Share

Bab 2356

Author: Awan
Ratu hanya tersenyum dan meninggalkan gudang itu. Sampai di depan pintu, dia langsung disambut oleh pengawal yang tadi mengantarnya. Dengan kedua tangannya Ratu memegang kedua pegangan kursi roda belakang hingga kursi roda berhenti, kemudian dia berkata kepada pengawal itu, “Taruh dia dan Yuna di satu kamar yang sama. Kamarnya harus yang luas dan nyaman!”

“... siap!” jawabnya.

Sekali lagi, sang Ratu menoleh ke belakang seraya menghela napas panjang melihat pintu gudang tertutup.

***

Tak jauh sejak Shane keluar dari gedung kedutaan Yuraria, sebuah mobil perlahan berhenti persis di sampingnya. Shane berhenti dan melirik sejenak, kemudian naik ke mobil tersebut.

Brandon yang ada di dalam mobil itu bertanya padanya, “Gimana?”

“Sudah kukasih ke dia,” jawab Shane, datar dan tanpa ekspresi.

“Dia percaya?”

“Seharusnya … percaya.”

“Rainie itu terlalu sombong dan curigaan. Kamu kasih ke dia langsung pun dia pasti masih curiga. Tapi makin nggak kasih, dia makin mencari cara untuk mendapatkannya,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2357

    “Hati kamu pasti tetap sakit,” ujar Brandon. Dia pun dapat memahami perasaan Shane. Andaikan di saat itu juga ada yang bilang kalau terjadi sesuatu kepada anaknya, dia juga pasti tidak akan bisa terima. Sama seperti beberapa hari lalu saat Brandon baru mengambil anaknya kembali, dia merasakan ketegangan luar biasa yang tak mungkin bisa dia jelaskan dengan kata-kata.“Kalian tenang saja. Aku nggak apa-apa. Aku cuma merasa sedikit sedih, tapi … selama aku belum lihat Nathan langsung, entah dalam keadaan hidup atau mati … aku nggak bakal menyerah,” kata Shane.“Benar!” seru Brandon. “Rainie pasti sengaja cuma mau memancing kamu. Nathan diculik bukan cuma satu dua hari saja. Dia sudah lama diculik dan nggak ada kabar apa-apa, kenapa tiba-tiba Rainie baru bilang kalau dia mati? Kenapa nggak dibunuh saja dari dulu, kenapa baru sekarang?”Analisis yang berdasarkan logika ini Brandon lontarkan bukan semata-mata untuk menghibur Shane, tetapi karena memang terdapat kejanggalan di dalamnya. Natha

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2358

    Shane langsung terdiam, tetapi dalam hati dia masih ragu dan tidak bisa mengatakan dengan konkret di mana yang aneh. Mereka bertiga sama-sama berpikir, dan tiba-tiba saja mobil yang mereka naiki rem mendadak dan banting setir ke samping.Mereka bertiga seketika terhempas dan setelah duduk tenang kembali, Brandon melihat ke depan, “Ada apa?”“Pak Brandon …,” si sopir tergagap dan menunjuk ke depan.Brandon mengikuti arah jarinya ke depan dan melihat persis di depan mobil ada seorang perempuan yang membentangkan kedua tangannya. Sudah jelas, karena perempuan itu menghadang makanya mobil rem mendadak. Begitu mobil berhenti, perempuan itu segera mendekat ke pintu dan memukul bodi mobil dengan keras.Seketika melihat dengan jelas siapa identitas perempuan itu, Chermiko langsung berseru, “Kenapa ada dia?!”Rupanya perempuan itu adalah Susan, ibunya Rainie, yang tentu Chermiko kenali. Namun Chermiko masih tak habis pikir mengapa Susan bisa tiba-tiba muncul di tempat ini dan menghalangi mobil

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2359

    “Nggak, itu nggak mungkin. Mana mungkin anakku sendiri nggak mau ketemu aku. Dia pasti lagi dalam bahaya, aku yakin!”“Sekarang Rainie lagi dilindungi di dalam kedutaan, dia juga sampai menjilat bule-bule yang ada di sana. Memang ada bahaya apa di sana? Kalau ada, justru dia yang membahayakan orang lain,” ujar Chermiko.“Sembarangan!” sahut Susan dengan mata memerah. “Rainie-ku anak yang paling baik, paling pintar, paling serba bisa. Kalian yang iri sama dia, makanya kalian menculik dan menyekap dia.”“.…”Chermiko kehabisan kata-kata mendengarnya. Dia menatap Brandon, dan Brandon juga mengerutkan keningnya melihat perempuan yang ada di depan mereka. Rambut Susan acak-acakan, dan pakaiannya juga kelihatan lusuh. Dia terlihat 180 derajat dengan penampilannya yang biasa terlihat elegan. Matanya yang bengkak memerah membuktikan Susan sudah berhari-hari tidak istirahat.“Dia nggak ada di tempatku,” kata Brandon.Di mata Brandon, Susan hanyalah seorang perempuan yang kasihan dan tidak thau

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2360

    Melihat Susan perlahan mulai menjauh dengan langkah tertatih dan akhirnya tak terlihat lagi, Chermiko melongok dan bertanya, “Dia sudah gila, ya?”“Mungkin,” jawab Brandon. Dia juga tidak bisa mengutarakan apa yang dia rasakan dengan jelas. Dia tidak memiliki dendam atau kebencian terhadap Susan, tetapi juga bukan berarti hubungan mereka baik-baik saja. Brandon hanya menganggap dia sebagai wanita biasa yang patut dikasihani.Keluarganya Rainie jatuh sampai seperti ini juga bukan sepenuhnya salah Susan seorang. Memang dia sudah melakukan banyak kesalahan, tetapi tidak serta merta dia saja yang bersalah. Selain berusaha untuk menenangkannya sementara waktu, tidak ada lagi yang bisa Brandon lakukan untuknya.“Kalau Rainie tahu mamanya jadi seperti ini, gimana perasaannya, ya?” tanya Chermiko.“Seharusnya dia nggak akan merasakan apa-apa,” jawab Brandon seraya berbalik ke mobilnya. Dia tidak hanya sekali melihat sikap Rainie terhadap ibunya yang begitu dingin. Hubungan mereka berdua tidak

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2361

    Mereka tetap tidak mengindahkan perintah ratu mereka, dan malah menaruh nampan tersebut di atas meja kecil yang ada di samping.“Yang Mulia harus makan, atau nanti badan Yang Mulia jadi lemah,” ujarnya dengan suara yang lemah lembut, sungguh berbeda dengan wujud fisiknya yang tinggi besar.Sang Ratu mengernyit. Matanya masih tertuju ke pemandangan di balik jendela kamarnya. “Aku bilang nggak mau makan ya nggak mau makan. Apa kamu sudah berani melawan perintahku?”Pengawalnya mendekati sang Ratu dan berdiri di depan jendela. Badanya yang besar itu menutupi hampir seluruh cahaya yang masuk dari luar. Kamar tersebut tidak diterangi oleh lampu dan hanya ada cahaya bulan yang merembes ke dalam. Dengan dia berdiri di depan jendela, hampir tak ada sumber cahaya lagi yang bisa masuk.Sang Ratu pun kesal dan mendongak, “Mau apa kamu?”“Yang Mulia tahu aku nggak mungkin melawan perintah, tapi aku akan terus di sini sampai Yang Mulia mau makan,” ujarnya dengan keras kepala. Dia pun terus berdiri

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2362

    Nasihat Juan benar-benar mengena di hati sang Ratu. Tidak ada yang tahu setiap malam Ratu mengalami kesulitan tidur. Bahkan tak jarang dia mengerjakan pekerjaannya malam-malam, bukan karena rajin, tetapi karena tidak bisa memejamkan matanya. Perasaan mengantuk tetapi tidak bisa tidur ini memberikan penderitaan yang luar biasa bagi Ratu.Tidak hanya insomnia saja, tetapi sering kali Ratu juga paranoid seseorang akan mengkhianatinya dan merebut kekuasaannya. Rasa tidak aman itu memperparah kondisinya yang sejak awal memang sudah kurang baik. Namun yang paling menyakitkan, dia tidak bisa bercerita kepada siapa pun tentang penderitaannya dan dipaksa untuk menanggung semua itu sendirian.Melihat sang Ratu berhenti sesaat, Ricky menggerakkan alis matanya, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa. Beberapa saat kemudian, sang Ratu mendongak ke aranya dan bertanya, “Ricky, apa kamu takut mati?”“.…”“Sudahlah, percuma aku tanya kamu. Kamu pasti bakal bilang nggak takut!” ujar Ratu menggerutu, berpi

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2363

    Tidak ada orang di lab karena terjadi perubahan rencana. Para peneliti tidak mendapatkan izin dari atasan untuk bisa bebas keluar masuk lab, kecuali Rainie. Harus dikatakan, akting Rainie di depan Ratu tadi sangat berguna. Ratu jadi memberi kesempatan padanya dan memberikan beberapa hak khusus seperti bisa bebas keluar masuk lab sendiri dan melakukan eksperimen apa pun yang dia mau.Sampai di tahap tertentu, bisa dibilang tujuan yang Rainie miliki sama dengan Ratu, atau mungkin lebih tepatnya apa yang Rainie ingin lakukan sejalan dengan apa yang visi sang Ratu. Rainie juga tidak membutuhkan bantuan apa-apa. Dia bisa mencari sendiri apa yang dia butuhkan. Untungnya perlengkapan di sana cukup komplit meski ukuran labnya tidak terlalu besar. Entah sudah berapa lama Fred mempersiapkan lab ini, intinya apa pun bahan yang Rainie butuhkan sudah tersedia di sini.Rainie sangat fokus dengan pekerjaannya sampai dia lupa dengan sekitarnya. Dia tidak sadar kalau ada orang lain yang masuk. Kegembir

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2364

    “Aku? Aku nggak punya atasan!” kata Rainie tertawa sembari menggeleng. “Aku berbeda dengan kalian, aku cuma bekerja sama. Dari awal semua orang yang di sini cuma partner kerja sama.”Di tangannya kini sudah ada teknologi yang mungkin bisa dibilang paling canggih di muka bumi, mana mau Rainie menjadi anak buah orang lain, bahkan sang Ratu sekalipun! Kalau penelitian obat ini sukses, maka tidak ada lagi yang perlu Rainie takutkan. Dengan siapa dia ingin bekerja sama, itu semua bisa terjadi sesuai kemauannya.“Banyak gaya kamu!” kata Ricky dengan nada yang sangat tidak bersahabat. Rainie sama seali tidak merasakan perubahan emosi Ricky, atau mungkin lebih tepat dia memang tidak peduli dari awal.“Mau banyak gaya atau nggak itu tergantung seberapa jauh kemampuanmu,” kata Rainie. Dia memiringkan kepalanya melihat perubahan warna dari cairan yang ada di dalam tabung. “Sudah, jangan ganggu aku lagi. Kalau kamu lagi senggang, mending kamu ngobrol saja sama Yuna. Toh kalian juga sudah kenal sat

Latest chapter

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2399

    Harus diakui, setiap tutur kata yang Yuna ucapkan sangat mengena di sanubari Ratu. Memang benar meski Ratu tidak bisa lagi menunggu, toh sekarang ada waktu kosong. Tidak ada salahnya bagi Ratu untuk memberi kesempatan kepada yuna untuk mencoba. Kalau yuna gagal, tinggal lakukan sesuai dengan rencana awal.Rencana R10 ini sejak awal memang sudah mendapat berbagai macam halangan. Pertama adalah perlawanan dari anaknya sendiri, kemudian jika diumumkan pun, entah akan seperti apa kritik dan tekanan dari opini publik. Namun di luar semua itu, yang paling penting adalah bahwa Ratu sendiri juga tidak yakin dengan keputusannya sendiri.Dari luar, Ratu mungkin terlihat tegas. Namun hanya dia sendiri yang tahu kalau sebenarnya dia pun sering meragukan keputusannya. Jika Ratu tidak ragu, pada hari itu juga dia akan tetap melanjutkan eksperimennya, bukan malah menunggu seperti sekarang. Dengan diberhentikannya eksperimen R10 untuk sementara, Ratu makin bimbang.“Kamu butuh apa?” tanya Ratu. Berhub

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2398

    Saat Yuna mengatakan itu, ekspresi wajah Ratu masih tidak berubah. Ratu hanya menutup kelopak matanya untuk menutupi sorotan yang terpancar dari bola matanya. Tentu saja pada awal eksperimen ini dilakukan, dia menyembunyikan faktanya dari semua orang agar tidak ada yang tahu.Eksperimen ini sejatinya adalah sesuatu yang membahayakan nyawa manusia. Ratu tahu betul akan hal tersebut, karena untuk membuat dia hidup abadi, dia harus mengorbankan nyawa orang lain. Kalau sampai ada satu orang saja yang tahu dan kemudian tersebar luas, tentu saja seluruh dunia akan mengecamnya.Namun di sisi lain, Ratu tidak mungkin dan tidak akan mau menyerah. Makanya saat melakukan penelitian, dia hanya memberikan satu resep kepada setiap grup, kemudian meminta mereka untuk menjalankan eksperimen sesuai dengan instruksi yang tertera di setiap lembaran resepnya.Tentu untuk menutupi agar orang lain tidak bisa menerka apa yang sedang mereka lakukan, Ratu memberikan banyak resep yang sebenarnya sama sekali tid

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2397

    Suara anak kecil yang menggemaskan itu membuat Yuna teringat, sewaktu dia terakhir kali bertemu dengan Nathan, saat itu dia memang sedang hamil. Seketika mendengar itu, Yuna pun tersenyum seraya memegangi perutnya yang kini sudah rata, “Mereka sudah lahir.”“Adik cowok, ya?” tanya Nathan penasaran.“Ada cowok dan cewek. Anak Tante yang lahir ada dua, lho!” ujar Yuna tersenyum sembari mengangkat dua jarinya.Sorot mata Nathan seketika bercahaya. Perasaannya yang sejak awal murung dan penuh waspada langsung berubah menjadi jauh lebih ceria selayaknya anak kecil pada umumnya.“Dua adik?! Wah, Tante hebat banget!”“Hahaha, makasih, ya! Nanti Tante ajak kamu ketemu mereka kalau ada kesempatan,” ujar Yuna tersenyum, nada bicaranya pun jauh lebih lembut saat dia berbicara dengan anak kecil. Melihat Nathan membuat Yuna teringat dengan anak-anaknya sendiri, hanya saja ….“Aku juga kangen sama mereka, tapi … kayaknya aku nggak bisa ketemu mereka lagi,” ucap Nathan dengan suaranya yang kian menge

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2396

    Mungkin sekarang Nathan sudah tidak lagi disembunyikan seperti pada saat Fred yang memimpin. Namun tentu saat itu banyak hal yang Fred lakukan secara diam-diam. Dia mengira dia bisa menyembunyikan semuanya dari orang lain bahkan dari sang Ratu sekalipun. Namun dia tidak tahu bahwa sebenarnya Ratu sudah mengetahuinya sejak awal.Di luar kamar tempat Nathan ditahan ditempatkan seorang penjaga. Yuna sempat dicegat saat dia mau masuk ke dalam. Yuna menduga mungkin ini adalah perintah dari Ratu. Mereka semua juga diawasi dan dapat berkomunikasi dengan intercom.Nathan sangat patuh sendirian di dalam tidak seperti kebanyakan anak seumurannya. Bahkan sewaktu melihat Yuna, dia masih bisa tersenyum dengan santun dan menyapanya.“Halo, Tante.”“Kamu masih mengenali aku?” tanya Yuna.“Iya, Tante Yuna,” jawab Nathan mengangguk.Yuna pernah menyelamatkan nyawa Nathan saat mereka berada di Prancis. Yuna juga banyak membantu Nathan dan ada suatu waktu Nathan sering main ke rumah Yuna, tetapi kemudian

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2395

    Tangan yang mulanya Ratu gunakan untuk mengelus wajah Ross langsung ditarik. Raut wajahnya juga dalam sekejap berubah menjadi berkali-kali lipat lebih sinis.“Jadi dari tadi kamu ngomong panjang lebar ujung-ujungnya cuma mau aku membuang eksperimen ini.”“Aku mau kamu merelakan diri sendiri,” kata Ross sambil berusaha meraih tangan ibunya lagi, tetapi Ratu menghindarinya.“Aku cape. Kamu juga balik ke kamarmu saja untuk istirahat,” ucap sang Ratu seraya berpaling.“Ma ….”Sayangnya panggilan itu tidak membuat Ratu tergerak, bahkan untuk sekadar menoleh ke belakang pun tidak.“Ricky!”Ricky yang dari awal masih menunggu di depan pintu segera menyahut, “Ya, Yang Mulia.”“Bawa Ross balik ke kamarnya.”Saat Ricky baru mau masuk untuk mengantar pangerannya pergi, Ross langsung berdiri dan bilang, “Aku bisa jalan sendiri.”Maka Ross pun segera berbalik pergi, tetapi belum terlalu jauh dia melangkahkan kakinya, dia kembali menoleh ke belakang dan berkata, “Ma, aku tahu apa pun yang aku bilang

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2394

    Seketika itu Ratu syok karena dia jarang sekali melihat anaknya bersikap seperti ini. Saking syoknya sampai dia tidak bisa berkata-kata dan hanya terdiam menatap dan mendengar apa yang dia sampaikan.“Ma, aku tahu sebenarnya kamu pasti takut. Takut tua, takut mati, takut masih banyak hal yang belum diselesaikan. Aku thau kamu juga bukannya egois. Kamu melakukan eksperimen ini bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, tetapi karena masih banyak hal yang mau kamu lakukan.”Di saat mendengar kata-kata Ross, tanpa sadar mata Ratu mulai basah, tetapi dia berusaha untuk menahan laju air matanya.“Aku juga tahu kamu pasti sudah capek. Orang lain melihat kamu berjaya, tapi aku tahu setiap malam kamu susah tidur, bahkan terkadang waktu aku pulang malam dan melewati kamarmu, aku bisa dengar suara langkah kaki lagi mondar-mandir. Kamu pasti capek banget karena harus menanggungnya sendirian. Sering kali aku mau membagi beban itu, tapi ….”Sampai di situ Ross terdiam dan tidak lagi meneruskan ka

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2393

    “Aku nggak pernah dengar tentang itu,” sahut Ross dengan tenang.“Jelas kamu nggak pernah dengar. Itu hal yang sangat mereka rahasiakan, nggak mungkin mereka mau kamu tahu.”“Jadi Mama sendiri tahu dari mana?” Ross bertanya balik.“....” Ratu berdeham seraya berpaling, dia lalu mengatakan, “Aku punya jalur informasiku sendiri. Terserah kamu percaya atau nggak, tapi itu benar.”“Aku bukanya nggak percaya, tapi kamu yang takut aku nggak percaya. Kalau memang dirahasiakan, pastinya nggak akan mudah untuk mendapat informasi itu. Aku cuma penasaran dari mana kamu tahu itu. Tentu saja kamu bisa bilang informasi itu didapat dari jalur informanu sendiri, tapi coba pikir lagi. Kamu sudah melakukan eksperimen ini selama bertahun-tahun, tapi siapa yang tahu sebelum ini terbongkar? Atau kamu pikir kamu lebih pandai merahasiakan ini dari mereka?”“.… Ross, kamu ….”Saat Ratu baru mau berbicara, dia lagi-lagi disela oleh Ross yang bicara dengan suara pelan. “Ma, tolong jangan marah. Kamu marah karen

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2392

    Bagaimanapun yang namanya anak sendiri, ketika sudah meminta maaf, amarah Ratu sudah tidak lagi berkobar.“Iya, aku tahu aku salah,” kata Ross menunduk. “Aku nggak sepantasnya ngomong begitu.”“Kamu benar-benar sadar kalau salah?” tanyanya. “Angkat kepalamu. Tatap mataku.”Lantas Ross perlahan mengangkat kepalanya sampai matanya bertatapan, tetapi tetap tidak ada satu pun dari mereka yang mengatakan apa-apa. Selagi menatap Ross dalam-dalam, Rat tersenyum dan berkata, “Ross, kamu nggak tahu kamu salah. Tatapan mata kamu memberi tahu kalau kamu sebenarnya masih nggak rela!”Bagaimana mungkin Ratu tidak memahami anaknya sendiri. Tatapan mata Ross mengatakan dengan sangat jelas kalau dia masih tidak mengaku salah, tetapi dia hanya mengalah agar ibunya tidak marah. Hanya saja setelah mengalami masa kritis dan setelah mengobrol dengan Juan dan Fred, pemikiran dan suasana hati Ratu sudah sedikit berubah.“Ross, kamu sudah lama tinggal di negara ini, jadi pemikiran kamu sudah terpengaruh sama

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2391

    Ricky sudah menunggu di luar menantikan Ratu keluar dari kamar tersebut. Dia langsung memegang kursi roda tanpa mengatakan apa-apa, dan mendorongnya dalam kesunyian. Begitu pun dengan Ratu, dia juga hanya diam saja selama mereka berjalan menuju lift.“Pangeran Ross minta bertemu,” kata Ricky.Ratu memejamkan kedua matanya guna menyembunyikan perasaan yang mungkin bisa terlihat dari sorotan mata. Dia tidak menjawab dan hanya mengeluarkan desahan panjang. Walau begitu, Ricky mengerti apa yang ingin Ratu sampaikan dan dia pun tidak lagi banyak bertanya.Seiringan dengan lift yang terus naik, tiba-tiba Ratu berkata, “Bawa dia temui aku.”“Yang Mulia?”“Bawa dia temui aku.”Selesai Ratu berbicara, kebetulan lift juga sudah sampai di lantai tujuan. Ratu mendorong kursi rodanya sendiri keluar dari lift. Ricky sempat tertegun sesaat, tetapi kemudian dia kembali menekan tombol lantai di mana Ross berada.Tak lama kemudian, Ricky mengantar Ross masuk kamar tidur Ratu. Dia mengetuk pintunya, teta

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status