Mendengar apa yang diucapkan oleh Kazumi, Syena seolah mendapat celah untuk terus mendesak. Perempuan itu melangkah ke arah Kazumi setelah tadi ia sempat dijauhkan oleh Alex yang tidak suka dengan apa yang ia lakukan."Kalau kamu memang ingin tahu apa yang sedang terjadi di antara kita, aku sudah mengatakannya padamu, dan itulah kenyataannya, kau berjanji setelah menemui klien yang ada di luar kota, kau akan membebaskan aku, tapi ternyata kau kecelakaan sampai akhirnya, hubungan kita tetap tidak jelas meskipun kita menikah."Syena melanjutkan ceritanya, tanpa peduli Alex yang berusaha untuk mencegahnya, sementara itu, mendengar apa yang diucapkan oleh Syena, Kazumi mengarahkan pandangannya pada Alex seolah ingin asistennya itu melakukan sesuatu padanya. "Kau tahu segalanya tentang apa yang harus aku lakukan, bukan?" tanyanya pada sang asisten. "Ya, Tuan!""Kalau begitu, katakan padaku di ruang kerja, dan kau harus mengatakan semuanya tanpa bersisa agar aku bisa mengambil tindakan."
"Aku tidak minta persetujuan kamu, Alex.""Saya tahu, Tuan. Saya tidak ada wewenang untuk mencegah apa yang akan Tuan lakukan, tapi saya peduli dengan Tuan, saya tidak mau Tuan memutuskan sesuatu secara gegabah.""Gegabah? Jadi, kau berpikir, aku ini mudah memutuskan sesuatu tanpa berpikir panjang?""Karena Tuan sedang hilang ingatan, kemungkinan itu bisa saja terjadi, Tuan, ingatan Tuan belum kembali, jadi, Tuan tidak tahu secara keseluruhan keinginan dan rencana Tuan, jika sekarang Tuan memutuskan untuk pergi saja, saya yakin, Tuan tidak akan bisa tenang karena menyesal.""Apa yang membuat aku bisa menyesal jika aku melakukan apa yang tadi aku katakan?"Alex terdiam sejenak mendengar pertanyaan Kazumi yang sangat kritis. "Alex, aku tahu, maksudmu baik, aku menghargai itu, di luar dari aku yang amnesia, aku tetap seperti yang dulu, aku hanya hilang ingatan, tapi aku tahu apa yang aku lakukan, selama aku bersama Moa, aku sudah mencari tahu sendiri diriku lewat informasi yang aku dapa
"Benar, Nona. Saya tidak tahu kenapa, tapi itulah yang saya ketahui dari informasi yang saya dapatkan."Wajah Rachel yang semula suram menjadi cerah seolah ada harapan yang ia pikirkan setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Alex. Jika tadi, hatinya terasa sangat sakit, sekarang Rachel merasa ia jadi bersemangat karena sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Kazumi dengan Moa. "Baiklah. Aku akan patuh dengan apa yang tadi kau katakan, Alex. Tapi aku harap kau tidak lama untuk kembali, jangan terlalu lama, aku tidak mau.""Tentu saja, Nona. Saya akan berusaha untuk kembali dengan cepat, Nona jangan khawatir!"Setelah meyakinkan Rachel bahwa rencananya adalah rencana yang benar-benar baik untuk dilakukan, Alex segera pamit dari hadapan istri pertama Kazumi tersebut. Sepeninggal Alex, Rachel yang tadinya sudah kehilangan semangat karena sikap Kazumi terlalu cuek padanya sekarang seolah mendapat angin segar dan harapannya tumbuh lagi untuk kembali berjuang meyakinkan Kazumi bahw
"Kenapa Anda sangat mirip dengan adik kembar Anda, ya?" Shane langsung bicara seperti itu dan ini membuat Kazaya benar-benar terkejut tidak menyangka Shane akan mengucapkan kalimat tersebut setelah mereka saling menatap. Namun, Kazaya tidak mau terkecoh dengan sikap Shane yang seolah memancingnya untuk mengeluarkan jati diri yang sebenarnya di hadapan ayah Moa. Ia berusaha tenang, dan tidak memberikan reaksi berlebihan meskipun sekarang ia benar-benar terpancing dengan perasaan terkejut karena Shane seperti curiga setelah menatap matanya. "Kami kembar identik, tentu saja mirip." "Ya. Benar. Kembar identik itu sangat mirip, tapi, rasanya sorot mata Anda itu milik Kazaya, bukan Kazumi." "Benarkah? Bagaimana kau bisa membuktikan tentang hal itu? Kazaya tidak suka berbisnis, dia lebih suka melukis, apakah menurut Anda akan wajar jika dia ada di sini?" Kazaya tetap berusaha untuk menutupi jati dirinya di hadapan Shane yang memang terkenal dengan sifat telitinya saat menyelidiki
"Aku sependapat dengan ayahmu, kau dan Moa harus cepat memiliki keturunan, dan aku juga ingin bertemu dengan ayahmu, Zumi, karena kami sudah menjadi besan, aku rasa kami harus banyak berinteraksi, bukan?" "Baik, Pi, aku tahu." Kazaya hanya menjawab seperti itu untuk apa yang dikatakan oleh ayah Moa. Tidak mau banyak bicara, khawatir sekarang penyamarannya terbongkar hingga bisa membahayakan segalanya. Saat Kazaya melangkah menuju ruangan di mana ia diminta untuk istirahat seperti semula, tiba-tiba saja, seseorang menariknya dan Kazaya terkejut karena ternyata orang itu adalah Shane. Tidak hanya menarik, Shane juga mendesak tubuh Kazaya ke dinding bangunan hingga rasanya Kazaya ingin melawan andai saja ia tidak ingat bahwa ia sekarang sedang menyamar menjadi Kazumi yang tidak bisa bertarung. "Lu itu sebenarnya Kazaya, kan? Lu, bukan Kazumi, gue tau lu bukan Kazumi, lu pikir lu bisa mengelabui gue?" bisik Shane sambil memandang tajam ke arah Kazaya yang memaki di dalam hati t
"Aku yakin karena memang itu benar, bukan?""Sok tahu!""Sudahlah, untuk apa berpura-pura tidak peduli, aku memang tidak terlalu paham dengan kehidupan orang kaya, tapi, aku tahu kau peduli dengan keluargamu."Setelah bicara seperti itu, Bertrand perlahan keluar dari ruangan di mana Kazaya berada, tidak mau kehadirannya diketahui oleh siapapun karena jika itu terjadi, akan rumit permasalahannya dan ia tidak mau menghancurkan segalanya. Sementara itu, Moa sudah duduk di hadapan sang ayah ketika ia masuk ke dalam ruangan di mana ayahnya berada. "Sudah berapa lama kamu menikah dengan Kazumi?" Pertanyaan sang ayah cukup membuat Moa terkejut hingga perempuan itu mengerutkan keningnya seketika. Namun, Moa menjawab juga pertanyaan tersebut meskipun ia tidak paham untuk apa sang ayah memberikan pertanyaan itu padanya."Segeralah untuk hamil, kalau kau punya anak dari Kazumi, aku tidak akan sulit lagi untuk memberikan alasan untuk orang-orang yang kemungkinan menginginkan suamimu itu.""Maa
"Papi mau mengirim aku ke Singapura?" tanya Moa tanpa bisa menahan rasa terkejutnya. "Ya.""Tapi, berobat di sini juga sudah bisa, Pi. Buat apa aku ke Singapura? Dokter kita juga sekarang banyak yang bisa diandalkan!""Kakimu akan meninggalkan bekas, aku tidak mau itu terjadi!""Seharusnya, sejak awal, Papi memikirkan hal itu, Papi menugaskan anak buah Papi untuk menembak aku, jika aku mati karena tembakan tersebut, Papi sama saja sudah membunuh anak sendiri!""Tidak seceroboh itu juga, aku juga akan memberikan perintah yang masuk akal jika itu adalah kamu, mereka tidak akan aku biarkan untuk membunuhmu.""Sudahlah, aku menolak! Aku banyak alasan untuk menolak permintaan Papi, yang utama adalah karena Kazumi hilang ingatan, aku harus selalu mendampingi dia, meskipun kita sudah sepakat untuk apa yang Papi katakan waktu itu, tapi tetap saja aku harus memantaunya, Kazumi suami aku, Pi, aku tidak mau meninggalkannya.""Harus ada kompensasi penolakan.""Apa?""Ya. Harus ada kompensasi pen
"Ayolah, Zaya, kenapa kamu jadi seperti ini? Kamu enggak percaya kalau aku itu enggak sehati sama ayahku?"Moa masih berusaha untuk melunakkan hati Kazaya, agar Kazaya tidak bertindak gegabah, dan apa yang dikatakan oleh Moa membuat Kazaya menatapnya. "Apa yang bisa lu katakan sama gue untuk membuat gue percaya lu kagak sekongkol sama bokap lu?"Moa menghela napas mendengar pertanyaan Kazaya yang dinilainya cukup sulit untuk dijawab. Namun, jika tidak dijawab, ia tahu Kazaya tidak akan menuruti permintaannya untuk tidak berbuat kekacauan. "Sebenarnya aku ingin menyelidiki apa yang sebenarnya direncanakan oleh ayahku dengan organisasi itu, ia begitu ingin membuat Kazumi bekerja sama dengan organisasi tersebut, jika aku sudah tahu yang sebenarnya, aku akan memutuskan hal meskipun itu berlawanan dengan ayahku.""Organisasi itu berhubungan dengan sindikat jaringan mafia, apalagi yang akan lu selidiki, udah jelas bokap lu pengen memperluas jaringan dengan menggabungkan semuanya jadi satu
Setelah bicara demikian pada Kazaya, Shane keluar dari dalam ruangan di mana ia menempatkan Kazaya, dan Kazaya yang mendengar perkataannya itu hanya bisa menggenggam erat kuas di tangannya seolah ia tidak bisa lagi menahan amarah, tapi ia tetap harus menahannya karena sekarang ia sedang di bawah pengawasan.Sementara itu, rapat yang dihadiri Kazumi yang menyamar menjadi Kazaya sudah selesai dengan baik dan sempurna. Kazumi mampu memerankan Kazaya dengan baik atas arahan Alex yang selama ini terus mendampingi Kazaya saat di kantor. Tanpa sepengetahuan Kazumi dan juga Alex, salah satu rekan bisnis Kazumi yang tadi ikut rapat adalah orang yang berada di pihak Radit. Ketika rapat sudah usai, ia buru-buru melakukan pertemuan dengan Radit di sebuah tempat."Aku sudah melakukan apa yang kau katakan Tuan Radit, tapi reaksinya biasa saja, sepertinya kita tidak bisa membedakan lagi yang mana Kazumi dan yang mana Kazaya, karena mereka sekarang benar-benar sulit untuk dibedakan."Orang yang b
"Aku tidak yakin....""Tidak yakin tentang Tuan Kazaya yang kemungkinan bergabung, atau tidak yakin jika Tuan Kazaya dieksekusi?""Semuanya....""Dengan kata lain, Tuan juga merasa sedikit khawatir jika ada kemungkinan Tuan Kazaya dieksekusi?""Ya.""Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang, Tuan?""Kau lakukan saja apa yang aku katakan tadi, lakukan dengan cara perlahan, jangan sampai mengundang perhatian orang banyak terutama para rekan bisnis, untuk yang lainnya masih aku pikirkan, nanti aku akan konfirmasi padamu." Alex membungkukkan tubuhnya mendengar apa yang diucapkan oleh Kazumi. Setelah paham dengan isi perintah sang majikan pertama, Alex segera pamit untuk memulai penyelidikan.***Karena Kazaya tidak kembali juga ke perusahaan semenjak ke markas sementara anak buah Yurata, Alex terpaksa meminta Kazumi untuk kembali ke perusahaan ketika rapat penting di kantor diadakan. Beruntung, karena Alex terus memberikan informasi tentang perusahaan pada Kazumi, meskipun Kazumi tida
Kazaya ingin menanggapi apa yang diucapkan oleh Syena, tapi tiba-tiba saja, pintu ruangan terbuka dan muncul Shane yang langsung masuk dan mendekati Kazaya."Udah berantemnya? Gimana? Mau gambar atau kabur?"Shane melontarkan pertanyaan itu pada Kazaya, dan Syena melirik ke arah Kazaya berharap pemuda itu menolak permintaan Shane dan menyerahkan tugas itu padanya."Balikin Syena ke rumahnya, abis itu gue lakukan apa yang lu mau.""Enggak!!" seru Syena hingga membuat Kazaya mengarahkan pandangannya pada perempuan itu. Kazaya hanya memandang Syena saja, selanjutnya, ia beralih kembali ke arah Shane untuk menanti tanggapan yang akan diberikan oleh Shane atas apa yang dikatakannya tadi.Shane yang mendengar apa yang diucapkan oleh Kazaya segera bertepuk tangan dan beberapa saat kemudian dari pintu yang masih terbuka muncul beberapa anak buah Yurata yang lain dan mereka segera diperintahkan oleh Shane untuk membawa Syena keluar. Syena yang tidak terima dipaksa keluar oleh rekan Shane yan
"Enggak semua orang bisa memperhatikan kualitas ketika ia memburu uang, aku sering beli buah, kondisi buah dicampur dengan yang busuk, hanya karena penjualnya memburu uang yang banyak dan enggak mau rugi sampai dia enggak mikirin perasaan konsumen." "Gue bukan orang yang macam itu!""Ya, sudah. Sekarang kamu lanjutin cerita kamu tadi, apa aja yang kamu lakukan untuk membuat hati kamu yang dengki sama Kazumi itu merasa puas?""Kazumi kagak mau gue memberikan nomor kontak dia sama orang yang minta itu, dan bersamaan dengan itu, bokap tahu kalo dia melukis sampai kemudian, Kazumi kena omel bokap dan semenjak saat itu, Kazumi berhenti melukis.""Ayah kalian enggak suka dengan lukisan?""Gue juga kagak tau, yang gue tau, bokap itu marah besar, terus minta Kazumi kagak perlu melukis lagi, dan semenjak saat itu, Kazumi minta sama gue buat kagak usah ngomong soal lukisan lagi.""Terus?""Karena gue terlanjur tergiur dengan uang yang banyak, gue berusaha lagi untuk melukis, tanpa sepengetahu
"Gue kagak pernah iseng sama lu, setiap ucapan gue tentang perasaan yang mungkin terkesan meremehkan itu, biasanya cuma untuk ngetes lu.""Ngetes aku? Untuk apa?""Buat tau seberapa besar perasaan lu sama gue!""Terus, hasilnya?""Gue tau lu benar-benar suka sama gue.""Tapi kamu enggak pernah menanggapi itu dengan serius.""Karena gue kagak mau lu semakin suka sama gue!""Kenapa?! Aku enggak boleh suka sama kamu? Kamu punya pacar? Atau kamu sudah dijodohkan juga seperti halnya kakak kamu?""Kagak. Hanya pebisnis yang sukses yang bisa dibuat untuk memajukan bisnis dengan cara melakukan pernikahan bisnis.""Seperti Kazumi?""Ya.""Terus, kenapa aku enggak boleh suka sama kamu?"Pertanyaan Syena membuat Kazaya membalikkan tubuhnya dan melangkah menjauhi posisi Syena, sementara Syena menunggu apa yang sebenarnya akan diucapkan oleh Kazaya untuk menjawab pertanyaan darinya."Karena gue terlibat dengan organisasi mafia, Syena...."Jawaban Kazaya membuat Syena terkejut."Kamu terlibat organ
"Lu perlu uang? Berapa yang lu mau, sebutkan ke gue, kasih nomor rekening lu, gue transfer, tapi abis itu jangan ikut campur masalah keluarga besar gue lagi, paham?""Aku enggak butuh!" Syena mundur menjauhi Kazaya sambil mengucapkan kalimat itu pada adik kembar Kazumi tersebut."Kagak butuh? Lu bilang kagak butuh, tapi lu menerima tawaran rambut biru ini buat melukis muka kagak jelas, lu bilang kagak butuh?""Hei!"Shane berteriak hingga Kazaya yang tadi menanggapi perkataan ketus Syena yang mengatakan bahwa ia tidak butuh uang langsung mengarahkan pandangannya pada Shane. "Apa?!" katanya dengan sangat galaknya."Lu tadi bilang apa? Melukis wajah kagak jelas? Lu pikir kami orang yang kagak punya kerjaan melukis muka orang kagak penting!!" seru Shane pada Kazaya, yang hanya ditanggapi Kazaya dengan senyuman setannya."Ya, buat lu mungkin penting, tapikan buat gue dan Syena itu kagak penting?!""Bacot, lu! Gue kasih waktu 30 menit buat berantem, ntar gue balik lagi!"Shane berbalik d
"Aku tidak mengatakan hal itu secara pasti, tapi tidak mungkin tidak ada alasan yang mendasari apa yang mereka lakukan, kan?"Moa menghela napas mendengar apa yang diucapkan oleh Zill. Ingin membantah, tapi apa yang dikatakan teman yang pernah disukainya itu memang benar, namun entah kenapa, ia yakin Kazumi tidak terlibat dengan organisasi seperti itu."Jadi, kamu enggak mau bantu aku, Zill?" tanya Moa setelah beberapa saat ia hanya diam."Aku tidak berjanji, tapi aku akan usahakan, hanya saja mungkin aku tidak akan melakukannya dengan cara maksimal.""Tidak apa-apa, yang penting kamu bisa coba bantu. Aku juga melakukan hal ini untuk ayahku, aku ingin ayahku enggak terlena lebih jauh sampai ingin bekerjasama dengan organisasi seperti itu.""Semoga beliau akhirnya sadar, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu."Moa mengucapkan terima kasih pada Zill sebelum akhirnya perempuan itu pamit. Ketika Zill ingin ikut meninggalkan meja tersebut, Chika, anak bosnya sudah berdiri di hadapan
Kazaya bicara kembali, dan ini membuat ia mendengar, di seberang sana Bertrand menghela napas.{Aku memang suka pada Syena, tapi Syena suka padamu, meskipun dulu Syena istri Tuan Kazumi, tapi setelah aku tahu mereka hanya menikah kontrak, aku mewajarkan perasaan Syena padamu, jadi aku harap jika kau memang punya sedikit perasaan padanya, pikirkan dia, kalau kamu tidak mau mengakui karena kau gengsi, aku akan berusaha untuk meyakinkan Syena bahwa aku juga menyukainya}Setelah bicara seperti itu pada Kazaya, Bertrand mengakhiri panggilan. Dan Kazaya menggenggam erat ponsel tersebut pertanda ia kesal dengan apa yang diucapkan oleh Bertrand tadi padanya. Sementara itu, Alex yang berusaha untuk mencari jejak Syena lewat ponsel yang digunakan oleh Syena karena ponsel itu pemberian Kazumi hingga untuk sekedar melacak keberadaan Syena itu adalah hal tidak terlalu sulit buat Alex selama ponsel itu masih dimiliki dan dipakai oleh Syena. Sudah menemukan titik terang.Setelah mendapatkan posisi
"Apa maksud lu sebenarnya? Lu apain Syena, hah?!""Santai! Gue kagak apa-apain mantan ipar lu itu kalo lu mau patuh sama apa yang gue katakan!""Apa mau lu?" "Lakukan peran lu sama peran Kazumi.""Ngomong yang jelas! Dari tadi lu selalu bilang hal itu tapi lu kagak menerangkan apa yang lu maksud itu dengan jelas!"Kesabaran Kazaya nyaris habis karena Shane menurutnya terlalu berbelit-belit. Hingga nada suaranya terdengar meninggi tapi tetap saja, Shane tidak terpengaruh dengan apa yang dilakukan oleh Kazaya padanya. "Karena lu kagak bisa mengatakan di mana gue bisa ketemu kakak lu, jadi lu harus melakukan apa yang harusnya dilakukan oleh kakak lu, melukis dan menerima kontrak kerja sama dari bos gue.""Kagak! Gue kagak mau!""Gampang amat lu ngomong? Kagak paham dengan apa yang tadi gue bilang? Kalo lu kagak mau mematuhi apa yang gue katakan, Syena yang akan melakukannya!"Karena emosi, Kazaya langsung meraih kerah pakaian milik Shane dan menariknya dengan erat ketika ia mendengar S