Share

49.

Author: El Alfun27
last update Last Updated: 2024-11-18 22:33:32

Zela terburu-buru melepas seragamnya. Hari ini dia pulang telat lagi. Sebab di bus tadi ada sedikit keributan dengan preman jalan. Alhasil Zela sempat pindah ke bus lain.

“Zela,” panggil Bagas- Papa Zela.

“Hmm,” sahut Zela dari dalam kamar. Dia sedang berganti pakaian menjadi seragam pengantar online jasa makanan.

“Papa sudah cari kerja kesana kesini tetap saja gak ada yang nerima papa,” keluh Bagas dengan raut lelahnya.

“Udah lah Pa, Zela aja yang kerja. Papa fokusin dulu sama kesehatan dan mental papa. Nanti kalau ada rezekinya, papa bisa dapat kerja lagi,” ujar Zela keluar dengan pakaian rapi.

“Maafin papa nak,” ucap Bagas dengan tulus. Ini murni bukan kesalahannya. Dia benar-benar merasa gagal menjadi sosok pemimpin.

“Zela berangkat kerja dulu ya pa, ini sudah telat. Tadi Zela udah beliin papa nasi padang, jangan lupa dimakan ya,” ucap Zela lalu mencium tangan sang papa. Bagas pun melihat kepergian sang anak yang tengah berlari karena telat untuk bekerja.

Raut sedih di wajah laki-
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Menjadi Istri Duda Muda   50.

    Zela meurutuki dirinya. Dia bersembunyi di belakang Alfa. “Mampus Gue,” keluh Zela.“Jangan sembunyi kamu, Zela!” kata laki-laki itu menghampiri Zela.“Ampun, Kak Boy,” mohon Zela. “Santay bro, jangan sentuh cewek gue!” hardik Alfa menghalangi Boy yang hendak menyentuh Zela.“Duh, ngurusin bocil, capek. Udah ya Zel, gaji Lo, gue potong,” putus Boy akhirnya meninggalkan Zela yang masih terdiam.“Ish, ini gara-gara Lo, Alfa,” pekik Zela melangkahkan kaki meninggalkan Alfa seorang diri.“Loh, gue salah apaan dah,” keluh Alfa mengejar kepergian Zela. Jadilah mereka main lari-lari an di dalam mall.***Pagi ini tak begitu cerah. Langit terlihat mendung dan mungkin sebentar lagi akan turun hujan. Alfa memasuki kawasan sekolah diiringi oleh teman gengnya. Seperti biasa, Geng The Alfarez selalu disambut baik dan ditakuti oleh siswa manapun.“Beri jalan, yuhu, The Alfarez mau jalan!” teriak Gabriel menyoraki beberapa siswa yang sedang berkerumun di lorong kelas.“Woahh, Alfa makin hari makin

    Last Updated : 2024-11-19
  • Menjadi Istri Duda Muda   51.

    Suasana pagi yang sangat cerah. Siswa siswi Putra Wijaya begitu semangat untuk memulai pagi. Meskipun dengan panas-panasan, upacara di Senin ini berjalan dengan sangat lancar. Para murid mulai merasa tak sabar, saat seorang pembina upacara yang tak lain adalah Bu Diyah selaku guru BK.“Anak-anakku, kalian harus lebih semangat belajar lagi. Jangan jadi anak yang nakal, kurangi bolosnya. Pendidikan sangat penting untuk kelanjutan masa depan kalian …,” Cukup lama guru BK itu berpidato di depan sana.Para murid sudah mulai letih, apalagi para siswi yang mulai mengeluh kepanasan. “Anjir, lama-lama jadi sate dadakan gue ini,” keluh seorang siswi yang berada di samping Zela.“Mampus Lo,” sindir Zela.“Mulutmu, Ze. Eh, btw baju Lo udah gak seketat kemarin?” tanya Andin- yang merupakan sahabat Zela.“Tuh, gara-gara nyonya di depan,” tunjuk Zela dengan dagunya.“Ha ha ha, berurusan sama Bu Diyah, mampus Lo,” Mereka berdua terus saja saling mengejek. Hingga seorang laki-laki menghampiri mereka

    Last Updated : 2024-11-20
  • Menjadi Istri Duda Muda   52.

    "Mata Lo kemana, juling?!" "Anjir, mulutnya,""Tanggung jawab Lo!" pekik Alfa."Gue gak mau tanggung jawab, motor Lo yang salah," sahut Zela dengan angkuhnya.Alfa mengutuk wanita yang sekarang berada di depannya. Motor sport kesayangannya tak sengaja diserempet oleh seorang wanita yang membawa motor Scoopy. Bagaimana tak marah, motor Ducati Panigale V4 R miliknya bukanlah motor biasa. Bahkan harga motor Alfa sangatlah fantastis di kalangan motor sport.“Tanggung jawab atau Lo, gue hukum hmm?” ucap Alfa dengan senyuman smirk-nya.“Gue kan udah bilang gue gak mau tanggung ja …,”“Zela!” Perempuan itu menoleh kala namanya dipanggil. Alfa pun ikut menoleh ke sumber suara itu berasal.“Ibu tunggu kamu di ruang BK,” ucap seorang guru dengan tatapan memicing.“Ba- baik Bu,” jawab perempuan yang memakai syal itu.Perempuan itu membuka jok motornya dan lalu mengambil beberapa barang yang dia butuhkan. Sementara laki-laki disampingnya hanya melihat sedari tadi gerak-gerik perempuan itu.“Mau

    Last Updated : 2024-11-21
  • Menjadi Istri Duda Muda   53.

    Kemal berangkat ke kampus seorang diri. Karena di kelasnya sedang ada pertemuan tentang liburan semester. Suasana kampus tak begitu ramai. Terlihat sangat sepi dan asri. Kemal melajukan motornya dengan sangat penuh hati-hati. Sebenarnya setelah kecelakaan dia dilarang untuk mengemudikan motor dengan cepat.Sesampainya di fakultas, Kemal langsung menemui teman kelasnya di satu ruangan kosong. Banyak ruangan kosong karena sebagian mahasiswa sudah ada yang pulang ke kampungnya masing-masing.“Gus Kemal, disini,” panggil salah seorang teman Kemal. Kemal pun menoleh dan memasuki kelas itu.Pembahasan kali ini mengenai kelas tafsir Al Quran yang akan menempuh semester lima. Dan mereka akan berencana untuk memilki liburan yang produktif. Karena di semester lima akan ada beberapa praktek dan penelitian. Jadi ketua dari kelas tafsir satu mengupayakan jadwal yang tersusun untuk anggotanya.Semua mengadakan rapat, dan semua anggota kelas hadir. Sebab memang acara ini sudah direncanakan dari jauh

    Last Updated : 2024-11-23
  • Menjadi Istri Duda Muda   54.

    Beberapa penonton yang mendengar ucapan Alya langsung tertawa dan berbisik. Fatah terlihat semakin kesal dibuatnya. Perempuan disampingnya ini benar-benar membuatnya merasa tak nyaman.“Sudah gagal jadi juara satu, ditambah berurusan sama perempuan kek gini, astaghfirullah,” ucap Fatah meninggalkan Alya.“Eh, tunggu, Fatah? Kamu mau kemana!” kata Alya sambil berlari kecil mengejar Fatah.“Aelah, bang, tolongin dong!” ucap Fatah memelas pada kedua saudaranya.Fahri dan Kemal saling berpandangan, adik ketiganya memelas memohon perlindungan dari perempuan disampingnya itu.“Maaf ya mbak, kembaran saya ini belum pernah dekat dengan perempuan. Jadi jangan bersikap seperti itu,” ucap Kemal dengan ramah.Alya mengerjap beberapa kali, “Ouhh, alergi perempuan atau gimana?” tanya Alya menatap ketiga Gus kembar itu secara bergantian.Kemal dan Fatah menepuk jidatnya bersamaan. “Astaghfirullah, kenapa harus seperti ini,” ucap Fatah merutuki kejadian sekarang yang menimpanya- lagi.Setelah itu, ke

    Last Updated : 2024-11-24
  • Menjadi Istri Duda Muda   55.

    Alya semakin dibuat kesal. Dari kemarin dia selalu tersulut emosi jika bertemu Fatah. Meskipun sebelumnya dia sangat senang saat berpapasan dengan Fatah. “Udah lah Gus, mau gimanapun saya tetap salah dan akan selalu salah di nmata Gus Fatah,” ucap Alya dengan kesal.“Hm, iya mungkin,” ucap Fatah berlagak biasa saja. Alya mencengkram bahu atas adanya. Dia ingin marah sebab emosinya sudah tak setabil kemarin. Namun dia masih berusaha untuk menahannya.Alya membuang muka tak ingin melihat Fatah yang sedang berdiri di hadapannya. Dia pura-pura sibuk dengan memainkan ponselnya yang sebenarnya tak ada kepentingan apa-apa di ponselnya itu.“Eeh, udah ya ngobrolnya, gimana Gus Fatah, Alya baik-baik aja kan?” ucap Vina yang baru datang dari kamar mandi.“Bisa langsung kamu lihat sendiri kondisi orangnya,” ucap Fatah. Vina pun cengengesan setelah melihat wajah kesal di sahabatnya itu.“Aduh, iya juga ya, sepertinya Alya kayak bahagia banget deh setelah ngobrol sama Gus Fatah,” timpal Vina memba

    Last Updated : 2024-11-26
  • Menjadi Istri Duda Muda   56.

    Hari kedua acara lomba dimulai. Hari ini akan ada tiga cabang lomba yang akan diperlombakan. Dan hari ini Gibran dan Naila akan tampil membawa nama baik pesantren Al-fatah. Juga beberapa santri dan santriwati lainnya. Lomba akan dimulai sejak oukul tujuh sampai pukul lima sore. Karena banyaknya peserta dan juga nanti di dua haru terakhir akan ada final para peserta. Setelahnya akan full satu hari pengumuman pemenang dan sekaligus pembagian hadiah.Untuk urusan Ridho, masih belum diambil keputusan. Namun Kyai Zulkifli memberi Ridho waktu satu hari jika masih beluk sesempurna Ashraf maka Ridho akan dicabut sebagai ketua panitia. Sementara Gus Rohman tak terlalu mengurusi karena dia sibuk dengan para tamu untuk menemui dan menjamu para tamu. Para ulama dan beberapa kyai besar.Semuanya berjalan dengan lancar, namun masalahnya masih satu. Ridho malah semakin menjadi, dia malah tak membantu kesusahan para anggota panitia meskipun dirinya sudah standby di ruang pengurus. Sungguh ketua panit

    Last Updated : 2024-11-27
  • Menjadi Istri Duda Muda   57.

    Semua penjaga tak bisa berkutik saat pasukan the Alfarez menyerbu gedung kosong tanpa ampun. Mereka semua dilumpuhkan ditempat. Dion memang paling bisa dalam urusan mengepung orang. “Nih ketiga pelakunya,” Dion membawa ke empat perempuan. Kaca mata mereka semua dibuka. Dihadapkan kepada ketiga Gus kembar. “Astaghfirullah, kenapa harus kalian, dan kamu siapa?” ucap Fahri dibuat kaget. Begitupun kemal dan Fatah yang tambah kaget. “Woahh, kalau Ning kembar mah gak kaget, dari kemarin suka buat masalah. Ya buat Jihan sedikit kaget lah, dendam kamu ke Adiva?!” geram Fatah. “Kenapa emang? Hahaha, kasian Adiva dikurung seharian di gedung kosong dan gelap. Paling setelah ini dia bakal depresi,” ucap Hajar tertawa keras. “Benar, mampus lah cewek pengganggu, gak jelas, miskin lagi!” imbuh Jihan dengan lirikan mematikan. “Astaghfirullah, jahat banget kalian!” tegur Fahri masih tak habis pikir dengan kelakuan ketiga orang itu. “Kamu siapa?” tanya Fahri pada seorang perempuan yang tak dia k

    Last Updated : 2024-12-02

Latest chapter

  • Menjadi Istri Duda Muda   140

    "Jihan, sedang apa kamu di pesantren modern?" Tanya Aldo."Dimana Abidzar, aku ada urusan dengan nya?" Tanya Abidzar sambil memperhatikan Arsya dengan lekat."Perempuan ini siapa Bang?" Tanya Arsya sedikit berbisik kepada Aldo."Biasalah, netizen nya Abidzar." Jawab Aldo.Arsya yang mendengar jawaban Aldo hanya bisa menahan senyumnya. Ternyata Bang Abi nya Arsya punya netizen, bening lagi."Abidzar lagi sibuk ngajar. Jangan diganggu. Kalau mau ada urusan tunggu selesai jam ngajarnya saja." Jawab Aldo kepada Jihan."Ouh oke, tapi emang kamu gak bisa sampaikan ke dia. Ini kan lagi jadwalnya makan siang.""Jadwal makan siang baru selesai. Ini sudah waktunya mengajar lagi."Akhirnya Jihan memilih di ruang tunggu asrama putri. Dia akan menunggu Abidzar sampai selesai ngajar."Bang, siapa sih sebenarnya?" Tanya Arsya lagi."Dia tuh ngejar-ngejar Abidzar. Udah tau kalau Abidzar sudah punya pawang. Eh, mau nerobos saja dia.""Ya udah Bang, Bang Aldo sama dia aja. Cocok kek nya." Sahut Arsya t

  • Menjadi Istri Duda Muda   139

    Layla tidur dengan membelakangi Abidzar, bahkan Layla tetap memakai Jilbab nya. Dia tidak ada keinginan untuk menghadap ke suaminya. Abidzar yang menyadari perubahan sikap Layla hanya pasrah akan perubahan yang terkadang banyak badmoodnya itu."Dosa loh, kalau tidur sampai membelakangi suaminya. Hadap sini dong Humaira." Ucap Abidzar namun Layla tetap terdiam dan berpura-pura tidur.Abidzar yang mengetahui kalau Layla pura-pura tidur lalu mendekat dan memeluk Layla dari belakang. "Jangan lama-lama ya ngambeknya, Mas gak tenang kalau kamu lagi ngambek begini. Rasanya tuh pikiran Mas jadi kacau, kalau bisa besok udah gak ngambek lagi biar Mas bisa lihat senyuman kamu, ya Humaira." Layla yang mendengar kebucinan Abidzar hanya tersenyum malu, bisa-bisa nya Abidzar berkata manis seperti itu disaat mood Layla sedang tidak baik-baik saja."Humaira, hadap sini ya, Mas gak mau diginiin. Mas gak bisa tidur sayang, tolong hadap sini, Mas akan kabulin semua permintaan kamu asal jangan makan yang

  • Menjadi Istri Duda Muda   138

    Namaku Abidzar, biasa dipanggil Abi atau Bi. Aku memutuskan untuk menuntut ilmu di salah satu pesantren besar yang ada di kota Jakarta. Namanya Pesantren Modern.Dari masa Tsanawiyah aku sudah disana, bahkan hingga masa Aliyah. Aku sangat ingin menjadi salah satu ustadz di pesantren modern.Setiap hari aku berusaha untuk tekun belajar, terutama belajar ilmu keagamaan. Cita-cita mulia ini juga berawal dari Abah ku, yang menjadi salah satu guru besar di dunia pendidikan terkemuka.Tapi aku ingin mengajar di pesantren saja, dimana aku bisa juga sambil mengabdi di pesantren tersebut.Setiap hari ku lalui hari ini dengan semangat, tanpa lelah dan selalu ingin belajar. Aku harap dimasa depan semua ini dapat terbayar, semoga lelah ku ini menjadi Lillah. Insya Allah.Hingga tiba setelah kelulusan tes, dimana namaku terpampang paling atas. Sebagai ustadz, iya aku dapat mengajar di pesantren modern. Pesantren yang pernah mengajarkan ku banyak ilmu dan banyak pengalaman.Sembari mengabdi, aku ju

  • Menjadi Istri Duda Muda   137

    Malam yang begitu hening. Layla semakin kebingungan akan sikap Abidzar. Terkadang Abidzar begitu meyakinkan untuk dirinya. Tapi di hati itu Abidzar masih meragukan lagi. 'Mas, kenapa kau menghadirkan diriku jika dihatimu masih ada dia. Ternyata sakit, apa boleh aku mengeluh?' Layla membatin dalam kesendirian nya.Setelah kejadian di dapur itu, Layla memilih untuk kembali ke kamarnya. Dia lebih baik membawa tubuhnya beristirahat. Sudah terlalu lelah untuk semua kejadian di hari itu.Di kamar sebelah, tepatnya di kamar tamu. Abidzar termenung. Dia terdiam kaku, pikirannya berkecamuk. Memikirkan semua yang telah terjadi.Abidzar sadar jika dia salah, selama ini dia tidak tegas akan semuanya. Harusnya jika dia memang masih mencintai Jihan, dia bisa membatalkan perjodohan nya dengan Layla.Tapi Abidzar malah membuat kedua wanita itu sama-sama kecewa. Jihan yang kecewa terhadap sebuah janji yang telah diucapkan Abidzar. Sedangkan Layla yang telah kecewa sebab Abidzar tidak bisa memusatkan

  • Menjadi Istri Duda Muda   136

    Semenjak kejadian pagi ini, Layla tidak banyak bicara. Dia semakin banyak diam. Pikiran nya kalang kabut. Tidak mungkin hal semacam itu tidak sengaja. Abidzar pun menyadari tentang sikap Layla yang tidak seperti biasanya. Abidzar berpikir keras, siapa kira-kira yang berani melakukan hal tidak baik itu kepada Layla.Padahal Abidzar sejauh ini tidak mempunyai musuh. Atau sedikit pun dia tidak bermasalah dengan teman-teman nya sekalipun.Eh, tapi tunggu. Abidzar mengingat dengan jelas kata-kata itu. Sebuah ancaman kepada Layla untuk menjauhi dirinya. Berarti orang itu tidak suka dengan Layla. Berarti dia salah satu yang pernah dekat dengan Abidzar.Jihan? Tapi menurut Abidzar, seorang Jihan tidak mungkin bertindak seperti itu. Abidzar sangat tahu jika Jihan bukanlah sosok yang seperti itu. Tidak mungkin Jihan bertingkah berlebihan seperti ini.Terus siapa kalau bukan Jihan. Atau ada seseorang yang sangat tidak suka dengan hubungan rumah tangga nya dengan Layla. Hingga dia mau mengancam

  • Menjadi Istri Duda Muda   135

    "Gak apa-apa Mas, cuma belum siap aja. Kalau udah siap nanti juga dibuka tanpa disuruh." Ucap Layla sedikit menjelaskan."Ouh, gitu, bukan karena kamu punya mata ninja kan?" Tanya Abidzar sedikit menggoda."Ish, apa sih Mas, ya nggak lah. Aku normal, masa punya mata ninja." Ucap Layla.Setelah itu mereka pun terlelap untuk beberapa saat. Hingga sampai waktu sholat Dzuhur, Layla terbangun terlebih dahulu. Sedangkan Abidzar masih begitu terlelap.Layla hendak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, dikarenakan Abidzar masih tertidur. Layla membuka cadarnya ke kamar mandi.Keluar dari kamar mandi dia langsung sholat Dzuhur, usai sholat Dzuhur dia hendak keluar kamar untuk memasak.Abidzar terbangun, dia terkejut Layla sudah tidak ada di kamarnya. Dia melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah satu. Dia langsung melaksanakan sholat Dzuhur sendirian.Ternyata Layla lagi memasak bersama Ratna- ibu mertuanya. Mereka sambil bercanda gurau menceritakan Abidzar semasa waktu kecilnya. Layla lup

  • Menjadi Istri Duda Muda   134

    "Iya, Ummah, ada apa?" Tanya Abi sekali lagi."Itu, besok ummah mau menginap di rumah kalian selama beberapa hari. Boleh kan?" Ucap mamanya Abidzar bertanya."Ya ampun, dikira ada apa, ya boleh lah Ummah. Boleh banget malahan, tiap hari disini juga boleh." Ucap Abidzar."Ya sudah, sana tidur, kasian Layla sendiri tuh, maaf ya, Ummah ganggu malam-malam." Nasihat mamanya Abi."Baik, Ummah." Ucap Abi sambil memutus panggilan telfon nya."Ada apa Mas? Ada sesuatu yang terjadi kah, Sampek Ummah nelfon malam-malam." Tanya Layla khawatir."Itu Layla, Ummah dalam beberapa hari ke depan mau menginap disini. Ummah besok siang mungkin kesini nya, cuma mau ngabarin itu aja sih." Jawab Abidzar menerangkan."Ouh, aku kira ada apa. Syukurlah kalau cuma mau bilang itu." Jawab Layla.Akhirnya mereka pun lanjut untuk tidur, Layla tetap tidur di kamar Abidzar. Dia masih berjaga-jaga takut Abidzar memerlukan sesuatu jika demam nya kambuh lagi. Akhirnya setelah hampir tiga Minggu mereka bisa satu kamar da

  • Menjadi Istri Duda Muda   133

    "Iya, gak papa kalau mau poligami kok Mas. Silahkan saja. Tapi jangan sama aku lagi." Ucap Layla sambil tersenyum. "Layla, jangan dengerin perkataan Abudzar ya, dia kalau ngomong emang suka aneh loh." Ucap Ratna.Abidzar hanya terdiam, akibat salah ucapnya. Semuanya jadi rumit. Pasti setelah ini dia akan dimarahin habis-habisan oleh Ummah nya.***Di lain tempat, Jihan berniat ingin menemui Abidzar lagi di Pesantren Modern. Dia mengira kalau Abidzar hari ini akan mengajar.Waktu masuk pintu utama, secara tidak sengaja dia berpasangan dengan seorang laki-laki yang tidak asing."Yusuf, ini kamu Yusuf kan? Santri pesantren Salaf Nurul Huda." Tanya Jihan meyakinkan."Iya benar, maaf ini dengan siapa ya." Yusuf lupa terhadap wanita itu. Padahal kepada Layla yang berubah penampilan dia tidak melupa. Aneh memang kalau pikiran sudah dikuasai rasa suka."Ini aku Jihan. Teman kamu dulu waktu masa Tsanawiyah. Masa lupa sih." Ucap Jihan sedikit kesal."Ouh Jihan ya, aku kira siapa. Soalnya kamu

  • Menjadi Istri Duda Muda   132

    Maryam hanya diam mendengar semua kata-kata yang terdengar pilu dari kakak perempuannya itu. Terlihat juga raut kecewa dari orang tuanya, kalau sudah begini apa yang harus Maryam lakukan. Maryam meminta maaf lalu kemudian tetap berjuang, atau Maryam terus bekerja hingga dia menabung banyak uang sampai keluarga nya bangga dan terbebas dari kekurangan, benar saja Maryam sekarang dilema."Maaf Bu, setelah gajian nanti Maryam lunasi hutang ibu. Dan setelah ini Maryam tidak akan menyusahkan lagi." Maryam mendekat dan duduk di depan ibunya. Lalu Kulsum, menghela nafas pasrah. "Sudah tidak apa-apa, tapi benar kata kakakmu, sebaiknya kamu jangan lanjut buat kuliah. Kita ini serba kekurangan, apalagi kalau kamu nanti kuliah sudah gak bisa kerja lagi. Kalaupun tetap kerja nanti takutnya kecapean.Maryam sadar, atau hanya sebatas mimpi. Satu-satunya orang yang Maryam anggap akan selalu mendukung ternyata juga sudah tidak yakin terhadap dirinya. Maryam tau diri, cukup, dia sudah tidak punya lagi

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status