Setelah terdiam sejenak, Yuna pun akhirnya menjawab, “Pak Yansen, tolong jangan bercanda. Sejauh yang aku pahami, pengalamanku sekarang masih belum layak untuk bergabung ke asosiasi.”“Haish, kita nggak bisa memakai cara pandang lama untuk menghadapi masalah di era modern. Perkembangan zaman sekarang cepat banget. Yang namanya pengalaman itu jelas butuh waktu untuk diperoleh. Selama kamu punya kemampuan, kenapa harus pusing soal pengalaman. Apa kamu harus tunggu sampai setua aku baru layak untuk bergabung ke asosiasi? Kalau sudah setua aku, apa lagi yang bisa kamu kerjain?”“Pak Yansen, omongan Bapak bikin kami jadi nggak enak hati. Pak Yansen kan sosok yang paling dihormati di antara sesama peracik parfum. Bapak adalah panutan bagi kami semua. Karya-karya Bapak mana mungkin bisa dibandingkan sama kami yang masih muda,” ujar salah satu pemuda yang datang bersama Yansen.“Betul!” ujar temannya menimpali, “Talente yang Pak Yansen punya nggak bisa disaingi sama orang lain. Aku yakin mau 1
Tiba-tiba, Yuna berbalik dan langsung berjalan ke depan Louis.Louis masih tidak begitu mengerti situasi apa yang sedang terjadi saat ini, tapi bagaimanapun juga, yang jelas Yansen ingin Yuna bergabung ke dalam asosiasi dan membuat Yuna tetap berada di Kanita. Setidaknya dalam hal ini, mereka memiliki kepentingan yang sama, jadi Louis tidak perlu banyak bicara dan hanya menunggu saja harus bagaimana dia berhadapan dengan Yuna nanti.Dikelilingi oleh begitu banyak orang, Louis pasti akan merasa malu kalau dia malah mundur. Maka itu, dia berusaha sebisa mungkin untuk meredam suaranya yang gemetar dan menatap balik Yuna dengan percaya diri.“Mau ngapain kamu?”Louis masih belum lupa bahwa beberapa saat yang lalu, wanita iblis ini baru saja memiting lengan Louis dan nyaris saja membuat sendinya terlepas. Sensasi itu masih terasa sangat jelas karena Louis-lah yang merasakannya sendiri. Karena itu, raut wajahnya kini jadi terlihat sedikit lebih waspada seakan Yuna hendak menyakitinya lagi.T
Seketika itu juga suasana jadi terasa sangat canggung. Yuna dibuat tak berkutik oleh pertanyaan Yansen yang dari tadi hanya membahas itu saja. Nadanya memang terdengar sangat sungkan dan terkesan seperti bertanya, tapi dia tidak mau menerima jawaban tidak dari Yuna. Dengan kata lain, di situasi itu Yuna hanya bisa menerima tawarannya.Ternyata pria tua ini jauh lebih sulit untuk dihadapi daripada Louis. Louis tak lebih dari sekadar permulaan saja. Segala kesulitan yang Louis lakukan setelah memancing Yuna datang kemari masih cukup mudah untuk diatasi, tapi itu tidak sama bagi Yansen. Usia Yansen sudah cukup senior, dan wewenang yang dia miliki pun jauh lebih besar.Yuna sudah menolak tawarannya sebanyak dua kali. Kalau dia masih menolak sampai yang ketiga kalinya, bisa-bisa esok harinya Yuna akan dianggap sebagai orang yang paling tidak tahu diuntung. Awalnya Yuna kira semua ini hanya ulah Louis seorang. Yuna pikir Louis diam-diam menggunakan cap resmi asosiasi dan mengirimkan undangan
“Aku pribadi memang berniat untuk itu,” kata Yansen mengangguk, “Tapi … kamu sebagai tunangannya sepertinya nggak setuju dengan itu!”Satu per satu orang-orang yang berada di sekitar jadi sangat menantikan drama apa yang sebentar lagi akan terjadi. Kalaupun si Yuna ini tidak tahu diri dan menolak kesempatan yang sudah Yansen berikan, tapi setidaknya Brandon seharusnya bisa mengambil keputusan yang lebih baik berdasarkan situasi sekarang ini. Sebesar apa pun kekayaan dan kekuasaan yang Uniasia miliki, Brandon pasti akan tetap hormat kepada Yansen.Akan tetapi ….“Oh, itu sudah pasti!” seru Brandon, yang mana sontak membuat semua orang terkejut mendengarnya. Suaranya yang lantang dan besar itu juga masih terus menggema di telinga. Dan yang membuat mereka semua syok bukan hanya suaranya saja, tapi terlebih kepada sikapnya.Apa yang Brandon katakan barusan? Sudah pasti? Apanya yang sudah pasti? Apakah maksud dia, sudah pasti istrinya itu akan menolak tawaran Yansen?Terlepas dari apa yang
Mereka berdua dengan bebasnya menebar kemesraan seakan sudah lupa kalau di sekitar mereka masih ada orang lain.“Brandon, aku tahu kamu suka sewenang-wenang. Tapi kalau sudah menyangkut urusan asosiasi, aku sarankan lebih baik kamu pikir dulu baik-baik. Kamu pikir Uniasia bisa melakukan segalanya? Selama Yuna masih bekerja jadi peracik parfum, berarti dia masih jadi bagian dari komunitas seprofesi. Dia nggak akan bisa lari dari peraturan yang berlaku.”Perkataan Louis benar-benar berhasil memancing Yuna, tapi Brandon dengan sigap menahannya dan membalas Louis, “Dia jadi peracik parfum karena dia suka. Kalau suatu hari nanti dia sudah nggak suka, ya, nggak usah dipaksa. Aku bisa membiayai istriku sendiri. Yang pasti, apa pun yang mau Yuna lakukan, dia bisa melakukannya dengan tenang karena ada Uniasia yang mendukung!”Ketika menggandeng Rachel pergi dan berjalan melewati Louis, tak lupa Brandon melayangkan tatapan sinis kepadanya sambil meninggalkan satu ucapan terakhir, “Uniasia memang
“Kamu naik ke mobil dulu,” kata Brandon kepada Yuna.Yuna menyadari pasti ada hal penting yang perlu dibahas oleh mereka berdua, dan gelagat Frans juga mengatakan masalah ini pasti sangat serius. Yuna bukanlah orang yang manja. Di saat seperti ini dia tidak mempermasalahkan mereka yang ingin berbicara berdua saja tanpa Yuna, tapi Yuna merasa apa yang mereka berdua bicarakan pasti ada kaitan dengan dirinya. Namun karena Brandon tidak bilang apa-apa, dia pasti punya alasannya sendiri.“Oke,” sahut Yuna mengangguk.Yuna langsung masuk ke dalam mobil, menutup pintunya dan mengamati dari balik jendela. Dia masih bisa melihat apa yang Frans ucapkan dari mulutnya, dan Brandon terlihat sangat terkejut. Kemudian, suasana menjadi cukup tegang, dan yang lebih gawatnya lagi … Brandon langsung melirik ke arah Yuna berada. Orang yang berada di luar mobil tidak akan bisa melihat ke dalam, tapi secara naluriah Yuna berusaha menghindari tatapan Brandon.Brandon masih tidak bergerak dari posisinya semul
Jarak antara Kanita ke Johar bisa dibilang cukup jauh, tapi untungnya waktu perjalanan bisa dipangkas jauh menggunakan pesawat. Pertama-tama mereka bergegas ke bandara, setelah itu barulah mereka menuju ke kediaman keluarga Tanoto.Sebelum naik pesawat, Yuna menyempatkan dirinya untuk menghubungi Clinton. Namun, Clinton sudah tahu Yuna pasti akan pulang dan malah mencegahnya, “Kamu nggak usah pulang. Fokus saja sama kerjaanmu sendiri.”“Clinton?! Di saat begini mana mungkin aku nggak pulang! Kemarin Kakek masih sehat-sehat saja, kenapa tiba-tiba bisa meninggal? Apa yang terjadi sama Kakek?”Kalau Yuna tidak menemui kakeknya waktu itu, mungkin dia masih bisa mengerti mengapa Clinton berkata seperti itu. Namun sekarang situasinya berbeda. Yuna sudah akur kembali dengan kakeknya, dan setelah mengetahui apa yang terjadi, mana mungkin Yuna tidak ingin menemui kakeknya untuk yang terakhir kali. Apalagi, Yuna mengira penyakit jantung yang kakeknya derita semestinya sudah sembuh.Setelah beber
Sejak saat itu, posisi kepala keluarga Tanoto diambil alih oleh Clinton. Pertanyaan Brandon ini … apakah berarti terjadi sebuah perubahan besar dalam keluarga Tanoto?!Perjalanan menggunakan pesawat membutuhkan waktu sekitar dua jam lebih. Brandon mengambil selimut dan memakaikannya untuk Yuna. Dia merasa begitu sedih melihat Yuna sedih sampai matanya memerah.“Sekarang nggak usah mikir yang macam-macam dulu. Toh, semuanya sudah terjadi. Sesedih apa pun, kamu tetap harus jaga diri. Ke depannya pasti masih banyak urusan yang harus kamu hadapi.”Yuna mengerti soal itu, tapi tetap saja … kesedihan yang begitu mendalam di hati tidak semudah itu dibendung. Sejak kedua orang tuanya meninggal, Yuna dirawat oleh kakeknya. Dulu Yuna merasa kalau kakeknya jahat. Kakeknya orang lain begitu ramah dan sering membelikan makanan untuk cucunya, bahkan ada juga yang membeli pakaian. Namun, Yuna tidak pernah merasakan pengalaman indah itu. Selain bersekolah, satu-satunya kegiatan yang Yuna lakukan hanya
Ricky sudah menunggu di luar menantikan Ratu keluar dari kamar tersebut. Dia langsung memegang kursi roda tanpa mengatakan apa-apa, dan mendorongnya dalam kesunyian. Begitu pun dengan Ratu, dia juga hanya diam saja selama mereka berjalan menuju lift.“Pangeran Ross minta bertemu,” kata Ricky.Ratu memejamkan kedua matanya guna menyembunyikan perasaan yang mungkin bisa terlihat dari sorotan mata. Dia tidak menjawab dan hanya mengeluarkan desahan panjang. Walau begitu, Ricky mengerti apa yang ingin Ratu sampaikan dan dia pun tidak lagi banyak bertanya.Seiringan dengan lift yang terus naik, tiba-tiba Ratu berkata, “Bawa dia temui aku.”“Yang Mulia?”“Bawa dia temui aku.”Selesai Ratu berbicara, kebetulan lift juga sudah sampai di lantai tujuan. Ratu mendorong kursi rodanya sendiri keluar dari lift. Ricky sempat tertegun sesaat, tetapi kemudian dia kembali menekan tombol lantai di mana Ross berada.Tak lama kemudian, Ricky mengantar Ross masuk kamar tidur Ratu. Dia mengetuk pintunya, teta
Tidak peduli apa pun yang Ratu katakan, Fred selalu punya seribu satu alasan untuk berdalih.Fred menggeleng dan berkata, “Bukan pintar beralasan, tapi karena semuanya sudah aku pikirkan demi Yang Mulia. Sejak awal sudah kubilang, mereka itu licik dan banyak akal bulusnya. Jangan mudah percaya sama omongan mereka! Mereka pasti mencoba membujukmu untuk menghentikan eksperimennya. Jangan ikuti kemauan mereka. Yang Mulia coba pikirkan, kita sudah sejak lama melakukan penelitian, lalu untuk apa? Kalau sekarang kita menyerah, bukankah semua yang kita lakukan dulu jadi sia-sia? Semua kerja keras, waktu , dan uang yang kita bayar jadi nggak ada artinya! Ini cuma akal-akalan mereka, karena kalau eksperimennya berhasil, kita bisa menguasai dunia. Cuma penduduk Yuraria saja yang bisa kemampuan hidup abadi. Itu sudah cukup untuk menggemparkan dunia, termasuk mereka. Makanya mereka nggak mau eksperimen ini berhasil. Bisa jadi … mereka membujuk Yang Mulia untuk menyerah, tapi habis itu diam-diam me
“Karena kamu begitu setia padaku, aku kasih kamu satu kesempatan lagi,” kata sang Ratu mendesah ringan.“Mau aku jadi bahan percobaanmu? Nggak masalah!” kata Fred dengan alis terangkat. “Toh sekarang aku juga nggak bisa menolak, bukan?”“Apa kamu ada permintaan lain?”Bagaimanapun juga, mereka adalah tuan dan pelayan yang sudah bekerja bersama selama bertahun-tahun, yang sudah melewati suka dan duka bersama. Andaikan Fred memiliki niat untuk melakukan kudeta, dia sudah berkontribusi banyak dan layak untuk mendapatkan apa yang dia minta sebelum dieksekusi.“Yang Mulia tahu aku sudah nggak membutuhkan apa-apa lagi. Aku sudah lama bercerai dengan istriku dan anakku ikut dia ke luar negeri. Aku cuma sendiri mendedikasikan hidupku untukmu, Yang Mulia Ratu. Sekarang aku sudah nggak punya permintaan apa-apa lagi. Oh ya, kalau sampai ….”Fred berhenti sejenak, kemudian dia melanjutkan, “Kalau sampai eksperimen ini berhasil, aku bisa terus hidup lebih lama di dalam badan anak itu, aku berharap
Di sebuah ruang bawah tanah yang lembap dan tidak terkena cahaya matahari, begitu masuk langsung tercium bau busuk yang menyengat hidung. Saat pintu dibuka, dan mendengar ada suara kursi roda yang mendekat, orang yang berada di dalam langsung mendongak menatap ke depan.“Ah, Yang Mulia datang untuk menemui aku juga.”Orang itu menyunggingkan senyum yang kaku. Dia yang dulu adalah seorang duta besar terhormat kini menjadi tak lebih dari seperti tawanan perang. Kursi roda berhenti, lalu sang Ratu menatapnya, orang yang sudah meneaninya selama puluhan tahun lebih.“Fred, apa kamu menyesal?” tanyanya.“Menyesal? Apa yang perlu disesali? Aku menyesal kenapa eksperimennya nggak aku lakukan lebih awal? Atau menyesal karena terlalu banyak berpikir? Ataukah menyesal karena aku nggak menyadari lebih awal kalau kamu mencurigaiku? Yang menang memakan yang kalah, itu sudah hukumnya. Nggak ada yang perlu aku sesali.”Sang Ratu sempat terdiam sesaat mendengar kata-kata Fred.“Jadi kamu nggak pernah m
“Tapi sudah terlambat kalau terus menunggu sampai eksperimennya dimulai!” kata Shane seraya menggertakkan gigi.Dia tidak punya sisa waktu lagi untuk bertaruh. Kalau sampai ternyata eksperimennya keburu dimulai, betapa sakit hatinya Shane membayangkan tubuh Nathan yang masih kecil itu harus terbaring di atas meja operasi yang dingin dan dibedah seperti tikus percobaan. Dia tidak bisa menerima hal seperti itu terjadi. Dia tidak tega melihat anaknya yang masih kecil harus mengalami penderitaan yang sebegitu parahnya. Nathan tidak tahu apa-apa dan diculik begitu saja, terpisah dari ayahnya begitu lama. Dan sekarang, dia harus menghadapi semua ini. Bahkan … bahkan dia tidak tahu apa yang akan dia hadapi.“Tapi kalau kamu ke sana sekarang, memangnya kamu bisa menolong Nathan?” Brandon bertanya.“Aku nggak peduli. Kalaupun aku harus mati, aku bakal tetap berusaha!”“Ya sudah, terserah kamu. Pergi sana!” Brandon tak lagi membujuk Shane. Dia memukul meja yang ada di depannya dan berseru kepada
Mau dipikir seperti apa pun, itu rasanya agak mustahil.“Aku juga berharap informasiku salah, tapi ….”Brandon tidak menyelesaikan kalimatnya, tetapi itu sudah menyiratkan intensi yang sangat jelas. Berhubung ini sudah menyangkut nasib Nathan, jika informasi yang dia dapat tidak bisa dipercaya, dia pun tidak akan memberitahukannya kepada Shane.“Jadi selama ini dia nggak mau membebaskan Nathan karena itu? Itu alasan kenapa selama ini aku nggak pernah berhasil menemukan dia. Jadi … mereka dari awal memang nggak ada niat untuk melepaskan Nathan, dan mereka menyandera dia dengan alasan membutuhkan investasi dana dariku, itu semua bohong?!”Rona wajah Shane di saat itu sudah pucat pasi. Suaranya pasti terdengar cukup datar, tetapi bisa terdengar bibirnya sedikit gemetar. Siapa pun yang menghadapi hal semacam ini pasti akan memberikan reaksi yang sama.Chermiko tidak tahu seperti apa rasanya memiliki seorang anak, tetpai dia dapat memahami perasaan Shane. Dia sendiri juga tidak keberatan di
“Ratu mau Fred jadi bahan percobaannya?” Chermiko bertanya, tetapi dia langsung membantah pertanyaan itu. “Nggak, itu mustahil! Aku dulu pernah ada di sana dan banyak tahu tentang R10. eksperimen ini nggak pernah diuji coba karena syarat dari penerimanya terlalu ketat.”Syaratnya adalah mendapatkan dua tubuh yang cocok, dan itu jelas bukan hal yang mudah untuk dicari. Sama seperti melakukan donor organ, tubuh pendonor dan penerima donor harus cocok baru bisa dilaksanakan. Hanya dengan syarat itu terpenuhi barulah tidak terjadi reaksi penolakan. Makanya, kalaupun Ratu punya niat untuk itu, dia harus mencarikan tubuh yang cocok dengan Fred.“Kamu kira nggak ada?” Brandon bertanya balik dan seketika membuat Chermiko dan Shane kaget. Chermiko dan Shane sama-sama dibuat bertanya-tanya, siapa orang yang akan menjadi wadah baru bagi jiwa Fred.“Dan orang yang bakal menampung jiwa Fred itu bukan orang asing. Fred sendiri yang cari,” kata Brandon. “Kalau dia nggak ketemu orang yang cocok, mana
“Sudah nggak ada lagi, itu saja. Dia bilang yang kita butuhkan sekarang cuma waktu. Sebenarnya nggak ada yang penting, sih. Mungkin dia takut karena masih diawasi. Takutnya ada orang yang mendengar percakapan, makanya dia nggak berani bilang banyak.”“Bukan. Informasi pa yang mau diasampaikan sudah semuanya dia kasih tahu ke kamu,” ucap Brandon.Chermiko, “Eh?”Shane, “Hah? Jadi yang Pak Juan mau sampaikan itu apa?”“Pak Juan bilang kita nggak bisa tangani, tapi ada orang lain yang bisa. Orang yang bisa itu maksudnya siapa?” tanya Brandon kepada mereka berdua. Tetapi baik Shane dan Chermiko di saat itu hanya bertukar pandang dan menggelengkan kepala.“Dan juga kenapa kita nggak bisa? Sebelumnya kita sudah tahu mereka ada di dalam kedutaan, terus kenapa tiba-tiba Pak Juan bilang ini di luar batas kemampuan kita?” tanya Brandon lagi.Kali ini Shane dan Chermiko lebih kompak lagi. Mereka berdua sama-sama menggelengkan kepala serentak tanpa perlu menatap satu sama lain.“Karena Pak Juan me
Chermiko datang dengan penuh tanda tanya dan pergi dengan penuh tanda tanya pula. Dia merasa belum mengatakan atau melakukan apa-apa selama dia bertemu dengan kakeknya tadi, dan langsung disuruh pulang begitu saja. Selama perjalanan, Chermiko berulang kali memikirkan apa yang tadi Juan katakan kepadanya, tetapi dia tidak mendapatkan jawabannya. Jadi apa maksud Juan sebenarnya?Begitu Chermiko sampai ke rumah, benar saja Brandon dan Shane sudah menunggunya. Mereka langsung datang menyambut dan bertanya, “Gimana? Mereka ngundang kamu ke sana untuk apa?”Bahkan mobil yang mengikuti Chermiko dari belakang juga sudah melakukan persiapan jaga-jaga apabila terjadi sesuatu yang buruk padanya. Namun mereka bisa tenang setelah mendapat kabar kalau Chermiko sudah dalam perjalanan pulang. Namun di saaat yang sama mereka pun terheran-heran mengapa hanya Chermiko sendiri yang keluar.“Mereka mengancam kamu? Apa saja yang mereka bilang di sana?” tanya Shane. “Pasti Rainie, ‘kan? Kali ini apa lagi yan