Setelah melewati hari-hari yang menguras emosi, Hari libur Andin telah selesai. Andin memang sengaja mengambil cuti selama 3 hari. Terhitung dari hari selasa dimana sidang perceraiannya berlangsung.Dan hari ini, hari jum'at pagi, Andin telah bersiap dengan pakaian kerjanya. Selama seminggu ini, Andin juga tinggal di kediaman orangtuanya yang berada di Jakarta. Beserta kakak dan kakak iparnya."Selamat pagi sayang" sambut mama Margareth pada Andin yang baru turun dari kamarnya dengan menggandeng tangan putrinya."Pagi maa, " sapa balik Andin lalu mencium pipi kanan dan kiri Mamanya."Ateeee" sapa seorang pria kecil di sebelah kakaknya, Dewa."Hai sayangg, apa kabar? Aduhh gantengnya ponakan onty hari ini" ucap Andin yang langsung menggendong anak berusia 3 tahun tersebut."Makan makan makan" celoteh anak tersebut."Ohh Dico mau makan. Yaudah yuk makan. Tapi Dico sama mama ya, Soalnya tante nyuapin Dek Fara" ucap Andin pada Dico, anak Dewa dengan indah."Haha, Kayanya kamu bakal ketemp
"Loh bukannya itu Mas Sugeng ya? Sama siapa dia? Kayanya bukan Mbak Retno deh" monolog Mulan saat melihat seseorang yang mirip dengan kakak iparnya."Heh ayo masuk! " ajak laki-laki yang saat ini mem-booking Mulan. Ya, Mulan sekarang bukan lagi seorang wanita simpanan Om-om berduit. Karena tempo hari dirinya terkena apes lantaran di labrak oleh istri sah dari Sugar Daddy nya.Dan semua fasilitas yang Sugar Daddynya berikan telah diambil kembali oleh sang istri sah. Beruntung sang istri berbaik hati karena tak menjebloskan dirinya ke penjara. Karena satu dan banyak hal yang harus istrinya pertimbangkan.Apalagi menyangkut nama baiknya di dunia hiburan. Ya, istri dari Sugar Daddynya Mulan adalah seorang Artis papan atas di perfilm an Indonesia. Dari pekerjaan itulah membuat Sang suami kerap kesepian karena ditinggal shooting oleh istrinya. Kesempatan itu ia buat untuk bisa mencari kesenangan dari luar.Sebagai akibatnya, sang suami sekarang telah dimiskinkan oleh si istri dan dikembalik
"Ibu mau kemana masak banyak? " tanya Retno yang masih menyuapi anaknya yang mau sekolah."Jenguk adikmu. Udah beberapa hari ini perasaan ibu nggak enak""Aku ikut nggak bu? Bosen di rumah. Mas Sugeng nggak pernah pulang. ""Oh iya, suamimu itu kemana? Udah 3 hari ini nggak pulang. Apa alasannya? ""Katanya di sekitar sekolahnya ada yang butuh supir bu, jadi mas Sugeng merangkap jadi supir. Lumayan duitnya katanya"Bu Winda mencibir. "Terus uangnya mana? Kok kamu nggak dikasih""Yaa, masih belum gajian bu. Udah deh, aku ikut ibu aja. Tapi tunggu aku nganter Chika sekolah""Hmm"**"Kamu yakin masih tetep kerja jadi sekretaris sayang? " tanya Mana Margareth pada Andin yang baru saja turun dari tangga.Perubahan pada diri Andin sangat kentara, fisiknya yang dulu sering di hina gendut, perlahan mulai kembali ke setelan awal. Dimana dirinya dulu masih gadis."Duh cantiknya anak gadis mama""Apa sih ma, udah punya buntut satu juga" jawab Andin merasa tak PD"Haha tapi beneran Ndin, Kak in
Dalam ruangan, tak ada terdengar suara selain dari hembusan nafas panik serta jarum jam yang terus berdetak."Laura, jessica, sisca. Apa yang harus saya berikan pada kalian? ""P pakk. Kami berdua tidak salah, kami hanya ikut apa yang Laura bilang. Ka Kami tidak terlibat" ucap Jessica melindungi dirinya."Be betul pak. Kami tidak bersalah. Ka kami hanya ikut- ikut aja" sambung Sisca dengan terbata."Heh kalian, j*lang sialan! Disini bukan cuma gue yang membully Andin. Kalian juga terlibat B*ngs*tt" teriak Laura membabi buta."Nggak nggak. Kami nggak salah. Lo sendiri Lau yang sengaja ngebully Andin. Padahal kemarin udah diperingatin sama boss kalau jangan ada pembullyan" teriak Sisca geram."KUR*NG AJ*RRR" Laura yang murka tak tinggal diam. Saat lengah, dirinya berlari ke arah Sisca dan Jessica yang terdiam masih mencerna apa yang terjadi."Arghhhh dasar j*lang sialannn!! " umpat Sisca yang berhasil terkena cakaran dari kuku tajam Laura. Jessica yang merasa dirinya masih bebas, Segera
"Pelan-pelan Firman" ucap Bu Winda yang terus saja menyeka air matanya melihat Firman begitu lahap memakan masakan yang ia bawa dari rumah."Firman kangen banget sama masakan ibu" ucap Firman dengan mulut penuh."Shela? udah jenguk ke sini? "Sejenak, Firman menghentikan aktivitas nya mengunyah. Ia sempat menimbang kata-kata apa yang pas untuk disampaikan pada ibunya."Firman udah cerai sama Shela Bu" akhirnya kata itupun meluncur dari bibir Firman. Yang sontak membuat Bu Winda juga Retno terdekat air liurnya sendiri."Uhuk, cerai? Apa maksudmu Fir? " tanya Retno mengawali pembicaraanGlek glek glekPuas dengan makanan yang telah habis, Firman mulai meneguk air mineral yang juga Bu Winda bawa. Semata-mata juga untuk menyejukkan tenggorokannya yang tiba-tiba terasa kering."Kemarin, Shela ke sini. Dia meminta cerai dari Firman" ucapnya dengan kepala tertunduk."Jangan ngaco kamu Fir, Kamu sama Shela baru kapan menikah? Kenapa minta cerai? Terus, kenapa semudah itu? Apa jangan jangan..
Kringgg Kringgg"Halo""Halo, apa benar ini saudari Retno? ""Eh, benar dengan saya sendiri. Ini dari siapa ya? ""Kami dari pihak Rumah Sakit Pelita ingin mengabarkan jika ibu anda, Bu Winda sekarang sedang dirawat di sini. Dimohon untuk pihak keluarga segera mengurus administrasi nya""Tunggu tunggu, saya tidak percaya. Apa yang bisa kalian tunjukkan biar saya percaya. Bisa aja kan kalian bohong terus nanti saya diculik terus kalian jual organ saya""Saya akan mengirimkan foto ibu anda. Sebentar"SendTerlihat dalam foto tersebut Bu Winda memakai berbagai alat rumah sakit. Seperti infus dan alat bantu nafas.Sejenak nafas Retno seperti tersendat di tenggorokan. Dirinya bingung apa yang harus ia lakukan sekarang. Terlebih tak ada orang lain yang harus ia mintai tolong. Di rumah pun hanya ada dirinya dan anaknya yang baru ia jemput dari sekolah.Tuut tuut tuutHingga dering selesai Sugeng sang suami tak mengangkat telepon darinya."Ihhh, kemana sih kamu mass. Udah dari kemarin kamu ng
"Jadi kan mas nanti malam? Malam minggu lo mas" Tanya Andin dengan sumringah pada Firman yang baru saja bangun tidur dan langsung mengambil kopi yang sudah disiapkan oleh Andin di meja makan. Padahal jam sudah menujukkan pukul 10 pagi. Firman sendiri bekerja di perusahaan X sebagai Asisten Manager."Kemana memang? Ah iya mengajakmu keluar ya? Sepertinya aku tidak bisa"jawab Firman sembari menyeruput kopinya. Hari ini adalah hari sabtu, dimana perusahaan tempat Firman bekerja sedang libur."Kenapa mas? Bukannya kemarin kamu bilang bisa ya? Kasihan Fara mas, dia ingin sekali keluar denganmu" kekeh Andin yang ingin menyenangkan anaknya. Fara sendiri adalah anak Andin dan Firman yang sekarang duduk di bangku kelas 2 SD."Sudahlah, aku capek. Kamu keluar sendiri saja sama Fara" sentak Firman."Aku mas? Keluar sendiri? Kalau gitu aku minta uang sama kamu!" Jawab Andin yang memang hari ini uangnya sudah habis untuk membeli lauk mereka makan."Uang? Uang katamu? Seminggu yang lalu kan aku uda
"Andiiinnn ndinnnn... " teriak Firman dari luar rumah "Apasih mas datang datang langsung teriak, salam mas salam. Kalau masuk itu ucap salam"protes Andin pada Firman. " Kamu kenapa kucel gini? Belum mandi kamu? Udah jam 5 sore begini belum mandi" jawab Firman setelah ia melihat istrinya dengan dandanan kumel. Rambut dicepol asal, daster sobek di bagian ketiak. Keringat dimana mana. Sumpah itu sangat membuat Firman mual. Lihat,belum lagi bekas jerawat dimana-mana .Mana istri cantiknya dulu yang sangat ia banggakan di depan teman temannya. Sekarang fisiknya sudah tak jauh dari seorang pembantu. "Iya, aku belum mandi mas, baru selesai beres beres rumah" jawab Andin dengan malas. "Hah sudahlah, aku mau ke kamar" jawab Firman yang langsung nyelonong masuk ke kamar. "Kalau mau aku cantik kasih aku nafkah yang lebih mas. Lagian kamu seharian ini kemana sih, katanya cuma ke rumah ibu, tapi kok sampai hampir maghrib" omel Andin. "Memang kenapa kalau aku lama di rumah ibu. Udah mending ka
Kringgg Kringgg"Halo""Halo, apa benar ini saudari Retno? ""Eh, benar dengan saya sendiri. Ini dari siapa ya? ""Kami dari pihak Rumah Sakit Pelita ingin mengabarkan jika ibu anda, Bu Winda sekarang sedang dirawat di sini. Dimohon untuk pihak keluarga segera mengurus administrasi nya""Tunggu tunggu, saya tidak percaya. Apa yang bisa kalian tunjukkan biar saya percaya. Bisa aja kan kalian bohong terus nanti saya diculik terus kalian jual organ saya""Saya akan mengirimkan foto ibu anda. Sebentar"SendTerlihat dalam foto tersebut Bu Winda memakai berbagai alat rumah sakit. Seperti infus dan alat bantu nafas.Sejenak nafas Retno seperti tersendat di tenggorokan. Dirinya bingung apa yang harus ia lakukan sekarang. Terlebih tak ada orang lain yang harus ia mintai tolong. Di rumah pun hanya ada dirinya dan anaknya yang baru ia jemput dari sekolah.Tuut tuut tuutHingga dering selesai Sugeng sang suami tak mengangkat telepon darinya."Ihhh, kemana sih kamu mass. Udah dari kemarin kamu ng
"Pelan-pelan Firman" ucap Bu Winda yang terus saja menyeka air matanya melihat Firman begitu lahap memakan masakan yang ia bawa dari rumah."Firman kangen banget sama masakan ibu" ucap Firman dengan mulut penuh."Shela? udah jenguk ke sini? "Sejenak, Firman menghentikan aktivitas nya mengunyah. Ia sempat menimbang kata-kata apa yang pas untuk disampaikan pada ibunya."Firman udah cerai sama Shela Bu" akhirnya kata itupun meluncur dari bibir Firman. Yang sontak membuat Bu Winda juga Retno terdekat air liurnya sendiri."Uhuk, cerai? Apa maksudmu Fir? " tanya Retno mengawali pembicaraanGlek glek glekPuas dengan makanan yang telah habis, Firman mulai meneguk air mineral yang juga Bu Winda bawa. Semata-mata juga untuk menyejukkan tenggorokannya yang tiba-tiba terasa kering."Kemarin, Shela ke sini. Dia meminta cerai dari Firman" ucapnya dengan kepala tertunduk."Jangan ngaco kamu Fir, Kamu sama Shela baru kapan menikah? Kenapa minta cerai? Terus, kenapa semudah itu? Apa jangan jangan..
Dalam ruangan, tak ada terdengar suara selain dari hembusan nafas panik serta jarum jam yang terus berdetak."Laura, jessica, sisca. Apa yang harus saya berikan pada kalian? ""P pakk. Kami berdua tidak salah, kami hanya ikut apa yang Laura bilang. Ka Kami tidak terlibat" ucap Jessica melindungi dirinya."Be betul pak. Kami tidak bersalah. Ka kami hanya ikut- ikut aja" sambung Sisca dengan terbata."Heh kalian, j*lang sialan! Disini bukan cuma gue yang membully Andin. Kalian juga terlibat B*ngs*tt" teriak Laura membabi buta."Nggak nggak. Kami nggak salah. Lo sendiri Lau yang sengaja ngebully Andin. Padahal kemarin udah diperingatin sama boss kalau jangan ada pembullyan" teriak Sisca geram."KUR*NG AJ*RRR" Laura yang murka tak tinggal diam. Saat lengah, dirinya berlari ke arah Sisca dan Jessica yang terdiam masih mencerna apa yang terjadi."Arghhhh dasar j*lang sialannn!! " umpat Sisca yang berhasil terkena cakaran dari kuku tajam Laura. Jessica yang merasa dirinya masih bebas, Segera
"Ibu mau kemana masak banyak? " tanya Retno yang masih menyuapi anaknya yang mau sekolah."Jenguk adikmu. Udah beberapa hari ini perasaan ibu nggak enak""Aku ikut nggak bu? Bosen di rumah. Mas Sugeng nggak pernah pulang. ""Oh iya, suamimu itu kemana? Udah 3 hari ini nggak pulang. Apa alasannya? ""Katanya di sekitar sekolahnya ada yang butuh supir bu, jadi mas Sugeng merangkap jadi supir. Lumayan duitnya katanya"Bu Winda mencibir. "Terus uangnya mana? Kok kamu nggak dikasih""Yaa, masih belum gajian bu. Udah deh, aku ikut ibu aja. Tapi tunggu aku nganter Chika sekolah""Hmm"**"Kamu yakin masih tetep kerja jadi sekretaris sayang? " tanya Mana Margareth pada Andin yang baru saja turun dari tangga.Perubahan pada diri Andin sangat kentara, fisiknya yang dulu sering di hina gendut, perlahan mulai kembali ke setelan awal. Dimana dirinya dulu masih gadis."Duh cantiknya anak gadis mama""Apa sih ma, udah punya buntut satu juga" jawab Andin merasa tak PD"Haha tapi beneran Ndin, Kak in
"Loh bukannya itu Mas Sugeng ya? Sama siapa dia? Kayanya bukan Mbak Retno deh" monolog Mulan saat melihat seseorang yang mirip dengan kakak iparnya."Heh ayo masuk! " ajak laki-laki yang saat ini mem-booking Mulan. Ya, Mulan sekarang bukan lagi seorang wanita simpanan Om-om berduit. Karena tempo hari dirinya terkena apes lantaran di labrak oleh istri sah dari Sugar Daddy nya.Dan semua fasilitas yang Sugar Daddynya berikan telah diambil kembali oleh sang istri sah. Beruntung sang istri berbaik hati karena tak menjebloskan dirinya ke penjara. Karena satu dan banyak hal yang harus istrinya pertimbangkan.Apalagi menyangkut nama baiknya di dunia hiburan. Ya, istri dari Sugar Daddynya Mulan adalah seorang Artis papan atas di perfilm an Indonesia. Dari pekerjaan itulah membuat Sang suami kerap kesepian karena ditinggal shooting oleh istrinya. Kesempatan itu ia buat untuk bisa mencari kesenangan dari luar.Sebagai akibatnya, sang suami sekarang telah dimiskinkan oleh si istri dan dikembalik
Setelah melewati hari-hari yang menguras emosi, Hari libur Andin telah selesai. Andin memang sengaja mengambil cuti selama 3 hari. Terhitung dari hari selasa dimana sidang perceraiannya berlangsung.Dan hari ini, hari jum'at pagi, Andin telah bersiap dengan pakaian kerjanya. Selama seminggu ini, Andin juga tinggal di kediaman orangtuanya yang berada di Jakarta. Beserta kakak dan kakak iparnya."Selamat pagi sayang" sambut mama Margareth pada Andin yang baru turun dari kamarnya dengan menggandeng tangan putrinya."Pagi maa, " sapa balik Andin lalu mencium pipi kanan dan kiri Mamanya."Ateeee" sapa seorang pria kecil di sebelah kakaknya, Dewa."Hai sayangg, apa kabar? Aduhh gantengnya ponakan onty hari ini" ucap Andin yang langsung menggendong anak berusia 3 tahun tersebut."Makan makan makan" celoteh anak tersebut."Ohh Dico mau makan. Yaudah yuk makan. Tapi Dico sama mama ya, Soalnya tante nyuapin Dek Fara" ucap Andin pada Dico, anak Dewa dengan indah."Haha, Kayanya kamu bakal ketemp
Segera setelah Firman dibawa petugas. Bu Winda yang sudah sepenuhnya sadar, segera berlari menghampiri Andin yang hendak masuk ke dalam mobil."Arghhhhh" teriak Andin menggema karena Bu Winda menjambak jilbab Andin hingga kepala Andin terjerembab ke belakang."Dasar perempuan b*dohhh. Perempuan tak tahu diri. Mamp*s kamu" umpat Bu Winda sambil terus menarik jilbab Andin."Lepaskan anak saya s*alannn! " itu adalah suara Mama Margareth. Jelas ia tak Terima anak perempuannya dihajar sedemikian oleh mantan ibu mertuanya. Tak hanya Mama Margareth, Dewa serta Papa Budi juga ikut mengejar Andin.Namun hanya Dewa yang berhasil menyusul Andin. Sedangkan mama, papa serta istri dan anaknya segera menghentikan langkahnya.Andin yang pada dasarnya memiliki tubuh tinggi, tak membuat ia merasa kesusahan melepaskan diri dari sang mantan ibu mertua. Buktinya, sekarang ia sudah berhasil membalikkan keadaan. Tangan Bu Winda ia cengkram keras dengan sedikit memelintir."Awhh awhhh dasar anak kurang aj*r
Karena terjadi keributan di ruang sidang menyebabkan sidang sementara di tunda sekitar 1 jam.Hal itu semakin dimanfaatkan oleh Firman untuk mendekati Andin lagi dan lagi.Sebelum aksinya itu dihentikan oleh Shela. Firman yang melihat Andin berjalan menuju toilet segera mengikuti dari belakang.Selesai dari urusannya, Andin segera keluar dari bilik. Namun tanpa diduga, seseorang menariknya ke samping toilet oudan membekap mulutnya dengan tangan kekarnya.Andin yang dapat merasakan siapa pelakunya segera menghadiahi sebuah tendangan pada pusaka si pelaku."Arghhhhh, s*alan kamu Andin! Bisa patah ini arghhhh" teriak laki-laki tersebut yang tak lain adalah Firman."Rasain kamu mas. Geli aku kamu sentuh seperti itu. Ingat, sebentar lagi kita akan pisah. Aku nggak mau kamu sentuh sedikitpun! ""Haha, Andin Andin, ngomong aja kalau kamu kangen kan sama aku? Apalagi sama permainan ku. Aku jadi bernana*fsu lagi lihat penampilan kamu kaya gini, dengan tubuh kamu yang lumayan kurus jadi bikin k
Menunggu namanya di panggil. Andin duduk dengan anggunnya di sebelah sang mama. Sejak tadi, Firman tak henti-hentinya memandang penuh kagum ke arah Andin.Dengan langkah pasti. Meski Shela selalu menghalangi langkahnya, Firman perlahan mendekat ke arah Andin."Andin" panggilnya.Andin yang merasa namanya dipanggil, segera menoleh. Ia cukup terkejut mendapati calon mantan suaminya bediri tak jauh dari tempatnya duduk. Sejenak ekor matanya menangkap kehadiran Shela yang tak ikhlas jika Firman mendekatinya."Ada apa? " tanya Andin"Boleh kita berbicara sebentar? "pintar Firman dengan mata memelas.Jujur Andin masih sedikit menyimpan perasaan pada Firman. Bagaimanapun, Firman telah menemaninya selama beberapa tahun. Persis seperti umur Fara.Namun jika untuk kembali dengan Firman, Andin menolak tegas. Ia tak mau kembali masuk ke lubang yang sama."Baiklah. Nama kita mungkin sebentar lagi dipanggil. Jadi segera saja kalau mau bicara" ucap Andin memutuskan.Dewa yang mendengar Andin menyetu