Orang itu tidak lain adalah Krisna."Sudah datang?"ujar Krisna tanpa berbalik. Dia dan Wanita Tua sebenarnya sudah berteman lama dengan dua kakak beradik buta ini.Mereka berempat sudah pernah bertarung bertahun-tahun yang lalu!Si Kakak berjalan ke samping Krisna dan bertanya datar, "Kamu yang membunuh adikku?""Bukan, memangnya aku kurang kerjaan sampai membunuh adikmu?""Pengemis Tua yang membunuhnya!""Tapi kamu jangan cari dia untuk balas dendam dulu. Dia terluka parah, takutnya harus satu, dua bulan baru sembuh.""Kita sudah bertahun-tahun nggak bertemu, 'kan? Kamu dan adikmu juga keterlaluan, kenapa nggak berinisiatif datang menemuiku?""Kalian berdua sudah sampai sini, tahu aku ada di sini juga nggak datang mencariku.""Kalau aku nggak meninggalkan energi itu di mayat adikmu, kamu pasti juga nggak berencana datang mencariku, 'kan?""Meski kita bukan teman, kita juga bukan lawan, 'kan?""Hari ini kamu datang untuk mengobrol denganku atau untuk membunuhku?"Si Kakak yang buta me
Wanita Tua dan Krisna pun bisa hidup dengan tenang untuk sementara waktu. Sebagai pelindung Zira, mereka berdua tidak akan membantunya melakukan semuanya.Ada beberapa hal yang harus mereka lakukan sendiri. Sekarang Dinasti Tuyam sudah menerapkan hukum baru, jadi para pendekar super yang tua-tua tidak akan datang lagi.Sementara yang lebih muda harus dihadapi sendiri oleh Zira dan yang lainnya.Namun, sampai sekarang Wanita Tua masih agak bingung kenapa Dinasti Tuyam menerapkan hukum baru ini.Dia merasa pasti tidak hanya karena keberadaan dia dan Krisna, ditambah Rafan juga sepertinya tidak cukup.Hal ini sudah mengganggunya selama beberapa hari. Saat ini, begitu melihat Krisna masuk diikuti Zira dan yang lainnya, Wanita Tua langsung mencari kesempatan untuk menarik Krisna dan bertanya padanya."Dinasti Tuyam kenapa tiba-tiba membuat peraturan seperti itu? Apa kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi?""Kamu jangan bilang karena mereka takut dengan aku, kamu dan Rafan."Begitu mendengar
Begitu Zira dan yang lainnya masuk, mereka langsung menarik perhatian semua orang. Para pendekar muda dari organisasi-organisasi itu langsung berdiri dan mengamati Zira dan yang lainnya.Seketika, suasana aula di lantai dasar menjadi hening!"Seperti dugaan, semuanya cantik-cantik, barang langka.""Mereka sudah pasti adalah kekasih Dirga, Zira dan yang lainnya.""Hanya saja, Zira itu entah yang mana. Kita belum pergi mencari mereka, mereka malah datang sendiri.""Menarik, menarik sekali.""Saudara-saudara, sekarang bagaimana? Mereka saja sudah datang sendiri, apa yang kita lakukan?""Mau bersembunyi di dalam kamar atau menghadapi mereka? Dilihat dari energi yang terpancar keluar dari tubuh mereka, kultivasi dan daya tempur mereka seharusnya lumayan tinggi.""Pantas saja Istana Nirila bisa mati di tangan mereka."Belasan pendekar yang duduk di satu meja mulai berdiskusi. Tak lama kemudian, semua orang yang ada di lantai dasar refleks berkumpul di sini.Saat ini, seorang biksu dan wanita
Hal ini semakin tidak masuk akal.Ekspresi Fera dan yang lainnya sangat jelek, seperti baru saja makan kotoran.Pria itu berbaring di lantai dengan ekspresi kesakitan.Namun, dia jauh lebih pintar dari Owen. Dia tahu dirinya lemah, jadi tidak berani mengatakan apa-apa. Dia menahan rasa sakitnya lalu bersusah payah berdiri dan mundur ke belakang.Semua orang melihat Zira dan Vania dengan tatapan tajam, seakan-akan ingin menelan mereka hidup-hidup.Mereka merasa dihina dan ditindas.Namun, di saat yang bersamaan, mereka terkejut karena kultivasi Zira dan Vania ternyata setinggi ini!"Kak Fera, Biksu Goku, tolong kalian berdua turun tangan untuk mengurangi keangkuhan mereka,"ujar orang-orang yang berdiri di belakang Fera dan Goku. Di kelompok mereka, Fera dan Goku yang kultivasinya paling tinggi.Awalnya, mereka juga bukan orang-orang dari organisasi besar, hanya Kuil Muata tempat Goku berasal saja yang bisa dianggap organisasi besar.Sementara Istana Virga juga hanya lebih kuat sedikit,
Hasilnya sangat jelas, kekuatan Zira dan yang lainnya jauh di luar perkiraan mereka!Melihat tidak ada yang menjawab, pria dengan kipas besi itu berbalik melihat orang-orang di belakangnya. "Kelihatannya pikiran kalian sama denganku. Kita harus menilai ulang kultivasi Zira dan teman-temannya.""Tapi kalian juga jangan pasang muka sedih begitu. Kita harus mengakui kalau bakat mereka jauh di atas kita.""Kalau nggak, Naufal dan Tamara dari Istana Nirila juga nggak akan mati di tangan mereka. Jadi, kalian nggak perlu kehilangan percaya diri.""Karena bagaimanapun juga, di antara banyak organisasi, kekuatan dan bakat kelompok kita ini bukan yang paling kuat. Tapi karena kita sudah datang, kita harus melakukan sesuatu!""Kalau nggak, kita mana mungkin berani pulang menemui senior kita? Zira dan yang lainnya memang sangat kuat, tapi nggak sampai tingkat nggak terkalahkan.""Kelompok kita kali ini sangat besar, tapi aku yakin kalian juga tahu, dengan kemampuan kita, kita hanyalah pion bagi pa
Deon sama sekali tidak bicara panjang lebar lagi. Begitu Gesa melangkah maju, dia juga langsung terbang menerjang Gesa.Pedang perunggunya langsung dikeluarkan dari sarungnya. Suara yang menakutkan terdengar diiringi dengan suara kibasan pedang.Deon langsung menggunakan seluruh kekuatannya. Niat bertarungnya berkobar, dia mengeluarkan seluruh energi sejati di tubuhnya dan memasukkannya ke pedang perunggunya.Gesa seketika dikelilingi oleh energi pedang. Deon mengambil kesempatan yang pas untuk mengeluarkan tiga kibasan pedang!Semua orang melihat dengan jelas tiga energi pedang itu bergabung jadi satu kibasan yang sangat menakutkan di udara.Terakhir, Deon terbang ke udara sambil memegang pedang perunggunya lalu mengibaskan pedangnya ke bawah. Sebuah energi pedang yang panjang bagai sungai terbentuk di antara Deon dan Gesa.Begitu melihat jurus ini, orang-orang di sekitar terkejut."Gila, ini bukannya jurus Sungai Tiga Kibasan dari Gerbang Langit Selatan? Tuan Muda Deon muda-muda begi
Gesa mengibaskan pedangnya.Di serangannya kali ini, dia menggunakan 80% tenaganya. Meski dia sangat percaya diri dengan kemampuannya, dia tidak berani gegabah saat menghadapi orang sebanyak ini.Bagaimanapun juga, mau membunuh beberapa ratus ayam saja memerlukan banyak waktu, apalagi orang-orang di depannya ini punya kultivasi yang lumayan tinggi!Saat ini, orang-orang beterbangan di udara, semua orang mengeluarkan jurus andalan mereka untuk menghadapi Gesa.Gesa yang mau menantang mereka semua, jadi mereka tidak akan menahan diri.Namun mereka terlalu meremehkan Gesa dan terlalu percaya pada diri mereka sendiri. Mereka bekerja sama memang sangat kuat, Gesa juga tidak berani menganggap remeh.Namun, dia terlalu menganggap tinggi lawannya. Karena mereka sama sekali tidak bisa bekerja sama. Mereka terlihat kuat, tapi banyak celah.Gesa mengambil kesempatan ini dan langsung mengincar sebuah celah. Ada dua orang yang langsung jatuh dengan satu tebasannya.Setelah itu, dia menendang dua or
Seketika, Zira dan yang lainnya membantai semua lawan mereka dan menjatuhkan mereka semua ke tanah.Saat ini, semua orang ketakutan. Sebelum mulai menyerang, mereka semua merasa mereka terlalu meremehkan kekuatan Zira dan yang lainnya.Namun, sampai saat ini, mereka baru sadar kalau perkiraan mereka terlalu jauh, bahkan bisa dikatakan kekuatan Zira dan yang lainnya jauh di luar bayangan mereka.Setelah mulai bertarung, mereka awalnya mengira kalaupun tidak bisa menang, mereka juga tidak mungkin kalah secepat ini.Mereka tidak bisa menerima akhir seperti ini.Namun, apa yang bisa mereka lakukan? Setelah tenang kembali, mereka semua baru sadar kalau Zira dan yang lainnya mengalahkan mereka semua dengan kurang dari seratus serangan!Kalau Zira ingin membunuh mereka, takutnya mereka sekarang sudah jadi mayat.Mereka tidak rela!Semua orang berusaha untuk berdiri, mereka semua terluka parah dan masih sedang memuntahkan darah.Kebanyakan punya luka dalam, jadi mereka merasa organ-organ merek