Swuuuuuuush! Tujuh raja Naga penguasa Domain Batu Surgawi melesat kearah Xiao Chen. yang diikuti oleh serangan cakar mulai tertuju kearah tubuh Xiao Chen. Hal ini harus membuat Xiao Chen secara cepat memutarkan tubuh, diikuti oleh gerakan langkah seribu petir yang begitu cepat hingga membuat serangan dari tujuh raja naga itu hanya menyerang ruang kosong! "Hanya tahap Raja Langit, bahkan kemampuannya menyerupai tingkat Kaisar Langit... Pria ini..." Sriiiiiiiing! Salah satu raja Naga harus menghentikan ungkapannya, pasalnya pedang emas yang begitu elegan tiba tiba muncul dari kehampaan. Lalu berputar putar, dan berusaha menebas salah satu bagian tubuh raja naga itu. Kraaaaaaaaash! Boooooooosh! Namun kekompakan sebagai para penguasa Domain Batu Surgawi mereka perlihatkan. Melihat rekan mereka lalai, enam raja naga lainnya segera menutup celah itu yang harus membuat Xiao Chen segera meraih pedang Naga Langit, dan segera mundur dari tempatnya berpijak! "Pe-pedang itu
Saat ini Xiao Chen dengan transformasi phoenixnya hanya terlihat terbang memutar diatas langit domain Batu Surgawi dengan kepakan sayap cepatnya. Namun bagi ketujuh raja Naga, mereka merasa kapan saja Phoenix berbulu indah diatas langit itu dapat merobek tubuh mereka ketika lengah dalam memperhatikan pergerakannya. "Kalian lihat apa? Gunakan formasi gabungan, tali naga penghancur roh!" Raja Naga utama berteriak kesal, dia melihat teman temannya malah hanya mencari jarak aman. Swuuuuuuuuuush! Sebelum sang Phoenix melancarkan serangannya, kini ke tujuh raja Naga kembali membentuk formasi tangan yang sama. Pergerakan mereka begitu cepat! Hingga akhirnya, bintang formasi yang sedikit mirip seperti serangan gabungan mereka telah terbentuk! Swuuuung! Namun bedanya, dari mata bintang formasi puluhan tali besar yang memiliki permukaan kasar telah bergerak, dan mencoba mengikat tubuh transformasi Phoenix Xiao Chen secara tiba-tiba! Kyaaaaaaaat! Kyaaaaaaaat! Anehnya, Xiao Chen t
"Orang yang sebentar lagi akan mati tidak layak untuk menanyakan identitasku..."Swoooooooosh! Api hati naga yang telah berevolusi menjadi api ungu keemasan mulai menyelimuti pedang naga langit. Melihat hal ini, Raja Naga menarik pedangnya. Dia tidak bodoh, mengetahui bahwa api Surgawi peringkat tiga, dan empat telah menyatu dia memilih untuk segera mundur sembari memaki kebodohan saudara tirinya yang telah mati. "Bajingan itu benar benar bodoh! Api ungu malah menyatu dengan api Hati Naga... Arghhhh! Bagaimana caraku mendekatinya?" Raja Naga sedikit kebingungan, namun bukan bearti dia menyerah begitu saja. Swuuuuuuuuush! Pasalnya, Xiao Chen telah menggunakan teknik langkah seribu petir. Bergerak zig zag, Xiao Chen tiba di hadapan Raja Naga hanya dalam satu tarikan nafas. Kecepatan yang mengerikan, kini harus membuat Raja Naga memutar tubuhnya seratus delapan puluh derajat. "Sembilan Pedang Phoenix! Langkah pertama!" Setelah tiba di hadapan Raja Naga, seketika Xiao Chen mengerahka
Tubuhnya yang besar, saat ini Raja Naga harus memperlihatkan bagaimana dia terluka akibat pertukaran serangan roh yang barusan terjadi. Tapi tidak dengan Xiao Chen, dia telah melambaikan tangannya. Hingga roh miliknya kembali ke dalam tubuhnya sendiri. "Kemampuanmu..." Raja Naga tidak bisa berkata lagi, pasalnya Xiao Chen tidak berada di tempatnya berpijak! Menyadari akan adanya serangan kuat kearah tubuhnya, kini Raja Naga telah menggoyangkan tubuh besarnya, dia akan menggunakan kekuatan ruangnya. Namun tindakannya telah terlambat! Booooooooom! Pasalnya pedang Naga langit telah menancap kearah tubuhnya. Lalu seperti menerima beban jutaan ton yang tidak bisa membuat tubuhnya terbang diatas langit. Kini tubuhnya yang besar harus dibuat jatuh kearah permukaan tanah secara cepat. "Si-sial... A-aku matipun akan menyeret mu dan mati bersamaku!" Boooooooosh! Xiao Chen yang berada diatas tubuh Naga itu terlihat terkejut. Pasalnya, energi besar harus menyebabkannya terlempar ke
Xiao Chen tidak salah mengenali orang, rombongan yang datang adalah Xiao Yue. Namun mereka semua menggunakan jubah yang sama, dengan lambang Phoenix dan Naga di balik punggung mereka. "Sepertinya pertempuran ini baru selesai... Sekarang cari artefak bintang merah darah sesuai ungkapan ayahku!" Xiao Yue memberikan perintah. "Baik tuan putri!" Meski keberadaan rombongan Xiao Chen begitu jauh, namun dia dapat mendengar secara jelas perkataan Xiao Yue ini. Wajahnya memang tidak menggambarkan reaksi apapun. Tapi Fang Li, dan She Ying menyadari, bahwa Xiao Chen ini nampak kecewa. "Tuan..." "Tidak ada apa apa..." "..." Suasana seketika hening, dan karena Xiao Chen tidak mungkin menampakan diri. Dia mulai menandai bahwa misi telah selesai yang membuat portal teleportasi langsung membawa rombongannya pergi kearah misi ke tiga. Namun kedatangan mereka di suatu tempat yang begitu megah membuat Xiao Chen bertanya, "dimana tempat ini?" Lue Dong menaikan bahunya, namun tidak
Bahkan Kaisar Roh sempat terkejut melihat reaksi wajah Chen Xiao yang terlihat biasa saja. Tidak terlihat ada penekanan, meski Kaisar Roh telah mencoba menindas dengan aura dan Roh terkuat miliknya. "Apa yang membuat senior marah? Mungkin aku tidak perduli dengan garis takdir hidup dan mati milikku... Tapi, aku memiliki beberapa teman yang tak mungkin mereka berkorban sepertiku..." "Lalu maumu bagaimana?" Menyesap arak didalam gelas kecilnya, Xiao Chen kemudian berkata, "jika senior mampu menjamin keselamatan temanku, maka aku tidak akan sungkan untuk membantumu..." "Hanya itu? Dan kenapa kamu seperti terlalu percaya diri bisa melakukan hal itu sendiri?" "Apa maksud senior aku akan mengorbankan mereka, lalu aku harus melarikan diri tanpa mereka?" Xiao Chen jelas menunjukan raut wajah tidak sukanya. Dia meletakan gelas kecil, lalu beranjak dari tempat duduknya. "Aku Chen Xiao tidak akan pernah mengorbankan orang lain, apalagi memanfaatkan orang lain yang harus menerima kerugian
"Senior tidak tahu? Mereka tunduk padaku, juga karena misi yangg harus ku jalankan..." Salah satu alis Kaisar Roh terangkat dengan sendirinya, "jika begitu aku paham maksudmu... Sepertinya empat penguasa di Aula Langit memang telah membuat rencana... Hal ini diartikan kekacauan tiga benua juga akan segera terjadi..." Xiao Chen tidak menjawab apapun, dia hanya berpikir bukankah Kaisar Roh bekerja sama dengan Aula Langit? "Sudahlah... Mari ikuti aku, karena lelang akan segera dimulai, maka kita harus menyusun rencana bersama!" Saling menganggukan kepala mereka, kini keduanya telah lenyap dari dalam penginapan lalu muncul di atas langit yang begitu tinggi. "Senior, jika boleh tahu, sebenarnya siapa penguasa wilayah disini?" Kaisar Roh mulai tersenyum tipis, "apa kamu takut? Hahaha! Tenang saja, seluruh wilayah ini sebenarnya netral, jadi tidak akan ada penguasanya... Tapi disini adalah tempat bertemunya para kultivator kuat dari tiga benua, jadi pertempuran, kekacauan dan se
"Kaisar Obat Chei Wian? Bukankah dia seorang wanita? Kenapa suaranya terdengar laki?" "..." Xiao Jian hanya bisa diam, seketika dia menarik perintah untuk mengurungkan niat dalam membentuk jebakan. * Ditempat Xiao Chen berada. "Lalu bagaimana lagi?" "Sang Pahlawan akan tiba... Senior, sepertinya kamu takut pada sosok yang tiba saat ini?" Xiao Chen menatap kearah retakan ruang dimensi yang terjadi. Sesaatnya, pria tampan dengan satu tanduk di tengah keningnya muncul dari dalam retakan itu. Pria itu wajahnya memang terlihat kalem, akan tetapi aura yang terasa begitu kuat. Bahkan mampu mengguncang seluruh wilayah itu hanya dengan satu pijakan kakinya. "Ternyata nyali Penguasa faksi Naga dan Phoenix dari Aula Langit hanya segitu saja? Aula Langit yang sekarang, sudah bukan tandingan ku lagi!" pria itu terbang santai, lalu melewati semua kultivator tanpa memperhatikan sekitarnya. Melihat pria yang merupakan penguasa benua Ashura tidak mengalihkan perhatian. Kini Kaisar
Swoooooooshh! Hanya membutuhkan waktu satu menit. Serangan akhir dari segalanya telah tercipta didepan mulut keduanya. Xiao Jian berhasil membentuk tombak raksaksa dengan mengandalkan seluruh energi Qin nya yang tersisa. Namun tidak dengan Xiao Chen, dia yang ingin mengakhiri pertempuran ini segera menyatukan seluruh eksistensi kemampuan dari tiga elemennya yang telah membentuk bintang raksaksa tiga warna. Belum kedua serangan itu bertabrakan, akan tetapi fluktuasi energi dari gesekan eksistensi tahap Abadi telah terjadi pada keduanya. Gelombang energi menyebar begitu mengerikan. Hingga keduanya memekik kembali diikuti oleh melesatnya serangan keduanya yang saling berlawanan arah. Swuuuuuuuuuung! Tekanan fluktuasi bertambah kuat, lalu diikuti oleh menyebarnya cahaya dan rusaknya ruang sejauh seribu kilometer dari tempat pertempuran. Suara ledakan bagaikan hancurnya satu benua pun ikut menyebar. Booooommm! Saaat ini, suasana menjadi hening. Namun kerusakan masih terjadi
"A-apa tumbuh lagi..." Xiao Jian sedikit terkejut, namun setelahnya senyum kemenangannya lenyap. Yang diikuti oleh pernyataan anaknya yang selalu meminta bantuan bagaimana cara menghadapi Xiao Chen yang tubuhnya abadi. "Ternyata ini keluhan Yue'er selama perintah ku untuk membunuhmu... Xiao Chen, aku benar benar meremehkan mu..." Xiao Chen tidak menjawab apapun, Kultivasi tahap Abadi adalah segalanya. Selagi apa yang dia inginkan, pasti dia dapat menciptakannya dengan kekuatannya itu. Swuuuuuuuush! Tidak ingin menghadapi Xiao Chen dan berniat kabur untuk saat ini. Xiao Jian akan memikirkan bagaimana cara membunuh sosok Xiao Chen dimasa depan nanti. Akan tetapi, kejutan terjadi. Ruang seakan terkuci. Apa yang ditakuti oleh Penguasa Ashura juga muncul di benak Xiao Jian. "Po-pohon kepahitan... Se-sepertinya aku sudah tidak bisa untuk melarikan diri lagi?!" Melihat ke arah Xiao Chen, tiba tiba rantai emas mengikat tubuhnya secara cepat. Tidak bisa reflek menghancurkan, bahkan m
Merasa tidak ada gunanya untuk terus berbicara, karena musuh utama belum tereliminasi. Tiba tiba kesadaran Roh jiwa didalam tubuhnya bergejolak. Resonansi dari kelahiran kekuatan Abadi dapat dirasakan secara jelas oleh Xiao Chen saat ini. "Apa energi ini berasal dari paman?" Swuuuuuuuuush! Lenyap dari tempatnya, Xiao Chen muncul di perbatasan barat wilayah Aula Langit yang disambut oleh pasukan elite milik ayahnya. "Penguasa... Sepertinya ada kelahiran Abadi yang baru..." Xiao Chen menganggukan kepalanya untuk membenarkan ungkapan itu. "Benar... Kalian berjagalah disini, ingat beri pesan jika ada sesuatu yang buruk..." "Baik penguasa... Tapi kemana Penguasa akan pergi?" Tersenyum tipis, Xiao Chen segera menjawab pertanyaan itu. "Menyambut, dan memberi selamat kepada paman setelah naik menjadi tahap Abadi..." Sempat merasakan energi yang mencapai tahap Abadi memiliki aura Phoenix, Xiao Chen sudah mengetahui siapa entitas itu. "Baiklah..." Swuuuuuuuush!
Puluhan ribu kultivator yang tak lain anggota halaman dalam berdatangan kearah sumber suara. Meski mereka belum mengenal siapa sosok Chen Xiao, tapi dari daftar buronan yang Xiao Jian sebarkan. Sosok Chen Xiao adalah Xiao Chen, yang memiliki wajah tampan, disertai rambut panjang terurai memutih dengan tampilan elegan. "Kaa-kamu Xiao Chen! Berani sekali datang kemari!" "Xiao Chen apa kamu ingin menyerahkan dirimu?!" "Tahu diri juga kamu datang tanpa dicari?!" Raut wajah Xiao Chen berubah menjadi datar, tidak ada rasa takut yang terlintas di wajahnya. Yang pasti, ribuan pasukan lain, yangg merupakan anak buah dari Kaisar Phoenix di masa lalu telah berkumpul di satu titik, tepat di istana utama perkumpulan lima penguasa di halaman dalam. "Aku tidak memiliki waktu untuk meladeni kalian, sekarang... Katakan dimana Xiao Jian, dan tiga penguasa lainnya!" Swuuuuuuuuuung! Hanya menunjuk satu jari kebawah, sontak tekanan gravitasi yang mengerikan harus membuat puluhan ribu kultivator
Swoooooosh! Dibarengi dengan ungkapan rasa terkejutnya, Xiao Chen telah berhasil menciptakan bintang tiga warna diatas telapak tangannya. Berkelebat cepat, sosoknya kemudian lenyap dari pandangan. Seketika tubuh bagian punggung dari Penguasa Ashura terasa dingin. Hingga dia membalikan tubuhnya, dia hanya bisa membelalakan matanya diikuti oleh rasa sakit yang menghantam tubuhnya. Boooooooooosh! Bintang kecil itu telah terlepas dari kendali tangan Xiao Chen. Untuk memastikan sosok Penguasa Ashura akan tewas, Xiao Chen menikmati pemandangan itu hingga tak lama. Ledakan maha dahsyat, diikuti oleh robekan ruang terjadi sejauh seratus kilometer dari area pertempuran keduanya. Situasi menjadi hening setelah ledakan maha dahsyat itu. Hingga mata Xiao Chen harus menyipit. Pasalnya dia melihat bayangan Roh yang berusaha kabur dari tempatnya berada. "Tidak cukup untuk menghancurkan Roh abadinya?" Swoooooooosh! Seuliet bayangan membentuk sebuah pedang melesat cepat kearah pelarian
Menghentikan apa yang akan dia lakukan kembali. Kini Penguasa Ashura segera mundur setelah lonjakan energi dahsyat keluar dari tubuh Xiao Chen. "Tidak mencapai satu hari... I-ini mustahil... Ternyata semengerikan itu energi jiwa bintang..." Ungkapan kejutnya berhenti. Saat ini, dia melihat bintang raksasa diatas langit telah lenyap. Bahkan sosok Xiao Chen yang tadinya terbaring itu mulai berdiri, dan membuka matanya. "Inikah kultivasi yang diinginkan semua orang? Bahkan, mereka yang menginginkan tahap ini, akan melegalkan semua cara demi mencapainya..." Suaranya terdengar biasa, namun jelas Penguasa Ashura dapat mendengar nada kebencian didalam suara itu. "Kamu baru naik menjadi tahap Langit Abadi... Untuk apa aku takut padamu?" "Benarkah?" Swuuuuuuuuuuung! Xiao Chen meledakan sedikit aura didalam tubuhnya. Sontak udara di tiga daratan Benua Langit bergetar hebat. Fenomena alam yang tadinya terus meramaikan suasana kini bertambah menjadi lebih mengerikan. "Membunuh semua o
"Jika tahu diri minggirlah... Hari ini energi jiwa bintang harus menjadi milikku...," suara dingin kembali terdengar, diikuti oleh kemunculan penguasa Ashura yang kini telah benar benar terlihat dimata Kaisar Roh, Chei Wian, dan juga Yao Ling secara jelas. "Meski aku mati, sebelum proses yang dilakukan Yao Yi berhasil... Aku juga tidak akan pernah menyesal!" Pedang tipis muncul digenggaman tangan Kaisar Roh. Dia tanpa rasa takut berada di garda depan untuk melindungi Xiao Chen. Tak hanya Kaisar Roh yang menunjukan keberaniannya, Chei Wian, bahkan Yao Ling yang kultivasinya telah menurun mulai mengeluarkan senjata kebanggan mereka secara serentak! "Hanya para keroco yang tak tahu diri... Mengingat kita pernah berteman, aku tidak akan membunuh kalian?!" Swuuuuuuush! Penguasa Ashura melesat cepat, hanya sekedipan mata. Kaisar Roh, Chei Wian, dan Yao Ling harus terpental ke arah yang berbeda. Waktu yang begitu singkat itu, bahkan tidak sempat untuk mereka memberikan perlaw
"Pasti janjimu akan terwujud..." Yao Yi menjawab penuh keyakinan. Xiao Chen tersenyum hangat kepada istrinya itu. Lambaian lembut kearah rambut panjang nan halus itu membuat Yao Yi nyaman. Namun setelah pagi harinya. Xiao Chen yang tertidur diatas atap Paviliun Phoenix Abadi tersadar. Bahwa dia melupakan hari bahagianya sendiri. Namun dia juga teringat, saat ini tubuhnya sendiri tidak dapat menahan lagi ganasnya racun yang menyerang seluruh organ penting didalam tubuhnya. Menggunakan kekuatan ruang, dia mencari istrinya ke seluruh tempat. Namun dia tidak menemukannya. Hingga dia bertemu dengan Kaisar Roh yang tengah menatap patung sosok Xiao Chen berada. "Senior apa kamu melihat istriku?" Kaisar Roh menggelengkan kepalanya, "bukankah seharusnya tadi malam dia bersamamu?" "..." Hanya diam tak menjawab, wajah Xiao Chen seketika menunjukan kekhawatirannya. Namun jari lembut menepuk bahunya. Sosok yang dia cari ternyata muncul di belakangnya sembari tersenyum kecil. "Gege...
Cahaya merah darah menembus ruang begitu cepat diikuti oleh gerakan dari bintang Raksaksa yang kembali bergerak kearah Xiao Chen. Dua tekanan hebat kembali terjadi, namun Xiao Chen harus membelalakan matanya. Pasalnya hal mengejutkan terjadi, bintang merah darah dihadapannya hancur. Diikuti oleh ledakan dahsyat yang membuat tubuhnya terlempar begitu jauh. Sama halnya dengan Xiao Jian. Namun kondisinya tak separah yang dialami oleh Xiao Chen. Dia hanya terlempar, lalu merasakan serangan balik dari gabungan ribuan formasi yang dia ciptakan. "Si-sial tidak bisa melanjutkan pertempuran lagi..." Merasa kondisi pertempuran bisa berbalik. Dan tak mungkin dapat membawa tubuh Xiao Chen. Kini Xiao Jian segera memerintahkan semua pasukannya untuk mundur. Tanpa ingin mengejar empat penguasa itu yang kabur, Yao Yi segera menggunakan kekuatan ruangnya. Dia muncul dan menangkap tubuh Xiao Chen yang lemas. Bahkan kulit pada seluruh tubuhnya terasa dingin dan terlihat memucat. "Ra-racunmu.