"Vincent, apa sikap Agnes menjadi begitu buruk karena kamu terlalu memanjakannya?"Setelah Violet pergi, Nyonya Besar Fernandez baru menunjukkan ketidaksenangannya.Seorang junior bukan hanya sudah bersikap kurang ajar padanya, tapi juga menamparnya. Ini adalah hal termalu dalam hidupnya!"Luna, aku memang sudah terlalu memanjakan Agnes. Aku benar-benar minta maaf atas kejadian hari ini."Tuan Besar Knowles menghiburnya, "Kamu kembali ke kamar tamu dulu. Aku sudah mengutus orang memanggil dokter untuk memeriksa wajahmu."Amarah Nyonya Besar Fernandez menghilang setelah mendengar nada lembut Tuan Besar Knowles. Namun, ketika Nyonya Besar Fernandez mengingat kata-kata sombong Agnes tadi, dia berkata dengan sedikit kesal, "Ini karena aku nggak mengenal siapa-siapa di luar negeri, makanya aku mengingatmu. Agnes malah menjadi salah paham .... Entah apa yang dikatakan orang lain tentangku.""Kita hanya teman lama, jadi kamu nggak perlu terlalu peduli. Di luar negeri nggak ada yang berani ber
"Nyonya Griffin, kamar tamu berada di sini."Pembantu menuntun Violet ke sebuah kamar tamu. Dekorasi kamar tamu rumah Keluarga Knowles juga lebih mewah daripada vila biasanya. Violet termasuk sosialita Kota Poseidon yang telah melihat banyak hal. Ketika dia melihat dekorasi kamar tamu, dia diam-diam menghitung nilainya.Perabot kamar tamu ini telah melebihi puluhan triliun.Keluarga Knowles benar-benar kaya."Nyonya Griffin, sebentar lagi dokter sampai. Anda tunggu sebentar di sini. Saya akan menyeduh teh untuk Anda."Pembantu itu mundur dengan sangat sopan.Pembantu itu baru saja membuka pintu, kemudian suara dari sebelah tiba-tiba mencapai kamar Violet."Di mana sepatuku? Bajuku? Bantal Doraemon yang selalu kupeluk setiap malam untuk tidur? Woi, aku baru pergi tiga hari, tapi kalian sudah mencuri hartaku?"Violet mengerutkan alisnya.Suara ini ....Violet berdiri, tapi pembantu itu berkata pada Violet, "Nyonya Griffin, ada sedikit masalah dengan otak tuan muda kami. Anda nggak perlu
Wilson mengedipkan matanya pada Charles. Jelas kalau dia sedang berpura-pura tidak mengenal Charles.Violet berbisik, "Aku baik-baik saja. Ayo cepat pergi."Dari awal dia sudah menyadari kalau keamanan di sini jauh lebih ketat daripada keamanan biasa.Satpam yang berjaga sekarang kurang dari setengah dari apa yang Violet lihat ketika dia datang untuk menghadiri pesta. Kali ini Charles bisa masuk karena Tuan Besar Knowles sengaja membiarkan musuhnya masuk. Satpam yang lainnya sudah dibubarkan oleh Tuan Besar Knowles.Entah apa yang sedang direncanakan Tuan Besar Knowles. Lebih baik mereka jangan menyinggungnya."Karena istriku baik-baik saja, aku pergi dulu bersama orang-orangku."Charles hanya mengkhawatirkan kaki Violet. Dia pun menggendong Violet. Ketika dia hendak pergi, Tuan Besar Knowles tiba-tiba berkata dengan sinis, "Tunggu."Charles langsung berhenti. Kemudian, Tuan Besar Knowles berkata, "Apa kamu yang mengutus orang mengikat Agnes dan memulangkannya ke luar negeri?"Saat Vio
Keluarga Knowles sangat kuat di luar negeri. Charles harus menghabiskan bertahun-tahun baru bisa mendapatkan Keluarga Swiss dan mempunyai posisi di luar negeri.Namun, Keluarga Knowles sudah berdiri selama seratus tahun. Posisi mereka di luar negeri tidak bisa disentuh.Charles takut kalau mereka mengincar Violet, dia tidak bisa melakukan apa-apa."Dasar bodoh."Violet menggenggam tangan Charles dan berkata, "Aku nggak akan menjadi beban bagimu. Kamu bisa pergi melakukan apa yang ingin kamu lakukan. Walaupun aku nggak bisa menjamin aku dapat mengatasi semua rintangan, aku akan memastikan keselamatanku dan nggak akan membiarkanmu khawatir."Setelah Charles mendengar itu, keningnya menjadi mulus. Bagaimana dia bisa lupa kalau istrinya adalah pengusaha wanita termuda di Kota Poseidon? Dalam satu tahun, dia sudah cukup kuat untuk melawan Keluarga Fernandez. Dia tidak hanya sudah menjatuhkan Dylan, tapi juga menipu Howard.Kalau Keluarga Knowles mengincar Violet, sepertinya yang sial adalah
"Kalau kamu mempunyai sedikit kemampuan, apa aku perlu diam-diam seperti ini?"Tuan Besar Knowles berkata dengan kesal, "Belajarlah dari kakakmu. Kalau kakakmu masih ada, aku nggak akan punya banyak hal berantakan yang menunggu untukku tangani."Jacob berkata dengan nada bosan, "Kakakku sudah lama meninggal. Kalau dia masih hidup dan tahu ada banyak hal yang harus diurusinya, aku merasa dia lebih memilih berbaring di dalam peti mati.""Ketika kakakmu berusia 14 tahun, dia sudah bisa memanfaatkan orang. Dia juga adalah pelajar keuangan termuda. Orang-orang di perusahaan takut padanya dan menghormatinya. Dia adalah penerus Keluarga Knowles yang paling cocok. Sedangkan kamu nggak bisa apa-apa. Kamu hanya tahu mendirikan perusahaan surat kabar dan mencari keadilan! Kalau bukan karena Sherman mengalami kecelakaan mobil waktu itu, aku juga nggak memerlukanmu untuk menyamar menjadi kakakmu.""Ayah benar. Sherman paling baik dan Sherman adalah anak emasmu. Aku dan Agnes bahkan nggak setengah l
Saat Jacob mendengar itu, dia berhenti. Dia kembali berdiri di depan Romeo, lalu dia mendorong kacamatanya sambil berkata, "Kamu tahu siapa aku?""Menurutmu?""Kalau begitu, cepat laporkan aku. Kumohon padamu. Aku sudah sangat lelah menjadi Tuan Sherman. Kamu nggak tahu betapa membosankannya menjadi Sherman!""Tuan Muda!"Ekspresi Tommy menjadi masam.Jacob merapikan pakaiannya sebelum berkata dengan serius, "Tuan Romeo, silakan ikut aku masuk."Di ruang kerja, Tuan Besar Knowles sudah mendengar semua percakapan kedua orang itu di depan pintu. Dia langsung melepaskan sepatunya, lalu melemparkannya ke arah Jacob. "Bajingan! Apa gunanya kamu?!"Tangan Jacob menangkisnya dengan cepat. Lalu, sepatu itu terbang ke belakang Jacob di mana Romeo berdiri. Namun, Romeo mengulurkan tangannya dan menangkap sepatu itu."Tuan Besar Knowles, ayo membahas bisnis kita."Kemudian, Romeo meletakkan sepatu Tuan Besar Knowles di depan meja.Tuan Besar Knowles memperhatikan sikap sopan Romeo, lalu dia menga
Romeo tidak menjawabnya.Dia tahu Tuan Besar Knowles adalah pria yang licik dan pintar, tapi Romeo tidak menyangka ternyata dia sangat sensitif.Melihat Romeo diam saja, Tuan Besar Knowles pun berkata, "Kalau kamu nggak mau memberitahuku, kamu pergi saja. Aku bisa menanggung keluargaku sendiri. Kalau kamu mau mengumumkan rahasiaku dan Keluarga Knowles hancur, jangan harap Keluarga Fernandez bisa kumaafkan."Romeo mengerutkan alisnya. Tuan Besar Knowles melangkah maju, lalu berkata, "Romeo, aku memberimu kesempatan sekarang. Aku yang membantumu, bukan kamu yang mengancamku."Setelah melihat senyuman Tuan Besar Knowles, Romeo pun berhenti bersikap keras kepala. Dia berkata, "Aku ingin mencari tahu rahasia Kota Poseidon dan rahasia empat keluarga besar, termasuk ... kecelakaan mobil orang tua Violet."Ketika Tuan Besar Knowles mendengar itu, senyumannya langsung menghilang.Romeo berkata, "Aku percaya Tuan Besar Knowles juga ingin mengetahui hal ini. Kematian Sherman juga bukan sebuah kec
Pagi hari, rumah Keluarga Griffin di luar negeri.Violet sedang bersandar di sofa sambil memakan sarapan. Seorang pembantu menghampiri Violet, kemudian berkata, "Nyonya, Nona Megan datang. Apa Anda ingin bertemu dengannya?""Apa kamu yakin Megan datang menemuiku sendirian?""Ya." Pembantu itu mengangguk dan berkata, "Saya melihat dia nggak membawa orang lain."Ekspresi Violet menjadi serius.Pembantu berkata, "Kalau Nyonya nggak mau menemuinya, saya akan meminta orang menolaknya.""Nggak usah. Biarkan dia masuk." Violet berkata, "Sekalian suruh sebagian satpam rumah bubar setengah. Minta mereka bersembunyi dan jangan sampai orang lain tahu.""Ha?""Selain itu, kalau terjadi apa-apa di dalam rumah nanti, kamu terlihat normal saja. Kamu boleh melapor kepada Charles dan melapor polisi."Pembantu merasa bingung setelah mendengar perintah Violet, tapi pembantu itu memahaminya dengan cepat. "Baik, Nyonya."Beberapa saat kemudian, Megan berjalan masuk.Megan melihat Violet sedang duduk dengan
"Ruby bukan seorang aktris rendahan. Dia cantik dan baik. Dia sangat mencintai hidupnya. Tapi, Ibu malah menganggapnya sebagai alat untuk pernikahan. Kamu menyuruhnya menikah denganku dan dia menerimanya dengan senang hati, tapi kamu nggak seharusnya membunuhnya! Demi Grup Fernandez, aku sudah menyerah mengenai lumayan banyak hal!""Kamu!"Nyonya Besar Fernandez menatap putranya, lalu matanya tiba-tiba menjadi merah. "Aku melakukan ini demi siapa? Aku melakukan ini semua untuk Keluarga Fernandez! Aku sudah mengabdikan seluruh hidupku kepada Keluarga Fernandez! Tapi, balasan yang kudapatkan malah orang yang nggak tahu berterima kasih seperti kalian berdua! Kamu keluar! Keluar! Kamu bukan putraku! Kamu nggak pantas!"Saat Nyonya Besar Fernandez mengatakan itu, jantungnya terasa sakit. Dia jatuh ke kursi dan sekujur tubuhnya tidak bisa bergerak.Edward tidak menunjukkan ekspresi apa pun saat melihat ibunya yang sudah berkorban banyak untuknya selama puluhan tahun ini. Dia berkata, "Semua
Selesai bicara, Edward naik lift.Meskipun Romeo diam saja, dia sudah mempunyai rencana.Edward tidak memberitahunya semua kebenaran.Setidaknya Romeo percaya dia tidak terlahir kembali.Kalau dia tidak terlahir kembali, itu berarti mungkin Edward hanya menanamkan pikiran tentang ingatannya dari kehidupan masa lalu kepadanya.Kalau ingatan-ingatan itu bisa ditanam di kepalanya, itu berarti ingatan seperti itu juga bisa ditanamkan ke kepala orang lain.Sepertinya dia masih harus mencari tahu lebih dalam. Sebenarnya apa yang telah dilakukan Edward selama 20 tahun ini.Saat ini, Kediaman Fernandez, kamar Nyonya Besar Fernandez."Di mana Romeo? Kenapa dia nggak datang menjumpaiku setelah pulang? Apa dia ingin mengurungku di sini untuk selamanya? Panggil Romeo dan suruh dia menemuiku sekarang juga!"Beberapa hari ini Nyonya Besar Fernandez dikurung dan kebebasannya dibatasi oleh Romeo. Saat ini dia juga tidak bisa keluar meskipun itu yang diinginkannya.Martha yang sedang berdiri di samping
Diulang?Mengulangi semuanya?Bagaimana mungkin ada hal yang segila itu di dunia ini?Namun, untuk menenangkan Edward, Romeo bertanya dengan sabar, "Apa rencanamu?""Putri Keluarga Gloria itu sudah terlahir kembali. Putra Keluarga Edris itu juga sepertinya sudah terlahir kembali."Edward menatap Romeo sambil berkata, "Selama ini aku mencari momen mereka terlahir kembali, tapi aku nggak pernah menemukannya. Tapi, siapa yang berani mencobanya? Hanya dengan menemukan harta karun Kota Poseidon, kita baru bisa memahami caranya dan mengulang lagi.""Mengulang lagi ...."Romeo berkata, "Siapa yang akan memercayai omong kosong ini?""Aku adalah contoh hidupnya.""Kamu telah terlahir kembali?""Aku stres pada hari aku kehilangan ibumu. Pada akhirnya, aku memilih untuk pergi bersama ibumu. Tapi, saat aku membuka mata, aku masih hidup dan semuanya terulang kembali. Tapi, aku terlahir kembali hanya saat ibumu meninggal. Aku nggak bisa mengubah kematian ibumu. Saat itu aku merasa aku sudah menembua
Dia menunjuk foto-foto di sekitar sambil berkata, "Bersatu seperti ini yang kamu inginkan? Edward, aku mau mengingatkanmu kalau kamu sudah mati bagi orang luar! Kamu sudah mati selama 20 tahun! Di Grup Fernandez nggak ada kamu dan aku juga nggak membutuhkanmu!"Seingat Romeo, ayahnya adalah mesin yang serius, dingin dan tidak berperasaan.Orang ini sangat asing padanya. Dua puluh tahun sudah berlalu. Edward telah menjadi bayangan di benaknya.Namun, pada saat ini dia malah kembali.Dan bahkan menimbulkan begitu banyak masalah!Romeo mengingat dengan jelas 20 tahun yang lalu Edward mendadak meninggal dan Keluarga Fernandez menjadi kacau. Ketika Nyonya Besar Fernandez memakamkan Edward, dia pernah berkata, "Penguasa Grup Fernandez sudah mati. Keluarga Fernandez sudah kehilangan orang ini."Pada saat itu Romeo bersumpah dia mau menjadi orang yang lebih hebat daripada ayahnya. Dia ingin membangkitkan Keluarga Fernandez lagi.Walaupun suatu hari Edward muncul di hadapannya, dia tidak akan m
Pria itu mengulurkan tangan, lalu menepuk bahu Romeo dan berkata, "Ikut aku."Romeo melirik kamar pintu Violet yang tertutup. Pada akhirnya, dia mengikuti pria itu ke lantai lima Kediaman Fernandez.Koridor lantai lima gelap gulita.Pria itu membuka pintu sebuah kamar. Interior di dalam masih sama dengan puluhan tahun yang lalu. Ini adalah sebuah kamar utama. Begitu masuk, akan terlihat sebuah lukisan yang besar.Di dalam bingkai itu adalah foto pernikahan sepasang suami istri.Wajah wanita tampak kalem dan lembut. Tampangnya bisa membuat orang merasa tenang. Sementara pria yang berdiri di sebelah wanita itu mempunyai wajah yang sangat mirip dengan Romeo dan tampak tegas.Pria itu maju beberapa langkah, lalu berhenti di depan vas bunga.Dia hanya memindahkan vas bunga itu sedikit, lalu lemari kamar bergeser. Sebuah pintu besi muncul di hadapan mereka dan di dalam pintu besi adalah lift modern.Romeo sudah lama tinggal di rumah ini, tapi dia tidak pernah sadar kalau ada lift di dalam ka
"Sherman Knowles."Ketika mendengar nama Sherman, Nathan terdiam untuk beberapa saat."Sepertinya yang dipikirkan Tuan, Keluarga Knowles memang memiliki rahasia."Saat ini Nathan melihat komputer CCTV di depannya. Itu adalah gambar di hari Jacob melompat keluar dari jendela lantai dua.Gambar itu menunjukkan dengan jelas setelah Jacob pingsan sekitar satu menit, dia bangkit dari tanah dan menepuk debu-debu di pakaiannya.Setelah itu, Sherman melihat ke arah kamera CCTV.Lalu, Sherman menembak kamera CCTV menggunakan pistol dengan peredam suara."Penerus Keluarga Knowles memiliki kondisi kepribadian ganda. Kalau hal ini tersebar keluar, pasti akan menjadi heboh. Pantas saja Tuan Besar Knowles selalu memikirkan cara untuk merahasiakan hal ini.""Tuan, sebenarnya Sherman adalah musuh atau teman kita?""Untuk saat ini, sepertinya dia adalah musuh."Nathan diam untuk beberapa saat, kemudian berkata, "Suruh Charles dan yang lainnya pulang dulu.""Baik."Setelah Eddie keluar, baru Nathan mene
Saat Romeo melihat Nicholas, dia berjalan ke arah lain. Dia menyerahkan Violet kepada Nicholas, kemudian berkata, "Hentikan pendarahannya. Jangan sampai dia mati."Nicholas mendongak, lalu melihat tatapan mata Romeo. Dia menatap Violet dan berpura-pura berkata dengan tenang, "Aku mengerti."Nicholas pun membawa pergi Violet.Isabella memelototi Romeo dan berkata, "Tuan Romeo, jangan-jangan kamu belum melupakan Violet? Kamu ingin sekali dia hidup. Sepertinya Tuan Romeo masih sangat mencintainya."Melihat Isabella sedang menyindirnya, Romeo pun melirik Isabella dengan sinis sambil berkata, "Kamu nggak punya hak untuk bersuara. Tutup mulutmu! Kalau kamu sudah nggak menginginkan mulutmu, aku bisa membantumu menjahitnya.""Kamu ...."Isabella ingin membalas, tapi pria di sebelah berkata, "Cukup. Violet memang belum boleh mati. Aku harus tahu keberadaan harta karun darinya.""Baik, Bos ...."Isabella melangkah mundur.Saat ini Nicholas sudah mengantar Violet ke dalam mobil. Dia segera membuk
Sebelum Howard bisa merebut pistolnya, Glenn di sebelah bersiap untuk membantu Howard. Namun, dia belum sempat mengulurkan tangannya dan semua orang terdengar suara tembak.Violet meringis kesakitan.Darah pekat mengalir dari bahu Violet. Muka Violet langsung memucat dan keningnya mulai berkeringat karena dia sedang menahan sakit.Howard yang awalnya masih ingin menyerang langsung membeku.Raut wajah Charles tampak sangat masam. Dia sudah mengangkat lengannya dan mengarahkan pistol ke belakang kepala Sherman, tapi Sherman membelakangi Charles tanpa rasa takut."Charles, pikir baik-baik. Berikutnya ... bukan bahunya lagi."Karena perkataan Sherman, tangan Charles sedikit gemetar.Tadi semua orang telah melihat kemampuan Sherman. Kalau Sherman tidak melakukannya dengan sengaja, yang ditembaknya pasti bukan bahu Violet.Walaupun pikiran itu hanya tebersit sebentar di benak Charles, ketika dia tersadar, Sherman sudah membawa pergi Violet."Charles! Charles!"William terus mengguncang tubuh
Saat melihat anak buah yang dibawa Howard, suasana langsung menjadi makin berat."Menyerahlah. Orang-orang kalian sudah ditahan oleh anak buahku. Mereka nggak akan bisa masuk dan melindungi kalian."Nada Howard terdengar sinis.Pria itu tertawa sinis, lalu berkata, "Setelah kalian repot-repot, ternyata ini untuk menjebakku. Anak muda sekarang benar-benar kurang ajar .... Sayangnya, kalian nggak benar-benar berpikir aku nggak melakukan persiapan, 'kan?"Saat Violet mendengar itu, dia tiba-tiba menyadari ada yang tidak beres.Namun, sebelum dia bisa bereaksi, moncong pistol telah diarahkan ke belakang kepalanya.Moncong pistol yang dingin membuatnya langsung menegang.Gwen di sebelah berkata dengan marah, "Sherman! Ngapain kamu?!"Ekspresi Howard langsung menjadi masam.Wajah Sherman terlihat datar. Ekspresi terkejut dari sebelumnya sudah tak terlihat kini, melainkan ekspresinya tampak penuh dengan arti."Kak!"Agnes juga tercengang.Charles di sebelah mengerutkan alisnya. Dia tanpa sada