Share

Bab 1075

Penulis: Angin
Keluarga Kurniawan yang telah mengetahui bahwa Chandra telah menjabat sebagai Jenderal Langit, dan upacara pelantikan akan dirayakan dalam tiga hari ke depan. Mereka pun berubah menjadi kalangan atas.

Sebaliknya, Taka pergi mencari pemimpinnya. Tetapi, dia tidak melihat keberadaannya sama sekali dan berpikir mengapa pemimpinnya tidak mau menemuinya di saat seperti ini. Dia menduga dirinya sudah dilupakan dan dijadikan tumbal seperti Teuku lainnya. Namun, dia berpikir kalau dia tidak rela mati seperti ini.

Setelah Taka kembali ke halaman rumahnya, dia langsung menelepon Devita.

“Segera datang ke Diwangsa.”

Setelah menerima panggilannya, Devita bergegas ke sana langsung. Ternyata selama ini Devita tidak pernah kembali ke kota Rivera, tetapi dia menyuruh jaringan intelijennya untuk melakukan penyelidikan siapa yang memberi perintah di balik Taka selama ini, namun dia tidak menemukan informasi apa-apa.

Di dalam salah satu ruangan di rumahnya, Taka menyalakan perapian.

Setibanya, Devita ber
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Jenderal Naga   Bab 1076

    Devita juga ikut merenung, lalu dalam beberapa saat dia berkata, “Pak Taka, apa kata atasan ketika kamu bilang ingin hidup?”“Mereka hanya bilang kalau aku bisa mencari cara, berarti aku akan bertahan hidup,” jawab Taka.“Kalau begitu, mari kita buat sedikit kekacauan. Selama rencana ini tidak mempengaruhi perkembangan Konferensi Gunung Langit dan kita dapat menundanya hingga waktunya sepertinya cukup. Kalau dihitung-hitung, Konferensi Gunung Langit akan berlangsung kurang dari sebulan.”Taka bertanya, “Cara apa yang kamu pikirkan?”“Ada jalan,” jawab Devita berpikir. “Chandra tentu membutuhkan izin dari sang Raja untuk membunuhmu, tapi Raja juga takut kalau kamu mati, situasinya akan menjadi tidak terkendali olehnya, karena itulah Raja selama ini tidak berani menyentuh kamu hingga kini. Sekarang Raja tidak memberimu bantuan karena dia akan memberi izin kepada Chandra untuk membunuhmu. Sebenarnya yang sangat mendukung Chandra adalah keluarga Atmaja, dari sejak Sonia diusir dari keluarg

  • Jenderal Naga   Bab 1077

    Hanya sedikit orang yang tahu tentang kekuatan Chandra dan semua orang ini dapat diandalkan. Taka yang tidak mengetahui kekuatannya mungkin akan menganggap dia bukanlah ancaman. Dengan begini dia akan tidak peduli dan mengabaikannya.Sonia berpikir dan merasa apa yang dikatakan Chandra masuk akal. Jika dia berada di posisi Taka, dia juga tidak menganggap serius Chandra kalau dia memang lemah, walaupun kuat juga tidak mungkin dia bisa melakukan apa pun kepadanya.“Aku terlalu banyak mikir,” ujar Sonia, lalu dia berjalan masuk ke dalam rumah sambil mengunyah kuaci.“Suamiku...,” Nova yang hendak berbicara pun terdiam."Kenapa kamu ragu-ragu?” tanya Chandra.Nova berpikir dan memutuskan untuk menceritakan Chandra apa yang terjadi di Rivera, agar Chandra nantinya tidak menyalahkannya jika ketahuan di waktu mendatang.“Keluarga Atmaja mengetahui pelantikan kamu sebagai Jenderal Langit. Karena itu, mereka berencana untuk mengadakan perjamuan pada hari pelantikan kamu dan mengundang sejumlah

  • Jenderal Naga   Bab 1078

    Sangat sulit untuk dimengerti.“Aku sendiri juga tidak tahu alasannya,” jawab Nova menggeleng-geleng.Dia juga tidak tahu, tapi dia tahu pasti ini tidak membahayakan Chandra, selama dia bisa membantu Chandra semuanya tidak ada masalah.“Masa? Kamu apa tidak merasa kalau semua ini rencana Robi,” tanya Sonia.“Apa maksudmu?” Nova balik bertanya memandang Sonia.Sonia berpikir sebentar lalu dia berkata, “Mari kita mulai saat Chandra membunuh Teuku. Setelah Teuku tewas, keluarga Atmaja dan keluarga Nantaboga mengalami konflik, tapi sebelumnya mereka belum sepenuhnya beselisih. Kemudian lukisan harta karun keluarga Nantaboga dan lukisan keluarga Iskandar, kedua keluarga ini marah dan langsung menindak keluarga Atmaja. Lalu keluarga Luandi juga ikut terlibat, mengklaim kalau lukisan harta karunnya juga dicuri dan mereka menunjuk kepada keluarga Atmaja.”“Ini ada hubungan apa dengan kakek,” tanya Nova.“Kamu pernah terpikir engga, bahwa ketiga keluarga itu tidak berbohong? Lukisan mereka bene

  • Jenderal Naga   Bab 1079

    Di saat Chandra sedang tertidur, Taka sedang mengejar waktu. Dia membawa Devita ke kediaman Nantaboga.Di dalam Ruang resepsi, kediaman Nantaboga. Kepala keluarga Nantaboga, Harold yang mengenakan baju tradisional dinasti sedang duduk sambil memegang cangkir teh. Dia menyeruput tehnya lalu melirik ke arah Taka yang sedang duduk di bawah dan berkatam “Pak Taka, kita belum pernah bertemu sebelumnya. Apa yang membuatmu berkunjung hari ini?”Taka dan Devita sekejap berdiri, dan bertanya, “Api Iblis, kamu tidak mungkin tidak tahu pergerakan keluarga Atmaja, ‘kan?”Harold dijuluki sebagai Api Iblis, ini berhubungan dengan latihan energi sejati yang dia kembangkan.Dia bertanya dengan acuh tak acuh, “Pergerakan keluarga Atmaja? Memangnya ada pergerakan apa?”“Chandra akan menjadi Jenderal Langit,” sahut Taka.“Aku sudah tahu. Bukankah ini normal? Teuku sudah mati, wajar kalau Raja menunjuknya untuk naik tahta. Aku hanya tidak menyangka hari ini akan datang secepat ini,” ujar Harold dengan ten

  • Jenderal Naga   Bab 1080

    Melihat ekspresi Harold, Taka mengambil kesempatan untuk berkata, “Keempat keluarga ini sudah berselisih semua. Sekarang Ronald sudah membiarkan Chandra untuk menghabisi ketiga keluarga lainnya sebelum Konferensi Gunung Langit. Ronald juga sudah meminta pertolongan Raja, yang nantinya saat Konferensi Gunung Langit, keluarga Atmaja akan membantu Raja menghabisi semua pembangkang dan mengkonsolidasikan posisinya.”“Brak!” Harold menggebrak meja dan meja itu langsung hancur. Lalu dengan nada dingin dia berkata.“Tidak mungkin. Keluarga Nantaboga tidak akan membiarkan keluarga Atmaja memanipulasi kita begitu saja, kalau mereka berani menyentuh keluargaku, kita lihat saja sejauh mana kemampuan Chandra.”Taka yang tidak bisa menahan diri untuk tersenyum lalu berkata, “Harold, sekarang ketiga keluarga ini hanya bisa melindungi diri mereka sendiri. Aku datang hanya mempunyai satu tujuan, yaitu menyatukan ketiga keluarga dan membunuh Chandra, agar kita dapat memberikan pelajaran kepada keluarga

  • Jenderal Naga   Bab 1081

    Keempat keluarga juga sudah ikut serta dalam peperangan ratusan tahun yang lalu. Setelah menang, mereka juga ikut dalam perang dengan suku dukun. Dan selanjutnya, mereka sudah tidak pernah peduli lagi dengan urusan dunia.Raja Someria tidak bisa mengatur orang-orang dari keempat keluarga itu dan juga tidak dapat menghentikan mereka. Kali ini, ketiga keluarga harus memberi tahu Raja terlebih dahulu sebelum menyerang Chandra. Setelah berunding, mereka bertiga mulai bergerak mencari Raja. Jika hanya satu orang yang pergi, kemungkinan kemampuan mereka akan kurang.Mereka tiba di Terra Palace dalam waktu singkat. Namun Raja tidak ada di sana dan sedang rapat. Mereka memutuskan untuk menunggu dengan sabar. Setelah Raja mengetahui bahwa ketiga kepala keluarga dari Empat Keluarga Besar Someria datang bersamaan, dia bergegas kembali setelah rapat.Raja masuk ke ruang tamu Terra Palace sambil melepaskan mantelnya dan melemparkannya ke arah Shadow. Kemudian dia berjalan ke arah ketiga orang terse

  • Jenderal Naga   Bab 1082

    “Pak Luandi, keluarga Nantaboga, Iskandar, dan Luandi bilang mereka akan menyerang Chandra dalam tiga hari lagi.”Pak Luandi menganggukkan kepalanya. Raja kembali berkata, “Jika Chandra mau membunuh Taka, seharusnya Taka nggak akan terlalu memperhatikan Chandra. Tapi mendadak kemampuannya Chandra terbocorkan! Bagaimana bisa? Saya tebak sepertinya ada yang memberi tahu Taka sehingga lelaki itu mulai bersikap waspada.”“Dia memberi tahu ketiga keluarga lainnya agar mereka bekerja sama menyerang Chandra.”“Masuk akal! Kamu merasa Chandra harus dijaga atau nggak?” tanya Pak Luandi dengan suara pelan.“Rencananya seharusnya buat Empat Keluarga saling perang agar kekuatan mereka terkuras. Setelah itu cari kesempatan buat kalahkan mereka semuanya. Sekarang merupakan saat yang tepat, saya tebak sepertinya Ronald akan menjaga Chandra karena Chandra yang sekarang nggak sama dengan yang sebulan yang lalu.”“Kita awalnya nggak pernah memikirkan untuk menyerang Taka. Chandra yang mengajukan ide itu

  • Jenderal Naga   Bab 1083

    Setelah Raja tahu kalau ketiga keluarga akan menyerang Chandra ketika di acara pelantik lelaki itu. Namun dia tidak berencana memberi tahu Chandra dan memberi tahu Ronald, tetapi bukan sekarang. Raja memberi tahu lelaki itu ketika tiga hari kemudian.Raja tidak ingin memberi waktu terlalu banyak pada Ronald untuk berpikir. Dia ingin lelaki itu mengambil keputusan ketika panik agar bisa membuat keputusan gegabah. Asalkan keempat keluarganya turun tangan, apa pun hasilnya pasti akan memberikan keuntungan padanya.Chandra terbangun hingga menjelang siang hari. Dia berjalan keluar ke arah teras dan menemukan ada banyak perempuan asing di sana. Usia mereka sekitar 20 tahun lebih dan berpakaian santai. Wajahnya terlihat polos dan memegang sapu sambil menyapu daun-daun yang berguguran.Ketika Chandra melihatnya, dia teringat dengan janjinya pada sebuah keluarga yang berjanji agar putrinya bekerja di sini.Tujuannya melakukan hal itu adalah ingin membangun hubungan baik dengan keluarga tersebu

Bab terbaru

  • Jenderal Naga   Bab 2064

    Chandra mengernyitkan keningnya. Laki-laki yang berada di depannya saat ini seharusnya adalah Dusky. Namun, Chandra tidak mengira kalau Dusky adalah laki-laki yang populer di kalangan perempuan. Chandra mengenal beberapa orang yang berjalan di belakang Dusky. Mereka adalah Anak Dewa, Jayhan, Candra dan Haraza. Selain itu, ada beberapa orang lagi yang Chandra tidak kenal.“Penguasa Kota.”Beberapa penjaga menyapa Dusky dengan hormat ketika dia berjalan keluar. Dusky berjalan ke arah Chandra dan berhenti beberapa meter di depannya. “Kamu Chandra, ya?” tanya Dusky sambil menatap Chandra dan tersenyum. “Benar,” jawab Chandra cepat. Kemudian Dusky berkata dengan lembut, “Kamu tahu kan kalau di kota ini dilarang untuk bertarung? Aku menetapkan peraturan ini untuk menciptakan perdamaian di kota ini. Tapi, kamu justru membunuh orang ketika kamu muncul di sini. Perilakumu itu tentu saja sudah melanggar peraturanku. Aku harus memberimu pelajaran agar tidak ada lagi yang berani melakukan hal

  • Jenderal Naga   Bab 2063

    Chandra yakin dirinya bisa membunuh Anak Dewa. Oleh karena itu, Basita tidak berusaha menghentikannya. “Chandra, aku tidak akan menghentikanmu jika kamu sudah bertekad untuk membunuh Anak Dewa. Tapi, Anak Dewa bukanlah makhluk terkuat dari dunia lain. Sosok yang terkuat adalah Dusky yang sudah mencapai tingkat enam Alam Trasenden. Ada enam tingkatan di Alam Trasenden dan orang yang sudah melampaui tingkat enam akan masuk ke dalam Alam Suci.”“Kamu tidak boleh bertindak gegabah ketika kamu pergi ke Kota Dusky lagi. Kamu harus berbicara dengan baik agar Dusky mengizinkanmu untuk menghadapi Anak Dewa. Kamu juga harus membuat Dusky berjanji, masalah ini selesai jika Anak Dewa berhasil kamu bunuh.”“Apa kamu mengerti?”Chandra berkata dengan santai, “Ya, aku mengerti. Lagi pula, aku punya caraku sendiri.”Chandra pergi setelah selesai berdiskusi dengan Basita tentang niatnya untuk menantang Anak Dewa. Setengah hari kemudian, Chandra sudah muncul kembali di Gunung Bushu lalu bergegas pergi

  • Jenderal Naga   Bab 2062

    Bagaimana mungkin Chandra bisa menanggapi dengan santai apa yang terjadi di Kota Dusky? Chandra menatap prajurit yang menghadangnya dengan tenang. Kemudian dia berkata, “Kedatanganku ke sini karena ingin menemui Basita. Aku akan pergi ke Kota Dusky setelah bertemu dengan Basita.”“Oke, kamu tunggu di sini. Aku akan melapor dulu.”Salah satu dari beberapa prajurit itu berbalik dan pergi, sedangkan prajurit lainnya menatap Chandra dengan waspada. Namun, Chandra tidak terlalu memikirkan sikap dingin para prajurit ini. Lagi pula, prajurit dari dunia lain memang sangat kuat, jadi wajar saja kalau prajurit bumi takut untuk menyinggung mereka. Chandra pasti akan melakukan hal yang sama kalau saja dia berada di posisi para prajurit bumi. Bagaimanapun juga, para prajurit dunia lain sudah banyak memakan korban manusia bumi. Tidak lama kemudian, prajurit yang melapor kembali lalu berkata, “Ketua bersedia bertemu denganmu. Ketua ada di gunung belakang.”Chandra melangkah maju dan mulai menaiki

  • Jenderal Naga   Bab 2061

    Sasa melirik Chandra lalu menghilang dari pandangan dalam sekejap mata. Anehnya, Chandra tidak bisa merasakan kekuatan Sasa, sekalipun dia sudah menjadi pemilik Istana Abadi. Hal ini tentu saja membuatnya cukup terkejut. Perempuan yang luar biasa. “Leluhur, aku keluar dulu,” ujar Chandra sambil menatap Pak Tua Noa. “Tuanku, jangan panggil saya seperti itu. Panggil saja saya Noa,” balas Noa.Sekarang, Chandra adalah pemilik baru dari Istana Abadi. Itu artinya Chandra adalah penguasa Pak Tua Noa, jadi tidak pantas jika Chandra masih memanggilnya dengan sebutan leluhur. Namun, Chandra tidak mengatakan apa pun dan sebuah pemikiran muncul di benaknya lalu seketika dia sudah muncul di luar istana. Di luar istana, ada banyak prajurit yang berkumpul dengan raut wajah bingung. Mereka semua berasal dari dunia lain. Chandra muncul di tempat yang tidak ada orang di sekitarnya. Dia langsung tersenyum ketika melihat kerumunan orang-orang dari kejauhan. “Jadi kecil.”Sebuah pemikiran muncul di b

  • Jenderal Naga   Bab 2060

    Sosok bayangan itu menghilang setelah dia tertawa terbahak-bahak. Si bayangan dan perempuan bergaun putih melihat peristiwa itu dari kejauhan dalam diam. Mereka sadar, Tuan mereka sekarang sudah benar-benar pergi dari bumi dan tidak akan pernah kembali lagi. Chandra tampak sangat gembira. Dia berjalan menghampiri peri dan mengambilnya. Tidak lama kemudian, si bayangan muncul di hadapan Chandra. Dia sedikit membungkuk lalu berkata dengan hormat, “Tuanku, memurnikah peri sangatlah mudah. Tuanku hanya perlu menyuntikkan energi sejati ke dalamnya.”“Terima kasih sudah memberitahuku,” ujar Chandra. Dia mengerahkan energi sejatinya lalu menyuntikkannya ke dalam batu kristal yang ada di tangannya. Batu kristal itu seketika berubah cerah lalu merasuk ke dalam alis Chandra dan menghilang. Saat ini, Chandra sudah terhubung dengan Rumah Abadi dan seluruh isinya. Dia juga tahu kalau ternyata nama Rumah Abadi ini adalah Istana Abadi Ceptra yang merupakan peninggalan Kaisar Ceptra di zaman kuno.

  • Jenderal Naga   Bab 2059

    Pedang di tangan Chandra tiba-tiba saja terlempar dari tangannya. Kemudian perempuan bergaun putih bergegas menyerang Chandra kembali. Pedang di tangannya berhasil menyentuh dada Chandra, tapi dia tidak menusuk Chandra. Dia menatap Chandra lalu tersenyum kecil seraya berkata, “Kamu kalah.”“Aku kalah?” Chandra tercengang. Dia tidak pernah menyangka kalau dirinya akan kalah seperti ini. Bagaimana mungkin dia kalah begitu saja setelah berlatih dua tahun lamanya?“Belum tentu.”Chandra memanfaatkan kesempatan itu untuk melayangkan serangan balik kepada si perempuan bergaun putih. Dia mengangkat tangannya dan dua jenis energi sejati muncul dari kedua tangannya. Kedua energi itu bersatu dalam sekejap mata dan membentuk kekuatan yang sangat dahsyat. Si perempuan bergaun putih tidak menyangka kalau Chandra akan melakukan serangan balik di saat terpojok seperti ini. Sebenarnya, dia bisa dengan cepat menghindari serangan Chandra, tapi tiba-tiba saja dia mendapat pesan dari si bayangan. Dia

  • Jenderal Naga   Bab 2058

    Perempuan bergaun putih itu tampak sangat antusias. Akhirnya, dia menemukan lawan yang setara setelah bertahun-tahun. Sekarang, dia tidak lagi menahan diri untuk mengeluarkan kekuatan maksimalnya di puncak segel kedelapan. Gaunnya berkibar dengan rambut yang menari-nari. Ditambah lagi, dengan aura yang mengerikan terpancar dari tubuhnya. Tubuhnya melesat dengan sangat cepat menuju Chandra. Dia mengangkat tangannya dan berusaha memukul Chandra dengan kekuatan telapak tangan yang berhasil mendistorsi udara di sekitarnya. Kekuatan telapak tangan ini mampu melukai prajurit yang sudah masuk ke Alam Trasenden. Namun, Chandra sama sekali tidak takut untuk menghadapi kekuatan telapak tangan itu. Dia justru bergerak maju dan menghadapi serangan perempuan itu.Duar!Energi sejati mereka saling beradu dan mengguncang kehampaan. Keduanya terus bertarung di area terbuka. Perempuan itu bergerak dengan sangat cepat, aneh dan sulit ditebak. Walaupun Chandra tidaklah lemah, semua serangannya bisa dit

  • Jenderal Naga   Bab 2057

    Chandra berdiri di puncak gunung sambil menatap sebuah kota menakjubkan di kejauhan. Keinginannya untuk mendapatkan Rumah Abadi terasa semakin kuat. Chandra mengabaikan orang-orang yang berkumpul cukup banyak di puncak gunung dan memilih untuk langsung berjalan menuruni gunung. Tidak lama kemudian, dia sudah tiba di level pertama. Namun, manusia batu itu sama sekali tidak menyerangnya. Itu artinya dia tidak perlu lagi melewati level demi level untuk mencapai level sembilan. Hal ini membuat Chandra cukup senang karena dia bisa menghemat waktu lebih banyak. Dia terus berjalan tanpa hambatan menuruni gunung dan muncul di luar gerbang kota. Tubuhnya tiba-tiba melayang dan langsung mendarat di dalam kota ketika dia berada di luar gerbang kota. Dia melihat altar yang ada di depannya saat ini dengan kristal-kristal yang mengambang di udara. Ini adalah level sembilan dan tidak ada siapa pun di sana. Siapa pun yang bisa mencapai level ini pastinya sangat kuat, sedangkan orang-orang yang tida

  • Jenderal Naga   Bab 2056

    Mereka menganggap manusia bumi sebagai pengkhianat yang pantas mati dan selalu memandang manusia bumi sebelah mata, tapi sejauh ini mereka belum pernah melakukan pembantaian. Karena masih ada manusia bumi yang sangat kuat, yaitu Basita. Walaupun kekuatan Basita sedikit di bawah Dusky, bukan berarti Basita adalah lawan yang mudah dikalahkan. Chandra langsung naik pitam ketika mendengar kata pembantaian. Dia menatap ke arah Anak Dewa sambil mengepalkan tinjunya. “Lihat saja nanti, apa kamu benar-benar berani melakukan pembantaian. Lagi pula, kamu pasti sudah mati di tanganku sebelum kamu berhasil melakukannya,” ujar Chandra tanpa bercanda sedikit pun. “Ayo,” ujar Chandra yang tidak ingin berlama-lama di Kota Dusky. Dia pergi meninggalkan Kota Dusky bersama tiga mahasiswi itu. Chandra mengawal mereka sampai keluar dari area Gunung Bushu dan muncul di sebuah pinggiran kota manusia bumi. Di sebuah pinggiran kota. Chandra menatap ketiga mahasiswi yang tampak kotor itu lalu berkata, “Ke

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status