Share

Bab 203

Penulis: Arizah Karimah
Yoana menyunggingkan senyuman tipis. "Tengah malam begini Bu Eleanor nggak pulang ke rumah, malah pergi ke hotel. Apa yang dia lakukan di sana?"

"Aku nggak tahu soal itu. Dia nggak bilang apa-apa," jawab Tiara dengan nada acuh tak acuh.

Senyuman di sudut bibir Yoana semakin sulit disembunyikan. Meskipun dia tidak menemukan anak Eleanor, rencananya tetap berjalan. Malam ini, Eleanor dipastikan tidak akan bisa lolos lagi.

"Jeremy, Bu Eleanor pergi ke hotel selarut ini. Jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi padanya?"

Jeremy tidak mengatakan apa-apa, tetapi wajahnya terlihat dingin dan suram. Mata gelapnya penuh dengan ketegasan. Saat itu, telepon dari Andy masuk. "Bos, lokasi ponsel Bu Eleanor ada di Hotel Orchard."

"Papa." Daniel melangkah maju. "Mama pasti dalam bahaya. Dia biasanya nggak pernah pergi ke hotel, apalagi nggak menjawab telepon."

Yoana yang berdiri di samping, memutar matanya sedikit, lalu berkata, "Siapa tahu Bu Eleanor lagi sibuk." Ucapan Yoana memiliki maksud tersembun
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 204

    Eleanor sedikit memiringkan kepala dan berkata dengan tenang, "Kusarankan kalian pikir ulang sebelum bertindak.""Hah, kamu cuma seorang wanita, apa yang perlu kami takuti? Serang dia!""Benar, lihat saja bagaimana kami akan mempermainkanmu!"Ketika salah satu preman mencoba menyentuh Eleanor, sebuah senyuman dingin muncul di sudut bibirnya. Begitu tangannya hampir mengenai tubuh Eleanor, Eleanor mengangkat kakinya dan menendang keras ke arah perut preman itu.Preman itu tidak siap dan langsung terlempar ke lantai. Eleanor menatapnya dengan dingin. Dua preman lainnya hanya bisa melongo, menyaksikan Eleanor mengalahkan teman mereka dengan cepat. Mata mereka mulai menunjukkan rasa takut.Wanita ini jelas memiliki kemampuan bela diri.Situasi mulai berbalik. Ketakutan mulai menyelimuti kedua preman itu dan mereka mundur tanpa berani mendekat. Ekspresi Eleanor tetap dingin dan penuh ketenangan, membuat siapa pun yang melihatnya merasa gentar.Tiara yang melihat anak buahnya tidak berguna,

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 205

    Eleanor langsung mengerutkan kening dan melancarkan serangan ke arah orang yang menangkapnya tanpa ragu.Namun, kecepatan lawan jauh melampaui dirinya. Dalam sekejap, pria itu menghindar dengan mudah, kemudian memutar pergelangan tangannya dan menekan tubuh Eleanor ke dinding.Saat Eleanor mendongak, dia langsung melihat wajah tampan yang penuh kesan santai. Pria itu mengenakan setelan jas hitam, dengan beberapa kancing kemeja bagian dalam yang sengaja dibiarkan terbuka."Charlie?" Eleanor akhirnya menghela napas lega."Sudah kubilang untuk sering berlatih, tapi kamu malah malas-malasan. Di hadapanku saja, kamu nggak bisa melancarkan satu serangan pun. Jangan bilang kamu belajar dariku kalau keluar nanti."Nada bicaranya yang santai terdengar di telinga Eleanor."Jangan bercanda dan lepaskan aku!" Tubuh Eleanor terasa semakin tidak nyaman. Bahkan setelah dia keluar, efek aroma dari kamar itu masih cukup kuat. Tubuhnya mulai terasa panas dan dia bersandar ke dinding untuk menenangkan di

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 206

    Jeremy berjalan dengan langkah besar menuju hotel dengan wajah suram. Bahkan Yoana yang mengikuti di belakangnya juga tidak berani mengatakan apa-apa. Dalam hati Yoana dipenuhi kegembiraan.Eleanor si wanita menjijikkan itu, akhirnya akan hancur malam ini. Dia tidak percaya Jeremy tidak akan merasa jijik dan membencinya jika melihat Eleanor bersama beberapa pria dalam situasi memalukan.Dengan penuh semangat, Yoana melangkah cepat mengikuti Jeremy masuk ke dalam hotel.Namun, saat mereka masuk, beberapa polisi berseragam juga tampak tergesa-gesa masuk. Setelah menunjukkan identitas mereka kepada staf hotel, para polisi itu segera diarahkan menuju sebuah kamar.Yoana mendengar dengan jelas bahwa kamar yang dituju polisi adalah kamar 406, kamar yang telah dia atur untuk Eleanor, dengan tuduhan melakukan transaksi tidak senonoh. Kegembiraan Yoana semakin memuncak.Dia tidak menyangka Tiara begitu cerdas kali ini dengan melibatkan polisi dan memastikan kehancuran total Eleanor."Jeremy, se

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 207

    Jeremy tidak memedulikan Yoana sama sekali dan berjalan pergi tanpa menoleh ke belakang.Di tengah langkahnya, Jeremy menerima telepon dari Andy yang melaporkan bahwa Eleanor telah meninggalkan hotel sekitar sepuluh menit yang lalu. Setelah keluar dari hotel, sinyal ponselnya menghilang, kemungkinan karena baterai habis dan ponsel mati.Segera setelah itu, Andy mengirimkan rekaman CCTV hotel ke ponsel Jeremy. Saat Jeremy melihat video itu, hatinya terasa sakit.Dalam rekaman itu, terlihat Eleanor meninggalkan hotel bersama Charlie.Yoana yang masih berdiri di depan kamar hotel, menatap kosong ke arah punggung Jeremy yang pergi tanpa ragu. Tubuhnya terasa kaku. Dia tidak tahu apakah Jeremy terlalu percaya pada Eleanor, atau justru terlalu tidak memercayainya.Namun, itu tidak masalah.Meskipun Jeremy tidak melihat dengan matanya sendiri, dia masih memiliki rencana cadangan. Dia telah meminta Tiara untuk merekam segalanya. Yoana yakin bahwa rekaman video itu akan memberikan dampak yang l

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 208

    Ketika Eleanor melangkah keluar dari mobil, kakinya tiba-tiba melemas dan hampir saja terjatuh.Melihat hal itu, Charlie segera keluar dari mobil dan berjalan cepat ke sisi Eleanor untuk menopangnya. "Dengan kondisi seperti ini, kamu yakin bisa?""Aku bisa," jawab Eleanor dengan suara pelan dan mencoba berdiri tegak. "Aku pulang dulu."Eleanor berjalan dengan susah payah menuju apartemennya, sementara Charlie memandangnya dengan alis yang sedikit berkerut, tetapi tidak berkata apa-apa. Namun, sebelum Eleanor sampai ke pintu gedung, sebuah suara yang rendah dan dingin memanggilnya."Eleanor!"Eleanor mengerutkan dahi, lalu menoleh perlahan.Di kejauhan, Charlie melirik seorang pria yang melangkah dengan aura dingin dan penuh amarah. Dia segera mengenali pria itu ... Jeremy. Dengan tatapan tajam, Jeremy mendekat dengan langkah besar.Tanpa memberikan waktu bagi Eleanor untuk menjelaskan, Jeremy melayangkan pukulan keras ke arah Charlie. Pukulan itu begitu cepat dan penuh amarah, bahkan a

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 209

    Jeremy dengan tenang membuka kancing mantel Eleanor, memperlihatkan kemeja yang dia kenakan di dalam. "Periksa dia," katanya sambil bangkit."Baik, baik." Dokter itu mengangguk, mengenakan stetoskop, lalu memulai pemeriksaan. Namun, ketika melihat hanya sebagian kecil kemeja yang terbuka, dia sedikit tertegun tetapi tetap melanjutkan.Saat pemeriksaan sedang berlangsung, ponsel Jeremy berdering. Dia melihat sekilas dan menjawab panggilan itu."Kak Jeremy, di mana kamu? Keluar sebentar ....""Di rumah sakit, nggak ada waktu," Jeremy memotong ucapan Bastian tanpa ragu."Rumah sakit?" Nada Bastian berubah serius. "Kamu sakit?""Bukan aku.""Lalu siapa? Daniel?""Eleanor.""Hah? Bukannya kalian lagi ...." Bastian hampir menyebutkan "perang dingin" dalam hubungan mereka, tetapi kalimat itu terpotong karena ponselnya direbut oleh Danuar.Danuar menutup mulut Bastian dan bertanya dengan wajah tersenyum, "Kak Jeremy, penyakit Kakak Ipar parah nggak? Dia di rumah sakit mana? Perlu kami datang?"

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 210

    "Kak Jeremy, mau ke mana?" tanya Bastian."Kantor polisi."Melihat punggung Jeremy yang pergi dengan langkah besar, Danuar dan Bastian saling menatap sejenak. Mereka bertanya-tanya, apakah Jeremy pergi untuk menghabisi orang yang mencelakakan Eleanor?Saat Eleanor membuka mata, di sekitarnya tercium bau antiseptik yang pekat."Sudah bangun?""Danuar? Bastian? Di mana aku sekarang?" Eleanor memutar matanya sejenak. Dia baru saja tersadar, sehingga reaksinya lebih lambat. Setelah beradaptasi dengan cahaya di dalam ruangan, dia mulai bertanya pada kedua orang itu.Danuar menjawab, "Rumah sakit. Kamu pingsan karena demam."Ingatan Eleanor mulai kembali perlahan-lahan. Dia teringat bahwa Charlie yang mengantarkannya pulang. Mereka bertemu dengan Jeremy, lalu kepalanya terasa pusing dan akhirnya jatuh pingsan.Tidak heran jika tubuhnya terasa tidak nyaman. Ternyata dia sedang demam tinggi. Berhubung Danuar dan Bastian ada di sini, berarti orang yang mengantarkannya ke rumah sakit adalah Jere

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 211

    "Aku belum nanya kenapa kamu ada di sini," ujar Jeremy dengan nada datar.Yoana memaksakan senyuman dan berkata, "Tiara mengalami sedikit masalah, tentang insiden di hotel itu .... Dia temanku, jadi aku khawatir dia ketakutan sendirian, makanya aku ikut ke sini. Bagaimana denganmu, Jeremy? Kenapa kamu di sini?""Sama sepertimu, tentang masalah di hotel," jawab Jeremy dengan suara tenang.Nada bicaranya terdengar seperti biasanya, tetapi Yoana dapat merasakan adanya aura berbahaya di balik kata-kata itu.Yoana mencengkeram jemarinya erat-erat, bahkan hingga kulitnya terluka tanpa dia sadari. Dia mencurigai bahwa Jeremy telah mengetahui sesuatu. Kalau tidak, mengapa dia sampai datang langsung ke sini?Tidak lama kemudian, Robert dan Felicia datang dengan tergesa-gesa. Setelah mendengar tentang kejadian itu, Felicia tampak sangat panik. Begitu melihat Yoana, dia langsung bertanya, "Yoana, apa yang terjadi? Apa yang sebenarnya terjadi?""Paman, Bibi, jangan panik dulu. Aku juga lagi cari t

Bab terbaru

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 378

    Saat mendengar tentang kedua anak itu, akhirnya ada sedikit emosi di mata Jeremy.Melihat itu, Andy segera melanjutkan, "Para pelayan bilang kondisi mereka kurang baik. Tuan Daniel memang pendiam, tapi sekarang Tuan Harry juga jarang bicara. Pak Simon jatuh sakit, sedangkan Bu Bella menangis setiap hari. Bos, sebaiknya kamu di rumah malam ini."Ada sedikit perubahan di mata Jeremy. Dia sebenarnya lebih memahami situasi ini daripada siapa pun. Jika selama tiga hari ini dia tidak menemukan Eleanor, hanya ada dua kemungkinan. Eleanor mungkin diselamatkan oleh seseorang, atau kemungkinan terburuk telah terjadi ....Jeremy mengusap pelipisnya dan berkata, "Suruh orang-orang di laut mencari di sekitar. Periksa rumah-rumah di tepi pantai, kapal yang berlayar dalam beberapa hari terakhir, serta semua rumah sakit, klinik, dan apotek di sekitar.""Baik, aku akan segera mengaturnya."....Larut malam di ruang tamu, satu orang dewasa dan dua anak kecil duduk dalam diam, seolah-olah telah kehilanga

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 377

    Bella melirik Alicia dan Patrick, lalu menghapus air mata di sudut matanya. "Bawa anak-anak ke atas dulu."Setelah Harry dan Daniel naik ke lantai atas, ekspresi Bella langsung berubah dingin. Dia menepis tangan Alicia yang menariknya dengan dingin.Sebelumnya saat belum tahu bahwa kedua anak itu adalah keturunan Keluarga Adrian, dia sudah merasa tindakan Yoana terlalu kejam.Sekarang setelah mengetahui bahwa mereka adalah cucunya sendiri, kebenciannya terhadap Yoana semakin dalam.Wanita itu hampir saja membunuh cucunya! Dasar perempuan jahat itu! Yoana benar-benar tidak layak untuk hidup.Kali ini, demi menyingkirkan Eleanor, dia bahkan tidak ragu menyeret Jeremy ke dalam bahaya."Keluar!" Bella menunjuk ke arah pintu dan berteriak marah, "Putrimu hampir membunuh cucuku dan sekarang nyaris mencelakai anakku. Berani-beraninya kamu datang menemuiku dan menyebut namanya?""Alicia, kalau kamu nggak bisa mendidik anakmu dengan baik, pasti ada orang lain yang akan melakukannya untukmu.""B

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 376

    Dia benar-benar bodoh. Dulu dia hanya berpikir bahwa Eleanor membenci Yoana yang selalu berada di sisinya, jadi timbul niat jahat untuk menyingkirkan Yoana dan anak itu.Namun dia lupa, saat itu Eleanor sendiri sudah hamil 8 bulan dan hampir melahirkan. Dari mana wanita itu punya waktu atau niat untuk mencelakai seorang anak yang bahkan tidak ada hubungannya dengannya?Jeremy terlalu terpaku pada kebenaran yang terlihat di matanya, sampai-sampai dia lupa bahwa Eleanor telah bersamanya selama dua tahun tanpa pernah berebut apa pun, mencari masalah, ataupun menyakiti orang. Dengan kepribadiannya yang lembut, bagaimana mungkin dia bisa mencelakai seseorang?Jeremy tersenyum sinis, mengejek kebodohannya sendiri di masa lalu. Di antara orang luar dan istrinya, dia tidak pernah memilih untuk percaya pada istri sendiri."Ya, aku juga nggak tahu kenapa dia ingin mencelakaiku .... Tapi orang yang mencelakaiku memang dia .... Bukankah kamu sudah menyelidikinya? Kebenaran ada di depan mata. Pembu

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 375

    Yoana merasakan sakit yang luar biasa. Dia tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari Jeremy benar-benar akan memperlakukannya seperti ini demi Eleanor.Saat Jeremy menembak 3 kali, Andy yang berdiri di samping hanya bisa menyaksikan dengan ngeri. Akhirnya, dia maju dan mengingatkan, "Bos, kalau terus menembaknya, dia akan mati. Takutnya, pihak Keluarga Pratama nggak akan tinggal diam."Bagaimanapun, Yoana adalah Nona Besar Keluarga Pratama. Jika dia mati seperti ini, mereka pasti tidak akan membiarkannya begitu saja.Jeremy melirik Yoana yang tergeletak di lantai seperti seonggok daging tak bernyawa, matanya dipenuhi dengan kebencian yang dalam. Dia melemparkan pistol di tangan ke Andy, lalu mengambil saputangan yang diberikan Andy. Sambil mengelap tangan, dia berucap dengan suara dingin, "Kematian terlalu mudah baginya."Kematian sering kali merupakan bentuk pembebasan terbaik. Saat ini, Yoana bahkan tidak pantas untuk mati."Panggil dokter untuk mengobatinya. Nggak perlu menggunakan

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 374

    "Bu Vivi, bos kami juga sangat sedih. Tolong tenang." Andy maju untuk menarik Vivi menjauh.Vivi tiba-tiba terjatuh di atas pasir, wajahnya penuh air mata. "Dosa apa yang telah Eleanor lakukan sampai harus bertemu denganmu? Sebenarnya keuntungan apa yang dia dapatkan?""Semua ini salahmu, salahmu! Berengsek! Untuk apa kamu berlutut di sini? Saat dia masih ada, kamu nggak menghargainya. Sekarang dia sudah nggak ada, untuk apa kamu pura-pura sedih di sini?"Entah kalimat mana yang memicu emosi Jeremy, tetapi cahaya di matanya semakin dingin. Akhirnya, dia mendongak dan menatap Vivi dengan tegas, "Dia nggak mati. Dia hanya marah padaku dan sembunyi. Aku akan menemukannya. Aku pasti akan menemukannya dan membawanya pulang."Jeremy meyakinkan dirinya sendiri. Eleanor hanya sedang marah dan tidak mau memaafkannya. Selama amarahnya reda, dia pasti akan kembali.Selama Eleanor kembali, apa pun yang wanita itu inginkan akan diberi, entah itu orang atau nyawa, semuanya akan diberikan. Asalkan di

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 373

    "Ah! Jangan pukul lagi .... Lepaskan, ah ... ah! Tolong! Tolong ....""Aku akan membunuhmu, Yoana! Kamu memang pembawa sial! Kamu berkali-kali mencelakai Jeremy! Aku akan membunuhmu!" pekik Bella.Simon memegang keningnya, menutup mata, dan menarik napas dalam-dalam. Kemudian, dia melambaikan tangan dengan tak berdaya. "Seret dia.""Segera siapkan mobil, panggil semua orang untuk mencari! Cepat, cepat sedikit!"....Jeremy mencari di laut selama setengah jam penuh. Tidak ditemukan! Tidak ada yang ketemu!Jeremy terus memperluas area pencariannya. Permukaan laut terasa sunyi dan mencekam, tak seorang pun berani bersuara.Semua orang tahu, dengan ombak yang begitu besar tadi, orang yang terluka dan tersapu ombak selama setengah jam tanpa ditemukan ... tidak akan berakhir baik."Nggak mungkin, Eleanor bisa berenang! Dia akan baik-baik saja, pasti baik-baik saja ...." Jeremy terus mencari tanpa lelah.....Eleanor tidak tahu bagaimana akhirnya dia bisa sampai ke tepian. Ombak dingin terus

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 372

    Justin segera menopang tubuh Simon dengan kedua tangannya dan menepuk dada Simon untuk menenangkan dirinya. "Tuan Simon? Tuan Simon? Tuan, bertahanlah. Cepat panggil dokter. Cepat!"Namun, dua menit kemudian, sebuah kabar datang lagi lebih cepat daripada datangnya dokter. "Tuan Simon, ada kabar dari sana bilang Tuan Jeremy baik-baik saja. Dia tidak jatuh ke laut."Simon pun menarik napas dalam-dalam dengan bantuan Justin, tatapannya akhirnya terlihat kembali bersinar. Dia langsung memerintah dengan lantang dan suara yang serak, "Jadi, dia sudah kembali? Uhuk uhuk. Dia sudah kembali? Cepat suruh dia pulang!"Pada saat itu, seorang pengawal lainnya yang baru saja menutup telepon bergegas masuk ke ruangan itu. "Tuan Simon, Tuan Jeremy ...."Simon segera maju dan bertanya, "Ada apa dengan dia?""Nona Eleanor jatuh ke laut, jadi Tuan Jeremy ikut melompat untuk mengejarnya," jawab pengawal itu.Wajah Simon yang baru saja pulih pun kembali pucat, Justin juga segera menopang tubuhnya dengan si

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 371

    Eleanor menahan napasnya saat melihat tangan besar yang sedang mencengkeram belati yang tajam itu. Darah pun terus menetes ke wajahnya dari ujung belati itu.Jeremy berdiri di sana dengan wajah yang pucat dan kening serta pipi kanannya terluka akibat benturan. Bahkan pakaiannya pun sudah robek karena tergores benda tajam. Penampilannya terlihat sangat berantakan.Melihat Jeremy yang menggigit bibirnya dan menatapnya dengan tatapan yang dingin, pria yang tadi mencoba menusuk Eleanor langsung ketakutan dan melepaskan belatinya. Dia secara refleks mundur. Namun, di detik berikutnya, belati itu langsung memelesat ke lehernya.Melihat kejadian itu, pemimpin kelompok itu langsung tercengang saat melihat Jeremy tidak mati. "Tuan ... Jeremy?"Eleanor juga menatap Jeremy dengan tidak percaya. Setelah terdiam cukup lama, dia akhirnya memanggil nama Jeremy.Jeremy segera membungkuk dan memeriksa kondisi Eleanor. Melihat tubuh Eleanor yang penuh dengan luka, dia langsung menyipitkan matanya. Dia m

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 370

    Para pria itu mulai merasa waspada. Mereka mengangkat belati mereka dan perlahan-lahan mendekati Eleanor.Meskipun tubuhnya penuh dengan luka, amarah di hati Eleanor membuatnya tetap bertahan. Dia juga tidak tahu dari mana datangnya kekuatan ini. Saat para pria itu mengarahkan belati mereka ke arahnya, dia kembali mengayunkan tongkat kayu di tangannya.Namun kali ini, para pria itu sudah mempersiapkan diri mereka. Mereka mengarahkan belati mereka untuk menyerang Eleanor dari arah yang berbeda. Mereka menyerang bagian yang tidak mematikan, tetapi cukup membuat Eleanor kesakitan.Gerakan Eleanor yang terluka parah sudah tidak secepat dan sekuat sebelumnya lagi, sehingga tongkat kayunya berhasil ditendang terlepas dari tangannya dan lengannya terluka karena ditebas. Dia hanya bisa merintih kesakitan, membuat pria yang memimpin kelompok itu tertawa terbahak-bahak."Jangan biarkan dia mati terlalu cepat," kata pemimpin kelompok itu."Heh." Eleanor yang terhuyung-huyung pun menundukkan kepal

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status