Share

Dasar Wanita Genit

Penulis: Mommykai22
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-14 11:07:05

"Ma? Halo, Ma?"

Louis sudah menghentikan mobilnya di parkiran rumah sakit saat Sena meneleponnya. Ia pun mengangkatnya dan mereka baru saja berbicara sebentar saat tiba-tiba Sena memekik tertahan lalu Sena tidak bicara lagi.

Louis mendadak panik. Jantungnya memacu kencang memikirkan apa yang terjadi pada ibunya itu.

"Sial! Ada apa di lobby?" geram Louis yang langsung keluar dari mobilnya dan berlari ke lobby rumah sakit.

Dengan cepat, Louis pun bisa melihat Sena sedang berdiri memunggunginya tidak jauh dari lift.

"Ma!" panggil Louis yang membuat Sena sontak menoleh.

Namun, langkah Louis seketika melambat saat ia melihat Sena tidak sendiri, melainkan bersama seorang wanita yang saat ini sangat ia benci.

Hanna sendiri juga sudah membelalak tidak percaya menatap Louis di sana. Bagaimana bisa ada kebetulan yang seperti ini?

Dan apa? Ma? Apa mungkin wanita yang Hanna tolong adalah ibunya Louis?

Hanna sendiri sudah sering melihat orang tua Indira selama satu tahun bekerja bersama b
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Can Tik
lanjuuttttttt
goodnovel comment avatar
Cahyaningsih Nuri
bikin cemburu aja louis ..biar gak gede kepals..lanjut kak yg banyak
goodnovel comment avatar
nana lizt
up yg bnyk thor.....critanya mulsi seru ini
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Perjodohan

    "Ini fried chickennya!" Hanna masuk ke kamar Gio dengan tawa sumringahnya dan Gio pun langsung menyambut Hanna dengan antusias. "Akhirnya Kak Hanna datang, Gio sudah lapar." "Haha, maaf ya, Kakak lama. Tapi ayo sapa Uncle Dokter dulu!" sahut Hanna yang masuk bersama Martin. "Eh, ada Uncle Dokter. Sstt!" Gio meletakkan telunjuk di depan bibirnya. Hanna menaikkan alisnya. "Ada apa?" "Kata Suster, jangan sampai Uncle Dokter tahu kalau Gio makan fried chicken. Tidak boleh katanya," bisik Gio dengan suara yang cukup keras sampai Martin tergelak mendengarnya. "Kalau sedikit dan jarang-jarang tidak apa, Gio." "Gio sudah lama tidak makan fried chicken karena tidak boleh sama Kak Hanna," lapor Gio. "Fried chicken tidak terlalu baik untuk kesehatanmu, jadi turuti apa kata kakakmu ya!" Martin melirik Hanna singkat. Hanna pun tersenyum dan mengangguk. "Aku tahu dia tidak boleh makan banyak-banyak, Dokter. Tenang saja!" "Ya, lemak jenuh dan tinggi kolesterol tidak baik untuk jantungnya.

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-15
  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Perhatian Istri Kedua

    "Astaga, Louis! Kau baik-baik saja?" Sena tersentak kaget saat ia terkena sedikit semburan air dari mulut Louis. "Uhuk ... uhuk ... ya ampun, maafkan aku, Ma. Aku tersedak!" "Hati-hati minumnya!" Sena menepuk ringan punggung anaknya itu. Louis mengembuskan napas, berusaha menenangkan dirinya, sebelum detik berikutnya, ia langsung mengomel dengan ekspresi kesal."Mama bercanda kan? Yang benar saja! Jangan gila menjodohkan Samuel dengan Hanna! Mereka sama sekali tidak cocok!" seru Louis menggebu. Sena mengerjapkan matanya kaget melihat anaknya begitu sewot. "Ada apa denganmu, Louis? Mendadak kau begitu menggebu!" "Bukan menggebu, tapi Hanna itu bukan wanita baik, Ma. Aku peduli pada Samuel dan aku tidak akan mengijinkan dia menjalin hubungan dengan wanita mura ...." Louis terdiam sejenak, sebelum ia meralat ucapannya. "Maksudku wanita seperti Hanna!" "Wanita seperti apa maksudmu, Louis?" "Itu ... pokoknya bukan wanita baik, Ma! Jangan membahasnya lagi!" Untuk sejenak, Sena kem

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-16
  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Membandingkan Tanpa Sadar

    Hanna masih menahan napasnya sejenak, tidak percaya bahwa setiap scene bertatapan dengan Louis selalu bisa membiusnya. Tapi nyatanya itulah yang terjadi, bahkan ketampanan pria itu membuat debar jantung Hanna tidak pernah normal. Louis sendiri ikut terpaku. Setiap menatap bibir Hanna, saklar di tubuhnya mendadak on dan ia membenci dirinya sendiri karena itu. "Sampai kapan kau mau menatapku, hah? Perutku sakit dan aku kedinginan!" seru Louis tiba-tiba, tepat di depan wajah Hanna. Suara itu tidak meninggi seperti biasanya, walaupun jelas ini adalah nada perintah. "Ah, maafkan aku, Pak," sahut Hanna canggung. "Ck, sudahlah, aku bisa sendiri!" Baru saja Hanna akan menurunkan kaos itu, tapi Louis sudah mengambil alih dan menurunkan kaosnya sendiri menutupi tubuhnya. "Ah, harusnya aku tidak melewatkan makan malamku," gumam Louis saat rasa tidak nyaman di perutnya kembali terasa. Hanna mengerjapkan matanya. "Kalau sudah tahu Anda bisa sakit kalau melewatkan makan malam, mengap

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-17
  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Hal Tidak Penting yang Mengusiknya

    Hanna terbangun di tengah malam, kelopak matanya terasa berat. Ia tidak ingat kapan tepatnya tertidur, tapi saat ini ia sudah duduk bersandar di samping Louis. "Ya ampun, aku tertidur," gumamnya sambil buru-buru meraba dahi pria itu.Demamnya sudah turun.Sejak Louis terlelap, Hanna tidak langsung tidur. Ia terus mengompresnya, mengganti kain dingin berkali-kali, hingga akhirnya kelelahan dan ikut terlelap.Hanna menghela napas lega dan berniat bangkit dari ranjang. Namun, tatapannya tanpa sengaja jatuh pada wajah Louis.Saat tidur dan saat tidak sedang sinis, wajah itu begitu tampan dan damai. Garis rahangnya tegas, hidungnya mancung sempurna, dan bibir tipis yang ....Seketika Hanna merinding mengingat rasa bibir Louis di tubuhnya, desahan kasar pria itu di telinganya, serta sentuhan panas di sekujur tubuhnya sampai Hanna langsung memeluk dirinya sendiri. "Astaga, apa yang kau pikirkan, Hanna?" gerutunya, menepiskan pikirannya.Tanpa menoleh lagi, Hanna pun akhirnya merapikan bak

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-18
  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Diantar Pulang

    "Akhirnya kau datang juga, Hanna!" Suara Susan langsung menyambut Hanna begitu ia tiba di kantor siang itu. Hanna mengernyit. "Ada apa, Susan?" "Refi sudah dua kali menelepon dan bertanya tentangmu." "Refi? Asistennya Pak Louis?" "Iya, memangnya Refi siapa lagi?" Jantung Hanna berdetak sedikit lebih cepat. "Ya ampun, tapi kenapa dia mencariku?" Susan mengangkat bahu. "Aku juga tidak tahu. Saat aku tanya ada pesan apa, dia hanya bilang tidak ada. Tapi kalian ada urusan apa sampai dia mencarimu terus?" Hanna menggeleng. "Aku tidak ada urusan apa-apa dengannya. Tapi biarkan saja. Kalau memang penting, dia pasti menelepon lagi nanti!" Hanna berusaha bersikap santai, walaupun ia terus bertanya-tanya sendiri. Mengapa Refi mencarinya? Apa Louis yang menyuruhnya? Apa Louis benar-benar ingin memastikan apakah Hanna sudah kembali? Hanna tidak menelepon balik, dan ternyata, Refi pun tidak menelepon lagi sampai akhirnya jam pulang kerja tiba. "Aku baru sadar kalau si Refi tidak menc

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-19
  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Ingatlah Kau Sudah Menikah!

    Louis menyetir mobilnya dengan perasaan yang masih kesal malam itu. Bukan kesal pada siapa pun, hanya kesal pada dirinya sendiri. Ia sengaja meminta Refi untuk tidak bertanya lagi tentang Hanna karena Louis tidak mau tahu lagi. Bahkan, Louis lembur sampai malam juga agar ia tidak perlu berinteraksi dengan Hanna di rumah. "Terus bertemu dengannya bisa membuatku gila! Aku juga tidak akan mencari tahu tentang dia lagi! Memangnya dia siapa?" "Tapi untunglah akhirnya Indira pulang! Walaupun aku masih marah padanya, tapi lebih baik ada dia daripada aku harus berdua dengan wanita itu!" keluh Louis yang melajukan mobilnya makin cepat. Namun, rencana Louis untuk tidak berinteraksi dengan Hanna pun berantakan saat ia melihat Hanna di depan gerbang rumahnya. Tidak sendiri, melainkan bersama seorang pria yang entah mengapa begitu Louis ingat, pria di rumah sakit waktu itu. Mendadak Louis dirambati amarah yang tidak jelas di dadanya. Moodnya seharian sudah begitu buruk dan pemandangan yang ia

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-20
  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Akan Membuatmu Hamil

    Hanna mematung setelah Louis meninggalkannya begitu saja di depan gerbang. Louis melajukan mobilnya masuk ke halaman rumah dan tidak peduli lagi padanya yang masih berdiri di sana. Jantung Hanna memacu kencang. Ucapan Louis barusan sama sekali tidak ia sangka. Sungguh, Hanna sadar statusnya sebagai istri, ia bukan wanita single lagi dan ia juga tidak bermaksud merayu pria mana pun. Hanya saja, ucapan Louis barusan membuat Hanna merasa ... entah bagaimana harus mengatakannya. Tapi Hanna merasa dimiliki .... Tatapan Hanna goyah sejenak. "Ya Tuhan, pikiranmu mulai tidak jelas, Hanna! Kalau pun dia melarangmu untuk merayu pria lain, itu karena dia tidak terima diselingkuhi. Ya, suami mana yang terima diselingkuhi?" "Tapi aku tidak pernah berpikir untuk selingkuh. Aku ... ck, baiklah, tidak usah dipikirkan lagi. Lebih baik aku masuk karena Bu Indira sudah menungguku." Hanna pun merapikan dirinya dan segera berlari kecil masuk ke rumah. Terlihat Indira sudah duduk di sana dan Louis

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-21
  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Seranjang Berdua

    Hanna mematung di tempatnya, jantungnya berdebar begitu kencang hingga hampir melompat keluar dari dadanya. Kulitnya masih basah dan dingin setelah mandi, tapi sungguh, semuanya tertutupi oleh panas yang mendadak memenuhi ruangan begitu Louis masuk dengan ekspresi penuh amarah. Bukan hanya kehadiran pria itu yang menegangkan, tapi ucapannya barusan membuat bulu kuduk Hanna meremang. "Anda … bicara apa?" Suaranya bergetar. "Anda pasti mabuk, Pak." Alih-alih mundur atau menjauh, Louis justru semakin mendekat, langkahnya mantap, tatapannya tajam menusuk, seolah menelanjangi Hanna hingga ke lubuk hatinya yang terdalam. "Apa aku terlihat seperti orang mabuk, hah?" Suaranya rendah, tapi sangat mengancam. "Aku bilang ayo kita lakukan sekarang. Aku akan membuatmu hamil, Hanna!" Hanna tersentak, napasnya tercekat, tapi ia bahkan tidak sempat memproses ketakutannya karena sedetik kemudian, Louis sudah ada di hadapannya. Kedua tangan pria itu menangkup wajahnya, jari-jarinya mencengkeram d

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-22

Bab terbaru

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Pertama Kali Membelanya

    Hanna masih begitu tegang dengan scene ini, tapi ia tahu apa yang harus ia lakukan. Buru-buru Hanna menarik tangannya dari Louis duluan. "Ah, maaf, Pak!" seru Hanna. "Jalan saja tidak benar, Hanna! Atau kau sengaja tersandung, hmm?" desis Louis yang akhirnya melepas tangan Hanna dengan kasar. Hanna kembali menahan napasnya singkat sambil menatap Louis dengan tajam, sementara Martin malah begitu lembut bicara dengan Hanna. "Kau tidak apa, Hanna?" "Ah, iya, aku tidak apa, Dokter. Terima kasih!" Hanna tersenyum singkat.Louis yang melihatnya kembali kesal. Bisa-bisanya Hanna tersenyum pada Martin, tapi tidak padanya. Hanna mengucapkan terima kasih pada Martin, tapi tidak padanya. Louis mengembuskan napas kesalnya dan memalingkan wajahnya. Sambil memasukkan satu tangan di kantong celananya, Louis melangkah ke arah Indira dan langsung memeluk pinggang istrinya itu dengan mesra. "Ayo kita masuk dulu saja!" ajak Louis. Tanpa menoleh ke arah Hanna lagi, Louis dan Indira pun masuk ke r

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Dua Pria yang Memeganginya

    "S-selamat malam, Pak, Bu!" Hanna menyapa dengan begitu canggung dan suasana pun hening sejenak. Jantung Hanna memacu begitu kencang karena ia tidak menyangka akan bertemu dengan bosnya itu. Begitu juga dengan Louis dan Indira yang masih membelalak begitu lebar. Namun, sebelum ada yang menyahut lagi, Martin sudah berbicara duluan. "Jadi kalian juga sudah saling mengenal ya, aku tidak tahu kalau bosmu ini adalah suaminya Bu Indira, Hanna." "Sebenarnya itu ...." "Aku yang bosnya. Hanna ini adalah asistenku," sela Indira. Martin terdiam sejenak melirik Louis. "Ah, maafkan aku. Kupikir suamimu adalah bosnya Hanna karena aku beberapa kali bertemu dengannya bersama Hanna." Indira mengernyit mendengar kata beberapa kali bertemu, tapi Louis tidak membiarkan istrinya itu berpikiran macam-macam dan ia langsung menyahut duluan. "Kami suami istri dan Hanna bekerja bersama kami, jadi kami adalah bosnya Hanna, apa bedanya? Tapi aku terkejut sekali melihatmu bersama Hanna, apa kalian ... be

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Pertemuan di Restoran

    Setelah berjam-jam menunggu dengan perasaan cemas, akhirnya Hanna diijinkan menemui Gio yang sudah mulai sadar di ruang ICU menjelang malam itu. "Ayo, Hanna. Kita ke sana," ajak Martin yang juga setia di rumah sakit sampai malam.Martin punya kesibukan lain dan jam praktik, tapi ia tetap menemani saat Gio sadar. Hanna pun langsung masuk ke ruangan Gio dan ia melihat tubuh kecil Gio yang terbaring lemah di atas ranjang dengan berbagai alat medis terpasang di tubuhnya. Selang oksigen masih menutupi wajah mungilnya, tapi yang paling penting adalah Gio hidup. Gio selamat."Gio ...." Suara Hanna bergetar saat ia mendekat dan menggenggam tangan adiknya dengan hati-hati. "Kakak menunggu sejak tadi, Sayang." Martin berdiri di sampingnya dan menepuk bahu Hanna pelan. "Gio dalam keadaan stabil sekarang. Semuanya baik, walaupun ini masih dalam proses pemantauan ketat."Hanna mengangguk cepat, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. "Terima kasih, Dokter! Terima kasih!" Martin ikut mengangguk d

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Manipulatif

    "Kau yakin tidak apa meninggalkan bosmu seperti itu, Hanna?" Martin dan Hanna sudah duduk berdua di kantin rumah sakit. Awalnya Martin sungkan mengajak Hanna makan hanya di "kantin," tapi ia masih punya tanggung jawab yang tidak bisa ia tinggalkan lama-lama. Hanna, yang sejak awal tidak ingin meninggalkan rumah sakit, merasa cukup lega bisa makan dengan tenang di kantin rumah sakit yang sederhana ini. Setidaknya, ia tidak merasa terlalu terikat dengan suasana formal."Ah, tidak apa, Dokter," jawab Hanna, mencoba terdengar santai. "Seperti yang kubilang tadi, dia ... hanya mampir. Dia juga buru-buru.""Begitu ya?" Martin menyimpulkan sambil mengunyah. "Tapi dia bos yang sangat baik, Hanna. Masih sempat mampir di tengah kesibukannya. Kau beruntung punya bos seperti itu."Hanna memaksakan senyuman, tapi hatinya terasa berat. Martin terus saja memberikan pujian, yang sepertinya tak ada habisnya."Dia peduli pada karyawannya," lanjut Martin tanpa menyadari ketegangan yang mulai dirasakan

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Pertama Kali Membohonginya

    "Ke mana kita ini? Sepertinya salah jalan!" "Haha, ini menuju ruang operasi!" "Ya ampun, benar-benar salah jalan." Linda dan temannya baru saja akan menjenguk orang di rumah sakit saat mereka salah jalan dan malah melangkah ke arah ruang operasi. Mereka pun berniat berbalik arah saat Linda melihat seseorang yang familiar di depan ruang tunggu operasi. "Eh, itu seperti menantuku, siapa yang bersamanya itu?" seru Linda yang posisinya tidak terlalu jauh dari Louis. Linda bisa melihat Louis yang sedang menghampiri seorang wanita dan memberikan sesuatu untuk wanita itu. "Siapa? Louis Sagala suami Indira itu?" tanya temannya. Linda berdecak. "Ck, anakku hanya satu, menantuku ya jelas hanya satu juga!" "Ah, kau tidak menghitung istri Joseph ya." "Cih, dia bukan anakku! Tapi ayo kita sapa dia dulu!" Baru saja Linda melangkah mendekati Louis dan berniat menyapanya, tapi sedetik kemudian, ia menghentikan langkahnya saat ia mengenali wanita yang bersama Louis. "Ya Tuhan, itu kan Han

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Seseorang yang Melihatnya

    Louis masih terdiam menatap Hanna. Sekalipun ia kesal pada penolakan Hanna, nyatanya kemarahan wanita itu tidak membuatnya mundur."Kau benar-benar keras kepala, Hanna! Dengar ya! Aku di sini bukan untuk bertengkar denganmu, aku membawakanmu makanan, jadi lebih baik kau makan dengan patuh saja!" "Ini bukan di kantor, mengapa aku harus menuruti Anda? Aku tidak mau makan!" "Sial, Hanna! Bisakah kau tidak membantahku? Kau belum makan sejak tadi, kau mau adikmu sembuh tapi kau yang sakit, hah? Apa susahnya menerima makanan dariku?" Tatapan Hanna goyah menatap Louis, ia tidak mengerti apa yang sedang Louis lakukan sekarang, marah tapi juga seolah peduli padanya. "Bisakah Anda tidak usah berpura-pura peduli padaku, Pak? Aku ini hanya pembohong dan wanita murahan, aku makan atau tidak, itu tidak ada hubungannya dengan Anda!" Louis kehabisan kata-kata. Ada apa dengan wanita itu yang mendadak mengaum seperti singa dan terus mengungkit kesalahan Louis? Namun, Louis juga tidak akan merenda

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Penolakan Tidak Terduga

    "Hanna, bagaimana?" Suara Susan yang berlari di koridor membuat Hanna menoleh. Hanna langsung tersenyum melihat sahabatnya di sana. "Susan!" Susan buru-buru ke rumah sakit begitu jam istirahat tiba agar ia bisa menjenguk Gio yang dioperasi, tapi ternyata operasinya belum selesai. "Bagaimana di dalam?" tanya Susan yang sudah duduk di samping Hanna. "Aku belum tahu, operasinya belum selesai padahal ini sudah tiga jam berlalu. Aku sampai tidak bisa bernapas lega." "Oh, sabar, Hanna! Semuanya akan baik-baik saja, aku yakin itu." "Terima kasih, Susan." "Tapi apa kau sudah makan? Ayo kita makan bersama!" Hanna menggeleng. "Aku tidak bisa makan. Perutku mual dan aku sama sekali tidak lapar. Aku terlalu tegang, Susan." Susan mendesah. "Ya ampun, aku paham, Hanna. Tapi kau harus makan sedikit, kau bisa lemas kalau seperti ini!" "Nanti saja! Aku mau menunggu dokter keluar." Susan terdiam sejenak sebelum bertanya, "Berapa lama seharusnya operasinya berlangsung?" "Empat sampai enam j

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Pertama Kali Ingin di Sampingnya

    Hanna menggenggam tangan Gio erat saat para perawat mendorong ranjang rumah sakit ke arah ruang operasi pagi itu. Hanna melangkah di sampingnya. Tubuh kecil itu terbaring dengan wajah tegang. Hanna sendiri juga tegang, tapi sebisa mungkin, Hanna menenangkan adiknya itu. "Kak Hanna ...." Suara Gio lirih dan bergetar. "Jangan takut ya, Sayang. Ada Uncle Dokter yang akan menjaga Gio di dalam." "Kak Hanna boleh ikut masuk saja? Temani Gio ...." "Tidak bisa, Sayang." Mata Hanna memanas. "Kakak tidak boleh masuk ke ruang operasi, tapi semuanya akan baik-baik saja ya." Air mata Hanna sudah mau jatuh, tapi Hanna menahannya. Mengantar adiknya yang masih kecil ke ruang operasi sangat mematahkan hatinya. Tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan terjadi di dalam ruang operasi nanti, apalagi yang dioperasi adalah jantung Gio. Tapi hanya ini satu-satunya jalan untuk Gio bisa bertahan. Selama di rumah sakit sendiri, kondisi Gio naik turun, dan Hanna percaya ini yang terbaik.Hanna pun sud

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Alasan yang Sesungguhnya

    "Eh, mana Hanna?" Samuel dan Louis akhirnya keluar dari ruang kerja menjelang siang itu dan Samuel pun langsung mencari Hanna di meja Refi. Baru saja Refi akan menjawabnya, tapi Louis sudah menyelanya duluan. "Untuk apa kau mencarinya, Samuel? Itu tidak penting!" geram Louis. "Tidak ada, hanya ingin menyapanya saja. Tapi apa kau sadar kalau kau sangat aneh, Kak? Sejak kemarin kau aneh, sekarang pun kau aneh. Memangnya ada apa dengan Hanna sampai kau terlihat sangat membencinya?" Louis mengembuskan napas panjangnya. "Siapa yang membencinya? Jangan berpikir yang tidak-tidak!" "Haha, benarkah? Mama sangat menyukainya, Kak." "Ck, Mama baru bertemu dengannya satu kali, Mama belum mengenalnya. Kita tidak boleh melihat orang dari penampilannya saja!" "Apa maksudnya?" "Tidak ada! Tapi ayolah, kita makan siang bersama!" ajak Louis yang langsung membawa Samuel bersamanya. Refi yang mendengarnya sampai merasa tidak enak hati."Apa Hanna pernah memberitahu Bos alasannya menerima tawara

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status