dalam kamar untuk bersiap. Namun saat menyadari keanehan dari pengawal yang memberitahunya, Crystal terus mencoba untuk mengulur waktu dan mempersiapkan dirinya sendiri agar bisa dengan tenanga menghadapi apa yang sebenarnya sedang Li Jingyan rencanakan, dalam kondisi seperti saat ini. Sehingga saat itu, Crystal yang sudah merasa cukup siap untuk menghadapi ular tua seperti Li jingyan, akhirnya segera mengirimkan pesan pada Felix, dan pergi bersama pria muda yang sejak tadi menunggunya di depan pintu kamar.Tanpa bertanya apapun, Crystal terus menutup mulutnya seperti orang bodoh yang baru saja masuk ke dalam perangkap.Tapi sebenarnya, saat ini Crystal sedang mengingat informasi apa saja yang sudah pernah Caesar katakan padanya mengenai keluarga Li, terlebih Jenny dan juga sang ayah.Sesampainya di perusahaan milik keluarganya, beberapa pria dan wanita paruh baya menyambut kedatangannya dengan mewah. Padahal nyatanya, tidak banyak orang perusahaan yang mengetahui
3 hari yang laluBegitu meninggalkan kediaman Gu, hal pertama yang Caesar perintahkan pada Fellix adalah mencari tahu, bagaimana berita mengenai sang kakek bisa sampai ke media, disaat yang mengetahui hal itu hanya orang terdekat, beberapa pelayan dan juga pengawal kediaman yang ada di lokasi tempat tuan Gu tidak sadarkan diri.Setelah menugaskan hal itu pada Felix, dengan cepat, Felix memerintahkan bawahan kepercayannya untuk kembali meneliti profile lamaran kerja yang dia terima, termasuk latar belakang orang-orang yang bekerja dan berjaga di kediaman Gu.Saat semua hal sudah tertangani dan sesuai dengan tugas masing-masing, secara tiba-tiba, Jason juga menghubungi Caesar secara langsung, dan memberitahu Caesar kalau ada pergerakan aneh di tempat manager Zhao berada, sehingga saat itu, tanpa berpikir apapun lagi, Caesar meminta Felix untuk segera membawanya ke tempat yang sebelumnya Jason beritahukan padanya.Namun saat mereka sampai di jalanan yang di kelilingi jurang dan juga tebi
Crystal sama sekali tidak bisa berkata-kata saat Caesar menuntunnya dari ruang rapat begitu saja. Alasannya sederhana, Crystal masih belum bisa percaya kalau apa yang ada di hadapannya saat ini adalah kenyataan. Dan Crystal benar-benar takut, kalau apa yang terjadi saat ini, hanya imajinasinya yang terlalu mencemaskan dan mrindukan Caesar yang menghilang begitu saja. “Baobao,” kata Caesar menghentikan langkahnya dan berdiri tepat di hadapan Crystal yang masih belum sepenuhnya fokus. “Apa ini semua kenyataan?” tanya Crystal meneteskan air matanya. “Tentu saja,” senyum Caesar membelai pipi Crystal dengan punggung tangannya, “Suamimu, benar-benar berdiri di hadapanmu,” sambungnya yang membuat Crystal langsung menghambur ke dalam pelukan pria di hadapannya, “Sudahlah, mari kita bicarakan semuanya di rumah, hmm?” bujuk Caesar melepaskan pelukan Crystal yang menganggukan kepalanya setuju. *** “Asisten Wu, apa yang sebenarnya terjadi saat ini?” tanya pria baya lain yang selalu mendukung
Saat itu, Jason dan Felix berdiri di kedua sisi ujung lorong sempit, menghalangi satu-satunya jalan keluar bagi Zhang Wei. Napas Zhang Wei terdengar kasar, matanya bergerak gelisah, mencari celah untuk melarikan diri. Namun, Jason dan Felix tidak memberinya kesempatan.Felix, yang berdiri di hadapan Jason dan Zhang Wei, tiba-tiba menangkap sesuatu dari sudut matanya. Sekelompok pria berpakaian hitam tengah mengawasi mereka dari kejauhan, bersembunyi di balik bayangan gedung tua yang remang. Mata Felix menyipit, karena dia bisa segera menyadari maksud mereka.Dengan nada tajam dan sedikit mengancam, Felix menatap Zhang Wei. “Kau lihat itu?” ujarnya seraya menganggukkan kepalanya ke arah pria-pria mencurigakan itu. “Kau masih di sini, tapi mereka sudah bersiap untuk melenyapkanmu.”Zhang Wei menggeleng dengan ekspresi penuh ketidakpercayaan. “Tidak mungkin! Li zong tidak akan menghabisiku begitu saja. Aku punya terlalu banyak rahasia. Aku tahu setiap transaksi gelapnya, perusahaan cangk
Di dalam kamar yang remang, Jenny dan John berdiri di ambang pintu dengan ekspresi penuh keraguan. Mereka tak pernah mengira akan berada dalam posisi ini—mencari perlindungan dari seorang ibu yang selama ini mereka abaikan.Nyonya Jin, yang duduk di tepi ranjang dengan wajah lelah, mengangkat pandangannya ketika menyadari kehadiran mereka dari sudut matanya. Napasnya terdengar berat, seakan beban yang ia pikul selama ini mulai mencapai batasnya."Kenapa kalian datang padaku sekarang?" tanyanya dengan nada yang tidak sepenuhnya dingin, tetapi juga tidak hangat. "Setelah sekian lama, baru sekarang kalian ingat bahwa kalian punya ibu?" Nyonya Jin menoleh bergantian melihat putra dan putrinya dengan mata yang basah. “Atau mungkin baru sekarang kalian akhirnya ingat, bahwa ibu kalian masih hidup?”John menggigit bibirnya, sementara Jenny melirik ke arah saudaranya sebelum akhirnya berbicara. "Kami… butuh bantuan, Ibu."Jenny ikut menggigit bibirnya, la
Begitu menyelesaikan urusannya dengan nyonya Jin, Crystal kembali ke rumah sakit. Dian di rumah sakit, suasana di kamar VIP terasa sunyi. Caesar masih terbaring dalam keadaan koma, dengan alat-alat medis yang terus memantau kondisinya. Crystal duduk di sisi ranjangnya, menggenggam tangan suaminya yang dingin. Tidak ada perkembangan signifikan sejak insiden itu, dan setiap hari yang berlalu hanya menambah beban di hatinya.Begitu malam kembali tiba, Victoria masuk ke dalam ruangan dengan membawa secangkir kopi. “Kau harus tetap kuat, Crystal. Kehancuran Li Jingyan, sudah semakin dekat, dan keadaan Lu zong, pasti akan segera membaik,” katanya, meletakkan kopi itu di meja kecil.Crystal mengangguk tanpa melepaskan genggaman tangannya dari Caesar. “Aku tahu… tapi semakin lama dia tidak sadar, semakin besar kesempatan bagi Li Jingyan untuk bergerak dan mencari alasan untuk menggulingkannya. Dan aku takut waktu kita tidak cukup untuk menghancurkannya, hanya dengan bukti
Di dalam rumah keluarga Li, Nyonya Jin duduk di kursi roda dengan wajah pucat, tubuhnya tampak lemah. Li Jingyan tidak pernah terlalu mengawasi istrinya secara ketat, tapi dia selalu memastikan bahwa Nyonya Jin tidak melakukan hal-hal yang mencurigakan. Dan meminum air mineral, serta obat yang selama ini dia sediakan.Hari itu, Nyonya Song, ibu Victoria, yang memang sudah merawat nyonya Jin selama.beberapa hari, menghampiri Li Jingyan yang masih sibuk di ruang kerja yang berseberangan langsung dengan tempat nyonya Jin beristirahat. Dia masuk dengan senyum ramah, meletakkan tangannya di bahu Jingyan dengan lembut."Jingyan," panggilnya sedikit manja. "Aku ingin membawa nyonya Jin keluar sebentar. Dia sudah terlalu lama terkurung di dalam rumah. Mungkin udara segar akan membantunya merasa lebih baik."Li Jingyan manarik tangan nyonya Song lembut dan menatap wanita di sampingnya dengan curiga, lalu mengalihkan pandangan ke arah istrinya. "Apa kau pikir, dia c
Jason dan Felix tiba di rumah sakit dengan langkah tergesa. Wajah mereka serius, menandakan bahwa mereka membawa kabar penting. Sesampainya di depan kamar perawatan Caesar, mereka melihat Crystal yang tetap duduk di sisi ranjang suaminya, jemarinya menggenggam erat tangan Caesar yang masih tak sadarkan diri. Mata Crystal tampak lelah, tapi sorotnya tetap tajam penuh tekad.Felix mengetuk pintu pelan sebelum masuk. Setelah mendapat izin, dengan sedikit keraguan Felix melangkah maju dan membungkuk sedikit dengan sopan. "Nona besar, kami sudah mendapatkan sesuatu."Crystal menoleh, menatap Felix dan Jason secara bergantian. "Apa yang kalian temukan?"Jason menyandarkan dirinya pada dinding dan menyilangkan tangan di dada. "Pria yang mencoba membunuh Caesar akhirnya berbicara. Namanya Jiang Hao. Awalnya dia bersikeras bahwa dia hanya orang suruhan yang tidak pernah melihat wajah dalang di balik semua ini. Tapi setelah sedikit tekanan..."Felix melanju
Setelah memastikan penjagaan di ruang rawat Caesar lebih ketat dari sebelumnya, Felix dan Jason kini tiba di salah satu apartemen rahasia milik Caesar. Bersama mereka, seorang pria yang sebelumnya berusaha melenyapkan Caesar dengan suntikan kini duduk terikat di atas kursi kayu, kedua tangannya diikat erat di belakang punggungnya.Felix berdiri di sisi ruangan, melepaskan jasnya dengan gerakan tenang sebelum menggulung lengan kemejanya hingga sebatas siku. Mata tajamnya menatap dingin ke arah pria yang duduk dengan kepala tertunduk. Jason, yang duduk di atas meja di hadapan pria itu, menyilangkan tangan di depan dada dengan ekspresi santai namun penuh kehati-hatian."Su Zong, apa aku bisa memulainya?" tanya Felix, suaranya rendah dan tajam, berbeda dari biasanya.Jason menatap pria yang diikat itu sejenak sebelum mengangguk pelan. "Hmm... Mari kita mulai."Tanpa ragu, sebuah pukulan keras mendarat di wajah pria itu, membuatnya tersentak ke belakan
Crystal sedang duduk di ruang tamu bersama kakeknya ketika teleponnya tiba-tiba berdering. Nama asisten Wu muncul di layar ponselnya, membuat alisnya berkerut. Dia tidak pernah menyangka akan menerima panggilan dari asisten pribadi Caesar di tengah malam seperti ini."Halo?" Suaranya terdengar ragu."Nona Besar… Lu zong… Lu zong mengalami kecelakaan. Dan saat ini sedang dalam perjalanan ke rumah sakit sekarang."Dunia Crystal terasa berhenti berputar. Napasnya tercekat, dan dadanya terasa sesak seolah ada sesuatu yang menghimpitnya. "Apa yang terjadi?! Bagaimana kondisinya?!""Aku tidak bisa menjelaskannya," jawab Felix dengan suara berat. "Tapi dokter sudah berkata Lu zong harus segera menjalani operasi. Dan saat ini aku dalam perjalanan ke sana. Anda harus segera datang."Crystal tidak bisa mendengar apa pun lagi. Suara Felix terasa jauh, bergema di dalam kepalanya. Dengan tangan gemetar, dia segera bangkit dari sofa, membuat kakeknya menatapnya dengan khawatir."Ada apa, Xiaobao?"
Tanpa terasa malam kembali tiba, dan seperti biasanya, Caesar kembali ke rumah cukup larut. Hari ini, dia menghabiskan waktu lebih lama untuk memastikan rencana yang Felix buat berjalan dengan sempurna. Pengawasan terhadap keluarga Li harus diperketat. Setiap gerakan mereka harus dipantau tanpa celah sedikit pun.Saat memasuki kamarnya, mata Caesar langsung tertuju pada pintu balkon yang terbuka. Udara malam yang dingin menyusup masuk, membawa hembusan angin yang membuat tirai tipis berkibar pelan. Namun, tanpa memikirkan hal itu lebih jauh karena dia tahu alasan pintu balkon terbuka, Caesar segera melangkah ke kamar mandi. Setelah seharian bekerja, yang ia butuhkan saat ini hanyalah mandi dan berendam di dalam bathtub untuk meredakan ketegangan di tubuhnya.Air hangat menyentuh kulitnya, memberikan sensasi nyaman yang perlahan mengendurkan otot-ototnya yang tegang. Waktu berlalu tanpa terasa, dan setelah beberapa saat, dia keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan bathrobe. Saa
Dua hari kembali berlalu, dan baik Jason maupun Li Nan masih terus berkutat di depan layar komputer mereka masing-masing, menyisihkan waktu istirahat demi menggali lebih dalam masalah keluarga Li. Mereka tahu bahwa sedikit saja celah yang ditemukan bisa menjadi senjata ampuh untuk melawan Li Jingyan.Jason, yang sudah cukup lama menyelidiki transaksi keuangan Jenny, akhirnya menemukan bukti yang selama ini mereka cari—rekaman transaksi yang menunjukkan pembelian obat per**gs**g yang pernah digunakan Jenny untuk menjebak Caesar beberapa bulan lalu. Bukti yang akan menjadi ancaman besar bagi Li Jingyan, yang selama ini sangat mempercayai putrinya, dan menganggap ucapan Caesar hari itu hanya untuk menyudutkannya saja.Di saat yang bersamaan, di ruang kerjanya sendiri Li Nan juga berhasil mengakses percakapan WeChat antara John dan Jenny. Dalam percakapan itu, John menekan Jenny dengan ancaman agar menutup mulutnya mengenai perjudian ilegal yang selama ini dia lakukan. Sebagai gantinya, d