“Iya, Tasya cantik dan sifatnya juga baik. Kalau kamu mau rebutan pacar dengan dia, sudah pasti sangat sulit!” kata Yeni.Sonia meliriknya sekilas dan berkata, “Kepala kamu ini mikirin apa saja sih?!”Tawa Yeni menyembur dan berkata, “Mikirin kamu!”“Aku nggak tertarik denganmu,” sahut Sonia sambil berjalan keluar dengan tenang.“Kamu tertarik dengan siapa? Yoko?” goda Yeni lagi sambil mengejar perempuan itu.“Kalau kamu beneran suka dengan dia, aku bantuin kamu cari tahu tentang lelaki itu,” lanjut Yeni lagi.“Ok!” jawab Sonia yang mengangguk dengan cepat.“Kamu beneran suka dia?” tanya Yeni lagi dengan terkejut.“Tunggu kamu sudah dapat info tentang dia baru aku kasih tahu,” jawab Sonia sambil tertawa kecil.Alis Yeni terangkat ke atas ketika melihat temannya ini tengah sengaja mempermainkannya.Malamnya Reza kembali ke Imperial Garden pada saat jarum jam menunjukkan pukul sebelas malam. Awalnya dia pikir Sonia sudah terlelap, tetapi dia justru menemukan televisi di ruang tamu masih
Sonia memejamkan matanya tanpa sadar. Bulu mata perempuan itu bergetar. Reza mendaratkan kecupan demi kecupan dari sudut mata hingga ke bibir perempuan itu. Dia menguasai seluruh bibir milik Sonia dan kemudian menggendongnya ke dalam pangkuan lelaki itu untuk semakin memperdalam ciumannya.Reza merasakan rasa stroberi di dalam mulut Sonia, begitupun sebaliknya Sonia dapat merasakan aroma alkohol di diri lelaki itu yang membuatnya semakin mabuk. Saat kesadarannya nyaris menghilang, tiba-tiba Sonia teringat akan ucapan Hana yang belum selesai tadi siang. Siapa yang sebenarnya orang yang ada di hati lelaki itu?Orang seperti Reza memangnya juga ada orang yang tidak bisa dia dapatkan?Mendadak lidahnya terasa sedikit perih. Reza sengaja menggigitnya sebagai bentuk hukuman karena dia tidak fokus. Sonia memeluk leher lelaki itu dan memberi tahu bahwa dia akan fokus sepenuhnya pada sosok Reza.Malam ini, Reza terasa luar biasa lembut dibandingkan dengan malam-malam sebelumnya. Meski dia sedik
“Nggak! Aku nggak mau putus!” seru Yerin dengan wajah berlinangan air mata. Lelaki yang tadi bersikap lembut mendadak berubah menjadi begitu tega dengan memintanya mengakhiri hubungan mereka.Yerin tidak bisa menerima perubahan secepat itu. Dia membuang harga dirinya dan memohon pada Jason. “Kak, aku cinta dengan Kak Jason. Aku benar-benar mencintaimu! Aku mohon kasih aku satu kesempatan lagi! Aku janji akan menurut!”Jason tertawa dingin dan berkata, “Kamu suka aku atau uangku?”“Tentu saja aku suka kamu!” jawab Yerin dengan cepat.Suara lelaki itu terdengar dingin dan berkata lagi, “Karena kamu nggak suka uang, kenapa kamu harus menerima giok dari Bobby? Jangan bilang kalau kamu hanya merasa bagus!”“Aku nggak akan mengulanginya lagi! Kak, aku nggak akan mengulanginya lagi,” ujar Yerin dengan wajah penuh penyesalan.Jason terlihat sedikit tidak sabar dan berkata lagi, “Setidaknya kita masih punya kenang-kenangan masa lalu untuk diingat. Jangan membuatku membencimu! Lain kali jangan p
Kedua mata Kelly terbuka lebar, air mata mengalir membasahi wajahnya. Suaranya tiba-tiba tercekat, tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.Apa yang dikatakan Yerin benar. Mereka miskin dan tidak berambisi, mereka yang berinisiatif melayaninya. Kata-kata Yerin barusan sama sekali tidak salah.Awalnya Kelly juga memiliki sebuah keluarga yang bahagia. Semua gara-gara Iwan. Iwan kecanduan berjudi dan menghancurkan keluarganya. Sehingga ibunya harus menjalani kehidupan dengan begitu rendah.Kelly tidak mengasihani dirinya sendiri, dia hanya tidak tega melihat ibunya sebagai orang yang lebih tua, malah harus dihina oleh keponakannya sendiri.Akan tetapi, Kelly sama sekali tidak bisa membantahnya.Sebuah Maybach terparkir di sebelah Kelly. Jason sedang duduk di kursi kemudi, sambil memperhatikan gadis yang sedang menangis di pinggir jalan.Jason pernah melihat perempuan menangis, entah karena putus dengan pacarnya, atau pura-pura menangis supaya terlihat kasihan. Namun, dia belum pernah mel
Jason agak terkejut. Aquila adalah sebuah organisasi misterius yang bekerja untuk orang kaya. Selama bayaran mereka cukup, mereka juga mau mengambil pekerjaan itu, maka mereka tidak akan pernah gagal. Namun, tidak ada yang pernah melihat orang di organisasi Aquila.Siapa yang membayar orang dari Aquila untuk menangkap Bobby? Keluarga Dikara? Orang dari keluarga Dikara memang sangat membenci Bobby, jadi tidak menutup kemungkinan.Jason memiliki pertimbangan sendiri di dalam hatinya. Dia pun berkata, “Kamu nggak usah urus masalah ini lagi, bawa yang lain kembali.”Jason menyuruh orang untuk menangkap Bobby, bukan karena Yerin. Namun, karena dia tidak tahan ada orang berani mengejar kekasihnya. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.Akan tetapi, karena ada orang lain membantunya, dia pun tidak perlu turun tangan sendiri lagi.“Baik, Bos!”Jason juga menyuruh orang untuk mencari informasi lagi. Benar saja, Bobby diikat dan dilempar ke depan pintu kantor polisi pagi ini.Pihak polisi meme
Tangan Stella yang menggenggam ponselnya mulai berkeringat, “Kakek, aku baru saja lulus. Untuk sementara aku nggak ingin menjalin hubungan dulu.”Tobias terdiam sesaat, lalu suaranya menjadi dingin, “Stella, bisnis keluarga kita nggak berjalan begitu baik dalam dua tahun terakhir. Keluarga kita sudah nggak sebaik dulu lagi. Sebentar lagi Kota Jembara akan mengembangkan sebuah proyek besar. Kebetulan om-nya Gerry yang bertanggung jawab atas proyek itu. Kalau kedua keluarga kita menjalin hubungan baik, maka kemungkinan besar kita bisa terlibat dalam proyek itu.”Tobias pun berkata dengan sungguh-sungguh, “Stella, keluarga Dikara sudah membesarkanmu selama lebih dari 20 tahun. Kami nggak bisa besarkan kamu dengan sia-sia. Kakek tahu kamu selalu pengertian, kamu juga pasti tahu balas budi.”Suara Stella menjadi tegang, “Kakek, aku tahu aku sudah terima kebaikan yang sangat besar dari keluarga Dikara. Kelak aku pasti akan berbakti pada papa, mama, kakek, dan nenek.”Tobias tertawa pelan, “N
Stella melihat punggung Sonia, lalu pelan-pelan tersenyum. Sonia sangat cantik. Kecantikan yang bahkan membuat Stella merasa minder. Kalau Gerry bertemu Sonia, pria itu pasti akan berubah pikiran dan jatuh cinta pada Sonia.Menikah dengan orang keluarga Sunarto adalah hal baik, kalau begitu biarkan saja putri kandung keluarga Dikara yang menikah dengannya.Stella bukan orang dari keluarga Dikara. Mengapa dia harus mengorbankan dirinya untuk kepentingan keluarga Dikara? Stella pun mematikan ponselnya dan menunggu dengan tenang di dalam mobil.Waktu terus berlalu, Stella pun tidak berani menunggu terlalu lama. Sekitar pukul 06:30, dia turun dari mobil dan berjalan ke Buana.Setelah memasuki restoran itu, dia menyebutkan nomor private room, lalu pelayan membawanya ke sana. Setelah berdiri di luar private room, dia tidak bisa mendengar gerakan di dalam. Mungkin karena ruangan terlalu kedap suara. Stella memutar matanya, lalu mengetuk pintu pelan-pelan.“Masuk.” Terdengar suara pria yang ke
Sonia masuk ke dalam ruangan dan berkata dengan lembut, “Stella.”Gerry menatap Sonia sambil terpelongo. Kemudian, dia berdiri, tersenyum sampai matanya menyipit. Dia pun tidak bisa menahan rasa kagumnya, “Memang cantik!”Stella diam-diam menghela napas lega. Sudut bibirnya melengkung tanpa sadar. Untung saja, meski Sonia agak terlambat, semua masih sesuai harapannya.Gerry menatap Sonia lekat dan berkata dengan senang, “Aku nggak tahu keluarga Dikara masih punya putri yang begitu cantik.”Bukankah Hendri hanya memiliki satu anak perempuan?Mata Sonia menajam, dia pun bertanya pada Gerry, “Apa yang barusan kamu lakukan pada adikku?”Gerry langsung tertawa, “Kami sedang membicarakan kamu.”“Membicarakan aku?” Sonia spontan melirik Stella, “Bicarakan apa saja tentang aku?”Stella seketika menjadi gugup. Dia segera berkata, “Aku dan Kak Sonia sudah janji jam enam. Aku agak khawatir karena nggak lihat Kak Sonia. Makanya aku tanya Pak Gerry lihat Kak Sonia, nggak?”Sonia melengkungkan bibir
Saat menjelang pagi, Theresia pergi ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya. Setelah selesai mandi, dia masih mengenakan pakaian yang telah dikoyak dengan perlahan, seolah-olah sedang mengenakan gaun termewah saja, bersiap-siap untuk menghadiri acara mewah.Yandi bersandar di atas ranjang, lalu menatap Theresia dengan datar. “Apa kamu yang bikin Theresia?”“Iya!” Theresia memalingkan kepalanya sembari tersenyum datar. “Apa enak untuk didengar?”“Kenapa mesti bermarga Bina?”“Aku dibesarkan olehmu. Tentu saja aku mesti mengikuti margamu!” balas Theresia dengan terus terang.Tatapan Yandi menjadi muram. Dia tidak berbicara lagi, lalu memejamkan matanya dengan perlahan.Setelah merapikan diri, Theresia membalikkan tubuhnya untuk melihat langit yang mulai terang. Kemudian, dia berkata dengan nada rendah, “Aku akan pergi setelah langit terang nanti! Nyawaku dibeli oleh Tuan Morgan. Kemudian, aku juga sudah mengabdi beberapa tahun kepadamu. Masalah kali ini ditambah lagi dengan masalah semala
Istri?Rina yang baru saja dipapah untuk berdiri itu semakin kaget lagi. “Kalian sudah menikah?”Sonia mengangguk dengan tersenyum tipis. “Iya, biar kuperkenalkan kepada Nona Rina, dia itu suamiku, namanya Reza Herdian!”Rina melirik Kase sekilas dengan sedikit canggung dan sedikit gembira. Dia pun tersenyum. “Ternyata begitu!”Kase menurunkan kelopak matanya sembari berkata dengan datar, “Semuanya sudah tiba. Ayo, kita mulai acaranya!”Kase tidak ingin Sonia berdiri terus.Setelah semua orang duduk di tempat, pelayan pun datang dengan menyajikan alkohol dan juga berbagai jenis sayuran.Rina membuka acara. Tadinya dia ingin memamerkan identitasnya untuk mengalahkan Sonia. Namun, ketika melihat pria beraura dingin di samping Sonia, ditambah lagi setelah mengetahui ternyata pria itu adalah suaminya Sonia, pemikiran untuk memamerkan identitasnya menjadi sirna.Theresia merasa gembira dengan Rina yang canggung itu, lalu semakin gembira lagi ketika melihat sosok muram Kase.Dia menurunkan n
Keluarga Loren memiliki garis keturunan yang sangat bagus. Rina sendiri sudah memiliki penampilan seperti tuan putri kecil yang anggun dan menawan. Dengan mengenakan gaun seperti itu, dia tampak semakin bersinar saja.Hallie berkata dengan takjub, “Cantik sekali!”Frida menatap Hallie yang polos. Dia lalu melihat ke luar jendela dengan ujung bibirnya melengkung ke atas.Rina mengangkat rok gaunnya berjalan kemari. Dia kelihatan arogan bagai seekor burung merak saja. “Selamat datang ke acara malamku!”Theresia tersenyum tipis. “Terima kasih atas jamuan hangat Nona Rina!”Rina mengangkat sedikit dagunya. “Di mana si Sonia? Apa dia masih belum datang? Apa dia lagi pilih gaun? Kalau nggak ada yang cocok, aku bisa kasih gaunku kepadanya!”Frida melirik Rina sekilas dengan tatapan tajam.Senyuman di wajah Theresia tidak berubah. Suaranya juga semakin lembut lagi. “Terima kasih atas niat baikmu, tapi nggak usah. Sonia nggak bisa pakai gaunmu. Dia nggak begitu pendek!”“Pftz!” Hallie yang bera
Sebelum Rina kemari, Sonia sudah memastikan identitasnya. Saat ini, Sonia berkata dengan suara datar, “Mengenai masalah ini, seharusnya kamu tanya dia saja!”“Sekarang aku lagi tanya kamu, kenapa kamu nggak mau hadiri acara malam?” Si wanita berkata dengan arogan, “Apa karena nggak berani?”Ekspresi Sonia masih kelihatan tenang. Dia berkata dengan lembut, “Aku lagi terluka, nggak boleh minum alkohol. Kalian main sendiri saja!”“Terluka apaan?” Rina kembali mengamati Sonia, lalu berkata dengan tersenyum dingin, “Kamu itu manja, berlagak lemah lembut. Kamu ingin Kase kasihan sama kamu, kemudian kamu bisa terus tinggal di kastil? Wanita Negara Cendania memang licik sekali, ya!”Kening Sonia berkerut ketika melihat Rina. Apa dia sendiri tidak sadar betapa konyol dirinya saat cemburu gara-gara Kase?Sonia berpikir sejenak, lalu mengangguk. “Oke, aku akan ikut!”Kedua mata Rina langsung berkilauan. “Kalau begitu, sampai jumpa nanti malam. Aku akan menunggumu di acara malam nanti!”“Emm.” Son
Sonia berkata dengan syok, “Calon istrinya Kase?”“Iya!” Reza tersenyum tipis. “Aku sudah menolaknya!”Wanitanya Kase ingin mengadakan jamuan makan malam. Sepertinya dia telah mengetahui keberadaan Sonia. Jadi, dia ingin menunjukkan kekuasaannya dan memamerkan kepemilikannya!Menyuruh wanita itu bersaing memperebutkan perhatian dengan Sonia? Dia sama sekali tidak berkualifikasi!Sonia tidak tertarik terhadap calon istrinya Kase. Tentu saja bagus untuk menolak ajakan itu. Dia menatap langit malam indah di luar jendela, lalu memalingkan kepala untuk berdiskusi kepada Reza. “Aku ingin pergi melihat matahari terbenam. Sebentar saja!”“Apa lukamu masih sakit?” tanya Reza.“Nggak sakit lagi!” Sonia sama sekali tidak menganggap cedera itu.Reza mengambil pakaian untuk membungkus tubuh Sonia, kemudian menggendongnya ke luar balkon.Kemudian, Reza menurunkan Sonia di atas sofa. Reza duduk di sampingnya, lalu merangkulnya. “Lihatlah, setelah lihat, kamu kembali untuk rebahan!”Sonia memalingkan
Mata biru tua Rina terus menatap Kase. “Dengar-dengar kamu bawa seorang wanita ke istana? Kita akan bertunangan. Aku sangat nggak senang ketika mendengar kabar itu!”Rina tahu Kase memiliki banyak wanita di luar sana. Namun, tidak masalah jika mereka di luar, jika dibawa pulang, itu sama saja dengan memprovokasi Rina.Rina menyukai istana ini. Dia bahkan berencana untuk mengadakan pernikahan mereka di sini. Sebelum Rina tinggal di sini, dia tidak akan mengizinkan ada wanita lain yang tinggal di sini.“Akan bertunangan, itu berarti belum bertunangan!” Kase tersenyum sinis. “Kamu masih tidak berhak untuk bertanya soal urusanku!”Terlihat ekspresi iri di wajah Rina. “Apa kamu sangat menyukai wanita itu?”Kase mengangguk. “Iya, sangat menyukainya!”Saking marahnya, Rina kelihatan terengah-engah. “Apa dia cantik sekali? Aku mau pergi menemuinya!”“Jangan ganggu dia!” Nada bicara Kase sangat dingin. “Aku akan bicara dengan ayahku untuk membatalkan pernikahan. Wanita model apa di sisiku juga
Kase tersenyum dingin. “Apa kamu ingin aku mencabut semua bulunya?”Pengurus rumah tertegun sejenak, lalu berkata dengan tenang, “Kalau kamu tidak suka makan ayam gosong, aku sarankan kamu jangan berbuat seperti itu!”Kase berkata, “Baiklah, sekarang aku akan pergi menemuinya!”“Baik!” Pengurus rumah mengakhiri panggilan dengan sopan dan hormat.Kase melepaskan ponselnya, lalu memalingkan kepalanya melihat ke sisi Sonia. “Kamu istirahat dulu. Aku pergi urus sedikit urusan. Nanti kita bicarakan lagi percakapan sebelumnya.”Sonia tidak mengira ada yang perlu dibicarakan lagi di antara mereka. Dia hanya sedikit mengangguk saja. “Kamu sibuk sana!”Kase berjalan pergi, kemudian dia segera membalikkan tubuhnya, lalu meletakkan sekotak permen susu untuk Sonia. Kemudian, dia berkata dengan nada menggoda, “Kalau kamu tinggal bersamaku, aku jamin tidak akan membatasi konsumsi permenmu. Aku akan membelikan perusahaan permen terbesar di seluruh dunia untukmu!”“Sepertinya dia tidak butuh!” Suara d
Sonia menggeleng. “Nggak bisa!”Kase berkata dengan nada terburu-buru, “Waktu itu pengutaraan perasaanku terlalu buru-buru, juga tidak tulus. Izinkan aku untuk mengulanginya sekali lagi. Aku menyukaimu. Dari identitasmu sebagai Suki dan juga Sonia, ternyata hanya kamu yang aku sukai. Aku akan suruh ayahku untuk membatalkan pernikahan bisnisku. Aku hanya menginginkanmu untuk menjadi istriku!”Kemudian, Kase melanjutkan ucapannya seperti sedang bersumpah, “Dulu aku melewati hidupku dengan sangat konyol. Kamu malah memergokiku yang begitu konyol. Aku merasa sangat bersalah dan kesal, tapi aku jamin kelak aku juga nggak akan melakukannya lagi. Aku akan setia terhadapmu, akan memberikan semuanya kepadamu. Aku berharap kamu bisa tinggal di sini, bersamaku untuk selamanya.”Kening Sonia berkerut. “Aku sudah punya orang yang aku cintai. Aku rasa aku sudah ngomong dengan sangat jelas!”“Apa Raja Bondala?”“Iya!”Seandainya orang yang disukai Sonia adalah orang lain, Kase masih ingin berusaha la
Morgan melihat langit biru di luar jendela. Kedua matanya kelihatan menyipit. “Bukannya aku tidak pernah memikirkannya, tapi aku merasa aku memang terlahir untuk berada di sini. Aku sudah melupakan bagaimana kehidupan yang normal, sepertinya aku juga tidak akan terbiasa!”Sonia berkata, “Bukannya kamu bilang kamu akan tinggal dua bulan kali ini. Kamu bisa mulai membiasakan diri!”Morgan membalas, “Aku sudah mendidik orang yang bisa mengambil alih pekerjaanku. Sekarang Tritop sudah meninggal, Hondura akan segera mengalami perombakan besar-besaran. Dulu aku dan Raja Bondala tidak ingin terlibat dalam permasalahan Hondura. Sekarang meski kami tidak ingin terlibat, kami juga sudah terlibat. Aku dan Reza sudah memiliki gambaran umum tentang bagaimana mengelola Hondura di kemudian hari ….”Morgan tertegun sejenak, lalu berkata dengan tersenyum, “Sebelum misi kali ini, aku benar-benar tidak tahu Reza adalah Raja Bondala! Jejak Raja Bondala sangat misterius, juga tidak ikut campur dalam pertik