"Tuan kami ingin mentraktir kalian."Ucap pria yang menghampiri Aghata dan teman temannya. Aghata dan teman temannya menoleh ke arah pria yang sedang menatap ke arah mereka. Aghata membalas senyuman pria itu dan menghentikan kegiatannya. "Sepertinya dia tertarik kepada mu Aghata. Aku melihat dia sedari tadi mengamati wajah mu."Ucap teman Aghata tersenyum kecil. "Kita lihat. "Aghata menghampiri pria tersebut dan tersenyum kecil. "Duduklah nona yang manis.Aku akan mentraktir kalian malam ini.Kalian bebas minum sepuasnya."Ucap pria itu tersenyum tipis. Aghata mengamati penampilan pria di hadapannya itu. Sepertinya pria itu memiliki usia yang sama dengan Alex.Di lihat dari barang barang yang dia kenakan Sepertinya dia cukup kaya. Aghata tersenyum kecil dan mengangkat gelasnya bersulang kepada pria di hadapannya itu.Pria itu tentu saja akan menerimanya dengan senang hati. Sementara itu di mansion Alex,Louis tengah berdiri di depan pintu kamar Lily. Tangan kanan Alex itu sa
"Aku akan membelinya dengan harga 10 miliar." Penawaran dari seorang pria paruh baya membuat wanita di hadapannya membelalakkan mata dengan girang.Sementara itu, gadis yang ditawar kini hanya bisa menangis sesenggukan di tempatnya. Dia tidak bisa berkata apa-apa, karena bukan pilihannya untuk menjual diri."Berhentilah menangis seperti itu, Alona! Seharusnya kamu bersyukur karena ada pria yang membeli mu dengan harga yang begitu mahal."Gadis yang bernama Alona itu menatap marah ke arah Laura yang baru saja menjualnya pada seorang pria paruh baya itu.Dia sama sekali tidak tahu tempat apa yang sedang ia datangi dan tiba-tiba saja dia sudah dijual."Aku tidak mau melakukan ini! Kenapa kamu menjualku? Apa karena aku bukan anak kandungmu?!" Gadis itu masih menatap wajah Laura dengan penuh penderitaan."Berhentilah bertanya, Alona! Lagi pula, papamu saja tidak keberatan dengan semua ini. Ingat, kamu itu hanya beban bagi keluarga ini!" jawab ibu tirinya lagi yang membuat gadis itu membek
"Mah, kita kaya kembali! Uang ini begitu banyak!"Aghata berteriak kegirangan setelah melihat begitu banyak uang di hadapannya.Bagaimana tidak? Sepuluh miliar rupiah dalam bentuk tunai kini berada di depan mata mereka. Bahkan Laura juga tidak menyangka jika Alona akan dibeli dengan harga semahal itu."Siapa yang membeli Alona?"Mahardika bertanya kepada istrinya yang sedang sibuk dengan uang hasil menjual Alona."Papa khawatir? Tenang saja. Alona dibeli oleh seorang pria kaya kok. Kalau tidak, tidak mungkin dia mau membeli Alona dengan harga semahal itu. Bahkan dia membayar kita dengan tunai." Laura tidak bisa lagi menahan kebahagiaannya.Tuan Mahardika mengangguk sebelum melirik ke arah sekretarisnya."Uang itu akan kita pakai untuk menyelamatkan perusahaan. Bawa uang itu!"Laura dan putrinya tampak tidak begitu senang dengan keputusan itu, tetapi mereka juga tidak bisa membantah sehingga hanya bisa pasrah. Aghata mendekati Mamanya dengan wajah yang terlihat tidak bersemangat. Merek
"Mulai saat ini, Tuan Alex akan mengatur tugas pelayan untukmu."Mendengar itu, Alona yang tadinya sedih langsung mengubah air mukanya menjadi berseri."Kenapa kamu senang?" Louis menaikkan alisnya ke atas dengan heran setelah melihat sikap Alona."Itu artinya saya tidak perlu melakukan sesuatu yang tidak wajar, Louis.” Jelas Alona yang langsung membuat Louis mengangguk.“Tapi, kenapa Tuan Mahendra harus membeliku dengan harga semahal itu jika hanya ingin mencari pelayan yang melayani Tuan Alex? Dengan begitu, dia hanya membuat ibu tiriku kaya." tanya Alona lagi."Kamu tidak keberatan menjadi seorang pelayan?" Louis merasa bahwa gadis di hadapannya cukup menarik."Tidak, Louis. Aku malah sangat bersyukur karena aku sama sekali tidak berminat untuk menjual diri."Di sisi lain, dari depan ruangannya, Alex menatap kesal ke arah Louis dan gadis yang baru dibeli ayahnya, karena baru kali ini dia melihat Louis begitu ramah dengan seorang wanita.Bersama-sama Louis dalam waktu lama membuat A
"Apa katamu?"Alex menatap tajam ke arah Alona yang langsung gemetar ketakutan.Dia sama sekali tidak menyadari bahwa ada CCTV di dalam kamar. Seandainya dia tahu, mungkin dia tidak akan berkata macam-macam seenaknya!Alona yang menunduk membuat Alex mendengus sinis. "Kenapa pria tua itu rela mengeluarkan uang banyak hanya untuk membeli gadis bodoh?"Lagi-lagi, Alex melontarkan kata-kata yang menghina dirinya. Alona yang mendengar itu mulai merasa gerah dan mengepalkan tangannya erat.Alex yang menyadari kemarahan gadis itu hanya tersenyum kecil, tapi senyumnya begitu tipis hingga tidak ada yang menyadari hal itu.“Jack! Bawa dia!”Dari belakang Alex, pria paruh baya yang tadi membawa Alona muncul dan membawa Alona pergi.Alona baru tersadar begitu melihat meja besar yang dipenuhi banyak hidangan lezat. Hal itu semakin membuat perutnya keroncongan."Siapkan makananku. Itu tugasmu."Lagi-lagi, suara pria menyebalkan itu membuat Alona menggeram.Tadinya, dia sudah berharap akan diberi m
"Kenapa Nona bisa berada di tangan Tuan Mahendra?"Jack memulai obrolan untuk memecah keheningan di antara mereka."Ceritanya panjang, Paman." Alona menjawab singkat dengan senyum tipis."Sepertinya Nona memiliki kehidupan yang rumit.” respon Jack masih sembari berjalan. “Tuan Alex itu baik, tapi dia sangat tidak suka jika seseorang membantahnya atau tidak melakukan apa yang diperintahkan. Sebaiknya segera lakukan apa pun perintah Tuan sebelum dia lepas kendali seperti tadi." sambung Jack lagi.Mendengar itu, Alona hanya tersenyum formalitas tanpa berniat untuk menjawab.Dia sama sekali tidak melihat sisi baik Alex, karena baginya, pria itu hanyalah sosok yang kasar dan kejam.Keheningan kembali melingkupi mereka hingga kemudian Jack berhenti di depan sebuah pintu mahoni. "Ini adalah tempat pribadi Tuan Alex yang tidak boleh dimasuki oleh siapa pun, termasuk aku. Jadi, sebaiknya kamu menghindari ruangan ini.” kata Jack pelan sebelum memalingkan wajahnya ke ruangan sebelah. “Itu adal
"Apa yang kamu lakukan Alex?"Mahendra segera menghentikan putranya tapi Alex menepisnya. "Ayah tanya, apa yang kamu lakukan kepada gadis itu?"Mahendra meninggikan suaranya di depan putranya. "Bawa kembali gadis murahan ini.Aku tidak butuh gadis yang tidak tahu diri seperti dia.''Alex mendorong tubuh Alona dan keluar dari kamar itu begitu saja dengan perasaan murka. Pandangan Mahendra tertuju kepada gadis dengan kondisi yang memprihatinkan. Kemudian tatapannya beralih kepada Paman Jack yang berdiri di belakang mereka. "Tolong lepaskan saya tuan!"Alona menatap pria paruh baya yang membelinya dengan harapan yang sangat besar. "Bertahanlah!Kamu hanya perlu mengandung anaknya dan melahirkannya. Setelah itu kamu bebas melanjutkan hidupmu dengan orang yang kamu cintai."Ucap Mahendra kemudian meninggalkan Alona. Alona yang melihat kepergian tuan Mahendra hanya bisa menangis. Dia merasakan dunianya begitu hancur bertemu dengan pria itu. "Nona,Bersihkan dirimu. Dan kamu tahu k
"Tuan,ayah anda ingin bertemu."Alex yang sedang berenang terpaksa menghentikannya karena kedatangan sang ayah kembali. "Ada apa lagi dia datang?Kenapa akhir akhir ini dia sering sekali datang?"Alex terlihat begitu kesal. "Apa kamu tidak senang dengan kedatangan ayahmu?"Mahendra menatap tajam ke arah putranya. "Karena kedatangan ayah membuat ku pusing.Aku tidak akan berubah pikiran ayah.Jika ayah begitu menginginkan anak kecil,kenapa bukan ayah saja yang melakukannya.Ayah juga yang membelinya dengan harga yang mahal."Terlihat jelas kekesalan Alex kepada sang ayah. "Ayah hanya menginginkan keturunan dari mu bocah tengik. Kamu sudah 28 tahun tapi masih saja tidak memiliki seorang kekasih. Kapan kamu akan memberikan ayah cucu?"Tidak beda jauh dengan sang putra,Mahendra juga terlihat kesal dengan putranya. "Aku masih muda dan itu hak aku apa aku ingin memiliki seorang anak atau tidak.Ayah tidak perlu ikut campur dengan masalah pribadi ku." "Anak brengsek.Ayah akan bicara denga
"Tuan kami ingin mentraktir kalian."Ucap pria yang menghampiri Aghata dan teman temannya. Aghata dan teman temannya menoleh ke arah pria yang sedang menatap ke arah mereka. Aghata membalas senyuman pria itu dan menghentikan kegiatannya. "Sepertinya dia tertarik kepada mu Aghata. Aku melihat dia sedari tadi mengamati wajah mu."Ucap teman Aghata tersenyum kecil. "Kita lihat. "Aghata menghampiri pria tersebut dan tersenyum kecil. "Duduklah nona yang manis.Aku akan mentraktir kalian malam ini.Kalian bebas minum sepuasnya."Ucap pria itu tersenyum tipis. Aghata mengamati penampilan pria di hadapannya itu. Sepertinya pria itu memiliki usia yang sama dengan Alex.Di lihat dari barang barang yang dia kenakan Sepertinya dia cukup kaya. Aghata tersenyum kecil dan mengangkat gelasnya bersulang kepada pria di hadapannya itu.Pria itu tentu saja akan menerimanya dengan senang hati. Sementara itu di mansion Alex,Louis tengah berdiri di depan pintu kamar Lily. Tangan kanan Alex itu sa
Tiga puluh menit berlalu,Lily meninggalkan mansion milik Alex.Wanita itu terlihat memiliki begitu banyak beban pikiran saat ini. Paman Jack mengantar kepergian keponakannya dengan tatapan penuh kekhawatiran. Pria paruh baya itu tampaknya mengkhawatirkan sesuatu hal. Di dalam kamarnya,Alona memandang kepergian Lily melalui jendela kamarnya. Wanita itu yakin jika sesuatu terjadi kepada Lily tapi wanita itu tidak ingin mengatakannya. "Ada apa sayang?Aku dengar dari Paman Jika Lily meninggalkan mansion. Apa ada sesuatu hal yang penting?"Alex memeluk erat istrinya. "Entahlah sayang.Tapi aku yakin jika Lily memiliki masalah. Hanya saja dia tidak ingin mengatakannya. "Ucap Alona tersenyum kecil menatap ke arah luar jendela. "Mungkin paman Jack tahu." "Mungkin saja." Obrolan Alex dan Alona berlangsung cukup lama.Pasangan itu membicarakan tentang kehidupan mereka sebelum bertemu. Malam harinya.... Di sebuah rumah yang berada di sebuah pulau. Seorang wanita paruh baya tengah
Obrolan tuan Jhon dan tangan kanannya teralihkan ketika mendengar bunyi ponselnya. Tuan Jhon menatap ke arah tangan kanannya yang sedang bersiap untuk mengangkat panggilan teleponnya. "Tuan Mahardika meninggalkan kediaman nya dan sepertinya dia menuju ke sebuah pulau terpencil. "Tangan kanan tuan Jhon memberikan laporan begitu selesai mengangkat panggilan telepon dari anak buahnya. "Ikuti pria paruh baya itu. Apa mungkin dia menyembunyikan Angelina di sana?" Angelina adalah nama ibu kandung Alona dan Louis. Selama ini tuan Jhon ingin melupakan nama itu dan tidak ingin menyebut nama itu lagi tapi nyatanya dia mengharapkan wanita itu setelah dia mengetahui jika tuan Mahardika menyia-nyiakannya. "Apa aku bisa berharap dengan mu?"Batin tuan Jhon dengan harapan yang besar. Sementara itu di sebuah jalan raya,tuan Mahardika melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju ke suatu tempat.Pria itu datang sendirian tanpa di temani oleh sekertarisnya yang begitu setia menemaninya.
Mobil Alona berhenti di depan mansion. Wanita itu tidak segera turun tapi dia menatap bangunan mewah di hadapannya itu sebelum turun dari mobil.Ada rasa sakit hati yang dia simpan di dalam hatinya. Tok...tok... Alona turun dari mobil dan hal yang pertama dia lihat adalah wajah Lily yang sedang tersenyum ke arahnya. Pelayan pribadinya itu menyambut kedatangan dirinya dengan ramah. "Anda baik-baik saja?"Lily menghampiri Alona dengan senyuman yang tidak pernah luntur. "Bagaimana kalau kita berjalan jalan ke taman?"Ajak Alona yang langsung di iyakan oleh Lily.Keduanya pun menuju ke taman sambil mengobrol.Lily menyadari kesedihan yang di rasakan oleh Alona tapi dia juga tidak ingin bertanya lebih dulu. Di belakang mereka,ada Louis yang mengikuti mereka sedari tadi.Sepertinya pria itu ingin mengatakan sesuatu. "Boleh aku bergabung?" Kedatangan Louis yang secara tiba-tiba mengalihkan perhatian kedua wanita cantik itu. Lily menatap ke arah Louis dengan tatapan yang begitu dal
"Paman,Kelvin lelah. "Bocah laki-laki itu berbaring di depan Louis di lantai yang dingin. "Apa Kelvin mau masuk ke kamar?"Louis melihat jika bocah laki-laki itu terlihat lelah dan ngantuk. Kelvin tidak menjawabnya tapi Louis tahu jika bocah laki-laki itu begitu lelah. Louis segera menggendong Kelvin masuk ke dalam kamar dan membaringkan bocah laki-laki itu. Louis menidurkan putra tuannya yang merupakan keponakannya.Louis terus menatap wajah Kelvin yang terlihat begitu menggemaskan saat tidur. "Apa yang kamu lakukan di sini?"Alex menatap tajam ke arah tangan kanannya. "Maaf tuan,Aku menidurkan Kelvin. Aku menawarkan diri menjaga Kelvin tapi ternyata Lily ketiduran. Makanya aku membawa Kelvin ketika aku melihatnya kelelahan. "Jawab Louis tersenyum tipis. Alex berjalan mendekat dan menatap wajah bocah laki-lakinya terlihat begitu kelelahan setelah bermain.Alex melirik ke arah tangan kanannya. "Kenapa menyiksa diri seperti itu?Jika kamu menyukainya kenapa tidak jujur sa
"Bisa tidak,kamu jangan mengungkit hal itu lagi.Ayah tahu kesalahan ayah Alona.Ngomong ngomong,kamu pasti datang karena sesuatu yang penting. "Ucap Mahardika menatap wajah putrinya. "Kenapa ayah?Itu adalah kenyataannya. Dan benar sekali jika aku datang karena sesuatu yang penting. Di mana ibu ku?"Pertanyaan Alona membuat tuan Mahardika diam. "Ada apa dengan mu Alona?Kamu jelas tahu jika ibu mu sudah meninggal?Apa kamu tahu,ibu mu itu adalah wanita yang tidak tahu malu.Dia mengandung anak dari laki-laki lain tapi malah menikah dengan ayah.Benar benar tidak tahu malu sama seperti putrinya. " Plak....plak.. "Katakan sekali lagi?"Alona meninggikan suaranya di depan mereka semua.Ssudara tirinya itu benar benar menguji kesabarannya. "Kamu berani menampar ku?"Aghata bersiap untuk membalas Alona tapi tuan Mahardika menghentikan tangan putrinya. "Kamu membela Alona daripada Aghata?"Laura menatap tajam ke arah suaminya. "Aku tidak membela siapa pun. Duduklah,jangan ada yang me
"Bukan kah aku terlihat begitu menyedihkan?"Alona tersenyum kecil menghampiri putranya yang sedang melihat ke arah dirinya. "Semua orang punya cerita masa lalu nona. " "Kamu benar sekali Lily.Semua orang tidak memiliki keberuntungan yang sama. " Kedua wanita itu tersenyum kecil dan mengingat kenangan di masa lalu mereka .Kedua wanita itu memiliki kenangan mereka sendiri.Lily juga tumbuh bersama dengan pengasuhnya. Dia juga tidak memiliki kenangan bersama dengan kedua orang tuanya.Bahkan bisa di bilang jika dirinya sama sekali tidak tahu menahu wajah orang tuanya. Nasibnya tidak beda jauh dengan Alona. "Mommy."Kelvin mengecup pipi wanita yang melahirkannya dan tersenyum di hadapanya.Bocah laki-laki itu menunjukkan senyuman termanisnya di hadapan sang Mommy. "Ada apa sayang?Mommy sangat senang melihat mu tumbuh besar. Mommy tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyakiti mu nak.Mommy kekurangan kasih sayang dan bahkan aku tidak tahu bagaimana rasanya di sayang oleh orang tua
"Aku sadar akan kesalahan ku nak.Tapi Aku berharap kamu bisa mengerti posisi ku saat itu.Di mana aku masih belum memiliki apa apa."Ucap tuan Jhon. "Sekarang anda memiliki segalanya tapi satu hal yang anda harus tahu.Aku hanya butuh sosok orang tua ku.Masalah uang,kita bisa mencarinya tapi apakah waktu bisa di putar kembali?Jawabannya tidak." Tuan Jhon terdiam mendengar ucapan dari sang putra. Apa yang di ucapkan putranya memang benar adanya tapi saat itu tuan Mahendra tidak ingin menyerahkan Louis kepadanya. "Masalah itu,sepertinya kamu sudah tahu jawabannya nak.Ayah tidak pernah ingin melepaskan mu tapi kamu tahu orang seperti aku tidak bisa berbuat apa-apa. "Tuan Jhon menundukkan pandangannya mengatakan hal itu. "Apa ibu masih hidup?"Louis bertanya kepada pria yang merupakan ayah kandungnya. "Sepertinya begitu." "Ibu masih hidup di suatu tempat dan orang yang melakukan semua itu adalah tuan Mahardika. "Ucap Louis menatap wajah ayahnya yang terlihat begitu menyedihkan
Obrolan mereka berdua terhenti oleh suara bunyi ponsel Louis. Louis berjalan ke arah meja di samping tempat tidurnya,di mana ponselnya berada. "Keraskan suaranya. "Perintah Alex yang sudah bisa menebak siapa yang menghubungi Alex. Louis mengangkat panggilan telepon yang sudah bisa ia tebak,Begitu ia mengangkat teleponnya. Louis sudah tahu siapa yang menelpon dirinya.Pria itu terlihat tidak bersemangat. "Temui aku di restoran. Aku akan mengirimkan alamatnya. "Ucap pria paruh baya itu di sebrang telepon,yang tidak lain adalah tuan Jhon. "Aku tidak bisa janji."Jawab Louis mengakhiri panggilan teleponnya. "Sepertinya dia begitu menginginkan mu."Ucap Alex tersenyum kecil. Alex sama sekali tidak mempermasalahkan jika Louis ingin menjalin hubungan baik dengan tuan Jhon. Dia bisa mengerti bagaimana rasanya tidak memiliki sosok orang tua. Alex tahu dengan baik bagaimana rasanya. Hal itulah yang membuat Alex tidak melarang Louis berhubungan dengan tuan Jhon meskipun mereka ada