Share

Always Arjun

"Deka, sudah selesai?"

Niswah terjingkat, menoleh kaget. dibelakangnya ada Arjun. Dosen itu meliriknya selintas dan kembali mengarah pandang pada putranya tersebut.

"Belum, Pa. Masih nungguin."

"P-pak Arjun su-sudah lama disini?"

"Belum, kenapa memang?"

Niswah mengelus dadanya, lega. Syukurlah. Semoga saja dosen itu tidak mendengar ucapan Deka tadi. Sangat.... Sangat memalukan.

"Oh. Eng... Enggak papa sih," sahutnya meringis tipis. Suasana berubah canggung. Dalam hati Niswah merutuk. Untuk apa juga Arjun menyusul mereka. Ini lagi, si penjual lama sekali menyiapkan pesanan mereka.

"Vanila cream, sama chocolate chip," seru sang penjual mengedarkan pandangan ke kursi pelanggan.

"Saya!" Reflek Niswah mengangkat tangannya dan terburu menghampiri penjual yang memanggil tadi. Lalu menyerahkan sebuah untuk Deka. Dia sendiri menyukai coklat. Coklat adalah pesanannya.

"Ayo," ajak Arjun begitu mereka mendapat pesanannya.

"Ha? Kemana?"

"Mereka sudah
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status