Share

4. Kecelakaan

Author: Queenazalea
last update Last Updated: 2024-10-29 19:42:56

“Jenguklah Sierra! Dia sudah lama kerja sama kamu,” dia teringat ucapan sang mama.

Bian tidak ada pengalaman untuk menjenguk orang yang melahiran. Tapi benar yang dikatakan oleh sang mama. Bagaimana pun juga Sierra sudah lama sekali bekerja padanya. Tidak mungkin dia tidak menengok wanita itu.

Dia bertanya pada Jasmine tentang apa saja yang perlu dibawakan untuk Sierra. Wanita itu memberitahunya bahwa dia harus mencari barang yang berguna untuk ibu dan anak.

Kemudian dia memerintahkan kepada Edo untuk mencarinya. “Kamu mau ikut, Jasmine?” tanya Bian saat wanita itu sedang fokus dengan pekerjaannya.

“Sepertinya tidak. Saya ada kesibukan lain. Mungkin nanti saya akan menjenguknya belakangan.”

“Oke.”

Jasmine memasukkan barangnya ke dalam tas. “Pak, saya izin sebentar. Nanti akan kembali lagi ke kantor.”

“Tunggu Edo balik dulu. Jangan biarkan ruangan ini sepi.”

“Baiklah!”

Dia keluar dari ruangannya Jasmine. Sekarang dia duduk di tempat kerjanya. Saat sedang membalas email. Dia melihat Jasmine sedang berdandan. Dia mengamati wanita itu dari tempat duduknya.

“Dia masih cantik seperti dulu. Tapi sekarang terlihat jauh lebih dewasa,” dia memuji kecantikan Jasmine begitu saja.

Edo masuk ke dalam ruangannya. “Sudah?”

“Semuanya sudah, Pak.”

Dia bangun dari tempat duduknya dan masuk lagi ke ruangannya Jasmine dan Edo. “Jasmine, kamu bilang mau izin. Apakah bakalan lama?”

“Tidak. Saya pergi dan bakalan balik lagi. Kira-kira setengah jam.”

“Kalau begitu, pergilah! Aku dan Edo akan pergi begitu kamu sudah kembali.”

Jasmine bangun dari tempat duduknya dan membawa tasnya. Dia kembali dan bergabung duduk bersama dengan Edo. “Apakah Jasmine ikut, Pak?”

“Ruangan ini tidak boleh kosong. Jasmine hanya pergi sebentar. Dia akan kembali.”

Bian mengeluarkan ponselnya saat dia membaca pesan dari Freya kalau wanita itu akan menginap di rumahnya nanti malam.

Dia mendesah dan membalasnya dengan segera. Tidak mau kalau nanti tidak dibalas, Freya justru berpikir yang tidak-tidak.

“Bapak dan Jasmine bisa saling cuek seperti itu. Padahal dulu pernah jalin hubungan suami istri.”

Bian menaruh ponselnya di dalam sakunya. “Aku bisa profesional selama wanitanya juga seperti itu. Lagi pula, Jasmine tidak ada kenangan buruk di dalam hidupku. Kurasa wajar kalau kami berdua bisa bersikap seperti biasa.”

“Ah, ya. Saya ingat dia begitu cantik dulu. Bapak menikahinya waktu dia baru saja menyelesaikan pendidikannya.”

Ya, Bian ingat. Jasmine waktu itu baru berusia 21 tahun dan terlihat sangat cantik. Dia sendiri berusia 29 tahun waktu itu. Dia menganggap Jasmine adalah penyelamatnya dulu.

“Apakah Bapak benci sama dia?”

“Tidak. Aku s dah bilang, dia tidak punya catatan buruk selama menjadi istriku. Dia sangat baik.”

“Dia juga lebih cantik dari ....”

“Apa maksudmu?” tanya Bian dengan segera saat Edo hendak membandingkan Jasmine dan juga Freya.

Pria itu menyengir dan salah tingkah. “Maafkan saya, Pak.”

“Dia memang lebih cantik dari Freya. Tanpa kamu minta maaf, itu memang benar. Dia wanita baik, hanya saja dia sial memiliki ibu tiri yang seperti sampah. Sama seperti mama tiriku yang ingin menguasai semuanya.”

Diakui atau tidak antara Jasmine dan Freya. Keduanya memiliki kebiasaan yang sangat jauh sekali.

Freya sedikit lebih manja. Meskipun wanita itu belum menjadi istrinya. Tetap saja, bagi Bian itu harus dikurangi bagaimana cara wanita itu meminta waktu kepada Bian.

Jasmine selama menjadi istrinya Bian, pagi hari dia tidak  perlu kesulitan untuk menyiapkan kebutuhannya sendiri. Mulai dari setelan kerja, sampai sarapan. Pulang kerja, dia sudah melihat handuk tersedia di atas ranjang beserta baju gantinya. Semua itu disiapkan oleh Jasmine.

Tidak salah kalau dia menganggap Jasmine tidak punya celah sedikit pun selama menjadi istri.

Mereka berdua mengobrol sampai Jasmine kembali.

Wanita itu masuk ke dalam ruangannya Bian dan terlihat sedikit lelah. “Ayo, Edo!”

Mereka berdua mengobrol membahas barang bawaannya yang akan dibawa ke rumahnya Sierra.

Saat mereka menuruni tangga menuju basement, mereka berdua belari saat menuruninya.

Braaaak.

Seorang anak kecil ditabrak oleh Bian sampai terjatuh di tangga.

“Pak.”

Bian panik setengah mati melihat anak kecil itu terjatuh, dia menabraknya begitu kencang sampai terjatuh seperti itu. Dan melihat banyak sekali darah. Tanpa berpikir panjang dia langsung membawa anak itu masuk ke dalam mobilnya.

Mencoba untuk menutupi luka itu dengan tangannya. Darah tidak berhenti keluar dari kepala anak itu bahkan anak kecil tersebut tidak sadarkan diri.

“Buruan, Edo!”

Mobil melaju semakin kencang. Mereka sampai di rumah sakit dan anak itu segera ditangani. Lihat sekarang setelannya penuh dengan darah. Tangannya juga sampai gemetar. Bagaimana mungkin seorang anak kecil main di sana tanpa ada pengawasan orang tua? Lagi pula anak-anak punya tempat tersendiri dan tidak dibiarkan keluar masuk seperti ini.

“Hubungi orang kantor, Edo! Tanyakan itu anaknya siapa!”

Sembari menunggu anak itu selesai ditangani. Bian membersihkan dirinya dari darah anak itu. Kemejanya, tangannya dan juga celananya penuh dengan darah. Sampai dia merasa gemetar saat menabrak anak itu sampai terjatuh.

Bian keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaian yang diambilkan oleh Edo di mobil. “Pak, itu Noah. Anaknya Jasmine.”

Bian memijit pelipisnya mendengar itu. Bagaimana mungkin orang tua begitu ceroboh membiarkan anak kecil main di sana? Dia juga buru-buru. Kalau orang dewasa sudah pasti terlihat saat mereka turun tadi. Tapi saat Bian berbelok, dia langsung menabrak anak itu.

“Jasmine ke sini?”

“Ya, dia sedang di perjalanan. Saya sudah menanyakan di grup. Jasmine yang respons.”

“Pergilah ke Sierra, Edo! Aku akan mengurus Jasmine di sini. Kita sudah janji akan mengunjungi Sierra. Jadi, kamu wakili aku untuk hari ini. Sampaikan maafku juga untuknya.”

Jasmine datang. “Di mana Noah?”

“Dokter masih di dalam.”

Lihat saja wanita itu menangis. Bagaimana dengan Bian tadi yang menabrak anak itu dan langsung terpental begitu saja dan kepalanya langsung berdarah.

Saat sudah selesai. Pintu ruangannya dibuka. Bian masuk dan melihat anak itu sedang tidak sadarkan diri.

“Siapa namanya dan umurnya berapa?”

Jasmine menoleh ke arahnya. “Namanya Noah, umurnya kamu tidak perlu tahu. Dia bukan anakmu.”

Bian hanya ingin tahu nama dan umur anak yang dia tabrak tadi. Karena ini akan jadi persyaratan administrasi.

Dia keluar untuk mengurus administrasi anaknya Jasmine. Bian sampai lupa untuk melakukan itu karena panik.

Bian masuk lagi ke dalam ruangan itu dan melihat Noah masih tertidur.

“Bagaimana kronologinya?”

“Aku dan Edo lari di tangga menuju basement, aku nggak tahu kalau ada anak kecil.”

“Dia pasti mencari saya.”

Bian tidak menanggapi, dia hanya merasa bersalah ketika tidak sengaja membuat anaknya Jasmine sampai terluka parah seperti itu. Lukanya juga tidak di satu bagian.

Kalau sampai terjadi  apa-apa, mungkin dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri. “Dokter bilang nanti setelah dia sadar, bakalan diperiksa lagi. Semoga saja dia tidak luka parah.”

“Hmmm, tentang ucapan saya tadi. Lupakan!”

Comments (3)
goodnovel comment avatar
Mella Soplantila Mella
benar sekali
goodnovel comment avatar
Awan Bilqis
mantul bagus ceritanya miga makin seru
goodnovel comment avatar
Zhunia Angel
lah, tiba2 punya anak 3 thn.. gmna kronologinya thor? pas mabuk atau....
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   5. Noah Adalah Putraku

    “Dia bukan anakmu.”Ucapan itu masih terngiang di kepalanya Bian tentang Noah. Sebulan berlalu setelah kejadian itu, Jasmine tidak terlalu banyak komunikasi dengannya.Jasmine juga sangat menutup diri. Selama Noah sakit, dia memberikan izin kepada Jasmine untuk mengurus anak itu terlebih dahulu. Meskipun banyak pekerjaan Jasmine yang diambil alih oleh Edo.Lalu pada saat wanita itu aktif kembali, giliran Edo yang dia tugaskan untuk mengurus anak itu di tempat penitipan.Komunikasi sangat dijaga sekali oleh Jasmine.Setiap hari, ucapannya Jasmine menggema di dalam pikirannya. Bermain di otaknya setiap kali dia berusaha mencerna kata-kata itu dengan sangat baik. Tidak pernah bertanya apakah Noah adalah putranya atau tidak. Jasmine sudah memberikan clue tersebut.Jam makan siang, Jasmine keluar. Sementara Edo masih ada di ruangannya. “Edo, kamu ke daycare hari ini?”“Ya, saya harus mengantar makan siang untuk Noah sesuai perintah Anda.”Bian menarik napasnya dalam-dalam. “Tolong cari in

    Last Updated : 2024-10-29
  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   6. Mantan Suami Yang Menyebalkan

    Jasmine bekerja seperti biasa. Dia mengantar anaknya ke daycare, lalu kemudian dia berangkat ke kantor. Setiap hari akan ada tatapan yang mengerikan dari bosnya. Seperti yang pernah dia katakan bahwa dia ingin privasi bersama dengan anaknya. Semua itu tidak mempan bagi Bian untuk tetap mengantar makan siang untuk Noah. Dia juga mengatakan kepada pihak daycare bahwa itu teman dekatnya Jasmine. Jadi, segala pemberian yang Bian berikan tetap diterima atas pemberian izin yang dilakukan oleh Jasmine. Sewaktu dia bekerja dan menyusun jadwal Bian. Ada Edo yang ada di depannya sedang duduk santai dan bermain ponsel. “Apakah hari ini bapak ada kesibukan?” Jasmine yang baru saja selesai dan memberikan tablet kepada Edo. “Dia punya jadwal perjalanan ke luar kota minggu depan.”Tatapan Jasmine kepada Edo sedikit mencurigakan. Pria itu juga sering berkunjung ke daycare dan mengantar makan siang untuk anaknya. “Edo, aku ingin bertanya sesuatu.” Pria itu meletakkan ponselnya di atas meja. “Tany

    Last Updated : 2024-10-29
  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   7. Penasaran Dengan Anak Kandung Sendiri

    Hari ini Bian berada di depan daycare. Sebelum berangkat ke luar kota. Dia ingin melihat anaknya terlebih dahulu. Dia akan pergi bersama dengan Edo untuk bertugas. “Bapak tidak ingin menemuinya?” Bian sadar dari lamunannya setelah Edo berkata demikian. Biar saja seperti ini. Dia hanya ingin melihat si kecil naik ke mobil ketika Jasmine datang menjemput anak mereka. “Aku hanya ingin melihatnya dengannya seperti ini. Aku tidak mau terlalu menonjol, Edo. Apalagi dia sangat mirip denganku. Jangan sampai Freya tahu soal ini.” Edo hanya menganggukkan kepalanya. Bian melihat dari jendela mobilnya kalau anak itu sudah keluar dari sana. Jasmine yang menggandeng tangan kecil itu. Ada rasa ingin turun dan menemui anaknya. Tapi dia tidak bisa mengganggu kehidupan mantan istrinya dan juga anak mereka. “Ayo jalan, Edo!” Dia langsung meminta Edo meninggalkan daycare tempat di mana anaknya menghabiskan waktu sehari-hari. Di perjalanan, Edo mengatakan. “Apakah Bapak tidak ingin mengambil ha

    Last Updated : 2024-10-29
  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   8. Tidak Terlihat Mencurigakan

    “Apakah kamu di rumah?” tanya Freya.Wanita itu menghubunginya setiap hari. Setiap saat dia harus memberikan kabar untuk wanita yang sebenarnya ingin dia nikahi. Wanita itu yang tidak mau untuk melanjutkan suatu hubungan dengannya. Terlalu menjadikan sebuah kesibukan itu alasan mereka tidak bisa bersama.“Aku ada di rumah.” “Aku akan ke sana,” ucapnya dari seberang telepon.Baru saja dia mengeringkan rambutnya. Bian langsung menjawab. “Tidak perlu, Freya. Aku ingin istirahat lebih awal. Aku kelelahan sekali hari ini. Aku baru pulang dari kantor barusan. Lalu kemudian aku mandi dan menghabiskan waktu di kantor sepanjang hari terasa sedikit melelahkan.”“Baiklah. Kalau begitu aku akan keluar bersama teman-temanku. Kalau kamu tidak keberatan nanti, kamu bisa mencariku di kelab seperti biasa.”Tidak, dia tidak akan ke tempat seperti itu. Dia rela menghabiskan waktunya di rumah untuk istirahat. Dia mulai untuk mengingat kembali alamat rumah yang dia berikan untuk Jasmine dulu.Sabtu m

    Last Updated : 2024-10-29
  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   9. Ayah Kandung Noah

    “Mama, kapan aku boleh ikut?”Jasmine duduk di berjongkok ketika dia baru saja pulang dari kantor. Tadi pagi dia mengantar anaknya ke tempat biasa. Si kecil selalu menangis untuk ikut semenjak Bian mengatakan kalau anaknya boleh ikut ke kantor. Padahal, dia tidak ingin kalau ada orang lain yang mengganggu.Jasmine tidak mau juga kalau si kecil bertemu dengan Freya. Wanita itu terlalu mengerikan bagi Jasmine.“Ya, sabar aja, Sayang. Mama sibuk banget. Belum bisa bawa ke sana. Mama juga sering keluar kantor. Om Bian selalu ngajakin kerja di luar.”Anaknya menatap dengan iba. Entah kenapa dia semakin melihat anaknya selalu berharap setiap kali ada pertemuan Jasmine dengan orang lain. Memang menjadi seorang janda anak satu tidak pernah dia bayangkan. Waktu itu juga dia tidak menyangka sedang hamil. Mungkin dia tidak masalah kalau kehilangan perawannya. Akan tetapi kalau hamil lalu kemudian bercerai, itu tidak pernah masuk ke dalam list di dalam hidupnya.Banyak hal yang membuatnya t

    Last Updated : 2024-10-29
  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   10. Ingin Mengawasi Tumbuh Kembangnya Noah

    “Kenapa gaji saya sangat banyak?” tanya Jasmine kepada Bian yang sedang di meja kerjanya.Wanita itu berdiri di depan Bian saat menanyakan jumlah gaji. Bian menutup berkasnya dan menatap wanita itu. “Gajimu mengikuti aturan perusahaan ini. Jadi, kamu tidak perlu bertanya.”“Oh, maaf. Saya pikir gaji saya mengikuti peraturan perusahaan lama, karena saya di sini hanya sebentar.”“Kamu bisa mengisi yang kosong, Jasmine. Nanti setelah Sierra kembali. Kamu bisa isi jabatan yang lain. Jarak rumahmu juga ke tempat ini tidak terlalu jauh.”Jasmine menggelengkan kepalanya. “Tidak perlu, Pak. Saya akan kembali ke kantor lama saja nantinya.”“Oke, terserah kamu. Aku hanya menawarkan.”Padahal Bian ingin melindungi anaknya. Sekalipun tidak ada hubungan lagi antara mereka. Hubungan suami istri mereka telah usai beberapa tahun lalu. Dia tidak ingin ada hal berbahaya yang menyentuh anaknya.Sekalipun 24 jam tidak bisa mengawasi anaknya. Akan tetapi Bian tetap saja merasa kalau dirinya perlu meneman

    Last Updated : 2024-10-29
  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   11. Sulit Untuk Perhatian

    “Jasmine, minta tolong minta tanda tangan bapak, ya!”Bian yang tidak sengaja mendengar permintaan karyawannya dan menyuruh Jasmine. “Oke, nanti kalau bapak udah kembali. Bapak lagi di luar sama Edo.”Bian sudah kembali. Tidak terima kalau Jasmin disuruh-suruh.Sewaktu dia di lift, pintu lift itu terbuka dan ternyata ada Jasmine yang membawa beberapa berkas untuknya. “Pekerjaanmu?”“Ada berkas yang harus Bapak tanda tangani.”Bian tahu dia juga mendengar itu tadi ketika sedang lewat di sana. Bian hanya merasa kalau wanita ini terlalu banyak meladeni orang lain sehingga yang lainnya terlihat santai dan bisa menyuruh Jasmine kapan pun mereka inginkan.Jasmine berjalan di belakangnya memang tugas seorang sekretaris seperti itu. Tapi kalau untuk meminta tanda tangan dan meminta Jasmine yang melakukannya. Bian merasa itu keterlaluan karena Jasmine juga banyak pekerjaan di dalam sana.Setibanya di ruangannya, Jasmine meletakkan semua di atas meja. “Jadwalku hari ini apa?”“Sudah tidak ada

    Last Updated : 2024-10-29
  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   12. Masih Merahasiakan

    “Jasmine hari ini tidak masuk, Pak. Dia sudah izin karena hari ini Noah dibawa ke rumah sakit.” Bian baru saja melepaskan jasnya, mendapatkan informasi dari Edo kalau wanita itu tidak masuk bekerja. “Noah sakit apa?” “Jasmine bilang kalau dia akan membawanya ke rumah sakit. Saya tidak tahu selebihnya.” Bian sendiri hanya menganggukkan kepalanya. Dia kembali fokus bekerja dan memerintahkan Edo mengambil alih. Itulah gunanya punya dua sekretaris sekaligus agar dia bisa membiarkan salah satunya seperti ini. Setelah dia selesai mengerjakan semuanya. Bian teringat apa yang dikatakan oleh Edo tadi mengenai anaknya. Dia beranjak dari tempat duduk. “Edo, apakah ada kabar dari Jasmine?” Edo langsung mengiyakan dan memberikan informasi tentang Noah. Anak itu sedang diinfus di rumah sakit. Jasmine mengirimkan video. “Tanyakan pada Jasmine alamat rumah sakitnya.” Tahu kalau dia tidak akan pernah bisa menemani anaknya sepanjang waktu. Tapi Bian sendiri berjanji bahwa tidak akan membiarkan an

    Last Updated : 2024-10-29

Latest chapter

  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   112. Aku Adalah Rumah Untukmu - TAMAT

    Bian tidak ingin mengambil keputusan yang fatal lagi seperti kemarin-kemarin. Dia tidak mau kalau dia dan istrinya bercerai lantaran dirinya yang tidak bisa menjadi suami yang baik. Dia menganggap perasaan istrinya terlalu lebay. Dia menganggap perasaan istrinya berlebihan ketika wanita itu cemburu. Padahal, yang terjadi sebenarnya adalah dirinya tidak pernah lagi mengerti bagaimana rasanya dicemburui. Tidak pernah merasakan itu sebelumnya pada wanita lain. Freya tidak pernah cemburu padanya, Adelia tidak pernah peduli terhadapnya. Berbeda dengan Jasmine yang bahkan menangis karena ulahnya. Sepele, tapi menyakiti istrinya. Bian tidak mau lagi melakukan itu dan menyakiti Jasmine lebih dalam lagi. Sekarang, dia ingin hidup dengan akur dan baik-baik saja bersama dengan istrinya. Dia menuduh Jasmine berubah ketika pulang dari rumahnya Ulfa. Tanpa dia sendiri sadari kalau selama ini yang membuat istrinya berubah adalah ulahnya sendiri. Bian terlalu jauh membuat istrinya menderita. Dia

  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   111. Kesalahan Yang Disadari

    “Dari sekian banyak pilihan, kenapa kamu memutuskan untuk bercerai sama aku, Mas?” Padahal Bian sendiri tahu, semenjak mereka bertengkar. Jasmine selalu menangis tengah malam. Bian menyadarinya, tidak ingin mengganggu istrinya malam itu. Pelariannya ke alkohol juga tidak mempan. Rasanya masih terlalu sakit kalau dia ingat betapa bodohnya dia. Secara naluri, dia masih menyayangi istrinya. Dia juga tidak ingin berpisah dengan istrinya. Jasmine adalah orang yang dia cintai. Dunia ini seolah-olah akan berhenti begitu Bian mengatakan ingin bercerai dari istrinya. Padahal dia sendiri sangat tahu kalau dirinya sangat mencintai istrinya. Dia meninggalkan semua wanita demi bisa bertahan dengan istrinya. Dia tidak meminta pendapat dari orang lain. Dia hanya berharap kalau ini akan segera selesai. Yaitu dengan cara melepaskan wanita yang begitu dicintainya. Memang dari awal Bian sudah merasa kalau dirinya itu tidak bisa menjaga rumah tangganya lagi. Bian juga sudah berusaha bertahan, namun

  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   110. Cemburu Disepelekan

    Bian menganggap remeh rasa cemburunya Jasmine yang selama ini dia rasakan. Tidak menyangka kalau kalimat itu keluar dari mulut suaminya sendiri. Dia tidak pernah menduga kalau suaminya akan menganggap perasaannya tidak penting seperti itu. Setelah pertengkaran beberapa malam yang lalu. Bian pun tidak ada kata permintaan maaf sampai detik ini. Jasmine yang merasa kalau suaminya memang sangat sulit untuk mengerti perasaannya. Menikah dengan Bian dua kali, tidak serta merta membuatnya merasa baik-baik saja. Menikah hanya karena alasan demi anak. Tapi juga tidak baik untuk kesehatan mentalnya. Memang Bian baik terhadap anak-anak, ternyata pria itu abaikan semua yang dikatakan oleh Jasmine. Memang benar, dia harusnya diam saja tanpa banyak protes terhadap rumah tangganya. Tidak layak juga protes kalau tidak pernah didengarkan. Jasmine mulai menyesali ketika dia memberontak malam itu. Mulai menyesal telah mengeluarkan semua yang ada di dalam hatinya. Mulai merasa kalau dirinya tidak a

  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   109. Cemburu Berlebih

    “Pa, Papa nggak berantem sama mama, kan?” Bian sedang berenang berdua dengan Noah, anaknya bertanya tentang kondisi rumah tangga mereka. Bian memang tidak pernah bertengkar dengan istrinya. Bian sedang di tepi kolam renang justru tersenyum dengan pertanyaan anaknya. Tidak ada pertengkaran apa pun yang terjadi di dalam rumah tangga mereka. Hanya saja, beberapa hari yang lalu Jasmine mengatakan dirinya sedang lelah saja. “Mama cuman capek aja, Noah. Setiap ibu pasti akan merasakan itu.” “Tapi, Pa. Papa kenapa ketemu lagi sama Nina dan mamanya?” Bian yang tadinya mengabaikan soal itu, tiba-tiba saja dia menoleh kepada anaknya. “Dari mana kamu tahu?” “Pak Egi bilang sama aku tadi waktu jemput ke tempat les. Katanya, Pak Egi sama mama ke taman belakang kantor waktu antar makan siang. Terus Papa di sana sama Nina dan mamanya.” Bian bertemu dengan Adelia tidak ada maksud apa-apa, dia hanya menemui wanita itu lantaran Nina ingin bertemu dengannya. Tidak ada maksud lain yang Bian laku

  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   108. Bimbang Dengan Rumah Tangga

    Seminggu dia pergi bersama dengan Celia. Bian tidak menghubunginya apalagi bertanya apakah dia sudah sampai atau tidak. Justru dia dibiarkan begitu saja. Tidak seperti biasanya, memang pria itu sudah berubah. Jasmine tadinya memang ingin liburan bersama dengan Celia berdua. Setelah dikabari oleh kakak sepupunya kalau Ulfa ada di rumah kakaknya. Jasmine pun akhirnya ke sana dan jaraknya lebih dekat. Dia juga cerita keluh kesahnya dan menceritakan bagaimana Bian dulu juga pernah main wanita di masa lalu. Jasmine yang baru mengenal cinta justru terjebak dalam pernikahan waktu itu. Dia cemburu, tidak bisa mengungkapkannya. Sekarang, dia cemburu. Masih bisa diam juga tanpa berani berkata apa-apa. “Terus, mau sampai kapan kamu sama Celia di sini?” tanya Halim, kakak sepupunya. Jasmine duduk di sebelah kakak sepupunya di sebuah taman yang ada di rumah itu. “Mungkin lusa akan pulang. Kasihan Noah juga di sana.” Dulu, dia menerima Bian kembali karena dia kasihan kepada Noah. Lalu kemudia

  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   107. Tanpa Penjelasan

    “Ada yang ingin kamu omongin sama aku nggak, Mas?” Jasmine ingin tahu apakah suaminya ingin mengatakan sesuatu seperti pertemuan atau apa pun itu. Dia akan mendengarkan semuanya. Terutama dia tidak akan berpikir berlebihan setelah mengetahui suaminya masih bertemu dengan mantan istrinya. Kalau itu adalah Freya, mungkin tidak akan sesakit ini.Merasa dikhianati oleh suaminya lantaran Bian tidak mengatakan apa pun dengan jujur. Pertemuan yang dilakukan di belakang Jasmine termasuk kejahatan dalam rumah tangga. Hilangnya kejujuran dan juga tidak ada yang tahu apa yang terjadi setelahnya. Bian meletakkan ponselnya di atas meja. Menatap Jasmine kemudian tersenyum. “Nggak ada, Sayang.” Jasmine menganggukkan kepalanya dengan perlahan, dia tahu kalau ternyata suaminya hanya pura-pura. Bahkan dari kemarin, Bian tidak meminta jatahnya. Ada apa? Kenapa pria itu berubah sekarang? Jasmine merasa seorang istri yang hanya menerima kesalahan Bian beberapa kali. Tahu kalau watak main wanita itu t

  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   106. Pertemuan Rahasia

    “Bibi, aku saja yang masak. Tolong bantu aku jaga, Celia, ya!” Dia membawa anak keduanya menghadap kepada asisten rumah tangga yang ikut dengannya. Hari ini dia akan pergi bertemu dengan Amber dan juga Sophie. Mereka bertiga akan berkumpul lagi setelah sekian lama tidak bertemu. Jasmine juga akan menyiapkan makan siang untuk suaminya. Sekalian ketika berangkat ke rumah Amber nanti, dia ke kantor suaminya terlebih dahulu untuk membawakan bekal. Seperti biasa, Bian sangat menyukai masakan yang dibuatkan oleh Jasmine. Dia memasak sendirian di dapur. Lalu kemudian membiarkan Celia bersama dengan sang bibi di ruang tengah. Usai dia memasak, Jasmine langsung mandi dan menyiapkan segala kebutuhan yang akan dia perlukan nanti untuk Celia selama berada di rumah Amber. Entah itu pakaian ganti dan juga popok. Dia diberikan izin untuk bertemu dengan Amber karena dia mengatakan akan diantar oleh sopirnya. Bian sangat sensitif sekali membiarkan Jasmine keluar. Lalu kemudian setelah selesai be

  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   105. Pertemuan Dengan Adelia

    “Pak, ada seseorang menunggu Anda di taman belakang kantor,” beritahu Sierra begitu Bian baru saja kembali dari proyek. Bian langsung turun dan pergi ke taman kantor yang tidak jauh dari tempat ini. Lalu kemudian kaki jenjangnya melangkah dengan sangat cepat ke sana. Baru saja tiba di sana, tubuhnya langsung bereaksi ketika melihat wanita bersama dengan anak kecil sedang duduk di bangku taman. Dia menghampiri secara perlahan dan wanita itu kemudian menoleh. Anak kecil itu berlari ke arahnya. “Papa,” dipeluknya Bian sangat erat. “Maafkan aku, Bian. Aku menemuimu kembali. Bukan maksudku mencarimu lagi. Aku tahu, kamu sudah menikah dan mungkin kamu sudah punya kehidupan yang lebih layak. Namun, dia menangis dan selalu mencarimu.” Bian berjongkok dan memeluk anak kecil yang dibawa oleh wanita itu. Wajar rasanya kerinduan Nina tidak akan pernah berakhir. Karena selama ini yang merawat anak ini adalah dirinya. Bian memang tidak ingin berakhir dengan pengkhianatan. Lalu dia menggendong

  • Mengejar Cinta Mantan Istriku   104. Kelahiran Kedua

    Tangis seorang bayi memenuhi ruangan yang khusus untuk Jasmine. Kelahiran bayi perempuan yang baru saja beberapa menit lalu. Melengkapi kehidupan rumah tangga mereka yang pada akhirnya mampu membuat Bian takjub dengan istri dan juga anaknya. Dia merasa bangga sekali pada istrinya yang telah melahirkan bayi secantik itu. Dia juga bangga kepada anak perempuan yang lahir dengan selamat dan proses persalinan Jasmine dengan normal. Di rumah sakit pilihan Amber untuk Jasmine melahirkan. Suasana begitu tegang sebelum si kecil dilahirkan. Beberapa kali Jasmine mengerang kesakitan. Berpikir kembali jika itu dirasakan oleh Jasmine beberapa tahun lalu ketika melahirkan Noah sendirian. Selama beberapa tahun terakhir istrinya telah berjuang sendirian. Melihat anak keduanya lahir, harapan baru telah muncul dalam kehidupannya Bian. Menunggu selama ini untuk kehadiran anak kedua mereka. Meskipun sebenarnya dia melihat kalau Noah juga sangat berharap adiknya segera lahir ke dunia ini. Bian bisa t

DMCA.com Protection Status