Setelah mendengar pernyataan Liu Ling tentang dia yang mau bertemu Xue Ningyan, Shen Qi langsung menyerahkan semua pekerjaannya kepada Zhong Li. Lalu menyusul kereta kuda Liu Ling dan berusaha untuk tiba lebih dulu dari kereta kuda itu. Sudah sangat jelas bahwa tujuan Liu Ling yang mau menemui Xue Ningyan bukanlah hal yang baik. Selain karena Liu Ling menganggapnya sebagai saingan cinta, perintah Pangeran Pertama juga menjadi alasan yang harus diwaspadai. Meski terpaksa melibatkan Xue Ningyan demi bisa terlepas sedikit dari belenggu Pangeran Pertama, Shen Qi tidak ingin membahayakan nyawa wanita itu dengan membiarkannya terlibat secara langsung. Kaki-kaki kuda yang kokoh berderap memasuki gerbang besar Kediaman Shen. Terus bergerak maju hingga tiba di halaman depan Kediaman Tuan Muda Keempat. Shen Qi melompat turun, dan berlari menuju tempat di mana Xue Ningyan biasanya berada. Selama tinggal di Kediaman Tuan Muda Keempat, Xue Ningyan hanya pernah pergi ke tiga tempat, kamar, ru
Setelah percakapan menggelikan di kamar mandi itu, Shen Qi menyuruh Kepala Pelayan menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Xue Ningyan duduk di kursinya dengan rasa canggung yang tak kunjung hilang. Pikirnya, hari ini Tuan Muda sangat berbeda dibanding hari-hari sebelumnya. Tidak, bahkan semakin hari semakin berbeda. Mungkin sejak berkunjung ke Kediaman Qin hari itu?Xue Ningyan menghela napas pelan, bukan karena dia tidak nyaman diperlakukan hangat oleh suaminya sendiri, tapi itu hanya karena rasa takutnya. Takut dirinya semakin melewati batas dan berujung menyakiti diri sendiri, takut hatinya yang sudah berdiam di tempat aman tiba-tiba mencari harapan yang berlebihan. “Kenapa kau tidak makan?” tanya Shen Qi, memecah lamunan Xue Ningyan. “Saya sedang berpikir, kenapa Tuan Muda seperti sengaja bersikap baik kepada saya?” Xue Ningyan menundukkan kepala, takut salah kalimat. “Karena kau adalah istriku.” Shen Qi menjawab santai sambil menyantap makan malamnya. “Saya rasa Tuan
“Setelah matamu mulai mengantuk, tidurlah, sudah sangat larut.” Shen Qi berdiri dari kursinya. “Tuan Muda tidak akan tidur dengan saya?” Xue Ningyan menatapnya. “Mana mungkin begitu? Aku sangat ingin sampai-sampai rasanya sangat sulit untuk menahan diri. Tapi aku tidak bisa tidur denganmu sekarang, Xue Ningyan. Aku harus kembali ke Biro Informasi.” Shen Qi mendekat ke arahnya, membelai rambutnya dengan lembut sambil tersenyum. “Tuan Muda sedang sibuk, ya?” “Iya, aku menyerahkan pekerjaanku sementara kepada Zhong Li. Tapi kalau aku tak kunjung kembali, aku khawatir kepalanya akan meledak,” Shen Qi tertawa. “Kalau Tuan Muda sesibuk itu, kenapa masih menyempatkan diri untuk makan malam bersama dan menemani saya mengobrol? Anda tidak merasa bersalah pada Zhong Li?” Xue Ningyan berseru ketus, “Anda sungguh bukan atasan yang baik baginya.” “Memangnya kau tahu apa sampai-sampai berani memberikan penilaian semacam itu, Xue Ningyan?” Shen Qi menaikkan sebelah alisnya. “S-saya ….” “Aku
Hari di mana Kunjungan Ke Kediaman Orang Tua akhirnya tiba. Shen Qi menggandengan tangan Xue Ningyan dengan lembut seolah sedang memegang porselen berharga. “Gaunmu hari ini sabgat cantik,” Shen Qi berbisik pelan. “Saya tidak ingin terlihat lemah di depan Ayah, Tuan Muda.” “Tapi tidak harus memilih warna merah, kan?”“Kalau itu, saya tidak ingin kalah cantik dari adik saya.” Shen Qi tertawa, belakangan ini, gaun musim panas yang dipakai Xue Ningyan biasanya berwarna merah muda pastel atau hijau pastel. Tapi pada hari seperti ini, dia sengaja memilih warna merah terang dengan motif bunga-bunga di tepiannya. Shen Qi merasa, bahwa istrinya sekarang sangat menggoda untuk dimonopoli sendirian di dalam kamar. “Kalau saja aku boleh mengatakannya, aku ingin kau mengganti bajumu dengan yang lebih sederhana.” Shen Qi memalingkan wajahnya yang menunjukkan semburat merah. “Apa? Diganti? Apakah pakaian saya jelek? Kenapa Tuan Muda tidak menyukainya?” Xue Ningyan berusaha agar menatap matany
“HENTIKAN!” Seruan itu membuat beberapa orang pelayan yang sedang memukuli Xiao Ci berhenti dan menoleh ke arah datangnya suara. Wajah mereka tidak tampak terkejut apalagi menunjukkan sorot ketakutan. Justru memasang raut penuh merendahkan seolah Xue Ningyan bukan siapa-siapa bagi mereka. “Apa yang sedang kalian lakukan?” Xue Ningyan bertanya tegas. “Nyonya Muda Keempat tidak perlu ikut campur urusan di dalam kediaman ini. Anda kan, sudah bukan Nona Pertama lagi,” salah seorang pelayan menjawab angkuh. Xue Ningyan mengembuskan napas kasar, itu memang benar, tapi kenapa mereka menyakiti Xiao Ci seperti itu? “Kalau begitu, aku hanya ingin tahu apa kesalahan yang dilakukan Xiao Ci sampai-sampai kalian memukulinya begitu?” “Ah …, dia sejak Anda pergi berlagak seperti tidak mau menghormati majikan barunya, Nona Kedua. Bahkan tidak berniat mematuhi perintahnya. Jadi Nona Kedua menyuruh kami untuk menghukumnya dengan selayaknya.” “Tapi tentu saja ini bukan urusan Anda, jadi Anda tidak
Saat sore hari, mereka berjalan-jalan di belakang Kediaman Xue yang memiliki banyak taman bunga. Meski pun tidak ada danau buatan besar seperti di Kediaman Tuan Muda Keempat, tempat ini juga termasuk memiliki taman yang bagus. Xue Ningyan hanya diam saja sejak kejadian buruk yang menimpa Xiao Ci diketahui olehnya. Karena itulah dirinya berakhir berada di taman ini bersama Shen Qi untuk menikmati matahari terbenam. “Apakah hubunganmu dengan Xiao Ci memang sedekat itu?” tanya Shen Qi, mencoba mencairkan suasana hening ini. “Saya sudah bersama dengannya sejak usia saya lima tahun, Tuan Muda. Ibu saya yang membawanya ke kediaman sebagai pelayan sekaligus teman bermain. Dulu saya juga sangat dihormati seperti Xue Fengzhi.” “Tapi ibu saya meninggal tak lama kemudian, ibunya Xue Fengzhi segera menjadi selir yang akan diangkat menjadi istri sah yang baru. Sejak saat itu, ayah saya memindahkan kamar saya ke belakang hanya karena Xue Fengzhi meminta kamar saya.” “Saya tidak ingat lagi hal
Karena ada kejadian buruk di Kediaman Xue saat Xue Ningyan dan Shen Qi datang berkunjung, Shen Qi membatalkan rencananya untuk membiarkan Xue Ningyan menginap semalam di tempat ini. Setelah kembali dari taman sore itu, Shen Qi langsung memerintahkan para pelayan dan pengawal yang dia bawa untuk kembali ke kediaman. Xiao Ci pun dibawa olehnya beserta kontrak yang disebutkan. Bahkan langsung membayarnya dengan ratusan tahil. Xue Yuan tidak bisa berkutik karena masalah pelayan juga bisa mempertaruhkan reputasinya. Kalau saja tersebar rumor bahwa Kediaman Xue memperlakukan seorang pelayan dengan semena-mena, bukankah itu juga bisa menghambat prestasinya di rapat istana?“Saya akan menutup mulut orang-orang saya rapat-rapat supaya hal ini tidak mengotori reputasi Anda, Ayah Mertua. Sebagai gantinya, saya membeli kontrak kerja Xiao Ci seharga dua ratus tahil perak.” Shen Qi berkata seperti itu sebelum meninggalkan Kediaman Xue.Sekarang dia dan Xue Ningyan sudah berada di dalam kereta ku
Pukul delapan pagi, Xue Ningyan membuka matanya, rasa lelah masih menjalar di sekujur tubuhnya. ‘Pria ini benar-benar binatang buas.’ Xue Ningyan bergumam dalam hati sambil meringis pelan, ‘Sakit ….’Xue Ningyan menatap ke samping tempat tidurnya. Rupanya Shen Qi masih tidur di sana. ”Dia tidak bekerja, ya ….” “Kau tidur nyenyak sekali, ya.” Shen Qi tiba-tiba membuka matanya dan tersenyum. “A-anda sudah bangun?!” Xue Ningyan membulatkan mata terkejut. “Aku sudah bangun sejak lima belas menit yang lalu,” jawab Shen Qi dengan santai. “Kenapa Anda tidak segera bangun?” Xue Ningyan bersungut-sungut, “Bukankah Anda masih harus bekerja?” “Memang, tapi aku ingin ada di tempat tidur sampai istriku bangun tidur.” “Sa-saya sudah bangun. Jadi Anda bisa segera pergi bersiap-siap untuk bekerja.” Xue Ningyan memalingkan wajahnya. Shen Qi terkekeh, “Kalau kau masih lelah, tidur lagi saja. Aku akan pulang pukul delapan malam seperti biasa, jadi tunggu aku, kita makan malam bersama.”Xue Ningy
“Yu Xinyi, apakah suamiku, Tuan Muda Ketiga, pernah melihatmu mandi?” Yu Xinyi membulatkan mata tak percaya, dengan pipi memerah, dia menyangkal pertanyaan itu dengan tergeragap. “A-apa yang kau tanyakan itu, Xue Ningyan? Aneh sekali!” Yu Xinyi tertawa renyah dengan wajah kikuk. Xue Ningyan yang tidak mengerti apa arti dari reaksi Yu Xinyi itu hanya memasang wajah datar, lalu melanjutkan pertanyaannya, “Menurutmu, apa alasannya jika seorang suami meminta ingin mandi bersama saat kita sudah berada di dalam bak mandi duluan?” “Xue Ningyan!” Yu Xinyi membekap mulutnya dengan keringat bercucuran, “Bagaimana mungkin kau membicarakan hal seperti itu di tengah pertunjukan musik yang dihadiri banyak orang?” Xue Ningyan melirik ke sekitar yang mulai menatapnya dengan heran—padahal dia yakin mereka menatap ke arahnya karena Yu Xinyi yang tiba-tiba menutup mulutnya seperti itu. Xue Ningyan menghela napas pelan begitu Yu Xinyi melepaskan tangan dari mulutnya, wajahnya terlihat putus asa dan
Rumah Musik Yuntian. Pada dasarnya, tempat ini adalah tempat di mana semua jenis kesenian berkumpul. Ada banyak orang berbakat di bidang musik dan seni di tempat ini. Ada berbagai jenis musik yang ditampilkan untuk memikat pelanggan setiap harinya. Mereka juga mempekerjakan banyak penari berbakat dari seluruh penjuru Kekaisaran. Para musisi berkumpul untuk mendapatkan panggung masing-masing di tempat terkenal ini. Katanya, siapa pun yang pernah tampil di atas panggung Rumah Musik Yuntian, di masa depan, karirnya sebagai musisi atau penari, pasti akan berjalan lancar dan menguntungkan. Karena itu, banyak musisi dan penari di luar sana yang bermimpi ingin berdiri di atas panggung Rumah Musik Yuntian dan menyita perhatian publik melalui bakat yang mereka miliki. Tapi kesempatan itu tidak datang setiap hari dan prosesnya cukup rumit. Dalam satu kali seleksi yang biasanya hanya diadakan dua tahun sekali, terkadang hanya ada satu orang yang berhasil masuk. Kabarnya, tahun ini adalah
Tiba di toko pertama, Xue Ningyan berseru takjub. Tokonya sama besar dengan butik milik Lv Xian yang mewah. Ada berbagai jenis kain yang disediakan di dalam toko ini. Warna dan motifnya bermacam-macam dan terdapat berbagai kualitas dari yang paling rendah hingga paling tinggi. “Ini toko yang dikelola olehku, Xue Ningyan. Baru-baru ini aku kembali dari luar setelah memeriksa peternakan ulat sutera.” “Hasilnya, kami bisa memproduksi kain sutera berkualitas super premium yang dijual sepuluh tahil perak permeter.” “Lalu kain sutera kualitas standar, kami menjualnya tujuh tahil. Tapi kualitas menengah ini biasanya tidak begitu diminati pelanggan dengan status sosial tinggi.” “Tapi sering kali dipakai untuk membuat seragam resmi para pejabat tingkat tiga dan empat. Sesekali juga ada pejabat tingkat satu yang menginginkannya sebagai seragam ganti.” Xue Ningyan mengangguk-angguk mengerti. “Lihat motif bunganya, Xue Ningyan. Ini adalah motif yang sedang diminati para wanita muda di Ibuk
Lima belas menit setelah Pangeran Pertama meninggalkan Biro Infroma Tang Yan datang ke hadapan Shen Qi dan meminta waktu untuk berbicara berdua. “Kudengar kau sudah menjadi pengawal pribadi istriku, ya?” Tang Ya tersenyum tipis, “Rupanya Anda orang yang akan memanggil wanita yang Anda nikahi seperti itu.” “Jangan basa-basi. Katakan apa yang membuatmu mau menjadi pengawal istriku?* Shen Qi bertanya datar. “Karena saya butuh tempat tinggal dan harus mencari pekerjaan.” “Alasan konyol apa itu?” Shen Qi terkekeh rendah.“Saya juga melakukannya untuk menyembunyikan diri saya. Sekaligus cara supaya saya bisa leluasa bertemu dengan Anda.”“Bertemu denganku?” “Bukankah kita sudah sepakat untuk saling memanfaatkan? Anda bilang saya adalah informan yang cukup kompeten dalam hal urusan dunia persilatan.” Tang Yan menyeringai percaya diri. Shen Qi terdiam dan mempertimbangkan ucapannya yang masuk akal itu. Memang saat ini dirinya sudah sangat kekurangan informasi tentang Aliansi Gelap yang
Tang Yan sedikit menimbang-nimbang isi kontrak tersebut. Disebutkan bahwa dia mendapatkan upah yang setara dengan pengawal Kediaman Shen sekaligus upah guru beladiri juga. Hanya perlu mengajari seorang pelayan dan mengawal majikan yang jarang keluar rumah, bukankah itu hampir seperti makan gaji buta?“Kau tidak akan mendapatkan keuntungan sebesar ini jika bekerja dengan orang lain, Tang Yan.” Xue Ningyan mengingatkan lagi. Itu memang benar. Apalagi dia tidak pernah mengawal orang lain dan tidak pernah bekerja untuk orang lain. Bertemu Xue Ningyan yang memahami hal itu dengan baik adalah keberuntungan tak terkira. “Baiklah. Saya setuju dengan persyaratan dan ketentuannya. Saya bersedia bekerja sebagai pengawal pribadi Nyonya Muda Keempat sekaligus guru beladiri Xiao Ci.” Tang Yan memutuskan tanpa pikir panjang. Xue Ningyan tersenyum penuh kemenangan, “Kau mengambil keputusan yang tepat. Datanglah untuk menemui Kepala Pelayan dan tunjukkan surat kontrak itu, dia akan menyiapkan kam
“Belajar beladiri, Nyonya Muda?” Xiao Ci membeo dengan wajah bingung. Ini pertama kalinya Xue Ningyan memberi perintah yang begitu tidak masuk akal. Meski sudah pasti ia akan melakukan apa pun yang diminta Xue Ningyan, terkadang Xiao Ci juga membutuhkan alasan kenapa Xue Ningyan menyuruhnya melakukan hal itu. “Pagi ini aku bertemu Tuan Muda, dan mengajukan permintaan untuk menjadikan Tang Yan sebagai pengawalku.” “Beliau menyetujuinya dengan syarat, kau harus belajar beladiri karena Tang Yan hanya akan berada di sisiku selama enam bulan.” “Kita sebut saja enam bulan itu kontrak kerja Tang Yan, dan pekerjaan yang akan dia terima selama melakukan kontrak denganku adalah mengawalku dan mengajarimu. Kau tidak keberatan, kan?” Xiao Ci mengangguk-angguk paham, sekarang dia sudah tahu kenapa Shen Qi menyuruhnya belajar beladiri. “Apakah Tuan Muda memutuskan untuk tidak menempatkan pengawal di sisi Anda lagi setelah kontrak enam bulan itu berakhir?” Xiao Ci bertanya untuk memastikan. “
“Padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri akan memperlakukanmu dengan baik sejak kau menyetujui semua persyaratan dariku.” Bahu Xue Ningyan berguncang, tangisnya semakin menjadi. Shen Qi beralih memeluknya dengan erat. “Jangan menangis, Xue Ningyan. Akulah yang bersalah, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.” Shen Qi mengusap rambutnya dengan penuh perhatian.“Saya pikir …, Tuan Muda masih meremehkan status saya yang sebelumnya. Saya takut tindakan saya akan membuat saya malu, ja-jadi saya tidak berniat mengatakannya pada saat itu.” “Ta-tapi, Tuan Muda. Hati saya tidak tenang begitu merahasiakan banyak hal dari Anda …, jadi, saya berencana mengatakan semuanya sekarang.” “Tapi …, tapi sepertinya Tuan Muda tidak akan menyukainya sampai akhir. Jadi, saya kembali ragu untuk mengatakannya atau tidak.” “Tidak apa, Xue Ningyan. Katakan saja, sekarang aku tidak akan marah. Aku tidak akan pernah marah lagi padamu, aku benar-benar berjanji kali ini.” Shen Qi memeluknya semakin
“Tuan Muda?” Xue Ningyan menatap terkejut, Shen Qi meletakkan kepalanya di bahu Xue Ningyan dengan manja. Tingkah laku itu, seketika menjadi sorotan orang-orang yang berada di sana. Beberapa orang sampai mematung tak percaya. “Bukankah Tuan Muda masih rapat?” tanya Xue Ningyan, membalik tubuhnya dan membiarkan Shen Qi memeluknya dengan benar. “Iya, tapi aku sangat merindukanmu, jadi kutinggalkan saja hal tidak penting itu.” Shen Qi tersenyum seolah perkataannya itu bukan apa-apa. Xue Ningyan balas tersenyum, “Apakah Tuan Muda masih sibuk?” “Ada beberapa pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Tapi kalau beristirahat sejenak sambil memandangi wajahmu selama berjam-jam dulu sepertinya tidak apa-apa.” “Sejak kapan Tuan Muda jadi begitu pandai bicara?” Xue Ningyan berkata dengan kesal. “Aku sudah pandai bicara sejak kecil, hanya tidak pernah melakukannya saja. Tapi sekarang ada kau, jadi aku ingin mengekspresikan perasaanku dengan lebih dalam lagi. Kau tidak masalah?” Shen Qi mena
“Saya bersedia menjadi pengawal Nyonya Muda.” Kalimat itu membuat Xiao Ci dan Xue Ningyan terdiam mematung. Sosok Tang Yan yang tiba-tiba muncul itu cukup mengejutkan. Pria itu bahkan berpakaian rapi seolah mau pergi. Tang Yan berjalan mendekat ke arah Xue Ningyan yang duduk di tepi ranjang. “Nyonya Muda. Awalnya saya datang untuk berpamitan karena memutuskan untuk pergi sekarang. Tapi saya tidak sengaja dengan lancangnya mendengar pembicaraan Anda berdua.” “Saya yang mulanya masih belum memikirkan bagaimana cara membalas budi ini, jadi berpikir untuk membalasnya dengan cara menjadi pengawal Anda.” “Sekarang saya ingin memintanya secara resmi. Apakah Anda bersedia menerima saya sebagai pengawal pribadi Anda?” Xue Ningyan menatapnya dengan tak percaya. Orang ini mendatanginya dan secara langsung memutuskan mau menjadi pengawalnya. Itu terlalu lancar untuk disebut sebagai kabar baik. Dia bahkan jadi teringat perkataan Shen Qi bahwa orang ini berbahaya. Xue Ningyan berdeham pelan,