Home / Romansa / Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan / 14. Puaskan aku malam ini!

Share

14. Puaskan aku malam ini!

Author: ZuniaZuny
last update Last Updated: 2025-03-27 22:08:36

Yura bangkit dari tidurnya dan mencari kakaknya. "Kakak?"

Langkah Yura terhenti, terpukau oleh keindahan ruangan apartemen Damian. Dia berada di ruang tamu yang luas dengan langit-langit tinggi, dinding dilapisi dengan wallpaper damask berwarna krem yang memberikan kesan klasik yang elegan. Lantai parket kayu gelap mengkilap memantulkan cahaya dari lampu gantung kristal besar yang menggantung megah di tengah ruangan.

Di salah satu sudut, terdapat perapian marmer putih besar yang dihiasi dengan patung kepala singa di kedua sisi, menambahkan nuansa maskulin yang kuat. Di atas perapian, tergantung sebuah lukisan lanskap dalam bingkai kayu tua yang menunjukkan pemandangan pegunungan yang mistis.

Sofa kulit coklat tua yang besar dan empuk terletak menghadap ke perapian, dikelilingi oleh beberapa kursi berlengan yang serasi, semua menempati karpet Persia yang kaya dengan motif yang rumit.

Di atas meja kopi kayu yang kokoh, terdapat beberapa majalah arsitektur dan buku seni yang tersusun ra
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   15. Tunggu! Apa yang kamu lakukan?

    Puaskan aku malam ini. Setelahnya akan aku antar kamu pulang! Jika tidak, luka di punggungmu itu ….""Apa?"Seperti berhenti napas sejenak, dada Yura sesak mendengar ucapan Damian. Merasa ragu jika lelaki itu berbohong, tapi kenyataannya memang benar. 'Dia baru saja mengganti pakaianku, tentu saja dia melihat luka ini.'Damian dengan cepat menghampiri Yura, gerak tangannya lincah seolah dipandu oleh kekhawatiran mendalam."Biarkan aku," katanya, suaranya rendah namun penuh otoritas. Meski terkejut, Yura hanya bisa menatap penuh tanya saat Damian tanpa ragu merenggangkan kancing baju bagian bawahnya. "Tunggu! Apa yang kamu lakukan?" serunya, suara gemetar tercampur rasa sakit yang mulai menjalar. "Apa lagi kalau bukan menyelamatkanmu?" Damian membalas, matanya tidak berkedip, menatap tajam ke arah luka yang tersembunyi itu, setiap sentuhannya adalah campuran kelembutan dan ketegasan. "Kau perlu pertolongan, Yura, dan aku di sini untuk itu," lanjutnya, seraya mulai membersihkan luka

    Last Updated : 2025-03-28
  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   16. Tinggallah di sini, bersamaku.

    "Oh ya, mengapa kamu menyuruhku berpakaian? bukankah setelah ini ….""Kita tak akan melakukan apapun karena aku akan pulang."Damian membenarkan baju dan berkata, "baiklah, aku akan mengantarmu pulang.""Jangan. Bagaimana jika nanti Dony tahu kita bersama? Dia akan marah!"Yura bingung, tak bisa lagi mencari alasan untuk lepas dari berandalan gila ini. Belum lagi alasan untuk mengelabui Dony. Kini isi kepalanya benar-benar buntu. Damian mendekatkan diri penuh intimidasi. "Baiklah. Aku mengizinkan kamu pergi, tapi kamu harus menuruti setiap perintahku, kelinci kecil.""Apa itu? Aku akan patuh kepadamu, Tuan Damian.""Mulai sekarang tinggallah di sini dan jangan sampai Dony menyentuhmu sedikitpun.""Apa?""Mana mungkin aku bisa tinggal di sini?"Damian mencoba memahami kondisi Yura. Dia mengangguk pasrah. "Baiklah, tapi jangan berpikir jika kamu bisa lolos dari genggamanku.""Aku akan menuruti semua permintaan Tuan Damian. Kali ini izinkan aku pergi, ya?" ucap Yura memelas, berharap seo

    Last Updated : 2025-03-29
  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   17. Pertemuan di masa lalu

    Yura bingung mencari jawaban atas pertanyaan Dony."Aku sedang di toilet jadi mungkin suaranya mungkin menggema.""Benarkah, tapi seperti orang sedang …, ah, sudahlah."Dony mengembalikan ponsel Yura secara kasar. "Awas saja jika kamu berani membohongiku!"Yuni menggeleng keras, berusaha menutupi semua kecurigaan Dony. Semua ini tak akan terjadi jika Dony tidak menghianati cinta Yura dengan berselingkuh. Cinta? Ya, Yura begitu mencintai Dony waktu itu. Saat pertama kali Yura ditolong oleh Dony.FlashbackSaat di sekolah dasar, Yura mengikuti kegiatan camping tahunan. Sinar api unggun memantulkan bayangan anak-anak yang tertawa riang, mendongeng di sekitar api, cahaya api tersebut menyinari wajah-wajah penuh antusias.Tiba-tiba, kegembiraan mereka terganggu oleh suara gemerisik dari semak belukar yang tumbuh tebal di sekitar perkemahan. Sebuah bayangan besar dan menakutkan melompat keluar, hewan buas itu—serigala liar—mendekati dengan mata yang memancarkan cahaya menyeramkan. Yura yang

    Last Updated : 2025-03-31
  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   18. Seseorang yang berada di kamar Yura

    Yura kini sedang mandi dengan bersenandung, tidak menyadari seseorang masuk kamarnya. Hari ini sungguh melelahkan sehingga meskipun dini hari, dia ingin mandi air hangat untuk merelaksasi tubuhnya. Setelah hampir 30 menit larut dalam rendaman, Yura akhirnya memutuskan untuk mengakhiri ritual mandinya. Saat melangkah keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai handuk mandi sepaha yang melilit erat tubuhnya, tiba-tiba matanya tertumbuk pada sosok yang tidak terduga. Jantungnya serasa melompat ketika melihat ada seorang pria dengan santai duduk menguasai ranjangnya. "Kamu?" suaranya tercekat, terkejut dan bingung. "Sedang apa kamu di sini?"Perasaannya bercampur antara terkejut, kesal, dan gugup. Ruangan yang tadi sejuk kini seolah berubah menjadi ruang interogasi yang penuh tekanan."Aku di sini, tentu saja ingin bersenang-senang dengan wanitaku.""Akh, tidak."SebelumnyaDony menatap kepergian Yura dengan bingung. Menilai beberapa makna yang terjadi. Mungkin semua saling berhubunga

    Last Updated : 2025-04-01
  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   19. Pertolongan Damian

    “Aku akan membunuhmu jika Dony sampai menyentuhmu!" Amcaman Damian dengan suara berat, bergema dalam ruangan dengan intonasi yang mengiris hati. Nada ancaman Damian lebih dingin dari sebilah pisau, jauh lebih menakutkan dibanding Dony yang mendekat. Kekuatan kata-katanya membeku di udara, menambah ketegangan yang sudah pekat.Berfikir terlalu keras, Yura mengatakan jurus terakhir saat Dony hendak menempelkan bibirnya. "Aku sedang ada tamu bulanan."Dony tersentak, memandang ke arah bawah tubuh Yura. Dony tiba-tiba menegang, napasnya menjadi pendek, dan dalam detik yang tak terhitung, ia meraih tangan Yura dengan erat, berseru dalam suara serak, "Benarkah itu? Kalau begitu aku harus yakin sendiri!" Dengan kekuatan yang dipenuhi kegelisahan, ia mencoba menarik handuk yang membungkus tubuh Yura. Namun dengan sekuat tenaga, Yura menahan handuknya yang nyaris melorot dalam perebutan sengit tersebut. Tepat saat suasana menjadi semakin tegang, suara berdering nyaring memecah keheningan.

    Last Updated : 2025-04-02
  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   20. Apakah Damian mabuk?

    Pesan Damian membuat Dony emosi. "Brengsekh!""Kenapa aku harus menuruti berandalan ini? Jika bukan karena kakek Luhan, aku tak akan melakukannya."Damian memutuskan untuk pulang. Di tengah keheningan malam yang terkoyak tiba-tiba derai hujan turun debgan lebatnya. Damian menyusuri jalan yang sepi setelah mengirim pesan terakhir. Langit seolah menangis bersamanya, membasahi bumi dengan air mata yang tak terbendung. Dalam keadaan murung, ia menderu mengemudikan jeep-nya melintasi jalanan yang mulai tergenang.Kenangan buruk pada masa lalu seakan-akan terbawa angin, membuatnya semakin menekan pedal gas, dalam upaya putus asa untuk segera mencapai perlindungan apartemennya. Setiap tetes hujan yang jatuh bagaikan bisikan lara dari masa lalu yang terlupakan, memacu jantungnya untuk berdetak lebih cepat dalam dingin yang menyergap.Hufh.Keringat dingin membanjiri tubuhnya yang basah. Tangan memegangi wastafel kamar mandi dengan gemetar. Namun, tatapan tajam tertuju pada kaca kamar mandi, m

    Last Updated : 2025-04-03
  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   01. Memberikan mahkota berharga

    "Setelah selesai acara pernikahan, segera rayu Tuan Dony untuk melakukan kewajibannya. Jika kamu tak mau melakukannya, Ayahmu yang sedang koma itu ....""Jangan! Tolong jangan hentikan pengobatan Ayah. Aku akan melakukan apapun yang kamu suruh," ucap Yura terbata."Anak pintar!" puji Madam Serly dengan seringainya.Kini, Yura terperangkap dalam kehidupan menyedihkan. Dia harus melaksanakan perintah Madam Serly, jika ingin ayahnya bangun dari koma. Entah motif apa yang dimiliki Serly sehingga membuat Yura sebagai bonekanya.Pertama, Yura harus menikah dengan Dony Baskoro. Anak kedua Baskoro, keluarga konglomerat di kota Jakarta. Yura yang sebenarnya bernama Yuna Anjela diperkenalkan dengan nama Yura, Yura putriana. Anak ketiga dari keluarga Raharjo, yang tak lain suami Serly.Kedua, Serly meminta Yura tidur dengan Dony setelah malam pernikahan sebagai bukti diterima oleh keluarga Baskoro. Apakah mungkin?Pernikahan ini hanyalah sebagai jembatan pemersatu dari kedua belah pihak dalam ha

    Last Updated : 2025-02-17
  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   02. Menjadi milik Damian

    "Cari saja lelaki lain."Damian melepas kasar tangan Yura, membuat tubuhnya oleng dan meringis kesakitan. "Ish, kamu kasar sekali."Namun, Yura tak patah arang, kembali mendekatkan tubuhnya. "Katakan padaku bahwa kamu begitu menikmati ciuman kita tadi? Apa aku salah, Tuan? Kita sama-sama menginginkan--"MmphTanpa mampu menahan diri, Damian mendekatkan wajahnya ke Yura, sebuah sentuhan lembut yang menghanguskan setiap helaan napas. Napasnya tercekat, gejolak dalam dada memuncak tak terbendung. "Semoga kau tidak menyesal kali ini," bisiknya dengan lembut, membiarkan momen itu menghentikan realitas sejenak di antara mereka.Akh.Yura digendong ala bridal, dimasukkan ke dalam mobil Jeep. Tak peduli lagi, Damian akan melanjutkannya di dalam sana."Tolong, hentikan!" rintih Yura saat Damian menciumi leher jenjangnya."Terlambat untuk memohon berhenti.""Jangan, jangan di sini! Maksudku, kita bisa melakukannya di tempat lain."Damian merasa kecewa, harus menahan rasa untuk sesaat. Dengan em

    Last Updated : 2025-02-17

Latest chapter

  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   20. Apakah Damian mabuk?

    Pesan Damian membuat Dony emosi. "Brengsekh!""Kenapa aku harus menuruti berandalan ini? Jika bukan karena kakek Luhan, aku tak akan melakukannya."Damian memutuskan untuk pulang. Di tengah keheningan malam yang terkoyak tiba-tiba derai hujan turun debgan lebatnya. Damian menyusuri jalan yang sepi setelah mengirim pesan terakhir. Langit seolah menangis bersamanya, membasahi bumi dengan air mata yang tak terbendung. Dalam keadaan murung, ia menderu mengemudikan jeep-nya melintasi jalanan yang mulai tergenang.Kenangan buruk pada masa lalu seakan-akan terbawa angin, membuatnya semakin menekan pedal gas, dalam upaya putus asa untuk segera mencapai perlindungan apartemennya. Setiap tetes hujan yang jatuh bagaikan bisikan lara dari masa lalu yang terlupakan, memacu jantungnya untuk berdetak lebih cepat dalam dingin yang menyergap.Hufh.Keringat dingin membanjiri tubuhnya yang basah. Tangan memegangi wastafel kamar mandi dengan gemetar. Namun, tatapan tajam tertuju pada kaca kamar mandi, m

  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   19. Pertolongan Damian

    “Aku akan membunuhmu jika Dony sampai menyentuhmu!" Amcaman Damian dengan suara berat, bergema dalam ruangan dengan intonasi yang mengiris hati. Nada ancaman Damian lebih dingin dari sebilah pisau, jauh lebih menakutkan dibanding Dony yang mendekat. Kekuatan kata-katanya membeku di udara, menambah ketegangan yang sudah pekat.Berfikir terlalu keras, Yura mengatakan jurus terakhir saat Dony hendak menempelkan bibirnya. "Aku sedang ada tamu bulanan."Dony tersentak, memandang ke arah bawah tubuh Yura. Dony tiba-tiba menegang, napasnya menjadi pendek, dan dalam detik yang tak terhitung, ia meraih tangan Yura dengan erat, berseru dalam suara serak, "Benarkah itu? Kalau begitu aku harus yakin sendiri!" Dengan kekuatan yang dipenuhi kegelisahan, ia mencoba menarik handuk yang membungkus tubuh Yura. Namun dengan sekuat tenaga, Yura menahan handuknya yang nyaris melorot dalam perebutan sengit tersebut. Tepat saat suasana menjadi semakin tegang, suara berdering nyaring memecah keheningan.

  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   18. Seseorang yang berada di kamar Yura

    Yura kini sedang mandi dengan bersenandung, tidak menyadari seseorang masuk kamarnya. Hari ini sungguh melelahkan sehingga meskipun dini hari, dia ingin mandi air hangat untuk merelaksasi tubuhnya. Setelah hampir 30 menit larut dalam rendaman, Yura akhirnya memutuskan untuk mengakhiri ritual mandinya. Saat melangkah keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai handuk mandi sepaha yang melilit erat tubuhnya, tiba-tiba matanya tertumbuk pada sosok yang tidak terduga. Jantungnya serasa melompat ketika melihat ada seorang pria dengan santai duduk menguasai ranjangnya. "Kamu?" suaranya tercekat, terkejut dan bingung. "Sedang apa kamu di sini?"Perasaannya bercampur antara terkejut, kesal, dan gugup. Ruangan yang tadi sejuk kini seolah berubah menjadi ruang interogasi yang penuh tekanan."Aku di sini, tentu saja ingin bersenang-senang dengan wanitaku.""Akh, tidak."SebelumnyaDony menatap kepergian Yura dengan bingung. Menilai beberapa makna yang terjadi. Mungkin semua saling berhubunga

  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   17. Pertemuan di masa lalu

    Yura bingung mencari jawaban atas pertanyaan Dony."Aku sedang di toilet jadi mungkin suaranya mungkin menggema.""Benarkah, tapi seperti orang sedang …, ah, sudahlah."Dony mengembalikan ponsel Yura secara kasar. "Awas saja jika kamu berani membohongiku!"Yuni menggeleng keras, berusaha menutupi semua kecurigaan Dony. Semua ini tak akan terjadi jika Dony tidak menghianati cinta Yura dengan berselingkuh. Cinta? Ya, Yura begitu mencintai Dony waktu itu. Saat pertama kali Yura ditolong oleh Dony.FlashbackSaat di sekolah dasar, Yura mengikuti kegiatan camping tahunan. Sinar api unggun memantulkan bayangan anak-anak yang tertawa riang, mendongeng di sekitar api, cahaya api tersebut menyinari wajah-wajah penuh antusias.Tiba-tiba, kegembiraan mereka terganggu oleh suara gemerisik dari semak belukar yang tumbuh tebal di sekitar perkemahan. Sebuah bayangan besar dan menakutkan melompat keluar, hewan buas itu—serigala liar—mendekati dengan mata yang memancarkan cahaya menyeramkan. Yura yang

  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   16. Tinggallah di sini, bersamaku.

    "Oh ya, mengapa kamu menyuruhku berpakaian? bukankah setelah ini ….""Kita tak akan melakukan apapun karena aku akan pulang."Damian membenarkan baju dan berkata, "baiklah, aku akan mengantarmu pulang.""Jangan. Bagaimana jika nanti Dony tahu kita bersama? Dia akan marah!"Yura bingung, tak bisa lagi mencari alasan untuk lepas dari berandalan gila ini. Belum lagi alasan untuk mengelabui Dony. Kini isi kepalanya benar-benar buntu. Damian mendekatkan diri penuh intimidasi. "Baiklah. Aku mengizinkan kamu pergi, tapi kamu harus menuruti setiap perintahku, kelinci kecil.""Apa itu? Aku akan patuh kepadamu, Tuan Damian.""Mulai sekarang tinggallah di sini dan jangan sampai Dony menyentuhmu sedikitpun.""Apa?""Mana mungkin aku bisa tinggal di sini?"Damian mencoba memahami kondisi Yura. Dia mengangguk pasrah. "Baiklah, tapi jangan berpikir jika kamu bisa lolos dari genggamanku.""Aku akan menuruti semua permintaan Tuan Damian. Kali ini izinkan aku pergi, ya?" ucap Yura memelas, berharap seo

  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   15. Tunggu! Apa yang kamu lakukan?

    Puaskan aku malam ini. Setelahnya akan aku antar kamu pulang! Jika tidak, luka di punggungmu itu ….""Apa?"Seperti berhenti napas sejenak, dada Yura sesak mendengar ucapan Damian. Merasa ragu jika lelaki itu berbohong, tapi kenyataannya memang benar. 'Dia baru saja mengganti pakaianku, tentu saja dia melihat luka ini.'Damian dengan cepat menghampiri Yura, gerak tangannya lincah seolah dipandu oleh kekhawatiran mendalam."Biarkan aku," katanya, suaranya rendah namun penuh otoritas. Meski terkejut, Yura hanya bisa menatap penuh tanya saat Damian tanpa ragu merenggangkan kancing baju bagian bawahnya. "Tunggu! Apa yang kamu lakukan?" serunya, suara gemetar tercampur rasa sakit yang mulai menjalar. "Apa lagi kalau bukan menyelamatkanmu?" Damian membalas, matanya tidak berkedip, menatap tajam ke arah luka yang tersembunyi itu, setiap sentuhannya adalah campuran kelembutan dan ketegasan. "Kau perlu pertolongan, Yura, dan aku di sini untuk itu," lanjutnya, seraya mulai membersihkan luka

  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   14. Puaskan aku malam ini!

    Yura bangkit dari tidurnya dan mencari kakaknya. "Kakak?"Langkah Yura terhenti, terpukau oleh keindahan ruangan apartemen Damian. Dia berada di ruang tamu yang luas dengan langit-langit tinggi, dinding dilapisi dengan wallpaper damask berwarna krem yang memberikan kesan klasik yang elegan. Lantai parket kayu gelap mengkilap memantulkan cahaya dari lampu gantung kristal besar yang menggantung megah di tengah ruangan.Di salah satu sudut, terdapat perapian marmer putih besar yang dihiasi dengan patung kepala singa di kedua sisi, menambahkan nuansa maskulin yang kuat. Di atas perapian, tergantung sebuah lukisan lanskap dalam bingkai kayu tua yang menunjukkan pemandangan pegunungan yang mistis.Sofa kulit coklat tua yang besar dan empuk terletak menghadap ke perapian, dikelilingi oleh beberapa kursi berlengan yang serasi, semua menempati karpet Persia yang kaya dengan motif yang rumit. Di atas meja kopi kayu yang kokoh, terdapat beberapa majalah arsitektur dan buku seni yang tersusun ra

  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   13. Seseorang yang datang

    Di buka pelan dan ….Yura menutup bibirnya, terkejut melihat apa yang ada di tangannya saat ini. Dirinya terduduk lemas dan pandangannya kosong. Kecewa? Tentunya. Berpikir jika perhatian Damian kemarin murni dari dalam diriYura tak habis pikir jika Damian mencari informasi tentangnya. Semua tertera jelas pada lampiran berkas yang dipegang. Serta foto itu, foto dimana Yura memakai gaun pernikahan."Jadi, kamu menyelidiki semuanya, ya? Maka, cake tart dan yang lainnya? Semua itu hanya untuk memastikan jika isi dokumen ini benar?"Yura merasa kesal, beranjak pergi tanpa memperdulikan ancaman yang tadi Damian berikan. Baginya saat ini tak ada yang bisa dipercaya. Bahkan Damian sekalipun.Yura pergi ke taman bermain. Di sana ada banyak sekali anak kecil yang didampingi orang tuanya. Mereka terlihat sangat bahagia, senyuman merekah tanpa henti di bibir. Yura ikut tersenyum, mengingat kembali memori indah saat ulang tahunnya. Kenangan terakhir sebelum keluarganya dibantai.Yura berdoa agar

  • Dikhianati Suami, dimanja CEO Tampan   12. Suara ambigu

    "Wa-ni-ta-mu?""Tentu saja. Bukankah sudah berkali-kali aku mengatakannya, kelinci kecil?" jawab Damian dengan sorot tajamnya. "Apa aku perlu mengingatkannya padamu?"Yura segera menggeleng. Seharusnya tak membahas masalah ini di saat seperti ini. Damian sungguh mudah tersinggung. Padahal, butuh perjuangan untuk mengecoh pengawal yang dikirim Damian tadi. Sedangkan Damian merasa puas karena Yura sungguh patuh padanya."Diam dan ikuti semua perintahku!"Yura mengangguk. Dengan hati-hati, Damian mulai mengobati luka di kening. Ditatap manik mata coklat hazel yang kini bergerak ke kanan kiri, seolah mencari perlindungan diri dari bahaya seorang Damian. Semakin intens, semakin dalam rasa suka Damian padanya.Dagu Yura ditarik hingga tatapan mereka bertemu. Tangan Damian tetap fokus mengobati luka Yura, tapi mata mereka tetap terkunci dan tenggelam dalam dejavu. Mereka hampir kembali berciuman, jika saja ….Drrt, drrt.Ponsel Yura bergetar dan tampak panggilan dari Dony. Seketika Damian be

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status