Share

Bab 1869

Penulis: Angin
Chandra baru menyadari bahwa ketiga orang di hadapannya adalah leluhur dari Sekte Dantra. Ketiga Tetua Dantra itu sedang berkumpul, serius membicarakan rencana untuk menghadapi situasi yang genting. Di saat yang sama, dari kejauhan, tiba-tiba seseorang jatuh dari langit dengan keras, menghantam tanah hingga debu berterbangan.

Orang itu segera bangkit, tetapi begitu berdiri, darah segar langsung muncrat dari mulutnya. Chandra segera mengenali sosok yang terjatuh itu — kakeknya, Robi. Ia bergegas mendekat dengan cemas.

“Kakek baik-baik saja?” tanya Chandra khawatir.

Robi menyeka darah di sudut bibirnya, dengan ekspresi berat ia berkata, “Suku Mistik benar-benar mengerikan. Begitu banyak dari kita menyerang Gunung Bushu, tapi tetap saja kita belum bisa mengusir mereka.”

Tak lama kemudian, seseorang lagi terlempar dari atas gunung. Kali ini Titan, dengan luka parah dan tampak berantakan, rambutnya acak-acakan. Satu per satu ahli terbaik terhempas turun, semuanya dalam keadaan terluka.

“Tem
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Mulyadi Koto
Tambahin dong min jangan 2 bab aja perhari
goodnovel comment avatar
Bambangsutikno
mantap.........
goodnovel comment avatar
Aliff Farhan Ishak
anjay 2 bab je sehari babi
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Jenderal Naga   Bab 1870

    "Paman, kalau begini terus, kita tak akan bertahan lama. Para pesilat di Bumi ternyata jauh lebih kuat dari yang kita duga. Selain ahli Alam Mahasakti yang sudah muncul sebelumnya, sekarang malah ada beberapa ahli Alam Kesembilan, belum lagi Klan Darah — mereka klan yang sudah memperoleh Darah Naga sejak ribuan tahun lalu. Menghadapi mereka bukan perkara mudah," kata Wukon di belakang, dengan wajah penuh kecemasan.Tetua Suku Mistik itu hanya memandang patung besar di depannya. Patung ini baru muncul semalam. Malam itu, Gunung Bushu bergetar hebat, dan pegunungan yang dulunya hilang dalam sejarah tiba-tiba muncul kembali, menyatu sempurna dengan Gunung Bushu. Di antara semua itu, patung besar ini juga muncul. Meski hanya patung, auranya begitu kuat, bahkan dalam area penyegelan pun sang tetua belum pernah merasakan energi sebesar ini."Siapa sebenarnya yang diwakili patung ini? Sosok seperti apa dia? Hanya patungnya saja sudah sedahsyat ini, kalau wujud aslinya muncul, siapa yang bisa

  • Jenderal Naga   Bab 1871

    Di kaki Gunung Bushu, semua orang menatap ke arah Klan Darah yang baru saja tiba. Leluhur Klan Darah, Victor, adalah tokoh legendaris yang selamat dari perburuan naga seribu tahun yang lalu. Saat itu, naga tersebut terluka, dan Victor berhasil mendapatkan darahnya, yang kemudian membentuk kekuatan Klan Darah hingga saat ini. Namun, Victor terluka parah dan menghabiskan ribuan tahun untuk memulihkan diri.Beberapa tahun yang lalu, Raja Darah Pertama kembali membawa Naga Yu — darah naga suci — dan mempersembahkannya pada Victor. Dengan darah itu, Victor akhirnya pulih sepenuhnya, kekuatannya meningkat pesat, dan kini ia hanya selangkah lagi mencapai Alam Mahasakti.“Kakek,” kata cucunya, Wesley, sambil menghampiri, “waktu sepuluh menit hampir habis, tapi Suku Mistik belum pergi. Apa kita langsung serang saja?”“Serang,” jawab Victor singkat.Perintah itu membuat seluruh anggota Klan Darah serentak mencabut pedang mereka. Kali ini, Klan Darah bergerak dengan kekuatan penuh. Tak hanya satu

  • Jenderal Naga   Bab 1872

    Di kaki Gunung Bushu, Jamal tampak sangat bersemangat, tapi Chandra justru merasa sebaliknya. Dia malah tidak menginginkan hari itu tiba. Sementara itu, di kejauhan, pertempuran berlangsung sengit. Para pengikut Suku Mistik adalah ahli yang tangguh; yang terlemah di antara mereka pun sudah berada di puncak Tangga Langit Kesembilan. Namun, kekuatan Klan Darah lebih luar biasa. Dengan beberapa ahli Alam Kesembilan dan Victor yang telah menembus dua lapis belenggu, Suku Mistik mulai kewalahan dan terdesak mundur.Saat Suku Mistik hampir kalah, tetua mereka, Waran, muncul dengan kekuatan yang baru. Waran telah meminum pil misterius yang berisi energi besar, diracik dari berbagai obat langka. Pil itu membuatnya berhasil menembus tiga lapis belenggu, kini hanya satu langkah lagi menuju Alam Mahasakti.Chandra yang mengamati dari kaki gunung menyaksikan bagaimana Waran dengan kekuatan barunya mengusir seluruh anggota Klan Darah dari puncak gunung. Akan tetapi, tetua itu tidak menyerang mereka

  • Jenderal Naga   Bab 1873

    Chandra terus berjalan, tetapi tiba-tiba tubuhnya seperti menabrak sesuatu, membuatnya mundur beberapa langkah. Dia kebingungan dan mencoba memandang ke depan. Walau area itu gelap gulita, Chandra bisa melihat sedikit—pohon-pohon tua dengan akar yang menjalar dan celah-celah tanah yang mengeluarkan asap hitam tipis. Suasana di sekitarnya begitu sunyi, terasa menyeramkan dan mencekam.Setelah terdiam beberapa saat, Chandra melangkah maju lagi. Namun, sekali lagi, ia menabrak sesuatu. Chandra meraba-raba ke depan dan merasakan ada penghalang tak terlihat di hadapannya, seperti dinding tak kasat mata yang memblokir jalannya. Dia mencoba berpindah ke sisi lain, tetapi hasilnya sama. Chandra tak bisa masuk lebih dalam.“Aneh sekali,” gumam Chandra, kebingungan.Tiba-tiba, dari kejauhan terdengar raungan binatang buas yang tidak dikenal. Suaranya menggema dan begitu keras hingga telinga Chandra bergetar, meskipun dia berada di tingkat Alam Kesembilan. Di kegelapan, Chandra melihat sebuah bay

  • Jenderal Naga   Bab 1874

    Begitu mendengar tentang buah ajaib, Chandra langsung bersemangat. Berkat buah yang mengandung energi alam, dia bisa mencapai Alam Kesembilan. Ia segera mulai mencari di sekitar, namun setelah berkeliling, Chandra tidak menemukan buah atau tanaman lain yang mengandung energi alam. Agak kecewa, dia pun kembali ke kaki Gunung Bushu.Di sana, sudah banyak orang berkumpul, sibuk berbincang tentang pegunungan baru yang muncul di sekitar Gunung Bushu.“Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa Gunung Bushu tiba-tiba membesar? Terakhir kali aku datang, gunung ini tidak sebesar ini. Dari mana datangnya pegunungan ini?”“Ya, aneh sekali,” ujar yang lain, kebingungan dengan fenomena tersebut.Beberapa orang menduga bahwa pegunungan baru ini ada hubungannya dengan sinar lima warna yang muncul di puncak Gunung Bushu.Di antara para pendekar yang berkumpul, Wanto dan Maniso dari Kelompok Gunung Langit juga telah tiba. Sebelumnya, Chandra pernah berkunjung ke kelompok mereka, jadi mereka mengetahu

  • Jenderal Naga   Bab 1875

    Chandra menatap puncak gunung, terkejut melihat bahwa sumber sinar lima warna itu bukan benda ajaib, melainkan sebuah patung. Patung itu menggambarkan sosok seorang pria mengenakan baju perang, tingginya lebih dari lima puluh meter. Wajahnya terlihat fokus, menatap jauh ke depan dengan aura yang memancarkan rasa superioritas, seakan-akan meremehkan seluruh dunia. Meskipun hanya sebuah patung, energi yang terpancar darinya begitu kuat hingga membuat Chandra merasa tertekan dan ingin menunduk.“Apa ini?” Chandra terpaku, kebingungan. “Siapa dia sebenarnya? Bagaimana bisa sebuah patung memiliki energi yang sekuat ini?”Di sampingnya, Jamal juga merasakan kekuatan patung itu dengan hati berdebar. Awalnya, ia berpikir bahwa mereka akan menemukan benda sakti, tetapi ternyata hanya sebuah patung.“Tunggu, siapa di sana?” terdengar suara lantang.“Cepat pergi!” Jamal langsung menyadari bahaya dan memberi isyarat kepada Chandra untuk mundur.Tanpa berpikir panjang, Chandra segera berbalik dan b

  • Jenderal Naga   Bab 1876

    Mendengar penjelasan Chandra, semua orang mulai berdiskusi. Mereka penasaran, bertanya-tanya, seperti apa patung itu sebenarnya. Melihat para pendekar terbaik dari seluruh penjuru negeri sudah berkumpul, Chandra menatap Jamal yang tengah duduk bersila memulihkan diri, lalu menghampirinya.“Paman, apakah perlu kita memberi tahu mereka soal segel ini?” tanya Chandra dengan suara pelan.Jamal berpikir sejenak, lalu berkata, “Bisa saja. Sekarang segel sudah mulai terbuka, dan perubahan di alam pun akan segera terjadi. Lebih baik kita memberi tahu mereka agar mereka bisa bersiap-siap.”Setelah mendapat izin dari Jamal, Chandra melangkah menuju kerumunan. Para pendekar yang berkumpul langsung berdiri memperhatikannya, tertarik untuk mendengar apa yang akan ia katakan.Chandra menatap puluhan pendekar terkuat di depannya, yang merupakan andalan masa depan manusia. “Saudara sekalian, saya tahu kalian pasti bertanya-tanya, mengapa tiba-tiba banyak pegunungan yang tidak dikenal muncul di sekitar

  • Jenderal Naga   Bab 1877

    Chandra menyadari bahwa satu negara seperti Negara Naga tak akan cukup. Dia berharap ada lebih banyak negara yang didirikan demi kelangsungan hidup umat manusia. Dengan demikian, jika terjadi akhir dunia, manusia akan memiliki lebih banyak tempat berlindung. Chandra kembali menolak ajakan Robi, yang kali ini memutuskan untuk tidak membujuk lebih jauh.Di sekitar Gunung Bushu, para pendekar berkumpul dan mendiskusikan apa yang baru mereka ketahui. Mereka sadar bahwa Gunung Bushu, dengan kekayaan energi alamnya, adalah tempat yang harus mereka kuasai, dan tidak bisa diserahkan pada Suku Mistik yang datang dari wilayah tersegel. Sepanjang malam, mereka menyusun rencana, memutuskan untuk menyerang Gunung Bushu bersama-sama keesokan harinya.Keesokan paginya, saat matahari terbit, puluhan pendekar terbaik berkumpul di kaki gunung. Robi berdiri di depan, menjelaskan bahwa kekuatan Suku Mistik hanya terdiri dari sekitar dua puluh orang, kebanyakan berada di Tangga Langit Kesembilan, dengan ya

Bab terbaru

  • Jenderal Naga   Bab 2181

    Chandra menoleh ke arah datangnya suara. Di kejauhan, seorang pria terbang dengan cepat dan muncul di depan Chandra dalam hitungan detik.Setelah sampai di depannya, Chandra bisa melihat dengan jelas rupa pria itu. Pria itu masih muda, hanya sekitar 25 atau 26 tahun. Dia mengenakan baju besi hitam dan membawa pedang panjang di pinggangnya. Dia muncul beberapa meter jauhnya dari Chandra, dengan wajah muram dan tatapan membunuh di matanya.“Siapa kamu?” Tanya Chandra bingung.Chandra tidak kenal dengan orang itu. Bagaimana bisa dia mengatakan kalau dunia ini begitu sempit? Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya?“Perkenalkan.” Pria berbaju besi hitam itu bicara dengan suara berat, “Namaku Kesatria Hitam, dari Alam Niskala.”Begitu mendengar nama “Alam Niskala”, Chandra mendapat firasat buruk. Karena dia telah membunuh banyak makhluk di Alam Niskala dan memiliki dendam dengan banyak orang di Alam Niskala.Chandra tertegun sejenak, lalu dia menangkupkan kedua tangannya dan berkata, “Halo,

  • Jenderal Naga   Bab 2180

    Sasa tampak khawatir. “Bagaimana, ya? Begini saja. Aturan Langit adalah sesuatu yang mengendalikan semua tatanan. Itu adalah eksistensi yang melampaui segalanya. Kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian semua makhluk hidup ada di bawah kendali Aturan Langit.”Chandra tetap tidak mengerti.“Sekarang kamu nggak perlu pahami soal ini dulu. Aku hanya bisa bilang ke kamu, semua latihan dan usahamu adalah untuk semakin dekat dengan Aturan Langit. Semakin kuat dirimu, semakin dekat dirimu dengan Aturan Langit. Kamu akan semakin nggak bisa dikendalikan oleh Aturan Langit.”“Hmm.” Sasa menganggukkan kepala dan berkata, “Saat kekuatan seseorang mendekati Aturan Langit, dia bisa melihat rahasia langit melalui Aturan Langit dan memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia bahkan bisa melawan tekanan Aturan Langit dan membalikkan situasi serta mengubah beberapa hal.”Penjelasan mereka terlalu mendalam. Chandra juga tidak mengerti. Dia pun bertanya, “Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?

  • Jenderal Naga   Bab 2179

    Setelah memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, Chandra datang ke Negeri Penelusuran. Dia juga mendapatkan pemahaman awal tentang Negeri Penelusuran. Negeri Penelusuran adalah tempat untuk menelusuri kembali ke awal waktu, saat langit dan bumi pertama kali diciptakan, untuk melihat misteri utama langit dan bumi. Selain itu, Chandra tidak mengerti.Chandra melihat sekelilingnya. Sejauh yang dapat dilihatnya, tidak ada seorang pun di area itu selain dirinya. Chandra turun dari langit dan mendarat di pegunungan.cincin di jarinya berubah menjadi cahaya keemasan dan jatuh ke tanah. Kemudian, cahaya itu berubah menjadi Istana Abadi Ceptra yang sangt kecil. Chandra masuk ke dalam istana itu.Setelah itu, Istana Abadi Ceptra terus menyusut hingga akhirnya tenggelam ke dalam tanah. Sekalipun ada yang lewat di sini, mereka tidak akan menemukan keberadaan istana itu.Di dalam istana, kediaman Penguasa Kota, di halaman belakang.Ada tiga orang berkumpul di situ. Chandra, Noa dan Sasa. Chandra memberitah

  • Jenderal Naga   Bab 2178

    Pintu gerbang itu tergantung horizontal di tengah langit, dengan retakan antara bumi dan 3000 dunia tersegel di kedua sisinya. Pintu itu sangat besar. Tingginya mencapai seratus meter. Pada balok kusen pintu di kedua sisi, terdapat beberapa kata misterius. Tulisannya sangat kuno. Bahkan Trigali dan yang lainnya dari Dunia Iblis pun tidak mengetahui arti kata-kata tersebut.Ada kabut putih tebal di tengah gerbang. Mustahil untuk melihat melalui kabut putih dan mengetahui apa yang ada di balik gerbang. Satu demi satu, prajurit kuat muncul di langit. Mereka memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, lalu menghilang di bumi.Trigali langsung melangkahkan kakinya melewati Gerbang Waktu dan Ruang. Kemudian, bawahannya mengikutinya dari belakang.“Chandra, ayo kita pergi juga,” ajak Koko sambil menatap Chandra.“Oke.” Chandra menganggukkan kepala. Keduanya maju bersama dan memasuki gerbang pada saat yang sama. Begitu masuk ke gerbang, Chandra hanya merasakan ada kekuatan dahsyat yang menerpa dan meny

  • Jenderal Naga   Bab 2177

    Pagi ini adalah pagi ketika Chandra berada di Kota Bushu. Saat fajar menyingsing, fenomena aneh langit dan bumi pun muncul. Sebuah gerbang ilusi muncul di langit Kota Bushu. Di pintu gerbang tersebut terdapat beberapa tulisan.Dalam beberapa hari terakhir, Chandra selalu memanfaatkan waktunya dengan berlatih di halaman. Begitu gerbang ilusi itu muncul, dia pun melihatnya. Dia menatap pintu gerbang itu sebentar. Namun, dia tidak mengenali kata-kata yang mengambang di gerbang ilusi itu.Kata-kata itu ditulis dengan tulisan kuno, terlihat sangat misterius. Tulisan itu seolah memiliki kehidupan, yang membuatnya terus berubah. Sesaat kemudian, Koko, Trigali dan beberapa prajurit kuat dari Dunia Iblis datang.Chandra segera berjalan ke arah Koko dan bertanya, “Lihat, itu gerbang ilusi yang baru saja muncul. Gerbang itu terhubung ke celah segel di langit. Ada beberapa tulisan di pintunya. Kamu tahu arti kata-kata itu?”Koko belum menjawab, Trigali sudah menganggukkan kepala dan berkata, “Tahu

  • Jenderal Naga   Bab 2176

    “Jadi sebenarnya apa itu Keberuntungan?” tanya Chandra.Trigali menggelengkan kepalanya perlahan. Dia sendiri juga tidak tahu hal itu. Bukan hanya dia yang tidak tahu, bahkan gurunya pun tidak tahu. Bahkan boleh dibilang, tidak ada seorang pun di dunia yang mengetahui apa itu Keberuntungan.“Aku juga nggak tahu. Satu-satunya yang aku tahu yaitu Keberuntungan itu ada hubungannya dengan rahasia utama langit dan bumi. Ada hubungannya dengan serangan kaumku terhadap bumi saat itu,” ujar Trigali.“Oh ya?” Chandra menjadi tertarik.Sampai saat ini, Chandra masih belum mengetahui mengapa Kaum Iblis menyerang bumi pada zaman dulu, mengapa mereka memilih meninggalkan bumi saat mereka hampir menduduki bumi.Chandra pernah bertanya pada Koko sebelumnya, tapi Koko tidak mengatakan apa pun. Kali ini, Chandra bertanya dan mengungkapkan pertanyaan di dalam hatinya.Trigali berpikir sejenak, lalu menjawab, “Sebenarnya, kaum kami menyerang bumi hanya untuk mengikuti Aturan Langit. Sekalipun kaum kami n

  • Jenderal Naga   Bab 2175

    Chandra sama sekali tidak menyangka Keberuntungan akan muncul secepat itu. Padahal dia memang sudah berencana untuk datang ke Kota Bushu dan mencari tahu. Dia ingin tahu seperti apa Keberuntungan yang muncul dari bencana alam itu. Kemudian, dia akan masuk ke Istana Abadi Ceptra dan mengurung diri di Rumah Waktu untuk sementara waktu sambil meningkatkan kekuatannya. Setelah itu dia baru pergi merebut Keberuntungan.Tidak disangka, baru tiba di Gunung Bushu, Keberuntungan pun telah muncul. Dalam sekejap, Gunung Bushu memancarkan sinar, lalu seluruh bumi juga ikut bersinar. Banyak daerah tidak dikenal bermunculan. Daerah-daerah tersebut membawa Energi Spiritual Langit dan Bumi yang kuat.“Kak Sasa, Keberuntungan sudah muncul, ya? Keberuntungan apa yang muncul setelah bencana alam kali ini? Kenapa sampai bisa buat banyak orang hebat memperebutkannya?” tanya Chandra.Suara Sasa bergema di dalam kepala Chandra, “Aku nggak tahu sebenarnya seperti apa Keberuntungan itu. Aku hanya tahu itu Kebe

  • Jenderal Naga   Bab 2174

    “Keberuntungan belum juga muncul hingga saat ini. Padahal bencana sudah cukup lama terjadi di bumi. Aku ingin mundur sejenak dan masuk ke dalam Istana Abadi sebelum keberuntungan itu benar-benar muncul. Karena aku berniat untuk mendapatkannya,” jawab Chandra. Kekuatan Chandra saat ini masih sangat lemah. Selain itu, kesenjangan kekuatannya dengan Trigali, Awan, Peri Puti dan para prajurit jenius lainnya juga sangat besar. Bisa dibilang, mustahil baginya untuk bisa mendapatkan keberuntungan dengan kekuatannya saat ini. Namun, Chandra juga sadar, kekuatan tidak sepenuhnya menjadi faktor utama dalam mendapatkan keberuntungan, melainkan dibutuhkan keberuntungan baginya untuk bisa mendapatkan keberuntungan dahsyat itu. Apa pun yang terjadi, Chandra harus tetap mencoba untuk mendapatkan keberuntungan itu. “Aku akan pergi bersamamu,” ujar Nova cepat. Kekuatan Nova memang cukup dahsyat jika dibandingkan dengan prajurit bumi. Namun, kekuatannya masih terhitung lemah jika dibandingkan prajur

  • Jenderal Naga   Bab 2173

    Sasa sama sekali tidak merasa bangga setelah mendengar pujian itu, sebaliknya dia justru berkata dengan tenang, “Walaupun formasi pulau itu sangat sulit bagimu, tapi semua itu sama sekali tidak ada artinya bagiku. Itu hanyalah tipuan sederhana untuk menipu mata kita.”“Pokoknya kamu hebat,” ujar Chandra yang tetap mengagumi kekuatan Sasa.Namun, sampai sekarang Chandra masih belum tahu berada di tingkat berapa kekuatan Sasa sebenarnya. Hal yang pasti adalah Sasa memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. “Hufh!”Sasa menghela napas lalu berkata, “Zaman ini mungkin bukan hanya zaman paling cemerlang, tapi juga zaman paling gelap yang pernah ada. Entah apa yang akan terjadi di masa depan.”Kemudian suara Sasa tidak lagi terdengar di benak Chandra. Di sisi lain, orang-orang yang mengejar Kota Mati sudah kembali. Mereka bukan hanya gagal mengejar Kota Mati, tapi juga kehilangan kesempatan untuk berlatih lebih lama di kolam energi.Akhirnya, Awan dan Peri Puti memutuskan untuk membawa anak bu

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status