Share

Bab 1398

Penulis: Aku Mau Minum Air
"Nona Berry, aku punya tawaran untukmu. Kujamin kamu bisa menghasilkan banyak uang," ujar Luther.

"Oh? Tawaran apa itu?" Minat Berry seketika terbangkitkan.

"Bicara di telepon akan kurang jelas. Kita bertemu di Restoran Sultan sejam lagi," ucap Luther.

"Oke, kutunggu kamu di sana," sahut Berry.

Begitu mengakhiri panggilan, Luther langsung mengemudikan mobilnya ke Restoran Sultan. Ada Jordan yang berjaga di vila sehingga Luther tidak perlu khawatir pada tipu muslihat Keluarga Ghanim dan Keluarga Suratman.

Jam 12 siang, di Restoran Sultan. Begitu Luther masuk, seorang staf langsung membawanya ke lantai 2 dan memasuki sebuah ruang privat.

Di dalam sana, Berry yang mengenakan terusan merah sedang meminum teh dengan santai. Hari ini, Berry tidak memakai riasan yang terlalu tebal. Dia memegang kipas dan rambut hitamnya diikat. Tubuhnya yang seksi terlihat sangat memikat karena terusan yang pas badan itu. Belum lagi kakinya yang putih dan mulus, membuat orang tak kuasa berfantasi.

Meskipun pe
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 1399

    Ketika melihat ekspresi tidak tega Berry, Luther sempat tertegun sesaat. Dia seolah-olah melihat Bianca dari sosok Berry.'Bagaimana kabar Bianca sekarang? Apa dia baik-baik saja? Aku sudah lama nggak menghubunginya, dia nggak akan marah, 'kan?' batin Luther.Begitu tersadar dari lamunannya, Luther segera menarik tangannya dan menolak bantuan Berry. Dia menjelaskan, "Nggak apa-apa, ini hanya luka kecil. Asalkan mengoleskan Salep Halimun, lukaku akan pulih dalam waktu singkat."Selesai mengatakan itu, Luther mengeluarkan Salep Halimun yang telah disiapkannya. Kemudian, dia langsung mengoleskannya.Berbeda dengan Salep Halimun yang berwarna hitam, yang Luther keluarkan kali ini berwarna hijau seperti warna giok. Salep ini telah dikembangkan oleh Luther. Bukan hanya tidak punya efek samping, tetapi khasiatnya juga jauh lebih hebat."Tampan, kalaupun mau menguji obat, kamu nggak seharusnya sekejam ini pada diri sendiri. Rasanya pasti sakit sekali," keluh Berry."Dengan cara ini, aku baru b

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 1400

    "Nona Berry, karena ini kerja sama, aku nggak mungkin membiarkanmu berjuang sendirian. Aku akan menanggung sebagian besar tekanannya, kamu hanya perlu memproduksi salep dan melakukan promosi. Gunakan seluruh koneksi Keluarga Chuwardi untuk membuat salep itu terkenal," ujar Luther dengan serius.Mendengar ini, Berry terdiam sesaat. Meskipun Salep Halimun sangat ajaib, apakah pantas bersaing dan menyinggung Keluarga Suratman serta Keluarga Ghanim?"Tentunya, kalau kamu masih punya keraguan, aku nggak bakal memaksa. Selain itu, anggap salep ini sebagai hadiah dariku," lanjut Luther sambil tersenyum. Dia meletakkan botol salep di tangannya dan mendorongnya ke depan.Kekuasaan Keluarga Chuwardi tidaklah kecil. Di Kota Narata ini, mereka menduduki peringkat ketiga. Yang pertama dan kedua sudah pasti adalah Keluarga Ghanim dan Keluarga Suratman. Jika bersaing dengan kedua keluarga ini sekaligus, Keluarga Chuwardi harus menanggung tekanan besar. Sekarang semua tergantung kepada Berry, apakah d

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 1401

    Setelah kembali ke vila, Luther mengambil ponselnya dan ekspresinya terlihat agak ragu-ragu. Saat membahas kerja sama dengan Berry sebelumnya, dia tiba-tiba teringat pada Bianca dan rasa rindu langsung memenuhi pikirannya hingga tak terkendali. Dia tidak bisa menepis gambaran Bianca dari pikirannya.Luther mendengar kabar dari Jordan bahwa Bianca sudah mengikuti kakeknya dan pindah ke Midyar untuk mengembangkan bisnis. Dia hanya perlu menelepon saja, keduanya sudah bisa segera bertemu. Namun, dia merasa agak khawatir. Midyar berbeda dengan Provinsi Narata, di sini penuh dengan ancaman dan sangat berbahaya. Dia tidak ingin melibatkan Bianca karena apa yang harus dia lakukan sekarang sangat berbahaya."Bagaimana kalau hanya bertemu sebentar untuk mengucapkan salam?" gumam Luther pada dirinya sendiri.Setelah mondar-mandir sejenak di balkon, Luther menarik napas dalam-dalam dan akhirnya menelepon sebuah nomor. Setelah berdering sekitar lima detik, telepon itu akhirnya diangkat dan segera

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 1402

    Di Kota Dalam, masih ada Kota Terlarang yang mewakili kekuasaan tertinggi. Itu adalah tempat suci yang diidamkan semua orang yang ambisius dan juga tempat di mana Luther mencari kebenaran dan keadilan. Namun, tentu saja bukan sekarang.Kota Dalam sangat ramai dan kebetulan saat ini adalah jam pulang kerja. Meskipun Luther berangkat satu jam lebih awal, langit sudah gelap saat dia tiba di tujuan. Tempat di mana Bianca mengadakan pesta perayaan ini disebut Hotel Angkasa. Ini adalah sebuah hotel bintang lima. Tempatnya sangat eksklusif dan dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas hiburan. Pelayanan di hotel itu sangat baik dan memiliki reputasi yang cocok untuk menerima tamu-tamu penting.Saat ini, di dalam aula utama di lantai teratas Hotel Angkasa. Sekelompok pemuda dan pemudi yang berpakaian menarik sedang berkumpul untuk minum bersama dan mengobrol. Pertunjukan nyanyian dan tarian yang spektakuler terus berlanjut di atas panggung dan menghibur para tamu di bawah panggung. Bisa dibil

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 1403

    Alarik berkata dengan ekspresi bangga, "Sarisha, sekarang kamu tahu kehebatannya, 'kan? Asalkan Nona Bianca bersedia turun tangan, apa yang bisa dilakukan Keluarga Suratman?""Benar juga ...." Sarisha terus menganggukkan kepala dan ekspresinya terlihat gembira. Dia sudah memutuskan untuk melakukan apa pun demi menyenangkan Bianca. Dengan begitu, dia bukan hanya bisa melindungi diri, tapi juga bisa berkuasa dan masuk ke kalangan elite Midyar."Oh ya. Kak Alarik, kenapa kamu bisa tahu semua ini?" Sarisha tiba-tiba merasa penasaran."Sejujurnya, pamanku bekerja di pemerintahan sebagai salah satu staf militer di bawah pimpinan Adipati Ezra. Koneksinya luas, jadi aku bisa mendapatkan informasi rahasia ini dengan mudah," kata Alarik sambil mengangkat dagunya dengan ekspresi bangga. Sebenarnya, identitas Bianca sudah tersebar di kalangan elite. Hanya saja, orang biasa tidak mengetahui hal ini."Kak Alarik memang hebat!" kata Sarisha sambil mengacungkan ibu jarinya dan matanya berbinar.Ekspre

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 1404

    "Jangan bercanda. Nona Bianca dikelilingi banyak pengagum dan semuanya adalah tokoh terkenal di industri. Apa yang bisa kulakukan?" kata Alarik sambil menggelengkan kepala. Alarik memang tertarik pada Bianca, tetapi dia juga tahu diri. Statusnya dan Bianca terlalu berbeda jauh."Kak Alarik, nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini bagi orang yang berusaha. Bagaimanapun juga, kamu harus mencobanya, siapa tahu Nona Bianca suka tipe sepertimu," kata Sarisha mulai menyemangati Alarik."Benarkah?" Alarik agak ragu.Sarisha terus mendukung Alarik. "Untuk apa aku membohongimu? Lihatlah dirimu. Tampan, postur tubuhmu tinggi, berwibawa, dan menarik. Selain itu, kamu ahli dalam bidang kedokteran, perhatian, dan punya karakter yang baik. Pria sepertimu sangat langka!""Benarkah?" Alarik mengatur rambutnya, merapikan dasinya, dan langsung menjadi sangat percaya diri. Dia memang merasa dirinya sangat unggul, sempurna, dan berpotensi besar, seharusnya tidak berlebihan jika menikahi cucu Adipati Ezr

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 1405

    "Apa? Wanitamu?" Mendengar perkataan itu, Alarik dan Sarisha tertegun sejenak, lalu saling memandang karena ragu apakah mereka salah dengar. Siapa Bianca ini? Bianca adalah wanita cantik di peringkat ketiga di Peringkat Bidadari, cucu dari Adipati Ezra, dan wanita idaman banyak pria berbakat. Pria miskin ini malah berani mengatakan Bianca adalah wanitanya dengan percaya diri. Mereka berpikir pria ini mungkin sudah gila."Luther, kamu ... serius?" tanya Alarik."Tentu saja," kata Luther dengan tegas."Puft!" Mendengar perkataan itu, Alarik akhirnya tertawa, seolah-olah mendengar lelucon."Luther, kamu masih belum bangun tidur ya? Kamu bilang Nona Bianca adalah wanitamu? Hahaha ...."Setelah mengatakan itu, Alarik langsung tertawa terbahak-bahak dengan ekspresi yang sangat berlebihan.Sarisha melipat kedua tangannya di depan dada dan berkata dengan meremehkan, "Huh! Benar-benar nggak tahu malu! Kamu nggak becermin? Jangan mengira statusmu berubah hanya dengan mengganti pakaian saja, oran

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 1406

    "Halo, Bu Bianca.""Halo, Nona Bianca."Setelah hening sejenak, seluruh ruangan pesta itu menjadi sangat ramai. Baik pria ataupun wanita, semuanya mulai mendekat dan menyapa Bianca. Yang hadir di pesta ini adalah kalangan bangsawan dan para eksekutif perusahaan sehingga mereka mengetahui status Bianca. Beberapa di antaranya bahkan datang khusus untuk mengagumi dan menyenangkan hati Bianca."Nggak perlu sesungkan itu, silakan nikmati pestanya," kata Bianca dengan tenang dalam menghadapi pujian orang-orang dan tidak merespons pujian mereka. Matanya terus melihat ke sekeliling, seolah-olah mencari sesuatu."Kak Alarik, apa itu Nona Bianca?" Sarisha diam-diam menunjuk ke arah Bianca."Seharusnya. Selain Nona Bianca, aku nggak tahu siapa lagi yang kecantikannya begitu luar biasa!" kata Alarik dengan mata yang berbinar, wajahnya memerah, dan jantungnya berdebar. Dia sudah pernah melihat banyak wanita cantik, tetapi baru pertama kali ini dia melihat wanita yang kecantikannya begitu luar biasa

Bab terbaru

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2502

    Setelah kenyang, tubuh kekar Loland langsung dihempaskan ke atas tempat tidur. Seketika, dia tertidur pulas, seperti tenggelam dalam mimpi tanpa akhir.Saat matahari terbenam dan langit berubah menjadi lukisan yang indah dengan semburat jingga keemasan, dia baru terbangun.Sesudah bangun, rasa lelah di tubuhnya telah sirna. Wajahnya kembali berseri-seri dan dipenuhi semangat.Saat itu, Raka telah menyiapkan hidangan di ruang makan. Berbeda dari yang sebelumnya, kali ini meja penuh dengan beragam hidangan lezat yang tampak begitu menggoda.Di tengah meja, tampak seekor ayam goreng berwarna keemasan dengan kulit yang berkilau oleh minyak. Aromanya memenuhi seluruh ruangan. Sungguh menggugah selera.Loland tidak pernah sungkan-sungkan. Begitu melihat hidangan istimewa itu, dia segera duduk di kursinya, lalu meraih peralatan makan dan mulai makan dengan lahap. Dia sama sekali tak berniat menunggu Tiano yang tengah mencari informasi di luar.Segera, setengah ekor ayam goreng habis. Loland m

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2501

    "Siapa?" Loland langsung menggenggam erat pedang di tangannya. Tatapannya tajam seperti binatang buas yang terkejut, penuh kewaspadaan dan keganasan.Beberapa hari terakhir, dia seperti burung yang ketakutan, hampir tidak tidur sama sekali. Sarafnya tegang setiap saat, takut bahaya tiba-tiba datang.Kriiik! Pintu kamar perlahan terbuka. Seorang pria tua beruban memasuki ruangan dengan langkah tenang. Kedua tangannya membawa nampan berisi buah dan camilan.Namun, sebelum pria tua itu bisa melihat jelas keadaan di dalam ruangan, kilatan dingin melesat. Pedang Loland sudah menempel di lehernya.Brak! Pria tua itu gemetar ketakutan. Nampan di tangannya jatuh ke lantai, lalu buah serta camilan berserakan di mana-mana."Jenderal, tenanglah, dia orang kita." Tiano segera maju, menekan ujung pedang Loland dengan jarinya sambil tersenyum ramah. "Namanya Paman Raka. Dia bisu dan telah mengabdi kepada Kuil Dewa selama bertahun-tahun. Tugasnya menjaga jalur rahasia ini. Dia nggak pernah membuat ke

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2500

    "Masalahnya adalah meskipun kita sudah tahu niat Jenderal Loland, kita harus bagaimana mencegatnya?" tanya Huston lagi. Saat ini, Loland sudah menghilang tanpa jejak. Para prajurit mereka bahkan tidak berhasil melihat Loland sedikit pun, apalagi memburu Loland.Selain itu, wilayah Atlandia luas, mustahil untuk menutup semua jalur ke luar negeri sepenuhnya. Hanya untuk jangka pendek, hal ini masih memungkinkan. Namun, jika untuk jangka panjang, ini akan berdampak besar bagi perkembangan ekonomi Atlandia. Menghabiskan begitu banyak sumber daya hanya untuk menangkap seorang buronan, jelas bukan keputusan yang bijak.Luther menganalisis dengan cermat, "Sekarang Jenderal Loland sudah jadi buronan di seluruh kota, dia nggak mungkin bisa ke luar negeri lewat jalur resmi. Jadi, pilihan satu-satunya adalah menyelundup. Kalau dilihat dari peta jalur laut ini, Jenderal Loland harus melewati Negara Bohami untuk pergi dari Atlandia ke Negara Denta.""Kita bisa memanfaatkan informasi ini. Segera car

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2499

    "Dasar bajingan Tiano! Kamu benar-benar sudah mencelakai banyak orang," kata Wirya dengan penuh amarah sambil menggertakkan giginya.Pengkhianatan Tiano ini bukan hanya akan menyeret adik Wirya dalam masalah, tetapi dia juga. Bagaimanapun juga, Tiano bisa naik pangkat menjadi wakil komandan penjaga hanya dalam beberapa tahun, ini juga berkat bantuannya. Jika kejadian hari ini tersebar, reputasinya pasti akan hancur."Saudara-saudara, kita pergi menangkap para pengkhianat itu," kata Wirya sambil melambaikan tangannya dan memimpin Tim Penegak Hukum dengan semangat setelah menerima informasi tentang rute pelarian Tiano.Sebelumnya, Wirya sudah lalai karena gagal menangkap Loland, sekarang situasinya makin buruk karena adik iparnya berkhianat. Jika kali ini dia tidak menangkap kedua pemberontak itu, kariernya sebagai pemimpin Tim Penegak Hukum benar-benar akan berakhir.Setelah menyelidiki dengan intensif, Wirya berhasil menemukan rumah persembunyian Tiano dan kelompoknya. Namun, saat mere

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2498

    "Sialan! Aku masih belum puas membunuh," kata Loland sambil berdiri dengan tubuh yang berlumuran darah dan tatapannya juga terlihat liar serta gembira. Dia memang seorang yang suka bertarung, sehingga amarahnya pun makin memuncak karena dia harus bersembunyi dan melarikan diri selama dua hari ini. Oleh karena itu, dia ingin melampiaskan semuanya sekarang."Jenderal Loland, kita harus memikirkan keselamatanmu. Kalau nggak pergi sekarang, nanti sudah terlambat," kata Tiano sambil meraih lengan Loland.Saat itu, sudah mulai terlihat bayangan sekelompok orang yang berlari dengan cepat ke arah Loland dan yang lainnya dari ujung jalan di belakang mereka. Meskipun dia masih belum puas, dia juga segera menenangkan dirinya."Mundur!"Setelah memerintah, Loland dan Tiano segera menerobos pos pemeriksaan sambil membawa beberapa sisa pasukan untuk melarikan diri ke luar kota. Penjagaan di luar kota jauh lebih lemah dibandingkan dengan kota dalam karena wilayahnya sangat luas, sehingga mustahil bag

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2497

    "Tunggu sebentar!" teriak Tronto dengan tiba-tiba untuk menghentikan Tiano yang akan melewati pos pemeriksaan.Dalam sekejap, semua orang langsung menjadi cemas. Tangan Tiano pun secara refleks meraih gagang pedang di pinggangnya, sedangkan Loland mengepalkan tinjunya dan bersiap untuk bertindak."Kak Tronto, apa ada urusan lain lagi?" tanya Tiano sambil berbalik dan tersenyum."Apa mereka semua ini adalah prajuritmu?" tanya Tronto sambil mulai menatap satu per satu dari orang-orang itu."Tentu saja, aku sendiri yang mendidik mereka semua," jawab Tiano sambil tersenyum dan menganggukkan kepala."Tunjukkan semua tanda pengenal mereka, aku harus memeriksanya satu per satu," kata Tronto."Kak Tronto, apa ini perlu? Aku sedang terburu-buru menjalankan tugas," kata Tiano."Ini tugasku, aku harap kamu bisa bekerja sama," kata Tronto dengan tatapan yang tajam.Tiano menyipitkan matanya. "Kak Tronto, kita sudah saling mengenal bukan hanya sehari atau dua hari saja, masa kamu masih nggak percay

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2496

    Di bawah pimpinan pria berambut cepak, Loland yang telah menyamar berjalan dengan langkah mantap. Kini, statusnya adalah bagian dari Pasukan Pelindung Kota.Saat ini, malam sudah larut dan jalanan besar maupun gang-gang kecil sudah kosong. Tidak ada lagi pejalan kaki. Hanya ada regu-regu prajurit bersenjata lengkap yang sedang berpatroli di segala arah.Di setiap titik perlintasan dan jalur utama, pasukan bersenjata berat ditempatkan untuk berjaga. Bahkan regu patroli yang lewat pun harus menunjukkan tanda pengenal mereka.Loland berjalan di bagian paling belakang barisan, dengan topi yang ditarik rendah hingga hampir menutupi separuh wajahnya. Ditambah lagi dengan langit yang gelap, hampir mustahil bagi siapa pun untuk mengenali wajahnya, kecuali mereka berdiri sangat dekat."Huston benar-benar sangat teliti. Kalau bukan karena mata-mata dari Kuil Dewa yang membantu, aku mungkin nggak akan bisa keluar dari kota ini."Melihat banyaknya pos penjagaan terbuka dan tersembunyi di berbagai

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2495

    "Untuk menghindari risiko ... mereka semua harus mati," jelas pria berambut cepak itu dengan singkat, jelas, dan padat.Begitu ucapan itu dilontarkan, ekspresi keempat anggota Pasukan Api Merah berubah drastis. Bahkan, Loland pun mengerutkan keningnya dan wajahnya tampak suram."Omong kosong apa yang kamu bicarakan? Mereka adalah pengawal pribadiku, saudara seperjuanganku yang telah bertarung bersamaku! Mana mungkin mereka berkhianat?""Yang paling sulit ditebak di dunia ini adalah hati manusia. Saudara bisa saling bertikai, keluarga pun bisa saling membunuh. Demi keselamatan Jenderal, kami nggak bisa mengambil risiko," sahut pria berambut cepak itu dengan tegas."Seorang prajurit boleh mati, tapi nggak boleh dihina! Kami telah mengikuti Jenderal selama bertahun-tahun dan melewati berbagai medan perang bersama. Kami lebih baik mati daripada berkhianat!""Benar! Jangan samakan kami dengan pengkhianat rendahan!""Huh! Orang sepertimu mana mungkin mengerti arti persaudaraan sejati?"Keemp

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2494

    Malam semakin larut.Di tengah status siaga penuh di seluruh kota, jalanan nyaris kosong. Hanya patroli berseragam yang masih bergerak.Kalaupun ada segelintir orang yang melintas, mereka tampak berjalan dengan tergesa-gesa, seolah-olah takut terjerat masalah.Saat ini, sebuah tim patroli beranggotakan sepuluh orang perlahan mendekati rumah persembunyian Loland.Pemimpin patroli adalah seorang pria bertubuh kekar dengan rambut cepak. Dia melirik ke kiri dan kanan, memastikan tidak ada orang asing di sekitar, lalu mengangkat tangan dan mengetuk pintu halaman.Tok, tok! Tok, tok, tok! Ketukan itu berirama, seperti sebuah sandi rahasia.Setelah ketukan pertama, tidak ada reaksi dari dalam. Dia kembali mengetuk.Setelah tiga kali ketukan, pintu halaman akhirnya terbuka sedikit. Dari dalam, hanya separuh wajah seseorang yang terlihat. Suaranya rendah dan waspada. "Matahari bersinar di langit.""Anggur dituangkan untuk langit." Pria berambut cepak segera menjawab.Itu adalah sandi pertemuan

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status