Share

Bab 164 - Dua Penguasa

Penulis: AliceLin
last update Terakhir Diperbarui: 2024-12-07 11:03:48
“Jangan berpura-pura,” desis Alexei, suaranya berat dan penuh ancaman. “Kamu tahu persis hal baik apa yang sudah kamu lakukan, Reinhard!”

Suara kekehan kecil meluncur dari bibir Reinhard seolah meremehkan ucapan pamannya tersebut. “Aku benar-benar tidak tahu, Paman. Sepertinya ada seseorang yang ingin menghancurkan hubungan kita,” timpalnya dengan acuh tak acuh.

Alexei pun bangkit dari kursinya, mengacungkan telunjuknya ke wajah Reinhard dengan penuh amarah. Mata tajamnya mengunci wajah Reinhard seolah ingin melumatnya hidup-hidup. “Kamu pikir Paman bodoh, huh? Jangan pikir Paman tidak tahu kalau kamu yang sudah mengirim orang untuk menghajar Nick!”

Reinhard tetap tenang meskipun amarah pamannya sudah memuncak. Ia tetap memandang pamannya dengan acuh tak acuh dan mengambil tempat di samping ayahnya, seolah tidak peduli dengan ledakan emosi dari pria paruh baya itu.

“Aku pikir ada masalah besar apa sampai harus memanggilku ke sini,” tutur Reinhard yang malah sengaja memperkeruh suasa
AliceLin

Tinggalkan komentar kalian yuk. Nanti aku up lagi ya

| 13
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Puput Assyfa
wah makin seru dan makin panas pertemuan keluarga ini
goodnovel comment avatar
Popy Try
waah baru sempat buka ternyata menegangkan ,,hihihihi,,,
goodnovel comment avatar
NN.
kangen selina reagen.. cerita terdebest ini
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 165 - Ketegangan yang Mendingin

    “Takut? Apa kamu sedang mengatai dirimu sendiri?”Cibiran Reagan membuat Alexei melotot tajam. Sebelum ia sempat membalas, Reagan kembali berkata dengan penuh sindiran, “Kalau aku tidak salah dengar, minggu lalu ada yang mengeluh padaku kalau dia tidak bisa membuat keputusan sebelum bertanya kepada istrinya. Apa itu termasuk takut atau menghargai istrinya?”Alexei langsung terdiam. Wajahnya memerah karena malu dan kesal. Minggu lalu Reagan memang mengajaknya untuk melihat beberapa mobil keluaran terbaru, tetapi saat itu Alexei membatalkan ajakannya karena istrinya tidak mengizinkannya untuk mengoleksi mobil baru lagi.“I-ini adalah dua hal yang berbeda. Jangan membawa-bawa Nastasya,” sergah Alexei.Reagan tersenyum smirk. “Kamu yang memulainya dulu, Xei. Aku hanya membalas hal yang kamu lakukan pada istriku saja,” balasnya dengan santai.Tangan Alexei terkepal erat. Ia merasa terhina karena ucapan Reagan berhasil memukulnya dengan telak. “Reagan, apa kamu ingin menyatakan perang deng

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-07
  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 166 - Keputusan Tak Terbantahkan

    Manik mata Alexei terbeliak. “Apa katamu?” suaranya terdengar serak, seolah tidak percaya dengan hal yang baru saja didengarnya.Tidak peduli dengan keraguan pamannya, Reinhard tetap menceritakan penyerangan yang terjadi padanya di restoran saat bersama Alicia kemarin.Namun, Alexei masih memandangnya dengan sorot mata penuh keraguan. “Tidak … ini tidak mungkin. Paman sudah memperingatkan Nick untuk bersaing dengan adil. Dia tidak mungkin bertindak seperti itu,” ucapnya dengan penuh keyakinan.Reinhard mengedikkan bahunya dengan acuh tak acuh. “Terserah kalau Paman tidak percaya. Tapi, itulah yang terjadi sampai aku perlu memberikannya pelajaran. Jika bukan karena aku mengalihkan perhatian orang suruhannya, mungkin Anya juga akan ikut terluka.”Sementara Alexei masih belum bisa menerima pengakuan Reinhard, Selina terlihat syok setelah mendengar penjelasan tersebut. Wajah wanita paruh baya itu memucat, lalu dengan suara yang sedikit bergetar, ia bertanya, “Ba-bagaimana dengan Anya? Apa

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-08
  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 167 - Harapan yang Jauh Dari Kenyataan

    Alexei terkekeh geli. “Kamu yakin akan menghukumnya?” cibirnya, tak percaya.Dengan ekspresi yang masih terlihat tenang, Reagan menjawab, “Tentu saja. Mengenai caraku mendisiplinkan putraku, kamu tidak perlu mencampurinya. Aku yakin kamu juga tidak ingin aku ikut turun tangan mendisiplinkan putramu, bukan?”Alexei terdiam. Ucapan Reagan adalah peringatan keras untuknya. Akhirnya, ia memutuskan untuk tidak memperpanjang masalah tersebut, karena mungkin putranya juga yang memulai masalah, seperti yang dikatakan Reinhard sebelumnya.Walau belum menyelidiki lebih lanjut, Alexei tahu bahwa keponakannya tidak akan sembarangan berbohong. “Baiklah, aku akan menginterogasi Nick dan memberinya pelajaran,” ujar Alexei akhirnya.Keputusan Alexei membuat Selina tersenyum lega. “Terima kasih, Xei. Besok aku akan melihat keadaan Nick. Sekalian aku ingin berbincang dengan Nastasya, sudah lama aku tidak bertemu dengannya,” ucap istri Reagan tersebut.Alexei menarik napas dalam, lalu mengangguk. Sorot

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-08
  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 168 - Menentukan Hukuman

    Selina menarik napas panjang. Wanita paruh baya itu tahu bahwa usahanya sia-sia saja jika terus berdebat dengan putranya. Sikap keras kepala Reinhard mengingatkannya pada sosok suaminya. “Kamu mirip sekali dengan Papamu, Rein,” gerutu Selina. Mendengar hal tersebut, Reinhard pun tertawa kecil. “Namanya juga bibit unggul,” selorohnya. “Jangan lupa siapa yang sudah menanam bibitnya,” imbuh Reagan yang juga ikut tertawa bangga, tidak mau kehilangan bagian dari “kesuksesan” yang didapatkannya. Namun, suara dehaman keras dari Selina membuat tawa Reinhard dan Reagan terhenti. Keduanya pun mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Selina hanya bisa menggelengkan kepalanya berulang kali, melihat betapa kompaknya mereka berdua. “Nanti aku akan mencari perhitungan denganmu juga, Reagan,” ucap Selina kepada suaminya. Reagan mengedikkan bahunya dengan acuh tak acuh. “Dengan senang hati aku akan menunggumu, Sayang,” timpalnya seraya tersenyum nakal. Wajah Selina memerah, memahami arah dari ucapan

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-09
  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 169 - Aku Bukan Tahanan

    “Anak itu selalu sibuk dengan pekerjaannya. Aku sudah menentukan bulan madunya, tetapi dia terus menudanya dengan segudang alasannya,” keluh Selina atas persiapan yang telah dibuatnya beberapa minggu lalu. “Jadi maksudmu ….” Reagan tersenyum penuh pengertian, memahami arah pembicaraan istrinya. Suara tawa kecil tiba-tiba meluncur dari bibir Reagan. “Aku rasa ini sama sekali bukan hukuman untuknya, Sayang. Kamu terlalu memanjakannya.” Selina mendelik suaminya dengan tajam. “Kenapa? Kamu tidak setuju?” “Bukan begitu, Selly. Tapi─” Ucapan Reagan tertahan saat melihat istrinya semakin mempertajam tatapannya, menandakan wanita itu tidak mau mendengar bantahan apa pun darinya. Reagan hanya bisa menghela napas panjang dan tersenyum pasrah. "Baiklah, Sayang. Aku serahkan semuanya padamu. Tapi ingat, ini hukuman, bukan hadiah," ujar Reagan, mengingatkan dengan tegas. Seulas senyuman penuh kepuasan mengembang di bibir istri pria itu.. “Terima kasih, Suamiku. Memang cuma kamu yang me

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-09
  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 170 - Perintah Mutlak

    “Apa Anda baik-baik saja, Nyonya?” tanya Owen yang telah menatap nyonya mudanya dengan penuh kekhawatiran.Sejak tadi Alicia tidak memberikan tanggapan terhadap ucapannya. Apalagi wajah wanita itu tampak pucat sehingga membuat Owen tidak bisa untuk tidak mengkhawatirkannya. “Apa sebaiknya kita ke dokter saja? Anda tidak perlu memaksakan diri untuk ke kantor hari ini. Saya─”“Tidak perlu, Owen,” sela Alicia dengan suara yang terdengar lemah. Ia menyeka buliran peluh yang membasahi keningnya. Semalam ia memang tidak dapat tidur dengan baik. Saat terbangun tadi, Alicia memang merasa sedikit pusing.Namun, Alicia tidak ingin mengulur waktunya untuk berdiam diri di rumah saja. Sekarang bukan saatnya untuk berpangku tangan, ia harus menyelesaikan penelitian Miracle hari ini agar besok ia bisa mendapatkan persetujuan untuk mengirimkan formula tersebut kepada tim produksi.“Tapi, Nyonya, saya lihat Anda tidak baik-baik saja. Anda tidak bisa pergi dengan keadaan seperti ini,” ujar Owen yang me

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-10
  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 171 - Menghindar

    “Tidak ada yang terjadi pada tuan muda, Nyonya,” jawab Owen dengan nada tenang yang dipaksakan. “Beliau hanya sedang sibuk dengan urusan yang penting.”Alicia tidak terpengaruh oleh jawaban itu. Ia menatap Owen dengan tatapan yang tajam, penuh rasa curiga. “Sibuk?” ulangnya dengan suara rendah namun menekan.“Tuan muda sangat baik, Nyonya. Anda tidak perlu cemas,” imbuh Owen, mencoba meyakinkannya. Akan tetapi, ucapannya malah semakin menambah kecurigaan Alicia.“Apa dia ke kantor hari ini?” selidik Alicia.“Tentu saja, Nyonya. Hari ini tuan muda akan membahas kembali pembaruan kontrak Helios dan ada beberapa hal lainnya yang harus dilakukan. Jadi, mungkin beliau akan benar-benar sibuk selama beberapa hari ini,” papar Owen.Alicia tertegun, mencerna informasi yang baru saja didengarnya. ‘Jadi, dia bermaksud untuk menghindariku selama beberapa hari?’ terkanya di dalam hati.Alicia masih menatap asisten suaminya dengan tajam. Hatinya masih diselimuti kecurigaan yang kuat, tetapi ia tidak

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-10
  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 172 - Skandal

    "Hei, kalian sudah dengar hot topic hari ini?" Seorang wanita tiba-tiba membuka percakapan di dalam lift yang padat dengan nada penuh semangat. Pertanyaannya itu langsung mengundang minat semua pengguna lift. "Hot topic apa?" sahut rekan yang lain, penasaran. "Itu, Iris Smith! Dia kena skandal lagi." "Siapa lagi kali ini yang jadi korban skandalnya?" Seseorang menimpali dengan nada ingin tahu. Wanita itu memeriksa ponselnya dan menjawab, "Katanya sih ... direktur kita." Lift yang tadinya hanya dipenuhi obrolan ringan mendadak hening, semua mata kini tertuju pada wanita tersebut. Bahkan Alicia, yang berdiri di sudut belakang, tak bisa mengabaikan percakapan itu. "Direktur kita? Maksudmu Reinhard Hernandez?!" seru seorang wanita lain dengan nada tak percaya. "Ya, siapa lagi? Nih, lihat sendiri!" Wanita itu mengacungkan ponselnya, menunjukkan sebuah artikel. "Mereka tertangkap paparazzi makan malam di Paris." Alicia tercekat. Paris? Reinhard memang sedang di sana dan pria itu me

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-11

Bab terbaru

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 315

    Noel tidak menjawab. Ia hanya membereskan peralatan medisnya ke dalam tas.Alicia pun tidak ingin menggodanya lebih lanjut karena ia tahu bahwa cinta pertama tidak semudah itu dapat dilupakan.“Ryu ternyata anak yang sangat aktif juga,” ucap Alicia, mengalihkan pembicaraan.“Sifatnya mirip denganmu, Alicia,” celetuk Noel.Alicia memutar bola matanya dengan malas. “Aku tidak seperti itu,” tampiknya.Noel terkekeh pelan. “Kamu tidak ingat? Dulu kamu juga sering membuat para pelayan panik dengan ulahmu dan ayahmu sampai menebang semua pohon di taman belakang itu.”Pipi Alicia langsung memerah. "Kenapa sih yang diingat malah hal-hal memalukan?" gerutunya.Noel tersenyum tipis, lalu perlahan ekspresinya berubah serius. “Sekarang … bisakah kamu menceritakan padaku apa yang terjadi?”Alicia terdiam sejenak, menatap lurus pria itu. Setelah merasa ragu selama beberapa saat, akhirnya ia pun menjelaskan kondisi yang dirasakannya kepada pria itu.Noel mendengarkan dengan seksama tanpa menyelanya.

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 314

    “Alicia.”Suara lembut yang memanggil namanya terdengar samar di telinganya, tetapi semakin lama semakin terdengar jelas dan menarik kesadarannya kembali. Kelopak mata Alicia berkedut sebelum akhirnya terbuka perlahan.Cahaya lampu ruangan menyambut pandangannya, memberikan efek menyilaukan yang membuat Alicia kembali menutup matanya dengan cepat. Namun, ia membuka matanya kembali dengan perlahan-lahan.Alicia melihat sosok wanita yang tidak lain adalah kakak iparnya, Amora Lysander. Wanita itu tidak sendiri, tetapi bersama Noel yang sedang memeriksa kondisinya dengan peralatan yang dibawanya.“Syukurlah kamu sudah sadar, Alicia,” Amora bergumam dengan penuh kelegaan.Alicia berkedip beberapa kali, mencoba menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Kepalanya masih terasa berat, dan ada sensasi berdenyut yang samar di pelipisnya.“Alicia, bagaimana perasaanmu?” tanya Amora dengan suara lembut.Namun, Alicia tidak menjawab sehingga Amora pun menoleh pada Noel dan bertanya, “Apa ada

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 313

    Alicia menatap langit-langit kamar, pikirannya tak henti-henti mengembara. Semakin Reinhard memintanya untuk melupakan pertanyaan itu, semakin besar rasa ingin tahunya."Kenapa Xavier tiba-tiba menanyakan kecelakaan itu?" gumamnya pelan.Alicia menghela napas panjang dan berbalik, memeluk bantalnya.Ia tahu Reinhard tidak akan menanyakan hal itu tanpa alasan. Pria itu mungkin menyembunyikan sesuatu darinya dan seperti biasanya, Alicia lagi-lagi merasa berkecil hati.“Ah, tidak! Apa yang aku pikirkan?” Alicia menggelengkan kepalanya dengan kuat, mencoba mengusir rasa khawatirnya yang berlebihan.“Aku harus percaya padanya. Xavier bertanya seperti itu, pasti karena ada sesuatu yang penting yang ingin dipastikannya saja.”Embusan napas kasar bergulir dari bibir Alicia. Ia pun memejamkan matanya kembali, mencoba untuk mencari potongan ingatan yang hilang di dalam memorinya tersebut.Namun, semakin ia mencoba, semakin kuat rasa sakit yang menghantamnya. Seolah ada dinding tebal yang mengha

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 312

    “Daripada membicarakan dia, ada hal penting yang ingin kutanyakan padamu,” ucap Reinhard, suaranya tiba-tiba menjadi lebih serius.“Hal apa?” tanya Alicia. Suaranya masih diselimuti kekhawatiran.Namun, Reinhard tidak langsung menjawab sehingga keheningan yang tercipta di antara mereka membuat rasa ingin tahu Alicia yang berada di ujung telepon tersebut semakin besar.“Xavier─”Sebelum Alicia sempat mendesaknya, Reinhard akhirnya bersuara. “Alicia, mengenai kecelakaanmu waktu itu, apa kamu bisa menceritakannya padaku?”“Kecelakaanku?” gumam Alicia yang diliputi kebingungan.“Maaf, aku bukan ingin memaksamu untuk mengingat kenangan buruk itu. Tapi …,” Reinhard menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan, “aku ingin tahu bagaimana kamu bisa tidak ada di dalam pesawat waktu itu?”“Kenapa kamu bertanya tentang hal ini?” tanya Alicia dengan bingung.“Aku hanya ingin tahu semuanya tentangmu, Sayang,” dalih Reinhard.Ia terpaksa berbohong. Ia tidak ingin Alicia mengetahui permasalahan rumi

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 311

    Siapa lagi yang bisa mengubah suasana hati Reinhard secepat ini jika bukan istri tercintanya, Alicia Lorenzo?Ternyata, wanita itu sudah mengirimkan beberapa pesan untuknya tanpa ia sadari.Reinhard bergegas membuka pesan-pesan tersebut dan membacanya dengan penuh antusias.[Kamu lagi apa, Suamiku?][Kamu lagi sibuk?][Sesibuk-sibuknya kamu, jangan sampai lupa makan. Aku tidak ingin kamu sakit.][Kamu tidak rindu aku?][Baiklah, aku tidak akan mengganggumu lagi. Selamat bekerja.]Ketegangan yang dirasakan Reinhard seketika menguap saat membaca pesan singkat beruntun dari istrinya tersebut. Tanpa membuang waktu, ia langsung menekan nomor kontak wanita pujaannya itu dan melakukan panggilan video.Baru dering pertama, panggilan tersebut langsung terhubung. Akan tetapi, Alicia tidak menyalakan kameranya sehingga Reinhard tidak dapat melihat wajahnya.“Halo,” sahut Alicia di seberang teleponnya.“Sayang, kameramu belum on,” ucap Reinhard mengingatkan.“Aku memang sengaja,” timpal Alicia, t

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 310

    Di ruang kerjanya yang berada di kantor pusat Divine, Reinhard duduk bersandar di kursinya, mendengarkan laporan dari Owen dan Ethan Millano, salah satu anggota tim khusus yang ia tempatkan di Nexus."Seperti yang Anda duga, proyek kerja sama ini memang mencurigakan," ujar Ethan dengan nada serius.Pria bertubuh kurus dan berpenampilan necis itu kembali melanjutkan, “Saya sudah menelusurinya dan sejak awal Tuan Muda Nicklah yang menerima kerja sama ini. Tapi, beliau tidak tahu kalau perusahaan rekanan ini sangat bermasalah.”Reinhard, yang sejak tadi bersandar di kursinya, menyipitkan mata. “Teruskan.”Ethan mengeluarkan beberapa dokumen dan menyerahkannya kepada Owen, yang kemudian meneruskannya kepada Reinhard. “Perusahaan rekanan ini, Vega Tech, sebenarnya hanya sebuah perusahaan cangkang. Tidak ada proyek besar yang pernah mereka tangani sebelumnya, dan sumber pendanaan mereka juga tidak jelas.”Reinhard membuka dokumen itu dan meneliti setiap lembarannya. Dahinya berkerut saat me

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 309

    “Nexus, ya?” Liliana tiba-tiba ikut menimpali. “Tadi Tante juga sempat lihat beritanya di TV. Sepertinya lagi jadi trending topic.”Mendengar hal tersebut, Alicia segera mengambil remote televisi dan mencari saluran berita yang sedang tayang. Amora, Liliana, dan Winny ikut memperhatikan layar dengan penuh rasa ingin tahu.Tak lama, sebuah berita bisnis muncul di layar. Seorang reporter sedang berbicara dengan latar belakang gedung tinggi yang memiliki logo Nexus di bagian depannya.“… pengambilalihan mendadak ini mengundang banyak spekulasi di antara para pebisnis. Walaupun Reinhard Xavier Hernandez tidak membuat pernyataan secara langsung, tetapi kehadirannya di Nexus memicu asumsi mengenai perubahan kepemilikan perusahaan tersebut.”Alicia terpaku menatap layar televisi tersebut. Wajah Reinhard disorot oleh kamera media. Pria itu berjalan keluar dari gedung Nexus dengan pengawalan ketat dan mengabaikan semua pertanyaan dari para wartawan.“Kamu beruntung dapat pria hebat, Alicia,” p

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 308

    “Nenek, bagaimana keadaanmu?”Suara riang Amora terdengar memenuhi ruangan saat ia masuk bersama ibu mertuanya, Liliana Ritter.Alicia dan neneknya langsung menoleh bersamaan. Melihat kedatangan mereka, Alicia segera bangkit dari tempat duduknya, menghampiri Amora dan menuntun langkahnya menuju tempat duduknya tadi.“Terima kasih, Alicia,” ucap Amora seraya tersenyum kecil dan menatap adik iparnya dengan seksama.Ia kemudian terkekeh kecil. "Kalau dipikir-pikir, kamu benar-benar sudah dewasa sekarang. Sudah tahu bagaimana merawat orang lain."Alicia terkejut dengan pujian itu. "Ka-Kak Amora?" Wajahnya langsung memerah.Amora tersenyum penuh arti. Ia ingat betul, dulu saat ia masih mengandung Ryuji, Alicia hampir tak pernah menunjukkan kepedulian seperti ini."Memangnya dulu aku seburuk itu sampai Kakak harus menggodaku begitu?" gerutu Alicia, pura-pura kesal."Aku memujimu, Alicia," sahut Amora seraya memutar bola matanya.Liliana Ritter, yang sejak tadi meletakkan barang bawaannya di

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 307

    Reinhard menghentikan langkahnya sejenak di dekat parkiran mobil setelah berada di luar rumah terlantar tersebut. Ia menoleh sekilas ke arah bangunan yang kini bergema oleh jeritan putus asa Edwin.Owen, yang berdiri di sampingnya, melirik ekspresi dingin Reinhard sekilas sebelum akhirnya bertanya dengan hati-hati, “Tuan Muda, apa Anda percaya dengan ucapan Edwin tadi?”Reinhard menghela napas pelan, tatapannya masih terpaku pada rumah itu. "Percaya atau tidak, dia pantas mendapatkan semua ini."Owen meneguk salivanya dengan kasar, lalu mengangguk pelan. Ia dapat memahami kebencian Reinhard terhadap Edwin, mengingat semua hal yang dilakukan pria itu pada Alicia selama tiga tahun ini.Owen melirik darah Edwin yang masih menempel pada telapak tangan tuan mudanya tersebut. Ia pun memberikan sapu tangannya kepada Reinhard dan kembali bertanya, “Apa Anda tidak ingin menanyakannya langsung kepada Nyonya mengenai masalah ini, Tuan Muda?”Reinhard menerima sapu tangan itu tanpa berkata apa-ap

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status