Caesar membersihkan dirinya dengan cepat supaya dia memiliki waktu beberapa saat lagi untuk berbincang dengan Crystal maupun membiarkan Gadis kecil itu bermanja leboh lama padanya. Namun saat baru daja akan keluar dari dalam kamar, dia mendengar suara Crystal yang sedang berbicara dengan seorang Wanita sehingga saat itu Caesar hanya bisa mempersiapkan dirinya dan menyelesaikan pekerjaannya yang sudah menghabiskan banyak waktu.Setelah siap dengan t-shirt putih yang di padukan dengan setelan berwarna hitam, Caesar melangkahkan kakinya keluar dari kamar, “Aku sudah mendapatkan apa yang kau inginkan,” kata Victoria yang saat itu duduk di hadapan mini bar disaat Crystal berdiri membelakangi tempat Caesar berdiri saat ini.“Apa yang kau inginkan sehingga kau tidak mau memintanya dariku?” Tanya Caesar dengan senyum hangatnya.“Porofesor,” kata Victoria berdiri dan menatap Caesar tegang.“Kenapa kau harus tegang seperti itu,” tanya Caesar santai, “Aku hanya bertanya dan bukan keberatan.” “A
Senyum tipis kembali terukir di wajah Caesar saat menyadari kalau semakin hari, Crystal semakin berubah menjadi seorang Wanita dewasa yang mulai memikirkan segala sesuatunya dengan matang sebelum bertindak.Namun bagi Caesar, sampai kapanpun Crystal tetaplah seorang Gadis kecil yang harus dia bahagiakan tanpa pernah merasa terbebani oleh apapun selain tanggung j layar awabnya sendiri. Sehingga saat itu, Caesar menatap ke arah Felix yang duduk di samping supir.“Crystal sudah mengetahui tentang masalah masa laluku yang terungkap,” kata Caesar yang membuat Felix terkejut dan langsung memutar tubuhnya untuk menatap ke arah Caesar, “Jadi minta beberapa orang untuk bergantian mengawasi pergerakannya dan pastikan dia tidak terlibat dalam hal kotor apapun.”“Aku akan segera menyusun tim untuk menangani hal ini,” jawab Fekix yang langsung menatap tablet yang sejak tadi berada di atas pangkuannya.“Dan aku juga ingin tahu latar belakang dari Victoria Song dan juga Li Nan,” perintah Caesar yang
“Kalau begitu biarkan aku merasakannya beberapa saat lagi,” kata Crystal menarik kerah kemeja Caesar dan kembali melumat bibir tipis Caesar yang sudah sangat dia rindukan.“Aku mungkin tidak akan bisa lagi berhenti jika kau terus melanjutkannya,” senyum Caesar membelai pipi Crystal dengan punggung tangannya.“Kalau begitu kau tidak perlu menahannya,” seringai Crystal kembali mencium bibir Caesar intens dan membuat Caesar sedikit terkejut dengan sikap nakal yang baru pertama kali Crystal tunjukan di hadapannya.“Lu Caesar, Gu Crystal,” panggil seorang Pria membuat mereka segera menjauh dan menatap ke arah suara itu berasal.“YEYE,” kata keduanya bersamaan karena terkejut oleh keberadaan sang kakek yang sedang berdiri beberapa meter di hadapan mereka bersama asisten Cui.“Bukankah kalian harus menjelaskan apa yang baru saja terjadi?” Tanya tuan Gu menatap keduanya bergantian.Tanpa berkata apapun lagi, tuan Gu segera duduk di salah satu sofa tunggal yang ada di ruang tengah. Sedangkan C
“Baiklah, seperti yang kalian inginkan aku tidak akan ikut campur dalam masalah itu,” kata tuan Gu membuat Caesar dan Crystal tersenyum bahagia saat mendengarnya, “Jadi katakan saja padaku kapan kalian berencana untuk menikah?”“Menikah,” senyum Caesar tipis, “Dia masih kecil dan membutuhkan banyak pengalaman, jadi kita bicarakan itu saat anak ini sudah benar-benar dewasa,” sambung Caesar merangkul Crystal dan membelai lengannya lembut dan juga sayang.“Sikapnya padamu tadi bahkan sudah seperti itu, jadi kenapa kau masih menyebutnya anak kecil?” Gerutu tuan Gu sekali lagi.“Begitulah anak muda sekarang dalam berhubungan, tapi pernikahan berbeda, tanggung jawab dan juga kedewasaan sangat penting dalam membangun pernikahan,” bela Caesar karena sikap Crystal tadi.“Aku tidak tertarik dengan masalah orang lain,” kata tuan Gu berdiri dari tempatnya, “Aku hanya ingin kalian memutuskan tanggal pernikahan kalian secepatnya, atau aku sendiri yang akan memutuskannya,” sambungnya melangkah pergi
Seperti janjinya pada Crystal, Caesar yang sudah selesai mandi dan bersiap tidur kini masuk ke kamar Crystal dengan mengendap-endao, setelah dia memastikan sendiri kalau keadaan di sekelilingnya aman.Saat masuk, suara air dari dalam kamar mandi masih tedengar jelas di telinga Caesar, yang artinya saat ini Crystal masih perlu waktu untuk membersihkan dirinya. Sehingga saat itu, Caesar segera naik ke atas ranjang, dan memposisikan tubuhnya setengah berbaring, dengan kedua kaki yang dia silangkan untuk menyamankan dirinya yang merasa matanya sangat berat, sebelum akhirnya, dia benar-benar tertidur dalam posisi yang pastinya tidak terlalu nyaman untuk beristirahat.Seperti biasa, Crystal keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya berbalut bathrobe dan juga handuk di atas bahunya, karena dia pikir dia harus mengeringkan rambutnya di dalam kamar mandi supaya dia bisa langsung naik ke atas ranjang dan berbaring untuk menunggu kedatangan Caesar.Namun saat kakinya melangkah keluar dari kamar
“Karena kau sudah membicarakannya lebih dulu, bagaimana menurutmu mengenai pernikahan kita yang kakek inginkan?” Tanya Crystal menatap Caesar serius saat dia sendiri merasa tidak masalah jika mereka bisa cepat menikah seperti yang tuan Gu inginkan.“Aku pikir usiamu masih terlalu muda untuk membicarakan masalah pernikahan,” kata Caesar mematikan kompor dan bersandar pada kitchen sink di sampingnya, “Tapi jika kau memang menginginkannya, maka kita bisa menikah kapanpun juga,” sambungnya menopangkan kedua lengannya di bahu Crystal, “Jadi pikirkan hal ini dengan matang, dan bersiaplah untuk berangkat bersamaku,” sambungnya mengecup kening Crystal singkat dan kembali melanjutkan aktivitasnya di depan kompor.Semua makanan sudah selesai tertata rapi di atas meja, dan tuan Gu juga sudah datang setelah Caesar memerintahkan salah satu pelayan untuk memanggil tuan Gu. Namun Crystal masih belum juga datang dan membuat mereka menunggu cukup lama di hadapan meja makan.“Apa kalian sudah memberita
Crystal membuka matanya perlahan saat kepalanya benar-benar terasa sangat sakit dan juga berat.Ingin rasanya dia segera beranjak dari tempat tidur untuk merendam seluruh tubuhnya di dalam air hangat dengan aroma penenang dan juga bunga mawar.Namun saat menyadari keberadaannya saat ini, Crystal langsung menghembuskan nafasnya panjang saat dia tahu pasti, kalau saat ini Caesar pasti sedang menunggu penjelasan atas apa yang terjadi sehingga membuatnya minum hingga dalam kondisi tidak sadar. Sehingga hal itu akhirnya membuat Crystal meyakinkan dirinya sendiri untuk segera keluar dan memberikan jawaban yang paling masuk akal supaya tidak membuat Caesar merasa kecewa padanya.“Kau sudah bangun?” Tanya Caesar begitu pintu kamar mereka terbuka.“Hmm…” gumam Crystal menggantung kalimatnya, “Apa kau sedang menyiapkan sarapan?” Tanyanya ragu.“Ya, jadi duduk dan habiskan sup perada pengar yang ada di atas meja,” perintahnya yang membuat Crystal hanya bisa duduk dan melakukan apa yang Caesar ka
Felix baru saja sampai di apartemen pribadinya saat hari sudah cukup larut setelah dia menyelesaikan tugas terakhirnya untuk mengantar Caesar juga Crystal, termasuk memberikan alasan yang terbaik pada asisten Cui mengenai masalah yang sudah nona besarnya buat.Namun saat itu, langkah Felix terhenti saat melihat sosok seorang Wanita yang sedang berdiri di depan pintu apartemennya. Dan saat mengenali Wanita itu, Felix kembali melangkahkan kakinya dengan tenang karena dia harus mencari tahu, bagaimana tempat tinggalnya bisa di ketahui,“Nona Song,” senyum Felix berdiri tepat di hadapan Victoria, “Bagaimana Anda bisa sampai di depan apartemenku?” Tanyanya tenang.“Owh… jadi ternyata pemilik rumah ini adalah Anda?” Tanya Victoria tidak percaya, “Ah… aku baru saja pindah ke unit 702, jadi aku pikir aku harus memberikan sesuatu pada pemilik unit 701 sebagai pemberitahuan kepindahanku,” jawabnya memberikan kotak putih yang sejak tadi ada di tangannya.“Benarkah?” Tanya Felix yang tidak bisa m
Saat itu, Jason dan Felix berdiri di kedua sisi ujung lorong sempit, menghalangi satu-satunya jalan keluar bagi Zhang Wei. Napas Zhang Wei terdengar kasar, matanya bergerak gelisah, mencari celah untuk melarikan diri. Namun, Jason dan Felix tidak memberinya kesempatan.Felix, yang berdiri di hadapan Jason dan Zhang Wei, tiba-tiba menangkap sesuatu dari sudut matanya. Sekelompok pria berpakaian hitam tengah mengawasi mereka dari kejauhan, bersembunyi di balik bayangan gedung tua yang remang. Mata Felix menyipit, karena dia bisa segera menyadari maksud mereka.Dengan nada tajam dan sedikit mengancam, Felix menatap Zhang Wei. “Kau lihat itu?” ujarnya seraya menganggukkan kepalanya ke arah pria-pria mencurigakan itu. “Kau masih di sini, tapi mereka sudah bersiap untuk melenyapkanmu.”Zhang Wei menggeleng dengan ekspresi penuh ketidakpercayaan. “Tidak mungkin! Li zong tidak akan menghabisiku begitu saja. Aku punya terlalu banyak rahasia. Aku tahu setiap transaksi gelapnya, perusahaan cangk
Di dalam kamar yang remang, Jenny dan John berdiri di ambang pintu dengan ekspresi penuh keraguan. Mereka tak pernah mengira akan berada dalam posisi ini—mencari perlindungan dari seorang ibu yang selama ini mereka abaikan.Nyonya Jin, yang duduk di tepi ranjang dengan wajah lelah, mengangkat pandangannya ketika menyadari kehadiran mereka dari sudut matanya. Napasnya terdengar berat, seakan beban yang ia pikul selama ini mulai mencapai batasnya."Kenapa kalian datang padaku sekarang?" tanyanya dengan nada yang tidak sepenuhnya dingin, tetapi juga tidak hangat. "Setelah sekian lama, baru sekarang kalian ingat bahwa kalian punya ibu?" Nyonya Jin menoleh bergantian melihat putra dan putrinya dengan mata yang basah. “Atau mungkin baru sekarang kalian akhirnya ingat, bahwa ibu kalian masih hidup?”John menggigit bibirnya, sementara Jenny melirik ke arah saudaranya sebelum akhirnya berbicara. "Kami… butuh bantuan, Ibu."Jenny ikut menggigit bibirnya, la
Begitu menyelesaikan urusannya dengan nyonya Jin, Crystal kembali ke rumah sakit. Dian di rumah sakit, suasana di kamar VIP terasa sunyi. Caesar masih terbaring dalam keadaan koma, dengan alat-alat medis yang terus memantau kondisinya. Crystal duduk di sisi ranjangnya, menggenggam tangan suaminya yang dingin. Tidak ada perkembangan signifikan sejak insiden itu, dan setiap hari yang berlalu hanya menambah beban di hatinya.Begitu malam kembali tiba, Victoria masuk ke dalam ruangan dengan membawa secangkir kopi. “Kau harus tetap kuat, Crystal. Kehancuran Li Jingyan, sudah semakin dekat, dan keadaan Lu zong, pasti akan segera membaik,” katanya, meletakkan kopi itu di meja kecil.Crystal mengangguk tanpa melepaskan genggaman tangannya dari Caesar. “Aku tahu… tapi semakin lama dia tidak sadar, semakin besar kesempatan bagi Li Jingyan untuk bergerak dan mencari alasan untuk menggulingkannya. Dan aku takut waktu kita tidak cukup untuk menghancurkannya, hanya dengan bukti
Di dalam rumah keluarga Li, Nyonya Jin duduk di kursi roda dengan wajah pucat, tubuhnya tampak lemah. Li Jingyan tidak pernah terlalu mengawasi istrinya secara ketat, tapi dia selalu memastikan bahwa Nyonya Jin tidak melakukan hal-hal yang mencurigakan. Dan meminum air mineral, serta obat yang selama ini dia sediakan.Hari itu, Nyonya Song, ibu Victoria, yang memang sudah merawat nyonya Jin selama.beberapa hari, menghampiri Li Jingyan yang masih sibuk di ruang kerja yang berseberangan langsung dengan tempat nyonya Jin beristirahat. Dia masuk dengan senyum ramah, meletakkan tangannya di bahu Jingyan dengan lembut."Jingyan," panggilnya sedikit manja. "Aku ingin membawa nyonya Jin keluar sebentar. Dia sudah terlalu lama terkurung di dalam rumah. Mungkin udara segar akan membantunya merasa lebih baik."Li Jingyan manarik tangan nyonya Song lembut dan menatap wanita di sampingnya dengan curiga, lalu mengalihkan pandangan ke arah istrinya. "Apa kau pikir, dia c
Jason dan Felix tiba di rumah sakit dengan langkah tergesa. Wajah mereka serius, menandakan bahwa mereka membawa kabar penting. Sesampainya di depan kamar perawatan Caesar, mereka melihat Crystal yang tetap duduk di sisi ranjang suaminya, jemarinya menggenggam erat tangan Caesar yang masih tak sadarkan diri. Mata Crystal tampak lelah, tapi sorotnya tetap tajam penuh tekad.Felix mengetuk pintu pelan sebelum masuk. Setelah mendapat izin, dengan sedikit keraguan Felix melangkah maju dan membungkuk sedikit dengan sopan. "Nona besar, kami sudah mendapatkan sesuatu."Crystal menoleh, menatap Felix dan Jason secara bergantian. "Apa yang kalian temukan?"Jason menyandarkan dirinya pada dinding dan menyilangkan tangan di dada. "Pria yang mencoba membunuh Caesar akhirnya berbicara. Namanya Jiang Hao. Awalnya dia bersikeras bahwa dia hanya orang suruhan yang tidak pernah melihat wajah dalang di balik semua ini. Tapi setelah sedikit tekanan..."Felix melanju
Setelah memastikan penjagaan di ruang rawat Caesar lebih ketat dari sebelumnya, Felix dan Jason kini tiba di salah satu apartemen rahasia milik Caesar. Bersama mereka, seorang pria yang sebelumnya berusaha melenyapkan Caesar dengan suntikan kini duduk terikat di atas kursi kayu, kedua tangannya diikat erat di belakang punggungnya.Felix berdiri di sisi ruangan, melepaskan jasnya dengan gerakan tenang sebelum menggulung lengan kemejanya hingga sebatas siku. Mata tajamnya menatap dingin ke arah pria yang duduk dengan kepala tertunduk. Jason, yang duduk di atas meja di hadapan pria itu, menyilangkan tangan di depan dada dengan ekspresi santai namun penuh kehati-hatian."Su Zong, apa aku bisa memulainya?" tanya Felix, suaranya rendah dan tajam, berbeda dari biasanya.Jason menatap pria yang diikat itu sejenak sebelum mengangguk pelan. "Hmm... Mari kita mulai."Tanpa ragu, sebuah pukulan keras mendarat di wajah pria itu, membuatnya tersentak ke belakan
Crystal sedang duduk di ruang tamu bersama kakeknya ketika teleponnya tiba-tiba berdering. Nama asisten Wu muncul di layar ponselnya, membuat alisnya berkerut. Dia tidak pernah menyangka akan menerima panggilan dari asisten pribadi Caesar di tengah malam seperti ini."Halo?" Suaranya terdengar ragu."Nona Besar… Lu zong… Lu zong mengalami kecelakaan. Dan saat ini sedang dalam perjalanan ke rumah sakit sekarang."Dunia Crystal terasa berhenti berputar. Napasnya tercekat, dan dadanya terasa sesak seolah ada sesuatu yang menghimpitnya. "Apa yang terjadi?! Bagaimana kondisinya?!""Aku tidak bisa menjelaskannya," jawab Felix dengan suara berat. "Tapi dokter sudah berkata Lu zong harus segera menjalani operasi. Dan saat ini aku dalam perjalanan ke sana. Anda harus segera datang."Crystal tidak bisa mendengar apa pun lagi. Suara Felix terasa jauh, bergema di dalam kepalanya. Dengan tangan gemetar, dia segera bangkit dari sofa, membuat kakeknya menatapnya dengan khawatir."Ada apa, Xiaobao?"
Tanpa terasa malam kembali tiba, dan seperti biasanya, Caesar kembali ke rumah cukup larut. Hari ini, dia menghabiskan waktu lebih lama untuk memastikan rencana yang Felix buat berjalan dengan sempurna. Pengawasan terhadap keluarga Li harus diperketat. Setiap gerakan mereka harus dipantau tanpa celah sedikit pun.Saat memasuki kamarnya, mata Caesar langsung tertuju pada pintu balkon yang terbuka. Udara malam yang dingin menyusup masuk, membawa hembusan angin yang membuat tirai tipis berkibar pelan. Namun, tanpa memikirkan hal itu lebih jauh karena dia tahu alasan pintu balkon terbuka, Caesar segera melangkah ke kamar mandi. Setelah seharian bekerja, yang ia butuhkan saat ini hanyalah mandi dan berendam di dalam bathtub untuk meredakan ketegangan di tubuhnya.Air hangat menyentuh kulitnya, memberikan sensasi nyaman yang perlahan mengendurkan otot-ototnya yang tegang. Waktu berlalu tanpa terasa, dan setelah beberapa saat, dia keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan bathrobe. Saa
Dua hari kembali berlalu, dan baik Jason maupun Li Nan masih terus berkutat di depan layar komputer mereka masing-masing, menyisihkan waktu istirahat demi menggali lebih dalam masalah keluarga Li. Mereka tahu bahwa sedikit saja celah yang ditemukan bisa menjadi senjata ampuh untuk melawan Li Jingyan.Jason, yang sudah cukup lama menyelidiki transaksi keuangan Jenny, akhirnya menemukan bukti yang selama ini mereka cari—rekaman transaksi yang menunjukkan pembelian obat per**gs**g yang pernah digunakan Jenny untuk menjebak Caesar beberapa bulan lalu. Bukti yang akan menjadi ancaman besar bagi Li Jingyan, yang selama ini sangat mempercayai putrinya, dan menganggap ucapan Caesar hari itu hanya untuk menyudutkannya saja.Di saat yang bersamaan, di ruang kerjanya sendiri Li Nan juga berhasil mengakses percakapan WeChat antara John dan Jenny. Dalam percakapan itu, John menekan Jenny dengan ancaman agar menutup mulutnya mengenai perjudian ilegal yang selama ini dia lakukan. Sebagai gantinya, d