yuk vote dulu
Setelah Tuan Husain meninggal, Pangeran Serkan yang sekarang menempati ruang kerja ayahnya. Ruang kerja tersebut juga cuma bersebelahan lorong dengan kamar utama Tuan Husain dan istri senior. Begitu diberitahu oleh pelayannya jika Pangeran Serkan sudah keluar, Yang Mulya Seika langsung masuk ke ruang kerja putranya, dia tidak tahu jika sedang ada Anelies yang bersembunyi di lemari rak buku. Anelies terus membekap mulutnya sendiri agar tidak bersuara karena degup jantung dan napasnya tiba-tiba juga jadi berisik. Anelies pikir dia bisa benar-benar dipancung jika sampai ketahuan oleh ibu Pangeran Serkan. Yang Mulya Seika terlihat sedang mencari sesuatu di laci bawah meja dan brankas penyimpanan file yang cuma bisa di buka dengan kode. Ternyata Yang Mulya Seika tahu kode brangkas milik Pangeran Serkan. Setelah meng acak-acak isinya dan tidak menemukan yang dia cari, Yang Mulya Seika mulai kesal dan menutup pintu brankas tersebut dengan suara kasar. Pintu brankas yang dibanting tapi jan
Pantas Anelies tidak menemukan cincinnya di manapun karena Pangeran Serkan malah memakainya. Anelies masih terkejut melihat cincin miliknya ternyata dipakai oleh Pangeran Serkan bersama kalung perak berbandul dogtag militer pemberian Pangeran Rasyid.Anelies tiba-tiba berhenti untuk berontak dan menyentuh bandul liontin yang menggantung dari leher Pangeran Serkan. Belum sampai satu detik Anelies menyentuhnya, Pangeran Serkan langsung menepis dan menyambar tangannya dengan marah. Pergelangan tangan Anelies mencengkeram dengan keras untuk dijerat ke atas kepala.Nampaknya Pangeran Serkan tidak suka jika ada yang menyentuh benda berharga miliknya."Cincin itu juga sama berharganya bagiku sepeti liontin pemberian Pangeran Rasyid."Serkan yang tadinya sudah gemas tiba-tiba menjauhi tubuh Anelies."Dari mana kau tahu ini milik kakakku!" Serkan bukan cuma terkejut, dia juga langsung waspada."Tidak ada yang tahu ini milik kakakku, aku juga tidak sedang memikirkannya!" Serkan menunjuk Anel
Pangeran Serkan masih menaungi tubuh Anelies di atas sofa, siap menerkam gadis muda itu dengan kekesalannya tapi harus kembali terhenti karena datang bulan."Berapa hari yang kau butuhkan?""Satu minggu!"Anelies berbohong dan sedang rela menggunakan alasan apapun untuk menghentikan Pangeran Serkan."Aku sedang tidak bisa."Bukannya lekas dilepaskan, Pangeran Serkan malah menarik telapak tangan Anelies yang sedang dia gunakan untuk mendekap buah dada."Jangan!" Anelies sangat tidak nyaman diperhatikan dalam kondisi polos seperti itu. Anelies memiliki buah dada yang bulat padat dengan puncak ranum kemerahan. Sangat cantik dan masih sangat muda belia untuk memiliki pikiran dosa."Kau tidak perlu malu."Pangeran serkan masih samasekali tidak menunjukan ekspresi ketika tiba-tiba menjepit salah satu puncak Anelies dengan jari. Pangeran Serkan menjepit dan mengulas pelan dengan gerakan berpusar pada bagian sangat sensitif itu sampai tumbuh mengencang dan keras. Mungkin Pangeran Serkan hany
Pangeran Serkan bersama Yang Mulya Seika pergi ke istana Al Hasyim untuk meminta maaf mengenai peristiwa tidak menyenangkan yang terjadi di acara berkuda. Akibat kejadian tersebut hubungan antara Yang Mulya Seika dan kakaknya jadi renggang. Bagaimanapun Serkan tetap merasa punya tangung jawab untuk menjaga hubungan kekerabatan. Karena alasan itu Pangeran Serka setuju untuk ikut datang sebagai yang lebih muda meski tahu pamannya masih sangat marah.Serkan bicara dengan pamannya di depanmeja besar, duduk saling berhadapan dalam ketegangan urat syaraf yang sama sekali tidak bisa merileks kan. Tuan Hasyim pria yang kolot dan kaku sementara Serkan pemuda yang keras. "Seharusnya kau ingat jika sudah bertunangan dengan sepupumu!" Tuan Hasyim masih sangat tersinggung dengan tindakan Serkan.Pangeran Serkan tiba-tiba membawa wanita lain yang dia akui sebagai istrinya di hadapan semua orang dan pastinya Putri Kalifa yang paling dipermalukan."Maaf Paman, aku tidak bermaksud menyinggung Putri Ka
Tempat tidur di samping Anelies mulai bergerak pelan, Anelies tidak tahu jika Pangeran Serkan sedang merangkak ke atas ranjang cuma dengan memakai handuk yang terlilit di pinggang. Anelies tidak berani bergerak karena dia sudah terlanjur pura-pura tidur. Pangeran Serkan semakin dekat, sangat harun dan segar. Anelies merinding, jantungnya berdegup kencang tidak beratiran begitu merasakan sentuhan lengan Pangeran Serkan yang terulur melintasi tubuhnya. Seandainya tidak sedang pura-pura tidur pasti Aneleis sudah melompat kabur. Anelies terus berdoa semakin giat agar selamat dan ternyata Pangeran serkan cuma bermaksud memungut ponsel Anelies yang tergeletak di samping bantal. Layar ponsel Aneleis masih menyala karena tadi lupa dia matikan saat terburu-buru memejamkan mata. Pangeran Serkan mematikan ponsel milik Anelies kemudian meletakkannya di atas meja nakas dan pergi untuk berpakaian. Anelies memang sering lupa menjauhkan ponsel dari kepala. Kapan hari Anelies juga ketiduran sambil ma
Anelies harus segera bertemu Tuan Jalal, dia harus memberitahu jika Putri Kalifa kembali ke istana Zubair. Tapi Anelies tidak memiliki akses untuk menghubungi Tuan Jalal, ponselnya cuma bisa untuk menelpon Pangeran Serkan dan Omar. Anelies terus mengawasi Putri Kalifa yang dibawa masuk dari pintu utama istana Zubair. Walupun Anelies tidak ingin iri dengan perlakuan mereka terhadap Putri Kalifa, tapi tidak tahu kenapa tiba-tiba ada yang rasanya tidak enak di perut dan rongga dadanya. Anelies pikir mungkin pada akhirnya Pangeran Serkan memang akan tetap menikahi Putri Kalifa ketika nanti kontrak mereka selesai.Pangeran Serkan dan Putri Kalifa akan hidup bahagia sebagai pasangan suami istri dan Anelies bisa pergi bebas untuk kembali mencari keluarganya. Tapi kenapa tetap ada yang tidak benar di perut Anelies tiap kali memikirkan hari itu. Anelies harus sering-sering ingat jika dia cuma sedang menjalani pernikahan kontrak. Dia bukan siapa-siapa untuk benar-benar jadi istri seorang panger
Kenapa sulit sekali bagi Aneleis untuk membaca pikiran Pangeran Serkan, bahkan ketika pria itu sedang menatapnya.Benar-benar gawat jika Anelies sampai ketahuan berbohong. Anelies terus berdoa giat-giat agar tidak sampai ketahuan dan agar segera mendapatkan ide untuk berkelit lagi. Anelies menghela napas untuk merilekskan punggungnya supaya tidak terlihat tegang. Pangeran Serkan bisa sangat jeli dan tidak bakal suka dibohongi.Pangeran Serkan masih duduk di hadapan Anelies, netra hijau pekatnya seperti berpendar dalam pencahayaan yang agak suram. Anelies merinding tapi tidak boleh terlihat gugup agar Pangeran Serkan tidak curiga."Ketika kau sepakat untuk memulai perjanjian ini, aku tidak pernah main-main dengan semua peringatanku!" Serkan terus mengingatkan. "Karena jika sampai rahasia kita terbongkar, aku pun tidak bisa menyelamatkanmu!"Seharusnya sejak awal Anelies sadar, seberbahaya apa permainan mereka di lingkungan istana. Anelies di bawa pulang oleh Pangeran Serkan setelah dia
"Pangeran tidur di sini?" Maryam terkejut melihat Pangeran Serkan tidur sambil terduduk di samping ranjang kakaknya."Maaf aku tidak sengaja tertidur."Bisa saja Serkan pergi ke kamar wanita yang akan lebih menerimanya tapi ternyata dia pilih pergi ke kamar Pangeran Rasyid. Pangeran Serkan sudah menghabiskan sepanjang malamnya utuk bercerita karena yakin sang kakak bisa mendengar seperti yang diceritakan Anelies.Serkan berdiri, kemudian mencium kening kakaknya sebelum berpamitan pergi. Serkan bersumpah akan membongkar semua kejahatan di sekitar mereka dan kembali berbisik."Aku tahu kau mendengarkanku, kau sudah bersamaku, doakan aku hari ini!"Hari ini Pangeran Serkan akan memimpin sidang dewan eksekutif kerajaan. Sidang yang nanti bakal sangat menentukan dukungan untuk Pangeran Serkan agar segera bisa dinobatkan selepas masa berkabung usai. Masa berkabung tinggal dua bulan lagi, dia tidak boleh kalah dari Tuan Jalal dan saudara tirinya Pangeran Sofyan.Serkan berjalan keluar sambil
BAB 35 TERUS DI INTAIHari masih pagi, Pangeran Yusuf bergegas pergi ke Istana Zubair agar bisa tiba-tiba lebih dulu sebelum Pangeran Al-Waleed. Yusuf harus meyakinkan Putri Sofia jika Pangeran Al-Waleed sangat berbahaya. Pangeran Al-Waleed tidak akan segan melakukan tindakan kejahatan demi mencapai tujuannya.Matahari sudah terik dengan langit biru cerah. Kira-kira lima belas menit dari istana Zubair, di tengah kondisi jalanan yang sedang sepi, rombongan pengawal Pangeran Yusuf dihadang di tengah jalan."Kenapa kalian berhenti?" Yusuf melihat tidak ada kemacetan. "Ayo tetap jalan!"Mobil tetap berhenti, sama sekali tidak ada yang mematuhi perintah Pangeran Yusuf. Saat itu Pangeran Yusuf mulai sadar ada yang tidak beres."Ada apa dengan kalian?"Ketika Pangeran Yusuf ingin keluar membuka pintu, ternyata pintu mobilnya dikunci."Buka pintunya!"Perintah Pangeran Yusuf tetap tidak dihiraukan, seluruh pengawalnya tidak ada yang bergeming. Pangeran Yusuf sedang terjebak seorang diri dan s
BAB 34 TIDAK MAU KALAHPangeran Yusuf melepaskan cengkeramannya dengan sebuah ancaman tegas. Yusuf yakin seharusnya Pangeran Al-Waleed segera mengambil pelajaran untuk tidak lagi berbuat macam-macam.Meski cengkeraman di pergelangan lengan Pangeran Al-Waleed telah dilepaskan, tapi rasanya masih seperti remuk hingga ke tulang. Pangeran Al-Waleed semakin terkejut ketika melihat jejak memar kebiruan di kulitnya yang mulai membengkak. Padahal cuma cengkeraman dari satu tangan, mustahil bisa meninggalkan jejak memar seperti itu. Diam-diam Pangeran Al-Waleed juga masih menahan nyeri sampai dia mengantar Pangeran Hamdan di pintu keluar istana.Setelah Pangeran Hamdan serta Pangeran Yusuf pulang, Pangeran Al-Waleed buru-buru pergi ke kamarnya dengan langkah cepat terburu-buru."Suruh pelayan untuk mengantar kantong es ke kamarku!" Pangeran Al-waleed memberi perintah pada Abdul sambil terus berjalan cepat.Sesampainya di dalam kamar, Pangeran Al-Waleed langsung pergi ke toilet untuk melepas
BAB 33 GARA-GARA PANGERAN YUSUFPutri Sofia memang sudah bicara jujur pada Zahra mengenai kebohongannya selama dia kabur dari istana. Putri Sofia sudah mengaku telah bersembunyi di rumah Zahra dengan dibantu oleh adik laki-lakinya, tapi Sofia tetap tidak akan membiarkan Zahra sampai tahu jika Faaz sudah mencium bibirnya.Setiap kali Putri Sofia juga masih sering diam-diam meraba bibirnya yang seperti masih berjejak pekat tanpa sepengetahuan Zahra. Kali ini Putri Sofia sedang dalam perjalan menuju resort pantai untuk mengunjungi Yang Mulya Seika dengan di temani Zahra, tiba-tiba saja mobil mereka berhenti di tengah jalan."Kenapa berhenti?" Putri Sofia menoleh Zahra yang duduk di sebelahnya."Tunggu, biar saya periksa."Zahra lekas keluar untuk memeriksa. Kondisi jalan sudah gelap dan sepi, rasanya memang agak aneh. Putri Sofia yang ditinggal seorang diri di dalam mobil mulai was-was karena Zahra tidak kunjung kembali setelah hampir sepuluh menit. Tiba-tiba saja seorang pria berbadan
BAB 32Putri Sofia sedang tidak dapat berkelit dari tatapan Zahra yang mustahil tertipu oleh kegugupannya. Putri Sofia benar-benar tidak memiliki pilihan."Kau harus berjanji tidak akan memberitahu siapapun!"Akhirnya Putri Sofia bercerita, mulai dari dia salah masuk ke mobil Zahra, hinga mengancam Faaz untuk membantunya bersembunyi. Putri Sofia juga mengaku dirinya yang memaksa Faaz berbohong untuk mengantarnya pulang ke istana. Putri Sofia cuma tidak bercerita jika Faaz sudah mencium bibirnya karena marah."Oh, Tuhan ...!" Tiba-tiba Zahra merasa seperti kakak perempuan dengan dua adik kecil yang kompak berbohong. "Yang Mulya Serkan bisa sangat murka jika sampai tahu hal ini!""Tidak ada yang tahu asal kau tidak bercerita!" Sofia melempar tatapan tegas pada Zahra sambil menjentikkan jari. "Ingat kau sudah berjanji untuk menjaga rahasia!"Zahra kembali terhenti syok karena baru sadar dirinya bakal terlibat dalam kejahatan. Putri Sofia bisa sangat enteng berbohong tapi sungguh Zahra se
BAB 31 PUTRI SOFIA KETAKUTAN"Aku akan menebus semua hutang ciumanku di bibirmu!" Kalimat itu terus terngiang di telinga Putri Sofia sampai kemudian dia melihat Faaz melompat ke dalam lautan api. Putri Sofia menjerit histeris dan langsung sontak terbangun. Putri Sofia sangat takut, entah mimpi mengerikan itu pertanda untuk apa. Sebuah mimpi yang membuat Putri Sofia terbangun dalam linangan airmata membingungkan."Cuma mimpi, Sofia ...!" Bibir Putri Sofia bergumam sendiri sembari membasuh dadanya yang masih terus berdebar.Sekarang Putri Sofia bukan cuma takut memikirkan Faaz yang sedang berada di medan pertempuran, gadis muda itu juga mulai takut memikirkan perasannya sendiri. Bila mimpi adalah sebagian luapan perasaan yang terpendam, lantas apa benar Sofia ingin Faaz menebus setiap ciumannya?Tepat ketika Putri Sofia menjerit histeris dan sontak terbangun saat itu juga Faaz perlahan membuka kelopak mata."Dia siuman!" Kemal segera mendekati ranjang Faaza yang sudah berbaring pingsan
BAB 30 PERSAINGANDengan cukup cerdik, Putri Sofia berhasil mengulur waktu perjodohannya dengan Pangeran Al-Waleed tanpa menciptakan konflik. Putri Sofia juga sedang menantang Pangeran Al-Waleed untuk membuatnya jatuh cinta. Putri Sofia sama sekali bukan gadis yang gampang terpukau hanya dengan harta, tahta dan ketampanan.Sayangnya Putri Sofia tidak tahu bila wanita yang menantang untuk ditaklukkan justru bakal menjadi sangat menarik bagi Pangeran Al-Waleed. Pangeran Al-Waleed tidak akan melepaskan Putri Sofia, bahkan dia bakal semakin posesif untuk menjaga calon ratunya.Putri Sofia masih duduk di depan cermin untuk menyisir rambut panjangnya yang mulai pudar dari warna perak. Tiba-tiba ponsel Putri Sofia bergetar, sebuah pesan masuk dari Pangeran Yusuf.[Kau sudah bertemu Pangeran Al-Waleed?] Pangeran Yusuf benar-benar ingin tahu mengenai pertemuan tersebut.[Ya] Putri Sofia cuma mengetik jawaban singkat.[Bagaimana dengan pertemuan kalian?] Pangeran Yusuf terus penasaran dengan de
BAB 29 PERJUANGAN LAKI-LAKIMisi pasukan bantuan bukan untuk terlibat dalam pertempuran, mereka netral atas dua belah pihak yang bertikai. Fokus pasukan bantuan adalah melindungi warga sipil yang ikut terjebak dalam konflik bersenjata, mengevakuasi mereka dari zona pendudukan musuh, serta pembebasan sandera dan memberi bantuan apapun yang berkaitan dengan kebutuhan hidup warga sipil.Tapi nampaknya pihak musuh tetap kurang suka dengan kehadiran pasukan bantuan dari beberapa negara sahabat. Mereka memblokir akses masuk seluruh tim bantuan untuk masuk wilayah yang telah mereka kuasai. Masyarakat sipil terisolasi, kelaparan dan mendapat serangan fisik yang sebenarnya sangat dikecam oleh peraturan perang internasional.Faaz dan pasukan yang telah tiba selama tiga hari di larang melakukan evakuasi terhadap warga sipil di zona pertempuran. Mereka dijaga ketat di area perbatasan. Beberapa tentara bantuan mulai geram dengan sikap pihak yang tidak mematuhi hukum humaniter internasional."Kita
BAB 28 PANGERAN AL-WALEEDAbdul bergegas menghadap Pangeran Al-Waleed untuk segera menyampaikan berita dari Yang Mulya Serkan. Ketika Abdul tiba, Pangeran Al-Waleed terlihat sedang membahas strategi kerja sama ekonomi dengan salah satu negara barat. Rapat pembicaraan penting itu langsung dihentikan oleh Pangeran Al-Waleed begitu dia melihat Abdul datang dengan sebuah isyarat mengenai Putri Sofia."Pembicaraan ini kita lanjutkan Minggu depan."Pangeran Al-Waleed berdiri dari tempat duduknya untuk membubarkan semua orang yang duduk di sekeliling meja besar. Setelah semua orang berangsur pergi Pangeran Al-Waleed segera menatap Abdul."Apa yang ingin kau sampaikan?""Yang Mulya Serkan baru memberi kabar bila Putrinya telah pulih dari sakit. Yang Mulya Serkan ingin kembali mengatur pertemuan Putri Sofia dengan Anda, Pangeran."Pangeran Al-Waleed cukup terkejut. Artinya selama ini Putri Sofia memang benar-benar sakit, gadis itu tidak kabur dari perjodohannya."Segera atur pertemuan kami sec
BAB 27 PANGERAN YUSUFPangeran Albani sedang berkuda di halaman istal Istana Ar-Rasyid bersama Pangeran Yusuf. Diam-diam Pangeran Yusuf terus memperhatikan ayahnya dan akan selalu teringat kilasan pertengkaran orang tuanya. Pertengkaran yang penuh kebencian seolah sama sekali tidak ada cinta di antara mereka. Merasa terlahir dari kebencian membuat Pangeran Yusuf merasa seperti anak yang tidak seharusnya ada."Yusuf, ayo kejar adikmu!" Pangeran Albany memberi perintah agar Pangeran Yusuf mengejar Pangeran Rasyid yang keluar dari jalur berkuda.Pangeran Yusuf segera menyentak kekang kudanya untuk mengejar. Pangeran Rasyid yang masih anak-anak masih sangat ceroboh ketika menunggangi kuda besar, anak laki-laki itu bisa jatuh terlempar dari punggung kuda."Rasyid, berhenti!" Yusuf mengejar sambil berteriak. "Kau akan terlempar!"Pangeran Yusuf terus mengejar sampai cukup dekat tapi tiba-tiba Pangeran Yusuf melambat dan Rasyid benar-benar terjatuh."Ao!"Pangeran Rasyid terlempar cukup kera