Beranda / Romansa / Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir / pernikahan yang dipaksakan

Share

Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir
Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir
Penulis: Kakesa

pernikahan yang dipaksakan

Penulis: Kakesa
last update Terakhir Diperbarui: 2025-02-17 19:39:11

Bab 1

Suasana di rumah Tante Eliza tampak begitu megah dan mewah. Hari ini adalah hari yang spesial, pernikahan Bella, sepupu Laura, akan segera dilangsungkan.

Laura menatap Bella dengan kagum, lalu tersenyum lembut.

"Masya Allah, Bella, kamu cantik sekali hari ini. Semoga pernikahanmu lancar dan langgeng sampai jannah," ucapnya dengan tulus.

Namun, berbeda dengan Laura yang tampak antusias, Bella justru memasang ekspresi gelisah. Ia menghela napas kasar, lalu menatap sepupunya dengan mata berkaca-kaca.

"Laura, sepertinya aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini," bisiknya dengan suara bergetar.

Laura terkejut. Ia menatap Bella penuh kebingungan.

"Apa yang kamu katakan, Bella? Jangan main-main dengan pernikahan!" tegurnya.

Bella semakin panik. Ia menggenggam tangan Laura erat-erat.

"Aku tidak mencintainya, Laura! Mama memaksaku menikah dengan Alvaro. Aku mohon, bantu aku menggagalkan pernikahan ini. Aku ingin pergi dari sini!" desaknya dengan putus asa.

Laura menggeleng, mencoba menenangkan Bella meskipun pikirannya ikut kacau.

"Bella, aku tidak bisa. Resikonya terlalu besar! Apa kamu tidak berpikir bagaimana perasaan keluargamu? Papa dan mama akan malu besar. Kalau kamu memang tidak mencintainya, kenapa tidak menolak sejak awal?"

Brak!

Tiba-tiba, pintu kamar pengantin terbuka dengan keras. Tante Eliza masuk dengan wajah merah padam.

"Apa yang kau katakan, Bella?! Apakah kau sudah gila? Jangan berani-berani menentang pernikahan ini! Kau harus menikah dengan Alvaro, titik!" bentaknya penuh emosi.

Bella menatap ibunya dengan mata penuh amarah.

"Tidak! Aku lebih baik mati daripada menikah dengan lelaki yang tidak aku cintai! Aku yang menjalani pernikahan ini, bukan Mama!"

Plak!

Sebuah tamparan mendarat di pipi Bella.

"Anak kurang ajar! Kau ingin mempermalukan keluarga ini?! Jika kau tidak ingin menikah, kenapa baru sekarang menolaknya?!"

Laura tercekat melihat situasi yang semakin kacau. Ia mencoba menenangkan Bella, tetapi sepupunya itu justru semakin frustasi.

Tiba-tiba, ponsel Laura bergetar.

"Iya, Lis, ada apa?" tanyanya cepat.

"Para bridesmaid sudah menunggu di luar," jawab Lisa.

"Baiklah, aku segera menyusul."

Setelah menutup telepon, Laura kembali menoleh ke Bella. Namun, sebelum sempat berbicara, Bella menatapnya dengan ekspresi penuh harap.

"Laura, maukah kau memenuhi satu permintaanku?"

Laura menelan ludah.

"Apa itu?"

Bella menggenggam tangan Laura erat.

"Gantikan aku. Menikahlah dengan Alvaro."

Laura terkejut bukan main.

"Tidak! Aku bahkan tidak mengenalnya, apalagi mencintainya! Lagipula, aku sudah memiliki calon pasangan!"

Bella menggeleng keras, lalu tiba-tiba meraih benda tajam di meja rias.

"Kalau begitu, lebih baik aku mati saja!"

"Bella, jangan!" teriak Eliza panik.

Bella menekan ujung benda tajam itu ke pergelangan tangannya.

"Aku tidak main-main, Ma! Jika pernikahan ini tetap berlangsung, aku akan benar-benar melakukannya!"

Eliza gemetar. Ia tidak menyangka putrinya akan bertindak sejauh ini.

"Baiklah! Mama akan membatalkan pernikahan ini!" ucapnya dengan suara bergetar.

Bella perlahan menurunkan benda tajam itu, napasnya tersengal.

"Lakukan sekarang, Ma."

Eliza mengangguk lemah. Dengan tangan gemetar, ia mulai melepas mahkota dan aksesoris pengantin Bella.

Namun, ketegangan kembali muncul ketika seseorang mengetuk pintu.

"Siapa?" tanya Eliza panik.

"Ini aku, Eliza," terdengar suara suaminya dari balik pintu.

"Ada apa, Mas?"

"Mempelai pria dan keluarganya sudah tiba. Cepatlah keluar!"

Deg!

Jantung Eliza serasa berhenti berdetak. Dengan wajah tegang, ia menarik tangan Laura.

"Laura, temani Tante menghadapi masalah ini," pintanya.

Bella menatap Laura penuh harap.

"Temani Mama, aku tidak sanggup menjelaskannya kepada mereka."

Laura ingin menolak, tetapi Eliza sudah lebih dulu menariknya keluar.

Saat mereka tiba di ruang tamu, suasana berubah mencekam. Semua mata tertuju pada mereka, termasuk tatapan tajam Alvaro yang sulit diartikan.

Anto, ayah Bella, berdiri dengan ekspresi marah.

"Apa-apaan ini, Eliza?! Kenapa pernikahan dibatalkan secara sepihak?!"

Eliza menunduk dalam.

"Bella tidak mencintai Alvaro. Ia mencintai Andy," jawabnya dengan suara nyaris tak terdengar.

Tatapan keluarga mempelai pria langsung berubah geram.

"Kami tidak terima dipermalukan seperti ini!" bentak Yoga, ayah Alvaro.

Melisa, ibu Alvaro, mendekat dengan ekspresi penuh kemarahan.

"Selain kerugian besar, kami juga harus menanggung malu! Bagaimana jika berita ini tersebar?! Nama baik keluarga kami akan hancur!"

Eliza menggigit bibirnya, lalu berkata dengan lirih, "Apa yang bisa kami lakukan untuk menebus kesalahan ini?"

Yoga menyilangkan tangan.

"Cari pengantin pengganti untuk putraku. Jika tidak, kami akan menyebarkan berita ini ke media!"

Eliza langsung menoleh pada Laura, lalu menggenggam tangannya.

"Laura, menikahlah dengan Alvaro. Tolong gantikan Bella," pintanya dengan suara bergetar.

Deg!

Laura terdiam, merasakan tatapan semua orang kini beralih padanya.

Bab terkait

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Terpaksa menjadi pengantin pengganti

    Bab 2 Suasana dikediaman Eliza yang merupakan Tante dari Laura Arsyilla seketika berubah menjadi tegang. Hawa memanas seakan menyelimuti di ruangan tersebut. Mendengar permintaan sang tante, seakan bahu Laura ikut meluruh, ia tidak bisa menerima permintaan yang cukup sulit untuk dipenuhi olehnya. Eliza bersimpuh dan memohon dihadapan Laura. Segera saja Laura mencegah Eliza agar tidak bersujud dan bersimpuh seperti itu dihadapannya, terutama dihadapan semua orang. "Tante mohon Laura, Terimalah pernikahan ini, keselamatan karir Bella ada pada mereka, kamu sendiri mendengarkannya bukan? bagaimana keinginan mereka untuk mencari pengantin pengganti untuk putranya saat ini! Harapan tante cuma kamu satu-satunya, Laura!" ucap Eliza memohon dan menangis dihadapan Laura. Sesaat, Laura tampak berpikir, Bella hanya mempunyai seorang adik lelaki dan juga seorang adik perempuan yang masih duduk di bangku SMP, sangat tidak mungkin bagi Laura mengusulkan pernikahan tersebut untuk anak yang ma

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-17
  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Perjanjian kontrak

    Bab 3 Dag dig dugDetak jantung Laura semakin berdetak kencang dan tak karuan. Alvaro menatap gadis cantik yang menundukkan kepalanya sambil memilinkan ujung hijabnya itu. Kiki semakin merasakan kecemasan yang mendalam, takut ia salah dalam hal ini, namun diluar dugaan. Alvaro langsung saja menarik tangan Laura dengan penuh kelembutan. "Ikut saya," pinta Alvaro yang membawa Laura masuk ke kamar. kiki menghela nafas lega dan mengelus dadanya, Kiki tampak tersenyum malu-malu. "udah gak sabar ya pak?" tanya Kiki dengan sedikit tengil. Cetakk'Awww' pekik Kiki mengusap jidatnyaAlvaro menyentil jidat Kiki karena merasa geram dengan bocah berusia 18 tahun yang menjadi asisten rumah tangganya. "Apaan ki?" tanya Alvaro "Itu loh pak, anu.. apa ya." jawab kiki yang kebingungan ingin melanjutkan perkataannya. "Anak kecil jangan mikir yang macam-macam, lakukan tugas mu dengan baik," ucap Alvaro "Ba-baik pak Al," ucapnya sedikit takut melihat tatapan tajam Alvaro. "Kamu boleh

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-18
  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Suasana baru

    Bab 4 Pagi hari, matahari tampak malu-malu menampilkan dirinya yang berselimuti awan. Perlahan, cahaya nya mulai memantulkan bayangan yang sempurna dipagi hari. sementara itu, selesai melaksanakan sholat subuh, Laura ingin membereskan dan mulai melakukan aktivitas Bersih-bersih rumah. Rasanya, tidak mungkin bagi Laura tinggal dirumah ini tanpa melakukan aktivitas sama sekali. Meskipun Alvaro telah menetapkan asisten rumah tangga untuk membantu pekerjaan rumah.Setelah berpikir sejenak, Laura memutuskan untuk membantu Kiki beres-beres rumah dari pada berdiam diri tanpa melakukan aktivitas apapun. "Bu bos ngapain? bu bos mah mending diem aja duduk manis disitu, biarkan urusan pekerjaan rumah, kiki yang urus. Ok, Bu bos ku yang cantik," ucap kiki sambil tersenyum menampilkan jejeran giginya. "Tapi—" ucapan Laura terpotong "Tidak ada tapi-tapian bu bos, biar kiki si yang paling cantik jelita nan mempesona ini yang akan membereskan pekerjaan rumah," ucap kiki yang kemudian men

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-18
  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Perayaan

    Bab 5 Mobil mewah berjenis Alphard putih berhenti tepat di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang properti, "Ayo, sayang" ajak Melisa merangkul pundak Laura, sedangkan yoga berjalan dibelakang mereka. Laura menatap takjub gedung yang berdiri megah dihadapannya ini, yang bertuliskan "AL company" "Ini perusahaan siapa, Ma?" tanya Laura yang belum mengetahui sama sekali. Melisa tersenyum lembut, "Nanti kamu bakal tau sayang. Ayo, kita masuk," Melisa mengajak menantu kesayangannya. Laura sedikit canggung dengan situasi seperti ini, untuk pertama kalinya ia memasuki perusahaan sebesar ini, sebelumnya Laura adalah seseorang yang begitu tertutup, setelah lulus dari SMA Laura tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Laura yang merupakan sibungsu dari kedua bersaudara, tepat di hari kelulusan SMA, ayah dari Laura meninggal dunia. selama ini Laura hanya menemani sang mama dirumah. Untuk penghasilan sehari-hari, Laura h

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-18

Bab terbaru

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Perayaan

    Bab 5 Mobil mewah berjenis Alphard putih berhenti tepat di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang properti, "Ayo, sayang" ajak Melisa merangkul pundak Laura, sedangkan yoga berjalan dibelakang mereka. Laura menatap takjub gedung yang berdiri megah dihadapannya ini, yang bertuliskan "AL company" "Ini perusahaan siapa, Ma?" tanya Laura yang belum mengetahui sama sekali. Melisa tersenyum lembut, "Nanti kamu bakal tau sayang. Ayo, kita masuk," Melisa mengajak menantu kesayangannya. Laura sedikit canggung dengan situasi seperti ini, untuk pertama kalinya ia memasuki perusahaan sebesar ini, sebelumnya Laura adalah seseorang yang begitu tertutup, setelah lulus dari SMA Laura tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Laura yang merupakan sibungsu dari kedua bersaudara, tepat di hari kelulusan SMA, ayah dari Laura meninggal dunia. selama ini Laura hanya menemani sang mama dirumah. Untuk penghasilan sehari-hari, Laura h

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Suasana baru

    Bab 4 Pagi hari, matahari tampak malu-malu menampilkan dirinya yang berselimuti awan. Perlahan, cahaya nya mulai memantulkan bayangan yang sempurna dipagi hari. sementara itu, selesai melaksanakan sholat subuh, Laura ingin membereskan dan mulai melakukan aktivitas Bersih-bersih rumah. Rasanya, tidak mungkin bagi Laura tinggal dirumah ini tanpa melakukan aktivitas sama sekali. Meskipun Alvaro telah menetapkan asisten rumah tangga untuk membantu pekerjaan rumah.Setelah berpikir sejenak, Laura memutuskan untuk membantu Kiki beres-beres rumah dari pada berdiam diri tanpa melakukan aktivitas apapun. "Bu bos ngapain? bu bos mah mending diem aja duduk manis disitu, biarkan urusan pekerjaan rumah, kiki yang urus. Ok, Bu bos ku yang cantik," ucap kiki sambil tersenyum menampilkan jejeran giginya. "Tapi—" ucapan Laura terpotong "Tidak ada tapi-tapian bu bos, biar kiki si yang paling cantik jelita nan mempesona ini yang akan membereskan pekerjaan rumah," ucap kiki yang kemudian men

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Perjanjian kontrak

    Bab 3 Dag dig dugDetak jantung Laura semakin berdetak kencang dan tak karuan. Alvaro menatap gadis cantik yang menundukkan kepalanya sambil memilinkan ujung hijabnya itu. Kiki semakin merasakan kecemasan yang mendalam, takut ia salah dalam hal ini, namun diluar dugaan. Alvaro langsung saja menarik tangan Laura dengan penuh kelembutan. "Ikut saya," pinta Alvaro yang membawa Laura masuk ke kamar. kiki menghela nafas lega dan mengelus dadanya, Kiki tampak tersenyum malu-malu. "udah gak sabar ya pak?" tanya Kiki dengan sedikit tengil. Cetakk'Awww' pekik Kiki mengusap jidatnyaAlvaro menyentil jidat Kiki karena merasa geram dengan bocah berusia 18 tahun yang menjadi asisten rumah tangganya. "Apaan ki?" tanya Alvaro "Itu loh pak, anu.. apa ya." jawab kiki yang kebingungan ingin melanjutkan perkataannya. "Anak kecil jangan mikir yang macam-macam, lakukan tugas mu dengan baik," ucap Alvaro "Ba-baik pak Al," ucapnya sedikit takut melihat tatapan tajam Alvaro. "Kamu boleh

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Terpaksa menjadi pengantin pengganti

    Bab 2 Suasana dikediaman Eliza yang merupakan Tante dari Laura Arsyilla seketika berubah menjadi tegang. Hawa memanas seakan menyelimuti di ruangan tersebut. Mendengar permintaan sang tante, seakan bahu Laura ikut meluruh, ia tidak bisa menerima permintaan yang cukup sulit untuk dipenuhi olehnya. Eliza bersimpuh dan memohon dihadapan Laura. Segera saja Laura mencegah Eliza agar tidak bersujud dan bersimpuh seperti itu dihadapannya, terutama dihadapan semua orang. "Tante mohon Laura, Terimalah pernikahan ini, keselamatan karir Bella ada pada mereka, kamu sendiri mendengarkannya bukan? bagaimana keinginan mereka untuk mencari pengantin pengganti untuk putranya saat ini! Harapan tante cuma kamu satu-satunya, Laura!" ucap Eliza memohon dan menangis dihadapan Laura. Sesaat, Laura tampak berpikir, Bella hanya mempunyai seorang adik lelaki dan juga seorang adik perempuan yang masih duduk di bangku SMP, sangat tidak mungkin bagi Laura mengusulkan pernikahan tersebut untuk anak yang ma

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    pernikahan yang dipaksakan

    Bab 1 Suasana di rumah Tante Eliza tampak begitu megah dan mewah. Hari ini adalah hari yang spesial, pernikahan Bella, sepupu Laura, akan segera dilangsungkan.Laura menatap Bella dengan kagum, lalu tersenyum lembut."Masya Allah, Bella, kamu cantik sekali hari ini. Semoga pernikahanmu lancar dan langgeng sampai jannah," ucapnya dengan tulus.Namun, berbeda dengan Laura yang tampak antusias, Bella justru memasang ekspresi gelisah. Ia menghela napas kasar, lalu menatap sepupunya dengan mata berkaca-kaca."Laura, sepertinya aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini," bisiknya dengan suara bergetar.Laura terkejut. Ia menatap Bella penuh kebingungan."Apa yang kamu katakan, Bella? Jangan main-main dengan pernikahan!" tegurnya.Bella semakin panik. Ia menggenggam tangan Laura erat-erat."Aku tidak mencintainya, Laura! Mama memaksaku menikah dengan Alvaro. Aku mohon, bantu aku menggagalkan pernikahan ini. Aku ingin pergi dari sini!" desaknya dengan putus asa.Laura menggeleng, mencoba men

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status