Beranda / Romansa / MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN / DINGIN TAPI TERASA HANGAT

Share

DINGIN TAPI TERASA HANGAT

Penulis: Mithavic Himura
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-11 10:06:03

Gina seolah kehilangan keberanian. Sekujur tubuhnya seolah kaku, ia tidak bisa bergerak sama sekali bahkan hanya mengambil nasi yang jaraknya sangat dekat di hadapannya saja, ia tidak sanggup.

"Cepat makan, tunggu apalagi?"

Suara Bara membuat Gina tercekat. Karena kalimat itu diperuntukkan padanya, sebab mata sang bos mengarah ke wajahnya.

"I-iya, Tuan," sahut Gina terbata-bata. Gina berusaha untuk membuat dirinya tidak kaku dalam bersikap.

Berulang kali, ia mencambuk semangatnya agar ia bisa mengatasi aura Karina yang sangat tidak nyaman itu padanya, sampai kemudian, ia berhasil mengambil nasi, tapi dengan tangan yang gemetar dan itu membuat Bara mengerutkan keningnya.

"Apa yang kau takutkan? Tanganmu sampai gemetar seperti itu?" tanyanya dengan nada yang datar, seolah tidak tertarik dengan apa yang dialami Gina, tapi terganggu hingga ia harus mengomentari.

"Saya-saya hanya sedikit canggung, Tuan, karena saya-"

"Ada aku?!" potong Karina dan itu membuat Gina spontan merasa tertoho
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    ASI TERSENDAT KEMBALI

    Ditinggalkan begitu saja oleh sang suami, membuat Karina benar-benar kesal, apalagi, rencananya untuk membuat Gina buruk di mata Bara tidak berhasil sama sekali.Karina jadi berpikir keras, apalagi yang akan ia lakukan untuk membuat Gina bisa mendapatkan nilai minus di mata suaminya.Sementara itu, Gina sudah di kamar Gavin. Ia tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur yang tidak terhingga atas apa yang baru saja dialaminya. Setidaknya, ia tidak membuat Bara curiga tentang air susunya yang sekarang ini tersendat, itu yang paling penting untuknya saat ini."Sabar, ya, Sayang. Mama pasti akan membuat kamu tidak kekurangan ASI lagi, Mama akan berusaha keras untuk mengembalikan ASI Mama menjadi banyak lagi seperti semula."Gina mengucapkan kalimat tersebut sambil mengusap puncak kepala Raya yang saat itu masih tertidur di samping Gavin. Bayi mungil itu tidur lelap meskipun ia tidak puas dengan air susu Gina yang tidak bisa ia sedot sampai ia kenyang.Hati Gina menjadi terenyuh melih

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-11
  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    KEMARAHAN BARA!

    Suara keras Karina bercampur aduk dengan tangisan Gavin yang marah dengan apa yang ia alami sekarang. Berulang kali, Gavin menyedot puting susu milik Gina, tapi ia tidak terlihat senang seperti biasanya karena memang ASI yang keluar tidak sebanyak diawal Gina menyusuinya.'Ya, Allah. Kenapa tiba-tiba jadi seperti ini? Padahal biasanya enggak, aku bahkan belum menyusui Raya sama sekali, kenapa ASI milikku jadi tersendat? Seharusnya enggak, kan?'Gina membatin dengan hati yang diselimuti perasaan gelisah.Diabaikannya untuk sejenak dampratan Karina. Ia berusaha keras untuk terus menyusui Gavin agar bayi itu tidak menangis.Bahkan, Gina menekan dadanya untuk membuat air susunya keluar dengan lancar seperti biasanya supaya Gavin tidak marah dan menangis seperti itu, namun tetap saja upaya Gina tidak berhasil. Gavin menangis keras dan tangisannya membuat Raya juga ikut terbangun lalu akhirnya ikut menangis hingga situasi kamar itu jadi kacau.Pusing mendengar semua bayi yang ada di situ

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-12
  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    SITUASI BERTAMBAH KACAU!

    Suara Bara menggema di kamar itu, membuat Gavin yang ada di dalam gendongan Karina menangis semakin kencang. Apalagi sejak ia diambil dari pangkuan Gina, Gavin yang merasa asing dengan ibunya sendiri karena Karina tidak pernah menyusuinya merasa tidak nyaman dalam gendongan Karina, ditambah Karina juga tidak ikhlas menggendong sang anak hingga Gavin semakin berontak di dalam dekapan ibunya sendiri. Akhirnya, karena kerepotan berusaha membuat tangisan Gavin berhenti, Karina memanggil babysitter Gavin, tapi Bara mencegah Karina memberikan Gavin pada sang pengasuh sebab pengasuh Gavin sedang mengatasi bayi Raya yang juga menangis. Dengan hati dongkol, Karina terpaksa tetap menggendong anaknya, sementara Bara tetap mengintrogasi Bi Narsih hingga Gina merasa tidak nyaman pada Bi Narsih. Ia mendekati Bara dengan kepala tertunduk dan berdiri di samping Bi Narsih yang juga menundukkan kepalanya seraya berusaha untuk meyakinkan Bara bahwa ia tidak berniat untuk menyalahgunakan kepercay

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-13
  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    GINA JATUH SAKIT!

    Langkah Bara berhenti tepat di belakang Gina dan Gina merasa sekarang seperti berada di ujung tanduk."Masih tidak bisa membuat Gavin kenyang, kan?" tanyanya dengan nada yang sinis. Ia melihat anaknya tetap gelisah meskipun tangisan Gavin tidak lagi seperti tadi yang sangat gencar dan keras."Percaya pada saya Tuan, air susu saya banyak, hanya tersendat saja, saya merasakan itu semua," jawab Gina dengan suara terbata-bata lantaran berusaha menahan gejolak perasaannya yang terhimpit karena situasi tersebut.Bi Narsih mendekati Gina meskipun ia khawatir Bara mencegahnya, namun ia benar-benar paham apa yang dirasakan oleh Gina, perempuan itu nekat saja mendekati Gina dan memeriksa dada Gina setelah izin pada Gina."Dada Mbak Gina memiliki sumber ASI yang banyak, jika Tuan Bara tidak percaya, Tuan bisa memanggil dokter untuk membuktikan apa yang saya ucapkan."Perempuan paruh baya itu bicara setelah memeriksa dada Gina satu persatu."Siapa yang mengizinkan Bibi bicara?" sinis Bara yang m

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-14
  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    GINA DIPERIKSA

    Suara Bara terdengar dingin saat mengucapkan kalimat tersebut pada Gina. Seolah-olah ia sangat terpaksa mengucapkan kalimat itu untuk kepentingan Gavin lantaran Bara terbiasa tidak memberikan perhatian pada orang lain kecuali keluarganya sendiri. Jika sekarang ia melakukan hal itu pada Gina, itu karena ia tidak mau Gavin terlalu lama terlantar disebabkan Gina yang sedang sakit seperti saat ini.Gina mengarahkan pandangannya pada Bara yang saat itu juga tengah menatapnya. 'Untuk apa aku sembuh, Pak. Kalau hanya untuk anak orang lain. Aku tidak diperkenankan memberikan perhatian dan kasihku untuk Raya.'Gina membatin demikian bersamaan saat tatapan mereka bersirobok. Namun, kata-kata itu hanya digaungkan Gina di dalam hati, tidak dikeluarkannya menjadi sebuah kalimat, karena tidak mungkin Gina mengucapkan kalimat tersebut di hadapan Bara meskipun Gina sangat ingin. Gina hanya menanggapi perkataan dingin Bara tadi dengan ucapan singkat, bahwa ia paham dengan apa yang dikatakan oleh sa

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-15
  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    MENYAMAR MENJADI SUAMI GINA

    "Dia memiliki sumber ASI yang berlimpah," ujar perempuan yang masih tampak cantik itu pada Bara, hingga membuat Bara membalikkan tubuhnya dan mengarahkan pandangannya pada Gina sesaat, lalu setelah itu pada ibunya."Mami yakin?" katanya seolah ingin memastikan itu dengan sangat baik."Kamu meragukan pengetahuan Mami?" Indira balik bertanya, dan Bara menggeleng cepat. "Mami adalah orang yang paling aku percaya dari siapapun di dunia ini!""Kalau ASI-nya tersendat, itu karena ada faktor lain," jelas sang ibu lebih lanjut sambil mengarahkan pandangannya sesaat pada Gina yang berusaha untuk bersikap biasa lantaran canggung sudah diperiksa seperti tadi olehnya. Bagian dadanya dipegang pula. Meskipun sama-sama perempuan, tetap saja Gina merasa tidak terlalu nyaman."Mami tahu, faktor apa itu?" tanya Bara dengan mimik yang serius."Bermacam-macam, karena makan sedikit, pikiran yang stress, tapi bisa juga karena kesehatannya terganggu, jadi lebih baik bawa dia ke dokter khusus, untuk diper

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-16
  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    DIANGGAP SENGAJA SAKIT

    "Hanya itu, tapi jangan sepelekan resikonya. Terkadang banyak sekali pasangan muda yang menganggap ini tidak penting, jadi perhatikan hal itu."Bara mengucapkan terima kasih pada dokter yang memeriksa Gina seraya menerima resep yang diberikan oleh sang dokter untuk kemudian ditebus di apotek.Ia terpaksa menggamit lengan Gina ketika beranjak dari hadapan sang dokter dan menggenggamnya erat agar dokter dan suster yang ada di situ percaya bahwa mereka pasangan suami istri. Ini membuat jantung Gina seolah berhenti berdenyut karena genggaman tangan Bara tidak sedingin raut wajah dan sikapnya. Terasa hangat, hingga ada desiran aneh yang menyelusup lembut ke relung hati Gina dan itu membuat Gina buru-buru melepaskan pegangan tangan Bara dengan berpura-pura memperbaiki rambutnya.Apa yang dilakukan oleh Gina hanya membuat Bara melirik sekilas ke arahnya. Tidak bicara sama sekali, dan Bara juga tidak mau tahu tentang hal itu. Ibu Indira menyambut mereka di luar, lalu menanyakan apa yang dik

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-17
  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    BERSIMPUH DI HADAPAN BARA

    "Apa? Jadi, sekarang kau berani bernegosiasi denganku?!" murka Bara pada Gina.Dan itu membuat Gina merasa keberaniannya yang tadi sempat membara perlahan menciut kembali melihat betapa tidak nyamannya wajah, sorot mata dan nada suara Bara ketika tadi mengucapkan kalimat itu padanya. 'Ayo, Gina! Lanjutkan aksi protes kamu! Jangan kalah dengan sikap arogannya dia! Enak saja, dia selalu ingin dituruti tapi dia tidak memperhatikan anak kamu! Raya sudah beberapa hari ini minum susu formula, di mana naluri kamu sebagai ibu? Menyusui anak orang lain, tapi anak kamu sendiri tidak mendapatkan ASI, kamu ibu yang jahat, Gina!'Tiba-tiba saja, hati nurani Gina berseru demikian, dan ini membuat kedua telapak tangan Gina mencengkram erat permukaan tempat tidur pertanda ia sedang berusaha untuk mengumpulkan keberanian itu kembali di antara perasaannya yang semakin berkecamuk."Maaf, Tuan. Saya minta maaf. Bukan bermaksud untuk nego dengan Tuan, tapi tolong jangan halangi saya untuk memberikan hak

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-18

Bab terbaru

  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    KEKHAWATIRAN BI NARSIH

    Melihat wajah Gavin yang terlihat menggemaskan, Gina tidak tahan untuk tidak mencium bayi laki-laki tersebut hingga dengan sangat lembut dan penuh kasih, Gina mencium kening Gavin setelah itu melakukan hal yang sama pada kening Raya anaknya."Kalian seperti saudara kalau tidur bersisian seperti ini. Semoga kelak, kalian berbakti pada orang tua setelah besar meskipun kalian korban perceraian orang tua kalian, ya?" bisik Gina sambil menatap dua bayi itu satu persatu."Eh, apa aku bilang tadi, seperti saudara? Ya, Allah apa yang aku pikirkan? Kenapa aku berpikir mereka akan jadi saudara? Sadar, Gina! Kamu bukan siapa-siapa! Kamu itu hanya kerja di sini, ngapain kamu berpikir Raya dan Gavin seperti bersaudara!"Gina menepuk kepalanya perlahan sambil mengucapkan kalimat tersebut berulang kali, sebab pikirannya tadi seolah membuat ia berharap suatu saat bisa menikah dengan Bara hingga Raya dan Gavin menjadi saudara.Perempuan itu merasa sangat malu saat tersadar dengan pikirannya, karena it

  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    TERPAKSA BERCERITA

    Perempuan paruh baya itu mengurungkan niatnya untuk keluar kamar mencari bantuan. Ia ingin memastikan lagi pendengarannya benar atau salah tentang Bara yang menyebut nama Gina seperti tadi."Tuan," panggil Bi Narsih dengan suara yang perlahan, khawatir Bara terkejut karena kelihatannya bos-nya itu belum terbangun dari tidurnya."Gina, tolong jangan pergi."Telapak tangan Bi Narsih menekap mulut ketika kali ini ia benar-benar mendengar Bara menyebut nama Gina, dan sekarang Bi Narsih mendengarnya dengan jelas!"Pak Bara memang mengigau menyebut nama Gina. Baiklah. Kalau begitu, aku panggil Gina saja untuk bisa merawat Pak Bara!"Setelah mengucapkan kalimat tersebut seraya memperbaiki selimut yang menutupi bagian tubuh Bara. Bi Narsih buru-buru keluar dari kamar dan segera mencapai kamar Gavin untuk menemui Gina. "Mbak, Gina!" panggil Bi Narsih ketika ia sudah membuka pintu kamar Gavin dan bergegas masuk. Gina yang sedang membenarkan posisi Gavin yang tertidur terkejut karena melihat B

  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    BARA KECEWA, GINA KEBINGUNGAN

    Mendadak, Gina merasa sangat gugup ketika Bara menatapnya sedemikian rupa hingga ia merasa canggung dan sangat gelisah.Namun, hatinya berulang kali menyadarkan Gina bahwa ia tidak boleh terlalu banyak berharap lantaran ia dan Bara sangat sulit disejajarkan karena ia sadar dirinya siapa. Sebab itulah, Gina menegaskan pada dirinya sendiri, ia tidak mau berpikir macam-macam hanya ingin fokus pada tujuannya yaitu membuat kehidupan Raya terjamin sampai Raya besar dan menikah dengan pria pilihannya."Tentang apa yang dikatakan oleh Bu Karina yang bilang kalau saya mengabaikan Tuan Muda Gavin, dan hanya fokus pada Raya saja, itu tidak benar, Tuan karena -""Sudahlah, tidak perlu diteruskan!"Bara memotong penjelasan Gina lalu berbalik dan melangkah menuju pintu kamar Gavin dengan luapan rasa kecewanya yang memuncak.Hal yang sangat ditunggu Bara, bahwa Gina akan mengklarifikasi tentang apa yang dikatakan oleh Karina bahwa perempuan itu tidak mau menikah lagi lantaran terlalu mencintai mant

  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    BARA MENYUKAI SANTI?

    Bara ingin membentak Santi lebih lanjut seperti biasanya jika ia sedang marah dengan orang yang bekerja dengannya. Akan tetapi, tiba-tiba saja kata-kata Gina terngiang di telinganya di mana, Gina mengatakan bahwa ia sebenarnya pria yang baik dan bukan pria yang tidak punya perasaan. Berpikir sampai di sana, Bara berusaha menahan diri untuk tidak membentak lebih lanjut Santi sampai ia harus mengepalkan telapak tangannya untuk menahan diri agar tidak melakukan hal itu."Kali ini kau kuberikan kesempatan, tapi jika terulang kembali, kau benar-benar tidak akan aku beri ampun, Santi!" ucapnya setelah itu berbalik meninggalkan Santi tanpa peduli perempuan itu masih bersimpuh seperti tadi di tempatnya.Santi membeku di tempatnya, sampai kemudian, Arin menemukannya dan berjongkok membantunya untuk bangkit. "Ada apa? Kamu kena marah Pak Bara?" tanyanya pada Santi karena tadi ia sempat melihat sosok Bara yang menghilang dari balik pintu ruang tengah.Santi mengangkat wajahnya dan menatap ke

  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    BARA MURKA!

    "Apa kamu bilang? Gina lebih baik daripada aku? Lebih baik dari segi mana? Dia itu diceraikan suaminya! Lebih baik dari segi mana si Gina itu daripada aku?!"Tidak terima dikatakan lebih buruk dari pada Gina, Karina mengucapkan kalimat tersebut dengan nada meninggi di hadapan Bara. Ini membuat Gavin dan Raya terusik suara kerasnya hingga membuat kedua bayi itu menangis. Melihat hal itu, Bara murka. Ia segera meminta Karina untuk keluar dari kamar anaknya karena tidak suka kehadiran Karina membuat dua bayi di kamar itu menangis.Namun, Karina yang tidak suka dianggap buruk daripada Gina tidak mau keluar begitu saja dari kamar tersebut. Ia melangkahkan kakinya mendekati sang mantan suami dan berhenti tepat di hadapan suaminya itu dengan jarak yang begitu dekat. "Hanya karena dia menjadi ibu susu anak kita, kamu lupa kalau aku adalah ibunya Gavin? Kamu menyebut dia lebih baik daripada aku padahal dia hanya memanfaatkan kamu, Bara!"Ucapan yang dilontarkan oleh Karina terdengar jelas

  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    PENGAKUAN BARA

    Melihat perubahan wajah Gina, Karina mengutuk perempuan itu di dalam hati, sebab, ia sekarang yakin Gina pasti menyukai mantan suaminya tersebut.Hingga membuat Karina semakin kesal dengan Gina yang saat itu duduk menyamping karena menyusui Raya seolah tidak mau dadanya terlihat mata Karina."Wajahmu berubah, mendengar Bara memintaku untuk bertemu dengan Gavin, itu berarti dugaanku selama ini benar, kamu datang ke sini bukan hanya untuk bekerja, tapi juga ingin mengambil hati Bara, iya, kan?" ucap Karina tanpa peduli rengekan Gavin yang benar-benar terganggu dengan apa yang diucapkannya pada sang ibu susu penggantinya tersebut.Gina memperhatikan Gavin yang gelisah, dan ia sebenarnya khawatir anak Bara itu akan menangis lantaran Karina justru fokus mengomelinya tapi mengabaikan keadaan anaknya sendiri seperti itu.Namun, ia tidak bisa berbuat apapun untuk sekarang karena Raya sendiri masih asyik menyedot puting susunya lantaran anaknya itu merasa belum puas mendapatkan jatah itu sekar

  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    KARINA BERUBAH?

    "Heem, baiklah. Jangan bersikap dingin pada perempuan yang sudah memberikanmu anak, Bara. Biar bagaimanapun, aku tetap ibu dari Gavin, kamu tidak bisa menyangkal hal itu."Karina mengingatkan sesuatu yang tidak boleh dilupakan oleh Bara, hingga Bara menghela napas mendengarnya."Apa yang kau mau?" tanyanya dengan nada yang masih datar. "Aku sudah mengatakannya, apakah aku perlu mengulang?""Aku akan meminta Gina membawa Gavin untukmu!""Tunggu!" Langkah Bara terhenti ketika Karina mencegahnya untuk beranjak setelah ia selesai mengatakan akan meminta Gina untuk membawa Gavin untuknya."Aku ingin ke kamar Gavin sendiri, memangnya tidak boleh?"Kembali Bara menghela napas. Sejujurnya ia tidak suka Karina masuk ke dalam kamar Gavin, hanya saja karena ia sadar, Karina adalah ibunya Gavin, mau tidak mau ia tidak bisa bersikap terlalu keras mencegah apa yang diinginkan oleh perempuan tersebut hingga akhirnya, Bara terpaksa mengizinkan meskipun setengah hati."Jangan membuat keonaran, Karin

  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    DIKUNJUNGI MANTAN ISTRI

    Pertanyaan Bara yang selanjutnya jadi membuat Gina semakin dalam terpaku di tempatnya.Jika ia menjawab dengan jujur pertanyaan itu, apakah akan mempengaruhi sikap Bara padanya nanti? Dan jika ia berbohong, apakah itu adalah jalan keluar yang baik?"Kau tidak mau menjawab, karena kau tidak suka urusan pribadimu diketahui oleh orang lain?"Suara Bara membuyarkan pergulatan batin Gina yang lagi-lagi terjadi setelah tadi ia sempat merasa lega karena sudah berhasil menjawab pertanyaan Bara dengan baik."Bukan seperti itu, Tuan.""Kalau begitu, kenapa tidak dijawab? Kau diceraikan atau minta cerai?"Bara mendesak, hingga Gina merasa terdesak. Pendapat Bara menyikapi perempuan yang diceraikan pasti buruk karena pria itu sendiri menceraikan Karina. Apakah jika ia jujur menjawab bahwa ia diceraikan, Bara juga akan menganggapnya buruk?'Gina. Kau sudah dianggap baik dalam bekerja, masalah kehidupan pribadimu buruk atau tidak, itu bukan masalah orang lain, kau tidak perlu takut untuk jujur, se

  • MENJADI IBU SUSU BAYI CEO AROGAN    BERUSAHA BERTERUS TERANG

    "Itu....""Katakan saja, katakan apa yang ada di dalam otakmu tentangku. Apakah menurutmu, aku adalah pria yang tidak punya perasaan?" desak Bara, semakin tidak sabar untuk mengetahui apa yang dipikirkan oleh Gina tentangnya.Gina tertunduk dalam, merasa bingung didesak jujur oleh Bara tapi jika ia jujur, ia khawatir, akan membuat Bara marah.Akan tetapi, apakah ia bisa untuk tidak menjawab? Sepertinya juga tidak akan bisa karena Bara pasti tidak akan memberikan kesempatan itu padanya. "Menurut saya, Tuan itu...."Kalimat Gina terhenti di kerongkongan seolah ada batu yang menyumbat mulutnya hingga ia tidak bisa mengatakan semuanya dengan lancar."Lanjutkan! Kenapa berhenti? Kau ingin membuat Raya dan Gavin menangis karena kau terlalu lama di sini?"Kembali Bara mendesak, dan hal ini membuat Gina semakin sulit untuk menguasai dirinya sendiri. "Kau tidak mau bicara juga, Gina?" Suara Bara membuyarkan lamunan Gina yang bergulat sendiri dengan perasaannya agar ia memiliki kekuatan untu

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status