Share

Bab 80

Penulis: Awan
“Terima kasih,” ujar dia penuh sopan.

Pekerjaannya memang selesai dengan hasil yang lumayan bagus dan dia merasa tidak perlu merendah diri. Yuna sendiri juga cukup percaya dengan kemampuannya sendiri. Melihat kepercayaan diri Yuna membuat ekspresi Edith yang angkuh akhirnya luluh dan seulas senyum terbit di sana.

Perempuan itu menyandarkan tubuhnya di lemari kemudian memandangi Yuna sambil berkata, “Sejujurnya, aku selama ini selalu merasa kamu yang plagiat.”

Yuna hanya mengangkat alisnya tanpa mencoba membela diri.

Sebenarnya tanpa perlu Edith jujur padanya, Yuna sendiri sudah tahu kalau sedari awal perempuan itu tidak pernah percaya dengannya ditambah sinis terhadap dirinya. Tatapannya tertulis dengan jelas bahwa Yuna adalah seorang plagiat dan pencuri.

Dulu dia tidak berusaha menjelaskan karena penjelasan tanpa bukti kuat tidak akan ada artinya. Hanya kemampuan dan waktu yang bisa membuktikan dirinya sendiri. Melihat Yuna yang diam dan tidak menjawabnya, Edith kembali melanjutkan uc
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 81

    Yuna hanya tertawa kecil saja tanpa bicara apa pun, sedangkan Edith juga tidak bertanya lagi.“Sudahlah, main rahasia-rahasiaan! Karena kamu begitu misterius, aku nggak mau jadi supirmu lagi. Aku pergi dulu, hati-hati, ya!”Yuna mengangguk dan berpisah dengan Edith di depan pintu gedung. Edith berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya. Ketika dia melintas di depan pintu gerbang, matanya sengaja melirik sekilas dan melihat Yuna masih berdiri di sana.Dia baru saja hendak bertanya, tetapi pemandangan Yuna yang berlari ke arah depan membuatnya mengurungkan niatnya. Karena penasaran, Edith melajukan mobilnya dengan kecepatan pelan dan melihat perempuan itu berhenti di depan sebuah mobil hitam.Pintu mobil terbuka dan sosok itu masuk ke dalam. Setelah itu mobil berjalan dengan membawa sosok Yuna di dalamnya. Edith tidak bisa melihat orang yang ada di dalam mobil hitam tersebut dan tidak tahu bagaimana raut orang itu.“Ck! Dasar penasaranan sekali jadi orang!” umpat Edith sambil meng

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 82

    Yuna tidak menebak bahwa Brandon akan mengecupnya. Kedua bola matanya melebar dan memandangi wajah yang ada di depannya ini. Boleh tidak lain kali dia kasih kode dulu?!Awalnya Brandon hanya iseng saja, tetapi dia tenggelam ketika menyentuh bibir perempuan itu. Kecupan panas tersebut berakhir setelah berlalu cukup lama. Yuna menjatuhkan kepalanya di bahu Brandon dengan napas tidak teratur hingga membuat lelaki itu terkekeh kecil.Tangan lelaki itu menepuk punggung Yuna agar napasnya bisa kembali teratur sambil berkata, “Kamu harus belajar bernapas.”Setiap mereka berciuman, Yuna selalu menahan napasnya hingga dia nyaris pingsan kehabisan oksigen. Tetapi hal ini juga menunjukkan bahwa Yuna memang tidak memiliki pengalaman dalam hal berciuman. Brandon cukup terkejut dan juga bahagia ketika mengetahui hal ini.Apakah akal sehatnya Logan sudah rusak? Dia memiliki harta berharga tetapi justru tidak mencoba menghargainya sama sekali. Tapi hal ini juga yang membuat dirinya tidak begitu benci

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 83

    “Perlu aku temani?” tanya Brandon setelah melihat perempuan itu mematikan sambungan teleponnya.“Nggak perlu,” jawab Yuna sambil menggelengkan kepalanya.“Tenang saja, aku sendiri bisa menghadapi mereka. Tapi aku mau pinjam orangmu,” lanjut perempuan itu lagi.“Oh?”Tempat janjian Logan untuk bertemu dengan Yuna jatuh pada sebuah kafe yang cukup sepi. Logan dan Valerie datang lebih awal dan sibuk memandangi jalan di depan pintu masuk dengan lekat. Saat mereka melihat sosok Yuna berjalan masuk, Logan secara refleks hendak bangkit berdiri.Jika bukan karena ditahan oleh Valerie, kemungkinan lelaki itu sudah akan menyambut Yuna di depan pintu masuk. Tarikan Valerie membuat Logan tersadar dengan apa yang akan dia lakukan. Meski kali ini pertemuan mereka ada maksud lain, masih belum bisa dipastikan siapa pihak yang menang atau kalah.Di tangannya juga masih ada banyak sekali bukti, dia tidak perlu memohon-mohon pada Yuna. Sebaliknya, seharusnya dia yang mengancam perempuan itu. Pemikiran te

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 84

    Logan tidak menyangka bahwa lelaki di samping Yuna adalah seorang pengacara dan bukan orang yang dia bayangkan beberapa detik yang lalu.“Yuna, apakah perlu sampai sebegitunya? Memangnya kita nggak bisa untuk duduk bersama dan membicarakannya dengan baik-baik?”Logan memajukan sedikit tubuhnya sambil menatap perempuan itu seakan berusaha untuk mendapatkan balasan dari Yuna. Tetapi orang yang ditatap justru sibuk menunduk dan fokus menatap layar ponselnya saja.“Kenapa? Bukannya aku sudah setuju untuk bertemu dengan kalian? Kalau kamu anggap aku nggak menghargai pertemanan kita, lalu gimana dengan semua sikap kalian? Apa artinya dengan itu semua? Bukannya kalian yang menggugatku duluan? Sekarang aku meminta pengacara untuk hadir juga untuk menjamin hak-hak kalian. Ini termasuk niat baikku! Kenapa? Kalian nggak suka?”“Aku sudah bilang kalau aku bisa tarik gugatannya. Kenapa kamu harus sampai tahap seperti ini? Kita ini semuanya teman, kalaupun sekarang sudah bukan teman, kita juga bukan

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 85

    Yuna melirik lelaki itu dengan malas dan kemudian dia menarik tatapannya kembali ke arah layar ponselnya. Bahkan dia tidak ada niat sama sekali untuk merespons lelaki yang ada di hadapannya ini.Logan tahu kalau perempuan itu sedang sengaja mengabaikan mereka. Tetapi dia tidak ingin mempermasalahkan hal tersebut dan melanjutkan ucapannya, “Beberapa hari ini aku dan Valerie sudah berpikir dengan matang. Masalah hubungan kita bertiga nggak seharusnya dikaitkan dengan pekerjaan.”“Dulu kamu juga banyak membantu kami, kan? Nggak peduli seberapa besar kesalahan kami dan VL padamu, ataupun sebaliknya, kita sama-sama nggak perlu diperpanjang lagi. Kamu bebas untuk pergi ke mana saja dan kita semua sudah sama-sama seri. Bisa, nggak?”“Pak Leo, menurut Bapak?” tanya Yuna yang tidak memedulikan lelaki itu. Dia menoleh ke arah Leo dan bertanya pendapat pengacara tersebut.Sang pengacara itu sedari tadi hanya diam mengikuti seluruh kejadian yang baru saja terjadi. Dia menjadi pendengar dan penonto

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 86

    Jawaban perempuan itu membuat Logan bungkam.“Lepaskan aku!” sentak Yuna dengan dingin.“Coba kamu jelaskan, apa maksudnya?!” Logan tetap tidak melonggarkan cengkeramannya. Dia tidak ingin perempuan itu bisa pergi dengan semudah itu. Masih ada banyak sekali pertanyaan yang masih belum dimengerti oleh Logan.“Pak Logan, yang Bapak lakukan sekarang termasuk tindakan pelecehan! Sebaiknya Bapak ….”“Diam!” seru Logan memotong ucapan Leo sebelum lelaki itu menyelesaikan ucapannya. Dia melayangkan tatapan tajamnya pada Yuna dan berkata, “Kamu jelaskan ucapanmu tadi! Kamu yang sudah mengganti-ganti resepnya? Kamu ….”“Semua komposisinya palsu?” tanya Logan sambil memikirkan kemungkinan tersebut hingga membuat punggungnya banjir akan keringat dingin.Tetapi Yuna tidak menjawabnya hanya menatap tangan yang masih mencengkeram lengannya dengan lekat. Dengan nada dingin dia berkata, “Aku bilang yang terakhir kalinya lagi, lepaskan aku! Kecuali kalau kamu mau sama seperti kejadian waktu itu!”Waktu

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 87

    Valerie bengong dan membeku di tempatnya.Logan belum pernah bersikap seperti itu kepada dirinya. Lelaki itu juga selalu berbicara dengan nada suara yang lembut dengannya. Meski dia kerap ngambek seperti anak kecil, Logan juga selalu dengan sabar membujuknya. Tidak pernah Logan memarahinya di depan umum atau bahkan hanya sekedar memasang muka judes pada Valerie.Karena terlalu terkejut, dia lupa harus menangis dan merengek. Yang bisa dia lakukan saat ini hanya diam membeku di tempat duduknya.Lelaki itu menoleh dan merasa tidak tega ketika mendapati raut wajah Valerie yang tampak terkejut tersebut. Dia ingin mengatakan sesuatu untuk menghiburnya tetapi Logan tidak ada tenaga untuk melakukannya.Dia hanya menghela napas berat dan berkata, “Pikiranku sekarang sangat berantakan sekali, kamu nanti balik sendiri saja.”Setelah itu Logan langsung pergi dari sana dan meninggalkan Valerie sendiri. Sedangkan Valerie yang diperlakukan seperti itu merasa marah dan juga benci. Selama beberapa tahu

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 88

    Kebetulan waktu sudah menunjukkan jam sibuk, semua taksi tampak penuh oleh penumpang yang mengisinya. Yuna mencoba memesan mengenai aplikasi tetapi tetap tidak ada supir yang menerima pesanannya. Saat itu, Yuna merasa sepertinya repot sekali jika tidak memiliki kendaraan pribadi.Mobilnya yang dulu merupakan mobil yang dibeli oleh Logan dan surat-suratnya atas nama lelaki itu. Dulu dia tidak mempermasalahkan hal ini, tetapi saat ini Yuna merasa dirinya bodoh sekali. Tapi tidak ada yang perlu disayangkan karena Yuna tidak mengharapkan barang apa pun milik lelaki itu.Dia melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya dan mempertimbangkan untuk menggunakan bus. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya dari arah belakang. Jelas sekali tepukan tersebut seperti memberikan alarm tanda bahaya pada dirinya.Kening Yuna berkerut dan kakinya segera berputar ke belakang. Dia pikir dirinya bisa lepas dari ancaman tersebut tetapi tangan yang tadi menepuknya masih tetap berada di a

Bab terbaru

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2399

    Harus diakui, setiap tutur kata yang Yuna ucapkan sangat mengena di sanubari Ratu. Memang benar meski Ratu tidak bisa lagi menunggu, toh sekarang ada waktu kosong. Tidak ada salahnya bagi Ratu untuk memberi kesempatan kepada yuna untuk mencoba. Kalau yuna gagal, tinggal lakukan sesuai dengan rencana awal.Rencana R10 ini sejak awal memang sudah mendapat berbagai macam halangan. Pertama adalah perlawanan dari anaknya sendiri, kemudian jika diumumkan pun, entah akan seperti apa kritik dan tekanan dari opini publik. Namun di luar semua itu, yang paling penting adalah bahwa Ratu sendiri juga tidak yakin dengan keputusannya sendiri.Dari luar, Ratu mungkin terlihat tegas. Namun hanya dia sendiri yang tahu kalau sebenarnya dia pun sering meragukan keputusannya. Jika Ratu tidak ragu, pada hari itu juga dia akan tetap melanjutkan eksperimennya, bukan malah menunggu seperti sekarang. Dengan diberhentikannya eksperimen R10 untuk sementara, Ratu makin bimbang.“Kamu butuh apa?” tanya Ratu. Berhub

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2398

    Saat Yuna mengatakan itu, ekspresi wajah Ratu masih tidak berubah. Ratu hanya menutup kelopak matanya untuk menutupi sorotan yang terpancar dari bola matanya. Tentu saja pada awal eksperimen ini dilakukan, dia menyembunyikan faktanya dari semua orang agar tidak ada yang tahu.Eksperimen ini sejatinya adalah sesuatu yang membahayakan nyawa manusia. Ratu tahu betul akan hal tersebut, karena untuk membuat dia hidup abadi, dia harus mengorbankan nyawa orang lain. Kalau sampai ada satu orang saja yang tahu dan kemudian tersebar luas, tentu saja seluruh dunia akan mengecamnya.Namun di sisi lain, Ratu tidak mungkin dan tidak akan mau menyerah. Makanya saat melakukan penelitian, dia hanya memberikan satu resep kepada setiap grup, kemudian meminta mereka untuk menjalankan eksperimen sesuai dengan instruksi yang tertera di setiap lembaran resepnya.Tentu untuk menutupi agar orang lain tidak bisa menerka apa yang sedang mereka lakukan, Ratu memberikan banyak resep yang sebenarnya sama sekali tid

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2397

    Suara anak kecil yang menggemaskan itu membuat Yuna teringat, sewaktu dia terakhir kali bertemu dengan Nathan, saat itu dia memang sedang hamil. Seketika mendengar itu, Yuna pun tersenyum seraya memegangi perutnya yang kini sudah rata, “Mereka sudah lahir.”“Adik cowok, ya?” tanya Nathan penasaran.“Ada cowok dan cewek. Anak Tante yang lahir ada dua, lho!” ujar Yuna tersenyum sembari mengangkat dua jarinya.Sorot mata Nathan seketika bercahaya. Perasaannya yang sejak awal murung dan penuh waspada langsung berubah menjadi jauh lebih ceria selayaknya anak kecil pada umumnya.“Dua adik?! Wah, Tante hebat banget!”“Hahaha, makasih, ya! Nanti Tante ajak kamu ketemu mereka kalau ada kesempatan,” ujar Yuna tersenyum, nada bicaranya pun jauh lebih lembut saat dia berbicara dengan anak kecil. Melihat Nathan membuat Yuna teringat dengan anak-anaknya sendiri, hanya saja ….“Aku juga kangen sama mereka, tapi … kayaknya aku nggak bisa ketemu mereka lagi,” ucap Nathan dengan suaranya yang kian menge

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2396

    Mungkin sekarang Nathan sudah tidak lagi disembunyikan seperti pada saat Fred yang memimpin. Namun tentu saat itu banyak hal yang Fred lakukan secara diam-diam. Dia mengira dia bisa menyembunyikan semuanya dari orang lain bahkan dari sang Ratu sekalipun. Namun dia tidak tahu bahwa sebenarnya Ratu sudah mengetahuinya sejak awal.Di luar kamar tempat Nathan ditahan ditempatkan seorang penjaga. Yuna sempat dicegat saat dia mau masuk ke dalam. Yuna menduga mungkin ini adalah perintah dari Ratu. Mereka semua juga diawasi dan dapat berkomunikasi dengan intercom.Nathan sangat patuh sendirian di dalam tidak seperti kebanyakan anak seumurannya. Bahkan sewaktu melihat Yuna, dia masih bisa tersenyum dengan santun dan menyapanya.“Halo, Tante.”“Kamu masih mengenali aku?” tanya Yuna.“Iya, Tante Yuna,” jawab Nathan mengangguk.Yuna pernah menyelamatkan nyawa Nathan saat mereka berada di Prancis. Yuna juga banyak membantu Nathan dan ada suatu waktu Nathan sering main ke rumah Yuna, tetapi kemudian

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2395

    Tangan yang mulanya Ratu gunakan untuk mengelus wajah Ross langsung ditarik. Raut wajahnya juga dalam sekejap berubah menjadi berkali-kali lipat lebih sinis.“Jadi dari tadi kamu ngomong panjang lebar ujung-ujungnya cuma mau aku membuang eksperimen ini.”“Aku mau kamu merelakan diri sendiri,” kata Ross sambil berusaha meraih tangan ibunya lagi, tetapi Ratu menghindarinya.“Aku cape. Kamu juga balik ke kamarmu saja untuk istirahat,” ucap sang Ratu seraya berpaling.“Ma ….”Sayangnya panggilan itu tidak membuat Ratu tergerak, bahkan untuk sekadar menoleh ke belakang pun tidak.“Ricky!”Ricky yang dari awal masih menunggu di depan pintu segera menyahut, “Ya, Yang Mulia.”“Bawa Ross balik ke kamarnya.”Saat Ricky baru mau masuk untuk mengantar pangerannya pergi, Ross langsung berdiri dan bilang, “Aku bisa jalan sendiri.”Maka Ross pun segera berbalik pergi, tetapi belum terlalu jauh dia melangkahkan kakinya, dia kembali menoleh ke belakang dan berkata, “Ma, aku tahu apa pun yang aku bilang

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2394

    Seketika itu Ratu syok karena dia jarang sekali melihat anaknya bersikap seperti ini. Saking syoknya sampai dia tidak bisa berkata-kata dan hanya terdiam menatap dan mendengar apa yang dia sampaikan.“Ma, aku tahu sebenarnya kamu pasti takut. Takut tua, takut mati, takut masih banyak hal yang belum diselesaikan. Aku thau kamu juga bukannya egois. Kamu melakukan eksperimen ini bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, tetapi karena masih banyak hal yang mau kamu lakukan.”Di saat mendengar kata-kata Ross, tanpa sadar mata Ratu mulai basah, tetapi dia berusaha untuk menahan laju air matanya.“Aku juga tahu kamu pasti sudah capek. Orang lain melihat kamu berjaya, tapi aku tahu setiap malam kamu susah tidur, bahkan terkadang waktu aku pulang malam dan melewati kamarmu, aku bisa dengar suara langkah kaki lagi mondar-mandir. Kamu pasti capek banget karena harus menanggungnya sendirian. Sering kali aku mau membagi beban itu, tapi ….”Sampai di situ Ross terdiam dan tidak lagi meneruskan ka

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2393

    “Aku nggak pernah dengar tentang itu,” sahut Ross dengan tenang.“Jelas kamu nggak pernah dengar. Itu hal yang sangat mereka rahasiakan, nggak mungkin mereka mau kamu tahu.”“Jadi Mama sendiri tahu dari mana?” Ross bertanya balik.“....” Ratu berdeham seraya berpaling, dia lalu mengatakan, “Aku punya jalur informasiku sendiri. Terserah kamu percaya atau nggak, tapi itu benar.”“Aku bukanya nggak percaya, tapi kamu yang takut aku nggak percaya. Kalau memang dirahasiakan, pastinya nggak akan mudah untuk mendapat informasi itu. Aku cuma penasaran dari mana kamu tahu itu. Tentu saja kamu bisa bilang informasi itu didapat dari jalur informanu sendiri, tapi coba pikir lagi. Kamu sudah melakukan eksperimen ini selama bertahun-tahun, tapi siapa yang tahu sebelum ini terbongkar? Atau kamu pikir kamu lebih pandai merahasiakan ini dari mereka?”“.… Ross, kamu ….”Saat Ratu baru mau berbicara, dia lagi-lagi disela oleh Ross yang bicara dengan suara pelan. “Ma, tolong jangan marah. Kamu marah karen

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2392

    Bagaimanapun yang namanya anak sendiri, ketika sudah meminta maaf, amarah Ratu sudah tidak lagi berkobar.“Iya, aku tahu aku salah,” kata Ross menunduk. “Aku nggak sepantasnya ngomong begitu.”“Kamu benar-benar sadar kalau salah?” tanyanya. “Angkat kepalamu. Tatap mataku.”Lantas Ross perlahan mengangkat kepalanya sampai matanya bertatapan, tetapi tetap tidak ada satu pun dari mereka yang mengatakan apa-apa. Selagi menatap Ross dalam-dalam, Rat tersenyum dan berkata, “Ross, kamu nggak tahu kamu salah. Tatapan mata kamu memberi tahu kalau kamu sebenarnya masih nggak rela!”Bagaimana mungkin Ratu tidak memahami anaknya sendiri. Tatapan mata Ross mengatakan dengan sangat jelas kalau dia masih tidak mengaku salah, tetapi dia hanya mengalah agar ibunya tidak marah. Hanya saja setelah mengalami masa kritis dan setelah mengobrol dengan Juan dan Fred, pemikiran dan suasana hati Ratu sudah sedikit berubah.“Ross, kamu sudah lama tinggal di negara ini, jadi pemikiran kamu sudah terpengaruh sama

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2391

    Ricky sudah menunggu di luar menantikan Ratu keluar dari kamar tersebut. Dia langsung memegang kursi roda tanpa mengatakan apa-apa, dan mendorongnya dalam kesunyian. Begitu pun dengan Ratu, dia juga hanya diam saja selama mereka berjalan menuju lift.“Pangeran Ross minta bertemu,” kata Ricky.Ratu memejamkan kedua matanya guna menyembunyikan perasaan yang mungkin bisa terlihat dari sorotan mata. Dia tidak menjawab dan hanya mengeluarkan desahan panjang. Walau begitu, Ricky mengerti apa yang ingin Ratu sampaikan dan dia pun tidak lagi banyak bertanya.Seiringan dengan lift yang terus naik, tiba-tiba Ratu berkata, “Bawa dia temui aku.”“Yang Mulia?”“Bawa dia temui aku.”Selesai Ratu berbicara, kebetulan lift juga sudah sampai di lantai tujuan. Ratu mendorong kursi rodanya sendiri keluar dari lift. Ricky sempat tertegun sesaat, tetapi kemudian dia kembali menekan tombol lantai di mana Ross berada.Tak lama kemudian, Ricky mengantar Ross masuk kamar tidur Ratu. Dia mengetuk pintunya, teta

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status