Perempuan itu menertawakan dirinya sendiri sambil menggelengkan kepala. Dia membuka koper, lalu meletakkan baju-bajunya ke dalam lemari.Sementara koper yang satunya lagi berisi komputer dan juga dua buah layar monitor. Sonia pun meletakkannya di ruang buku, di kamar sebelah.Kamar yang mereka tempati cukup luas, penataannya tentu saja juga sangat baik. Pemilik tempat itu mempunyai ruang kerjanya sendiri, bahkan di samping kamar tamu juga mempunyai ruang belajar. Di dalam rumah itu juga masih ada sebuah kamar kosong lain, yang mungkin kamar tersebut digunakan untuk menaruh barang-barang.Setelah selesai merapikan semua barang-barangnya sendiri, Sonia pun membersihkan badannya lalu berbaring di atas kasur. Tanpa ada orang lain di kamar yang menemaninya, rasa kesepian dan juga ketakutan membuat perempuan itu langsung tertidur.***Sekitar jam delapan malam, Bi Rati menelepon Reza dan memberitahunya bahwa Sonia telah pindah. Perempuan paruh baya itu pun meminta petunjuk dari atasannya, ap
Pria itu bangkit berdiri dan berkata dengan tenang, “Aku akan mengantarkan kamu pulang.”“Di mana supirnya?” tanya Sonia.Reza sudah berjalan hingga ke depan pintu. Begitu mendengar pertanyaan dari perempuan itu, langkah kakinya langsung berhenti dan menoleh ke belakang. “Aku kebetulan lewat sana.”Sonia hanya tersenyum simpul dan berkata, “Terima kasih!”Ketika mobil yang mereka naiki pelan-pelan menjauh dari rumah keluarga Herdian, Reza bertanya dengan lembut, “Apa kamu kerasan tinggal di sana?”“Emm, sangat nyaman,” jawab Sonia cepat. Perempuan itu berpikir sejenak, lalu berkata, “Aku ingin mengganti seprei putih di kamarku menjadi warna lain, apa boleh?”Reza berkata, “Tentu saja boleh, rumah itu sudah menjadi milik kamu sepenuhnya ketika kamu tinggal di dalamnya. Kamu mau bagaimana menata dan mendekorasinya, semua terserah kamu.”Sonia berterima kasih kepadanya, lalu melanjutkan, “Upah para pekerja itu, kita juga bisa membagi dua.”Setelah perempuan itu tinggal di dalam rumah ters
Semua orang pun langsung terkesima dan memuji Reviana. Memuji bahwa kalung yang digunakan olehnya sangatlah cantik, memuji Stella adalah anak yang berbakti, juga memuji Reviana sangat beruntung.Ibu Widi dengan separuh hati yang menyesal dan separuh hati cemburu, berkata, “Sebenarnya aku sudah mengincar kalung ini ketika GK Jewelry pertama kali mengumumkan kalung model terbarunya. Tapi sayangnya, aku nggak pernah melihat kalung ini di dalam toko. Aku juga sudah menanyakan hal ini ke manajer toko, kata manajer toko kalung ini sudah dipesan oleh seseorang. Ternyata Stella adalah tamu VVIP dari GK Jewelry.”Salah seorang dari ibu-ibu yang berada di sana juga ikut menyelak, “Aku juga sempat bertanya dengan manajer toko, katanya kalung itu sudah dipesan oleh orang dalam, yaitu Ibu Dania, direktur GK Jewelry. Stella, apa kamu kenal dengan Ibu Dania?”“Mana mungkin!” ejek Ibu Eri yang dari tadi diam.Reviana sendiri langsung memandang putrinya dengan terkejut, “Kamu mengenal Ibu Dania?”Dania
Dania kembali melihat ke arah leher Reviana. Tiba-tiba saja perempuan itu seperti mengerti sesuatu, lalu tersenyum dengan pelan, “Sepertinya Ibu salah paham, saya sama sekali nggak mengenal Stella,” ujarnya kepada Reviana.“Haa?” seru semua orang bersamaan karena terkejut mendengar hal ini. Mereka semua langsung terdiam, tidak ada yang berbicara, hanya menatap Stella dengan pandangan yang aneh. Stella hanya bisa menundukkan wajahnya, lalu menarik Reviana sambil berbisik, “Mama, aku nggak enak badan. Kita pulang saja, yuk!”Senyum di wajah Reviana seketika membeku, matanya berkedip-kedip dengan bingung.Ibu Eri langsung membesarkan suaranya dan berkata, “Nggak kenal? Bagaimana mungkin? Jelas-jelas tadi Stella yang bilang sendiri, kalau kamu mengenal Dania. Kalung yang dihadiahkan untuk Ibunya, dibantu oleh orang dalam untuk memesannya. Jangan-jangan ….”Ibu Eri sengaja menunjukkan raut wajah tidak masuk akal, “Ada orang yang sedang berbohong?”Dania tersenyum simpul, tatapan matanya te
Reviana menarik dengan keras kalung yang ada di lehernya dan melemparkan kalung tersebut ke atas meja kopi. “Dia bilang, dia yang membeli kalung ini. Dia juga bilang sudah mengenal Dania, direktur dari GK Jewelry. Tapi kenyataannya, semua kebohongannya langsung terbongkar hari ini di depan begitu banyak orang! Aku sekarang benar-benar malu karena dia!” ujar Reviana menjelaskan sambil menggertakkan giginya.Hendri langsung mengerutkan kening melihat kalung yang ada di atas meja kopi itu, lalu bertanya, “Bukankah ini kalung yang diberikan oleh Stella ketika kamu ulang tahun kemarin?”Reviana langsung mengangkat tangan dan menunjuk Stella, ”Kamu tanya sendiri kepadanya!”Sambil terisak-isak, perempuan itu menurunkan tangannya dan melihat ke arah Reviana dengan kedua mata yang masih berlinang air mata. “Maaf Ma, maaf!”Hendri mengerutkan keningnya, “Sebenarnya apa yang terjadi?”Stella menjawab sambil terisak dan tersedak, “Ka … kalungnya, sebenarnya dari Kakak!”Baik Hendri maupun Reviana
Sepasang mata Reviana langsung terbelalak lebar, “Untuk apa kamu memberinya uang segitu banyak?”Hendri menjawab, “Selama bertahun-tahun kita berhutang kepadanya. Apalagi seorang anak gadis tinggal sendiri di luar sangatlah sulit, memangnya kenapa kalau aku memberinya uang sedikit lebih banyak? Kamu tiap tahun membelikan baju-baju baru untuk Stella, juga sama saja dengan uang yang aku kasih.”Reviana yang merasa bersalah, langsung mengalihkan pandangan matanya, “Aku hanya takut, dia di luar sana belajar yang kurang baik karena memegang banyak uang.”“Dia nggak sembarangan menggunakan uangnya, juga nggak belajar hal-hal yang kurang baik. Sebaliknya, dia menyimpan kembali semua uang yang aku kasih untuk membelikan hadiah ulang tahun untukmu,” ucap Hendri sambil mendengus, kemudian berdiri dan pergi meninggalkan Reviana seorang diri.Hati Reviana terasa tidak nyaman, perempuan itu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, dia hanya merasa hatinya sangat kacau dan sedih.***Setelah Sonia se
Di lantai satu adalah perjamuan dengan gaya barat. Tamu yang berada di sana, rata-rata masih berusia muda. Di dalam aula utama di lantai satu, telah dipasang musik klasik. Ada tamu yang sibuk mengobrol, juga ada yang menari di tengah aula. Beberapa tamu yang sempat melihat ke arah pintu masuk, langsung sibuk bertanya kepada teman mereka, siapa sebenarnya gadis yang mengenakan gaun hitam yang baru saja masuk itu?Sonia yang tidak terbiasa menggunakan sepatu hak tinggi, begitu duduk di atas sofa, dia pun tidak ingin pergi ke mana pun lagi. Ranty yang tahu bahwa sahabatnya ini menyukai makanan manis, perempuan itu pun langsung membawakan setiap jenis makanan manis untuk Sonia. Hingga akhirnya, di depan Sonia terdapat satu piring besar yang berisi aneka macam kue dan juga dua gelas koktail.Sementara itu, Sonia yang seharian ini sibuk dan baru sempat memakan sedikit camilan ketika sedang merias wajah, tentu saja saat ini dia sudah merasa sangat lapar. Perempuan itu pun langsung melahap hid
Ranty pergi menari, di atas sofa hanya tinggal Sonia seorang diri. Perempuan itu menemani Tandy bermain sebentar, lalu tiba-tiba tercium aroma parfum yang sangat kuat berada di sekitar mereka. Sonia menoleh dan melihat Siska.Pacar dari Reza? Atau salah satu dari kekasih Reza? Siska mengenakan gaun berwarna biru dongker dengan model punggung yang terbuka dan butiran berlian menghiasi gaun tersebut. Perempuan itu tersenyum lebar sambil menyapa Sonia, “Halo Sonia.”Sonia dan Tendi langsung menghentikan permainan mereka dan membalas Siska dengan sopan, “Halo Siska!”Siska yang kembali mengandalkan kemampuan Victor Entertainment, tampil sebagai seorang tamu di sebuah acara variety show dan menjadi terkenal.Sikapnya yang sekarang, jauh lebih ramah daripada sikapnya yang sebelumnya. “Aku tadi melihat Pak Reza, apa Sonia tadi datang bersama Pak Reza?” tanya perempuan itu sambil tersenyum.Sore tadi, Sonia meneguk empat sampai lima gelas bir, sekarang dirinya sendiri merasa tidak terlalu ena
Sonia berkata dengan syok, “Calon istrinya Kase?”“Iya!” Reza tersenyum tipis. “Aku sudah menolaknya!”Wanitanya Kase ingin mengadakan jamuan makan malam. Sepertinya dia telah mengetahui keberadaan Sonia. Jadi, dia ingin menunjukkan kekuasaannya dan memamerkan kepemilikannya!Menyuruh wanita itu bersaing memperebutkan perhatian dengan Sonia? Dia sama sekali tidak berkualifikasi!Sonia tidak tertarik terhadap calon istrinya Kase. Tentu saja bagus untuk menolak ajakan itu. Dia menatap langit malam indah di luar jendela, lalu memalingkan kepala untuk berdiskusi kepada Reza. “Aku ingin pergi melihat matahari terbenam. Sebentar saja!”“Apa lukamu masih sakit?” tanya Reza.“Nggak sakit lagi!” Sonia sama sekali tidak menganggap cedera itu.Reza mengambil pakaian untuk membungkus tubuh Sonia, kemudian menggendongnya ke luar balkon.Kemudian, Reza menurunkan Sonia di atas sofa. Reza duduk di sampingnya, lalu merangkulnya. “Lihatlah, setelah lihat, kamu kembali untuk rebahan!”Sonia memalingkan
Mata biru tua Rina terus menatap Kase. “Dengar-dengar kamu bawa seorang wanita ke istana? Kita akan bertunangan. Aku sangat nggak senang ketika mendengar kabar itu!”Rina tahu Kase memiliki banyak wanita di luar sana. Namun, tidak masalah jika mereka di luar, jika dibawa pulang, itu sama saja dengan memprovokasi Rina.Rina menyukai istana ini. Dia bahkan berencana untuk mengadakan pernikahan mereka di sini. Sebelum Rina tinggal di sini, dia tidak akan mengizinkan ada wanita lain yang tinggal di sini.“Akan bertunangan, itu berarti belum bertunangan!” Kase tersenyum sinis. “Kamu masih tidak berhak untuk bertanya soal urusanku!”Terlihat ekspresi iri di wajah Rina. “Apa kamu sangat menyukai wanita itu?”Kase mengangguk. “Iya, sangat menyukainya!”Saking marahnya, Rina kelihatan terengah-engah. “Apa dia cantik sekali? Aku mau pergi menemuinya!”“Jangan ganggu dia!” Nada bicara Kase sangat dingin. “Aku akan bicara dengan ayahku untuk membatalkan pernikahan. Wanita model apa di sisiku juga
Kase tersenyum dingin. “Apa kamu ingin aku mencabut semua bulunya?”Pengurus rumah tertegun sejenak, lalu berkata dengan tenang, “Kalau kamu tidak suka makan ayam gosong, aku sarankan kamu jangan berbuat seperti itu!”Kase berkata, “Baiklah, sekarang aku akan pergi menemuinya!”“Baik!” Pengurus rumah mengakhiri panggilan dengan sopan dan hormat.Kase melepaskan ponselnya, lalu memalingkan kepalanya melihat ke sisi Sonia. “Kamu istirahat dulu. Aku pergi urus sedikit urusan. Nanti kita bicarakan lagi percakapan sebelumnya.”Sonia tidak mengira ada yang perlu dibicarakan lagi di antara mereka. Dia hanya sedikit mengangguk saja. “Kamu sibuk sana!”Kase berjalan pergi, kemudian dia segera membalikkan tubuhnya, lalu meletakkan sekotak permen susu untuk Sonia. Kemudian, dia berkata dengan nada menggoda, “Kalau kamu tinggal bersamaku, aku jamin tidak akan membatasi konsumsi permenmu. Aku akan membelikan perusahaan permen terbesar di seluruh dunia untukmu!”“Sepertinya dia tidak butuh!” Suara d
Sonia menggeleng. “Nggak bisa!”Kase berkata dengan nada terburu-buru, “Waktu itu pengutaraan perasaanku terlalu buru-buru, juga tidak tulus. Izinkan aku untuk mengulanginya sekali lagi. Aku menyukaimu. Dari identitasmu sebagai Suki dan juga Sonia, ternyata hanya kamu yang aku sukai. Aku akan suruh ayahku untuk membatalkan pernikahan bisnisku. Aku hanya menginginkanmu untuk menjadi istriku!”Kemudian, Kase melanjutkan ucapannya seperti sedang bersumpah, “Dulu aku melewati hidupku dengan sangat konyol. Kamu malah memergokiku yang begitu konyol. Aku merasa sangat bersalah dan kesal, tapi aku jamin kelak aku juga nggak akan melakukannya lagi. Aku akan setia terhadapmu, akan memberikan semuanya kepadamu. Aku berharap kamu bisa tinggal di sini, bersamaku untuk selamanya.”Kening Sonia berkerut. “Aku sudah punya orang yang aku cintai. Aku rasa aku sudah ngomong dengan sangat jelas!”“Apa Raja Bondala?”“Iya!”Seandainya orang yang disukai Sonia adalah orang lain, Kase masih ingin berusaha la
Morgan melihat langit biru di luar jendela. Kedua matanya kelihatan menyipit. “Bukannya aku tidak pernah memikirkannya, tapi aku merasa aku memang terlahir untuk berada di sini. Aku sudah melupakan bagaimana kehidupan yang normal, sepertinya aku juga tidak akan terbiasa!”Sonia berkata, “Bukannya kamu bilang kamu akan tinggal dua bulan kali ini. Kamu bisa mulai membiasakan diri!”Morgan membalas, “Aku sudah mendidik orang yang bisa mengambil alih pekerjaanku. Sekarang Tritop sudah meninggal, Hondura akan segera mengalami perombakan besar-besaran. Dulu aku dan Raja Bondala tidak ingin terlibat dalam permasalahan Hondura. Sekarang meski kami tidak ingin terlibat, kami juga sudah terlibat. Aku dan Reza sudah memiliki gambaran umum tentang bagaimana mengelola Hondura di kemudian hari ….”Morgan tertegun sejenak, lalu berkata dengan tersenyum, “Sebelum misi kali ini, aku benar-benar tidak tahu Reza adalah Raja Bondala! Jejak Raja Bondala sangat misterius, juga tidak ikut campur dalam pertik
Bill melihat sekilas, lalu mengangguk dengan gugup. “Iya, ini obat penawar dari racun itu. Setiap hari satu pil. Setelah dikonsumsi selama sepuluh hari, dia akan normal kembali.”Reza bertanya, “Obat penawar cuma satu botol saja?”“Ada satu botol lagi. Ada di dalam brankasku!”Usai Bill berbicara, anggota Reza segera mengambil brankas Bill.Beberapa menit kemudian, Bill membuka brankasnya sendiri, lalu mengeluarkan botol yang sama kepada Reza. “Rayden juga menyuruhku untuk meneliti obat ini!”Reza mengangguk dengan datar. Dia menyuruh anggotanya untuk membawa pergi Bill, kemudian menyerahkan obat kepada Regan. “Segera analisis komposisi obat di dalam botol ini.”Regan tidak berani berbicara terlalu banyak. Dia membawa Reza untuk pergi ke laboratoriumnya, lalu menggunakan alat untuk menganalisis kandungan dari obat itu.Sekitar setengah jam kemudian, Regan pun menyerahkan laporan komposisi obat kepada Reza.Reza memotretnya, lalu mengirimkannya ke perusahaan bioteknologi di Ruiss. Obat
Sonia melanjutkan, “Apa kamu sudah bertemu dengan wanita yang bernama Hallie? Dia datang ke Hondura untuk mencari kekasihnya. Aku pernah menyelamatkannya dua kali. Kemudian, aku menyadari di punggungnya ada tanda lahir berwarna merah seperti yang dikatakan Kakek.”“Hanya saja, posisinya agak menyamping. Aku pernah tanya sama dia, katanya dia memang diadopsi. Umurnya juga sesuai. Bisa jadi kita ditakdirkan untuk bertemu sama dia? Aku ingin membawa Sonia pulang. Alangkah bagusnya kalau Sonia benar-benar adalah cucu dari Pak Guru!”Reza mengangkat-angkat alis tanda dirinya merasa syok. Apa mungkin akan kebetulan sekali?“Kekasihnya adalah apoteker yang bekerja di Istana Fers. Hanya saja, dia sudah kecanduan parah, nggak bisa kembali lagi.” Sonia berkata dengan suara rendah, “Tritop dan Serigala sudah mati. Istana Fers juga bukan lagi Istana Fers yang dulu lagi. Kalau kamu bisa menemukan Regan, tanyakan apa dia bersedia untuk pulang atau nggak? Kalau dia bisa pulang, anggap saja kita sedan
“Bukan!” Reza berusaha menekan perasaannya, lalu mengusap wajah Sonia. “Jangan berpikir kebanyakan. Sekarang kamu hanya perlu istirahat dengan baik!”“Kamu jangan marah!” Sonia menatapnya. Mata bekas menangis semalam masih kelihatan memerah. Dia menatap pria itu dengan sedikit gugup.Reza memalingkan wajahnya. Wajahnya kelihatan tegang seolah-olah sedang mengendalikan sesuatu, bahkan jakunnya tidak berhenti bergerak. Beberapa saat kemudian, Reza baru menoleh untuk melihat Sonia. “Kalau sekarang kamu ada tenaga untuk bicara, kamu beri tahu aku, bagaimana kondisi kamu sekarang?”Sonia terbengong sejenak. Dia pun segera merespons. Ternyata Reza sudah mengetahuinya!Sonia berterus terang, “Aku terus terjebak dalam mimpi, berulang kali mengalami kembali misi penyergapan tujuh tahun lalu dan berulang kali melihat Serigala dan yang lainnya mati di depan mataku.”“Awalnya, setiap kali aku terbangun, aku bahkan nggak bisa membedakan yang mana nyata dan yang mana mimpi. Sekarang … saat siuman, a
Morgan berkata, “Maksudmu, Tuan Kase sudah melukai Sonia? Aku rasa mungkin ada salah paham dalam masalah ini. Semalam Kase membawa pengawalnya membantu kami untuk melawan anggota Tritop. Dia juga bawa Sonia untuk berobat di sini. Dia tidak akan melukai Sonia!”Kase menurunkan kepalanya dan tidak berdalih. Dia tidak berbicara sama sekali.“Iya, Kak Reza!” Johan juga membujuknya, “Untung saja dokter di sini bisa melakukan pengobatan dengan segera, makanya Bos baru baik-baik saja. Mungkin benar ada salah paham. Kita bicarakan lagi setelah Bos siuman!”Hallie juga berlari kemari. Dia membantu Kase untuk menjelaskan, “Apa yang Tuan Reza maksud itu masalah Sonia dibawa pergi Rayden waktu itu? Waktu itu, aku memang nggak tahu kenapa Sonia ditangkap, tapi pada akhirnya Tuan Kase yang menyelamatkan Sonia. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Meskipun Tuan Kase bersalah, berhubung dia sudah menyelamatkan Sonia, aku harap kamu jangan membunuhnya!”Hallie sudah lama kenal dengan Sonia dan Kas