Share

CH-363

last update Huling Na-update: 2025-04-05 13:43:46

Suara-suara penuh amarah mulai membanjiri udara. Mereka yang tadinya terkapar di tanah, dengan luka-luka parah di tubuh mereka, kini mulai bangkit perlahan. Mereka tidak berdiri karena pulih, melainkan karena dorongan kebencian yang menyala dalam dada mereka, membakar rasa sakit dan menggantikannya dengan amarah yang tak terbendung.

Para Tetua yang tersisa, dengan tubuh gemetar dan wajah penuh darah, mulai menunjuk Leluhur mereka dengan jari-jari yang gemetar.

“Terkutuk! Kau bukan manusia... Kau adalah iblis dalam wujud manusia!”

Mata Leluhur Klan Yan berubah tajam. Namun bukan karena penyesalan—justru sebaliknya, ia tersenyum penuh kebanggaan. Senyum iblis yang merayakan kehancuran moralnya sendiri.

“Hahaha... aku memang iblis! Tapi aku adalah iblis yang menyelamatkan kalian! Berkat kekuatanku, klan ini bisa bertahan di Alam Zuwu! Berkat kekuatanku, nama Klan Yan disegani! Jika kalian dianggap mulia, itu bukan karena kalian hebat, tapi karena kalian adalah milikku! Semua pujian itu u
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Kaugnay na kabanata

  • Kultivator Inti Semesta   CH-364

    Tanpa menunggu jawaban, tubuh leluhur Klan Yan melesat bagai kilat merah darah, menyisakan jejak robekan di udara. Gas merah yang mengelilinginya memekat, menelan cahaya bulan di langit.Namun, pada saat bersamaan, Xiao Tian pun mengangkat tangan kanannya, dan dari dalam cincin dewanya, seberkas cahaya hitam pekat melesat. Sebilah pedang tua, penuh karat dan tampak tidak bernilai, muncul begitu saja di udara, seperti muncul dari ruang hampa.Tangannya menggenggam gagang pedang itu dengan ringan, seolah-olah ia menyambut sahabat lamanya.Xiao Tian tidak menunggu lawannya tiba. Begitu pedang karat itu berada di genggamannya, tubuhnya melesat dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa. Tak ada aura yang menyertainya, tak ada ledakan kekuatan seperti pada umumnya… hanya keheningan yang mencekam, sebelum—KLANG!!KLANG!!KLANG!!Benturan demi benturan logam menggema di atas langit malam. Setiap kali pedang mereka saling berbenturan, langit bergetar hebat, dan angin yang terci

    Huling Na-update : 2025-04-05
  • Kultivator Inti Semesta   CH-365

    Xiao Tian tersenyum samar. Dalam hatinya, keputusan telah bulat.“Binatang tua, karena kamu mengatakan itu… aku tidak akan ragu-ragu.”Dia memberikan izinnya tanpa suara, dan seketika itu juga, roh pedang karat misterius meraung kegirangan di dalam kehampaan pedang. Aura iblis yang menyelimuti pedang itu tiba-tiba bergolak—liar, seperti badai yang telah lama ditahan.Di sisi lain, leluhur klan Yan tidak mengetahui sedikit pun gejolak dalam diri Xiao Tian. Dari pandangannya, pemuda itu tampak ragu-ragu karena kehabisan cara, seperti binatang terpojok yang sebentar lagi akan dicabik.Melihat itu, dia tidak membuang waktu. Dengan teriakan menggelegar, dia mengangkat pedang merah berdarahnya tinggi-tinggi. Kedua tangannya menggenggam erat, lalu menurunkannya dengan kekuatan yang mengoyak udara.ZRAAAK!!!Tebasan itu membawa tekanan luar biasa, cukup untuk meremukkan gunung kecil dalam satu tebasan.Namun Xiao Tian tidak bergerak mundur. Dia maju selangkah, lalu mengangkat pedang karat mis

    Huling Na-update : 2025-04-05
  • Kultivator Inti Semesta   Bab 1: Tangkap dan Bawa Mereka!

    Di Kota Wuyu, sebuah kota besar dari Dinasti Ming, penguasanya adalah kerajaan Wang. Namun, raja saat ini tidak bermarga Wang, melainkan bermarga Xiao. Nama raja saat ini adalah Xiao Jian, menantu raja Wang sebelumnya. Istri Xiao Jian adalah putri sulung raja Wang sebelumnya. Kini, Xiao Jian bersama istri dan anaknya sedang dikelilingi oleh jenderal dari kerajaan Wang sendiri, yang dibantu oleh tokoh-tokoh kuat dari kekuatan lain.Xiao Jian berdiri bersama istrinya, Wangmei, sementara di belakang mereka ada anak laki-laki berusia 7 tahun, bernama Xiao Tian.“Xiao Jian, sekarang aku akan mengambil nyawamu dan juga anak, istrimu. Aku akan mengambil tahta yang semestinya milikku!”Orang yang berbicara adalah Wang Chong, dia adalah adik Wangmei. Namun saat ini, adik yang paling dia sayangi memberontak, bahkan dia berani membunuh semua orang yang setia pada Xiao Jian."Adik Wang Chong, mengapa kamu melakukan ini? Jika kamu menginginkan tahta, aku tidak akan sungkan untuk memberikan semuany

    Huling Na-update : 2024-07-29
  • Kultivator Inti Semesta   Bab 2: Xiao Tian

    Wajah Wang Chong merah padam, amarahnya memuncak, matanya memancarkan aura pembunuh yang menakutkan. “Xiao Jian. Sekarang aku akan mengakhiri hidupmu terlebih dulu. Tidak perlu khawatir, kamu tidak akan kesepian. Sebentar lagi anak dan istrimu akan menyusulmu ke Neraka!”“Wang Chong. Kamu benar-benar biadab! Istri dan anakku adalah kakak dan keponakanmu sendiri. Kenapa kamu memperlakukannya seperti ini? Orang sepertimu tidak akan lama lagi akan bertemu dengan malapetaka yang lebih menyakitkan daripada ini!” Dalam hati Xiao Jian, ia berharap bahwa karma akan segera menghampiri Wang Chong dan memberinya hukuman yang setimpal. “Banyak bicara!”Baang—Sebuah pedang langsung membelah tubuh Xiao Jian menjadi dua bagian, dan pria itu mati dengan cara yang mengenaskan.Kakak ipar yang malang, aku tidak akan membiarkan siapapun mengancam posisiku. Bagiku, tidak ada kerabat ataupun teman, siapapun yang memiliki potensi merebut posisiku, mereka akan bertemu dengan kematian yang mengenaskan!" u

    Huling Na-update : 2024-07-29
  • Kultivator Inti Semesta   Bab 3: Tubuh yang Bersinar

    Xiao Tian tenggelam di dalam sungai besar, anak itu sudah tidak sadarkan diri.Berbagai binatang buas mendekat untuk memangsanya. Namun, ketika berbagai binatang buas sudah berada dalam jarak beberapa meter dari anak itu. Tubuh Xiao Tian tiba-tiba bersinar. Cahaya itu begitu kuat hingga membutakan mata para binatang buas yang mendekat. Mereka tampak bingung dan takut, segera menjauh dari Xiao Tian. Adegan itu mengejutkan, karena para binatang buas itu dikenal sangat kuat dan ganas. Binatang terlemah di antara mereka adalah binatang tingkat dua, setara dengan pendekar kelas tiga dalam ranah manusia. Sementara yang terkuat adalah binatang raja, setara dengan ranah manusia pendekar raja bumi. Binatang-binatang itu lari ketakutan menjauh dari tubuh Xiao Tian yang sangat lemah. Cahaya yang bersinar dari dalam tubuh anak kecil itu berhasil mengusir seluruh binatang buas. Bagaimana mungkin seorang anak mampu membuat para binatang buas itu ketakutan dan menjauh? Apa yang sebenarnya terjad

    Huling Na-update : 2024-07-29
  • Kultivator Inti Semesta   Bab 4: Sumpah Tian'er!

    Ketika Fa Wa sedang menangkap ikan di sungai, dengan pandangan kosong, Xiao Tian menatap langit yang biru, tangannya terkepal erat menggenggam kenangan pilu. Tiba-tiba, air mata mulai mengalir dari sudut matanya, jatuh ke tanah dan membentuk genangan kecil. Namun, itu bukan air mata biasa yang jernih, melainkan air mata darah yang merah pekat, seolah menggambarkan betapa dalamnya rasa sakit yang dirasakannya. Xiao Tian mengingat kembali saat ayah dan ibunya tewas di tangan musuh dari Kerajaan Wang dan Dinasti Ming, yang telah menghancurkan keluarganya.Dalam hatinya, dia bersumpah untuk membalaskan dendam orangtuanya. ’Ibu, ayah. Tian’er bersumpah akan membalaskan dendam kalian! Tian’er tidak akan membiarkan kerajaan Wang dan Dinasti Ming yang membuat kalian mati pergi begitu saja. Aku akan membuat mereka membayar ratusan kali lipat, jika aku tidak mampu membalas dendam, aku bersumpah untuk tidak menjadi manusia!’Ziyan Rouxi melihat Xiao Tian yang meneteskan air mata darah. “Tian, k

    Huling Na-update : 2024-07-29
  • Kultivator Inti Semesta   Bab 5: Tingkatan Raja Bumi

    Xiao Tian mengetahui tingkatkan ranah pendekar dari kitab-kitab yang dia baca.Tingkatan pendekar diukur berdasarkan jumlah lingkaran tenaga dalam yang dimiliki.Pendekar kelas satu: memiliki 30 lingkaran tenaga dalam.Pendekar kelas dua: 100 lingkaran tenaga dalam.Pendekar kelas tiga: 200 lingkaran.Pendekar kelas empat: 300 lingkaran tenaga dalam.Setelah itu naik ke ranah pendekar raja.Pendekar raja terbagi menjadi pendekar raja bumi, pendekar raja langit, pendekar raja beladiri.Pendekar raja bumi memiliki tingkat dari satu hingga sembilan. Tingkat 1: memiliki 500 lingkaran tenaga dalam.Tingkat 2: 700 lingkaran tenaga dalam.Tingkat 3: 900 lingkaran tenaga dalam.Tingkat 4: 1100 lingkaran.Tingkat 5: 1300 lingkaran.Tingkat 6: 1500 lingkaran.Tingkat 7: 1700 lingkaran.Tingkat 8: 1900 lingkaran.Tingkat 9: 2100 lingkaran.Pendekar raja langit juga memiliki tingkat dari 1 hingga 9.Tingkat 1: 2400 lingkaran tenaga dalam, dan setiap peringkat akan bertambah 300 lingkaran.Pendek

    Huling Na-update : 2024-07-29
  • Kultivator Inti Semesta   Bab 6: Aku Akan Membuatmu Mengerti

    Xiao Tian yang melihat hal itu mengerutkan keningnya. “Daniel bukan lawannya, orang itu memiliki 280 lingkaran tenaga dalam, sedikit lagi menerobos pendekar kelas empat.” Ziyan Rouxi seperti salah mendengar, sejak kapan adik angkatnya ini pintar menjadi pengamat? Daniel menangkupkan tangannya. “Patriark, aku akan melawannya!” Xing Han mendengus dingin. “Sampah, maju lah!” ejeknya tanpa rasa takut. Tanpa ragu, Daniel langsung melompat ke depan, mengayunkan pedang yang dipegangnya. Pedang itu bersinar dengan energi berwarna ungu yang misterius. Dengan gerakan yang begitu cepat dan lincah, Daniel melancarkan serangan bertubi-tubi, baik tebasan maupun tusukan. Namun, Xing Han seolah tak merasa terganggu. Ia menghindar dari setiap serangan Daniel dengan mudah, seolah menari di antara hujan pedang. Klang— Daniel melancarkan serangan cepat dan kuat dengan pedangnya, namun Xing Han dengan tenang dan sigap menggunakan sarung pedangnya untuk menahan serangan tersebut. Bahkan Xing

    Huling Na-update : 2024-07-30

Pinakabagong kabanata

  • Kultivator Inti Semesta   CH-365

    Xiao Tian tersenyum samar. Dalam hatinya, keputusan telah bulat.“Binatang tua, karena kamu mengatakan itu… aku tidak akan ragu-ragu.”Dia memberikan izinnya tanpa suara, dan seketika itu juga, roh pedang karat misterius meraung kegirangan di dalam kehampaan pedang. Aura iblis yang menyelimuti pedang itu tiba-tiba bergolak—liar, seperti badai yang telah lama ditahan.Di sisi lain, leluhur klan Yan tidak mengetahui sedikit pun gejolak dalam diri Xiao Tian. Dari pandangannya, pemuda itu tampak ragu-ragu karena kehabisan cara, seperti binatang terpojok yang sebentar lagi akan dicabik.Melihat itu, dia tidak membuang waktu. Dengan teriakan menggelegar, dia mengangkat pedang merah berdarahnya tinggi-tinggi. Kedua tangannya menggenggam erat, lalu menurunkannya dengan kekuatan yang mengoyak udara.ZRAAAK!!!Tebasan itu membawa tekanan luar biasa, cukup untuk meremukkan gunung kecil dalam satu tebasan.Namun Xiao Tian tidak bergerak mundur. Dia maju selangkah, lalu mengangkat pedang karat mis

  • Kultivator Inti Semesta   CH-364

    Tanpa menunggu jawaban, tubuh leluhur Klan Yan melesat bagai kilat merah darah, menyisakan jejak robekan di udara. Gas merah yang mengelilinginya memekat, menelan cahaya bulan di langit.Namun, pada saat bersamaan, Xiao Tian pun mengangkat tangan kanannya, dan dari dalam cincin dewanya, seberkas cahaya hitam pekat melesat. Sebilah pedang tua, penuh karat dan tampak tidak bernilai, muncul begitu saja di udara, seperti muncul dari ruang hampa.Tangannya menggenggam gagang pedang itu dengan ringan, seolah-olah ia menyambut sahabat lamanya.Xiao Tian tidak menunggu lawannya tiba. Begitu pedang karat itu berada di genggamannya, tubuhnya melesat dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa. Tak ada aura yang menyertainya, tak ada ledakan kekuatan seperti pada umumnya… hanya keheningan yang mencekam, sebelum—KLANG!!KLANG!!KLANG!!Benturan demi benturan logam menggema di atas langit malam. Setiap kali pedang mereka saling berbenturan, langit bergetar hebat, dan angin yang terci

  • Kultivator Inti Semesta   CH-363

    Suara-suara penuh amarah mulai membanjiri udara. Mereka yang tadinya terkapar di tanah, dengan luka-luka parah di tubuh mereka, kini mulai bangkit perlahan. Mereka tidak berdiri karena pulih, melainkan karena dorongan kebencian yang menyala dalam dada mereka, membakar rasa sakit dan menggantikannya dengan amarah yang tak terbendung.Para Tetua yang tersisa, dengan tubuh gemetar dan wajah penuh darah, mulai menunjuk Leluhur mereka dengan jari-jari yang gemetar.“Terkutuk! Kau bukan manusia... Kau adalah iblis dalam wujud manusia!”Mata Leluhur Klan Yan berubah tajam. Namun bukan karena penyesalan—justru sebaliknya, ia tersenyum penuh kebanggaan. Senyum iblis yang merayakan kehancuran moralnya sendiri.“Hahaha... aku memang iblis! Tapi aku adalah iblis yang menyelamatkan kalian! Berkat kekuatanku, klan ini bisa bertahan di Alam Zuwu! Berkat kekuatanku, nama Klan Yan disegani! Jika kalian dianggap mulia, itu bukan karena kalian hebat, tapi karena kalian adalah milikku! Semua pujian itu u

  • Kultivator Inti Semesta   CH-362

    Dari udara, mata Xiao Tian menatap pemandangan itu dengan dingin. Sorot matanya menusuk tajam, bagai bilah pedang tak berperasaan yang menyapu seluruh wilayah klan Yan. Leluhur klan Yan yang berdiri di tengah puing-puing formasi, kini terlihat seperti orang bodoh. Wajahnya yang sebelumnya dipenuhi dengan kesombongan dan kepongahan… kini benar-benar pucat.Tak percaya. Tak mampu memahami. Tak bisa menerima kenyataan.Xiao Tian mendengus. Dingin. Tanpa ampun."Aku sudah memperingatkan kalian semua…” Suaranya rendah, tapi tegas dan menyebar ke seluruh penjuru. “Namun kalian memilih untuk menertawakan kata-kataku, memilih untuk menyepelekan, memilih untuk menyerangku. Maka… inilah hasil dari keputusan kalian sendiri.”Ia mengangkat tangannya dan menunjuk langsung ke wajah lelaki tua itu.“Sekarang… jangan salahkan aku. Salahkan leluhur kalian yang terlalu bodoh!”Sorot mata Xiao Tian menyipit. Wajahnya kini bukan hanya serius, tetapi dipenuhi kebencian yang dalam dan membara. Awalnya dia

  • Kultivator Inti Semesta   CH-361

    Energi spiritual dari ratusan ribu anggota Klan Yan membubung ke langit. Arus cahaya berwarna biru keunguan membentuk pilar-pilar energi yang menyatu ke dalam inti formasi pelindung. Di langit, formasi raksasa mulai aktif sepenuhnya—lingkaran-lingkaran kuno muncul dan berputar lambat, satu demi satu. Pola-pola formasi itu bukan sekadar ukiran simbol, tapi representasi hukum langit dan bumi yang telah dimeteraikan sejak ribuan tahun lalu oleh pendiri klan Yan.Udara mulai mendesing.Tanah mulai bergetar hebat.Leluhur klan Yan tidak menyia-nyiakan momentum itu. Dia melambaikan tangannya, melemparkan puluhan bendera formasi tambahan ke berbagai arah. Bendera-bendera itu langsung tertancap di udara, seperti tiang pengikat langit yang memperkuat struktur pertahanan yang sedang dibangun.Tangannya bergerak cepat, membentuk ratusan segel dalam hitungan detik. Setiap jari yang bergerak memancarkan cahaya keemasan yang mengalir ke setiap simpul formasi.“Formasi Kebangkitan… aktifkan!”BUZZZ

  • Kultivator Inti Semesta   CH-360

    Saat tiga sosok itu telah mendekat hingga hanya berjarak sekitar dua puluh meter, Xiao Tian mengangkat satu tangannya perlahan, lalu melambaikannya ke depan… gerakan yang ringan, santai, nyaris seperti mengusir debu.BAANG!!!Ledakan dahsyat tiba-tiba terjadi—bukan dari benturan teknik, bukan dari pertempuran panjang. Namun langsung, seketika, tanpa proses. Tubuh ketiga Tetua klan Yan langsung terhenti di udara… dan kemudian lenyap. Bukan terpental. Bukan terhempas. Tapi benar-benar menghilang, seolah mereka tidak pernah ada.Tidak ada darah. Tidak ada sisa daging. Bahkan tidak secuil kain pun yang tertinggal.Hanya abu halus yang berjatuhan perlahan, terurai di udara malam, dan hening yang menyesakkan seketika menyelimuti tempat itu.Leluhur klan Yan yang mengamati dari kejauhan, tidak langsung berbicara. Matanya menyipit. Sebagai seseorang yang telah mencapai puncak kekuatan di Alam Zuwu, dia memiliki persepsi yang luar biasa tajam terhadap pergerakan energi. Namun saat Xiao Tian m

  • Kultivator Inti Semesta   CH-359

    Di sisi lain, Fang Dai mengencangkan cengkeraman tangannya. Nafasnya mulai berubah. Dia siap bergerak, namun lengan kokoh yang ringan menyentuh bahunya menghentikan langkah itu.“Tenangkan dirimu, Senior,” kata Xiao Tian pelan namun mantap, seperti suara air yang mengalir tapi membawa kekuatan yang tak bisa dibendung. “Dia sengaja menyembunyikan kultivasinya. Dia bukan peringkat enam Alam Maha Agung… tapi peringkat delapan. Jadi, biarkan aku yang menghadapinya.”Mata Fang Dai terbelalak. Sekilas ia menatap wajah pemuda di sebelahnya. Ia bukan tidak percaya pada kata-kata Xiao Tian, tetapi kabar itu terlalu mengejutkan. Leluhur klan Yan… peringkat delapan Alam Maha Agung? Sosok dengan kekuatan seperti itu seharusnya sudah lama meninggalkan Alam Zuwu. Mereka biasanya pergi ke Alam Langit Berbintang, mencari sumber daya dan peluang langka yang hanya tersedia di sana. Bagi para ahli pada tingkatan itu, Alam Zuwu sudah terlalu sempit, terlalu miskin akan energi yang bisa menopang terobosa

  • Kultivator Inti Semesta   CH-358

    Tatapan mereka segera tertuju pada sosok Fang Dai. Begitu mengenali siapa yang berdiri di kapal itu, ekspresi mereka berubah drastis. Wajah mereka yang awalnya hanya menunjukkan kehati-hatian kini dipenuhi keterkejutan dan ketakutan yang tak dapat disembunyikan. Tanpa menunggu lebih lama, mereka segera mengaktifkan metode darurat untuk memperingatkan seluruh anggota klan.BOOM!!!Sebuah kembang api melesat tinggi ke langit, meledak dengan cahaya merah menyala yang menerangi langit malam. Sejenak, ledakan itu terlihat indah, namun bagi mereka yang berada di dalam Klan Yan, itu adalah pertanda bahaya.Saat cahaya dari ledakan kembang api itu menyebar, seluruh anggota klan yang melihatnya merasakan jantung mereka berdegup kencang. Tidak ada yang menganggapnya sebagai perayaan—sebaliknya, rasa takut menjalari tubuh mereka. Mereka tahu persis apa arti kembang api itu.Musuh besar telah datang.Dari dalam benteng utama Klan Yan, sebuah suara berat dan berwibawa menggema, membawa getaran yan

  • Kultivator Inti Semesta   CH- 357

    Saat Xiao Tian kembali ke kapal, atmosfer di sekitarnya masih diliputi keheningan yang mencekam. Fang Dai, Hou Ju, dan yang lainnya tetap membisu, sorot mata mereka masih dipenuhi keterkejutan dan ketakutan yang belum sirna. Kejadian barusan terasa begitu luar biasa hingga sulit untuk dicerna. Mereka telah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Xiao Tian menghabisi ribuan orang tanpa sedikit pun menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau keraguan. Kekuatan yang ditunjukkannya melampaui batas pemahaman mereka.Xiao Tian melangkah dengan tenang ke geladak kapal, angin malam yang berhembus lembut menerpa jubahnya yang masih bersih, seolah tak ternodai oleh pembantaian yang baru saja terjadi. Sikapnya tetap dingin dan tak tergoyahkan, seakan kejadian itu hanyalah angin lalu yang tak berarti."Senior, arahkan kapal ini ke Klan Yan. Kita akan bergerak malam ini juga," perintahnya dengan suara datar, namun mengandung ketegasan yang tak terbantahkan.Hou Ju menatapnya sesaat, seolah ingin m

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status