Terima kasih sudah membaca... Terima kasih juga yang sudah memberi dukungan (vote, komentar, dan memberi rate bintang 5) Dukung terus ya... Thank You <3 Kalau berkenan follow I6 author ya : @MeowMoe21 / @_meowmoe_
Anna dan Rainhard tiba di mansion super mewah keluarga Wright jauh sebelum jam makan malam. Bersyukur akan hal itu, Anna menggunakan waktu yang masih berjarak dua jam dari makan malam untuk mandi karena merasa gerah dan tidak nyaman setelah melakukan pengambilan gambar yang membuat tubuhnya terasa lengket di sana-sini. Karena itu juga Anna memilih untuk pulang bersama Rainhard alih-alih bersama Orin dan Joey yang pasti akan dimintanya berhenti jauh dari lokasi mansion keluarga Wright sebelum nantinya akan naik taksi lagi untuk pulang ke kediaman tersebut.Anna baru naik ke lantai enam tepat satu jam sebelum makan malam bersama. Entah kenapa ia merasa sangat bersemangat padahal sebelumnya sangat membenci Norman dan Elvin Wright.“Perasaan ingin berkumpul bersama ini sebenarnya agak sedikit membuatku bingung,” gumam Anna. “Bukannya aku membenci mereka? Atau apa aku sebenarnya— Astaga!” Anna melompat mundur menjauhi anak kecil berambut mohawk yang tiba-tiba saja muncul di dalam lift.“Buk
“Lagi mempelajari naskah?” tanya Elvin begitu keluar dari dalam kamar mandi dan langsung melihat Anna sedang duduk bersandar di ranjang mereka sembari fokus pada sebuah naskah di tangannya. Karena datang ke makan malam bersama hampir terlambat, Elvin baru bisa mandi setelah makan malam bersama Norman Wright berakhir.Anna mendongak lalu mengangguk, “Aku agak lelah jadi malas membaca di ruang kerjaku. Apa aku mengganggumu?” Anna bertanya balik mengira Elvin merasa terganggu karena harus melakukan pekerjaan —membaca naskah yang tadi siang Alessio berikan— di atas ranjang tidur mereka.Pertanyaan itu membuat Elvin mengernyitkan alis, tahu kalau Anna salah paham pada maksud di balik pertanyaannya.“Aku cuma bertanya. Maksudku, aku tidak merasa terganggu dengan kegiatanmu selama naskah itu tidak kau bacakan dengan suara nyaring.”Jawaban Elvin membuat Anna tertawa.“Sudah mengosongkan jadwalmu untuk besok pagi?”“Sudah kulakukan. Oh… omong-omong bisakah kau membantuku setelah pertemuan deng
Wright Resto, sebuah restoran bintang lima super mewah yang berlokasi di pusat Kota X. Restoran yang dikelola bersama oleh para pemegang saham utama Wright Group, yang juga menjadi wadah tiap kali para Dewan Direksi dari Wright Group mengadakan pertemuan penting. Ke sanalah Anna dan Elvin pergi untuk melakukan pertemuan dengan para Dewan Direksi, memperkenalkan Anna sebagai istri rahasia Elvin demi mendapatkan hak mutlaknya sebagai pewaris kursi kepemimpinan Wright Group.Tidak seperti kebanyakan restoran bintang lima lain, Wright Resto yang berdiri di sebuah lahan seluas 2.500 m² itu hanyalah sebuah bangunan yang terbilang cukup kecil jika harus dibandingkan dengan nama besarnya yang sangat eksklusif di kalangan para pebisnis kelas atas. Restoran itu cuma memiliki dua lantai dengan luas bangunan yang hanya seluas 625 m², cukup kecil untuk mendapat gelar sebagai restoran terbaik di Kota X yang memiliki menu hidangan bercita rasa tinggi.Alasan kenapa bangunannya tidak begitu besar sebe
Kedelapan Dewan Direksi tersenyum tipis. Walau Elvin tidak mengumbar semua itu, mereka juga sudah tahu kalau Jeany Wright adalah calon pewaris yang sangat tidak layak, bahkan tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka bahkan yakin jika Jeany tidak akan bisa bekerja dengan baik walau hanya sebagai seorang pegawai magang di salah satu anak perusahaan Wright Group.Melihat Elvin mengumbar keburukan putrinya, Rudolf yang tahu kalau ini adalah satu-satunya kesempatan yang ia miliki untuk mendapatkan simpatik dan dukungan dari 8 Dewan Direksi hampir saja membentak. Namun niatnya terhenti saat melihat Elvin mengganti tayangan pada layar proyektor, menunjukkan rekaman CCTV perkelahian Anna di taman sekolah.“Kita akan mulai dari sisi kekerasan dan intimidasi bersifat fisik terlebih dahulu,” Elvin memulai presentasi mengenai istrinya dengan senyum yang tampak kaku saat melihat bagaimana menakutkannya Anna dalam berkelahi. “Anda bisa melihat sendiri kalau istri saya bisa membela dirinya sendiri saat d
“Thomas Wong meninggalkan Wright Entertainment?!” Dewan Direksi lain terkesiap dengan suara nyaring setelah tahu salah satu orang paling berbakat dan berdedikasi tinggi dalam seni peran itu telah pergi meninggalkan salah satu anak perusahaan Wright Group. Ia, beserta yang lain termasuk Rudolf Wright, tidak perlu sampai mengonfirmasi ulang kebenaran dari apa yang baru saja Elvin sampaikan karena tahu kalau Elvin tidak mungkin membicarakan sebuah kebohongan dalam pertemuan penting itu. Karena itulah respon kaget yang baru saja pria paruh baya itu lontarkan sebenarnya bukanlah sebuah pertanyaan namun merupakan sebuah rasa terkejut yang diekspresikan melalui kata-kata.Setelah mengangguk, Elvin berbicara kembali, memberikan informasi lain yang tak kalah mengejutkan, “Selain itu, dengan bodohnya, Jeany juga hampir memecat Orin Levania andai saya tidak datang dan mencegahnya.”Dari Elvin, tatapan para Dewan Direksi beralih pada Rudolf Wright. Jika sebelumnya ada berbagai ekspresi yang dapat
Jika kedelapan Dewan Direksi saja sampai bingung perihal mengapa Rainhard tampak patuh pada Anna, apalagi Elvin yang sudah sangat dekat dengan Rainhard.Bahkan lebih dari kedelapan Dewan Direksi yang sudah tahu kalau Rainhard tidak mudah bersikap ramah pada orang lain selain Elvin, tentu saja Elvin lebih tahu kalau Rainhard tidak pernah terlihat ramah pada siapa pun termasuk pada kakeknya sekalipun —kecuali pada Jessica.Bukan hanya bersikap ramah saja. Dari yang Elvin lihat, Rainhard juga tampak segan pada Anna.‘Apa ada sesuatu yang terjadi di antara mereka yang tidak kuketahui?’ pikir Elvin penasaran atas sikap Rainhard pada Anna.Mengabaikan dahulu rasa penasarannya, Elvin ingin memanfaatkan rasa takjub para Dewan Direksi yang sedang melakukan penilaian pada dirinya dan Anna, juga lawan mereka Rudolf Wright. Ia pun berbicara kembali memanfaatkan momen baik tersebut.Elvin membuka rahasia yang selama ini disimpan rapat oleh Rudolf tentang bagaimana Rudolf yang harusnya memiliki kuas
Roman Briel langsung menyeringai lebar memperlihatkan barisan giginya yang kuning begitu melihat putri sulungnya datang berkunjung. Ia bahkan tertawa terbahak-bahak saat mereka sudah duduk berhadapan dengan berbatas dinding kokoh yang memiliki sebuah jendela berjeruji besi yang berada di antara mereka sebagai pemisah.“Merindukan Papamu?” ucap Roman setelah puas tertawa.“Anna datang untuk memberitahu kalau Anna, Mama, dan Sherly akan menghadiri persidangan sebagai saksi. Papa tahu apa yang akan terjadi pada diri Papa saat kami memberikan kesaksian jujur atas apa yang sudah Papa lakukan pada kami selama 10 tahun belakangan ini, bukan?”Awalnya Roman ingin mengabaikan dan menganggap ancaman Anna sebagai sebuah kata-kata kosong yang tidak berarti. Namun saat melihat sorot mata putrinya yang tampak sangat serius, yang dirasanya sangat buas mirip dengan tatapan para lawan bertinjunya ketika berada di atas ring dulu, ia tahu kalau ancaman itu bukanlah sebuah ancaman kosong belaka. Roman tah
Melihat ekspresi terkejut Roman dan petugas di dalam sana, Anna penasaran lalu menoleh dan ikut terkejut melihat Elvin telah membuka penyamarannya. Ia pun buru-buru berdiri, menarik Elvin menjauhi jendela berjeruji dan berbicara dengan suara setengah berbisik diiringi tatapan menuntut yang membuat Elvin hampir tertawa melihatnya.“Kenapa malah membuka penyamaranmu?”Elvin mendekatkan wajahnya ke telinga Anna lalu menjawab pertanyaan gadis itu dengan berbisik juga, “Urusanku sudah selesai. Sekarang giliranku untuk membantumu.”“Bagaimana kalau keberadaanmu di sini sampai diketahui publik?”Elvin menjauhkan wajahnya dari Anna, menatapnya sembari tersenyum sebelum menanggapi, “Aku akan meminta Rain untuk berbicara pada kepala penjara.”Anna mengerjap-ngerjapkan kedua matanya yang bulat saat merasa sedikit kesal ketika ingat kalau Elvin adalah seseorang yang berasal dari keluarga Wright, yang bisa melakukan apapun semaunya tanpa ada pihak yang berani menentangnya.‘Tentu saja tidak akan ad