Home / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 1844 Keluarga Bangsawan Sinatri Sewo

Share

Bab 1844 Keluarga Bangsawan Sinatri Sewo

Author: Sarjana
Selesai berbicara, Violet melirik Ardika sekilas dan berkata dengan dingin, "Kedatanganku ke Kota Banyuli kali ini atas instruksi dari ibumu, sekalian memberinya pelajaran, agar orang luar bisa melihat sikap Keluarga Dienga!"

Ardika mengerutkan keningnya, lalu kilatan dingin melintas di matanya.

Memberinya pelajaran?

Dia bukanlah tipe orang lemah yang bisa diperlakukan oleh orang lain sesuka hati.

Ekspresi Tina langsung berubah, dia buru-buru berkata, "Bibi, Yugo dilumpuhkan nggak ada hubungannya dengan kencan butaku."

"Itu adalah kejadian setelahnya. Dia sendiri yang melakukan tindakan nggak benar. Dengan alasan ingin membalas dendam, dia menindas yang lemah dan ingin melecehkan wanita. Karena itulah, Ardika melumpuhkannya."

"Kalau demi reputasi Keluarga Dienga, wanita itu ingin menyerang seseorang yang nggak bersalah, aku nggak akan terima!"

Saat mengucapkan kalimat terakhir ini, sikap Tina sangat tegas.

Karena dia tahu selama bisa mengembalikan reputasi Keluarga Dienga, Nyonya Kelua
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 1845 Kepercayaan Diri Keluarga Bangsawan

    Karena itulah, saat dia menyampaikan pada keponakannya bisa memilih lima ratus perusahaan kuat sesuka hati dan memilih yayasan amal puluhan triliun sesuka hati, Violet sangat santai.Bagaimanapun juga, bahkan keluarga besar seperti Keluarga Mahasura dan Keluarga Sudibya, juga tidak berani mengucapkan kata-kata seperti itu.Kota Sewo yang disebutkan oleh Violet, adalah kota besar di mana kantor pusat cabang Organisasi Snakei Gotawa berada, juga merupakan pusat seluruh Kota Sewo.Ardika juga baru tahu, ada sebuah keluarga bangsawan seperti Keluarga Bangsawan Sinatri di Kota Sewo.Tentu saja, karena Keluarga Bangsawan Sinatri adalah sebuah keluarga bangsawan.Kalau begitu, pengaruh kekuasaan mereka juga tidak hanya terbatas pada Kota Sewo.Seluruh Gotawa, termasuk Provinsi Denpapan, Provinsi Aste dan sembilan provinsi lainnya, juga pasti di bawah pengaruh Keluarga Bangsawan Sinatri.Keluarga bangsawan ribuan tahun, keluarga besar ratusan tahun.Kalimat ini tidak hanya sekadar kalimat saja

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 1846 Menargetkan Alden

    Namun, Tina juga bukan tipe orang yang mudah untuk ditundukkan.Dia berkata dengan dingin, "Bibi, itulah sebabnya begitu aku dewasa, aku langsung meninggalkan Supham, mendatangi Kota Banyuli, kota kecil ini. Aku nggak menerima dukungan dari keluarga, juga nggak menyebutkan identitas asliku, nggak mengandalkan keluarga. Nggak ada yang tahu aku berasal dari Keluarga Bangsawan Dienga Supham.""Aku melakukan semua ini, agar aku bisa meraih pencapaian sendiri dengan mengandalkan kemampuanku sendiri, terlepas dari nasib harus berkorban demi keluarga di saat dibutuhkan!"Sangat jelas, ingin memintanya untuk tunduk adalah hal yang tidak memungkinkan."Jadi, apakah kamu sudah ada pencapaian?"Violet berkata dengan dingin, "Presdir Grup Lautan Berlian, raja preman Kota Serambi dan Kota Banyuli, inilah pencapaian yang kamu banggakan?""Tina, kamu terlalu naif, pencapaianmu yang nggak seberapa itu, di mata Keluarga Bangsawan Dienga dan Keluarga Bangsawan Sinatri, hanya dengan satu kalimat saja, se

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 1847 Apa Sudah Mendapatkan Izin Dariku

    Mendengar ucapan bibinya, perasaan putus asa menyelimuti hati Tina. Dia benar-benar tidak berdaya.Dia tahu jelas betapa tak berperasaannya ibu tirinya ini.Begitu wanita itu sudah mengambil keputusan, tidak ada yang bisa menghentikannya.Selama wanita itu sudah memiliki niat seperti ini, mungkin saat dia masih kecil, dia sudah menerima kabar kematian Alden.Apa Tina bisa melihat Alden menghadapi ajal begitu saja?Tentu saja tidak.Karena Alden adalah sosok yang sangat berjasa dalam hidupnya, ayah angkatnya itu benar-benar telah mengajarinya dan mendukungnya tanpa mengharapkan dukungan apa pun.Akhirnya Tina sudah membuat keputusan dalam hati, tekadnya sudah goyah. Dia mengangkat kepalanya dan berkata dengan sedikit linglung, "Bibi, aku akan pergi menemui ...."Namun, sebelum dia sempat menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba suara seorang pria menyelanya."Ingin membunuh Alden? Apa sudah mendapat izin dariku?"Tepat pada saat ini, Ardika tiba-tiba berkata pada Violet, "Bibi, kamu pulang d

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 1848 Aku yang Bilang

    Namun, sebagai anggota Keluarga Bangsawan Dienga Supham, wajar saja Violet bersikap seperti itu.Bagaimanapun juga, sejak lahir dia sudah menduduki posisi puncak dalam masyarakat. Baginya, bisa berbicara sebanyak ini dengan Ardika, sudah termasuk meninggikan Ardika.Ardika menangkap cek tersebut, melirik angka yang tertera di atasnya, lalu tersenyum tipis dan berkata, "Eh, Bibi, kamu ingin memintaku untuk putus hubungan dengan Tina hanya dengan uang nggak seberapa ini? Takutnya nggak cukup.""Hehe, berani-beraninya kamu mengeluh kurang banyak?"Violet memasang ekspresi meremehkan dan berkata, "Aku beri tahu kamu, bocah. Kalau bukan karena Tina berada di sini, kamu sama sekali nggak berhak untuk berbicara denganku, apalagi tawar menawar denganku.""Uang dua ratus juta ini hanyalah bayaran kamu berpura-pura menjadi pacar Tina sebelumnya.""Selain itu, uang ini juga untuk membungkam mulutmu. Jangan menyebarkan hal itu keluar dengan sembarangan, agar orang luar nggak mentertawakan Tina ber

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 1849 Lumpuhkan Saja

    Dengan mempertahankan posisi menggenggam kartu di wajahnya, tubuh Violet sampai gemetaran saking kesalnya. Ekspresinya juga tampak sangat masam.Ardika benar.Dia begitu antusias untuk menjodohkan Tina dan Sego, memang bermaksud membantu suaminya untuk memperebutkan jabatan Wali Kota Banyuli.Suaminya, Jorgo Vezel adalah penanggung jawab ketiga Kediaman Kodam sebuah provinsi Wilayah Selatan, memiliki jabatan tinggi dan berkuasa. Namun, kali ini suaminya juga ingin memperebutkan jabatan sebagai Wali Kota Banyuli.Logikanya, sebagai menantu Keluarga Bangsawan Dienga Supham, seharusnya tidak masalah bagi Jorgo untuk memperebutkan jabatan itu dengan mengandalkan keluarga istrinya.Namun, faktanya tidak demikian.Karena kali ini orang-orang yang menargetkan jabatan ini terlalu banyak.Beberapa orang pesaing lainnya juga memiliki pengalaman yang tidak kalah dari Jorgo.Selain itu, satu per satu dari mereka juga memiliki latar belakang yang luar biasa, bahkan juga ada yang memiliki latar bela

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 1850 Sudah Menganggap Remeh Kamu

    "Menerima bayaran tinggi, maka sudah seharusnya aku memberi kontribusi kepada majikan.""Sebagai ahli bela diri yang dipekerjakan oleh Keluarga Bangsawan Dienga Supham, aku nggak bisa membiarkanmu bertindak semena-mena!"Selesai berbicara, Fandhi melangkah maju satu langkah."Jangan!"Ekspresi Tina langsung berubah menjadi pucat pasi, secara naluriah dia berteriak dengan terkejut.Bisa dipekerjakan secara khusus oleh Keluarga Bangsawan Dienga, tentu saja orang itu tidak lemah.Tina tahu jelas seberapa menakutkannya orang seperti Fandhi."Tina, minggir!"Violet segera menarik Tina yang hendak maju sambil menatap Ardika dengan sorot mata acuh tak acuh."Pak Fandhi, membunuhnya hanya mengotori tanganmu saja! Beri dia sedikit pelajaran saja sudah cukup!" kata Violet dengan dingin.Menurutnya, Ardika, bocah yang satu ini benar-benar tidak tahu diri. Berani-beraninya Ardika ikut campur dalam urusan internal Keluarga Bangsawan Dienga Supham.Sudah sewajarnya diberi sedikit pelajaran.Hanya da

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 1851 Aku Sudah Mau Serius

    Tidak ada seorang pun di antara ahli bela diri yang dipekerjakan oleh Keluarga Bangsawan Dienga itu lemah.Jangan lihat Fandhi sudah lanjut usia, tetapi saat dia masih muda, dia adalah orang ganas yang menguasai dunia preman Supham.Dia tak terkalahkan di Supham.Namun, seorang ahli bela diri sehebat itu, malah ditampar oleh Ardika dan berakhir membentur lemari dokumen.Kalau mereka bukan menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri, mereka pasti tidak akan memercayainya.Namun, ekspresi Violet berubah menjadi makin muram.Karena kata-kata makian yang ditujukan oleh Ardika, bukan hanya untuk memaki Fandhi, melainkan juga memaki dirinya.Tadi, bukankah dia juga menandatangani cek sebesar dua ratus miliar untuk Ardika, lalu pada akhirnya Ardika melemparkan selembar kartu hitam bernilai dua puluh triliun ke wajahnya?"Hehe, ternyata kamu cukup hebat juga. Pantas saja kamu berani bersikap begitu arogan di hadapanku, bahkan berani ikut campur dalam urusan keluarga kami."Violet berkata den

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 1852 Sepertinya Masih Tidak Cukup Serius

    Kali ini, seakan-akan diselimuti oleh angin yang bergemuruh, tamparan Fandhi mengarah ke wajah Ardika dengan sangat cepat."Bocah, sudah bertahun-tahun lamanya, nggak ada orang yang pernah menamparku.""Hanya karena hal ini saja, aku akan menampar wajahmu hingga rusak!""Oh? Benarkah?"Ardika terkekeh pelan. Kemudian, dia melangkah maju satu langkah, lalu kembali melayangkan satu tamparan.Pupil mata Fandhi kembali mengecil seketika.Karena dia mendapati kecepatan pergerakan Ardika kali ini lebih cepat dibandingkan sebelumnya!Hal yang lebih membuatnya tidak nyaman adalah, dia gagal menghindari tamparan ini lagi."Plak!"Fandhi merasakan seperti dipukul oleh sebuah palu yang berat.Selain itu, kali ini dia bahkan tidak sempat untuk mengerahkan kekuatannya untuk bertahan. Tubuhnya langsung terpental dan menabrak dinding dengan iringan suara hantaman yang keras."Hei, tua bangka, sepertinya kamu masih belum memetik pembelajaran. Yah, kamu masih saja nggak serius.""Bagaimana kalau lain k

Latest chapter

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2039 Memberimu Waktu Satu Hari

    Ardika mengalihkan pandangannya ke arah Rivani dan berkata, "Bibi, apa aku sudah membuktikan kemampuanku?"Ekspresi Rivani berubah lagi dan lagi.Muktar yang ditampar, tetapi dia juga merasakan wajahnya panas.Pada akhirnya, Rivani memelototi Ardika dengan tajam, lalu berbalik dan pergi."Ardika, karena kamu sudah menang, maka aku akan mengikuti apa yang kamu katakan. Untuk sementara waktu ini, aku akan memercayaimu.""Aku memberimu waktu satu hari. Kalau kamu benar-benar bisa memanggil Dewi Racun itu kemari dan menangani masalah Keluarga Siantar. Tanpa banyak bicara, aku akan meninggalkan Kota Banyuli.""Kalau nggak, aku harus membawa Jesika pergi.""Aku nggak akan menjadikan nyawa putriku sebagai bahan bercanda!"Ardika mengerutkan keningnya, lalu rileks kembali.Satu hari, ya?'Juga sudah cukup.'Setelah melontarkan kata-kata itu, Rivani langsung membawa Muktar meninggalkan Apartemen Sundain."Pak Ardika, sikap ibuku terhadapmu buruk, harap maklum, ya. Jangan dimasukkan ke dalam hat

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2038 Muktar Mengaku Kalah

    Bekas tamparan sudah terlihat di kedua pipi Muktar. Mendengar ucapan ini, dia mengatupkan giginya dengan rapat, lalu berbalik dan menerjang ke arah Ardika lagi.Tanpa beromong kosong sama sekali, Ardika kembali melayangkan tamparan dengan punggung tangannya.Kali ini, Muktar sudah mempersiapkan mentalnya dengan baik. Dia sama sekali tidak menyerang, melainkan hanya bertahan.Melihat tamparan yang dilayangkan oleh Ardika itu, hatinya sedikit mencelus. Dia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menghindari tamparan tersebut.Saat ini, dia sudah menunjukkan kecepatannya yang paling cepat.Namun, Ardika tetap lebih cepat darinya!"Plak!"Bagaimana Muktar menerjang ke arah Ardika, seperti itu pula dia terpental kembali.Ardika mengerutkan keningnya dan berkata, "Masih belum mengerahkan kekuatan penuh juga? Pak, kamu sedikit meremehkan orang lain, ya!""Pak Muktar, di saat seperti ini, untuk apa kamu masih bersikeras menjaga aturan menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda? Ka

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2037 Apa Kali Ini Sudah Mengerahkan Kekuatan Penuh

    Melihat telapak tangan Muktar akan mendarat di wajahnya, akhirnya Ardika bergerak.Dia menggerakkan kepalanya sedikit ke samping. Di bawah tatapan sedikit terkejut Muktar, dia menghindari serangan pria tua itu dengan mudah.Pada saat bersamaan, dia melangkah maju ke depan, lalu melayangkan satu tamparan."Pergerakan bocah ini cukup cepat, hanya saja nggak tahu bagaimana kekuatannya."Muktar menyunggingkan seulas senyum dingin, lalu mengubah arah telapak tangannya untuk menyambut serangan Ardika."Plak ...."Di saat dua telapak tangan itu berbenturan, terdengar suara ledakan di udara."Kamu ...."Tiba-tiba saja, ekspresi Muktar berubah.Dia hanya merasakan sakit yang luar biasa menjalar di telapak tangannya, sebuah kekuatan yang dominan memasuki tubuhnya melalui lengannya. Anggota tubuh dan tulangnya seakan-akan berpindah tempat, membuat darah dalam tubuhnya bergejolak, sehingga wajah tuanya yang bersih dan putih itu langsung memerah.Lengan Muktar langsung terkulai ke bawah.Namun, kek

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2036 Tunjukkan Kemampuanmu

    Rivani memandang rendah Ardika dari dalam lubuk hatinya, tentu saja dia akan mempersulit Ardika dari berbagai aspek.Dia merasa Ardika hanya mendengar gosip dari tempat tertentu, lalu menyebutkan gosip tersebut untuk mengelabuinya.Ardika menggelengkan kepalanya, lalu sengaja berkata dengan nada bicara sangat menyayangkan, "Bibi, sepertinya kamu sudah bertekad untuk menjual putrimu.""Eh, Ardika, apa maksudmu?!"Kelopak mata Rivani melompat dengan cepat, ekspresinya sangat ganas. Dia benar-benar ingin mencabik-cabik mulut bocah sialan itu hingga hancur!"Bibi, sebenarnya kamu bisa saja memercayaiku untuk sementara waktu. Hanya mencoba saja juga nggak ada ruginya."Ardika berkata dengan acuh tak acuh, "Tapi kamu malah bersikeras nggak bersedia memercayaiku. Selain bertekad untuk menjual putrimu, aku benar-benar nggak bisa menemukan alasan lain kamu bertindak seperti ini.""Kamu ...."Rivani tahu jelas Ardika sedang merangsangnya, tetapi dia tetap kesal setengah mati."Baiklah, kalau beg

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2035 Dewi Racun

    Ardika tidak sedang membual.Kala itu, demi membunuhnya, organisasi intelijen Aliansi Panca pernah mengeluarkan dana fantastis, mengundang pembunuh hebat dari berbagai negara untuk membunuhnya secara diam-diam.Di antara orang-orang tersebut, termasuk orang-orang yang menempati peringkat di Situs Gelap Heidim.Menghadapi bocah-bocah yang berinisiatif cari mati sendiri seperti ini, tentu saja datang satu, Ardika bunuh satu.Namun, beberapa di antaranya, karena berbagai alasan-alasan khusus, mereka tidak mati, melainkan dibiarkan pergi oleh Ardika.Jadi, Ardika mengatakan orang-orang ini berutang nyawa padanya, memang tidak berlebihan.Hanya dengan satu panggilan dari Ardika, orang-orang ini akan datang."Memangnya kamu bisa?"Namun, Rivani tetap tidak memercayai ucapan Ardika. Dia mengira Ardika hanya sedang membual."Ardika, kuakui di antara anak-anak muda, boleh dibilang kamu memang unggul. Bagaimanapun juga, kamu membangun semuanya dari nol. Bisa meraih pencapaian seperti hari ini, b

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2034 Situs Gelap Heidim

    Saat ini, keluhan yang sebelumnya memenuhi hati Jesika terhadap ibunya, langsung menghilang tanpa meninggalkan jejak.Jesika segera menyeka air matanya. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Ardika, lalu berkata dengan nada bicara memohon, "Pak Ardika, aku belum pernah memohon padamu untuk melakukan apa pun untukku. Tapi kali ini, aku ingin memohon bantuanmu untuk melenyapkan Istana Neraka.""Aku nggak menginginkan bonus itu lagi!""Selama kali ini kamu bisa menyelamatkan nasib Keluarga Siantar, aku bersedia bekerja untukmu seumur hidup!"Bekerja seumur hidup.Dengan kemampuan Jesika dalam berbisnis, boleh dibilang pengorbanan ini cukup besar.Namun, saat kata-kata ini masuk ke telinga Rivani, dia merasa sangat konyol dan tidak masuk akal."Jesika, apa otakmu sudah rusak?! Kamu memohon bantuannya untuk melenyapkan Istana Neraka?"Rivani menatap Jesika dengan tatapan tidak percaya.Dia merasa demam yang dialami putrinya beberapa waktu yang lalu telah membuat otak putrinya bermasalah, put

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2033 Raja Neraka

    "Sebenarnya, Keluarga Siantar juga bukannya nggak melakukan apa-apa.""Melalui jalur Bank Sentral, kakekmu sudah menawarkan hadiah besar. Ada tiga organisasi pembunuh terkenal baik dari dalam maupun luar yang telah menerima tawaran hadiah ini dan pergi memburu Raja Neraka.""Tapi, nggak lama kemudian, tiga organisasi pembunuh ini sudah lenyap. Dari pemimpin hingga anggota inti organisasi-organisasi tersebut, telah dibunuh. Kepala mereka kembali diantarkan ke Kediaman Keluarga Siantar.""Sekarang kalian sudah tahu betapa menakutkannya Istana Neraka, 'kan?""Jesika, apa kamu kira sebagai seorang ibu, jelas-jelas aku tahu itu adalah sebuah jurang, aku akan mendorongmu masuk ke dalam?"Rivani menatap Jesika, berbicara dengan suara dalam, nada bicaranya sudah kehilangan ketenangan tadi.Sangat jelas, Istana Neraka dan Raja Neraka telah memberikan tekanan mental yang besar untuknya.Ini juga merupakan alasan mengapa dia terburu-buru datang ke Kota Banyuli untuk menjemput Jesika pulang.Ekspr

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2032 Istana Neraka

    Kata-kata "menjual anak" benar-benar terlalu tidak enak didengar.Namun, dia tidak bisa menemukan kata-kata untuk membantah.Karena pernikahan antara Keluarga Jesika dan Keluarga Darma kali ini, memang ada persentase transaksi yang sangat besar.Rivani memutuskan untuk tidak memperdebatkan topik ini dengan Ardika."Kamu mau membantu menyelesaikannya?"Rivani mengamati Ardika dari ujung kepala hingga ke ujung kaki, lalu berkata dengan ekspresi meremehkan, "Kamu ingin tahu masalah apa yang sedang dihadapi oleh Keluarga Siantar? Oke, aku akan memberitahumu!""Karena Keluarga Siantar telah ditargetkan oleh sebuah organisasi pembunuh bernama Istana Neraka. Kalau kami nggak menjalin hubungan pernikahan dengan Keluarga Darma untuk menangani masalah ini, seluruh Keluarga Siantar akan tertimpa musibah.""Raja Neraka, pemimpin Istana Neraka sudah mengeluarkan pernyataan, akan membunuh seluruh Keluarga Siantar.""Apa kamu mengerti maksud membunuh seluruh Keluarga Siantar? Itu artinya seluruh angg

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2031 Judian Darma

    "Jesika, sudah pernah kubilang padamu, bagi wanita, air mata adalah sesuatu hal yang paling nggak bernilai.""Tapi, karena sekarang masih berada di Kota Banyuli, kamu bisa menunjukkan sisi lemah dan lembutmu itu untuk terakhir kalinya.""Setelah pulang ke rumah nanti, kamu harus menunjukkan sikap layaknya seorang wanita dewasa yang sempurna, harus membuat Keluarga Darma puas.""Kalau kamu masih saja lemah dan lembut seperti sekarang, aku hanya bisa bilang kamu nggak akan bisa menjalani kehidupan sesuai keinginanmu di Kediaman Keluarga Darma. Nggak akan ada orang yang merasa simpati padamu karena air matamu, malah hanya akan membuat orang mengira kamu lemah dan mudah ditindas."Tidak ada gejolak emosi dalam kata-kata yang diucapkan oleh Rivani.Apa yang dialami oleh Jesika, hanya seperti mengulang apa yang pernah dialaminya saja.Di saat seperti ini, daripada berperan sebagai seorang ibu yang penuh kasih sayang, sebaiknya dia bersikap kejam dan tegas, merangsang Jesika untuk kembali ber

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status