Setelah 15 menit menunggu, akhirnya makanan pesanan mereka pun sampai.
"Silahkan dimakan tuan nyonya" ucap pelayan tersebut, namun sebelum dia pergi, pelayan tersebut berkata "Jam itu adalah jam yang bisa mengubah waktu, anda bisa mengulang kejadian masa lalu atau pergi ke masa depan. Bagian belakang jam ada tanggal dan tahun, kalian bisa mengubahnya dan tentu kan jam nya" setelah berbicara seperti itu pelayan tersebut pergi entah kemana. Menghilang tanpa jejak.
Seok Won dan Ji An masih terdiam, mencerna kata-kata pelayan tadi. Pelayan aneh itu masih berkalut dalam pikiran mereka masing-masing. Apakah pelayan itu utusan yang dewa berikan? Atau hanya sekedar bergurau?
1 detik
2 detik
3 detik
"Ji An-aa"
"Seok Won-aa" Serentak mereka berdua, mungkin pemikiran mereka berdua sama, kalau pelayan tadi adalah utusan dewa untuk membantu mereka.
"Kau yang duluan berbicara" kini Seok Won yang mengalah, meskipun dia sangat ingin mengucapkan semua uneg-uneg di hati nya, tapi tetap dia persilahkan sahabat wanitanya itu. Lelaki memang harus mengalah dengan pria bukan?
"Bagaimana setelah makan kita langsung pulang, kita coba alat ini di rumah mu" Ji An tak memikirkan seberapa besar resiko yang dia ambil, tapi demi cinta pertamanya dia rela melakukan apapun demi lelaki tersebut.
Seok Won hanya mengangguk, toh tak ada gunanya melawan Ji An yang notabenenya keras kepala. Walau dia menolak, pasti Ji An akan pergi sendiri meninggalkan nya dan dia tidak mau itu terjadi. Mau bagaimana pun dia yang membawa Ji An kesini, dia juga yang bertanggung jawab membawa Ji An pulang.
* * *
Sesampai di rumah Seok Won, Seok Won berpesan kepada ibunya untuk jangan masuk kedalam. Takutnya, jika ada yang masuk alat ini tak berfungsi.
Namun, masih mengganjal di benak Seok Won, darimana ibunya Kyung Soo mendapatkan benda ini? Apakah dia bersekutu dengan dukun? Atau dia hanya mau melihat seberapa besar rasa cinta nya Ji An kepada Kyung Soo? Hanya Tuhan dan dirinyalah yang tahu-menahu tentang itu.
"Seok Won-aa, apa semua barang sudah kau bawa?" Seok Won mengangguk. Mereka membawa banyak uang dan peralatan penting lainnya, setahu mereka perjalanan waktu seperti yang mereka tonton di televisi semua barang yang mereka bawa akan ikut terbawa ke dunia tersebut.
Segera Ji An mencari tanggal di belakang jam tersebut seperti yang pelayan tadi bilang, dan benar saja di bagian dalam jam tersebut ada sebuah tanggal yang kecil. Bibir Ji An tak berhenti terbuka, bukan hanya karena kagum, tapi juga karena heran benda sekecil ini berada dalam jam yang kecil pula.
Setelah selesai memberi tanggal 14 Juli 2009, kini giliran Seok Won yang mengatur waktunya. Seok Won mengatur waktu pukul 10.00 PM.
Tak terduga di dalam benak Ji An dan Seok Won, jam yang tadinya berwarna hitam kecoklatan ini, kini berubah menjadi warna putih yang menyala. Seakan-akan ruangan ini dipenuhi oleh cahaya yang berasal dari jam itu
Lambat laun, Jam tersebut melayang di antara Ji An dan Seok Won. Benar-benar tak bisa dipercaya.
Sekitar kurang lebih 2 menit, cahaya yang semula terang kini mulai meredup, jam yang semula melayang kini kembali ke tangan Ji An. Setelah benar-benar tak ada lagi cahaya, Ji An dan Seok Won membuka mata mereka. Tak ada yang berubah, mereka mengerjap-ngerjap menetralkan penglihatan mereka terlebih dahulu. Namun nihil, tempat ini tak ada perubahan sedikit pun, kekecewaan muncul di benak Ji An. Seharusnya dia memang tak berpikir akan adanya kekuatan supranatural, dan lihat sekarang, kekecewaan itu muncul lagi di benaknya setelah sekian kalinya.
"Tak ada perubahan sama sekali, lebih baik aku pulang" Ji An beranjak dari duduk nya, melempar jam hitam tadi ke arah bawah kasur dan berjalan dengan lesu. Seok Won hendak mengantar nya keluar rumah, tapi hal yang mengejutkan terjadi.
Saat mereka keluar kamar, tiba-tiba badan mereka yang tadinya besar kini menjadi kecil bak mereka masih remaja 14 tahunan. Dan rumah Seok Won pun berubah menjadi seperti 5 tahun lalu. Ji An mengusap matanya tak percaya, kemudian beralih melihat kearah Seok Won yang juga terperangah akan kejadian ini.
"Omo! Apa ini benar-benar terjadi? Seok Won-aa apakah ini mimpi, cubit pipi ku sekarang" desis Ji An, Seok Won pun mencubit pipinya hingga Ji An meringis kesakitan. Pipi Ji An yang semula putih kini berubah menjadi merah karena ulah Seok Won.
"Woah, Jinjja ini benar-benar terjadi! Huaaaa eomma Ji An bahagia sekali" Ji An memeluk Seok Won erat sambil berteriak-teriak kesenangan. Seok Won hanya tersenyum sambil membalas pelukan Ji An "akhirnya aku bisa melihat mu sebahagia ini lagi, walau bukan aku yang membuatmu bahagia" batin Seok Won, walau ada rasa sedih di hatinya, tapi tetap saja dia tersenyum. Ini adalah hari pertama mereka mengubah takdir cinta pertama Ji An Na sahabat kecil nya itu.
"Hei-hei kalian kenapa bahagia sekali? Apa nilai kalian bagus?" Tanya Ibunya Seok Won. Mereka menatap dalam mata wanita paruh baya dihadapan mereka, mereka masih belum percaya dengan apa yang terjadi 30 menit yang lalu.
"Eomma, apa benar ini tanggal 14 Juli 2009?" Kali ini Seok Won yang berbicara, untuk memastikan apakah benar mereka telah melakukan perjalanan waktu. Ibu Seok Won hanya mengangguk dengan tangan yang mengusap kepala Seok Won, dia bingung ada apa dengan Ji An dan Seok Won hari ini.
Tak lama, samar-samar terdengar suara remaja laki-laki memanggil nama Seok Won dari arah luar rumah. Ji An diam mematung, dia paham betul suara siapa yang memanggil Seok Won barusan. Seok Won pun bertingkah sama seperti Ji An, dia mematung mensterilkan pendengaran nya.
"Kyung Soo" lirih Ji An dengan air mata yang mengalir di pipi nya. Entah ini air mata sedih, atau air mata bahagia bertemu dengan cinta pertama nya yang telah meninggal 5 tahun lalu. Walau dia sedikit paham bahwa sekarang dia bukanlah Ji An dewasa yang berusia 19 tahun, namun dia adalah Ji An remaja yang berusia 14 tahun.
Kondisinya sekarang tidak memungkinkan Ji An untuk menjelaskan sedetail-detailnya kepada Kyung Soo, toh Kyung Soo juga tak akan percaya dengan perkataan Ji An dan Seok Won.
Seok Won membuka pintu rumah nya dan damn!
Benar saja, terlihat Kyung Soo tersenyum sambil memegang bola basket di tangannya. Satu bulir air mata menetes di pipi kanan Seok Won, dia bahagia bisa melihat sahabat nya ini lagi. Setelah 5 tahun acara kematian Kyung Soo, dia seperti tak ada semangat hidup lagi sama hal nya dengan Ji An.
Baru satu langkah hendak menggapai Kyung Soo, Seok Won keduluan dengan Ji An yang berlari memeluk Kyung Soo. Ji An menangis dalam dekapan Kyung Soo, dan terlihat Kyung Soo yang terlihat heran dengan kejadian ini. Alisnya terayun keatas seakan meminta penjelasan kepada Seok Won yang berada dibelakang Ji An.
Seok Won hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya tanda tak mengerti walau sebenarnya dia mengerti apa yang telah terjadi. "Yaa, Ji An-aa kau kenapa? Apa aku ada salah?" Tanya Kyung Soo lantas membuat tangisan Ji An tambah deras dan pelukan nya tambah erat. Kyung Soo benar-benar bingung dengan apa yang terjadi, tak seperti biasanya Ji An gadis galak dan ceria yang dia kenal menangis tersedu-sedu seperti ini.
"Ya, hentikan tangisanmu dahulu, lalu ceritakan apa yang membuat Ji An ku menangis seperti ini" ucap Kyung Soo sembari melepas pelukan Ji An dan mengusap air mata yang berada di pipi Ji An. Seketika Ji An mengingat bahwa tepat tanggal 9 Juli 2009 Ji An dan Kyung Soo resmi menjadi sepasang kekasih, berarti sekarang status Ji An adalah kekasih dari seorang Lee Kyung Soo. Seok Won hanya tersenyum walau sebenarnya hatinya sesak melihat apa yang terjadi di hadapannya, walau di tahun ini ia masih berusia 14 tahun, namun pemikiran dan hati nya ada Seok Won yang berusia 19 tahun. "Tak apa melihat seperti ini, asalkan Ji An bahagia, akupun ikut bahagia" batin Seok Won kemudian mengajak Ji An dan Kyung Soo masuk kedalam rumah nya
oOo
To be continue
Salam sukses
-Medusa37_
Setelah acara menangis tadi siang, Ji An kini berada di Rooftop gedung bola basket sendirian, karena Seok Won dan kekasihnya Kyung Soo sedang bermain basket. Bukannya bosen sendiri, Ji An malah sibuk berkutik dengan pikiran nya. Sekarang dia harus merubah takdir Kyung Soo, dia tak bisa membiarkan kekasihnya bunuh diri untuk kedua kalinya. Cukup sudah penderitaan nya selama 5 tahun terakhir, kini dia harus merubah takdirnya agar bisa hidup tenang dengan adanya Kyung Soo disampingnya.Saat sedang asik memikirkan cara agar Kyung Soo tak mencelakai dirinya sendiri, tiba-tiba sebuah coklat muncul di depan matanya. Dia sudah menebak itu pasti Kyung Soo yang memberikannya, karena hanya Kyung Soo yang sering memberikannya coklat dan ice cream. Namun, dugaannya melesat kali ini, bukannya Kyung Soo, yang memberikan coklat tersebut adalah Seok Won.Bukannya tak berterimakasih, hanya saja dia malu karena telah menerka-nerka hal yang sama sekali di luar ekspektasi nya.Semba
Acara dinner keluarga telah usai, ketiga pihak keluarga memutuskan untuk pulang karena ada acara masing-masing. Ji An pulang bersama ibunya dan adiknya, ia terus tersenyum-senyum mengingat kejadian makan malam tadi.(Flashback mode on)"Ahjumma tidak memasak sendiri! Tadi siang Ji An yang membantunya memasak ini semua. Benarkan ahjumma?" Protes Ji An tak terima di bilang tidak membantu ibunya Seok Won dalam memasak, karena sedari pagi hingga siang sebelum pergi kelapangan basket Ji An lah yang membantu ibunya Seok Won memasak sebanyak itu.Ibunya Seok Won mengangguk sembari tersenyum melihat wajah imut Ji An ketika marah, Ji An memang condong wanita yang suka dipuji, jadi jika dia dibilang tak membantu dia akan marah. "Berarti Ji An memang cocok untuk di jadikan menantu keluarga Lee, benarkan Kyung Soo" goda nyonya Lee, ibunya Kyung Soo. Pipi Ji An yang tadi putih, kini berubah menjadi pink merona, tak heran jika dia malu. Kyung Soo tersenyum manis mendengar per
Bermain game adalah hal paling di gemari oleh kalangan remaja, tak heran banyak anak-anak yang memiliki game online berbagai macam bentuk nya. Begitupun dengan Seok Won, dia adalah salah satu remaja yang sangat menggemari game online.Seperti yang dia lakukan sekarang, Berman game online bernama PUBG, PUBG adalah game asli buatan Korea yang banyak digemari oleh masyarakat luar, bahkan di Indonesia pun PUBG banyak penggemar nya.Seok Won yang tengah bermain game online tersebut tersontak karena kedatangan Ji An yang mendadak dan mengagetkan. Bagaimana tidak, wanita pendek itu mendobrak pintu kamar Seok Won yang tengah serius bermain game.Ji An melangkah dengan cepat dan mengambil gawai yang di pegang oleh Seok Won. "Darurat! Ini darurat, kejadian 5 tahun lalu terjadi lagi" cemas Ji An. Seketika pikiran Seok Won menimbulkan kesan negatif, yang dia pikirkan kejadian masa lalu itu adalah kecelakaan bunuh diri Kyung Soo. "What? B-bisa jelaskan lebih detail?" Seok Wo
Bagi Ji An, hidup di dunia ini bagaikan neraka versi nyata. Hidup dengan cinta pertama nya yang telah mati sejak ia masih remaja. Baginya sekarang harapan nya untuk hidup hanyalah keluarga, untuk cinta? Mungkin tidak akan ada lagi di hidupnya.Benar kata ayah nya, cinta pertama tidak pernah bisa bersama. Kini baru ia rasakan hidup kesepian dengan harapan keluarga.Disini, dikamar yang tak pernah berubah sejak ia remaja, Ji An berbaring sembari memakan snack dan menonton film. Bukannya dia menganggur, hanya saja dia tidak bekerja karena tidak ada yang mau menerima nya sebagai karyawan."Ji An, daripada kau bermalas-malasan seperti itu, lebih baik kau bantu adik mu belajar!" Kata tersebut tak pernah berubah sejak dia lulus sekolah. Karena tak bekerja, dia harus membantu adik nya belajar, adiknya yang berusia 15 tahun yang kini menempuh kelas 9 SMP dan hampir lulus."Ntar,tunggu film nya habis" jawab nya. Ji An sebenarnya tidak ada niat untuk membantu adikny
Bermain game adalah hal paling di gemari oleh kalangan remaja, tak heran banyak anak-anak yang memiliki game online berbagai macam bentuk nya. Begitupun dengan Seok Won, dia adalah salah satu remaja yang sangat menggemari game online.Seperti yang dia lakukan sekarang, Berman game online bernama PUBG, PUBG adalah game asli buatan Korea yang banyak digemari oleh masyarakat luar, bahkan di Indonesia pun PUBG banyak penggemar nya.Seok Won yang tengah bermain game online tersebut tersontak karena kedatangan Ji An yang mendadak dan mengagetkan. Bagaimana tidak, wanita pendek itu mendobrak pintu kamar Seok Won yang tengah serius bermain game.Ji An melangkah dengan cepat dan mengambil gawai yang di pegang oleh Seok Won. "Darurat! Ini darurat, kejadian 5 tahun lalu terjadi lagi" cemas Ji An. Seketika pikiran Seok Won menimbulkan kesan negatif, yang dia pikirkan kejadian masa lalu itu adalah kecelakaan bunuh diri Kyung Soo. "What? B-bisa jelaskan lebih detail?" Seok Wo
Acara dinner keluarga telah usai, ketiga pihak keluarga memutuskan untuk pulang karena ada acara masing-masing. Ji An pulang bersama ibunya dan adiknya, ia terus tersenyum-senyum mengingat kejadian makan malam tadi.(Flashback mode on)"Ahjumma tidak memasak sendiri! Tadi siang Ji An yang membantunya memasak ini semua. Benarkan ahjumma?" Protes Ji An tak terima di bilang tidak membantu ibunya Seok Won dalam memasak, karena sedari pagi hingga siang sebelum pergi kelapangan basket Ji An lah yang membantu ibunya Seok Won memasak sebanyak itu.Ibunya Seok Won mengangguk sembari tersenyum melihat wajah imut Ji An ketika marah, Ji An memang condong wanita yang suka dipuji, jadi jika dia dibilang tak membantu dia akan marah. "Berarti Ji An memang cocok untuk di jadikan menantu keluarga Lee, benarkan Kyung Soo" goda nyonya Lee, ibunya Kyung Soo. Pipi Ji An yang tadi putih, kini berubah menjadi pink merona, tak heran jika dia malu. Kyung Soo tersenyum manis mendengar per
Setelah acara menangis tadi siang, Ji An kini berada di Rooftop gedung bola basket sendirian, karena Seok Won dan kekasihnya Kyung Soo sedang bermain basket. Bukannya bosen sendiri, Ji An malah sibuk berkutik dengan pikiran nya. Sekarang dia harus merubah takdir Kyung Soo, dia tak bisa membiarkan kekasihnya bunuh diri untuk kedua kalinya. Cukup sudah penderitaan nya selama 5 tahun terakhir, kini dia harus merubah takdirnya agar bisa hidup tenang dengan adanya Kyung Soo disampingnya.Saat sedang asik memikirkan cara agar Kyung Soo tak mencelakai dirinya sendiri, tiba-tiba sebuah coklat muncul di depan matanya. Dia sudah menebak itu pasti Kyung Soo yang memberikannya, karena hanya Kyung Soo yang sering memberikannya coklat dan ice cream. Namun, dugaannya melesat kali ini, bukannya Kyung Soo, yang memberikan coklat tersebut adalah Seok Won.Bukannya tak berterimakasih, hanya saja dia malu karena telah menerka-nerka hal yang sama sekali di luar ekspektasi nya.Semba
Setelah 15 menit menunggu, akhirnya makanan pesanan mereka pun sampai."Silahkan dimakan tuan nyonya" ucap pelayan tersebut, namun sebelum dia pergi, pelayan tersebut berkata "Jam itu adalah jam yang bisa mengubah waktu, anda bisa mengulang kejadian masa lalu atau pergi ke masa depan. Bagian belakang jam ada tanggal dan tahun, kalian bisa mengubahnya dan tentu kan jam nya" setelah berbicara seperti itu pelayan tersebut pergi entah kemana. Menghilang tanpa jejak.Seok Won dan Ji An masih terdiam, mencerna kata-kata pelayan tadi. Pelayan aneh itu masih berkalut dalam pikiran mereka masing-masing. Apakah pelayan itu utusan yang dewa berikan? Atau hanya sekedar bergurau?1 detik2 detik3 detik"Ji An-aa""Seok Won-aa" Serentak mereka berdua, mungkin pemikiran mereka berdua sama, kalau pelayan tadi adalah utusan dewa untuk membantu mereka."Kau yang
Bagi Ji An, hidup di dunia ini bagaikan neraka versi nyata. Hidup dengan cinta pertama nya yang telah mati sejak ia masih remaja. Baginya sekarang harapan nya untuk hidup hanyalah keluarga, untuk cinta? Mungkin tidak akan ada lagi di hidupnya.Benar kata ayah nya, cinta pertama tidak pernah bisa bersama. Kini baru ia rasakan hidup kesepian dengan harapan keluarga.Disini, dikamar yang tak pernah berubah sejak ia remaja, Ji An berbaring sembari memakan snack dan menonton film. Bukannya dia menganggur, hanya saja dia tidak bekerja karena tidak ada yang mau menerima nya sebagai karyawan."Ji An, daripada kau bermalas-malasan seperti itu, lebih baik kau bantu adik mu belajar!" Kata tersebut tak pernah berubah sejak dia lulus sekolah. Karena tak bekerja, dia harus membantu adik nya belajar, adiknya yang berusia 15 tahun yang kini menempuh kelas 9 SMP dan hampir lulus."Ntar,tunggu film nya habis" jawab nya. Ji An sebenarnya tidak ada niat untuk membantu adikny