Share

Bab 524

Author: Daun Jahe
Saat Marco dibawa keluar, dia pun sudah terinfeksi oleh zat beracun. Paru-paru dan jantungnya tidak berfungsi lagi. Ditambah lagi dengan cedera parah di bagian kakinya. Marco pun tidak berhasil diselamatkan.

Claire terbelalak dan tidak berbicara.

Javier menatapnya. “Aku sudah membantumu untuk menjelaskan masalah ini kepada pihak kepolisian. Kamu melakukan tembakan juga demi melindungi diri sendiri. Kamu tidak berniat untuk membunuhnya. Jika tidak, mana mungkin kamu hanya menembak pahanya saja.”

Claire tersenyum. “Bagaimana kalau aku memang ingin membunuhnya?”

Javier menyipitkan matanya dan tidak bersuara.

Kali ini, Claire memalingkan kepalanya menghadap ke luar jendela. “Kecelakaan tiga tahun lalu adalah rencananya. Dia mengutus Rosy untuk melakukannya. Waktu itu, aku memang ingin menembak kepalanya. Sekarang, setelah melihat dia menerima akibat dari perbuatannya, aku juga nggak merasa menyesal.”

“Claire.”

Javier mencondongkan tubuhnya untuk melihat Claire. Dia memalingkan wajah Claire
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Just Rara
kenapa javier gak diobati pakai darahnya claire?
goodnovel comment avatar
Amel Carla
Aku nggak akan kuat kalau endingnya mreka bdipisahkan sama kematian .........
goodnovel comment avatar
stevani wijaya
ending nya smpe brp bab ya???
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 525

    Javier menghentikan langkahnya. Tanpa menoleh, dia berkata, “Aku tidak takut mati. Aku hanya takut mati di hadapannya.” Kemudian, Javier memalingkan kepalanya. “Besok suruh Jody datang untuk temani dia.”…Keesokan harinya, Claire sedang duduk di atas ranjang sembari membaca koran.Marco telah meninggal dan kenyataan akan masalah virus pun telah terbongkar. Orang-orang itu benar-benar mendorong semua kesalahan ke diri Keluarga Larsano.Mereka bahkan tidak mengungkit semua yang pernah dilakukan mereka bersama Keluarga Larsano. Lagi pula mereka hanya memanfaatkan teknik Keluarga Larsano untuk melakukan penelitian. Sekarang Keluarga Larsano sudah dalam keadaan terpuruk, Marco pun telah meninggal. Mereka juga tidak perlu khawatir akan terlibat dalam masalah ini.“Ibu!” Ketika mendengar suara itu, Claire pun langsung memalingkan kepalanya untuk melihat keluar dengan kaget. Kedua matanya spontan merona. “Jody?”Jody segera berjalan ke sisi ranjang. Claire pun langsung memeluknya. “Jody, apa

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 526

    Selama dua hari ini, hanya Izza dan Jody yang selalu menemani Claire di rumah sakit. Javier pun tidak kelihatan batang hidungnya.Di dalam mobil. Claire memandang ke luar jendela. Dia memandang daun-daun yang berguguran di atas lantai dengan terbengong.Claire membawa Jody ke Vila Swise. Begitu memasuki rumah, tampak Owl sedang menunggunya di ruang tamu.“Ayah.” Claire menggandeng Jody ke sisinya.Owl melihat Jody. “Siapa anak ini?”“Dia anakku.” Claire meletakkan tangannya di pundak Jody. “Jody Adhitama.”Owl meletakkan cangkirnya, lalu tersenyum. “Ternyata kamu punya anak. Sudah segede ini.”Jody membalas, “Iya, aku masih ada satu adik laki-laki dan satu anak perempuan.”Terlintas ekspresi kaget di wajah Owl. Claire pun hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa lagi.Claire menyuruh Izza untuk membawa Jody berkeliling. Kemudian, dia pun berbincang-bincang dengan Owl di ruang tamu. Setelah mendengar jebakan yang dilakukan Claire dan juga Marco, Owl pun berkata, “Tak disangka, pada

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 527

    Tahap akhir adalah masa terjangkit virus setelah tiga tahun. Pasien akan mulai batuk darah, sistem kekebalan tubuh menurun, dan mengalami demam ringan. Ketika organ tubuhnya tidak berfungsi lagi, dia pun akan meninggal.Tiba-tiba Claire kepikiran sesuatu dan langsung berdiri. “Oh ya, kalau … kalau ada virus yang nggak ada masa inkubasinya, orang yang tertular akan langsung demam dan bahkan batuk darah. Dia terkena virus jenis apa?”Owl memiringkan tubuhnya untuk menatapnya. “Itu adalah virus Moza varian baru. Penyebarannya lebih cepat daripada virus Moza biasa. Biasanya mereka yang terkena virus jenis ini hanya memiliki masa hidup sekitar tiga atau empat tahun saja.”Masa hidup tiga atau empat tahun ….Wajah Claire seketika memucat.Kenapa bisa seperti ini? Hanya bisa hidup tiga atau empat tahun? Sementara, Javier sudah tahun ketiga!“Claire, ada apa denganmu?” Owl menatap Claire dengan bingung.Claire tersadar dari bengongnya, lalu berkata, “Ayah, gimana kalau tertular virus varian ba

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 528

    Pengawal berdiri di depan pintu. “Tuan Javier, Kak Roger, ada Nona Claire di luar.”Javier tertegun sejenak, lalu membalas dengan datar, “Suruh dia ke atas.”Awalnya Javier ingin Jody menemaninya. Dia sengaja untuk tidak menemui Claire selama beberapa hari ini. Tak disangka, dia malah datang.Beberapa saat kemudian, Claire pun datang. Raut wajahnya terlihat agak serius dan muram.Roger pun meninggalkan ruangan, sekalian menutup pintu.Claire berjalan ke depan meja baca. “Apa kamu sengaja nggak mau ketemu sama aku?”Javier tersenyum dengan tidak acuh. “Apa iya?”Tiba-tiba Claire merampas dokumen di tangan Javier, lalu meletakkannya di samping. “Iya! Padahal aku sudah keluar dari rumah sakit, kamu malah nggak cari aku. Kenapa? Apa kamu menyesal?”Javier hanya tersenyum dan tidak berbicara.Kedua tangan Claire menopang di atas meja. “Javier, kalau kamu menyesal, mulai besok aku nggak akan muncul di hadapanmu lagi.”Hingga saat ini, Javier hanya menatap Claire tanpa bergerak sama sekali.C

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 529

    Claire mengeluarkan suara sengaunya. Dia bersandar di dalam pelukan Javier tanpa bergerak sama sekali. “Aku capek.”Javier membalikkan tubuhnya. “Capek?”Claire memeluk leher Javier dengan malasnya. “Terserah kamu saja.”“Dasar siluman penggoda.” Javier mengecup dalam bibir si wanita. Malam ini dilewati dengan sangat menyenangkan.Keesokan harinya.Setelah Claire bangun, dia pun pergi mempersiapkan sarapan. Tiba-tiba terdengar ada suara dari luar sana, Claire mengangkat kepalanya, lalu tampak Berwin dan kedua pengawal berjalan ke dalam.Berwin sungguh terkejut ketika melihat keberadaan Claire. Dia spontan mengerutkan keningnya. “Kenapa kamu bisa ada di sini?”Jody dan Roger kebetulan hendak menuruni tangga. Raut wajah Roger langsung berubah. Dia seketika berlari ke hadapan Berwin. “Pak, datangnya pagi sekali.”“Bukankah aku sudah beri tahu kamu sebelumnya? Apa kamu menganggap ucapanku sebagai angin lalu?”Maksud ucapan Berwin tak lain adalah masalah Claire mendekati Javier.Belum sempa

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 530

    Sepertinya Berwin juga menyesali keputusannya.“Tuan Javier?” Roger melihat Javier yang sedang berdiri di atas tangga dengan terkejut.Apa Javier telah mendengar semua percakapan tadi?Javier berjalan menuruni tangga dengan perlahan, lalu berhenti di hadapan Claire dengan tersenyum. “Aku kira kamu sudah pergi.”Claire menyusun sendok dan garpu di atas meja. “Sebelum pergi, aku harus mempersiapkan sarapan buat anak … dan ayah anakku, ‘kan?”Ketika mendengar kata “ayah anakku”, Javier pun tersenyum hangat. “Sepertinya kakekku akan kehilangan selera makan dan susah tidur dalam beberapa hari ini.”Claire menuangkan segelas susu untuk Jody. “Aku hanya lagi jujur saja. Memangnya aku salah?”Javier kembali tersenyum. Tanpa menghiraukan orang-orang di sekitar, Javier langsung memeluknya dan menghirup aroma rambutnya. “Emm, kamu hebat sekali.”Claire melirik sekeliling dan wajahnya spontan merona. Dia mendorong Javier dengan sikunya. “Jangan beronar, cepat makan. Sebentar lagi aku sudah harus p

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 531

    Owl terbengong sejenak. Beberapa saat kemudian, dia pun berkata dengan menunduk, “Iya, kelahiranmu membuktikan bahwa aku sudah berhasil ….”Mobil berhenti di depan gedung laboratorium.Terdapat seorang lelaki dan perempuan sedang menunggu di depan pintu. Mereka berdua adalah warga Negara Mardani. Usia mereka sekitar 30 tahunan. Mereka tampak mengenakan jubah putih yang biasanya dikenakan di saat eksperimen dan juga kartu identitas digantung di depan saku dada.Ketika si lelaki menyadari kedatangan Owl, dia pun tersenyum dengan antusias tinggi. “Akhirnya kamu kembali juga?”“Jangan bocorkan masalah ini kepada orang lain, termasuk Pak Dekan,” pesan Owl.Si lelaki mengangguk tanda dirinya mengerti. “Oke, dia ….”Claire tidak pernah menunjukkan wajahnya di Negara Maradani. Jadi, wajar mereka tidak mengetahuinya.Owl melihat Claire, lalu memperkenalkannya, “Dia adalah putri Vina, Alice.”Si lelaki dan si perempuan pun merasa syok.Di dalam ruangan, Claire mengambil cangkir kopi yang disuguh

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 532

    Tristan menatap Owl dan berkata, "Mengembangkan antibodi baru dengan menggunakan darahnya? Tapi setelah darahnya diambil, tingkat eksistensi antibodi virus di dalam darah pada suhu ruangan akan sangat rendah."Itu berarti setiap kali pengambilan darah, mereka hanya memiliki peluang beberapa detik untuk memisahkan antibodi setelah darah diambil. Jika gagal, itu berarti mereka harus mencoba lagi. Jadi, berapa banyak pengambilan darah yang diperlukan!Bagaimana jika semua upaya mereka tidak berhasil? Bukankah darah Alice akan terkuras habis?Owl mengerti kekhawatiran Tristan. Hanya saja, awalnya dia juga tidak ingin menggunakan cara ini. Hanya saja, kepikiran Claire begitu memercayainya, Owl pun merasa terbebani.Owl tidak ingin mengecewakan kepercayaan Claire. Hanya saja, dia takut eksperimennya akan gagal.Waktu itu, Owl tidak sanggup menciptakan serum antibodi untuk menyelamatkan Vina. Sekarang apa Owl bisa melakukannya? Dia sendiri juga tidak tahu.Selama beberapa tahun ini, Owl terus

Latest chapter

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2763

    Larut malam, kota kuno ini terasa sunyi dan hening, hanya suara serangga yang bergema di antara rerumputan.Sebuah lampu menerangi rerumputan di luar tenda, menambah suasana menjadi semakin hening dan tenang.Jessie membalikkan tubuhnya masih belum tertidur. Saat sebuah tangan panjang merangkul pinggangnya, lalu memasukkan Jessie ke dalam pelukannya. “Tidak bisa tidur?”“Emm.” Jessie bersandar di dalam pelukannya. “Kak Jules, aku ingin ke toilet, tapi aku nggak berani.”Jules mencium kening Jessie. “Biar aku temani.”Mereka berdua berjalan keluar tenda. Jules mengeluarkan senter, lalu berjalan bersama Jessie. Saat mereka tiba di depan pepohonan, Jessie membalikkan tubuhnya untuk menatap Jules. “Tunggu aku di sini.”Jules mengangguk. “Panggil aku kalau ada apa-apa.”Jessie berjalan ke dalam pepohonan, tetapi dia juga tidak berani berjalan terlalu jauh.Setelah buang air, Jessie segera keluar dan memeluk lengannya. “Selesai.”Jules mengulurkan tangan untuk merangkul Jessie.Setelah kemba

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2762

    Jodhiva juga tersenyum. “Cepat juga, tapi masih tergolong pagi.”Jessie menyandarkan kepalanya di atas paha Jules sembari memandang langit. Beberapa saat kemudian, dia bertanya, “Kenapa rasanya bakal turun hujan?”Orang-orang langsung melihat ke sisi Jessie.Jerremy menarik napas dalam-dalam. “Kamu jangan sembarangan bicara.”Dacia memandang ke atas langit. Langit memang kelihatan cerah, tetapi malah kelihatan mendung di bagian atas gunung. “Mungkin cuma mendung saja?”Sudah jam segini, tapi matahari masih belum menampakkan diri. Seharusnya hanya mendung, tidak sampai tahap turun hujan.Ariel berkata, “Ramalan cuaca hari ini tidak mengatakan akan turun hujan hari ini. Aku merasa seharusnya tidak akan turun hujan.”Kecuali, ramalan cuaca tidak akurat!Beberapa orang tinggal sejenak. Jules merasa ada tetesan air di wajahnya. Dia mengusap sejenak. “Eh, turun hujan, deh.”Ariel duduk di tempat. “Apa?”Jessie menunjukkan senyuman canggung di wajahnya. “Firasatku mengatakan bakal turun hujan

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2761

    Yang lain juga sudah setuju.Setelah masakan disajikan, Jessie melihat makanan berwarna putih dengan berbentuk seperti kipas. Dia bertanya pada bos, “Apa ini?”Bos memperkenalkan dengan tersenyum, “Ini namanya ‘milk fan’, terbuat dari susu. Karena warnanya putih dan agak transparan, ditambah bentuknya seperti kipas, makanan ini pun diberi nama ‘milk fan’.”Ariel mencicipinya. “Emm, rasanya enak juga.”Dacia dan Jerremy juga telah mencicipinya. Rasanya memang cukup enak.Setelah masakan selesai dimasak, Bos pun menyajikan ke atas meja. “Ini adalah mie beras dengan ditaburi ayam dingin dan berbagai bahan tambahan. Ayam dimasak dengan bumbu khas, lalu disiram dengan saus buatan sendiri, minyak cabai, minyak lada hitam, dan ditambahkan kenari panggang. Ini adalah salah satu makanan khas daerah kami. Biasanya para wisatawan juga sangat menyukainya.”Jessie mencicipi sesuap. Ariel pun bertanya, “Gimana rasanya?”Jessie mengangguk, lalu menyantapnya dengan suapan besar.Yang lain juga ikut me

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2760

    Menjelang malam, di Kompleks Amara.Jessie sedang berkemas di kamarnya, menyiapkan barang-barang untuk perjalanan, termasuk panduan perjalanan darat serta berbagai perlengkapan yang mungkin dibutuhkan.Jules baru saja selesai mandi dan keluar dari kamar mandi. Melihat Jessie yang begitu serius mencari informasi tentang perjalanan, dia tidak bisa menahan tawanya. “Kita hanya pergi jalan-jalan, kenapa seperti mau pindah rumah saja?”“Barang cewek memang banyak! Mulai dari kosmetik, perawatan wajah, perlengkapan sehari-hari, camilan, oh ya, juga kamera, drone, dan payung. Semua sudah aku bawa!”Jules menyipitkan mata. “Bawa payung juga?”Jessie mengangkat kepala untuk melihat Jules, lalu berkata dengan serius, “Bagaimana kalau turun hujan? Bukannya akan terasa canggung?”Jules merasa tidak berdaya.Dua koper besar dan satu koper kecil sudah selesai dikemas. Jessie berdiri dan menatap barang bawaannya. Sepertinya memang agak berlebihan. Dia pun menggaruk pipinya sambil berkata, “Sepertinya

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2759

    Jodhiva menggenggam tangannya. “Kita bicarakan nanti.”Claire melihat ke sisi Jessie dan Jules. “Jody dan Jerry sudah mengadakan resepsi pernikahan. Bagaimana dengan kalian?”Jessie membalas, “Kata Kak Jules, cocoknya di tanggal 9 September. Karena cuaca di awal bulan September nggak tergolong dingin, cuaca di siang hari tergolong hangat. Kalau malam, cuaca akan terasa dingin.”Ariel merasa syok. “Cuaca bulan September di sini masih panas? Nggak, biasanya di Pulau Persia, bulan September itu musim panas.”Jessie tersenyum. “Musim dingin di Pulau Persia sama seperti musim gugur di sini. Kalau kamu tidak suka musim salju, kamu bisa kembali ke Pulau Persia.”Steven meletakkan cangkir tehnya sembari berpikir sejenak. “Tanggal 9 September. Bukannya hanya tersisa 13 hari saja? Cepat juga.”Claire mengangguk dengan tersenyum. “Cukup cepat juga.”Jodhiva melihat ke sisi Jules. “Pernikahan keluarga kerajaan pasti meriah?”Jules merangkul pundak Jessie. “Tentu saja. Pada saat itu, pernikahan aka

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2758

    Yogi mengangguk. “Aku akan melakukannya.”Setelah berpamitan dengan Shawn, mereka bertiga memasuki bandara.Pada saat bersamaan, di bandara Kota Jimbar.Mike dan Emilia mengantar Hiro di depan pintu. Mike menyerahkan koper kepadanya. “Kalau ada waktu, sering main ke sini.”Hiro mengambil kopernya sembari mengangguk. Kemudian, dia membalikkan tubuhnya, berjalan ke dalam bandara.Emilia yang sedang menggendong kucing menggigit bibirnya. Dia menundukkan kepalanya menatap Kiumi. “Kelak mungkin kamu tidak akan bertemu Paman lagi.”Mike melirik Emilia sekilas. “Astaga, masih tidak merelakannya?”“Kiumi yang nggak merelakannya.”“Aku rasa kamu yang tidak merelakannya.” Mike membalikkan tubuhnya dengan tersenyum, kemudian berjalan ke depan mobil. Emilia mengikuti di belakang. Mike membuka pintu. “Kamu ini masih kecil. Kamu selesaikan sekolahmu, lalu usahakan untuk kuliah di ibu kota.”Emilia duduk di bangku samping pengemudi. Ketika mendengar kuliah di ibu kota, dia langsung memalingkan kepala

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2757

    Seperti kata pepatah, setiap kerugian pasti akan disertai dengan keuntungan. Lagi pula, dari dermaga itu, Keluarga Amkasa hanya akan mendapat pemasukan dari biaya singgah kapal dagang Organisasi Naga.Sekarang, setelah kaki putra Sorox patah akibat dipukul oleh Anton, Keluarga Amkasa sama sekali tidak menunjukkan respons apa pun, itu berarti mereka telah sepenuhnya menyinggung Sorox.Jangan harap mereka bisa berbisnis seperti biasa di masa depan. Bahkan, Organisasi Naga mungkin akan menjadi musuh Keluarga Amkasa. Meskipun mereka tidak lagi menggunakan dermaga Keluarga Amkasa, mereka tetap bisa membuka jalur baru dengan cara mereka sendiri.Pada akhirnya, Keluarga Amkasa justru mempersempit jalan mereka sendiri hanya demi mempertahankan keuntungan kecil ini.Yogi membalikkan kepalanya untuk melihat Dessy. “Ayo, kita pergi.”“Yogi, sebenarnya apa maksudmu? Sebenarnya kamu mau bantu atau tidak!” jerit Febri.Tanpa menoleh, Yogi berkata, “Tunggu kabar saja.”Kemudian, Yogi meninggalkan tem

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2756

    Pada saat ini, pengurus rumah bergegas ke dalam rumah. “Tuan, ada yang melapor, katanya mereka melihat Tuan Yogi di dalam kota.”Benny spontan berdiri. “Apa benar?”Apa Yogi telah kembali?“Iya, dia lagi berada di Kediaman Keluarga Tanoto.”Ketika mendengar Yogi pergi ke Kediaman Keluarga Tanoto, Benny langsung menggebrak meja. “Begitu pulang, malah langsung ke Kediaman Keluarga Tanoto, sepertinya dia benar-benar tidak menganggap dirinya sebagai bagian dari Keluarga Amkasa!”Sekarang Febri sangat panik. Dia hanya berharap putranya bisa kembali. “Suamiku, berhubung dia sudah kembali, biarkan dia pergi tebus Anton. Bukannya Yogi itu anak sulungmu? Sekarang nyawa Anton sangat penting!”Kening Benny berkerut. Tangannya dikepal erat.Tidak lama kemudian, Yogi dan Dessy berada di halaman luar. Begitu Benny melihat kepulangannya, Benny pun terbengong sejenak. Ekspresinya seketika berubah muram. “Bukannya kamu tidak bersedia untuk pulang?”Tidak terlihat ekspresi apa pun di wajah Yogi. “Kalau

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2755

    Shawn kelihatan tidak senang.Tobias tersenyum. “Kata siapa kaki Yogi akan dipertaruhkan? Daripada Sorox membuat Anton cacat, lebih baik Yogi turun tangan sendiri saja.”Shawn terbengong sejenak. “Suruh Yogi turun tangan sendiri?”Tobias mencondongkan tubuhnya ke depan. “Sekarang satu kaki Jomin sudah dipatahkan, tapi nyawanya baik-baik saja. Setelah istirahat selama setengah tahun, dia masih bisa turun dari ranjang dan berjalan secara normal. Aku dengar-dengar Sorox sangat sadis, tapi sekarang dia hanya mengancam Keluarga Amkasa untuk mengalah dengan Jomin. Kenapa dia tidak turun tangan?”Shawn kembali terbengong. “Apa maksudmu, Sorox punya maksud lain?”Tobias menuang air ke dalam gelasnya. “Sorox adalah seorang penguasa lokal di Miamar yang memiliki kekuasaan besar. Bisnis yang dia jalankan tidak bersih dan asal-usulnya juga tidak jelas. Selain itu, barang-barang mereka biasanya dikirim melalui jalur air, yang mana harus melewati wilayah Keluarga Amkasa.”“Lagi pula, nyawa Jomin tid

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status