Share

Bab 382

Penulis: Awan
Brandon mengangkat alisnya, lalu bertanya dengan dingin, “Jadi, kamu ingin aku tambahkan nomornya lagi?”

“Boleh, kok!” jawab Yuna tanpa merasa ada yang salah sama sekali. Dia pun mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya. Hanya saja, mulutnya tidak bisa diam, “Kamu bilang keluarga kalian sudah lama berteman. Kamu nggak mungkin putuskan hubungan dengan begitu saja, kan? Kamu blokir nomornya, memangnya kalian nggak akan bertemu lagi? Kamu nggak akan bertemu keluarganya lagi? Jadi apa pun masalahnya, lebih baik bicarakan baik-baik. Main langsung blokir nomornya rasanya benar-benar ....”

“Benar-benar apa?” Suara Brandon terdengar lebih dingin. Pria itu sudah berdiri di belakang Yuna.

“Bukan apa-apa.” Yuna mencungkil sabun Savon de Marseille di depannya dengan jari. Dia merasa sabun itu sangat halus dan lembut. Dia pun melihat jari-jarinya, lalu tersenyum, “Aku hanya merasa itu agak kekanak-kanakan.”

Gadis itu hanya meneriaki Brandon dua kali, Brandon langsung memblokir nomornya. Bahkan membl
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Hanik Zulfa
kok tb2 nmnya ganti naomi gmn sih thour
goodnovel comment avatar
tinie wibi
kok jadi naomi sih, bukannya td sharon ya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 383

    Karena penasaran, Yuna pun mendekat dan melihat nama yang tertera di layar ponsel, Calvin.Setelah itu, Yuna melirik Brandon. Wajah pria itu terlihat kesal, tapi pada akhirnya dia tetap menekan tombol jawab, “Katakan.”Mungkin karena wajah Brandon terlalu dingin, atau suaranya yang terlalu dingin. Intinya, Calvin terkejut begitu Brandon menerima panggilannya. Padahal dia tadinya hendak mengeluh, tapi semua itu tiba-tiba tersangkut di tenggorokannya. Dia hanya menatap Brandon tanpa mengucapkan sepatah kata pun.“Pfft ....”Yuna tidak dapat menahan diri, dia pun tertawa pelan. Dia melihat ekspresi wajah pria di layar ponsel dari samping dan merasa pria itu terlalu lucu.Masalahnya, Calvin melakukan panggilan video di saat yang sangat tidak tepat. Kentara sekali suasana hati Brandon sangat buruk. Calvin menelepon di saat seperti ini, dengan panggilan video pula. Yuna diam-diam merasa kasihan padanya.“Ada perempuan?!” Pendengaran Calvin sangat tajam. Meskipun hanya suara yang sangat kecil

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 384

    “Tapi ....”Tanpa menunggu Calvin menyelesaikan kalimatnya, Brandon memanggil nama pria itu lagi, “Calvin Kusnadi....”Calvin, “Kenapa?”Brandon memanggilnya dengan nama lengkap, kesannya sangat menakutkan. Rasanya seperti pada detik berikutnya, Brandon akan memakan orang.“Lain kali jangan video call aku lagi,” kata Brandon.“Ke-kenapa?” Pikiran bawah sadar merasa tidak akan ada jawaban baik, tapi mulutnya tetap saja tidak tahan untuk bertanya.“Jelek.” Brandon hanya mengucapkan satu kata, lalu menutup telepon dan percakapan berakhir.Calvin, “....”Yuna tertegun selama dua detik. Setelah itu, dia tertawa terbahak-bahak. Apakah tidak apa-apa Brandon memberikan pukulan seperti itu kepada Calvin? Mulutnya begitu tajam, Brandon pasti punya banyak musuh, kan? Namun bagaimanapun, pria itu tidak takut punya musuh.Setelah melihat Brandon melakukan dua panggilan telepon membuat Yuna merasa seperti habis menonton film komedi. Masalahnya, Yuna tidak bisa tertawa sampai keluar suara. Barusan di

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 385

    Yuna pertama kalinya melihat suaminya marah. Selain itu, marah untuk waktu yang cukup lama. Sepanjang malam, Brandon tidak mengatakan sepatah kata pun. Meskipun dia tidak melampiaskan amarahnya atau melakukan hal lain, Yuna tetap bisa merasakan kalau pria itu sangat kesal.Yuna cemburu, Brandon tidak senang. Sudah cemburu, tetap saja tidak senang?Sebenarnya Yuna tidak memiliki banyak pengalaman dalam berkencan. Sewaktu dia menjalin hubungan dengan Logan dulu, dia juga tidak memiliki pengalaman merasa cemburu. Bagaimanapun, di mata Yuna saat itu, mereka berjuang dan bekerja keras bersama demi masa depan. Pada saat itu, Yuna juga menganggap Valerie adalah temannya dan Logan. Yuna sama sekali tidak berpikir akan terjadi sesuatu di antara mereka.Setelah itu, perselingkuhan mereka terungkap. Yuna juga merasa dikhianati, dimanfaatkan dan ditipu. Dia sangat marah, juga sangat sedih.Sekarang kalau dipikir kembali, kemarahannya lebih besar dari kesedihan. Kalau soal cemburu, sepertinya tidak

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 386

    Siapa juga yang tahu!Penampilan Yuna saat memutar matanya justru terlihat sangat imut. Brandon spontan tertawa, kegembiraan terpancar dari kedua matanya, lalu perlahan-lahan menyebar ke seluruh wajahnya.“Sudah, yang sudah berlalu biarlah berlalu, nggak perlu diungkit-ungkit lagi.” Brandon mengulurkan tangannya dan mengusap rambut Yuna sambil berkata, “Siapa yang telepon?”Yuna memanyunkan bibir, lalu menggosok kepalanya sendiri. Apa maksudnya yang sudah berlalu biarlah berlalu? Seolah-olah Yuna yang marah kemarin. Sekarang sudah selesai, tidak perlu diungkit-ungkit lagi. Sikap Brandon membuatnya semakin bingung.Namun, untungnya Brandon dalam suasana hati baik. Karena itu, Yuna juga tidak ingin perhitungan dengannya lagi. Dia pun menjawab, “Lisa yang telepon. Dia bilang dia ingin ajak aku makan bersama. Aku harus pergi.”“Oh, begitu ....”“Hari ini kamu ada rencana lain, nggak? Kalau nggak ada, aku akan pergi menemuinya.”“Nggak apa-apa, kamu pergi saja,” ujar Brandon sambil tersenyu

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 387

    Setibanya Yuna di tempat dia tujuan, dia baru tahu kalau tempat itu adalah sebuah klub pribadi yang sangat mewah. Semua ini jelas sudah diatur dengan hati-hati. Setelah menyebutkan namanya, seseorang membawa Yuna ke atas.Tempat Yuna berada saat ini bukan ruang pribadi. Hanya saja, seluruh lantai dua itu kosong. Terdapat sebuah restoran kaca yang menyuguhkan pemandangan 360 derajat, unik dan romantis. Selain itu, ada orang yang memainkan biola. Musik merdu mengalun, membuat orang yang berada di sana merasa rileks.“Yuna!” Lisa memanggil Yuna sembari melambaikan tangan.Sebenarnya, meski Lisa tidak memanggilnya, Yuna juga telah melihat perempuan itu. Karena selain para pelayan, Lisa satu-satunya orang yang berada di situ.“Lisa.” Yuna berjalan ke arah Lisa dan memeluknya. Pada saat Yuna melepaskan pelukannya, Lisa langsung menjelaskan sambil tersenyum, “Pak Shane masih ada urusan, dia akan datang nanti. Dia minta aku sampaikan permintaan maaf padamu.”“Nggak apa-apa.” Yuna tersenyum, “S

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 388

    Namun, Lisa justru menggelengkan kepalanya. Bibirnya tiba-tiba melengkung, “Sejak awal mereka nggak pernah menikah, bagaimana mereka bisa cerai.”“Hah ...,” seru Yuna kaget. Yuna spontan berpikir apakah di luar negeri benar-benar terbuka begini? Tidak menikah, tapi anak sudah sebesar itu?“Sebenarnya, Nathan hasil dari rencana yang dibuat Helen,” Lisa berkata pelan sambil menghela napas.Lisa melihat ke luar jendela, seolah-olah dia tenggelam dalam ingatannya sendiri. Sebenarnya dia bisa mengetahui hal-hal ini karena saat itu dia menganggap Helen sebagai temannya. Bahkan, dia juga bersimpati pada Helen.“Rencana? Anak itu bukan punya dia?”“Bukan, Nathan memang anaknya. Helen dari dulu sangat menyukai Shane. Dia mencintai Shane sampai menggila. Dia bahkan bersumpah harus nikah dengan Shane. Tapi Shane sama sekali nggak tertarik padanya. Kemudian, Helen pakai trik sedikit, akhirnya dia pun hamil. Pada awalnya dia kira, begitu punya anak, Shane pasti akan nikahi dia. Tapi siapa sangka, S

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 389

    Begitu Shane muncul, dia pun mendengar percakapan mereka dan langsung ikut menimpali.“Pak Shane.” Yuna langsung berdiri dan menyapa ketika melihat Shane datang. Shane melambaikan tangan sebagai isyarat agar mereka duduk. Tangannya yang lain sedang menggandeng seorang anak kecil.“Hai, Tante,” sapa Nathan dengan sopan. Suaranya yang renyah sangat enak didengar.“Hai, Nathan.” Lisa menanggapi sambil tersenyum, dia seharusnya sudah lebih akrab dengan anak itu.Yuna juga mengangguk dan membalas sapaannya, “Hai.”Anak itu memegang sebuah kotak yang dikemas dengan indah. Dia melepaskan tangan ayahnya, lalu berjalan ke arah Yuna. Setelah itu, dia menyerahkan kotak itu kepada Yuna, “Tante, Papa bilang, Tante yang sudah menyelamatkan aku. Aku nggak bisa balas kebaikan Tante. Ini hadiah kecil dari aku, mohon diterima.”Terlepas dari usianya yang masih kecil, anak itu berbicara dengan sopan. Kalau hadiah itu dari Shane, Yuna mungkin akan menolaknya. Namun, karena itu pemberian Nathan, Yuna pikir

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 390

    Yuna melihat Shane tidak seperti sedang omong kosong. Kemudian, dia melihat wajah Nathan yang putih dan menggemaskan. Namun, kulit putihnya terlihat lemah dan tidak sehat, membuat orang merasa kasihan padanya.“Kenapa bisa begitu?”“Katanya kemungkinan karena keturunan, tapi masih belum pasti. Dunia begitu besar, ada banyak penyakit yang nggak bisa disembuhkan, sudah nggak heran.” Shane terlihat sangat tenang ketika mengatakan hal itu. Dia sama sekali tidak menghela napas, seolah-olah itu hanyalah sebuah penyakit biasa.Yuna melihat Nathan lagi. Anak itu begitu pendiam, persis seperti Shane yang bersikap tenang.Tiba-tiba Nathan menyadari Yuna sedang melihatnya. Mungkin dia bisa merasa tatapan Yuna penuh dengan belas kasihan. Anak itu justru berkata, “Tante, aku nggak sakit. Aku sudah terbiasa, nggak apa-apa.”“....”Semakin Nathan berkata seperti itu, Yuna semakin merasa tidak nyaman. Bagaimanapun, Nathan hanya seorang anak kecil. Di usianya yang begitu muda dia harus mengalami pender

Bab terbaru

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2387

    “Tapi sudah terlambat kalau terus menunggu sampai eksperimennya dimulai!” kata Shane seraya menggertakkan gigi.Dia tidak punya sisa waktu lagi untuk bertaruh. Kalau sampai ternyata eksperimennya keburu dimulai, betapa sakit hatinya Shane membayangkan tubuh Nathan yang masih kecil itu harus terbaring di atas meja operasi yang dingin dan dibedah seperti tikus percobaan. Dia tidak bisa menerima hal seperti itu terjadi. Dia tidak tega melihat anaknya yang masih kecil harus mengalami penderitaan yang sebegitu parahnya. Nathan tidak tahu apa-apa dan diculik begitu saja, terpisah dari ayahnya begitu lama. Dan sekarang, dia harus menghadapi semua ini. Bahkan … bahkan dia tidak tahu apa yang akan dia hadapi.“Tapi kalau kamu ke sana sekarang, memangnya kamu bisa menolong Nathan?” Brandon bertanya.“Aku nggak peduli. Kalaupun aku harus mati, aku bakal tetap berusaha!”“Ya sudah, terserah kamu. Pergi sana!” Brandon tak lagi membujuk Shane. Dia memukul meja yang ada di depannya dan berseru kepada

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2386

    Mau dipikir seperti apa pun, itu rasanya agak mustahil.“Aku juga berharap informasiku salah, tapi ….”Brandon tidak menyelesaikan kalimatnya, tetapi itu sudah menyiratkan intensi yang sangat jelas. Berhubung ini sudah menyangkut nasib Nathan, jika informasi yang dia dapat tidak bisa dipercaya, dia pun tidak akan memberitahukannya kepada Shane.“Jadi selama ini dia nggak mau membebaskan Nathan karena itu? Itu alasan kenapa selama ini aku nggak pernah berhasil menemukan dia. Jadi … mereka dari awal memang nggak ada niat untuk melepaskan Nathan, dan mereka menyandera dia dengan alasan membutuhkan investasi dana dariku, itu semua bohong?!”Rona wajah Shane di saat itu sudah pucat pasi. Suaranya pasti terdengar cukup datar, tetapi bisa terdengar bibirnya sedikit gemetar. Siapa pun yang menghadapi hal semacam ini pasti akan memberikan reaksi yang sama.Chermiko tidak tahu seperti apa rasanya memiliki seorang anak, tetpai dia dapat memahami perasaan Shane. Dia sendiri juga tidak keberatan di

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2385

    “Ratu mau Fred jadi bahan percobaannya?” Chermiko bertanya, tetapi dia langsung membantah pertanyaan itu. “Nggak, itu mustahil! Aku dulu pernah ada di sana dan banyak tahu tentang R10. eksperimen ini nggak pernah diuji coba karena syarat dari penerimanya terlalu ketat.”Syaratnya adalah mendapatkan dua tubuh yang cocok, dan itu jelas bukan hal yang mudah untuk dicari. Sama seperti melakukan donor organ, tubuh pendonor dan penerima donor harus cocok baru bisa dilaksanakan. Hanya dengan syarat itu terpenuhi barulah tidak terjadi reaksi penolakan. Makanya, kalaupun Ratu punya niat untuk itu, dia harus mencarikan tubuh yang cocok dengan Fred.“Kamu kira nggak ada?” Brandon bertanya balik dan seketika membuat Chermiko dan Shane kaget. Chermiko dan Shane sama-sama dibuat bertanya-tanya, siapa orang yang akan menjadi wadah baru bagi jiwa Fred.“Dan orang yang bakal menampung jiwa Fred itu bukan orang asing. Fred sendiri yang cari,” kata Brandon. “Kalau dia nggak ketemu orang yang cocok, mana

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2384

    “Sudah nggak ada lagi, itu saja. Dia bilang yang kita butuhkan sekarang cuma waktu. Sebenarnya nggak ada yang penting, sih. Mungkin dia takut karena masih diawasi. Takutnya ada orang yang mendengar percakapan, makanya dia nggak berani bilang banyak.”“Bukan. Informasi pa yang mau diasampaikan sudah semuanya dia kasih tahu ke kamu,” ucap Brandon.Chermiko, “Eh?”Shane, “Hah? Jadi yang Pak Juan mau sampaikan itu apa?”“Pak Juan bilang kita nggak bisa tangani, tapi ada orang lain yang bisa. Orang yang bisa itu maksudnya siapa?” tanya Brandon kepada mereka berdua. Tetapi baik Shane dan Chermiko di saat itu hanya bertukar pandang dan menggelengkan kepala.“Dan juga kenapa kita nggak bisa? Sebelumnya kita sudah tahu mereka ada di dalam kedutaan, terus kenapa tiba-tiba Pak Juan bilang ini di luar batas kemampuan kita?” tanya Brandon lagi.Kali ini Shane dan Chermiko lebih kompak lagi. Mereka berdua sama-sama menggelengkan kepala serentak tanpa perlu menatap satu sama lain.“Karena Pak Juan me

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2383

    Chermiko datang dengan penuh tanda tanya dan pergi dengan penuh tanda tanya pula. Dia merasa belum mengatakan atau melakukan apa-apa selama dia bertemu dengan kakeknya tadi, dan langsung disuruh pulang begitu saja. Selama perjalanan, Chermiko berulang kali memikirkan apa yang tadi Juan katakan kepadanya, tetapi dia tidak mendapatkan jawabannya. Jadi apa maksud Juan sebenarnya?Begitu Chermiko sampai ke rumah, benar saja Brandon dan Shane sudah menunggunya. Mereka langsung datang menyambut dan bertanya, “Gimana? Mereka ngundang kamu ke sana untuk apa?”Bahkan mobil yang mengikuti Chermiko dari belakang juga sudah melakukan persiapan jaga-jaga apabila terjadi sesuatu yang buruk padanya. Namun mereka bisa tenang setelah mendapat kabar kalau Chermiko sudah dalam perjalanan pulang. Namun di saaat yang sama mereka pun terheran-heran mengapa hanya Chermiko sendiri yang keluar.“Mereka mengancam kamu? Apa saja yang mereka bilang di sana?” tanya Shane. “Pasti Rainie, ‘kan? Kali ini apa lagi yan

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2382

    “Kami semua panik setengah mati waktu dengar Kakek dibawa. Untung saja Kakek baik-baik saja!”“Omong kosong! Kalau kamu pani, kenapa baru sekarang kamu datang menolongku?” tanya Juan melotot.“Bukannya nggak mau nolong, tapi tempat ini nggak bisa main datang kapan pun aku mau. Lagi pula aku tahu sifat Kakek. Kalau Kakek sendiri yang mau ke sana, aku bujuk untuk pulang kayak apa juga Kakek nggak bakal mau pulang! Kakek sendiri yang mau datang ke sini untuk menolong Yuna, ‘kan?”Dengan tatapan mata setuju, Juan menatap Chermiko dan berkata padanya, “Iya, sih. Akhir-akhir ini kamu ada banyak kemajuan juga, ya. Kamu sudah bisa menganalisis keadaan dengan baik dan bisa mengerti sifatku seperti apa.”Chermiko terlihat tidak terlalu senang meski mendapat pujian dari kakeknya. Saat ini dia punya masalah yang lebih mendesak untuk dia sampaikan.“Kakek yang minta aku datang ke sini, ya?” tanyanya.“Ya, untung saja mereka kasih aku ketemu orang lain! Kalau Brandon, mereka pasti nggak akan setuju.

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2381

    Chermio sudah berada di ruang tamu kedutaan dan melihat sekelilingnya. Dia curiga apakah tempat ini menyimpan suatu konspirasi, karena di antara yang lain, hanya dia sendiri yang mendapatan undangan secara tiba-tiba.Mereka bertiga kaget saat mendapat undangan tersebut. Tidak ada yang menyangka ternyata undangan itu ditujukan kepada Chermiko, dan tidak ada yang tahu apa maksud dari undangannya. Apalagi Chermiko juga yang paling asing dengan kedutaan dibanding Shane atau Brandon. Setelah melalui proses perundingan yang cukup laa, akhirnya mereka bertiga mencapai kesepakatan bersama, Chermiko harus pergi!Jika tidak pergi, bagaimana mereka bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan undangan ini juga dibuat secara resmi, jadi seharusnya tidak akan ada keanehan yang terjadi, atau surat ini tidak akan sampai ke tangan mereka. Maka itu Chermiko datang sesuai dengan waktu dan tempat undangan. Saat masuk dia juga diperiksa karena untuk masuk ke kedutaan tidak diizinkan membawa barang-barang ya

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2380

    Saat Ross berniat untuk berlari keluar lagi, seketika Ricky datang membuka pintu dari luar.“Pangeran Ross.”“Ah! Kamu yang kasih perintah ke mereka untuk nggak kasih aku keluar dari kamar ini?”“Pangeran Ross jangan salah paham. Aku nggak punya wewenang untuk itu. Ini semua perintah langsung dari Yang Mulia.”“Aku nggak percaya! Mamaku saja sekarang lagi pingsan. Mana mungkin dia kasih perintah ke kamu untuk menahanku di sini. Kamu pikir aku nggak tahu kamu cuma menggunakan perintah untuk berbuat semena-mena di sini?! Kamu nggak ada bedanya sama Fred!”Seketika mendengar itu, terlihat ada sebersit ekspresi kesal di mata Ricky. Dia pun lalu berkata, “Pangeran Ross tolong jangan samakan aku dengan si pengkhianat itu.”Nada bicara Ricky dipenuhi dengan perasaan tidak puas. Bagi Ricky, Fred adalah pengkhianat yang bahkan namanya tidak layak untuk disebut. Ratu memberikan kepercayaan yang begitu besar kepadanya, menyerahkan tugas yang sangat penting, tetapi dengan keserakahanya, dia dengan

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2379

    “Andaikan kamu nggak selamat. Menurut kamu apa yang bakal terjadi?” tanya Juan.“.…”Sebelum Ratu membuka mulut, Juan melanjutkan, “Apa dunia bakal kiamat? Nggak, nggak bakal! Nggak bakal terjadi apa-apa! Begitu kita mati, kita sudah nggak bisa apa-apa lagi, baik itu rakyatmu, anakmu, atau apa pun itu, semuanya sudah bukan urusan kita lagi! Kamu sudah nggak lagi mengatur dunia ini. Kamu bahkan sudah nggak perlu pusing lagi sama pemakamanmu.”“.…”“Hidup manusia paling cuma bertahan beberapa puluh tahun saja, apa menurut kamu itu kurang? Sebenarnya itu sudah lebih dari cukup selama setiap harinya kita jalani dengan penuh sukacita! Banyak banget orang yang hidupnya sampai di umur kita, jadi kenapa kamu malah mempersulit diri sendiri? Jadi saranku, kamu nggak perlu terlalu pusing terlalu banyak mikir, cukup jalani hari-hari dengan senang hati, itu lebih penting dari apa pun. Untuk apa kamu harus pusing sama urusan negara ataupun perdamaian dunia. Kamu serahkan saja ke generasi berikutnya!

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status