แชร์

Bab 7 : Proyek Ini Kekuasaanku!

ผู้เขียน: Pipi_Kiri
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-02-02 23:58:18

Rio tidak ingin hari ini jadi berantakan dan menimbulkan masalah baru, apalagi karena hal pribadi. Dia akan membereskan hal ini karena meeting sebentar lagi akan dimulai. Dengan cepat dia meminta diri pada Donny dan rekan bisnis yang lain. Dia tidak akan membiarkan calon mertuanya melihat orang itu di sini.

Kedua kakinya dengan cepat melangkah dan tangan kanannya pun menarik lengan wanita itu untuk mengikutinya menjauh dari area pintu depan.

“He-hei! Lepaskan aku!” ucapnya tak terima.

“Apa yang kamu lakukan di sini? Bagaimana bisa kamu masuk? Apa kamu berniat mengacau?” Rio langsung memberikan semua pertanyaan yang berputar di kepalanya.

Ya, wanita itu adalah Kayla!

Dengan sekali sentak dia melepaskan cekalan mantan suaminya itu.

“Memangnya kenapa? Apa ada larangan kalau aku tidak boleh kemari?” Kayla malah balik bertanya. Kedua tangannya terlipat di depan dada.

Tentu dia tidak mau lagi hanya diam saja saat diintimidasi dan diperlakukan seenaknya oleh pria durjana di depannya ini. Dia sengaja muncul di hadapan Rio sekarang untuk melihat reaksinya.

Rahang Rio terlihat mengeras. Dipindainya penampilan Kayla dengan blazer berwarna abu dipadukan dengan rok navy di atas lutut. Jauh berbeda dengan keseharian yang dilihatnya saat masih menjadi istrinya.

‘Apa dia sengaja melakukan ini?’ batin Rio sangat penasaran.

“Kamu tidak layak berada di tempat ini, Kayla!” Rio langsung menunjuk ke arah wajah Kayla. “Cepat pergi!”

Kayla pun tersenyum manis dan bukannya pergi tapi berjalan mendekat ke arah Rio. Kedua tangannya terulur untuk merapikan dasi yang dipakai Rio hingga membuat pria itu tersentak kaget.

“Jangan khawatir Pak Rio yang terhormat. Tidak perlu repot-repot mengusirku, lebih baik tenagamu itu disimpan saja untuk rapat nanti!” ujar Kayla sambil menepuk pelan pundak kiri Rio dan segera melangkah pergi dari sana tapi kali ini ke arah ruang meeting.

Rio bahkan masih mematung di sana. Dia heran kenapa Kayla bisa sepercaya diri itu. Sedetik kemudian tersadar dan melihat sekeliling untuk memastikan Donny tidak menyaksikan hal barusan.

Dia bahkan kembali tak percaya saat melihat Kayla disambut baik oleh petugas itu dan dipersilahkan masuk ke dalam. Padahal hanya khusus perusahaan undangan yang boleh mengikuti acara hari ini.

“Sialan! Awas saja kalau dia berulah lagi!” umpatnya kesal.

Semua orang yang ikut untuk bertanding di proyek baru ini sudah mulai masuk dan mengambil tempat duduk masing-masing. Kali ini para peserta harus menampilkan profil perusahaan mereka sebaik mungkin untuk meyakinkan hati Nora.

Kali ini Nora yang memutuskan langsung siapa yang akan menjadi pemenang tender proyek baru di area timur. Biasanya dia hanya meminta anak buahnya tapi proyek kali ini cukup besar dan juga Kayla memintanya untuk ikut supaya bisa mendukung rencananya untuk membuat Rio mati kutu.

Kayla duduk dengan tenang dan tidak ada yang mengenali dirinya di ruangan itu selain Rio dan Donny. Mereka duduk hanya berjarak beberapa kursi saja dari Kayla. Dia tidak peduli pada tatapan aneh orang-orang padanya karena cuma datang sendirian.

Kayla pun menoleh lalu tersenyum manis pada Rio dan Donny yang sedang menatapnya tajam.

‘Nah, ayo kita mulai permainan kecil kita, Rio!’ batin Kayla bersemangat.

Lalu suasana sedikit riuh dan semua orang menoleh ke arah pintu masuk. Nora sudah tiba diikuti dua orang asisten, satu pria dan wanita. Kayla pun tersenyum senang melihat mereka karena sudah lama tidak bertemu anak buah kelompok.

Nora duduk di kursi utama dan menghadap ke semua orang. Kayla yang memintanya untuk pisah duduk dan Nora pun sepakat dengan keputusannya supaya orang-orang di sana tidak ada yang curiga dan tentunya dia tidak mau dianggap cuma mengekori Nora.

“Baiklah, kita akan mulai meeting pagi ini!” ucap Nora pada sekretarisnya.

“Tunggu dulu, Nona Nora! Wanita ini adalah orang asing. Dia bukan dari utusan perusahaan siapapun!” sanggah Donny langsung dengan cepat berani.

Kayla memanyunkan bibirnya karena belum apa-apa pria tua itu sudah membuat suasana jadi tidak nyaman.

Rio pun tidak mau kalah di depan calon mertuanya. “Benar! Usir dia dari sini, Nona!” ucapnya ketus.

Beberapa orang bahkan sudah mulai berbisik satu sama lain. Hal itu membuat Rio semakin besar kepala.

“Diam kalian berdua! Aku yang mengundang Nona Kayla kemari! Jangan ikut campur!” jawabnya dengan tegas.

“A-apa?!”

Donny dan Rio kompak saling pandang. Sementara Kayla tampak puas melihat wajah mereka yang memerah karena marah sekaligus malu.

‘Rasakan itu!’ batin Kayla bersorak.

Karena Nora sudah memutuskan maka tidak ada lagi yang berani membantah.

Lalu, 12 orang yang mewakili perusahaan mereka–termasuk Donny, mulai menyiapkan dokumen di atas meja. Satu persatu perwakilan kontraktor bangunan ternama mulai membahas proposal dengan menjabarkan kelebihan yang dimiliki perusahaan mereka. Meskipun Kayla dulu Kayla jarang sekali mengikuti hal semacam ini karena selalu meminta Nora, tetap menyimak dan berusaha memahami. Dia akan lebih serius lagi kali ini demi membalas pria tidak tahu diri itu.

Sudah dibantu mencari nafkah tapi masih saja banyak tingkah!

Sekarang giliran perusahaan milik Donny dan Rio juga ikut andil dalam hal itu.

Raut wajah Kayla jadi berubah masam dan tidak bersemangat sama sekali mendengar celotehan mereka.

‘Kamu ingin jadi Presdir kan Rio? Aku akan wujudkan impianmu itu tapi dalam mimpi!’

“Cukup! Hentikan saja omong kosong kalian! Perusahaan kalian sama sekali tidak pantas untuk proyek ini!” ucap Kayla tiba-tiba.

Semua orang sontak menoleh ke arahnya tak terkecuali Rio dan Donny. Nora masih diam untuk mengamati situasi. Dia akan membiarkan Nona mudanya melakukan hal apapun yang dia mau. Dia sedikit tersenyum jahil.

“Apa maksud ucapanmu? Memangnya tahu apa kamu soal bisnis ini?!” ujar Rio tidak terima.

Donny menatap penuh amarah pada Kayla yang tersenyum manis dari tadi. “Siapa kamu hah?! Beraninya menghentikan aku?”

Kayla pun menopang dagu dengan kedua tangannya. “Siapa aku? Huft! Tentu saja tanpa aku proyek pembangunan tidak akan berjalan. Jadi, aku yang akan memutuskan siapa yang berhak memenangkan tender ini! Proyek ini kekuasaanku!”

Seketika itu juga semua orang di dalam ruangan tertawa. Begitu juga dengan Rio dan Donny yang menggelengkan kepalanya tidak percaya. Dia tidak akan membiarkan wanita itu mengacaukan rencananya hari ini.

“Dasar wanita tidak tahu diri! Kemarin kamu berbuat seenaknya di depan walikota, sekarang malah bicara omong kosong!” ucap Donny dengan kilatan kebencian yang jelas di matanya.

Rio memberi tatapan mengejek pada Kayla. “Aku rasa wanita ini sudah gila, Pak!” timpal pria itu yang semakin membuat keruh suasana.

Kayla tetap berusaha tenang mendapat semua pandangan intimidasi dan ejekan dari mereka. Lalu dia membuka tas tangannya dan mengeluarkan sesuatu.

Kedua mata Donny melotot saat melihat benda yang diletakkan Kayla di atas meja.

“I-itu kan? Ti-tidak mungkin! Bagaimana kamu bisa?!” ucap pria itu tergagap.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทที่เกี่ยวข้อง

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 8 : Jangan Dengarkan Penipu Ini!

    Rio heran dengan sikap calon mertuanya. Dilihatnya benda yang ada di hadapan mantan istrinya itu.“Ada apa, Pak? Kenapa kaget begitu?” tanya Rio dengan kening berkerut.Donny tidak menghiraukan ucapan Rio barusan, lebih tepatnya tertarik dengan benda kecil yang memiliki simbol kepala ular di ujung gagangnya.Kayla benar-benar berhasil menarik perhatian semua orang kali ini. Dia tetap berusaha untuk bersikap tenang dengan senyuman manis yang mengembang sempurna di wajahnya.“Nah, aku punya sesuatu yang bisa mengukuhkan kalau proyek ini di bawah kendaliku!” ujarnya dengan ceria sambil menunjuk stempel khusus yang ada di atas meja kaca itu.Suasana pun kembali riuh saat melihat benda itu.“Itu stempel seperti milik Nona Nora! Tidak mungkin kamu juga punya!” celetuk salah satu di antara mereka. Donny semakin terkejut mendengar itu.“Ti-tidak … ini mustahil!” ucap Donny sangat tidak menyangka. “A-apa kamu pikir dengan benda itu bisa membuat kami takut, hah?” sambungnya lagi mencoba untuk t

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-05
  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 9 : Aku Adalah Pacarnya!

    Kayla tersenyum puas mendengar itu. Semua orang pun akhirnya paham siapa sebenarnya Kayla dan bertepuk tangan untuk memberikan selamat, kecuali Rio dan Donny. Mereka pun percaya kalau Kayla bukan penipu seperti yang dituduhkan Donny karena tidak mungkin Nora sembarangan memilih orang.“Meeting hari ini selesai. Terima kasih semuanya!” ucap Nora mengakhiri keputusannya dan bangkit berdiri dari duduknya.Setelahnya satu persatu perwakilan perusahaan menyalami Kayla untuk memberikan selamat. Kayla menerimanya dengan baik dan tersenyum ramah. Hal itu wajar karena mereka tidak tahu kalau Kayla sebelum ini menikah dan hidup miskin, yang mereka tahu sekarang kalau Kayla adalah perwakilan dari keluarga Yuditama, tetapi tidak dengan Rio yang masih tidak terima dengan semua ini.Kayla pun mengajak Nora untuk sedikit menjauh dari keramaian.“Jadi, bagaimana sekarang?” ucapnya pelan.“Nona jangan khawatir! Setelah dokumennya selesai kita akan melihat ke lokasi dan mulai mengerjakan pembangunan da

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-08
  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 10 : Dasar Wanita Gila!

    “A-apa?!”Kayla terpekik tak percaya. Kedua matanya membulat sempurna mendengar itu. ‘Apa maksud pria ini? Seenaknya saja mengaku pacarku!’Sonia dan Rio pun saling pandang.“Oh, pahlawan kesiangan rupanya. Pergi dari sini! Jangan ikut campur!” Rio berkata ketus dengan tatapan sinis ke arah Leon.‘Apa benar pria ini pacarnya? Sialan!’ batin Rio penasaran. Ada sedikit rasa cemburu dan tidak terima karena pemuda itu terlihat lebih tampan dan gagah. Ya, Rio terpaksa harus mengakui hal itu.Leon memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dan tetap tenang. “Aku tidak tahu apa masalah kalian sebenarnya, tapi aku tidak akan membiarkan kalian berbuat seenaknya!”Dia sengaja melakukan ini untuk melindungi Kayla, padahal namanya saja dia belum tahu.“Apa yang kamu lakukan di sini?” Kayla tidak tahan lagi untuk bertanya karena penasaran. Pria ini seperti ada di mana-mana atau cuma kebetulan saja.Sonia pun tersenyum sinis, lalu dengan tatapan penuh ejekan gadis itu pun berjalan ke arah Ka

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-08
  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 11 : Maafkan Kami, Nona!

    Sebelum itu, di kantor polisi …“Benar sekali, Pak! Dia sudah melakukan penyerangan pada kami berdua. Lihat? Ini buktinya! Calon suami saya sampai berdarah dan saya juga didorong hingga terjatuh!” ucap gadis itu sambil menangis tersedu-sedu.Sementara Rio hanya diam saja membiarkan gadis itu melakukan apa yang dia mau.“Baik, Bu. Kami akan segera menangkap pelakunya!” ucap petugas itu dengan tegas.Walaupun awalnya petugas itu tidak bersedia karena kurang bukti, tetapi Sonia sudah menyiapkan sejumlah uang yang besar untuk membayar mereka.Gadis itu tersenyum licik di sela-sela tangisnya. Kali ini dia akan melakukan segala cara untuk menjebloskan Kayla ke penjara. ‘Tunggulah, Kayla! Sebentar lagi semua orang akan membencimu! Hahaha!’Kembali ke apartemen …Kening Kayla tampak berkerut mendengar itu.“A-apa maksud kalian? Aku tidak melakukan apapun. Kalian sudah salah orang!” jawabnya dengan tegas.Namun mereka berdua tidak peduli apa yang diucapkan Kayla dan langsung memaksanya untuk

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-09
  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 12 : Boleh Aku Maju Sekarang?

    Napas Kayla seperti berhenti. Dengan berjalan pelan wanita itu maju ke arah Leon.“A-apa yang kamu lakukan di sini?” Kayla bertanya dengan susah payah.Leon pun langsung memasang senyuman terbaiknya. “Apa kamu selalu bersikap seperti itu?”Bukannya menjawab pertanyaan tadi tapi malah balik bertanya. Hal itu semakin membuat Kayla was-was.‘Apa dia tahu soal Black Snake? Tentangku?’ pikiran Kayla mencoba menebak.Kini jarak mereka sudah dekat. Kayla memindai pemuda itu dengan mata penuh selidik.“Kamu tidak apa-apa ‘kan? Hebat sekali! Pria itu sampai meminta maaf seperti itu padamu. Aku terkesan!” ungkap Leon jujur. Kayla cukup terkejut. Sekarang dia melihat raut wajah Leon yang terlihat khawatir itu. Tidak ada tanda-tanda kalau pemuda itu menyindir soal kelompok mereka.‘Sepertinya dia tidak tahu!’ batinnya lega.Namun dia harus tetap berhati-hati.“Mereka pasti salah paham. Aku lega kamu bisa mengatasi hal ini. Padahal tadi aku sudah bilang akan jadi saksi kalau kamu tidak bersalah!”

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-09
  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 12 : Dasar Anak Nakal!

    “Ada apa, Mia?”Anak keduanya itu langsung duduk di samping Sinta dan memeluknya masih dengan berderai air mata.“Aku tadi melamar kerja, Ma. Tapi, mereka bilang dataku sudah di blacklist. Aku tidak bisa bekerja lagi di manapun!” ungkapnya dengan terisak.“A-apa?! Kenapa bisa begitu, Mia? Kesalahan apa sih sebenarnya yang kamu buat?!” Rio menggelengkan kepalanya tidak percaya.Mia pun beralih menatap kakak lelakinya dengan wajah cemberut. “Mana aku tahu! Aku yakin ini pasti karena mantan istrimu itu sudah mengadu yang tidak-tidak pada bosku! Dia mengancamku hari itu!” ucapnya panjang lebar.Sinta pun mencebikkan bibirnya karena kesal. “Lihat kan, Rio? Wanita itu memang pembawa sial untuk keluarga kita. Dulu mama sudah melarang kamu menikah dengan wanita tidak jelas itu! Dia tidak pernah pantas untukmu!” Mendengar ucapan mamanya, Rio hanya bisa menghela napas panjang.Sonia pun tersenyum licik di sudut bibirnya. Dia senang karena Sinta berhasil mempengaruhi putranya untuk semakin memb

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-10
  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 14 : Pemimpin Black Snake

    Mendengar itu Nora langsung menundukkan kepalanya. Itu artinya Tuan Besarnya benar-benar marah kali ini.Kayla beralih menatap mamanya yang saat ini mendelik tajam ke arah suaminya. Lalu Laura memberi isyarat pada Kayla untuk ikut duduk.Kayla pun menurut dan mendaratkan tubuhnya di sofa yang berseberangan dengan papanya.“Apa papa harus mengutus Nora dulu baru kamu mau pulang? Apa rumah ini papa jual saja? Papa tidak masalah kalau hidup di jalanan seperti dulu!” ucapnya dengan sorot mata tajam.“Papa!” protes Laura dengan raut wajah tak suka.“Ma-maaf, Pa. Kayla belum siap untuk me-”“Kalau kamu sudah jadi janda, begitu? Bahkan kamu menikah pun papa tidak diberitahu dan lihat sekarang? Tidak ada yang bisa kamu banggakan dari pria itu!” ungkapnya dengan sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan. “Bagaimana bisa kamu memimpin kelompok kita?!” sambungnya lagi.Kayla menelan ludahnya kasar. Sekuat tenaga untuk mengangkat kepalanya. “Ta-tapi, Pa! Kayla belum siap untuk mengurus semua ini. M

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-11
  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 15 : Si Pengganggu Datang

    Kedua alis Kayla bertaut. “Ada apa sih denganmu? Dia cuma pria biasa, Nora. Jangan terlalu kaku!” ucapnya sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Nora.Wanita itu menggelengkan kepalanya cepat. “Ingat pesan, Tuan Besar! Kita harus selalu berhati-hati dalam keadaan apapun, Nona!” “Baiklah! Kalau dia macam-macam aku akan langsung menghabisinya! Hohoho!” Kayla mengatakan itu sambil tertawa yang dibuat-buat.Nora hanya bisa pasrah, tetapi tidak akan membiarkan Nona mudanya berbuat sesuka hatinya lagi. Meskipun Kayla sudah kembali pada kelompok dan keadaannya jauh lebih baik sekarang daripada saat bersama Rio.Malamnya …Sekali lagi Kayla mematut diri di depan cermin. Dengan gerakan memutar matanya mengecek apakah ada detail yang terlewat. “Heh, Kayla! Apa yang kamu lakukan? Ini kan cuma dinner biasa!” ucapnya bicara pada dirinya sendiri.Kayla merias wajahnya senatural mungkin tapi tidak sadar malah membuatnya terlihat semakin cantik. Wanita itu menggelengkan kepalanya cepat dengan

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-12

บทล่าสุด

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 69 : Tinggalkan Kayla? Kau Gila!

    Setelah beberapa puluh menit, mobil Rio memasuki parkiran salah satu apartemen mewah. Tekadnya sudah bulat untuk datang kemari. Dia pun bergegas masuk ke apartemen itu dan langsung menuju ke meja resepsionis.“Selamat malam, Pak. Ada yang bisa saya bantu?” sapa gadis itu dengan tersenyum ramah.“Halo! Aku memang butuh bantuanmu, Cantik!”Tak lama setelah itu telepon interkom yang ada di ruang tamu berdering nyaring.“Siapa ya? Baru kali ini aku dengar telepon di kamar ini berbunyi? Apa ada hal penting dari pihak manajemen?” gumam pemuda itu dengan kening berkerut.Dia heran sebab tidak ada memesan makanan atau layanan apapun sebelumnya.Dengan gerakan cepat dia mengangkat gagang telepon itu. “Halo? Siapa ini?”[“Katakan pada Leon, aku tunggu di Cafe Town Coffee di depan apartemennya ini. Sekarang juga!” ucapnya dengan suara dingin.]Mata Gio terbelalak geram. “Siapa kau? Beraninya menyuruh tuanku!”[Rio tersenyum sinis. “Bilang padanya ini soal Kayla!”]Belum sempat pemuda itu menjaw

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 68 : Awasi dan Ikuti Pria Itu!

    Di mansion Yuditama …,Pria paruh baya yang masih terlihat gagah dengan tubuh tegapnya sedang menikmati segelas whisky sambil menatap keluar jendela kaca.Pintu ruangannya terbuka lalu suara langkah kaki terdengar mendekat.“Selamat malam, Tuan Besar. Saya ingin melaporkan hal yang Tuan minta,” ucap pemuda itu memecah keheningan.Kevin pun berbalik dan menatap anak buahnya sekilas lalu meneguk minumnya sampai habis dan meletakkan gelas itu ke meja.“Jelaskan!” “Baik, Tuan Besar!” jawabnya cepat.Pemuda itu mengangkat tabletnya dan mulai membaca.“Informasi yang saya dapat, pria itu membeli mobil secara cash, lunas dengan uang tunai. Dia datang kemari dengan temannya atau mungkin juga asistennya. Dia sedang mencari lahan atau tempat yang membutuhkan investor juga konselor bisnis. Semua memakai data temannya itu. Tinggal di apartemen Paradise Hills berseberangan dengan Nona muda, Tuan!” ungkapnya dengan lugas.Kevin manggut-manggut paham.“Begitu ya? Jadi dia bukan orang miskin?” ujarn

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 67 : Seperti Kencan Dadakan?

    Plaakkk!!!Gio memegang pipinya yang ditampar oleh Nora.Tapi, suaranya kok–“Hei! Halo!” Nora melambaikan tangannya di depan wajah pemuda itu.Gio pun tersadar. “Hah? A-apa?!” ucapnya tergagap.Rupanya semua itu tadi hanya khayalan.Nora mencebikkan bibirnya karena kesal.‘Sialan! pria ini malah melamun!’Gio jadi malu dan serba salah. Dia berharap semoga Nora tidak menyadari apa yang ada di pikirannya barusan.“Maaf, Nona. Sepertinya aku terlalu sibuk bekerja jadi tidak fokus,” ucapnya asal.Nora susah payah menahan emosinya.“Jadi, apa kamu mau bengong di sini seharian?” Gio jadi ciut juga karena suaranya terdengar ketus.“Ya, tidak juga. Aku juga butuh ditemani, Nona. Nanti kalau tersesat di rumah sebesar ini bagaimana?”Nora melongo. “Ya sudah! Makanya ikut aku!”Wajah pemuda itu langsung berubah lega dan berbinar bahagia.‘Sial! Merepotkan sekali pria ini! Kenapa aku harus berakhir ciuman dengannya kemarin!’Nora hanya bisa merutuki dirinya sendiri yang terlewat ceroboh.Setela

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 66 : Melihat Masa Depan Kita

    “Berani sekali kau mengencani putriku?!”Baik Kayla dan Leon sama-sama terkejut saat mendengar suara Kevin yang tiba-tiba menggelegar di ruangan itu. Kedua sejoli itu terpaku. Bahkan Laura sampai memegangi dadanya. Mama Kayla mengerti raut wajah Leon yang tertekan.“Sini, Sayang. Ayo, Nak tampan duduklah di sini!” ajak Laura sambil melambaikan tangannya. Menatap bergantian pada putri dan pria di sampingnya.“Kalian belum kenal, tapi kenapa kamu ramah sekali padanya?!” ujar pria itu ketus.Laura melihat wajah Kevin yang berubah masam lalu dengan cepat dia melotot tajam pada suaminya. Membuat pria itu mendengus.“Ayo, Sayang!”Mereka mendekat bersama lalu Kayla duduk di sebelah mamanya sementara Leon mendudukkan tubuhnya ke sofa tunggal di sebelah kanan papa Kayla.Kevin bahkan sudah menampakkan diri sebagai orang tua yang protektif. Kayla khawatir kalau papanya tahu mereka sudah tidur bersama, Leon pasti akan tinggal nama setelah ke luar dari rumah mereka. Lihat saja duduknya bak kais

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 65 : Bertemu Musuh Papaku

    Mata Kayla mengerjap beberapa kali seolah masih belum sadar dari rasa terkejutnya.Leon pun menarik tubuh Kayla untuk berdiri menghadapnya. Dia menyelipkan rambut panjangnya ke belakang telinga.“Iya, Honey. Apa kamu mau?” tanya Leon sekali lagi.“Mau!” Kayla mengangguk cepat berkali-kali. “Aku mau, Sayang!” sambungnya lagi.Dia memeluk Leon dengan perasaan senang yang membuncah. Ini sangat berbeda saat Rio memintanya menikah, seolah ini adalah lamaran pertama di hidupnya. Pria ini begitu romantis dan lembut dalam berkata-kata. Sikapnya yang gentle sebagai seorang pria tentu meluluhkan kerasnya dinding yang sempat Kayla bangun.Leon melerai pelukan mereka dan menatapnya dengan tatapan penuh kasih sayang, namun terdapat kegelisahan di sana.“Tapi, hal itu masih lama untuk bisa terwujud. Tidak apa-apa 'kan?”Kening Kayla langsung berkerut heran. “Apa maksudmu?”Helaan napas kasar terdengar. “Aku masih belum mapan, Kayla. Aku malu kalau bertemu papamu nanti. Belum ada yang bisa kubanggak

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 64 : Apa Kamu Mau Menikah Denganku?

    Kedua mata Kayla membulat sempurna mendengar penjelasan dokter kandungan itu.“Dokter tidak bohong ‘kan?” Wanita itu mencoba tersenyum meskipun sedikit tersinggung. Dia seorang dokter yang berintegritas tinggi dan profesional di rumah sakit ini. Tidak mungkin dia memberi keterangan palsu. Apalagi pasiennya adalah orang berkuasa seperti Kayla. Profesi dan rumah sakit ini dipertaruhkan olehnya.Kayla jadi tidak enak dengannya tapi itu disebabkan dia sangat terkejut. Dia merasa belum puas dan ingin memastikan sekali lagi.“Ma-maaf! Saya tidak bermaksud menyepelekan, Dok! Saya tidak mandul ‘kan?” Kayla bertanya dengan gugup.Dokter itu tersenyum dan menggeleng cepat. “Tidak, Bu Kayla. Jika seseorang belum kunjung hamil itu bukan berarti dia mandul. Ada banyak faktor yang mempengaruhi. Bisa karena capek, lelah, stress, pola hidup tidak sehat atau suami yang merokok sehingga cairan yang dihasilkan kurang bagus,” jelasnya dengan sabar.Dia teringat selama menikah sibuk bekerja dan mengurus

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 63 : Diagnosa Yang Kutunggu

    Besok paginya …,Kedua mata Nora perlahan terbuka. Lalu reflek dia duduk dengan cepat dan melihat sekeliling.Dia berada di kamarnya!“Sial!” umpatnya sambil memijat kepalanya yang berdenyut pusing.Dia yakin Damar akan marah kalau tahu semalam pulang dalam keadaan mabuk. Untung saja anak buah mereka selalu menjaganya.Padahal semalam ayahnya yang menggendong dari mobil sampai ke kamar. Mengelus rambutnya dengan sayang dan menyelimutinya.Damar melirik sekilas jaket kulit yang putrinya pakai. Bohong kalau dia tidak tahu, apalagi aroma parfum pria menguar dari sana. Saat ke luar kamar dia bertanya kenapa Nora mabuk, anak buahnya menjelaskan dia cuma banyak minum dan tidak terjadi apa-apa. Mungkin karena stress sebab kemarin ada masalah di proyek baru. Damar mengangguk dan mengucapkan terima kasih. Keduanya kompak merahasiakan apa yang terjadi pada Nora. Biarlah itu jadi urusan pribadi Bosnya.Tiba-tiba ingatan Nora saat di club semalam kembali berputar di kepalanya. Meski samar tapi di

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 62 : Itu Ciuman Pertamaku (18+)

    Di Club M One …,Gio duduk di kursi yang ada di depan bar dan memesan minumannya. Dia memilih tempat ini karena berbekal dari informasi anak buahnya yang mengikuti Nora. Wanita itu sesekali datang kemari saat malam, mungkin ini tempat favoritnya.Mata pemuda itu memindai setiap sudut ruangan yang bising dengan hingar bingar musik berdentum keras. Pas di meja ujung, meski penerangan lampu samar-samar, Gio yakin kalau itu adalah Nora.Dia tersenyum senang saat melihat wanita itu duduk sendiri.Ini adalah malam keberuntungan!Gio pun mengambil gelas whisky di meja dan meneguknya setengah. Dia butuh keberanian penuh untuk menghampiri wanita dingin seperti Nora.Pemuda itu berjalan mendekat ke meja masih memegang gelasnya. Berani datang sendirian, mengantarkan nyawa mungkin?“Berhenti!”Kaki Gio reflek mengikuti suara pria berbadan besar yang menghadangnya.“Siapa kau? Dilarang mendekat!” tegas pria itu lagi.Gio merasa kepalang tanggung jadi dia terobos saja.“Nona Nora, mau kutemani?” te

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 61 : Kamu Punya Wanita Simpanan?!

    Sebelum itu …, Kayla menekan nomor telepon khusus dan tersambung ke rumahnya. [“Halo, Nona Kayla! Ada yang bisa saya bantu?” jawab seseorang di seberang sana.] Dia tersenyum karena tanpa perlu bicara, orangnya sudah tahu kalau itu nomor teleponnya. “Oke, aku minta bantuanmu untuk mencari nomor kamar atas nama Leon Adinata atau Gio di apartemen Paradise Hills. Secepatnya!” pintanya cepat. [“Tentu, Nona. Ada lagi?”] “Itu saja. Aku tunggu!” Kayla menghela napas panjang. Dia pun bergegas menuju kamar mandi. Setelah bersiap dia akan langsung mendatangi pria yang sedang menghindarinya itu. Kembali ke waktu sekarang, Setahunya dia tidak memesan makanan dan juga tidak punya teman di sini. Jadi, daripada menduga terus lebih baik mengecek langsung. Gio tentu terkejut saat melihat siapa yang mengetuk pintu apartemen. Pemuda itu bahkan tidak berkedip melihat sosok yang ada di hadapannya. Wanita cantik itu memakai long coat coklat berdiri di depan kamar mereka dengan kedua tang

สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status