Share

Bab 113

Author: Piemar
last update Huling Na-update: 2024-11-07 15:48:51
Embun tidak akan pernah lupa setiap momentum ketika ia dituduh mencuri kalung milik Mita dan pelakor yang berusaha mencuri suaminya. Atau, saat dirinya digeledah dengan tanpa belas kasih, diperlakukan kasar dan diusir dengan terang-terangan dari keluarga Yudistira.

Embun memejamkan matanya. Hanya helaan nafas berat lolos dari sela-sela giginya. Ia tidak suka membalas dengan cara kotor. Ia lebih senang melakukannya dengan cara halus.

Sesuatu yang menyadarkan wanita itu akan tindakannya yang keliru. Sesuatu yang membuatnya berpikir dua kali untuk memutuskan sesuatu!

‘Aku ingin lebih sukses dari dia! Kalau perlu aku ingin mengambil perusahaannya,’ gumam Embun dalam hati. Terdengar ambisius namun beresiko. Namun sekalinya ia berkata, ia tidak akan menarik ucapannya begitu saja.

Wanita bermanik almond itu ingin menjadi seorang wanita karir. Ia ingin mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada lelaki.

“M-Mama,”

Suara Sagara merambat di telinga ke dua wanita cantik berbeda usia ters
Piemar

Happy reading, ramaikan Komen, bisa tambah bab he...

| 9
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Miyuk Kaslan
affectioanetelly for you,thor
goodnovel comment avatar
Retno Sundari
ceritanya menarik..selalu dibuat penasaran dengan lanjutannya..
Tignan lahat ng Komento

Kaugnay na kabanata

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 114

    Setelah Embun menyampaikan keinginannya, suasana mendadak canggung.“Maaf, saya memang terlalu percaya diri.”Maya membalas perkataan Embun—yang mengatakan padanya bahwa ia memang tidak akan dipekerjakan olehnya sebagai babysitter Sagara lagi. Maya tahu diri. Kesalahannya pada Embun sangat fatal. Ia juga belum meminta maaf secara langsung sebab ia baru bertemu langsung dengannya saat itu.“Memang, betul! Kau terlalu percaya diri! Baguslah, kau tahu diri! Kau tahu di mana posisimu saat ini!” tukas Embun dengan nada serius. Tidak ada lagi kelembutan dalam nada bicaranya. Ia duduk dengan bertopang kaki dan bersedekap tangan di dada. Ia berkata dengan nada angkuh! Siapa sangka gadis desa yang dulu lugu kini telah bertransformasi menjadi wanita yang dingin dan penuh wibawa. Tidak ada belas kasih dan bersikap tegas.Melihat raut wajah Embun yang ketus, Maya semakin merasa terpuruk. Mungkin Embun bisa dengan mudah memperkarakan dirinya atas tuduhan fitnah padanya satu tahun silam. Ia gelap m

    Huling Na-update : 2024-11-07
  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 115

    “Mas dari mana? Main tinggal saja.”Mita bersedekap tangan di dada menatap suaminya—yang menghilang secara tiba-tiba saat mereka berada di butik pakaian wanita. Sore itu mereka sedang mencari pakaian untuk pesta.Danar terdiam saat istrinya mencecarnya dengan pertanyaan. “Cepatlah! Aku tunggu di mobil!”Pria berwajah dingin itu langsung pergi meninggalkan istrinya. Ia jenuh menunggu wanita belanja. Tak seperti dulu, ia selalu bersedia menunggu Mita dengan sabar. Semuanya telah berubah. Mita mendecak sebal saat suaminya meninggalkannya begitu saja. Tega sekali! Padahal ia ingin suaminya memberikan komentarnya untuk pakaian yang akan dipilihnya. Nyatanya, Danar bahkan seolah tak peduli padanya.“Kenapa dengan Mas Danar sih?” ucapnya dengan helaan nafas berat. “Kalau aku tampil cantik juga kan buat dirinya. Aku kan tidak mau mempermalukan suamiku di pesta Pak Kamal Kapoor. Apalagi di sana ada banyak pengusaha terkenal.”Dengan berat hati, Mita pun memilih pakaiannya sendiri. Ia membayar

    Huling Na-update : 2024-11-08
  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 116

    “Mama, boleh Gala bicara?”Manggala duduk di dekat ibunya yang saat ini tengah duduk di ruang tamu sembari mengupas buah-buahan. Pemuda tampan itu senang sekali karena ibunya bisa menghabiskan waktu lebih lama bersamanya.“Ada apa Sayang?”Malati menoleh ke arah putranya. Kemudian ia menghentikan aktifitasnya, mengupas buah-buahan. “Tumben minta ijin. Biasanya kalau mau bicara langsung saja.”Manggala menarik nafas dalam sebelum bicara. “Mama, umur Gala sekarang sudah jalan dua puluh tujuh tahun. Setelah Gala pikir-pikir, Gala seharusnya sudah mulai mencari calon menantu untuk kalian.”Manggala berkata dengan hati-hati. Ia memang tak pernah dekat dengan seorang wanita. Oleh karena itu, ia begitu malu ketika mengungkapkannya di depan ibunya. Ia akui, perkataan ke dua orang tuanya benar. Dulu, ia sempat meragukannya.Manggala berpikir jika ia akan menikah saat dirinya siap secara mental selain ekonomi—faktor utama dalam mengayuh biduk rumah tangga. Ia tidak berpikir harus menjalin asmar

    Huling Na-update : 2024-11-08
  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 117

    Malam hari suasana terasa hening di kediaman Ana. Sagara tidur lebih awal. Ia seolah mengetahui rencana ibunya yang akan pergi ke suatu tempat saat malam hari dan saat anak lelaki tampan itu tertidur pulas. “Tenang saja, Nona, Tuan Gara sudah tidur pulas.”Babysitter Linda melapor pada Embun yang terlihat mengintip ke dalam kamarnya. Rasanya, setiap kali ia keluar rumah, ia merasa berat harus meninggalkan putranya. Ia pun mendekati ranjang putranya terlebih dahulu. Ia mencium pipi putranya yang mulai berisi dan terlihat chubby. Embun menepuk lengan Linda dengan pelan. “Aku titip Gara ya! Paling aku pulang jam sebelas atau dua belas malam jika tidak macet. Kalau ada apa-apa, hubungi nomorku. Mami sedang pergi ke Bogor.”Linda pun mengangguk setelah sebelumnya termangu melihat kecantikan Embun yang terasa berbeda malam itu. Wanita bermanik almond itu mengenakan gaun berwarna putih berbahan satin mix dengan sutra pilihan ibunya. Meskipun gaun tersebut polos dan hanya dihiasi sedikit ren

    Huling Na-update : 2024-11-09
  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 118

    Karena mulai merasa jenuh dengan acara pesta, Embun berencana akan berjalan-jalan keluar hotel. Para pemuda yang datang bersamanya sibuk berbincang dengan kawan-kawannya membahas banyak hal. Sebuah topik bahasan yang Embun tidak pahami.Di situlah, Embun kembali merasa rendah diri karena wawasan dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya tak setinggi mereka. Embun hanya lulusan sekolah menengah atas dari desa, tidak seperti mereka pernah mengemban ilmu di bangku kuliah. Sekalipun ia menguasai alat musik piano, itupun tidak melalui sekolah formal. Sesaat tatapannya bertumbur pada seorang pria yang sedari tadi menatapnya. Tak jauh dari tempat Kamal Kapoor berada, Danar tampak berdiri menatapnya. Di samping pria itu ada Mita yang tengah menggelendot manja pada lengan suaminya. Embun merasa tak nyaman bertemu dengan mereka. Apalagi cara Danar menatapnya yang begitu intens. Mengapa pria itu bersikap seperti itu padanya? Tatapannya menyiratkan sesuatu yang rumit. Bukankah urusan mereka sudah s

    Huling Na-update : 2024-11-09
  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 119

    Suasana terasa hening tiba-tiba. Hanya hembusan angin yang membelai kulit dan samar-samar suara dentuman musik yang menggema berasal dari area ballroom yang terdengar. Embun dan Manggala duduk di bangku taman yang sepi tanpa saling bicara. Embun hanya terdiam dengan mengusap air matanya. Ia kesal sekali pada Danar yang selalu saja mengusiknya. Pria itu menguji iman dan imunnya. Sebelumnya, ia mengatakan padanya ingin berdamai namun antara perkataan dan perbuatan sama sekali tidak sesuai. Apa yang baru saja Danar lakukan padanya telah melukai hatinya. Ia bersikap dan berkata kasar tanpa alasan yang jelas.Satu lagi kata-katanya yang pedas ialah dengan mengatakan dirinya, hanyalah seorang janda. Apa ada yang salah dengan status janda dirinya? Lagipula siapa yang membuatnya janda? Bukankah ia sendiri yang menceraikannya?Sepertinya pria itu butuh konsul ke psikiater. Otaknya mulai bergeser.“Jeena,”“Mas Gala,”Baik Embun dan Manggala saling memanggil secara bersamaan. Seketika mereka m

    Huling Na-update : 2024-11-10
  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 120

    “Betul sekali! Dunia begitu sempit sekali! Rasanya aku juga mulai muak melihat wanita manipulatif wara-wiri ke sana kemari.”Kini, Embun tak lagi diam. Saat seseorang mulai mengusiknya, tak segan ia membalasnya. Tatapannya tak lagi ramah namun berkilat penuh amarah. Ke dua wanita cantik berbeda usia itu saling memandang dengan sorot permusuhan. Aura ketegangan yang terasa dingin dan kelam terpancar di antara mereka.“Dasar Bit*h! Kau mau menggoda suamiku setelah apa yang terjadi? Tidak tahu diri! Apa maumu? Mentang-mentang sekarang kau sudah berbeda. Kau berlindung di balik keluargamu. Dengar, bagiku kau masih sama! Wanita bodoh dan kampungan! Mungkin pakaianmu saja yang terlihat berbeda saat ini. Tapi, otakmu masih sama bodoh.”Mita berkata dengan nada kejam dan tak berbelas kasih. Wanita itu bersedekap tangan di dada dengan dagu yang menengadah, memperlihatkan keangkuhan dirinya.“Ckck! Siapa yang merebut siapa? Jaga suamimu! Dari tadi dia memperhatikanku! Bahkan tadi dia mengikuti

    Huling Na-update : 2024-11-10
  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 121

    Seorang gadis berambut panjang berjalan dengan langkah tergesa menuju sebuah kamar rawat inap di mana ayahnya dirawat. Langkahnya terhenti tepat di depan pintu ruangan tersebut sesaat seorang wanita paruh baya keluar dari ruangan itu dan menyambutnya dengan sebuah pelukan hangat. “Ibu kangen sekali padamu, Yas. Kau baik-baik saja kan?”Indira memeluk putrinya dengan sangat erat. Sudah seminggu lebih putrinya baru pulang menjenguk ayahnya. Alih-alih menjawab pertanyaan ibunya tentang kabarnya, Yasmin menanyakan kabar ayahnya. Meskipun ia anak manja dan pembangkang, ia sangat menyayangi ayahnya. Terlebih Bagas memang selalu memanjakannya saat ada. “Bagaimana kabar Ayah sekarang?”Yasmin pergi ke sana, sengaja membolos kuliah demi membesuk sang ayah. Yang ia tahu kabar terakhir ayahnya sempat mengalami collapse usai menjalani operasi besar. Beberapa waktu yang lalu, ia baru dapat kabar jika sang ayah sudah siuman bahkan sudah bisa makan dengan normal dan sudah lepas dari selang NGT.N

    Huling Na-update : 2024-11-11

Pinakabagong kabanata

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 415

    “Wah, topimu keren banget, Levina. Tapi sepertinya... terlalu besar buat kamu.” Dengan cepat, Alby meraih topi itu dan menaruhnya di kepalanya dengan senyum tengilnya.Bisa-bisanya pemuda berhidung mancung itu menggoda Levina di depan ayah Levina. Bahkan mereka masih berada di lingkungan kantor polisi.Levina sontak terkejut, mencoba meraih topi itu. “By, itu topiku! Apaan sih kamu,” protes Levina dengan wajah serius seperti biasa. Naasnya, topi itu sudah ada di kepala Alby yang tersenyum lebar. Alby memasang wajah sok serius, “Hmm, topi ini lebih cocok di aku, Levina. Coba lihat, kan aku terlihat keren!” Dia mulai berjalan beberapa langkah menjauh, pura-pura seperti seorang model.Sulis yang sedang mengobrol dengan Mahesa hanya mendengus pelan melihat kelakuan mereka. Levina menyipitkan mata dan bersiap-siap mengejar. “Kamu pikir topi itu cocok di kamu? Kalau begitu, aku harus ambil kembali!” Dengan cepat, Levina berlari ke arah Alby.Mereka sudah berada di tempat parkir kantor po

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 414

    Di kediaman Sulis, suasana menjadi tegang. Sulis hampir saja menjatuhkan gelas tehnya saat seorang polisi mengetuk pintu rumahnya. Dengan wajah cemas, ia buru-buru membuka pintu dan mendapati dua petugas kepolisian berdiri tegap.“Bu Sulis? Kami dari kepolisian ingin berbicara dengan putra Anda, Alby. Ada laporan insiden perkelahian yang melibatkan dirinya.”Sulis merasakan jantungnya hampir berhenti. “Perkelahian? Alby? Tidak mungkin. Dia pianis, bukan petarung jalanan!”Salah satu polisi menunjukkan dokumen laporan. “Kami hanya menjalankan tugas, Bu. Menurut laporan, putra Anda terlibat dalam baku hantam dengan seorang pria bernama Roger, di sebuah pantai di Bali.”Sulis memijit pelipisnya, mencoba memahami situasi yang tiba-tiba meledak ini. “Ini pasti ada kesalahpahaman. Alby tidak mungkin mencari gara-gara.”Semalam Alby baru pulang namun ia langsung masuk ke dalam kamarnya dan tidak menceritakan apapun soal kejadian di Bali.“Kami akan tetap membutuhkan keterangannya. Bisa kami

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 413

    Setelah konser selesai, Levina berpikir mereka akan langsung pulang. Namun, Alby malah berbelok ke arah pantai. Tentu saja, pemuda itu tidak akan menyia-nyiakan waktu bersamanya. Ia tahu, sangat sulit mengajak Levina pergi berdua. Dan, ini adalah kesempatan emas baginya. “Aku mau pulang ke hotel,” kata Levina dengan ekspresi datarnya.Alby menoleh sambil tersenyum. “Kau serius? Setelah menghabiskan tiga jam mendengarkan konser tanpa ekspresi, aku yakin kau butuh udara segar.”Levina mendengus. “Konsernya bagus, hanya saja terlalu lama.”Alby terkekeh. “Oh? Lalu kenapa kau ketiduran?”Levina mendelik. “Aku tidak ketiduran.”“Aku harus menyenggolmu supaya kau tidak jatuh dari kursi,” balas Alby sambil menggoda.Levina mendecak, malas berdebat. Mereka berjalan menyusuri pasir pantai yang dingin, diterangi cahaya bulan yang memantul di permukaan laut. Suara deburan ombak menemani langkah mereka.Dari kejauhan, mereka seperti sepasang kekasih yang sedang menghabiskan waktu berduaan.Alby

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 412

    Levina baru saja selesai minum obat ketika pintu kamar klinik terbuka. Ia mengangkat kepalanya dan terkejut melihat Roger berdiri di ambang pintu, wajahnya penuh penyesalan.“Levina…” suara Roger terdengar berat. “Aku minta maaf.”Levina terdiam. Perasaannya bercampur aduk. Ia masih ingat dengan jelas bagaimana Roger, dalam keadaan mabuk, mencoba melecehkannya di pantai. Jantungnya berdegup lebih cepat, bukan karena takut, tapi karena amarah yang masih mengendap.Sebelum Levina sempat merespons, sebuah bayangan melesat di hadapannya.BUGH!Alby, yang tadinya duduk santai di kursi dekat tempat tidur, kini telah menerjang Roger dengan tinjunya.Roger terhuyung ke belakang, terkejut. “Apa-apaan kau?!”Alby, yang biasanya penuh candaan, kini tampak berbeda. Rahangnya mengeras, matanya tajam menatap Roger dengan penuh kebencian. “Kau masih punya muka buat datang ke sini setelah apa yang kau lakukan pada Levina?”Levina terkesiap. Ia tidak menyangka Alby akan bereaksi seperti ini.Roger men

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 411

    Tiba-tiba, seseorang menangkap tangan Levina.Levina refleks ingin menyerang, tapi pandangannya berputar. Dunia seolah bergoyang, napasnya pendek dan berat. Matanya bertemu dengan sepasang mata tajam milik Alby.“Levina!” suara Alby penuh kepanikan.Levina mencoba mengatakan sesuatu, tapi suaranya tersendat di tenggorokan. Matanya berkaca-kaca. Ia tidak bicara. Namun ini untuk pertama kalinya, Levina yang terkenal kuat, dingin dan misterius itu merasa ketakutan dan kepanikan. Jantungnya masih berdegup kencang, tapi kali ini bukan karena takut—melainkan karena keterkejutan yang luar biasa. Ia tidak menyangka jika Roger akan melecehkannya. Ia sangat syok. Insiden yang baru saja terjadi mengingatkannya pada memori tempo dulu yang pernah ia alami.Saat Levina masih duduk di bangku sekolah dasar, ia dilecehkan oleh gurunya di sekolah. Sejak saat itu ia berusaha mati-matian belajar bela diri.“Alby...?”Dalam hitungan detik, tubuh Levina ambruk ke tanah. Alby pun merasa panik. “Levina!” p

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 410

    Levina menikmati suasana pantai di balkon kamar hotelnya. Ombak berderu pelan, langit keemasan mencerminkan kehangatan yang seharusnya ia rasakan di dalam hatinya. Namun, kenyataannya ia justru merasa gelisah. Sejak pertemuan pertamanya dengan Roger, putra teman ayahnya, ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.Roger memang tampan, berpakaian necis, dan memiliki senyum yang bisa membuat wanita jatuh hati dalam hitungan detik. Tapi Levina tahu, di balik pesona itu ada sesuatu yang tidak beres. Dari cara Roger berbicara, dari tatapan matanya yang terlalu tajam dan gerakan tangannya yang selalu berusaha menyentuhnya, Levina merasa ia harus tetap waspada.Hari itu, Roger mengundangnya untuk makan malam di restoran seafood mewah di tepi pantai. Awalnya, Levina ingin menolak, tapi Roger terlalu gigih. “Hanya makan malam santai, Levina. Kau bisa anggap ini sebagai pertemanan,” ujarnya dengan nada santai.Levina akhirnya mengiyakan, namun tetap membatasi diri. Ia mengenakan dress biru sederha

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 409

    Langit sore berpendar jingga ketika Alby memarkirkan mobilnya di halaman rumah Ana. Ia keluar dengan langkah ringan, meski ada kegelisahan yang bersembunyi di balik tatapan matanya. Rindu dalam dadanya tak bisa lagi ia bendung. Sejak pertemuan terakhirnya dengan Levina, pikirannya terus dipenuhi oleh bayangan wanita itu. Ia ingin mengajaknya pergi, mungkin sekadar mengobrol sambil menikmati kopi di kafe favoritnya.Setelah mengetuk pintu beberapa kali, Ana akhirnya membukakan pintu dengan senyum ramah. Namun, ekspresi wajahnya sedikit berubah ketika melihat Alby berdiri di ambang pintu.“Alby? Ada apa?” tanya Ana, meski sudah bisa menebak alasan kedatangannya.Alby mengusap tengkuknya, sedikit canggung. “Aku mau ketemu Levina, Tante. Dia ada?”Ana tersenyum tipis, lalu menghela napas pelan. “Levina sedang pulang kampung. Dia izin libur beberapa hari untuk mengunjungi keluarganya.”Alby tertegun. Matanya berkedip beberapa kali, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 408

    Ana mulai mencurigai sesuatu. Beberapa kali ia melihat Alby dan Levina berbincang diam-diam. Tidak seperti biasanya. Mata Ana mengerut curiga, tetapi ia memilih diam. Hanya mengamati dari jauh.Pertama Alby mau menjemput Jeena di bandara. Tunggu, bukan pertama kali. Tapi setahun yang lalu, Alby juga mengantar Jeena ke bandara! Tentu saja, bukan karena tidak ada supir. Alby memang tengah melakukan pendekatan pada Levina. Seperti saat ini, saat yang lain sibuk mengobrol dengan Jeena di ruang tamu, di taman belakang, Alby dan Levina tengah berdiri berhadapan. Seperti biasa, perdebatan kecil pun terjadi di antara mereka.“Kau terlalu keras kepala,” ucap Alby sambil menyilangkan tangan.“Dan kau terlalu sok tahu,” balas Levina, menghela napas panjang.Alby mengangkat dagunya. “Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Kau tidak bisa terus bersembunyi di balik sikap dinginmu.”Levina terdiam. Tatapan matanya lebih lembut dari biasanya. “Alby, kenapa kau selalu ingin mengorek isi kepalaku?”“Kar

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 407

    Levina menundukkan wajahnya, merasakan telapak tangannya yang mulai berkeringat. Ia tidak menyangka Alby akan mengatakannya secara gamblang seperti ini. Hatinya bergetar, tetapi pikirannya menolak. Ia tidak boleh percaya pada pria seperti Alby. Tidak boleh.Makan siang itu berakhir dalam keheningan. Jeena yang kembali dari toilet hanya mengangkat alis melihat atmosfer yang berbeda antara Levina dan Alby. Namun, ia memilih diam. Tidak mau mengusik apa yang sedang terjadi di antara mereka.Saat mereka kembali ke mobil, Levina tetap menjaga jarak dari Alby. Namun, pria itu tidak menyerah. Bahkan ketika mereka sudah tiba di depan rumah Ana, Alby masih bersikeras ingin berbicara.“Lev, aku serius dengan perasaanku,” ujarnya pelan, tetapi tegas.Levina menatapnya tajam. “Jangan buang waktumu, Alby. Aku tidak akan berubah pikiran.”“Aku tidak meminta jawaban sekarang. Aku akan menunggumu,” Alby tersenyum tipis. “Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku akan tetap ada. Sampai kapan pun.”Levina mena

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status