Keesokan paginya, Bella masih tertidur dalam dekapan Austin. Entah kenapa, beberapa hari ini. Dia merasa sangat nyaman menghirup aroma tubuh kekasih hatinya itu.Setiap malam ia selalu gelisah sebelum tidur."Euhmm... Sayang.." gumam kecil Bella, karena Austin yang sudah bangun terlebih dahulu, terus mengecup seluruh wajahnya.Austin tersenyum, beberapa hari ini Bella sangat manja padanya. Tentu saja dia sangat bahagia. Apalagi kalau kekasihnya itu mulai ngambek atau menggerutu.Membuatnya ingin kembali melahapnya dan membuat Bella mendesah.Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Tapi Bella masih betah saja memeluk tubuh Austin."Sayang, bangun... Kita sarapan ?" ucap Austin lembut.Bella mengerjapkan matanya dan melihat wajah tampan di depannya. Seulas senyum tercetak di bibirnya."CUP!"Austin kembali mengecup bibir Bella, tentu saja bukan hanya sekedar kecupan ringan. Karena kecupan ringan bagi Austin adalah melahap bibir wanitanya itu. Dilumatnya bibir atas dan bawah Bella berganti
"Ahhhh! Let’s try!!" seru Austin memikirkan ide teraneh sepanjang masa.Kemudian dirinya mengambil sepotong waffle dan mencelupkannya ke dalam saus blueberry."Aaaaa... sayang.." Austin membuka mulutnya agar Bella ikut membuka mulutnya.Bella membuka mulutnya, kemudian Austin memasukkan waffle tersebut. Menyuapinya dengan hati-hati.Terdengar suara kunyahan dari Bella, "Uhmm...Nyamm..nyamm..""Bagaimana sayang?" Austin penasaran.Bella masih terdiam dan berusaha mencari rasa asin yang tadi tumpah di mulutnya. Namun, semakin dia mengunyah. Rasa waffle tersebut semakin enak, lembut dan manis."Uhmm.. Enak bangett sayang!" Bella berseru dengan membelalakkan matanya berbinar-binar. Mengagumi rasa waffle tersebut.Austin tersenyum melihat ekspresi Bella. "Sekarang kamu suapin aku lagi sayang..." pinta Austin.Bella kembali mengambil potongan waffle dan di suap ke dalam mulut prianya.Namun Austin segera menahan tangan Bella dan menghisap jari Bella.Slurp"Hmm... Enak.." gumam Austin.Serr
"Ok! I'm done sayang!" seru Bella setelah selesai memakai pakaian yang nyaman untuknya.Austin sontak menoleh dan terpesona dengan penampilan semi formal kekasih hatinya itu.Dengan perpaduan blazer hitam, dalaman berwarna putih dan bawahan jeans berwarna light blue model boyfriend. Sapuan make up yang natural. Serta highheels 3cm yang dia pakai membuat dirinya semakin mempesona.Bella melihat Austin menatapnya tanpa berkedip. Dengan perasaan tidak enak dia menghampiri Austin, "Ada yang salah dengan pakaianku? Apa kurang pantas ke kantor memakai pakaian seperti ini?" Bella bertanya takut Austin tidak senang dengan caranya berpakaian yang terlalu santai ini.Austin berdiri dari duduknya dan merangkul pinggang Bella. "Apapun yang kamu pakai selalu mempesona sayang. Dan tidak ada larangan berpakaian untuk Nyonya Austin... Kamu bebas mengenakan apapun ke perusahaan... Selama istriku ini nyaman... Tidak akan ada masalah.."Blush"Istri..? gumam kecil Bella merona."Iya... Sebentar lagi kam
Deg!"Oh my !!" seru Austin dalam hati. Terkejut dengan reaksi Bella.Dengan tenang Austin mengatakan. "Tentu saja aku mau sayang, biar aku yang antri, kamu tunggu saja di dalam mobil, hmm?" sambil mencari parkiran di dekat bendungan air.Ekspresi Bella seketika berubah 180 derajat. Dengan mata berbinar-binar mengangguk setuju. Membuat Austin kembali tergelak."Apa dia sesenang itu hanya karena hal kecil seperti ini?" ucap Austin dalam hati dan mengusap lembut pipi kekasihnya.Austin melepaskan seatbeltnya, sebelum turun, Austin menyampaikan. "Kunci pintunya dari dalam dan jangan buka kaca mobil. Tunggu aku, Ok?"Bella mengangkat ke dua ibu jarinya, "Ok sayang!""Good girl..!" puji Austin dan mengusap puncak kepala Bella."Ahh, Tunggu sayang... Pakai ini..!!" seru Bella sambil menyerahkan masker hitam kepada Austin.Austin tersenyum, "Hmm, Ok sayang..""Ck... Aku hanya menjaga kesehatanmu !!" decak Bella, padahal sesungguhnya dia tidak rela ketampanan kekasihnya menjadi konsumsi publi
"Ayo masuk..." Fin menautkan tangan ke istrinya itu masuk ke dalam rumahnya.Pagi ini, setelah check out dari Hotel. Fin memutuskan untuk langsung membawa Rose ke kediaman pribadinya. Bukan basecamp yang biasa dia dan Ken tempati.Rose tidak bisa tidak kagum dengan rumah Fin yang terbilang sangat besar ini.Fin melihat raut wajah Rose, "Apa kamu tidak suka berada di sini? Kalau memang tidak suka. Kita ke Apartment saja, bagaimana?" tawar Fin kepada sang istri."Ah... Bukan itu Fin... Ha—hanya saja. Aku merasa tidak pantas berada di sini..." lirih Rose.Fin menarik tangan Rose agar masuk ke dalam pelukannya. "Bagaimana bisa istriku yang cantik ini tidak pantas untuk masuk ke rumahnya sendiri? Hmm?"Rose terkesiap dengan ucapan Fin. Jantungnya saat ini berada dalam posisi tidak aman.Hap!Dengan satu kali gerakan. Fin mengangkat Rose ala bridal masuk ke dalam rumah."Yaa... " kaget Rose yang langsung melingkarkan tangannya ke leher Fin.Cup!"Sepertinya kamu lupa, kalau saat ini aku ada
SretttSiska menarik tangan Ken, wanita cantik itu naik ke atas jok mobil, berlutut dan memeluknya erat prianya itu. "Siapa bilang kalau aku tidak ingin menikah denganmu Ken. Aku mau… Aku… aku mau… Hanya saja..."Ken tersenyum penuh kemenangan. "Hanya saja?" Ken bertanya."Aku tidak percaya diri dengan statusku. Bagaimana kedua orang tuamu dapat menerima statusku ini... Aku merasa tidak pantas," jawab Siska yang masih memeluk erat Ken, seolah takut pria itu akan benar-benar meninggalkannya.Saat Ken ingin mengurai pelukannya, "Jangan di lepas… Kamu jangan merasa seperti itu Ken, aku mencintaimu... Sangat mencintaimu..."Rengek manja Siska tidak ingin melepaskan pelukannya.Ken ingin sekali tertawa, akhirnya bisa mendengar kata hati wanitanya itu. "Iya aku tahu sayang, kamu mencintaiku..." jawab Ken santai yang menyudahi aktingnya."Iya, kalau kamu tahu aku mencintaimu. Jangan berbicara seperti itu lagi." jawab Siska yang belum juga sadar kalau sudah di kerjai oleh kekasihnya."Iya aku
Dan kini Siska dan Ken sudah berada di rumah mereka. Padahal kedua orang tua Kenan sudah meminta Ken untuk pulang ke rumah mereka.Cecilia yang masih tertidur di masukkan ke dalam crib oleh Siska.GrepKen segera mengangkat tubuh Siska dari belakang. Dengan gendongan ala bridal. "Sayang!" teriak Siska tertahan agar tidak membangunkan Cecilia yang baru saja tertidur. Karena kelelahan bermain bersama Grandma dan Grandpa nya.Ken tidak peduli dan terus mengangkat wanita yang kini resmi menjadi istrinya.Ken merebahkan tubuh wanitanya itu di atas ranjang besar mereka. Dan menautkan bibir mereka dengan tatapan penuh cinta.Ken yang tidak sabar langsung membuka pakaian yang ia kenakan. Dan membuka pakaian Siska tanpa sehelai benang pun.Ken lagi-lagi terpesona dengan kemolekan istrinya. "Cantik…" ucapnya. Dan kembali mengungkung tubuh Siska.Di berikannya kecupan demi kecupan."Uhmm, sayang… Ken… Tunggu!" Siska berusaha menahan kepala Ken yang tidak ingin berhenti itu."Sa… sayan
"Della kamu cukup tunggu aku di bagian depan. Aku ingin membicarakan beberapa hal dengan mantan istriku di private room," ujar Steve kepada Della."Baik Pak..." jawab Della singkat.Tidak lama kemudian, mereka tiba di sebuah restaurant yang cukup mewah.Steve turun terlebih dahulu, disusul oleh Della tepat di belakangnya."Selamat siang Tuan," sapa pelayan saat membuka pintu kaca untuk Steve."Siang... Tolong atas nama Steve William." ucap Steve kepada pelayan tersebut."Baik, silahkan Tuan. Di bagian sini..." jawab pelayan tersebut dan membawa Steve ke ruangan yang sudah di reservasi oleh Della."Baik, terima kasih. Oh iya, kalau tamuku datang. Suruh langsung masuk ke dalam..." pesan Steve kepada pelayan tersebut."Baik Tuan."Pelayan tersebut pun keluar dari ruangan. Tersisa Della dan Steve."Hmm, kalau begitu saya keluar juga Pak...!" imbuh Della.Steve berpikir sejenak, "Tidak masalah Della. Kamu bisa k
“Oh my! Love! Aku mau keluar!” geram Austin. Bella semakin mempercepat gerakan kepalanya dan lidahnya bermain semakin liar di dalam sana. Hingga suara geraman suaminya dan hentakan pinggul suaminya yang membuat boa Austin semakin masuk ke dalam tenggorokannya. Cairan hangat dan putih kental itu memenuhi mulut Bella. Wanita cantik itu tersenyum, menyambut semua cairan cinta suaminya itu, ia tak melepaskan milik Austin, ia bahkan menghisap ujung lobang mister p suaminya itu, mengeluarkan semua cairannya dan menelannya tanpa sisa. Kemudian ia melepaskan milik suaminya dan berkata dengan erotis, “Ini sudah bersih sayang.” “Oh my! Love!” suara berat Austin yang langsung membaringkan tubuh istrinya, membuat posisi mereka berbalik. Ia menindih Bella dan melumat bibir istrinya itu. Menatap sang istri penuh cinta. “Enak?” tanya Bella lembut dengan napas berat. “Sangat… dalam sekejap kamu membuatku keluar…” jawab Austin tersenyum puas kepada sang istri, kemudian ia menjilati tengkuk lehe
Ini adalah bab spesial buat kalian semua sayang-sayangkuh ~~~ Semoga kalian suka ya ^^ ----Sebelum baca part ini, ada baiknya kalian lihat video di i9 @ma2.zan >,
Vladimir melihat putranya dan mengangguk setuju.“Terima kasih Ayah,” ucapnya dan melihat ke arah Bryan. “Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan Bryan,”“Tentu saja Paman,” jawab Bryan dengan senyuman yang begitu dingin.Pria itu kemudian undur diri dan pamit dari semuanya untuk menghubungi pasukan salju merah untuk mencari keberadaan keluarga Drake hingga tujuh turunan.“Basmi semuanya dan sisakan pria yang bernama Drake,” ujar Austin kepada Bryan. Bryan pun menyetujuinya.Dan hanya dalam beberapa hari semua keturunan keluarga pengusaha Drake tidak ada lagi di daftar penduduk. Kecuali tersisa Drake yang kini berada di Gudang yang begitu gelap.Austin dan Ludwig masuk ke dalam Gudang tersebut, bersama Max dan tentu saja beberapa bawahan Austin dan keluarga Vladislav.Begitu ikatan mata Drake di buka, betapa terkejutnya pria itu melihat pria yang ada di depannya. “Ka… kauuu…kauuu…?” gumamnya tergugu. Suaranya terdengar gemetar.Ludwig menyeringai, “Kenapa ? Apa kau terkejut melihat mayat
Waktu pun berlalu, keesokan paginya Bella bangun dengan masih berpelukan dengan Elle. Setelah menghabiskan waktu sampai jam satu malam, Ibu dan ana kini benar – benar bercerita tentang kehidupan mereka.Bella dengan jujur bercerita tentang rumah tangga nya yang pernah gagal bersama suami pertamanya, namun sekarang dia hidup dengan penuh cinta dalam keluarga suaminya. Serta orang – orang di sekelilingnya yang begitu mencintainya.Elle yang akhirnya bangun tersenyum lembut menatap wajah cantik putri kesayangannya itu. Putrinya yang membuat hidupnya bagaikan di neraka. Tiada hari tanpa ia memikirkan Bella di setiap helaan nafasnya. Kini ia bisa melihat, bahkan menyentuh wajah cantik Bella.“Kamu tumbuh menjadi wanita yang hebat, nak.” Ucap Elle lembut sambil membelai wajah putrinya.“Mom ?” gumam Bella dengan suara serak manjanya kepada Elle. Menandakan wanita cantik itu juga baru terbangun.“Kamu sudah bangun sayang?” tanya Elle lembut.Bella mengangguk pelan.Dan tiba – tiba pintu terb
Austin, Bryan, Ludwig, Arthur, dan Edelmiro duduk di halaman belakang mansion milik Austin dan Bella yang begitu luas. Di sekitar mereka, terdapat kolam renang yang begitu indah dan taman yang indah dengan berbagai macam tanaman dan bunga yang tumbuh subur.Kolam renang yang sangat besar terletak tepat di tengah-tengah halaman belakang, berwarna biru kehijauan dan dipenuhi dengan air yang jernih. Air di kolam renang tersebut mengalir secara perlahan, menghasilkan suara gemericik yang menenangkan. Di sekitar kolam renang, terdapat beberapa kursi mewah yang didesain khusus untuk bersantai di sekitar kolam renang.Di sekeliling kolam renang, terdapat taman yang dipenuhi dengan berbagai macam tanaman dan bunga yang tumbuh subur. Ada beberapa jenis pohon besar yang menghasilkan naungan yang lebat, memberikan kesan sejuk dan menenangkan. Taman juga dilengkapi dengan beberapa patung dan ornamen dekoratif yang menambah kesan elegan dan artistik.Di satu sudut taman, terdapat sebuah teras kayu
Hidangan pun mulai di sajikan satu per satu. Kepiawaian Elle dan Laras di dapur membuat mereka menyajikan makanan yang begitu lezat.“Lalu aku dengar dari Bryan kalau kau sekarang menjabat sebagai direktur utama di rumah sakit besar di Irlandia ? Dan Elle adalah pemilik Galeri terbesar di sana?”“Benar, kedua mertuaku yang begitu shock mendengar cerita kami dan melihat keadaan kami merasa sangat bersedih. Mereka memberikan support yang begitu besar kepada kami berdua. Aku di bangunkan sebuah rumah sakit dan akhirnya berkembang seperti saat ini. Dan Elle diberikan Galeri seni agar anak perempuannya itu tidak bersedih dan larut memikirkan Bella.” Jelas Ludwig.Arthur mengangguk dan kemudian menyeringai, “Dan katanya kau adalah keturunan –“Ting tongBel pintu kembali berbunyi. Austin kembali berdiri untuk membuka pintu menyambut tamu yang datang. Arthur dan Ludwig menhentikan percakapan merekaTerlihat Edelmiro dan Agatha berdiri di depan pintu dengan membawa begitu banyak tentengan kan
“Jadi bagaimana sampai Daddy dan Mommy hidup di Irlandia ?” tanya Bella.Elle tertunduk sedih, “Setelah kondisi kami sudah membaik, Grandpa dan Grandma mu membantu kami untuk pulang. Sedangkan sahabat Daddy dan Mommy juga pergi berpencar ke negara yang berbeda dengan identitas baru kami.”“Grandpa dan Grandma mu di Irlandia memberikan dukungan luar biasa kepada kami berdua.”“Dan begitu kami tiba di Irlandia, kami berdua langsung mencari keberadaan kamu di Swiss, rumah Grandpa Gaston dan Grandma Beatrice. Tetapi yang kami dapatkan adalah berita mengejutkan dari para tetangga yang mengatakan jika mereka pergi dengan tergesa-gesa bersama seorang gadis kecil.” Sambung Elle.“Daddy minta maaf karena tidak bisa menemukan keberadaan kamu Bella, Daddy dan Mommy merasa sangat bersalah.” Ucap Ludwig dengan mata berkaca-kaca.Air mata jatuh di pipi Bella mendengar cerita yang begitu menyedihkan dari kedua orang tua. Bagaimana bisa ia menyalahkan kedua orang tuanya karena kejadiaan naas seperti
Wanita paruh baya itu mengusap lembut punggung Bella, sedangkan pria paruh baya yang berada di sisinya matanya ikut berkaca-kaca menahan embun yang menumpuk di sudut matanya.Bella terlihat semakin kebingungan. Dua orang asing yang tiba-tiba datang memeluknya dan menangis di depannya.Terdengar suara langkah dari dalam. Bella yang masih dalam pelukan wanita asing itu pun menoleh ke suaminya, “Sayang?”Austin tersenyum lembut dan menghampiri istrinya yang terlihat sangat kebingungan itu. Dan hal itu membuat Bella semakin bingung dan bertanya-tanya. Austin memegang pundak istrinya.“Daddy, Mommy… Selamat datang di rumah kami.” ucap Austin kepada pria dan wanita paruh baya di depannya.Bella menekuk keningnya, “Sayang,” perkataan suaminya benar – benar membuatnya sangat bingung.“Apa maksud kamu sayang? Daddy, Mommy?” gumam Bella.Wanita paruh baya itu melepaskan pelukannya, diusapnya air matanya dan menatap Bella dengan senyuman manis di sudut matanya. “Iya sayang, aku mommy mu Elle,
Dan di sinilah keluarga kecil ini berada. Sebelum Arion pindah ke kamarnya. Dia bermanja dengan Bella dan twins.“Hoamss….” Arion menguap dengan besar.“Sudah waktunya tidur ya sayang, besok Arion mau ke sekolah ‘kan?”“Ok mom!”“Cup! Goodnight sayang!” Bella mengecup bibir Arion dan mengusap lembut pipi putranya itu dengan gemas.“Cup ! Goodnight Boy!” ucap Austin dan mengecup pipi Arion.Cup ! Cup! Cup! Sebelum turun dari tempat tidur, Arion memberikan kecupan kepada twins dan Bella.Kemudian pria kecil itu berlari kecil masuk ke dalam kamarnya.Tinggallah Austin dan Bella di atas tempat tidur. Bella bersandar di dada sang suami, memanjakan dirinya.Austin dengan lembut mengusap punggung istrinya. Kemudian dia bergeser dan memperbaiki posisi Bella agar bersandar di headboard dengan nyaman.Pria tampan berhazel biru itu lalu mengambil tempat dan memijit dengan lembut kaki Bella dengan lembut.“Terima kasih sayang…” ucap Bella dengan senyuman bahagianya.Wanita cantik itu menikmati p