Share

Bab 884

Author: Musim Gugur
“Ahh!” Riandy memegang kepalanya. Kemudian, dia berlutut di lantai dan menjerit kesakitan.

Polisi lekas menoleh. Saat ini, mereka masih belum bisa memastikan identitas Ranty. Mereka pun tidak berani berbicara kasar terhadap Ranty, apalagi di hadapan Jason. Dia hanya berkata, “Sudah, cukup, ya!”

Ranty melempar sisa setengah botol alkohol di tangannya. Dia melihat ke sisi polisi yang berbicara. “Apa kalian tahu berapa banyak wanita yang pernah dia goda? Kalian malah membelanya?”

Raut wajah polisi langsung berubah pucat. Dia tidak berani berkata apa-apa lagi.

“Ayo cepat pergi!” ucap polisi yang sedang menahan Riandy dan yang lain.

Riandy menutup luka di kepalanya, lalu melirik Ranty dan Sonia dengan dingin.

Si kepala tim juga berjalan kemari. Dia berkata terhadap Sonia dan Ranty, “Mohon kalian berdua ikut kami ke kantor polisi!”

Ranty berkata dengan tersenyum, “Boleh, tapi aku minta tolong yang cepat, ya. Jangan ganggu jam tidur kesayanganku!”

Kepala tim tidak tahu harus berkata apa lagi
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Hardianti Ibrahim New
Babnya terlalu singkat ...
goodnovel comment avatar
Gav Gegs
gina gina murahan tapi sok berkelas ya ga sebanding lah sama Sonia...
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 885

    Johan mengangguk. “Baiklah kalau begitu. Nanti aku telepon kamu lagi.”“Emm.” Gina mengangguk dengan terisak-isak.Orang-orang mulai meninggalkan bar. Hanya tersisa beberapa polisi yang sedang mengambil barang bukti dan juga manajer yang sedang diinterogasi.Seorang polisi berkata pada polisi yang lain, “Ini ponsel dari kedua wanita tadi. Mereka meninggalkannya. Aku antar ke kantor polisi dulu.”Begitu polisi datang, dia langsung menyita ponsel Sonia dan Ranty. Ponsel Riandy dan yang lain sudah dibawa pergi oleh petugas kepolisian yang lain. Sekarang mereka malah lupa mengembalikan ponsel Sonia dan Ranty.Si polisi berjalan keluar dengan membawa ponsel tersebut. Gina mengenakan masker berjalan menghampirinya. “Halo, aku temannya Sonia. Apa kamu bisa bawa aku ke kantor polisi?”Gina datang bersama Reza. Sekarang semuanya sudah pergi. Jadi, si polisi berkata dengan tersenyum, “Tentu saja boleh! Silakan ikuti aku.”Mereka berdua menaiki mobil polisi kembali ke kantor polisi. Polisi mengen

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 886

    Tak lama kemudian, anggota Keluarga Zarcasi telah tiba.Ayah Riandy, Liam Zarcasi, adalah sekretaris dari kepala lurah yang memegang sedikit kekuasaan. Dia pergi ke ruang interogasi untuk menemui putranya. Menyadari putranya dipukuli hingga babak belur, amarahnya langsung membeludak. “Memukul seperti ini hanya karena ingin melindungi diri? Coba aku lihat bagaimana luka yang dialami pelaku pemukulan?”Kapolres berkata dengan suara datar, “Pak Liam, harap tenang. Sekarang ada Tuan Jason yang menjadi perwakilan dari pihak korban. Kamu bisa berdiskusi dengannya.”“Tuan Jason?” Ketika mendengar nama itu, jantung Liam langsung berdebar kencang. Setelah bertemu dengan Jason, amarah di hatinya pun telah menghilang entah ke mana.Setengah jam kemudian, Jason keluar bersama Sonia dan juga Ranty.Bondan berdiri. “Kalian baik-baik saja, ‘kan?”Jason sengaja melirik Reza sekilas, lalu membalas dengan tersenyum, “Tidak apa-apa, kamu sudah boleh pergi!”Semua orang berjalan pergi. Gina menyadari Reza

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 887

    Gina berjalan menghampiri Reza, lalu tampak bercak darah di lengan dan tubuh si lelaki. Gina tahu tebakannya tidak salah. Tiba-tiba hatinya terasa lara. Dia menatap lelaki di hadapannya dengan tersenyum dingin.“Reza, kamu rendahan sekali!”Tidak terlihat ekspresi apa-apa di wajah Reza. Dia melangkahkan kakinya berjalan ke sisi mobil. Terakhir kalinya! Mulai besok, Reza adalah Reza, Sonia adalah Sonia. Mereka berdua tidak ada hubungan apa-apa lagi!…Matias mengendarai mobil mengantar Sonia ke vila di Jalan Cempaka. Kemudian, dia baru mengantar Ranty pulang.Ranty memiringkan kepalanya untuk melihat Matias, lalu bertanya dengan tersenyum lebar, “Apa kamu marah?”“Nggak!” balas Matias dengan datar.Ranty mengelus kukunya yang sudah putus sembari mendengus dingin. “Sonia sudah putus sama Reza. Meski Sonia kelihatannya baik-baik saja, aku tahu sebenarnya dia sangat sedih. Dia suka menyimpan semuanya sendiri! Jadi, aku ingin bawa dia untuk hilangin penat. Awalnya, aku hanya ingin mengajak

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 888

    Noah menatap kepala elang dalam beberapa saat dan ekspresinya seketika menjadi muram. Dia memalingkan kepalanya, lalu bertanya, “Dari mana kamu mendapatkan foto ini?”Gina bertanya, “Apa kamu kenal?”Ekspresi Noah sangatlah dingin. “Nggak kenal. Hanya saja ada sebuah organisasi rahasia yang bernama Aquila dengan simbol kepala elang juga. Aku lagi berpikir apakah ada hubungannya aplikasi itu dengan organisasi ini?”“Aquila?” Gina mengerutkan keningnya. “Organisasi apa itu?”Noah menjelaskan, “Sejenis organisasi seperti tentara bayaran, yang menjalankan misi dengan dibayar. Hanya saja, Organisasi Aquila hanya menjalankan misi legal. Mereka hebat sekali. Nggak ada satu pun misi yang pernah gagal di tangan mereka. Tentu saja, upah mereka tinggi sekali.”Gina merasa sangat aneh. Kenapa Sonia bisa memiliki aplikasi yang misterius ini? Jangan-jangan Gina sudah berpikir kebanyakan?Tiba-tiba Gina kepikiran sesuatu. Sebelum Johan kembali ke Jembara, setiap gerak-geriknya juga sangat misterius.

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 889

    Gina menjawab dengan yakin, “Dia pasti akan membantuku!”…Keesokan harinya, saat Sonia kembali dari lari pagi, tampak Ranty sedang menunggunya di halaman.Di depan mobil balap merah terang, Ranty sedang bersandar di tubuh mobil. Dia menggoyangkan kantongan di tangannya, lalu berkata dengan tersenyum, “Kue isi telur kepiting, lumpia goreng, dan bubur daging. Semuanya makanan kesukaanmu!”“Terima kasih!” Sonia mengambil kantongan itu, lalu bertanya, “Mau makan bersama?”Ranty meregangkan tubuhnya. “Nggak usah, aku harus segera ke perusahaan. Coba lihat betapa baiknya aku sama kamu, semalam aku tidur jam satu. Pagi-pagi mesti ke perusahaan. Aku bahkan bela-belain beli sarapan kesukaanmu. Apa ada orang yang begitu mencintaimu seperti aku?”Terlintas bayangan seseorang di benak Sonia. Hatinya terasa sakit. Namun, dia berlagak tidak terjadi apa-apa, lalu berjalan ke dalam vila. “Terima kasih, pergi sana!”“Sadis banget, hmph!”Ranty mendengus, lalu berkata dengan tersenyum sambil membuka pi

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 890

    Thalia tersenyum tipis. “Seharusnya si Sonia. Tadi aku mau kepikiran untuk tanya kondisinya!”Darren juga tersenyum, lalu berkata dengan nada arogan, “Dengan kehebatannya itu, sepertinya orang yang dipukul baru dalam masalah!”Tiba-tiba Darren mengusulkan, “Gimana kalau kita bertiga kumpul bareng? Setelah syuting berakhir, kita sudah nggak pernah bertemu lagi!”“Boleh!” balas Thalia dengan segera, “Kamu yang traktir!”“Cih!” Darren mentertawakannya, “Sepertinya penyakit pelitmu nggak bisa disembuhkan lagi. Oke, aku traktiran. Kamu pilih saja mau makan di mana.”“Oke!” balas Thalia dengan tersenyum.Darren menghubungi Sonia lagi. Mereka bertiga ingin makan steamboat. Hanya saja, berhubung Restoran Steamboat Kuat terlalu jauh, mereka pun memilih untuk makan di restoran steamboat terdekat.Saat mereka bertiga ketemu, Thalia memberikan pelukan hangat kepada Sonia. “Sonia, aku kangen banget sama kamu!”Sonia tersenyum. “Kita semua di Jembara. Kelak kita bisa makan bersama seperti hari ini.”

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 891

    “Sudahlah!” Sonia mengangkat kepalanya sembari tersenyum datar. “Kalian jangan bertengkar lagi. Aku sulit menjelaskan masalah aku sama dia, tapi semuanya nggak seperti yang kamu bayangkan. Kita nggak usah bahas masalah ini lagi. Kita ngobrol yang lain saja!”Thalia mengamati ekspresi wajah Sonia, lalu berkata dengan tersenyum, “Iya, nggak usah bahas masalah ini lagi. Sebentar lagi Sonia bakal tamat kuliah. Apa rencanamu selanjutnya?”Darren juga segera mengalihkan topik pembicaraan. “Pak Delon masih ingat sama kamu. Katanya, kalau kamu nggak ingin bekerja setelah tamat kuliah nanti, kamu bisa cari dia!”Thalia bertanya dengan ragu, “Apa orang itu bisa diandalkan?”“Lumayan, aku pernah bekerja beberapa kali bersamanya!” balas Darren.“Aku merasa masa depan Sonia cukup cerah jika dia lanjut bekerja di Arkava Studio!”Mereka semua mengobrol mengenai masa depan mereka. Tidak ada satu pun yang mengungkit masalah Sonia dengan Reza.…Malam harinya setelah pulang, Sonia membasuh tubuhnya, lal

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 892

    Raut wajah Johan spontan berubah. Kedua matanya menatap Noah dengan penuh waspada. “Aku nggak ngerti apa yang lagi kamu katakan?”“Kamu nggak usah gugup. Aku nggak bermaksud jahat. Kamu itu teman baik Gina. Kita bukanlah musuh, kita akan selalu menjadi teman.” Noah mengangkat-angkat tangannya, lalu berkata dengan tersenyum, “Tenang saja, meski kamu adalah anggota Aquila, aku juga nggak akan beri tahu orang lain. Hanya saja, aku butuh bantuanmu!”Kali ini, Johan tidak lagi mencurigai Noah. Dia menatap Noah sambil bertanya, “Bantuan apa?”“Bantu aku mencari Brown!” Noah tidak lagi tersenyum. Dia menunjukkan ekspresi dinginnya. “Dari informasi yang aku dapatkan, anggota Brown sedang beraktivitas di sekitar Gunung Kurha. Mereka akan melakukan transaksi dengan seorang penduduk Nars yang bernama Leech. Tentu saja, transaksi yang mereka lakukan adalah transaksi ilegal.”Johan menyipitkan matanya. “Apa misimu adalah menggagalkan transaksi mereka?”“Bukan!” ucap Noah dengan dingin, “Aku nggak m

Latest chapter

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 1913

    Jelas sekali, Kase sudah tidak ingin melanjutkan pembicaraan dengan Winston. Setiap malam, Sonia mengantar camilan tetapi dia belum berhasil menemukan orang yang dia cari. Apakah mungkin orang itu begitu disiplin hingga bahkan tidak makan camilan?Sonia juga sudah mencoba pergi ke lantai bawah tanah ke-11, tetapi tetap tidak mendapatkan hasil apa pun. Namun, tidak menemukan apa pun juga merupakan kabar baik. Setidaknya itu berarti kakaknya tidak termasuk dalam kelompok orang yang dijadikan subjek eksperimen.Sonia memutuskan untuk beristirahat selama dua hari. Bagaimanapun, pelayan yang setiap hari dia samarkan identitasnya itu, sering bangun dengan keluhan leher yang sakit dan bahkan sudah memutuskan untuk pergi ke dokter.Malam itu, Sonia dan Kase duduk berdampingan di bar. Mereka mengobrol santai sambil menikmati suasana.Hallie datang mengenakan seragam pelayan yang dirancang khusus untuk bar itu. Dia menyerahkan dua gelas minuman pada Sonia dan Kase, lalu berujar sambil tersenyum

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 1912

    Begitu pintu lift terbuka, Sonia melangkah keluar. Di hadapannya, terbentang lorong panjang dengan lampu neon putih yang dingin dan suram menggantung di atas kepala.Sonia keluar dari lift dan melangkah ke koridor. Di kedua sisi koridor, terdapat laboratorium dan ruang penyimpanan. Melalui pintu-pintu kaca, dia bisa melihat berbagai macam alat yang aneh dan rumit. Dia terus berjalan lebih dalam.Suasana di sekitarnya begitu sunyi hingga terasa mencekam. Tiba-tiba, telinganya menangkap suara aneh, seperti kuku yang menggores kaca, bercampur dengan suara geraman liar yang menyerupai auman binatang buas.Sonia mengikuti arah suara itu. Tak jauh di depan, sebuah pintu besar terlihat berdiri kokoh. Pintu itu terlihat sangat kuat dan dilengkapi dengan sistem pengamanan berbasis sandi. Dia segera mengirim perintah ke Frida.Dalam waktu 30 detik, Frida berhasil membobol sistem pengamanan tersebut. Setelah memasukkan kode yang diberikan, pintu itu perlahan terbuka secara otomatis. Ketika Sonia

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 1911

    Sonia menggigit kue cokelat di depannya, lalu bertanya, "Apa kamu sudah tanya, kapan Rayden akan kembali?"Kase menatapnya tajam sembari balik bertanya, "Kamu sangat suka cokelat?"Sonia mengangkat alis dengan tenang. Dia membalas, "Hampir semua wanita menyukainya."Senyum Kase penuh pesona ketika menimpali, "Kupikir, kamu berbeda dari yang lain."Sonia mengulang pertanyaannya, "Jadi, kapan Rayden akan kembali?"Kase mendekatkan tubuhnya ke arah Sonia, menatap matanya dengan intens, lalu berucap pelan, "Aku curiga Rayden sebenarnya masih ada di Istana Fers.""Lho?" Sonia mengangkat kepala. Dia jelas sangat terkejut.Mata Kase bertemu langsung dengan tatapan Sonia dan memancarkan kesan yang menggoda. Dia menjelaskan, "Winston adalah perwakilan Rayden, tapi untuk proyek sebesar ini, dia nggak mungkin mengambil keputusan sendiri.""Aku rasa Rayden sebenarnya nggak meninggalkan Istana Fers. Dia cuma nggak mau menemui orang." Dugaan Kase memang sangat sesuai dengan karakter Rayden yang dike

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 1910

    Kase mengangkat lengannya dan menoleh ke arah Sonia. Di balik kerudung sutra tipis itu, Sonia mengangkat tangan dan merangkul lengan Kase, lalu berjalan bersamanya menuju ruangan.Saat mereka masuk, di balik meja kerja besar, duduk seorang pria yang bukan Rayden. Melihat hal ini, Kase bertanya sambil tersenyum. "Kenapa bukan Rayden?"Pria di belakang meja itu berdiri. Dia terlihat seperti penduduk asli Benua Delta, dengan rambut agak keriting dan mengenakan setelan jas hitam. Dia menjawab dengan sopan, "Maaf sekali, Pak Rayden menerima pesan yang sangat mendesak pagi ini.""Satu jam yang lalu, dia sudah meninggalkan Istana Fers. Dia memintaku untuk menyambut Pak Kase dan melanjutkan pembahasan kerja sama. Perkenalkan, aku adalah sekretaris Pak Rayden. Namaku Winston," lanjut pria itu.Sonia merasa sedikit kecewa. Dia sempat berharap bisa bertemu Rayden secara langsung dan mungkin bisa mengenali suaranya atau postur tubuhnya untuk memastikan apakah dia adalah orang yang dia kenal. Namun

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 1909

    Hallie harus mencari tahu apa yang sebenarnya dilakukan Regan di tempat ini. Itu adalah urusan pribadi Hallie. Sonia tentu saja tidak bisa mencampuri.Apalagi, meski saat ini belum ada kepastian apakah Hallie adalah cucu dari gurunya, sekalipun sudah pasti, Sonia tetap tidak akan mengambil keputusan untuk gadis itu.Sonia membalas sambil mengangguk. "Apa pun yang ingin kamu lakukan, keputusan ada di tanganmu. Tapi, tempat ini sangat berbahaya. Aku yakin kamu sudah merasakannya semalam."Hallie menjawab dengan tegas, "Aku akan mencari cara untuk melindungi diriku sendiri."Kase mengeluarkan suara tawa kecil yang mencemooh. Ketika dia mendapati Hallie menatapnya dengan kening berkerut, dia segera berucap sambil tersenyum, "Jangan salah paham, Nona. Aku bukan lagi mengejekmu. Aku cuma tiba-tiba merasa ingin tertawa."Hallie merasa canggung mendengar itu. Sonia melirik sekilas ke arah Kase, lalu berucap, "Bantu dia."Kase mengangkat alis dan tersenyum penuh arti. Dia bertanya, "Apa keuntun

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 1908

    Kase balik bertanya sambil tersenyum, "Kamu bahkan nggak mengenali penyelamatmu?"Hallie tertegun menatapnya dan terlihat bingung. Di sisi lain, Sonia berucap, "Masih ada beberapa jam sebelum matahari terbit. Lebih baik kamu naik ke atas dan beristirahat dulu. Kita bicarakan hal lainnya besok."Hallie mengangguk dengan cemas, lalu mengikuti Sonia menuju lantai atas. Sonia menunjukkan kamar di sebelah kamarnya sendiri, lalu berucap, "Di dalam lemari, ada piama dan baju ganti. Kamu bisa memakainya sesukamu."Hallie memandang Sonia dengan penuh rasa terima kasih, lalu berujar, "Makasih banyak. Kamu sudah menyelamatkanku dua kali!""Jangan berterima kasih padaku. Kali ini, orang yang menyelamatkanmu adalah pria yang tadi di bawah," ujar Sonia.Hallie tertegun sebelum bertanya, "Dia yang menyelamatkanku? Apa tadi aku bersikap nggak sopan?"Suasana di bar tadi terlalu kacau. Hallie begitu ketakutan hingga tak tahu apa yang terjadi. Saat dibawa ke vila ini, dia masih merasa ketakutan bahkan s

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 1907

    Sonia menoleh ke arah Kase, lalu bertanya, "Bisakah kamu membantuku?""Kamu berbicara padaku sambil mengenakan baju seperti itu, tentu saja aku nggak akan menolak." Kase menyerahkan gelas minuman yang dipegangnya kepada Sonia, lalu menambahkan, "Minum ini dulu!"Sonia mengambilnya dan langsung menghabiskannya dalam satu tegukan. Mata Kase yang indah makin bersinar. Dia pun bertanya, "Katakan, apa yang harus aku lakukan untuk membantumu?""Tolong bantu aku menyelamatkan gadis itu. Bisakah kamu melakukannya?" tanya Sonia.Kase melirik ke arah panggung, lalu bertanya, "Itu gadis yang kamu selamatkan kemarin?" Dia mengernyit sebelum menambahkan, "Biar kuperingatkan, kamu sudah menyelamatkannya sekali."Bagi Kase, menyelamatkan seseorang untuk pertama kalinya masih bisa dimaklumi sebagai bentuk belas kasihan. Namun jika orang tersebut kembali terjebak dalam bahaya, itu berarti dia bodoh dan tak perlu diselamatkan lagi.Kase mengangkat alis, lalu menatap Sonia sambil melanjutkan, "Aku nggak

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 1906

    "Ivy, lihat! Itu gadis dari Cendania!" Gadis pirang di sebelah Sonia menggenggam tangannya dengan penuh semangat.Sonia dengan halus menghindari genggamannya, tetapi dia tertegun sejenak ketika melihat gadis di atas panggung. Itu ternyata gadis yang kemarin dia temui di luar toserba, Hallie. Dia telah ditangkap, lalu dijual ke tempat ini.Di Hondura, seorang gadis cantik bisa dijual hingga 5.000 dolar Amwrika. Sonia terlihat mengernyit. Sepertinya Hallie sama sekali tidak mendengarkan nasihatnya dan tetap keras kepala mencari pacarnya.Hallie terbangun di atas panggung. Melihat orang-orang di sekelilingnya yang memandangnya seperti serigala, dia sangat terkejut.Dengan ketakutan, Hallie berusaha bangkit untuk melarikan diri, tetapi setelah itu dia menyadari bahwa dirinya hanya mengenakan bikini. Dalam sekejap, dia memeluk tubuhnya erat-erat dan duduk kembali dengan cemas.Juru lelang mulai menyebutkan harga awal. Wajah Hallie kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba, dia

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 1905

    "Baiklah!" Sonia membawa kotak camilan ke dalam, diikuti oleh pria kulit putih itu. Selama waktu ini, Sonia mendengar suara percakapan pria dan wanita dari arah ruang tamu.Ekspresi Sonia tetap tenang. Setelah meletakkan makanan di atas meja, dia berbalik dan berjalan keluar. Pria itu mengikutinya dari belakang dan menutup pintu.Sonia kembali mendorong troli menuju lantai atas. Setelah mengantarkan 12 porsi camilan, dia tetap tidak menemukan orang yang sedang dia cari.Namun, Sonia tidak terburu-buru. Ini baru hari pertama. Saat dia hendak membawa troli kembali ke lantai satu, tiba-tiba seorang gadis lain yang juga mengenakan seragam pelayan berlari menghampirinya.Gadis itu menarik tangannya dengan penuh semangat, lalu berucap, "Jangan sibuk lagi. Malam ini ada lelang, sebentar lagi bakal dimulai!"Gadis itu menarik Sonia menuju lift. Mereka naik ke lantai 32 yang ternyata adalah sebuah bar. Istana Fers yang terlihat sunyi dan tak berpenghuni di siang hari, berubah menjadi tempat yan

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status