Pria itu mengusap lembut rambut kekasihnya, menenangkan perasaannya. "Sssttt... Ssstttt... Semuanya tidak senilai dengan kebahagiaan yang aku dapatkan saat bersamamu sayang," ucapnya lembut di telinga Bella."Let me look your face, Hmm..?"gumam Austin lembut dan hendak merenggangkan pelukannya, namun Bella menahan tangannya dan menggeleng. Menyembunyikan wajahnya di dalam dada prianya itu.Austin tertawa kecil, "Hehhehe, whats wrong love..?""A—aku pasti lagi jelek banget," jawabnya pelan.Pria itu lagi-lagi tertawa, "Hmm, mari aku lihat sendiri dan aku bisa tahu apakah wanitaku ini jelek atau cantik saat ini.."Bella dengan enggan mengikuti permintaan Austin dan merenggangkan pelukannya.Austin menatap wajah sayu dan mata sembab wanita terkasihnya. Dengan menahan senyum, dirinya bergumam. "Hmm...??"Bella melihat wajah Austin kemudian berdecak kesal, "Ishh.. Kan..!!"Kemudian merebahkan dirinya ke atas kasur dan memunggungi kekasihnya.Austin lagi-lagi tersenyum melihat tingkah Bella
Setelah selesai menahan Steve, Ken dan Fin kini tampak duduk bersama di cafe Rumah Sakit tersebut sambil menunggu perintah terbaru dari Max."Aku punya kabar baik..." seru Ken dan Fin bersamaan.Sontak mereka berdua saling menatap."Kamu duluan!" mereka kembali bicara bersamaan.Fin menghela nafas. Ken seketika menoleh ke arah Fin, kemudian mengingat kejadian kemarin. Ketika Fin menghubunginya tentang suster galak itu."Tu—tunggu... Jangan bilang kalau kamu?" seru Ken dengan mata berbinar-binar.BlushWajah Fin memerah tapi berusaha bersikap tenang. "Ehmm... Seperti itulah..." jawab Fin singkat."So?" tanya Ken penasaran.Fin dengan percaya diri berkata, "Aku sudah menikah bersama Rose.""Whaaatttttttt...?? Serius?" kaget Ken tidak percaya."Iyalah serius!!" jawab Fin santai.Ken mengangguk-angguk. "Selamat Bro!!" seru Ken tulus."Thank you! Lalu kamu?" Fin bertanya balik kepada Ken.Ken tersenyum dan mengangkat tangannya, kemudian memamerkan jari manisnya."Aku juga sudah menikah den
Setelah selesai membilas istrinya, dan mencuci bersih bagian terfavorit di tubuh Rose.Fin mengarahkan Rose untuk mengambil posisi telentang, sehingga kedua kakinya berada di luar sisi bathtub untuk menahan tubuhnya."Bisa sayang..?" tanya Fin, agar Rose mendapatkan posisi nyamannya.Rose memperbaiki posisinya, menahan tubuhnya di sisi bathtub dengan kuat. Begitu pula dengan kakinya. Sedangkan Fin sudah menahan belakang Rose dengan tangan. Sehingga posisi Rose kini melayang di atas bathtub dengan posisi kepala bersandar di sisi bathtub."Shit...!! Ini terlalu kuat dan seksi Rose...!! Tubuhmu sangat indah hunny...!!" seru Fin kemudian tanpa menunggu lagi. Dirinya mendekatkan wajahnya dan langsung menjulurkan lidahnya di kewanitaan pink milik istrinya.Blushhh"Eunggg... Akhh Fin!" Jerit manja Rose ketika Fin menjilati bibir miliknya dan menghisap kedua daging tembem serta klit yang begitu pink.Fin bergumam nikmat, seperti sedang menikmati makanan terenak di dunia."Akhh sayang, milikm
"Jadi... Jadi... Istri saya hamil Dok?!" tanya Austin dengan suara lantangnya yang tidak dapat menutup rasa harunya. Dadanya berdebar begitu cepat.Dokter tersebut tersenyum dan mengangguk. "Benar Tuan Austin, Selamat... Untuk Tuan dan Nyonya." jawab Dokter tersebut.Austin tidak dapat membendung air matanya dan seketika meraih tubuh wanitanya itu. Dipeluknya Bella, di kecupnya puncak kepala Bella, "Sayang... Aku akan menjadi seorang Daddy!" Histeris Austin.Bella yang masih shock masih terdiam begitu saja.Dirinya benar-benar sangat terkejut. Rasa haru, bahagia, semuanya menjadi satu.Austin terus mengecup kening Bella, dan terus mengucapkan ungkapan rasa terima kasih dan mencintai wanitanya itu, "Terima kasih sayang.. I love you so much ...!""Sayang?" lirih Bella."Hmm... Iya sayang...?" sahut Austin lembut kepada sang wanita. Di belainya punggung Bella.Dokter yang melihat adegan mesra di depannya memilih undur diri dan keluar dari ruangan.Memberikan ruang privasi kepada dua insa
Bella tersenyum dan kembali matanya berkaca-kaca. Dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari orang tua kekasihnya. Di saat kini dia sudah tidak memiliki keluarga. Di mana statusnya waktu itu di pandang sebelah mata oleh orang tua Steve dan tidak merestui mereka berdua.Austin yang melihat mata wanitanya mulai berkaca-kaca, segera saja dia mengusap lembut pipinya, "Ssttt... Jangan bersedih, nanti si baby ikutan sedih, Hmm..?"Agatha dan Edelmiro yang belum tahu kalau Bella saat ini sedang hamil, sontak terkejut."Baby?" seru Agatha dan Edelmiro bersamaan.Austin tertawa kecil melihat reaksi kedua orang tuanya."Benar Mam, Dad... Saat ini usia kandungan Bella sudah jalan empat minggu!" Austin menjelaskan dengan ekspresi yang begitu bahagia, sedangkan Bella meremas erat genggaman tangan Austin.Dia takut, kalau Agatha dan Edelmiro berpikiran aneh tentang dia."Be—benarkah??” seru Agatha senang. Dan duduk di tepi ranjang meraih tubuh Bella dengan lem
Setelah melewati beberapa jam perjalanan di atas pesawat. Steve akhirnya tiba juga di Kanada untuk menemui Gerald.Dengan menggunakan taksi bandara, dirinya bergegas menuju Hotel."Ah, pantas saja setiap aku dan Austin ke Kanada selalu ada mobil yang datang menjemput kami. Aku pikir itu adalah fasilitas airport! Ternyata itu semua adalah anak buah Austin!"gumam Steve memijit keningnya.Hanya dalam hitungan satu bulan, kehidupannya yang nyaris sempurna berubah drastis.Dimana setiap dia pergi dalam melakukan perjalanan dinas selalu mendapatkan pelayanan prioritas, kini dia harus mengurus segalanya sendiri.Dan, ternyata semua privilege yang dia dapatkan itu, karena ada Austin yang turut serta di sampingnya."Shit!" maki Steve."Ya Tuan?" sahut driver yang membawa kendaraan terkejut mendengar umpatan dari pelanggannya."Ah... Sorry, aku hanya memikirkan sesuatu." jawab Steve. Tidak menyangka umpatannya akan terdengar.Steve memutuskan mengambil ponselnya untuk menghubungi Gerald.Tuutt.
Giselle bagaikan di sambar petir malam ini. Bagaimana tidak. Pria yang dia pikir tulus menolongnya dan entah apapun itu. Kini menyuruhnya melayani pria lain di depan matanya.Yah walaupun itu Steve yang memang adalah pria berstatus Friend with benefit dengan dirinya."Bagaimana darl..?" tanya Gerald yang seolah bertanya pendapat Giselle. Padahal meskipun dia bertanya. Jawaban yang harus di berikan Giselle hanya satu yaitu Iya."..."Giselle menoleh ke arah Steve.Gerald tersenyum smirk. "Bagaimana Steve..? Kamu pasti mengenal Giselle bukan..?"Deg !"Ahh..." panik Steve harus berkata apa."Ayolah, masa kamu melupakan wanita cantik ini terakhir kali, aku bercinta dengannya bersama Frank," ujar Gerald santai. Dia ingin sekali tertawa melihat wajah panik Steve dan Giselle.Steve memaksa dirinya untuk ikut tertawa bersama Gerald. "Ahh iya, aku baru saja mengingatnya... Maaf, aku agak sibuk akhir-akhir dengan masalah di perusahaanku Gerald..." jawabnya."Hmm, baguslah! Bagaimana dengan pil
"Yes!! Aku setuju Gerald, hisapan Giselle sangat luar biasa!!" jawab Steve merem melek."Ahh, hisapan ini memang yang terbaik!!" batin Steve menikmati setiap hisapan dan kuluman Giselle."Ini terlalu baik! Akhh!" Steve mengerang.Gerald mulai menjilati dan mengaduk liang kewanitaan Giselle, membuat Giselle terus mengerang dan mendesah tertahan.Tidak butuh waktu lama, Gerald membuat tubuh Giselle mengejang dan menjerit kuat.Giselle melepaskan kulumannya dan berteriak. "Ough Gerald... Akh....!!! Faster please!""Akh!" teriak Giselle mencapai orgasme pertamanya.Tidak berhenti, Gerald kini membuka kedua bokong Giselle dan menjilati bokong Giselle. Kembali membuat Giselle mendesah dengan kuat."Akh… Gerald... Ough!""Shit, kenapa Giselle tidak menahan Gerald?!" bingung Steve melihat Giselle malah menikmati permainan lidah Gerald di bokongnya.Steve tidak tahan kembali memasukkan miliknya ke dalam mulut Giselle dengan dalam. Membuat suara tertahan Giselle begitu erotis."Sial!! Kamu tadi
“Oh my! Love! Aku mau keluar!” geram Austin. Bella semakin mempercepat gerakan kepalanya dan lidahnya bermain semakin liar di dalam sana. Hingga suara geraman suaminya dan hentakan pinggul suaminya yang membuat boa Austin semakin masuk ke dalam tenggorokannya. Cairan hangat dan putih kental itu memenuhi mulut Bella. Wanita cantik itu tersenyum, menyambut semua cairan cinta suaminya itu, ia tak melepaskan milik Austin, ia bahkan menghisap ujung lobang mister p suaminya itu, mengeluarkan semua cairannya dan menelannya tanpa sisa. Kemudian ia melepaskan milik suaminya dan berkata dengan erotis, “Ini sudah bersih sayang.” “Oh my! Love!” suara berat Austin yang langsung membaringkan tubuh istrinya, membuat posisi mereka berbalik. Ia menindih Bella dan melumat bibir istrinya itu. Menatap sang istri penuh cinta. “Enak?” tanya Bella lembut dengan napas berat. “Sangat… dalam sekejap kamu membuatku keluar…” jawab Austin tersenyum puas kepada sang istri, kemudian ia menjilati tengkuk lehe
Ini adalah bab spesial buat kalian semua sayang-sayangkuh ~~~ Semoga kalian suka ya ^^ ----Sebelum baca part ini, ada baiknya kalian lihat video di i9 @ma2.zan >,
Vladimir melihat putranya dan mengangguk setuju.“Terima kasih Ayah,” ucapnya dan melihat ke arah Bryan. “Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan Bryan,”“Tentu saja Paman,” jawab Bryan dengan senyuman yang begitu dingin.Pria itu kemudian undur diri dan pamit dari semuanya untuk menghubungi pasukan salju merah untuk mencari keberadaan keluarga Drake hingga tujuh turunan.“Basmi semuanya dan sisakan pria yang bernama Drake,” ujar Austin kepada Bryan. Bryan pun menyetujuinya.Dan hanya dalam beberapa hari semua keturunan keluarga pengusaha Drake tidak ada lagi di daftar penduduk. Kecuali tersisa Drake yang kini berada di Gudang yang begitu gelap.Austin dan Ludwig masuk ke dalam Gudang tersebut, bersama Max dan tentu saja beberapa bawahan Austin dan keluarga Vladislav.Begitu ikatan mata Drake di buka, betapa terkejutnya pria itu melihat pria yang ada di depannya. “Ka… kauuu…kauuu…?” gumamnya tergugu. Suaranya terdengar gemetar.Ludwig menyeringai, “Kenapa ? Apa kau terkejut melihat mayat
Waktu pun berlalu, keesokan paginya Bella bangun dengan masih berpelukan dengan Elle. Setelah menghabiskan waktu sampai jam satu malam, Ibu dan ana kini benar – benar bercerita tentang kehidupan mereka.Bella dengan jujur bercerita tentang rumah tangga nya yang pernah gagal bersama suami pertamanya, namun sekarang dia hidup dengan penuh cinta dalam keluarga suaminya. Serta orang – orang di sekelilingnya yang begitu mencintainya.Elle yang akhirnya bangun tersenyum lembut menatap wajah cantik putri kesayangannya itu. Putrinya yang membuat hidupnya bagaikan di neraka. Tiada hari tanpa ia memikirkan Bella di setiap helaan nafasnya. Kini ia bisa melihat, bahkan menyentuh wajah cantik Bella.“Kamu tumbuh menjadi wanita yang hebat, nak.” Ucap Elle lembut sambil membelai wajah putrinya.“Mom ?” gumam Bella dengan suara serak manjanya kepada Elle. Menandakan wanita cantik itu juga baru terbangun.“Kamu sudah bangun sayang?” tanya Elle lembut.Bella mengangguk pelan.Dan tiba – tiba pintu terb
Austin, Bryan, Ludwig, Arthur, dan Edelmiro duduk di halaman belakang mansion milik Austin dan Bella yang begitu luas. Di sekitar mereka, terdapat kolam renang yang begitu indah dan taman yang indah dengan berbagai macam tanaman dan bunga yang tumbuh subur.Kolam renang yang sangat besar terletak tepat di tengah-tengah halaman belakang, berwarna biru kehijauan dan dipenuhi dengan air yang jernih. Air di kolam renang tersebut mengalir secara perlahan, menghasilkan suara gemericik yang menenangkan. Di sekitar kolam renang, terdapat beberapa kursi mewah yang didesain khusus untuk bersantai di sekitar kolam renang.Di sekeliling kolam renang, terdapat taman yang dipenuhi dengan berbagai macam tanaman dan bunga yang tumbuh subur. Ada beberapa jenis pohon besar yang menghasilkan naungan yang lebat, memberikan kesan sejuk dan menenangkan. Taman juga dilengkapi dengan beberapa patung dan ornamen dekoratif yang menambah kesan elegan dan artistik.Di satu sudut taman, terdapat sebuah teras kayu
Hidangan pun mulai di sajikan satu per satu. Kepiawaian Elle dan Laras di dapur membuat mereka menyajikan makanan yang begitu lezat.“Lalu aku dengar dari Bryan kalau kau sekarang menjabat sebagai direktur utama di rumah sakit besar di Irlandia ? Dan Elle adalah pemilik Galeri terbesar di sana?”“Benar, kedua mertuaku yang begitu shock mendengar cerita kami dan melihat keadaan kami merasa sangat bersedih. Mereka memberikan support yang begitu besar kepada kami berdua. Aku di bangunkan sebuah rumah sakit dan akhirnya berkembang seperti saat ini. Dan Elle diberikan Galeri seni agar anak perempuannya itu tidak bersedih dan larut memikirkan Bella.” Jelas Ludwig.Arthur mengangguk dan kemudian menyeringai, “Dan katanya kau adalah keturunan –“Ting tongBel pintu kembali berbunyi. Austin kembali berdiri untuk membuka pintu menyambut tamu yang datang. Arthur dan Ludwig menhentikan percakapan merekaTerlihat Edelmiro dan Agatha berdiri di depan pintu dengan membawa begitu banyak tentengan kan
“Jadi bagaimana sampai Daddy dan Mommy hidup di Irlandia ?” tanya Bella.Elle tertunduk sedih, “Setelah kondisi kami sudah membaik, Grandpa dan Grandma mu membantu kami untuk pulang. Sedangkan sahabat Daddy dan Mommy juga pergi berpencar ke negara yang berbeda dengan identitas baru kami.”“Grandpa dan Grandma mu di Irlandia memberikan dukungan luar biasa kepada kami berdua.”“Dan begitu kami tiba di Irlandia, kami berdua langsung mencari keberadaan kamu di Swiss, rumah Grandpa Gaston dan Grandma Beatrice. Tetapi yang kami dapatkan adalah berita mengejutkan dari para tetangga yang mengatakan jika mereka pergi dengan tergesa-gesa bersama seorang gadis kecil.” Sambung Elle.“Daddy minta maaf karena tidak bisa menemukan keberadaan kamu Bella, Daddy dan Mommy merasa sangat bersalah.” Ucap Ludwig dengan mata berkaca-kaca.Air mata jatuh di pipi Bella mendengar cerita yang begitu menyedihkan dari kedua orang tua. Bagaimana bisa ia menyalahkan kedua orang tuanya karena kejadiaan naas seperti
Wanita paruh baya itu mengusap lembut punggung Bella, sedangkan pria paruh baya yang berada di sisinya matanya ikut berkaca-kaca menahan embun yang menumpuk di sudut matanya.Bella terlihat semakin kebingungan. Dua orang asing yang tiba-tiba datang memeluknya dan menangis di depannya.Terdengar suara langkah dari dalam. Bella yang masih dalam pelukan wanita asing itu pun menoleh ke suaminya, “Sayang?”Austin tersenyum lembut dan menghampiri istrinya yang terlihat sangat kebingungan itu. Dan hal itu membuat Bella semakin bingung dan bertanya-tanya. Austin memegang pundak istrinya.“Daddy, Mommy… Selamat datang di rumah kami.” ucap Austin kepada pria dan wanita paruh baya di depannya.Bella menekuk keningnya, “Sayang,” perkataan suaminya benar – benar membuatnya sangat bingung.“Apa maksud kamu sayang? Daddy, Mommy?” gumam Bella.Wanita paruh baya itu melepaskan pelukannya, diusapnya air matanya dan menatap Bella dengan senyuman manis di sudut matanya. “Iya sayang, aku mommy mu Elle,
Dan di sinilah keluarga kecil ini berada. Sebelum Arion pindah ke kamarnya. Dia bermanja dengan Bella dan twins.“Hoamss….” Arion menguap dengan besar.“Sudah waktunya tidur ya sayang, besok Arion mau ke sekolah ‘kan?”“Ok mom!”“Cup! Goodnight sayang!” Bella mengecup bibir Arion dan mengusap lembut pipi putranya itu dengan gemas.“Cup ! Goodnight Boy!” ucap Austin dan mengecup pipi Arion.Cup ! Cup! Cup! Sebelum turun dari tempat tidur, Arion memberikan kecupan kepada twins dan Bella.Kemudian pria kecil itu berlari kecil masuk ke dalam kamarnya.Tinggallah Austin dan Bella di atas tempat tidur. Bella bersandar di dada sang suami, memanjakan dirinya.Austin dengan lembut mengusap punggung istrinya. Kemudian dia bergeser dan memperbaiki posisi Bella agar bersandar di headboard dengan nyaman.Pria tampan berhazel biru itu lalu mengambil tempat dan memijit dengan lembut kaki Bella dengan lembut.“Terima kasih sayang…” ucap Bella dengan senyuman bahagianya.Wanita cantik itu menikmati p