Kata-kata Cecilia seketika membuat pikiran Tania menjadi menjadi lebih terbuka. Dia pun bisa berpikir dengan lebih jernih.Benar juga, mengapa juga Tania harus menghentikan suaminya? Daniel ingin membawa anak dan perempuan itu kembali, biarkan saja mereka datang. Akan tetapi, mereka bisa masuk ke rumah ini dengan lancar atau tidak masih belum pasti. Terlebih lagi, sekalipun mereka telah masuk ke rumah ini, apakah mereka pasti bisa hidup dengan tenang?“Mama coba pikir, kalau mereka benar-benar datang ke sini, mereka harus hidup di bawah pengawasan Mama. Mereka pasti nggak akan bisa hidup dengan tenang. Apalagi di dunia yang penuh dengan rintangan ini, siapa juga yang bisa mencapai keinginannya dengan mulus? Semua orang pasti akan berjaga-jaga, kan.” Cecilia mengungkapkan semua yang ada di pikirannya.Tania yang awalnya masih bimbang dan kebingungan, kini seperti mendapat pencerahan. Pikirannya seketika menjadi jernih. Pada dasarnya Tania adalah orang yang cerdas. Dia hanya perlu pencer
Meski sudah siap secara mental, Yuna tetap terkejut ketika melihat kondisi Stella secara langsung.Ada beberapa bekas luka di wajah Stella. Meski sudah dikasih obat, luka-luka itu masih terlihat sedikit bengkak dan kemerahan.“Bukannya kamu bilang kamu hajar dia?” Bagaimanapun, Stella terlihat seperti orang yang kena hajar.Stella tetap berbangga diri, “Iya, dong! Kamu nggak lihat aku pukul dia habis-habisan. Aduh, dia menangis sampai mukanya jelek banget.”Stella merasa penuh kemenangan. Begitu dia mendapati tatapan curiga dari Yuna, dia spontan mengangkat tangan dan menyentuh pipinya sendiri. Dia langsung mendesis ketika jarinya menyentuh lukanya, lalu berkata, “Luka kecil saja ini, nggak sengaja tercakar kukunya. Kamu tahu, kan. Yang namanya kelahi pasti ada balas membalas, sulit dihindari untuk nggak terluka. Tapi dia jauh lebih parah dari aku. Jadi, aku yang hajar dia.”Stella tidak boleh kehilangan wajah. Sekalipun terluka, itu juga sesuatu yang bisa dia banggakan.Sementara itu,
Begitu Stella mengungkit hal tersebut, Yuna otomatis teringat dengan kata-kata Brandon kalau dia tidak pernah punya pacar sebelumnya. Yuna spontan tersenyum dan berkata, “Nggak akan.”“Apanya yang nggak akan?! Kamu nggak lihat keganasan perempuan itu.” Sambil berkata, Stella maju selangkah dan meletakkan satu tangan di depan dadanya. Kemudian, dia meremas tangannya seolah-olah sedang memegang tas. Setelah itu, sorot matanya menjadi tajam, dia pun bersikap dengan sangat arogan.“Dengar baik-baik. Cepat tinggalkan dia. Keluarga Setiawan nggak akan terima sembarang perempuan sebagai menantu. Kamu kira kamu benar-benar akan jadi nyonya besar? Sebutkan saja, berapa banyak uang yang kamu inginkan agar kamu kamu tinggalkan dia? Sepuluh miliar cukup, nggak?”Stella sengaja melebih-lebihkan kata-kata yang Sharon layangkan padanya. Selain itu, suara dan sikap mendominasi yang dibuat-buat itu membuat Yuna tertawa sampai keluar air mata, “Hentikan, Stella. Kamu mau buat aku mati karena tertawa?”“
Stella, “....”Yuna, “....”Masalah menjadi sebuah kesalahpahaman besar.“Bu Edith dengar dari mana desas-desus nggak berdasar ini? Aku sama sekali nggak ada hubungan dengan Pak Brandon.” Stella mengangkat tangan dan menyatakan kalau dia tidak memiliki hubungan dengan Brandon.Istri Brandon yang sebenarnya ada di sini, Stella tidak akan berani merebut posisi itu. Akan tetapi, Edith mengira Stella tidak mau mengakuinya. Karena itu, dia menepuk pundak Stella dan berkata, “Sudah, di sini nggak ada orang luar. Kamu nggak usah berpura-pura lagi. Sudah ada fotonya, kok. Jangan-jangan, kamu mau tunggu sampai hari pernikahan nanti baru kasih tahu kami?”“Foto? Foto apa?” Sampai Edith menyebut soal foto, Yuna baru tersadar.“Sudah ada di koran dan majalah. Bahkan di internet juga ada. Memangnya kamu nggak lihat berita?” Edith lebih terkejut daripada mereka. Bisa-bisanya mereka tidak tahu tentang berita yang sangat mengejutkan itu?!Yuna dan Stella menggelengkan kepala dengan serempak, lalu mere
“Ka ... kamu?!!!”Meski jawabannya sudah jelas, Edith masih merasa sulit untuk percaya, “Kamu?!!!”“Kenapa? Aku nggak bisa?” Yuna merasa lucu ketika melihat reaksi Edith. Seandainya dia tahu reaksi Edith akan selucu ini, Yuna mungkin akan mempertimbangkan untuk memberi tahu dia lebih awal.“Bukannya nggak boleh. Bukan ... ini ....” Perubahan alur ini terlalu tiba-tiba sehingga Edith merasa tidak sanggup menerimanya, “Ternyata kamu?! Tapi kenapa rumor di luar ....”“Hari itu Kak Yuna dan Pak Brandon pergi jenguk aku di rumah sakit. Tapi perhatian aku saat itu semuanya tertuju pada mamaku. Ada masalah dengan sudut pengambilan foto, kelihatannya salah posisi sehingga muncul kesalahpahaman seperti ini,” terang Stella.Begitu mengungkit soal ibunya, Stella tiba-tiba merasa sedih lagi.“Oh begitu. Kalau dilihat seperti ini memang benar, sih.” Setelah melihat foto itu dengan lebih teliti lagi, Edith baru merasa memang ada masalah dengan sudut pengambilan foto. “Wartawan ini ada-ada saja. Mau
“Nggak, lebih tepatnya memang hanya sedikit orang yang tahu soal hubungan kami.” Yuna segera meminta maaf dengan tulus, “Aku benar-benar minta maaf karena merahasiakan ini dari kamu.”Setelah menatap Yuna sebentar, Edith pun melambaikan tangannya dan berkata, “Sudah, aku maafkan kamu, deh.”Edith juga bukan orang yang berpikiran sempit. Apalagi ini urusan pribadi orang lain. Mau beri tahu atau tidak, sebenarnya itu urusan Yuna sendiri.“Ngomong-ngomong, semua data yang kamu inginkan sudah ada di sini. Kamu lihat saja ada nggak yang bisa dipakai. Pihak perusahaan sebenarnya sudah sangat mendesak. Bagaimanapun, setelah penelitian berhasil, maka akan segera masuk ke tahap produksi.” Edith mulai membicarakan tentang pekerjaan dengan serius.Yuna mengangguk dan berkata, “Aku tahu. Sebenarnya sudah hampir selesai, hanya tersisa langkah terakhir. Kalau berhasil, maka produk bisa diproduksi secara resmi. Stella, bantu aku sebentar.”Ada saatnya mereka bercanda. Namun, kalau sudah mulai bekerja
Jadi, foto itu bahkan sudah mendapat persetujuan dari Brandon sebelum diposting? Kalau begitu, apakah Brandon tidak melihat kalau sudut pengambilan foto sama sekali tidak tepat dan akan menimbulkan kesalahpahaman?“Kamu sudah lihat fotonya, belum?” tanya Yuna lagi.Brandon spontan menggelengkan kepalanya. Dia orang yang sangat sibuk. Pada hari itu, asistennya datang dan bertanya padanya. Setelah mengangguk setuju, Brandon pun tidak menanyakan hal itu lagi.Brandon hanya tahu kalau berita gosip sudah diterbitkan di koran dan majalah. Dia ingin membacanya. Namun, setiap kali dia hendak membacanya pasti terhalang dengan urusan lain. Setelah itu, Brandon pun melupakan hal tersebut. Dia baru teringat sekarang, itu pun karena Yuna mengungkit masalah ini.“Kenapa? Kamu sudah lihat? Bagaimana hasil fotonya? Kita terlihat sangat serasi, kan?” tanya Brandon dengan penuh semangat.Yuna tidak tahu harus marah atau tertawa. Ingin dia menjawab serasi, pasangan yang benar-benar sangat serasi. Yang na
Setelah masuk ke dalam rumah, Yuna hendak mengganti sepatunya dengan sandal. Namun, Brandon tiba-tiba berlutut dan membantu Yuna melepas sepatunya.Yuna terkejut dan spontan menarik kembali kakinya, “Apa yang kamu lakukan?”“Bantu kamu ganti sepatu.” Brandon mendongak dan menjawab dengan sangat santai.Akan tetapi, sikap pria itu membuat Yuna merasa tidak nyaman, “Nggak usah, aku bisa sendiri.”Yuna segera melepaskan sepatunya. Tiba-tiba, dia merasa ada aura yang mengintimidasi di belakangnya. Yuna pun melihat ke belakang, lalu mendapati Calvin dan perempuan itu sudah berdiri di depan pintu rumah mereka. Selain itu, tatapan perempuan itu sangat tajam, seolah-olah dia bisa membunuh orang lain hanya dengan tatapannya itu.Yuna mengerutkan keningnya. Perasaan ini membuatnya sangat tidak nyaman. Dia segera memakai sandalnya, lalu pergi mengambil sebotol minuman untuk dirinya sendiri.“Masuk,” kata Brandon.Yuna baru menyadari pelayan yang biasanya bertugas membersihkan rumah juga ada di ru
“Karena kamu begitu setia padaku, aku kasih kamu satu kesempatan lagi,” kata sang Ratu mendesah ringan.“Mau aku jadi bahan percobaanmu? Nggak masalah!” kata Fred dengan alis terangkat. “Toh sekarang aku juga nggak bisa menolak, bukan?”“Apa kamu ada permintaan lain?”Bagaimanapun juga, mereka adalah tuan dan pelayan yang sudah bekerja bersama selama bertahun-tahun, yang sudah melewati suka dan duka bersama. Andaikan Fred memiliki niat untuk melakukan kudeta, dia sudah berkontribusi banyak dan layak untuk mendapatkan apa yang dia minta sebelum dieksekusi.“Yang Mulia tahu aku sudah nggak membutuhkan apa-apa lagi. Aku sudah lama bercerai dengan istriku dan anakku ikut dia ke luar negeri. Aku cuma sendiri mendedikasikan hidupku untukmu, Yang Mulia Ratu. Sekarang aku sudah nggak punya permintaan apa-apa lagi. Oh ya, kalau sampai ….”Fred berhenti sejenak, kemudian dia melanjutkan, “Kalau sampai eksperimen ini berhasil, aku bisa terus hidup lebih lama di dalam badan anak itu, aku berharap
Di sebuah ruang bawah tanah yang lembap dan tidak terkena cahaya matahari, begitu masuk langsung tercium bau busuk yang menyengat hidung. Saat pintu dibuka, dan mendengar ada suara kursi roda yang mendekat, orang yang berada di dalam langsung mendongak menatap ke depan.“Ah, Yang Mulia datang untuk menemui aku juga.”Orang itu menyunggingkan senyum yang kaku. Dia yang dulu adalah seorang duta besar terhormat kini menjadi tak lebih dari seperti tawanan perang. Kursi roda berhenti, lalu sang Ratu menatapnya, orang yang sudah meneaninya selama puluhan tahun lebih.“Fred, apa kamu menyesal?” tanyanya.“Menyesal? Apa yang perlu disesali? Aku menyesal kenapa eksperimennya nggak aku lakukan lebih awal? Atau menyesal karena terlalu banyak berpikir? Ataukah menyesal karena aku nggak menyadari lebih awal kalau kamu mencurigaiku? Yang menang memakan yang kalah, itu sudah hukumnya. Nggak ada yang perlu aku sesali.”Sang Ratu sempat terdiam sesaat mendengar kata-kata Fred.“Jadi kamu nggak pernah m
“Tapi sudah terlambat kalau terus menunggu sampai eksperimennya dimulai!” kata Shane seraya menggertakkan gigi.Dia tidak punya sisa waktu lagi untuk bertaruh. Kalau sampai ternyata eksperimennya keburu dimulai, betapa sakit hatinya Shane membayangkan tubuh Nathan yang masih kecil itu harus terbaring di atas meja operasi yang dingin dan dibedah seperti tikus percobaan. Dia tidak bisa menerima hal seperti itu terjadi. Dia tidak tega melihat anaknya yang masih kecil harus mengalami penderitaan yang sebegitu parahnya. Nathan tidak tahu apa-apa dan diculik begitu saja, terpisah dari ayahnya begitu lama. Dan sekarang, dia harus menghadapi semua ini. Bahkan … bahkan dia tidak tahu apa yang akan dia hadapi.“Tapi kalau kamu ke sana sekarang, memangnya kamu bisa menolong Nathan?” Brandon bertanya.“Aku nggak peduli. Kalaupun aku harus mati, aku bakal tetap berusaha!”“Ya sudah, terserah kamu. Pergi sana!” Brandon tak lagi membujuk Shane. Dia memukul meja yang ada di depannya dan berseru kepada
Mau dipikir seperti apa pun, itu rasanya agak mustahil.“Aku juga berharap informasiku salah, tapi ….”Brandon tidak menyelesaikan kalimatnya, tetapi itu sudah menyiratkan intensi yang sangat jelas. Berhubung ini sudah menyangkut nasib Nathan, jika informasi yang dia dapat tidak bisa dipercaya, dia pun tidak akan memberitahukannya kepada Shane.“Jadi selama ini dia nggak mau membebaskan Nathan karena itu? Itu alasan kenapa selama ini aku nggak pernah berhasil menemukan dia. Jadi … mereka dari awal memang nggak ada niat untuk melepaskan Nathan, dan mereka menyandera dia dengan alasan membutuhkan investasi dana dariku, itu semua bohong?!”Rona wajah Shane di saat itu sudah pucat pasi. Suaranya pasti terdengar cukup datar, tetapi bisa terdengar bibirnya sedikit gemetar. Siapa pun yang menghadapi hal semacam ini pasti akan memberikan reaksi yang sama.Chermiko tidak tahu seperti apa rasanya memiliki seorang anak, tetpai dia dapat memahami perasaan Shane. Dia sendiri juga tidak keberatan di
“Ratu mau Fred jadi bahan percobaannya?” Chermiko bertanya, tetapi dia langsung membantah pertanyaan itu. “Nggak, itu mustahil! Aku dulu pernah ada di sana dan banyak tahu tentang R10. eksperimen ini nggak pernah diuji coba karena syarat dari penerimanya terlalu ketat.”Syaratnya adalah mendapatkan dua tubuh yang cocok, dan itu jelas bukan hal yang mudah untuk dicari. Sama seperti melakukan donor organ, tubuh pendonor dan penerima donor harus cocok baru bisa dilaksanakan. Hanya dengan syarat itu terpenuhi barulah tidak terjadi reaksi penolakan. Makanya, kalaupun Ratu punya niat untuk itu, dia harus mencarikan tubuh yang cocok dengan Fred.“Kamu kira nggak ada?” Brandon bertanya balik dan seketika membuat Chermiko dan Shane kaget. Chermiko dan Shane sama-sama dibuat bertanya-tanya, siapa orang yang akan menjadi wadah baru bagi jiwa Fred.“Dan orang yang bakal menampung jiwa Fred itu bukan orang asing. Fred sendiri yang cari,” kata Brandon. “Kalau dia nggak ketemu orang yang cocok, mana
“Sudah nggak ada lagi, itu saja. Dia bilang yang kita butuhkan sekarang cuma waktu. Sebenarnya nggak ada yang penting, sih. Mungkin dia takut karena masih diawasi. Takutnya ada orang yang mendengar percakapan, makanya dia nggak berani bilang banyak.”“Bukan. Informasi pa yang mau diasampaikan sudah semuanya dia kasih tahu ke kamu,” ucap Brandon.Chermiko, “Eh?”Shane, “Hah? Jadi yang Pak Juan mau sampaikan itu apa?”“Pak Juan bilang kita nggak bisa tangani, tapi ada orang lain yang bisa. Orang yang bisa itu maksudnya siapa?” tanya Brandon kepada mereka berdua. Tetapi baik Shane dan Chermiko di saat itu hanya bertukar pandang dan menggelengkan kepala.“Dan juga kenapa kita nggak bisa? Sebelumnya kita sudah tahu mereka ada di dalam kedutaan, terus kenapa tiba-tiba Pak Juan bilang ini di luar batas kemampuan kita?” tanya Brandon lagi.Kali ini Shane dan Chermiko lebih kompak lagi. Mereka berdua sama-sama menggelengkan kepala serentak tanpa perlu menatap satu sama lain.“Karena Pak Juan me
Chermiko datang dengan penuh tanda tanya dan pergi dengan penuh tanda tanya pula. Dia merasa belum mengatakan atau melakukan apa-apa selama dia bertemu dengan kakeknya tadi, dan langsung disuruh pulang begitu saja. Selama perjalanan, Chermiko berulang kali memikirkan apa yang tadi Juan katakan kepadanya, tetapi dia tidak mendapatkan jawabannya. Jadi apa maksud Juan sebenarnya?Begitu Chermiko sampai ke rumah, benar saja Brandon dan Shane sudah menunggunya. Mereka langsung datang menyambut dan bertanya, “Gimana? Mereka ngundang kamu ke sana untuk apa?”Bahkan mobil yang mengikuti Chermiko dari belakang juga sudah melakukan persiapan jaga-jaga apabila terjadi sesuatu yang buruk padanya. Namun mereka bisa tenang setelah mendapat kabar kalau Chermiko sudah dalam perjalanan pulang. Namun di saaat yang sama mereka pun terheran-heran mengapa hanya Chermiko sendiri yang keluar.“Mereka mengancam kamu? Apa saja yang mereka bilang di sana?” tanya Shane. “Pasti Rainie, ‘kan? Kali ini apa lagi yan
“Kami semua panik setengah mati waktu dengar Kakek dibawa. Untung saja Kakek baik-baik saja!”“Omong kosong! Kalau kamu pani, kenapa baru sekarang kamu datang menolongku?” tanya Juan melotot.“Bukannya nggak mau nolong, tapi tempat ini nggak bisa main datang kapan pun aku mau. Lagi pula aku tahu sifat Kakek. Kalau Kakek sendiri yang mau ke sana, aku bujuk untuk pulang kayak apa juga Kakek nggak bakal mau pulang! Kakek sendiri yang mau datang ke sini untuk menolong Yuna, ‘kan?”Dengan tatapan mata setuju, Juan menatap Chermiko dan berkata padanya, “Iya, sih. Akhir-akhir ini kamu ada banyak kemajuan juga, ya. Kamu sudah bisa menganalisis keadaan dengan baik dan bisa mengerti sifatku seperti apa.”Chermiko terlihat tidak terlalu senang meski mendapat pujian dari kakeknya. Saat ini dia punya masalah yang lebih mendesak untuk dia sampaikan.“Kakek yang minta aku datang ke sini, ya?” tanyanya.“Ya, untung saja mereka kasih aku ketemu orang lain! Kalau Brandon, mereka pasti nggak akan setuju.
Chermio sudah berada di ruang tamu kedutaan dan melihat sekelilingnya. Dia curiga apakah tempat ini menyimpan suatu konspirasi, karena di antara yang lain, hanya dia sendiri yang mendapatan undangan secara tiba-tiba.Mereka bertiga kaget saat mendapat undangan tersebut. Tidak ada yang menyangka ternyata undangan itu ditujukan kepada Chermiko, dan tidak ada yang tahu apa maksud dari undangannya. Apalagi Chermiko juga yang paling asing dengan kedutaan dibanding Shane atau Brandon. Setelah melalui proses perundingan yang cukup laa, akhirnya mereka bertiga mencapai kesepakatan bersama, Chermiko harus pergi!Jika tidak pergi, bagaimana mereka bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan undangan ini juga dibuat secara resmi, jadi seharusnya tidak akan ada keanehan yang terjadi, atau surat ini tidak akan sampai ke tangan mereka. Maka itu Chermiko datang sesuai dengan waktu dan tempat undangan. Saat masuk dia juga diperiksa karena untuk masuk ke kedutaan tidak diizinkan membawa barang-barang ya