Share

Bab 178

Penulis: Arizah Karimah
Eleanor langsung mengernyit. Kemudian, dia bertanya dengan cemas, "Terus, sekarang kalian ada di mana?"

"Aku baru saja antar Daniel pulang. Kami baru saja masuk rumah, mereka sudah datang. Bi Tarimi nggak tahu siapa mereka, jadi dia langsung bukain pintu. Sekarang mereka sedang berdebat di pintu."

Eleanor menggenggam ponselnya erat-erat. "Mereka benaran nggak ada habisnya ya."

"Aku rasa mereka datang bukan karena masalah perusahaan. Mereka nggak menyebutkan tentang perusahaan, tapi terus ingin masuk ke rumahmu. Sepertinya mereka mencari sesuatu. Sekarang aku dan Daniel sembunyi di kamarmu. Kami nggak berani keluar."

Nama Daniel membuat Eleanor harus lebih berhati-hati agar tidak terdengar oleh Jeremy. Di dalam mobil yang sunyi ini, percakapan telepon sangat mudah didengar. Untungnya, Vivi merendahkan suaranya.

Eleanor menarik napas dalam-dalam. Dia teringat semalam Daniel tidak berbicara dan terdengar oleh Robert. Mereka pasti datang untuk memastikan apakah dia punya anak atau tidak.

T
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 179

    Keduanya berhenti melangkah saat melihat pisau besar yang dipegang Vivi.Tiara mengernyit, "Vivi, kamu gila ya? Aku mau masuk ke kamar kakakku. Atas dasar apa kamu menghalangi? Memangnya kamu kira kamu siapa?""Kakak? Jangan asal klaim hubungan keluarga. Eleanor nggak punya adik yang nggak tahu malu sepertimu!""Kamu!" Tiara maju selangkah.Vivi langsung mengayunkan pisaunya dan membentak, "Kalau kamu berani maju lagi, akan kubuat satu tanganmu melayang!"Keduanya terkejut dengan sikap Vivi yang begitu garang. Mereka bertatapan dan tidak berani maju lagi.Eleanor akhirnya tiba dan langsung melihat pemandangan itu. Vivi tampak mengayunkan pisau secara sembarangan, sedangkan Tiara bersembunyi ketakutan di balik Robert dan wajah Robert tampak sangat suram.Eleanor mengernyit dan bergegas menghampiri."Eleanor." Vivi merasa lega melihat Eleanor pulang.Eleanor tahu betapa sulitnya menghadapi kedua orang ini. Jika tidak, Vivi dan Tarimi tidak mungkin membawa pisau. Eleanor tentu berterima k

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 180

    Jeremy mengedarkan tatapan tajam. "Aku nggak ingin tahu."Suara Tiara tiba-tiba tersangkut di tenggorokannya. Ekspresinya seketika menjadi sangat masam."Pfft ...." Vivi tidak bisa menahan tawa. Jalang ini masih ingin melapor, padahal tidak ada yang ingin mendengarnya bicara.Tiara mengepalkan tangannya dengan murka. "Pak, kamu nggak peduli kalau Eleanor diam-diam punya anak?"Jantung Eleanor berdebar keras. Kedua tangannya mengepal erat. Ekspresi Vivi juga berubah, "Tiara, kamu bicara apa sih?""Nggak usah panik. Pak, Eleanor punya anak dengan pria lain di luar negeri dan anak itu ada di kamar ini," seru Tiara.Jeremy mengernyit dan memicingkan matanya yang suram. Sulit untuk menebak apakah dia percaya atau tidak.Eleanor mendongak menatap Jeremy. Jantungnya berdetak semakin cepat."Apa yang dia bilang benar?" Jeremy menatap Eleanor lekat-lekat."Nggak benar." Eleanor menatap mata Jeremy dengan tenang, "Aku nggak tahu kenapa dia bisa bicara begitu tanpa bukti apa pun.""Nggak ada bukt

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 181

    "Eee ....""Keluar."Yoana membeku sejenak, tetapi tetap berdiri di tempatnya.Eleanor berkata, "Vivi, telepon polisi.""Oke." Vivi langsung mengeluarkan ponselnya dan menelepon polisi.Ketika melihat itu, Tiara langsung maju dan menjatuhkan ponsel yang ada di tangan Vivi. "Ngapain telepon polisi? Kalian cuma mau mengalihkan perhatian, 'kan? Eleanor, jangan banyak omong. Cepat kasih kita masuk dan periksa!"Eleanor menyipitkan matanya, lalu berjalan ke arah Tiara dengan tenang. Dengan badan yang lebih tinggi dari Tiara, dia menunduk dan menatapnya dengan tajam.Tiara tanpa sadar menyusutkan lehernya saat melihat tatapan itu. "Apa yang mau ... ah!"Saat berikutnya, Tiara mendapat tamparan keras. Robert lantas berteriak marah, "Eleanor! Apa yang kamu lakukan?"Tiara tertegun sejenak, merasakan sakit menjalar di pipi kirinya. Setelah tersadar kembali, dia memegang wajahnya dan memelototi Eleanor. "Eleanor, atas dasar apa kamu menamparku?""Kamu sendiri, atas dasar apa mau masuk ke kamarku

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 182

    Yoana meraih lengan Jeremy. Namun, tatapan Jeremy terus tertuju pada wajah Eleanor yang seolah-olah memakai topeng kokoh yang tidak bisa dihancurkan."Remy?" panggil Yoana dengan lembut.Jeremy perlahan-lahan mengalihkan pandangannya dari wajah Eleanor. Saat berbalik, dia melihat buku anak-anak di atas meja. Wajahnya menjadi agak suram, tetapi dia tetap tenang, bahkan diam-diam menggeser buku itu.Eleanor tidak pernah mengalihkan pandangannya dari Jeremy. Dia tahu Jeremy telah melihatnya. Saat Jeremy hendak pergi, Eleanor memanggilnya, "Tunggu sebentar."Eleanor mengambil buku itu dan menyerahkannya kepada Jeremy. "Ini buku Daniel yang ketinggalan. Kamu bawa pulang kasih dia."Jeremy menunduk menatapnya, lalu mengambil buku itu dan membuka beberapa halaman. Itu memang tulisan Daniel.Jeremy mencarikan guru untuk mengajari Daniel menulis. Jadi, tulisan tangannya kuat dan rapi. Dia tidak mungkin salah menilai.Alis Jeremy pun tidak terlalu berkerut lagi. Kekesalan pada tatapannya mereda,

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 183

    Jeremy memicingkan matanya, mencoba menyembunyikan kesuraman pada tatapannya. Jeremy tidak bodoh. Dia tahu apa yang dilakukan sekelompok orang ini mala mini."Malam ini, kamu yang suruh mereka datang." Jeremy menatap Yoana dengan dingin. Kalimat itu bukan sebuah pertanyaan.Yoana terkejut mendengar Jeremy tiba-tiba mengatakan hal seperti itu. Dia langsung terdiam. "Aku ... bukan ... Remy ...."Yoana terburu-buru ingin menjelaskan. Namun, di bawah tatapan tajam Jeremy yang penuh tekanan, dia merasa sangat gugup hingga kesulitan berbicara."Kamu sedang berpikir, kira-kira gimana reaksiku kalau tahu Eleanor punya anak dengan orang lain," lanjut Jeremy.Yoana tidak menyangka Jeremy mengetahui isi pikirannya. Kini, sekujur tubuhnya seperti diselimuti oleh hawa dingin.Jeremy tersenyum sinis. Seperti apa reaksinya? Apa yang akan dilakukannya? Jeremy sendiri tidak tahu. Dia hanya tahu perasaannya sangat tidak nyaman.Tidak ada asap tanpa api. Robert dan Tiara tidak mungkin membuat cerita boho

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 184

    "Kenapa? Karena Eleanor? Karena pembunuh yang membunuh anak kita?" Yoana menahan suaranya. Tidak ada yang tahu betapa dia ingin berteriak histeris kepada Jeremy saat ini.Ketika amarah melahap pikirannya, Eleanor tidak punya keberanian untuk melepaskannya. Jeremy tidak mencintainya. Dia tidak boleh membuat Jeremy membencinya."Remy." Yoana melemparkan diri ke pelukan Jeremy. "Kalau kamu nggak suka aku membuat onar, aku janji nggak bakal lagi. Tolong jangan tinggalkan aku."Air mata Yoana mengalir deras. Dia menangis dengan sangat menyedihkan.Di lantai atas, Eleanor awalnya ingin memeriksa apakah mereka sudah pergi. Begitu membuka jendela, dia malah melihat kedua insan yang sedang berpelukan di bawah.Yoana tampak memeluk Jeremy dengan sangat erat. Dia membenamkan wajahnya ke pelukan Jeremy. Eleanor tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan, juga tidak bisa melihat ekspresi mereka.Tatapan Eleanor berkilat. Tanpa disadarinya, ekspresinya menjadi agak murung. Pada akhirnya, dia menutu

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 185

    Jeremy mengamati Bastian dari atas hingga ke bawah. Saat berikutnya, terdengar suaranya yang serak. "Apa yang kamu lakukan?"Bastian membuka mulutnya, tetapi tidak tahu harus bagaimana bertanya. Danuar ini memang sialan! Selalu saja menjebaknya!"Nggak apa-apa, kakiku sakit tadi. Aku nggak sengaja ...." Sudut bibir Bastian berkedut melihat botol kosong di depan Jeremy. Baru beberapa menit berlalu, tetapi Jeremy sudah menghabiskan sebotol wiski. Dia mau bunuh diri ya?"Omong-omong, jangan minum terlalu banyak." Bastian hendak menasihati, tetapi Jeremy malah membuka botol lain.Danuar menghampiri, lalu melirik botol wiski itu. Senyumannya memudar sedikit. "Jangan minum lagi. Sebenarnya apa yang terjadi? Apa ada hubungannya dengan Eleanor?"Begitu ucapan ini dilontarkan, Jeremy langsung mengangkat kepalanya seolah-olah Danuar menginjak batas toleransinya. Tatapannya yang suram itu dipenuhi niat membunuh.Jeremy mengangkat tangannya. Tiba-tiba, gelas di tangannya terbang dan mengenai dindi

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 186

    "Hm ...." Tubuh Eleanor bergetar. Dia tidak sempat melihat siapa pria yang menciumnya. Namun, bisa siapa lagi selain Jeremy?Eleanor merasakan sakit pada bibirnya karena digigit Jeremy. Kedua tangannya terus mendorong dada Jeremy. Namun, semakin dia menolak, Jeremy akan memeluknya semakin erat.Bau amis darah tercium akibat bibir yang berdarah. Eleanor juga bisa mencium bau alkohol. Kini, kepalanya terasa sangat pusing.Kini, sekujur tubuh Eleanor dipenuhi penolakan. Napasnya sudah terengah-engah, tetapi Jeremy sama sekali tidak berniat untuk berhenti. Bahkan, ciumannya menjadi semakin intens.Ketika Jeremy menggendongnya ke sofa, Eleanor baru menyadari bahwa Jeremy telah kehilangan kendali diri. Aura yang dipancarkan Jeremy terlihat mengerikan. Eleanor terus dihujani berbagai serangan.Pada akhirnya, Jeremy mendongak dan menatap mata Eleanor yang berkaca-kaca. Ketika melihat hasrat pada tatapan Jeremy, pikiran Eleanor sontak menjadi hampa. Dia merasa Jeremy ini punya kelainan!Sejam l

Bab terbaru

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 375

    Yoana merasakan sakit yang luar biasa. Dia tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari Jeremy benar-benar akan memperlakukannya seperti ini demi Eleanor.Saat Jeremy menembak 3 kali, Andy yang berdiri di samping hanya bisa menyaksikan dengan ngeri. Akhirnya, dia maju dan mengingatkan, "Bos, kalau terus menembaknya, dia akan mati. Takutnya, pihak Keluarga Pratama nggak akan tinggal diam."Bagaimanapun, Yoana adalah Nona Besar Keluarga Pratama. Jika dia mati seperti ini, mereka pasti tidak akan membiarkannya begitu saja.Jeremy melirik Yoana yang tergeletak di lantai seperti seonggok daging tak bernyawa, matanya dipenuhi dengan kebencian yang dalam. Dia melemparkan pistol di tangan ke Andy, lalu mengambil saputangan yang diberikan Andy. Sambil mengelap tangan, dia berucap dengan suara dingin, "Kematian terlalu mudah baginya."Kematian sering kali merupakan bentuk pembebasan terbaik. Saat ini, Yoana bahkan tidak pantas untuk mati."Panggil dokter untuk mengobatinya. Nggak perlu menggunakan

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 374

    "Bu Vivi, bos kami juga sangat sedih. Tolong tenang." Andy maju untuk menarik Vivi menjauh.Vivi tiba-tiba terjatuh di atas pasir, wajahnya penuh air mata. "Dosa apa yang telah Eleanor lakukan sampai harus bertemu denganmu? Sebenarnya keuntungan apa yang dia dapatkan?""Semua ini salahmu, salahmu! Berengsek! Untuk apa kamu berlutut di sini? Saat dia masih ada, kamu nggak menghargainya. Sekarang dia sudah nggak ada, untuk apa kamu pura-pura sedih di sini?"Entah kalimat mana yang memicu emosi Jeremy, tetapi cahaya di matanya semakin dingin. Akhirnya, dia mendongak dan menatap Vivi dengan tegas, "Dia nggak mati. Dia hanya marah padaku dan sembunyi. Aku akan menemukannya. Aku pasti akan menemukannya dan membawanya pulang."Jeremy meyakinkan dirinya sendiri. Eleanor hanya sedang marah dan tidak mau memaafkannya. Selama amarahnya reda, dia pasti akan kembali.Selama Eleanor kembali, apa pun yang wanita itu inginkan akan diberi, entah itu orang atau nyawa, semuanya akan diberikan. Asalkan di

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 373

    "Ah! Jangan pukul lagi .... Lepaskan, ah ... ah! Tolong! Tolong ....""Aku akan membunuhmu, Yoana! Kamu memang pembawa sial! Kamu berkali-kali mencelakai Jeremy! Aku akan membunuhmu!" pekik Bella.Simon memegang keningnya, menutup mata, dan menarik napas dalam-dalam. Kemudian, dia melambaikan tangan dengan tak berdaya. "Seret dia.""Segera siapkan mobil, panggil semua orang untuk mencari! Cepat, cepat sedikit!"....Jeremy mencari di laut selama setengah jam penuh. Tidak ditemukan! Tidak ada yang ketemu!Jeremy terus memperluas area pencariannya. Permukaan laut terasa sunyi dan mencekam, tak seorang pun berani bersuara.Semua orang tahu, dengan ombak yang begitu besar tadi, orang yang terluka dan tersapu ombak selama setengah jam tanpa ditemukan ... tidak akan berakhir baik."Nggak mungkin, Eleanor bisa berenang! Dia akan baik-baik saja, pasti baik-baik saja ...." Jeremy terus mencari tanpa lelah.....Eleanor tidak tahu bagaimana akhirnya dia bisa sampai ke tepian. Ombak dingin terus

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 372

    Justin segera menopang tubuh Simon dengan kedua tangannya dan menepuk dada Simon untuk menenangkan dirinya. "Tuan Simon? Tuan Simon? Tuan, bertahanlah. Cepat panggil dokter. Cepat!"Namun, dua menit kemudian, sebuah kabar datang lagi lebih cepat daripada datangnya dokter. "Tuan Simon, ada kabar dari sana bilang Tuan Jeremy baik-baik saja. Dia tidak jatuh ke laut."Simon pun menarik napas dalam-dalam dengan bantuan Justin, tatapannya akhirnya terlihat kembali bersinar. Dia langsung memerintah dengan lantang dan suara yang serak, "Jadi, dia sudah kembali? Uhuk uhuk. Dia sudah kembali? Cepat suruh dia pulang!"Pada saat itu, seorang pengawal lainnya yang baru saja menutup telepon bergegas masuk ke ruangan itu. "Tuan Simon, Tuan Jeremy ...."Simon segera maju dan bertanya, "Ada apa dengan dia?""Nona Eleanor jatuh ke laut, jadi Tuan Jeremy ikut melompat untuk mengejarnya," jawab pengawal itu.Wajah Simon yang baru saja pulih pun kembali pucat, Justin juga segera menopang tubuhnya dengan si

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 371

    Eleanor menahan napasnya saat melihat tangan besar yang sedang mencengkeram belati yang tajam itu. Darah pun terus menetes ke wajahnya dari ujung belati itu.Jeremy berdiri di sana dengan wajah yang pucat dan kening serta pipi kanannya terluka akibat benturan. Bahkan pakaiannya pun sudah robek karena tergores benda tajam. Penampilannya terlihat sangat berantakan.Melihat Jeremy yang menggigit bibirnya dan menatapnya dengan tatapan yang dingin, pria yang tadi mencoba menusuk Eleanor langsung ketakutan dan melepaskan belatinya. Dia secara refleks mundur. Namun, di detik berikutnya, belati itu langsung memelesat ke lehernya.Melihat kejadian itu, pemimpin kelompok itu langsung tercengang saat melihat Jeremy tidak mati. "Tuan ... Jeremy?"Eleanor juga menatap Jeremy dengan tidak percaya. Setelah terdiam cukup lama, dia akhirnya memanggil nama Jeremy.Jeremy segera membungkuk dan memeriksa kondisi Eleanor. Melihat tubuh Eleanor yang penuh dengan luka, dia langsung menyipitkan matanya. Dia m

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 370

    Para pria itu mulai merasa waspada. Mereka mengangkat belati mereka dan perlahan-lahan mendekati Eleanor.Meskipun tubuhnya penuh dengan luka, amarah di hati Eleanor membuatnya tetap bertahan. Dia juga tidak tahu dari mana datangnya kekuatan ini. Saat para pria itu mengarahkan belati mereka ke arahnya, dia kembali mengayunkan tongkat kayu di tangannya.Namun kali ini, para pria itu sudah mempersiapkan diri mereka. Mereka mengarahkan belati mereka untuk menyerang Eleanor dari arah yang berbeda. Mereka menyerang bagian yang tidak mematikan, tetapi cukup membuat Eleanor kesakitan.Gerakan Eleanor yang terluka parah sudah tidak secepat dan sekuat sebelumnya lagi, sehingga tongkat kayunya berhasil ditendang terlepas dari tangannya dan lengannya terluka karena ditebas. Dia hanya bisa merintih kesakitan, membuat pria yang memimpin kelompok itu tertawa terbahak-bahak."Jangan biarkan dia mati terlalu cepat," kata pemimpin kelompok itu."Heh." Eleanor yang terhuyung-huyung pun menundukkan kepal

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 369

    Tepat pada saat itu, lampu dari mobil-mobil di belakang menerangi punggung Eleanor. Saat dia menoleh, dia melihat mobil-mobil itu sudah berhenti dan sekelompok orang keluar dari mobil. Mereka adalah orang-orang yang tadi mengejarnya dan kini kembali lagi. Dia mengepalkan tangannya dengan erat saat melihat mereka perlahan-lahan mengepungnya, tetapi dia tidak merasakan sakit sedikit pun.Pemimpin kelompok itu melihat ke sekeliling, tetapi tidak melihat mobil yang dinaiki Eleanor dan juga Jeremy. Namun, saat melihat jejak ban yang mengarah ke tebing dan juga jejak darah dari Eleanor, dia langsung memiliki firasat buruk. Dia langsung memberikan isyarat pada bawahannya untuk segera melaporkan hal ini pada Yoana.Mendengar kabar Jeremy mungkin jatuh ke laut dan tewas, ekspresi Yoana langsung membeku dan kakinya lemas sampai langsung terjatuh ke lantai. Dia segera maju dan meraih kerah bawahannya. "Apa ... yang kamu katakan? Katakan sekali lagi! Katakan sekali lagi! Katakan sekali lagi!"Bawa

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 368

    Eleanor tiba-tiba merasa cemas saat melihat mobil masih tidak melambat sedikit pun. Matanya membelalak dan berteriak dengan keras, "Jeremy, injak rem!"Jika mobilnya masih tidak berhenti, Eleanor merasa mereka akan jatuh ke dalam jurang bersama mobilnya. Mereka juga masih tidak tahu seberapa tinggi jurang itu, peluang untuk bertahan hidup sangat kecil jika mereka jatuh.Ekspresi Jeremy terlihat sangat muram saat melihat jarak mereka dengan tebing sudah tidak sampai 20 meter. Dengan laju yang secepat ini, bahkan membelok arah pun sudah tidak sempat lagi.Melihat jarak mobil dengan tebing makin dekat dan Jeremy masih tidak melambat sedikit pun, dia merinding dan ekspresinya terlihat sangat ketakutan. Namun, di detik berikutnya, Jeremy malah segera membuka sabuk pengamannya."Kamu?" kata Eleanor sambil menatap Jeremy yang membuka pintu mobil dengan tatapan tidak percaya.Jeremy berteriak, "Lompat!""Apa?" tanya Eleanor dengan bingung.Jeremy menatap Eleanor. Saat ini, dia akhirnya menyada

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 367

    Eleanor baru saja hendak mengoperasikan ponselnya, tetapi benturan keras dari mobil belakang membuat tubuhnya terdorong ke depan dan ponselnya pun terlempar. Sebelum sempat mengambil ponselnya, dia mendengar suara tembakan lagi.Ekspresi Jeremy terlihat sangat marah. Dia segera menekan kepala Eleanor dan berkata, "Tunduk, jangan bergerak."Kaca jendela mobil sudah pecah dan angin dingin terus bertiup masuk.Eleanor mencoba untuk meraih ponselnya, tetapi dia akhirnya hanya bisa menstabilkan tubuhnya karena mobil berguncang. Para pengejar masih enggan menyerah dan jumlah mereka malah makin banyak. Mereka benar-benar bertekad untuk menghabisinya malam ini. Tidak perlu berpikir panjang pun, dia sudah tahu orang yang mengirim mereka adalah Yoana.Sementara itu, orang-orang dari Keluarga Adrian sudah melaporkan kejadian ini pada Simon.Mendengar Jeremy sedang bersama dengan Eleanor, Simon langsung bangkit. "Apa yang kamu katakan? Apa dia terluka?""Saat ini dia masih baik-baik saja," jawab o

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status