Share

168. Kebohongan yang Dijaga

Penulis: Ndraa Archer
last update Terakhir Diperbarui: 2025-02-13 22:18:40

[Di Mansion Dirgantara – Malam Hari]

Noah menghela napas panjang sebelum akhirnya berdiri dari sofa. “Aku akan beristirahat, Oma.”

Oma Dursila hanya mengangguk kecil, memperhatikannya dengan sorot mata yang sulit ditebak. Noah tahu wanita tua itu selalu penuh perhitungan. Ia tidak boleh lengah.

Tanpa menunggu jawaban, Noah berbalik dan berjalan menuju tangga besar yang membawanya ke lantai dua, menuju kamarnya.

Saat membuka pintu, ia menemukan Zora sudah tertidur lelap di ranjang. Wajahnya tampak tenang dalam redupnya cahaya lampu tidur. Ada perasaan bersalah yang tiba-tiba menyelinap di hati Noah. Ia memang mengabaikan Zora akhir-akhir ini.

Ia berjalan mendekat, duduk di tepi ranjang, menatap istrinya yang masih terlelap. Baru saja ia hendak menyentuh pipi Zora, wanita itu mengerjap kaget, matanya terbuka setengah sadar.

“Kamu pulang?” suara Zora terdengar serak karena baru bangun tidur.

Noah tersenyum tipis. “Ya. Maaf, aku terlalu sibuk akhir-akhir ini.”

Zora menatapnya sekilas lalu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   169. Langkah Zora yang Mencurigakan

    "Kau terlihat sibuk akhir-akhir ini," ucap Dursila. "Apa semuanya baik-baik saja?"Noah menarik napas pelan. "Ya, semuanya baik-baik saja, Oma."Dursila menyipitkan matanya. "Benarkah? Tapi mengapa aku merasa kau menyembunyikan sesuatu dariku?"Noah tetap tenang. "Aku tidak menyembunyikan apa pun."Oma Dursila mendekat dan duduk di hadapannya. "Noah, aku mengenalmu lebih dari siapa pun. Kau tidak bisa membodohiku."Noah diam, menunggu apa yang akan dikatakan neneknya."Aku merasa Zora juga menyembunyikan sesuatu. Dia terlalu... gelisah akhir-akhir ini. Kau sadar itu?"Noah menatapnya tanpa ekspresi. "Mungkin dia hanya lelah."Dursila menyandarkan punggungnya ke kursi. "Aku ingin tahu sesuatu, Noah. Tentang gadis itu... Jasmine."Noah tetap menjaga ekspresinya. "Apa maksud Oma?""Aku melihatmu sangat protektif terhadapnya. Dan aku tidak bodoh, Noah. Aku tahu ada hubungan khusus antara kalian," ujar Dursila, matanya mengamati reaksi Noah. "Siapa dia sebenarnya untukmu?"Jantung Noah ber

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-13
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   170. Hilangnya Jasmine

    Beberapa detik kemudian, Roberto Jorse tertawa kecil. "Kenapa aku harus mengirim orang ke sana, Zora? Bukankah kau bilang semuanya sudah dalam kendali?"Zora menggigit bibirnya. "Jadi itu bukan Dad?""Tentu saja bukan," jawab Roberto dengan nada meyakinkan. "Kalau aku ingin melakukan sesuatu, aku tidak akan meninggalkan jejak yang bisa kau deteksi, sayang."Meski jawaban itu terdengar masuk akal, Zora tetap merasa ada yang tidak beres."Kalau bukan Dad, lalu siapa?" gumamnya.Roberto mendengus. "Kau tahu musuh-musuh Noah tidak sedikit. Apa kau yakin ini tidak ada hubungannya dengan bisnisnya?"Zora terdiam. Ia tahu, suaminya memang punya banyak lawan di dunia bisnis, tetapi mengapa mereka harus mengincar Raflesia Hills?"Atau...." Suara Roberto menjadi lebih tajam, "Ini ada hubungannya dengan Jasmine?"Zora merasakan tubuhnya menegang. "Kenapa Dad berpikir begitu?""Karena aku tahu kau masih menganggap perempuan itu sebagai ancaman," jawab Roberto dingin. "Dan jika kau meneleponku hany

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-13
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO     171. Kesepakatan dalam Badai  

    Noah langsung berbalik, langkahnya cepat menuju ruangannya. Namun sebelum ia bisa melangkah lebih jauh, Zora muncul di depannya."Noah, ada apa? Kenapa kau terlihat marah?" tanya Zora dengan wajah sedikit cemas.Noah mengabaikannya dan terus berjalan, tetapi Zora dengan cepat meraih lengannya. "Noah, jawab aku!"Noah menatapnya sekilas, lalu mengembuskan napas kasar. "Jasmine diculik."Zora tertegun. "Apa?! Siapa yang melakukannya?""Itu yang sedang kucari tahu," jawab Noah, melepaskan tangan Zora dari lengannya dengan paksa. "Aku tidak bisa tinggal diam. Aku harus menemukannya sebelum terlambat."Zora menatapnya dalam diam. Di balik keterkejutannya, ada sesuatu yang berkecamuk dalam benaknya."Noah..." Suara Zora lebih pelan. "Apa aku bisa membantumu?"Noah menatapnya tajam. "Jangan ikut campur, Zora. Ini bukan urusanmu."Zora mengepalkan tangannya. Noah tidak menyadari kalau dirinya baru saja membuat Zora semakin curiga dan juga semakin bertekad untuk tidak membiarkan Jasmine kembali

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-14
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   172. Jejak yang Hampir Hilang

    "Periksa semua orang yang punya urusan denganku. Siapa pun yang mungkin punya dendam atau motif mencelakai Jasmine." Perintah Noah"Mengerti," jawab Miguel cepat. "Tapi Noah... ada satu hal lagi.""Apa?" tanya Noah.Miguel memperhatikan sekitar lalu kembali menjawab panggilan Noah, dia menjelaskan hal penting itu. "Salah satu anak buahku melaporkan bahwa ada seseorang yang mengawasi Raflesia Hills beberapa hari terakhir. Seorang pria dengan luka di pelipisnya, dan menurut deskripsi, dia bukan orang lokal. Bisa jadi ini lebih besar dari yang kita duga."Noah mengepalkan tangannya lebih erat."Cari tahu siapa dia. Dan Miguel..." suara Noah merendah, penuh ancaman. "Jika sesuatu terjadi pada Jasmine, aku akan memastikan mereka membayar mahal."Miguel mengerti betul apa maksud Noah. Tanpa menunggu lebih lama, ia segera mengerahkan timnya untuk mempercepat pencarian.Sementara itu, Noah berusaha tetap tenang. Namun, pikirannya tidak bisa berhenti membayangkan kemungkinan buruk. ’Dimana Jas

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-15
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   173. Bayangan dalam Kegelapan  

    Jasmine menggigit bibirnya, menahan gemetar di tangannya yang terikat. Kepalanya masih terasa berat akibat efek obat yang diberikan penculiknya. Namun, ia berusaha tetap sadar dan berpikir jernih.Ia tidak boleh panik. Ia harus mencari celah. "Ke mana kalian akan membawaku?" tanya Jasmine, mencoba menggali informasi.Pria bertubuh besar yang berdiri di depannya hanya terkekeh rendah. Ada tatapan meremehkan dalam matanya, seolah Jasmine bukan ancaman sama sekali."Kau tidak perlu tahu," jawabnya datar. "Yang jelas, seseorang telah membayar mahal untuk memastikan kau tidak kembali."Pernyataan itu membuat dada Jasmine semakin sesak. ’Seseorang membayarnya? Siapa yang begitu menginginkan dirinya menghilang?’Pikiran itu berputar dalam benaknya. Ia mencoba menganalisis kemungkinan pelakunya. ’Zora? Tidak, meskipun Zora membencinya saat ini karena cemburu, wanita itu tidak akan sampai menyewa orang untuk menculiknya. Lalu siapa?’’Mungkinkah ini berkaitan dengan masa lalu Noah? Atau masa l

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-15
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO     174. Jasmine  Melompat ke Laut  

    Jasmine mengatur napasnya, menenangkan debar jantungnya yang berpacu. Ia tahu, satu kesalahan saja bisa berakibat fatal. Pria di hadapannya, dengan wajah penuh luka dan sorot mata tajam, jelas bukan orang yang bisa diajak negosiasi.Namun, Jasmine tidak bisa hanya duduk diam. Ia harus mencari cara keluar dari situasi ini."Kemana kau akan membawaku?" tanyanya, berpura-pura lemah.Pria itu terkekeh rendah, lalu meraih pergelangan tangannya yang masih terikat. "Kau tidak perlu tahu, tapi seseorang akan datang menjemputmu. Dan percayalah, itu bukan seseorang yang ingin kau temui."Jasmine merasakan keringat dingin di tengkuknya. Ia semakin yakin ini bukan penculikan biasa. Ada skenario lebih besar yang melibatkannya, dan ia tidak punya waktu untuk menunggu penyelamatan.Di luar, angin semakin kencang. Ombak mengguncang kapal, membuatnya sedikit oleng. Dari celah jendela kecil, Jasmine melihat langit yang mulai mendung.’Badai? Ini mungkin satu-satunya kesempatan!’ seru Jasmine dalam hati

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-15
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   175. Di Antara Kesadaran, Jasmine  

    Noah duduk di samping tempat tidur, jemarinya masih menggenggam tangan Jasmine yang dingin. Napas perempuan itu lemah, dadanya naik turun dengan ritme yang lambat.Sudah hampir satu jam sejak mereka menyelamatkannya dari laut, tetapi Jasmine belum juga sadar.Setiap detik terasa begitu lambat. Noah menatap wajah Jasmine yang pucat, bibirnya kebiruan karena kedinginan."Cepat sadar, Jasmine," gumam Noah, hampir seperti doa.Pram berdiri tak jauh dari sana, menyandarkan tubuhnya ke dinding dengan tangan terlipat di dada. Matanya yang tajam mengamati Noah, membaca setiap ekspresi pria itu."Dokter bilang dia butuh istirahat," ujar Pram akhirnya.Noah tidak menoleh. "Aku tahu."Pram mendesah pelan. "Kau bisa keluar sebentar. Aku akan menjaganya."Noah akhirnya menoleh, menatap Pram dengan tajam. "Aku tidak akan pergi ke m

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-16
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   176.  Bisikan Bahaya

    Malam semakin larut. Cahaya lampu di dalam kamar redup, memberikan suasana yang tenang, tetapi di dalam hati Noah, ketenangan itu tidak ada. Ia masih duduk di samping Jasmine, memperhatikan wajah perempuan itu yang kini tertidur lelap.Setiap kali mengingat Jasmine hampir kehilangan nyawanya, sesuatu di dalam dirinya terasa mendidih. Amarah, ketakutan, dan rasa bersalah bercampur menjadi satu. Ia mengepalkan tangannya, berusaha mengendalikan perasaan yang semakin kacau."Kau harus lebih waspada, Noah." Suara Pram memecah kesunyian.Pria itu masih berdiri di dekat jendela, menatap keluar ke hamparan laut yang tenang setelah badai.Noah mendongak, menatap Pram dengan sorot tajam. "Apa maksudmu?"Pram menghela napas panjang sebelum berbalik menatap Noah. "Ini bukan hanya soal Jasmine. Ini soal siapa yang ada di balik semua ini. Aku rasa kau tahu lebih banyak dari yang kau katakan."

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-16

Bab terbaru

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   300. Pilihan Hati

    Jasmine berdiri di depan Ryan, hatinya berdegup kencang. Pria itu masih menatapnya, menunggu jawaban yang selama ini ia nantikan. Hujan tipis mulai turun, menyisakan embun di rerumputan taman keluarga Dirgantara. Udara yang dingin membuat napas Jasmine berembun, tetapi bukan itu yang membuat tubuhnya terasa membeku. Melainkan pertanyaan yang Ryan ajukan padanya.“Jika semua ini tidak pernah terjadi—jika tidak ada kontrak, tidak ada tekanan dari keluargamu atau Noah—apakah kau akan memilihku?”Jasmine menutup matanya sejenak. Seakan mencoba mencari jawaban di dalam dirinya sendiri. Ia telah mengajukan pertanyaan itu berkali-kali dalam pikirannya, dan sekarang, saat ia harus mengatakannya dengan lantang, dadanya terasa sesak.Ryan tetap menunggu, tidak mendesak, tetapi ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa ia sangat menginginkan jawaban yang berpihak padanya.Jasmine mengangkat wajahnya, menatap Ryan lurus-lurus. “Ryan... jika se

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   299. Keputusan yang Tak Terelakkan

    Jasmine mengikuti langkah Pram dengan hati yang berdebar. Setiap langkah yang ia ambil menuju ruang kerja Noah terasa semakin berat. Ia tidak tahu apa yang akan dibicarakan Noah, tetapi ia bisa merasakan bahwa pertemuan ini akan menjadi sesuatu yang mengubah segalanya.Saat mereka tiba di depan pintu ruang kerja, Pram mengetuk dua kali sebelum membukanya. "Noah menunggumu di dalam," katanya dengan suara datar.Jasmine menatap Pram sejenak sebelum melangkah masuk. Di dalam ruangan yang diterangi cahaya lampu meja, Noah duduk di kursinya, jari-jarinya mengetuk permukaan meja kayu dengan ritme pelan. Matanya langsung tertuju pada Jasmine begitu ia masuk."Duduklah," ujar Noah tanpa basa-basi.Jasmine menurut. Ia menarik napas dalam, mencoba menenangkan dirinya, tetapi hawa di ruangan ini terlalu berat. Atmosfernya terlalu menekan.Noah menatapnya dalam-dalam sebelum akhirnya berbicara. "Ryan masih mencarimu. Aku tahu dia ingin jawaban darimu."

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   298. Penerimaan yang Tertunda

    Malam itu, setelah meninggalkan rumah yang disiapkan Noah untuk mereka, Jasmine memilih untuk kembali ke rumah keluarga Dirgantara. Kepalanya masih dipenuhi pertanyaan yang belum terjawab. Ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri—hati kecilnya mengakui bahwa apa yang dilakukan Noah untuknya sangat berarti. Namun, bayangan masa lalu, ketakutan akan masa depan, dan keberadaan Ryan serta Pram masih menghantuinya.Ketika ia memasuki mansion keluarga Dirgantara, suasana terasa lebih sunyi dari biasanya. Tapi begitu Jasmine melewati ruang tengah, suara seseorang menghentikan langkahnya.“Jasmine, duduklah sebentar.”Suara berat namun berwibawa itu berasal dari Dursila Dirgantara, nenek Noah. Wanita tua itu duduk dengan anggun di salah satu sofa besar, matanya meneliti Jasmine dengan tajam. Di sebelahnya, Tari, sepupu Noah, ikut menatap Jasmine dengan ekspresi yang sulit dibaca.Jasmine menelan ludah, lalu melangkah mendekat dan duduk di kursi

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    297. Bukti Keseriusan Noah

    Jasmine masih memikirkan pertemuannya dengan Ryan saat Noah tiba-tiba mengajaknya keluar. Mata pria itu serius, tanpa memberikan kesempatan untuk menolak. "Kita pergi sekarang.""Ke mana?" tanya Jasmine curiga. Tangannya masih menggenggam ponsel, seakan enggan untuk melepaskan bayangan percakapan terakhirnya dengan Ryan.Noah hanya tersenyum kecil, tetapi ada sesuatu di matanya—sesuatu yang tegas, yang tidak bisa dibantah. "Kau akan tahu saat kita sampai di sana."Dengan berat hati, Jasmine akhirnya menurut. Mereka melaju dalam diam, hanya suara mesin mobil yang terdengar. Aroma kulit jok mobil yang khas, suara lembut gesekan roda dengan aspal, dan tatapan tajam Noah yang sesekali melirik ke arahnya dari kaca spion membuat perjalanan ini terasa lebih panjang daripada yang seharusnya.Pikiran Jasmine terus berputar. Kata-kata Ryan masih menghantuinya. "Jika semua ini tidak pernah terjadi—jika tidak ada kontrak, tidak ada Noah, apakah kau akan m

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   296. Keraguan di Antara Kita

    Setelah semua yang terjadi, Jasmine merasa ada jurang tak kasat mata di antara dirinya dan Noah. Meskipun Juan telah ditangkap, skandal Zora terbongkar, dan Jorse Corp kini berada di tangannya, hati Jasmine masih diliputi kebingungan.Di dalam kamar yang sunyi, ia duduk di tepi ranjang, menatap pantulan dirinya di cermin. Wanita di sana tampak lebih kuat daripada sebelumnya, tetapi ada sesuatu yang masih menggantung di matanya—keraguan.Noah mengetuk pintu sebelum masuk. "Kenapa masih belum tidur?" tanyanya, mendekat.Jasmine tersenyum tipis. "Aku hanya berpikir."Noah duduk di sampingnya, menatapnya lekat. "Tentang apa?"Jasmine menghela napas. "Tentang kita. Setelah semua yang terjadi... aku masih bertanya-tanya, apa aku pantas berada di sisimu? Apa aku benar-benar bagian dari hidupmu, atau hanya seseorang yang kebetulan terjebak dalam pusaran masalah ini?"Mata Noah menggelap, rahangnya mengencang. "Jasmine, aku tidak pernah mengang

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   295. Babak Baru untuk Jasmine dan Noah

    Berita tentang penangkapan Juan menyebar dengan cepat. Media menyebarkan informasi mengenai keterlibatannya dalam berbagai kejahatan, mulai dari konspirasi bisnis yang melibatkan Jorse Corp hingga skandal gelap keluarga Santika yang kini terungkap ke publik. Setiap detik, nama keluarga Santika semakin tercoreng, dan banyak pihak mulai berbalik melawan mereka. Dengan ini, hanya tinggal menunggu waktu hingga hukum akan menjatuhkan vonis pada semua yang terlibat.Di rumah keluarga Dirgantara, Jasmine duduk di ruang kerja Noah. Matanya menatap layar laptop yang penuh dengan dokumen-dokumen penting mengenai Jorse Corp. Keberadaan perusahaan itu di ambang kehancuran, tetapi kesempatan kini ada di tangannya untuk merebut kembali sesuatu yang seharusnya menjadi warisan keluarganya. Namun, ada satu hal yang masih mengganjal di pikirannya, hal yang lebih dalam dari sekadar bisnis. Ia harus membersihkan nama orang tuanya, membersihkan setiap noda yang ditinggalkan oleh pengkhianatan yan

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   294. Skandal Besar yang Menghancurkan Keluarga Santika

    Noah duduk di ruang kerja, menatap layar laptopnya dengan rahang mengatup. Serangkaian dokumen tentang perusahaan terpampang jelas di layar. Ancaman dari keluarga Bulharm bukan hanya rumor belaka—mereka benar-benar berusaha mengambil alih Dirgantara Group secara diam-diam.Namun, kali ini, dia merasa lebih tenang. Tidak ada lagi tekanan dari Zora, tidak ada lagi permainan licik yang harus dia hadapi darinya. Perceraian mereka sudah final, dan Zora kini menjalani hukuman 15 tahun penjara bersama Leonard Wijaya. Semuanya terasa lebih ringan, tetapi ancaman belum benar-benar berakhir.Pintu ruangannya diketuk. Jasmine masuk dengan ekspresi tenang tetapi penuh perhatian. “Ada masalah baru?”Noah menghela napas. “Bulharm mencoba mengambil saham mayoritas dari tangan investor kecil. Mereka ingin menguasai Dirgantara Group.”Jasmine duduk di hadapannya, matanya menatap Noah dengan serius. “Apa yang bisa kita lakukan?”

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   293. Langkah Baru

    "Kau yakin ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan sorot mata penuh pertimbangan. Mereka berdiri di tepi pantai, pasir putih lembut di bawah kaki mereka, sementara ombak berkejaran menuju bibir pantai. Angin laut menerpa wajah mereka dengan lembut, membawa aroma asin yang khas.Noah menatapnya dalam, menggenggam tangannya erat. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Kita sudah terlalu jauh untuk kembali. Ini hidup yang kita pilih, dan aku ingin menjalaninya bersamamu."Jasmine menghela napas, membiarkan dirinya tenggelam dalam tatapan pria itu. "Aku juga ingin itu. Aku hanya ingin memastikan bahwa kita tidak akan menyesal."Noah tersenyum kecil, mengangkat tangan Jasmine dan mengecup punggung tangannya lembut. "Tidak ada penyesalan. Hanya masa depan yang akan kita bangun bersama."Jasmine mengangguk, hatinya dipenuhi kehangatan yang tak bisa dijelaskan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia benar-benar merasa berada di tempa

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   292. Jalan yang Kita Pilih

    "Kau yakin ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan sorot mata penuh keyakinan. Mereka berdiri di depan teras rumah kayu mereka, angin laut bertiup lembut membawa aroma asin yang menenangkan. Langit mulai berubah jingga, menandakan sore akan segera berganti malam.Noah tersenyum kecil, menatap mata Jasmine yang penuh dengan harapan. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Kita sudah terlalu jauh untuk kembali. Ini adalah awal baru kita."Jasmine mengangguk pelan, menggenggam tangan Noah erat. "Aku hanya ingin memastikan bahwa kita benar-benar meninggalkan masa lalu. Aku ingin hidup kita dipenuhi kebahagiaan, tanpa gangguan."Noah mengusap punggung tangannya lembut. "Dan itu yang akan kita lakukan. Tidak ada lagi yang bisa mengusik kita. Kita memilih jalan kita sendiri."Jasmine menarik napas panjang, menikmati ketenangan yang selama ini sulit mereka dapatkan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia merasa sepenuhnya bebas.

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status