Kelly menyahut dengan lembut, "Namaku Kelly. Aku nggak mau ganggu Nyonya Saskia lagi. Aku bawa Yana pulang."Saskia mengangguk dan menimpali, "Oke. Aku suruh sopir antar kalian.""Nggak usah, kami naik taksi saja," balas Kelly sembari tersenyum. Sebenarnya dia ingin berpamitan dengan Jason. Namun, Kelly tidak bisa mengucapkannya. Jadi, dia hanya menyuruh Yana berpamitan dengan Saskia.Jason melihat Yana lekat-lekat, lalu tersenyum dan berujar, "Paman mau peluk kamu sebentar."Yana mengulurkan tangannya kepada Jason dan memeluknya. Yana merasakan ada yang aneh, tetapi dia tidak berbicara."Kamu harus patuh dan dengarkan nasihat ibumu, ya," pesan Jason sambil memeluk Yana dengan erat. Dia juga mengusap kepala Yana dengan lembut."Oke!" sahut Yana seraya mengangguk.Kelly menggendong Yana. Dia tidak berani melihat Jason dan langsung berjalan keluar. Sesampainya di di luar halaman, sebuah mobil menunggu Kelly.Sopir turun dari mobil dan berucap, "Nona Kelly, Tuan Jason suruh aku antar kamu
Tatapan Saskia menjadi muram. Dia menanggapi, "Jason bukan orang yang ceroboh. Biasanya dia tidak begini."Kiara mencibir, lalu menimpali, "Aku juga tidak percaya. Jadi, sampai sekarang aku tidak paham Kelly pakai trik apa untuk memperdaya Tuan Jason."Saskia mengangguk dan membalas, "Sekarang aku sudah paham situasinya. Terima kasih, Kiara."Kiara berpesan, "Bibi, jangan bilang kepada Tuan Jason aku yang memberitahumu masalah ini. Sekarang masalah tender sangat heboh. Kamu bisa melihatnya di internet.""Oke," sahut Saskia. Setelah mengakhiri panggilan telepon, dia memerintah pelayan dengan ekspresi muram, "Panggil Jason!"Pantas saja, tadi Jason tampak seperti menyembunyikan sesuatu saat Saskia menanyakan hubungannya dengan Kelly. Ternyata, dia berniat melindungi Kelly.Pelayan segera kembali dan melapor, "Nyonya, Tuan Jason sudah keluar.""Keluar?" tanya Saskia sembari mengernyit. Kemudian, dia memerintah lagi, "Panggil Anastasia."....Keesokan paginya, Saskia menelepon Kelly untuk
“Masalah kali ini berbeda!” Raut wajah Saskia kelihatan cemas. “Setidaknya, kamu itu wanita pertama yang dia bawa pulang untuk menemuiku.”“Semalam aku bukan dibawa Tuan Jason,” balas Kelly.Saskia menggeleng. “Dia sengaja memancingmu ke rumah. Kamu juga pintar. Seharusnya kamu mengerti.”Kelly menurunkan kelopak matanya dan tidak berbicara.“Aku rasa Nona Kelly nggak suka bertele-tele. Kalau begitu, aku terus terang saja. Pertama-tama, aku ingin minta maaf. Aku sudah menyuruh orang untuk memeriksa latar belakang keluargamu. Keluargamu memang membuatku merasa agak kaget. Bukannya aku meremehkan orang miskin, tapi aku tahu hubungan dari keluarga yang tidak sepadan tidak akan memiliki akhir yang bahagia.”“Apalagi kondisi keluargamu ….” Saskia tidak melanjutkan omongannya. Dia terdiam beberapa saat, baru kembali berkata, “Jadi, aku benar-benar nggak optimis dengan hubunganmu dengan Jason.”Kelly tahu ucapan yang diucapkan Saskia sudah cukup sungkan. Hatinya terasa sakit. Kemudian, dia pu
Pada hari Jumat, Gunawan Group mengadakan pertemuan dengan beberapa perusahaan pengikut tender.Howard berpesan kepada pihak Star Legend Group bahwa penanggung jawab mereka, Kiara, mesti tiba di tempat.Pada jam sepuluh pagi, rapat mulai diadakan. Selain pihak Kumala Group, keempat perwakilan perusahaan lainnya juga sudah tiba.Saat Jason masuk, beberapa perusahaan sedang berbisik-bisik membahas kira-kira bagaimana Gunawan Group mengatasi masalah itu. Ketika Jason dan yang lainnya memasuki ruangan, mereka semua spontan terdiam, lalu berdiri. Sikap mereka sangat hormat dan juga sungkan.“Tuan Jason, Tuan Howard!”“Tuan Jason tiba-tiba memanggil kami kemari. Apa kamu sudah memiliki cara penyelesaiannya?”“Apa yang akan Tuan Jason lakukan terhadap Kelly?”…Jason menyuruh semuanya untuk kembali ke tempat duduk. Dia masih saja menunjukkan ekspresi tenangnya. “Mengenai masalah bocornya harga tender, kami sudah berhasil menyelidikinya. Semua orang juga sudah menunggu lama. Hari ini aku akan
Kelly menutup panggilannya, lalu melihat ke sisi Howard. “Tuan Kenneth dari Kumala Group sudah datang!”Ketika mendengar kedatangan Kenneth, semua orang mulai berbisik-bisik. Sejak tereksposnya masalah pembocoran harga tender, Kenneth tidak pernah menunjukkan dirinya. Akhirnya dia datang hari ini.Tak lama kemudian, Kenneth mengetuk pintu, lalu memasuki ruangan. Dia menyapa Kelly secara terang-terangan, lalu menjelaskan kepada Jason dan Howard alasan dia telat.Howard berkata, “Tuan Kenneth datang tepat pada waktunya. Kamu bisa jelaskan petunjuk yang kamu temukan.”Kenneth mengangguk, kemudian berkata dengan serius, “Pertama-tama, aku ingin minta maaf sama Kelly. Kami adalah teman kuliah. Aku mencarinya untuk minta sedikit bantuannya. Aku sungguh tidak menyangka hubungan kami akan diperalat orang lain, apalagi mendatangkan banyak kerepotan untuknya.”Tiba-tiba Kenneth terdiam sejenak, lalu melanjutkan, “Aku sudah selidiki masalah ini. Bukti transfer 600 juta itu dicuri sekretarisku dar
Howard menelepon Anastasia untuk ke ruang rapat.Anastasia tahu hari ini perusahaan sedang mengadakan rapat. Hanya saja, dia tidak mengerti kenapa Anastasia bisa tiba-tiba dipanggil ke ruangan?Mungkin karena merasa bersalah, Anastasia spontan merasa gugup. Setelah memasuki ruangan, dia juga tidak berbicara sama sekali. Raut wajahnya seketika berubah ketika melihat foto di atas layar proyektor.Bukannya Kiara menjamin Anastasia akan baik-baik saja? Kenapa bisa ada foto transaksi gelap mereka?Anastasia takut perusahaan akan mengaudit mutasi rekening pribadinya. Dia pun tidak memasukkan uang itu ke dalam rekening atas namanya. Hanya saja, kenapa bisa terjadi hal seperti ini?Kali ini, Anastasia merasa panik. Dalam seketika, keringat dingin pun bercucuran!“Anastasia, coba kamu ngomong sendiri!” Raut wajah Howard kelihatan dingin. “Kalau kamu nggak bersedia mengatakannya, kami akan lapor polisi sekarang. Kasus mencuri rahasia perusahaan biasanya akan dihukum kurungan beberapa tahun!”“Ja
Tujuan Kiara adalah demi menyingkirkan Kelly dari sisi Jason, sekaligus menyingkirkan Kumala Group yang merupakan saingan tangguh baginya.Di dalam pemikiran Kiara, setelah masalah ini terekspos, meskipun Jason berhasil menyelidiki kenyataan, dia juga tidak akan mengekspos kenyataan itu. Sebab, jika kenyataan sampai terekspos, hubungan kerja sama di antara Gunawan Group dan Star Legend Group, bahkan semua kerja sama dengan Kiara pasti akan berakhir.Jadi, Kiara mengira Kelly akan dijadikan kambing hitam. Semua kesalahan ini tetap akan didorong ke diri Kelly!Kiara sedang bertaruh, yang mana lebih penting di hati Jason, kerja sama di antara perusahaan atau Kelly? Namun, siapa sangka Jason akan memilih Kelly!Jason berdiri. “Aku rasa semuanya sudah paham dengan masalah kali ini. Tentu saja, internal perusahaanku juga bermasalah. Aku memiliki tanggung jawabku. Mengenai bagaimana kelanjutan tender kali ini, nanti Tuan Howard akan menghubungi kalian semua. Rapat hari ini sampai di sini!”Us
Di lantai 39.Setelah Kelly kembali, dia pun membereskan beberapa dokumennya. Setengah jam kemudian, Anastasia berjalan keluar ruangan presdir dengan raut putus asa. Dia tidak bersikap searogan sebelumnya.Anastasia kembali ke meja kerjanya. Dia menangis sembari membereskan barang-barangnya. Setelah terjadi masalah seperti ini, Anastasia pasti akan dipecat.Tak lama kemudian, departemen HRD mengutus seorang wanita bernama Patty untuk melakukan serah terima pekerjaan dengan Anastasia.Kelly membawa dokumen untuk ditandatangani Jason. Saat ini, Howard juga sedang di dalam ruangan. Dia berkata dengan nada bercanda, “Baru saja aku bahas soal kamu sama Tuan Jason. Kamu sudah menderita belakangan ini, entah kompensasi apa yang perlu kami berikan kepadamu!”Kelly membalas dengan datar, “Nggak usah! Aku juga punya tanggung jawab dalam masalah ini. Aku sudah cukup berterima kasih karena Tuan Jason nggak permasalahin masalah ini. Setelah terjadi masalah seperti ini, aku juga nggak seharusnya men
Morgan mengangguk. “Aku datang ke Istana Fers untuk menghancurkan virus penyakit itu. Selain itu, yang paling penting adalah untuk menyelidiki Rayden!”Mereka berdua duduk di sofa. Reza bertanya, “Apa Rayden kenal sama kalian? Apa dulu dia itu anggotamu?”Morgan mengangguk. “Aku juga curiga. Sebelumnya aku sudah menghabisi beberapa bawahannya. Semuanya ada hubungannya sama dia. Dia sangat mengenal orang-orang di sekelilingku, juga mengetahui beberapa rahasia di dalam organisasi. Jadi, keberadaannya cukup mengancam!”Reza tersenyum dingin. “Sudah pasti. Apa ada yang kamu curigai?”Morgan menggeleng. “Tidak ada. Anggotaku tidak akan mengkhianatiku, hanya ada beberapa orang yang sudah meninggalkan organisasi saja. Aku juga sudah menyelidiki mereka, tidak ada satu pun yang sesuai dengan kriteria Rayden. Jadi, aku baru kepikiran untuk menyelidikinya sendiri. Entah siapa dia sebenarnya?”Kening Reza berkerut. “Aku semakin khawatir kalau dia menargetkan Sonia!”Morgan berkata, “Sementara ini
Reza tersenyum tipis. “Karena kamu adalah yang pertama kubawa ke sini. Tentu saja mereka beranggapan kamu itu istriku!”Langkah kaki Reza berhenti. Dia memalingkan kepalanya melihat ke sisi Sonia. “Tidak peduli aku itu Tuan Reza atau Raja Bondala, kamu adalah satu-satunya!”Sonia menatapnya. “Apa dulu kamu nggak pernah suka wanita?”Reza terdiam membisu. Dia langsung menggendong Sonia, menelusuri ruang tamu yang megah dan penuh dengan seni, lalu berkata dengan tersenyum, “Apa kamu lapar? Kalau kamu tidak lapar, sekarang aku bisa buktikan kepadamu betapa aku menyukai wanita … wanitaku!”Sonia yang berada di dalam pelukan Reza membalikkan tubuhnya dengan lincah. Kedua kakinya melingkari pinggang Reza. Dia berkata dengan merangkul pundak Reza. “Kamu nggak usah buktikan. Cahaya matahari sebagus ini. Kita duduk di pekarangan saja.”Reza menatap pekarangan di luar jendela, lalu mengangguk. “Oke, hari ini kamu bebas melakukan apa pun. Aku akan mendengar semua keinginanmu!”Reza tidak menurunk
Sonia menurunkan kelopak matanya sembari tersenyum. Dia lanjut memotong kue untuk yang lain. Berhubung terlalu banyak orang, Kase dan Theresia juga turun tangan untuk membantunya.Reza mencari tempat yang lebih hening untuk duduk. Dia menatap Sonia yang sedang dikerumuni banyak orang, lalu menunduk melihat cokelat bentuk hati di atas kue itu. Kedua tangan yang diletakkan di atas meja saling bertautan. Dia memalingkan kepala untuk melihat ke sisi jendela. Sepertinya suasana hatinya tidak seburuk yang dibayangkannya.Orang-orang yang mengambil kue tar mulai meramaikan suasana. Lampu di dalam baru menjadi redup. Suasana semakin meriah. Sonia bersembunyi dari orang-orang yang hendak melempar kue tar ke sisinya, lalu duduk di tempat yang agak terpencil.Kase kepikiran untuk mencari Sonia, tetapi langkahnya malah dihalangi oleh seorang wanita berambut emas. Dia ditarik ke lantai dansa. Kemudian, dia pun dikerumuni oleh banyak wanita lagi.Kase telah menghabiskan banyak uang untuk merayakan u
Dari sudut pandang Reza, kebetulan dia bisa melihat daun telinga merah Sonia. Sonia kelihatan sangat imut.Theresia menggigit bibirnya dan tidak bertanya lagi.Mereka berjalan ke dalam lift, lalu naik ke lantai atas. Saat berjalan di depan bar, pintu dibuka. Selain Kase, semua orang merasa kaget.Kase menyuruh orang untuk mengganti bar menjadi aula perjamuan. Aula itu diselimuti dengan gaya hutan hujan tropis, berbagai tanaman hijau tropis memenuhi ruang seluas ribuan meter persegi. Di bawah pencahayaan bar sebelumnya, lampu berwarna-warni tersembunyi di balik tanaman tinggi, memancarkan cahaya melalui bayangan dedaunan ke langit-langit. Efek cahaya yang berkilauan menciptakan suasana segar dan magis, tetapi tetap hangat dan semarak, memberikan efek visual yang luar biasa. Tempat yang dulunya penuh dengan kebisingan dan kemewahan yang kacau, kini berubah menjadi cerah dan bersih.Terdapat banyak orang di dalam bar mengenakan gaun pesta yang anggun dengan riasan yang elegan. Mereka ber
“Tok! Tok! Tok!” Terdengar suara ketuk pintu dari luar sana. Sonia segera memalingkan kepalanya. Suaranya terdengar serak. “Siapa?”“Kekasih sahmu!” jawab Kase.Sonia menarik napas dalam-dalam. Dia merasa dirinya terlalu khawatir. Dia merobek kertas hasil lukisannya, lalu membuangnya ke tong sampah. Dia pun berdiri, pergi membuka pintu.Sebentar?Apa kata Kase tadi?Kekasih sahnya?Sial!Sonia ingin menahan amarahnya. Kemungkinan dia akan segera meninggalkan Hondura. Jadi, dia tidak berencana untuk perhitungan dengan Kase.Pintu dibuka, terlihat sosok Kase yang berpakaian kemeja putih dan jas hitam. Kerah pakaiannya sedikit terbuka, menunjukkan tulang selangka leher yang menggoda. Aura bangsawannya sungguh memesona.Kase memiringkan kepalanya untuk menatap Sonia. Dia menyipitkan bola mata cokelatnya. “Tadi kamu ke mana lagi?”Sonia membalas dengan datar, “Aku sudah pernah bilang. Selama aku bisa menjamin keselamatanmu, kamu nggak usah ikut campur dalam urusanku.”Ujung bibir Kase sedi
Dania, Pretty, dan yang lain bertanya kapan Sonia akan kembali?Sonia memberi tahu mereka bahwa dia akan segera kembali!Setelah meletakkan ponsel, Sonia mengganti pakaiannya untuk meninggalkan tempat.Saat memasuki lantai B12, Tensiro dan wanitanya sedang berciuman di sofa.Meskipun Sonia masuk, mereka berdua juga tidak bermaksud untuk berhenti. Sonia melaksanakan tugasnya sebagai seorang pelayan. Dia tidak memperhatikan majikannya, hanya fokus dalam membersihkan kamar.Ruangan di lantai bawah tanah ini tidak berdebu sama sekali. Tidak ada yang perlu dibersihkan. Sonia pergi ke kamar untuk membereskan pakaian ganti wanita itu. Pada saat ini, mereka berdua yang berada di dalam ruang tamu telah mengambil alkohol. Mereka sedang bersiap-siap untuk pergi memancing ikan.Sonia pergi membersihkan ruang baca. Komputer sedang dalam keadaan dibuka. Gambar layar yang ditampilkan adalah rasi bintang Biduk. Di tengah luasnya langit malam, hanya bintang-bintang Biduk yang bersinar paling terang.So
Sonia menerima panggilan video. Dia langsung menunjukkan senyuman di wajahnya. “Kakek!”Sekarang cuaca di Kota Atria kelihatan cerah. Jemmy pun berkata dengan tersenyum, “Selamat ulang tahun!”Sonia tersenyum. “Terima kasih, Kakek!”“Mengenai hadiah ulang tahunmu, aku dan kakakmu sudah mempersiapkannya. Kami letakkan di kamarmu. Tadi Indra dan Arkas bilang siang hari makan mie ulang tahun untuk merayakan ulang tahun buat kamu.”“Dia lagi berpikir variasi apa yang bisa dia buat untuk mie ulang tahun kali ini, biar kamu bisa ingin memakannya ketika melihatnya. Kalau kamu ingin makan, bisa jadi kamu akan segera terbang ke sini,” ucap Jemmy dengan tersenyum. “Semua ini pasti ulah Arkas.”Hati Sonia terasa hangat. “Terima kasih untuk Pak Arkas dan juga Kakek Indra.”“Apa kamu masih di Mirlan? Kapan kamu pulangnya?” tanya Jemmy.“Aku akan pulang dalam beberapa hari ini. Aku akan pulang untuk menemanimu!” balas Sonia dengan tersenyum santai.“Apa hari ini ada yang merayakan ulang tahun buat k
Tadinya Sonia mengira, seiring berjalannya waktu, efek samping dari obat itu akan berkurang. Namun setelah dilihat sekarang, sepertinya tidak demikian.“Jangan! Aku yang menyebabkanmu menjadi seperti ini!” Terlintas rasa sakit hati dan bersalah di dalam mata Kase. Dia menatap Sonia dalam-dalam, lalu membuka pintu berjalan meninggalkan tempat.Setelah Kase pergi, Sonia kembali mengenang kembali mimpi semalam. Dia tetap saja tidak bisa kepikiran apa pun. Hanya saja, seharusnya Sonia telah mimpi semalam.Sampai saat ini, rasa gelisah dan sakit masih terbayang di dalam benak Sonia. Rasa pesimis yang tidak terdeskripsikan telah menguasai benaknya saat ini. Tiba-tiba Sonia kepikiran kenapa Rayden bisa melepaskannya dengan semudah ini? Apa benar hanya karena Kase dan Bondala? Apa Rayden masih sedang mengontrol dirinya?Sonia kembali berbaring di atas ranjang. Dia meringkuk, tidak bisa meluapkan rasa lara di hatinya. Dia juga tidak tahu bagaimana caranya keluar dari perasaan ini? Dia hanya mer
Sebentar lagi sudah subuh, Reza membuka ponselnya. Dia sedang melihat jam, tiba-tiba dia kepikiran sesuatu, lalu membuka sistem yang terhubung dengan kalung Sonia. Suhu tubuh dan detak jantung Sonia tidak berada di kondisi normal.Kening Reza sedikit berkerut. Apa Sonia melepaskan kalungnya lagi?Sebelumnya Reza menyadari Sonia akan melepaskan kalung itu saat sedang tidur. Reza juga pernah mempertanyakan masalah itu. Sonia mengatakan tidaklah nyaman untuk mengenakan sesuatu di saat sedang tidur.Hanya saja, meski Sonia sedang tidur, Reza juga bisa merasakan detak jantungnya. Siapa suruh saat ini Sonia tidak berada di dalam pelukannya.Reza mengendus ringan. Setelah waktu menunjukkan pukul 12, dia mengirim pesan kepada Sonia.[ Istriku, selamat ulang tahun! ]…Keesokan harinya, sama seperti biasanya, saat hampir mendekati pukul sembilan pagi, Sonia dibangunkan oleh Kase.Kali ini, agak sulit untuk membangunkan Sonia daripada biasanya. Saat Sonia bangun, dia malah kelihatan linglung.“