Beranda / Romansa / Istri Figuran Presdir Arogan / Bab 40 - Pria Misterius

Share

Bab 40 - Pria Misterius

Penulis: Ute Glider
last update Terakhir Diperbarui: 2025-02-08 23:21:57

Jantung Karissa rasanya berdegup kencang menatap punggung lebar di hadapannya. Sementara tangannya masih menahan tangan pria tak dikenal itu.

“K-Kamu memberikan pesananmu. Jadi –“ Karissa sedikit tercekat ketika punggung tangannya di ditarik lembut oleh telapak dingin itu supaya cengkeramannya terlepas.

Belum sempat Karissa bereaksi, orang itu sudah berjalan cepat.

“Hei!”

“Nyonya!”

Tony buru-buru turun dari mobil berjalan cepat menghampiri Karissa yang nyaris berlari. “Ada apa, Nyonya?”

Karissa hanya menatap bingung ke arah pria tadi pergi. “Aku seperti melihat Damian,” jawabnya.

Dahi Tony berkerut melihat ke trotoar di depan sana yang sudah sepi.

“Anda merindukan Tuan Damian?” tebak Tony. “Barusan saya mendapat kabar kalau Tuan Damian sudah sampai di bandara. Beliau ingin Nyonya Karissa sudah lebih dulu tiba di mansion.”

Seolah tak mendengar perkataan Tony, sebab Karissa masih sibuk memikirkan pria tadi. Dia justru mengangkat bungkusan di tangannya. “Ada orang memberikan ini padaku.”
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Rich Mama
kasihan juga lihatnya
goodnovel comment avatar
Netty Tya
Aduuuh duuuh MaNjaNya Damian iiiiiiih
goodnovel comment avatar
Barra
Damian dalam made manja hi...hhii....hi....
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 41 - Tidur di Pangkuan

    “Ahh ... kamu bisa lembut sedikit menyentuhnya?” Damian memejamkan matanya dengan nada lemah.Karissa hanya bisa menggigit bibir bawahnya, menuruti keinginan suaminya yang sudah tanpa piama. Padahal dia sudah mengantuk dan lelah.“Apa kamu bisa pindah ke samping? Posisinya aneh,” protes Karissa.Jadi, tadi setelah Karissa mengoles salep ke bagian kaki dada dan tangan. Terakhir dia mengoles bagian punggung.Dia memang bersandar di headboard, tapi yang menurutnya aneh adalah posisi Damian. Pria itu tengkurap di atas ranjang dengan posisi horisontal. Kemudian menjadikan paha Karissa sebagai bantal, dengan wajah menghadap ke perut istrinya yang mulai nampak buncit.“Kamu itu alergi apa, Damian? Seumur-umur aku tak pernah melihatmu alergi begini.” Antara kesal dan kasihan.“Oiya, tadi kamu ke rumah sakit siang? Bukannya kamu pergi ke Italia ya? Atau petugas tadi salah info mungkin ya?”“Aku tidak ke rumah sakit.”Karissa menghela napas panjang. “Terserah juga kamu betulan ke Italia atau ti

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-09
  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 42 - Disabotase?

    “Tuan, ini adalah data ambil alih wilayah utara di pesisir pantai.” Sergio memberikan berkas di hadapan Damian.“Apa Jacob sudah mengetahuinya?” tanya Damian seraya membaca laporan tersebut.“Kami tidak menemukan pergerakan yang pasti dari Klan Luther. Meski begitu kita tetap waspada terhadap rencana yang pasti sedang disusun oleh musuh.”Damian mengangguk setuju atas perkataan Sergio. “Waktu itu aku terkena dua luka tembak oleh Jacob, itu karena dia menyerang diwaktu yang tak tepat saja.”“Iya, Tuan. Kami memahami karena saat itu Anda sedang ngidam parah,” jawab Sergio sambil menahan senyuman dan seketika mendapat lirikan tajam dari Damian.Sialnya ucapan Sergio benar. Sejak Karissa menyatakan hamil, semenjak itu pula selama beberapa minggu dia mengalami mual, pusing dan tak nafsu makan. Membuat Damian yang terkenal kuat jadi sedikit lemah.Beruntung, setelah membawa Karissa pulang, rasa mual dan pusing itu seketika hilang.“Oiya, Tuan. Tadi pagi Tuan Hector meminta Anda untuk kembal

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-11
  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 43 - Anakku?

    Dua pengawal Damian akhirnya menyeret Dokter Darell yang bertanggungjawab atas hasil tes DNA terhadap Aiden.Dokter forensik senior itu dipaksa berlutut di depan Damian yang tengah duduk di kursi kuasanya. Wajahnya sudah tampak ketakutan. Keringat dingin membasahi pelipisnya, dan matanya memancarkan kepanikan.“T-Tuan Damian, saya berbuat kesalahan apa, Tuan?” tanya dokter itu gemetaran. Dia baru saja kembali ke rumah sakit dan langsung diseret paksa ke ruangan ini tanpa ada yang mau menjelaskan alasannya.Ya, Damian gagal mendapatkan CCTV rumah sakit demi mencari kejanggalan dalam hasil tes DNA, sebab semua rekaman di jam 10 sampai jam 2 siang hilang. Benar-benar bersih tak tersisa. Jadilah, satu-satunya yang bertangungjawab adalah dokter ini.“Apa kamu sudah bosan dengan pekerjaanmu?” tanya Damian terlihat tenang meski aura dinginnya menguar di ruangan.“Tidak, Tuan.”“Lalu ada apa dengan hasil tes DNA ini?”Tatapan Damian turun ke kertas yang ada di meja. Meski dokter itu tidak bis

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-12
  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 44 - Identitas Luciano

    “Aku sudah melakukan tes DNA lagi,” ucap Damian datar, tepat setelah mobil berhenti di depan pintu utama mansion.“Adakah yang berubah setelah ini?”Pertanyaan Karissa membuat pria itu menoleh hingga keduanya saling menatap. “Tolong, jangan persulit proses perceraian kali. Kau dengar kata dokter, jangan buat ibu hamil banyak pikiran – itu pun kalau kamu peduli terhadap kandunganku.”Karissa hendak bergerak untuk keluar, tapi dia hentikan karena ingat sesuatu.“Satu lagi, kalau kamu bisa mengatakan data tes DNA yang dilakukan di rumah sakitmu sendiri adalah palsu. Aku juga bisa mengatakan hasil itu palsu untuk tes keduamu!” ucap Karissa tajam lalu keluar lebih dulu.Sialan! Pikiran Damian sedang kacau. Kakeknya terus mendesak dia untuk datang ke Italia. Penyakit ibunya yang kumat. Sementara di sini kondisi juga tidak memungkinkan untuk ditinggal. Aiden, Karissa, serta pencarian sosok yang mirip dengannya.Damian membiarkan Martha memapah Karissa menuju lift. Wanita itu diharuskan istir

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-13
  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 45 - Ngidam Aneh

    “Apa kamu mau menikah denganku?”Pertanyaan Damian membuat Karissa membeku. Di atas rooftop universitas pinggiran kota, di saat salju pertama turun, Karissa akhirnya mendengar kalimat itu dari orang yang dia cintai.“Damian?”Situasi seolah acak. Kecelakaan terjadi. Sebuah mobil milik Vincent hilang kendali ketika Damian membawa dengan kecepatan tinggi untuk menjemput Karissa.BLAAM!Kecelakaan hebat terjadi. Mobil menabrak pembatas jembatan lalu jatuh ke sungai.“Karissa, kau membunuhnya!” Bayangan Damian muncul, tapi dengan penampilan yang berbeda.“Kau membunuh Damian. Kalian bersekongkol membuatnya celaka!”Karissa menggeleng ketakutan melihat pria dengan wajah mirip Damian mendekati lalu mencekiknya.“Sekarang rasakan ini! Kamu juga harus mati! Ayahmu harus merasa kehilangan sepertiku! Kamu harus mati!”Sedetik kemudian Karissa ditarik dari mimpi buruknya!”“HHhhhhhhh!”Mata Karissa membuka lebar dengan keringat yang bermunculan. Nafasnya tersenggal-senggal seolah cekikan Damian a

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-14
  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 46 - Spaghetti Gagal

    “Panggil Martha,” jawab Damian sembari meletakkan lagi amplop di atas nakas, memunggungi Karissa.Yeah, ibu hamil itu sudah menduga untuk ending dari permintaannya akan seperti ini. Dia seketika mengacungkan jari tengah pada Damian sambil menjulurkan lidah.Merasa ada yang mengejek, Damian pun menoleh ke belakang dan melihat Karissa sedang berjalan keluar dari kamar sambil menggerutu. Langkahnya gontai menuju lift.“Anda perlu bantuan, Nyonya?” tanya salah satu pengawal yang ada di samping lift. Sebab dia tadi sudah melihat majikannya menekan tombol lift, tapi balik lagi ke kamar. Lalu kini keluar lagi dengan ekspresi lebih masam dari sebelumnya.“Harusnya bosmu yang bertanya begitu. Tapi pria itu sungguh tidak peka! Bisa-bisa anak ini akan memanggil ayah pada pria lain!”Mendengar omelan Karissa, pengawal itu seketika melirik temannya kemudian sama-sama menunduk. Tidak berani berkomentar apapun.Ting!Pintu lift terbuka.“Siapa yang mengijinkan anakku memanggil ayah ke pria lain?” Su

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-15
  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 47 - Papaku bukan Daddy

    “Martha, anjing mana yang makan masakan Damian?”Suara keluhan Karissa ketika berjumpa dengan Martha di depan kamar Aiden, membuat pelayan itu mengernyitkan dahinya.“Tuan memasak?”Karissa mengangguk. “Semalam dia masak Spaghetti. Tapi aku ketiduran.”Martha berpikir sejenak lalu sedikit melebarkan mata begitu ingat sesuatu.“Jadi yang membuat kekacauan di dapur semalam itu benar Tuan Damian?”“Sekacau itu?” Dahi ibu hamil yang sudah segar dan wangi itu berkerut tipis.“Saya kaget melihat keadaan dapur pagi tadi. Ada pelayan yang mengatakan kalau Tuan Damian dan Nyonya masuk ke dapur tengah malam. Dan yang lebih mengejutkan ada sesuatu yang aneh di atas piring.”Bukan ikut kaget, Karissa justru tersenyum penuh harap. “Terus, sekarang sesuatu yang aneh itu di mana?”“Saya letakkan di dalam lemari. Tadinya akan saya buang, tapi saya ingin bertanya dulu pada Anda.”“Itu masakan Damian, Martha!” Karissa menggerakkan tangan pelayannya sambil sedikit berjingkrak. Membuat Martha jadi panik.

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-16
  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 48 - Memburu Luciano

    Karissa membaca tes DNA terbaru. Hasilnya sesuai dengan apa yang suaminya katakan waktu itu, Aiden bukan anak biologis Damian.“Hidupku sebercanda ini kah? Entah mana yang harus aku percaya.”“Hati Anda lebih percaya yang mana, Nyonya?” tanya Martha yang sejak tadi berdiri di samping Karissa.Wanita dengan dress selutut itu hanya menghela napas sembari meletakkan kertas dan amplop berlogo resmi di kursi kosong sampingnya. Pandangannya kini lurus ke depan, melihat Aiden yang mulai memiliki banyak tenaga untuk berlarian mengejar kelinci di atas rerumputan.Sudah satu minggu Karissa di mansion. Kerjaannya hanya merawat Aiden, merawat diri, juga merawat kelinci-kelinci. Bosan, tentu.Dia sudah mengatakan pada kepala departemen untuk mencabut cutinya. Namun, bukan mendapatkan jadwal praktek lagi, Karissa justru diberi tambahan jadwal merawat Aiden setiap harinya. Yang artinya, Karissa sekarang murni sebagai dokter pribadi yang bekerja langsung di rumah pasien bukan di rumah sakit.“Dia sang

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-16

Bab terbaru

  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 99 - Ada Penolong? Atau,

    “Kau mau ke mana? Dan itu, kenapa wajahmu tertutup?” tanya penjaga itu curiga.Karissa menundukkan kepala sedikit, menyesuaikan suaranya agar terdengar seperti pelayan asli. “Maaf, Tuan. Saya harus mengganti bed cover di lantai satu. Dan saya memakai masker karena sedang flu. Tidak ingin menulari siapa pun.”Penjaga itu masih terlihat ragu, matanya menyipit. Namun, akhirnya dia bergumam singkat dan mengangguk. “Cepat lakukan tugasmu!”Karissa menahan napas sebelum melanjutkan langkahnya. Begitu dia berhasil turun ke lantai satu, dia langsung menuju kamar Vincent. Tangannya berkeringat saat dia membuka pintu dengan cepat.Di dalam dia terkejut menemukan bukan hanya ayahnya, tapi juga ada Darla yang sedang mengobati luka cambuk di lengan Vincent.“Daddy, apa yang terjadi?” Karissa meletakkan sembarang bed cover dan mendekat.“Karissa?” Vincent memperhatikan wajah pelayan yang masih tertutup masker.Karissa pun segera membuka. “Iya, Dad.”“Apa yang kau lakukan di sini dengan pakaian sepe

  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 98 - Berusaha Kabur

    “Biasanya setelah dibiarkan di ikat begitu, kalian apakan ayahku?” tanya Karissa dengan kondisi tenggorokan yang masih pahit dan tak enak.“Tuan Vincent langsung dimasukkan lagi ke dalam kamar, Nyonya.”“Kamar sebelah?” Sebelumnya memang kamar Vincent ada di deretan kamar utama ini.Pelayan menggeleng. “Tuan ada di lantai satu. Kamar tamu yang ada di dekat ruang keluarga.”Karissa mengangguk tipis. Baiklah, dia sudah paham ke mana tujuan pertama kalau berhasil keluar dari kamar ini.Dia memikirkan step kedua. Karissa menuangkan air putih ke gelas lalu meminum sambil melirik ke arah pelayan itu.“Nyonya, saya akan bereskan ini lebih dulu.” Pelayan mendekat, membungkuk supaya bisa memindahkan piring kosong ke food cart.“Hkkkk!” Karissa tiba-tiba menutup mulut hingga hidungnya dengan telapak tangan. Wajahnya pucat, matanya berair.“Nyonya –“Karissa menahan supaya pelayan tidak makin mendekat. Dia mengambil tisu lalu mengisap mulutnya. Bahkan sampai menjauhkan tubuhnya ke belakang.“Ek

  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 97 - Seperti Tawanan

    “Aku pergi sekarang,” ucap Luciano berjalan tanpa memutus panggilan telefonnya pada Sergio.“Saya akan memastikan kalau di sana Nyonya aman. Saya yakin kalau Tuan Hector tidak mungkin melukai calon penerus. Apalagi bayi di kandungan Nyonya Karissa adalah bayi kembar.” Sergio berupaya supaya Luciano bisa fokus bertugas supaya pikirannya tidak terbelah.“Hm, kalau sampai dia kenapa-kenapa maka –““Anda akan memotong leher saya.”Sergio di sana terkekeh sendiri begitu Luciano memutus panggilan usai dia meneruskan ancaman itu.“Mafia kejamku benar-benar jatuh cinta. Sangat menggemaskan.”Bertahun-tahun mengabdi pada keluarga Wilbert, dia yang biasa melihat Luciano begitu dingin pada wanita. Kali ini dia bisa menyaksikan sisi lain Luciano King Wilbert yang khawatir dan posesif pada perempuan.Ini sesuatu yang sangat langka!“Baiklah. Aku harus memastikan Nyonya Karissa aman di sana.” Sergio yang baru saja beberapa menit di kantor pun memilih beranjak pergi demi tugas negara dari si maha ra

  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 96 - Ketakutan

    “Akh!”Karissa memekik menutup mulut dengan telapak tangan. Tubuhnya berdiri kaku dengan tangan lainnya menggenggam erat tralis balkon.Tatapannya bergetar, melihat bagaimana Hector begitu mudah memecahkan kepala seseorang di sana dengan satu tembakan. Padahal pagi ini dia ingin mencoba menghirup udara segar setelah semalaman terkurung di kamarnya sendiri. Namun, yang dia lihat justru adegan mengerikan di sana.“Ampun, Tuan! Ampun! Saya akan mengabdi pada Anda. Saya mengaku salah. Ampuni saya, Tuan!”Suara teriakan minta ampun itu terdengar samar di telinga Karissa yang berdiri di balkon lantai tiga. Padahal tubuh pria itu sudah penuh darah karena cambukan tanpa ampun. Rupanya permintaan ampun tidak digubris.DOR!Satu peluru kembali dikeluarkan untuk pria lain yang sejak tadi berdiri ketakutan.Seolah ini adalah tontonan yang sengaja Hector perlihatkan pada Karissa, pria tua itu mendongak ke balkon sembari menyerahkan pistol itu ke samping.Jantung Karissa berdetak tidak semestinya.

  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 95 - Seperti Terpenjara

    "Maaf, Nyonya. Anda tidak boleh keluar.”Karissa terhenti di depan lift karena dua pengawal menghalangi jalannya. Lalu apa tadi? Tidak boleh keluar? Dia bahkan sudah memakai baju kerja yang rapi. Sebuah tas dokter dan jas putih juga menggantung di tangannya."Sejak kapan aku butuh izin untuk keluar rumah sendiri?" Bukan bersikap sombong, tapi dia heran pada atmosfer yang berbeda sore ini.“Tuan Damian melarang Anda keluar dari area ini, Nyonya.”Ah, Damian. Itu juga ingin Karissa tanyakan. Setelah sarapan sampai sore begini dia belum melihat suaminya. Lelaki itu tidak pamit sama sekali. Mengirim pesan pun tidak.“Jangan bercanda. Aku ada jadwal praktek sore ini.” Karissa tetap maju, berniat menerobos.Segera dua pengawal merapatkan badan, tidak memberi celah. Bahkan salah satu dari mereka berani mendorong ringan lengan majikannya.“Nyonya, jangan paksa kami bersikap kasar,” ucapnya sedikit lebih tajam dari sebelumnya.Dengan dahi berkerut tajam, manik mata wanita hamil itu bergerak men

  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 94 - Jangan Jadi Ancaman

    “Cucuku dan anakku belum tau kalau ada musuh di sangkar mereka.”Hector berucap ketika Vincent masuk ke ruangan beraroma tembakau. Tadi, setelah sarapan dengan atmosfer menegangkan di setiap suapan makanan. Kini Vincent diminta datang ke salah satu ruangan tertutup di mansion itu.Pria paruh baya yang berdirinya sudah tidak setegak dulu, juga tubuhnya tidak seatletis dulu, kini dia tengan berdiri di ruangan. Mata Vincent waspada menatap Hector yang duduk di kursi besar dengan sikap santai. Senyum pria tua itu ramah, tapi tidak dengan matanya yang penuh manipulasi dan intimidasi."Sudah lama sekali sejak terakhir kali kita bertemu, Vincent."Vincent mengepalkan tangannya di samping tubuh. Dia tak berdaya, tapi juga tak mau terlihat lemah."Dan saya berharap kita tidak akan pernah perlu bertemu lagi."Hector tertawa kecil, seakan menganggap ucapan Vincent sebagai lelucon."Kau masih setia pada keluarga Luther, rupanya. Sampai-sampai rela memperrtaruhkan nyawa untuk melindungi keturunann

  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 93 - Belati di Leher Karissa

    “Damian tidak ke ruang kerja? Dia ke mana?” bisik Karissa setelah pengawal di lantai dua mengatakan tidak melihat tuannya keluar dari lift.Karena penasaran dengan kegiatan Luciano di tengah malam begini, dia pun masuk lagi ke dalam lift lalu pergi ke lantai lainnya. Di sana sepi, padahal biasanya di setiap lantai ada pengawal.Karissa melangkah kakinya lalu berhenti di tengah ruangan terbuka sambil melihat ke kanan dan kiri. Hingga dia melihat ada bayangan bergerak di lorong sebelah kanan.“Damian? Dia sedang apa?”Kaki dengan sandal rumah berbulu tanpa suara itu mulai melangkah melewati lorong dengan penerangan yang minim. Jujur, tiga tahun tinggal di mansion sebesar ini memang tidak semua Karissa tau ada ruang apa saja.Contohnya lorong ini, Karissa tidak tau jalan ini akan membawanya ke mana.“Damian?” panggil Karissa dengan suaranya yang menggema.Tidak ada jawaban.Dia mulai melangkah waspada juga merinding. Sampai-sampai wanita itu memeluk diri sendiri dan mengusap lengannya ya

  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 92 - Mulai curiga

    “Tolong jangan lakukan apapun. Jangan ceritakan ini pada suamimu. Aku takut dia mengatakan pada Luciano dan berakhir nyawaku yang melayang.”Karissa sangat ingat tangan Shiena yang gemetaran ketika mengatakan semua.Karissa membuka matanya saat mendengar napas suaminya yang tenang di sampingnya.“Dia sudah tidur, kan?” tanyanya dalam hati.Karissa menoleh perlahan. Cahaya remang dari lampu meja menerangi wajah lelaki itu. Luciano yang damai dalam tidur, namun tetap menyiratkan kegelapan yang tak pernah benar-benar hilang.Pelan, Karissa menyingkirkan tangan besar yang melingkar di perutnya.“Emh...” Luciano hanya merubah posissinya sedikit dan kembali terlelap.Karissa mulai bangkit, menahan napas agar tidak membangunkan pria itu. Tangannya terulur ke laci di sisi ranjang. Jari-jarinya menyentuh benda lalu mengeluarkan.Kalung hitam yang diberikan oleh Ben dengan liontin berbentuk kepala serigala dan logo "W" terukir di dalamnya.Hatinya berdebar saat menatap benda itu di tel

  • Istri Figuran Presdir Arogan   Bab 91 - Kembar?

    Langkah Karissa terhenti ketika mendengar nama Luciano disebut. “Siapa yang berani menyebut nama itu di sini?” gumamnya.Saat ini, dia hendak mengambil jalan pintas menuju ke paviliun barat melewati taman yang sepi karena dekat dengan kamar jenazah. Dia penasaran dengan obrolan yang samar terdengar, Karissa pun mendekat.Orang yang pertama lihat adalah suaminya tengah meniupkan asapnya perlahan, lalu menyeringai sinis ke arah lawan bicaranya. "Damian, kamu di sini?" tanya Karissa memecah memecah keheningan. Keterkejutannya rupanya belum usai. Matanya membesar, napasnya tersengal melihat dua wajah identik yang terpampang di hadapannya."D-Damian? K-Kenapa kalian ada dua?!" Damian hanya menyeringai lebih lebar. Mata birunya bersinar seperti menikmati keterkejutan yang tercetak jelas di wajah Karissa. "Permainan ini akan segera usai," bisik Damian rendah, terdengar berbahaya. Sebelum Karissa bisa bereaksi lebih jauh, sebuah bayangan bergerak cepat dari belakang. Sergio menghantam te

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status