Home / Romansa / Terjebak Obsesi Boss Gila / Bagian 18 : Bertemu Dia

Share

Bagian 18 : Bertemu Dia

Author: leecu
last update Last Updated: 2025-03-03 11:49:07

Nathaniel mengepalkan tangannya kesal ketika ia baru saja ingin menerbitkan karya Zavira, pria itu menolak dan akses jalur dalam tertutup.

"Kau pengkhianat Nathaniel, rencanaku belum selesai, kenapa kau menghancurkannya?" tanya seseorang dari sebrang telepon.

"Sialan, kau tega membuat wanita itu tidak bisa menerbitkan karyanya? Hentikan rencana busukmu itu!"

"Itu bukan urusanmu. Lihat saja nanti Nathaniel, kau akan menyesal karena mengacaukan rencanaku." Pria itu segera memutuskan sambungan telepon, tidak membiarkan Nathaniel menjawab.

Nathaniel menghela napas berat, ia mendapat pesan dari temannya yang menyuruh dirinya agar hati-hati karena situasi di markas kacau lagi.

Malam ini, Nathaniel akan ekstra hati-hati dan tidak membiarkan Zavira pergi ke mana pun seorang diri. Pria yang Nathaniel kenal cukup nekat.

"Zavira? Kenapa bangun?" tanya Nathaniel melihat Zavira keluar dari kamarnya sementara ia berada di ruang tamu.

"Haus. Fabian ke mana?" Zavira bertanya balik ketika melihat kam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 19 : Living Together?

    Butuh waktu dua jam untuk sampai di perusahaan Aksara yang bernama Kalamu Inc. Halamannya begitu luas dengan ketinggian gedung 270 meter.Begitu ia turun dengan para bawahan Aksara memakai pakaian serba hitam, seluruh mata pegawai di lobby menatap padanya. Mereka dengan sopan menundukkan kepala setiap Zavira melewati mereka. Penyambutan cukup berlebihan pikir Zavira sedikit membuatnya tidak nyaman. Meski di sisi lain ia merasa familiar akan suatu hal.Entah kenapa aku ngerasa familiar, batin Zavira ketika menerima perlakuan tersebut. Mencoba mengabaikannya, ia masuk ke dalam lift ujung yang nampak lebih mewah dari lift sebelumnya.Salah satu bawahan Aksara memencet tombol 77 yaitu lantai tertinggi. Butuh waktu 4 menit lamanya hingga akhirnya Zavira sampai pada lantai tertinggi itu.Pintu lift terbuka, hanya ada satu lorong menuju pintu berlapis emas, Zavira dipersilahkan untuk pergi sendirian ptanpa bawahan tadi menemaninya.Ketika ia baru saja berjalan, sebuah sapu tangan membekap m

    Last Updated : 2025-03-04
  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 20 : Sikap Aksara

    Zavira mencoba bernegosiasi agar dirinya tidak serumah dengan Aksara. "Jangan serumah, aku gak akan kabur kok."Aksara menggelengkan kepalanya, "itu tidak menjamin apapun. Tidak ada penolakan untuk hal ini Zavira."Zavira menghela napas berat, "kalau aku masih gak mau, kamu mau apa?" ia bertanya penasaran."...." Aksara terdiam sejenak. Ketika mendapat ide, ia berucap, "Nathaniel akan menjalani hukuman karena sudah berkhianat."Zavira merotasikan bola matanya kesal, "pinter banget pake Nathaniel. Ya udah deal, sekarang juga lepasin dia."Aksara mengangguk dan menelpon bawahannya agar melepaskan Nathaniel karena sebelumnya Nathaniel di tahan sementara menunggu arahan Aksara. Segera mematikan telepon setelah berkata demikian, Aksara menyakukan ponsel, "ikuti aku."Zavira mengikutinya dari belakang, Aksara berjalan menuju ruangan ujung yang di mana ruangan sekretaris berada."Kok aku satu lantai sama kamu?" Zavira bertanya kesal ketika Aksara selesai menjelaskan bahwa ini ruangan sekret

    Last Updated : 2025-03-05
  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 21 : Manja

    "Bukankah kau keterlaluan?" Aksara bertanya dengan nada sedih ketika Zavira dengan terang-terangan tak ingin bersentuhan. Bahkan wanita itu mengusap bagian tubuhnya jika mengenai Aksara."Apa menurutmu aku menjijikan sama seperti serangga?" Aksara menundukkan kepalanya. Zavira dapat melihat wajah sedih dari Aksara membuatnya merasa bersalah. Ah sial, aku emang gak cocok bales dendam, batinnya begitu kesal pada diri sendiri."Aku gak bermaksud," ucapnya dengan nada terdengar terpaksa di telinga Aksara, padahal nyatanya Zavira merasa canggung sehingga nadanya terkesan terpaksa.Aksara menghela napas, ia lalu memberikan kartum hitamnya pada Zavira seraya berkata, "aku paham, gunakan ini untuk beli apapun dan segera pulanglah ke rumahku, bawahanku akan membantumu."Zavira tertegun, menatap Aksara bingung. "Mau ke mana?" Ia menahan pergelangan tangan Aksara."Memberi kamu ruang jadi aku akan kembali ke kantor," jelasnya melepaskan genggaman Zavira dengan lembut.Beberapa bawahan Aksara da

    Last Updated : 2025-03-06
  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 22 : Mencari Cara Balas Dendam

    Sudah 3 hari berlalu semenjak kejadian kemarin, Zavira begitu terang-terangan menghindar, bahkan jika terpaksa bertemu ia akan mengalihkan pandangannya.Zavira yang kini menjadi sekretaris Aksara hanya bisa menghindar di jam tertentu. Contohnya saat ini, ia berangkat kerja sendiri, meninggalkan Aksara.Saat berada di lift perusahaannya, ia hanya seorang diri, dan ketika mendengar langkah begitu lift tertutup, Zavira menahannya agar orang yang ingin masuk itu bisa naik lift bersamanya.Hal yang terjadi selanjutnya adalah, Zavira menyesali perbuatannya. Tidak seharusnya ia menahan lift itu. Karena orang itu adalah Aksara, dengan ekspresi muram dia menatap Zavira yang membuang muka.Lebih tepatnya, Zavira memojok agar tidak menatap Aksara yang sedari tadi berdiri di belakang menatap menusuk padanya. Helaan napas Aksara seketika membuat Zavira terkejut, ia lalu menatap tombol lift untuk dirinya segera turun di lantai mana saja agar tidak satu lift dengan Aksara.Saat ingin memencet tombo

    Last Updated : 2025-03-07
  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 23 : Cemburu?

    "Mungkin untuk permulaan aku buat dia cemburu," gumam Zavira menatap kosong pada makanannya. Ia kini berada di kantin perusahaan dan duduk seorang diri.Hingga beberapa rekan kantor yang ia kenal datang menghampiri untuk menemaninya. Dengan akrab mereka saling menyapa."Halo Bu Sekretaris," sapa keduanya lalu duduk di depan Zavira tanpa membawa makanan.Zavira yang baru saja selesai makan tersenyum berujar senang, "eh hai!""Bu, gimana rasanya jadi sekretaris?" Salah satunya berceletuk, pria itu penasaran dan ingin tahu beberapa hal mengenai Zavira.Zavira menatap Rio, beberapa hari lalu, dia begitu ketara ingin mendekatinya. "Ah rasanya yaa capek jelas, apalagi pak Aksara kelakuannya bikin stress."Riana yang merupakan adik Rio pun berkata, "oh iya Bu Sekretaris, memang di sini ada rumor kalo pak bos itu orangnya ngeselin, apalagi dia tuh gak profesional, kalau ada masalah ntah apa, pasti kita yang kerja di sini bakal kena," curhatnya dengan nada sedih.Zavira mengangguk paham, "bebe

    Last Updated : 2025-03-08
  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 24 : Mantan

    Zavira mengerutkan keningnya ketika melihat pesan masuk dari mantan pacarnya. Selalu saja ada yang menganggu ketika ia mulai menjalani hidup tenang. Sebuah pesan mengatakan bahwa pria itu ingin bertemu dengannya. Sebelumnya, saat mereka putus, Alex selalu mengirim pesan padanya. Pria itu mengatakan ingin memberi kejelasan. Tapi, pikir Zavira nasi telah menjadi bubur. Sungguh ia merasa jijik pada dirinya serta Alex. Bagaimana mungkin pria itu melakukan sex di tempat umum. Ya meskipun saat itu kondisi kantor sepi. Ketika pesan kembali muncul, Zavira merasa tertarik. Alex mengatakan bahwa penjelasan ini tentang Aksara. Alex begitu bersi keras ingin bertemu dengannya karena dia tahu, jika ia jelaskan di chat, Zavira tak akan membaca pesan panjang itu dan menganggap itu hanya omong kosong belaka. Zavira segera membalas pesan Alex dengan tertera bahwa ia mengajak bertemu di sebuah cafe yang tak jauh dari kantor barunya. Tok tok tok. Zavira mendongak ketika melihat Aksara sudah membu

    Last Updated : 2025-03-10
  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 25 : Fakta

    Zavira mengedipkan matanya berkali-kali, ia tidak menyangka saat mendengar cerita itu dari mulut Alex secara langsung. Ternyata semua hal yang ia alami, ada hubungannya dengan Aksara."Jadi kamu dari awal gak cinta aku, ya?" Zavira bertanya memastikan, ia bahkan tidak sanggup menatap wajah Alex.Ia tahu dirinya terlalu naif, tapi sisa rasa cinta yang belum sepenuhnya move on dari Alex membuat ia ingin menangis kembali.Berpacaran selama 3 tahun bukanlah hal mudah ia jalani. Apalagi perpisahan mereka karena perselingkuhan dari pihak pria.Alex menggelengkan kepalanya dengan panik segera memegang kedua bahu Zavira. "Aku cinta kamu Rara, memang awalnya aku ngga, tapi cinta itu tumbuh setelah kita berpacaran, aku terpaksa harus melakukan hubungan itu saat Aksara tahu aku suka kamu."Zavira lalu mendorong Alex, "aku paham kondisi kamu, kamu lakuin itu semua karena ibu kamu. Aku titip pesan buat ibu, maaf Zavira gak bisa nikah sama kamu."Alex menatap Zavira dengan panik saat dia keluar dar

    Last Updated : 2025-03-11
  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 26 : Menunggu

    "Itu kakak aku," jawab Aksara singkat, pria itu semakin memeluk erat Zavira membuat si empu merasa sesak.Belum sempat Zavira berkata, Aksara segera berujar, "maaf, tolong berikan aku waktu untuk menceritakan semuanya nanti."Zavira mendorong Aksara sehingga pelukan terlepas karna dia tidak menyangka Zavira akan mendorongnya. Dengan cekatan, ia menahan tubuh wanita itu agar tidak terjatuh karena keduanya masih berada di sofa ruang tamu, meski sofa itu besar, tetap saja jika dua orang dewasa berbaring akan sempit."Kenapa mendorongku?" tanya Aksara murung, ia merasa segan untuk memeluk Zavira kembali, tangannya hanya menahan pinggang wanita itu saja agar tidak terjatuh."Ah aku ingin lihat wajah kamu, oiya, kenapa gak bisa sekarang?" tanya Zavira penasaran, menatap ke bawah di mana Aksara menahan diri tidak memeluknya."Besok lusa aku akan pergi dinas, jika kuceritakan sekarang, aku tidak tahu bagaimana sikapmu setelah aku pulang dinas, bahkan sekarang kamu mendorongku," jelasnya denga

    Last Updated : 2025-03-12

Latest chapter

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 46 : Jadwal Pertemuan

    Alex membuka matanya ketika tersadar ia ketiduran di parkiran, berada di dalam mobil, ia segera keluar membawa amplop besar yang akan ia berikan pada Zavira.Sesaat ia masuk ke dalam perusahaan, ia melihat Zavira sedang berbincang dengan karyawan lain. "Permisi," ucapnya membuat Zavira menatap ia."Ah, Pak Alex, ada apa ya?" tanya Zavira dengan formal, lalu Alex menyodorkan amplop pada Zavira."Ini dari atasan, ngomong-ngomong aku juga ingin membicarakan jadwal pertemuan kedua atasan kita," ucap Alex yang sudah membawa laptop.Zavira mengangguk lalu berpamitan pada karyawan tadi yang sedang berbincang dengannya. "Ikuti aku." Zavira berjalan lebih dulu diikuti Alex dari belakang."Kita akan berbincang di mana?" tanya Alex menatap ke kanan dan kiri."Ah." Zavira terdiam sejenak, jika ia mengajak Alex ke ruangan miliknya, Aksara tentu akan cemburu karena ia berduaan dengan mantan kekasihnya."Sebentar." Zavira berjalan menjauhi Alex untuk menelpon seseorang.Sementara Alex terus menatap

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 45 : Fakta Waktu Itu

    Beberapa bulan yang lalu.Alex bergetar ketika mendengar ancaman dari seorang pria yang ia kenal. "Kenapa kau malah menggunakan ibuku sialan!" Ia mengumpat dengan kesal.Pria itu merupakan Aksara, ia mendapat info dari bawahannya bahwa Alex mulai menunjukkan ketertarikan pada Zavira. Padahal ia sudah memperingatkan untuk tidak memiliki perasaan tersebut."Kalau begitu lakukan itu dengan dia di depan Zavira besok," ucap Aksara dari sebrang telepon."…." Alex terdiam, ia sungguh tidak sanggup melakukan itu. "Mengapa harus itu ….""Ibumu sedang kritis, lakukan yang kuperintah atau aku tidak akan melakukan operasinya." Ancaman itu kembali Aksara ucapkan membuat Alex bersandar pada dinding."…. Baiklah, aku akan lakukan."Sambungan telepon segera Aksara tutup tanpa berbasa-basi lagi. Sementara Alex termenung sendirian di rumah, ia tidak sanggup harus melakukan seks di kantor dan Zavira melihat itu."Humph, hueek." Alex yang membayangkan itu merasa mual segera ke kamar mandi. Tubuhnya teras

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 44 : Cemburu

    Baru saja masuk ke dalam ruangan, ia merasa hawa di dalam begitu menyeramkan. Zavira lalu melirik pada Aksara yang terdiam menatap fokus pada layar monitor.Padahal biasanya Aksara akan menatapnya saat ia masuk, tetapi pria itu malah mengabaikannya. "Pak Aksara, ini dokumennya, tadi sekretaris baru rekan kita yang nganter, aku udah sewa gedung untuk rayain hari ulang tahun perusahaan kita."Aksara mengangguk dan menerima dokumennya. "Kenapa manggil pakai Pak?" Ia menarik pinggang Zavira sementara dokumen itu ia taruh di atas meja."Ah …." Zavira menatap ke arah lain dengan gugup. "Kamu kayak marah, apa aku ada salah?" Zavira lalu menatap kembali Aksara.Pria itu segera memijat keningnya, "maaf, nggak ada, aku cuman bersikap berlebihan saja." Ia lalu melepaskan tangannya pada pinggang ZaviraZavira memilih diam, ia ingin tahu apa yang Aksara lakukan selanjutnya. Hingga beberapa jam berlalu, meski Aksara terlihat kembali normal, ia merasa ada jarak diantara keduanya."Aksara …." Zavira

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 43 : Bertemu Mantan

    Zavira terbangun dari tidurnya karena merasakan sesuatu berat meliliti tubuhnya. Ketika ia membuka mata, ia melihat Aksara berada di atasnya memeluk dengan kepala berada di dadanya."Aksara, minggir." Ia mencoba mendorong kekasihnya yang tidak terbangun. Ia tahu Aksara saat ini berpura-pura sedang tertidur. Pelukan semakin erat itu yang membuat Zavira menebak demikian."… Aksara." Ia mencubit pelan pipi Aksara, tetapi itu tidak membuat Aksara bangun. "Sayang, minggir yaa," ucapnya dengan lembut.Aksara lalu membuka mata, menatap Zavira dengan berbinar-binar, "panggil lagi."Zavira mengedipkan mata berkali-kali lalu tersenyum, "Aksara," panggilnya dengan sengaja membuat Aksara kembali membaringkan kepalanya lalu menutup mata."Bercanda sayang, badan kamu berat. Biar aku tidur di atas kamu aja."Gerakan cepat dari Aksara yang semula berbaring di atasnya kini mengangkat tubuh Zavira yang tidak mengenakkan pakaian terbaring di atasnya.Aksara kembali memejamkan mata, "aku ingin pelukan le

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 42 : Cinta?

    Nathaniel tersenyum tipis, "aku kira kamu tidak memikirkan perasaanku. Tapi, terima kasih."Zavira mengangguk, "maaf kalau lancang, aku harap kedepannya kita bisa berteman biasa atau sekedar rekan bisnis."Nathaniel mengangguk mengerti, ia tidak memiliki obsesi sebegitunya seperti Aksara dan ayahnya Theo. "Mohon untuk kerjasamanya di masa yang akan datang." Ia mengulurkan tangannya.Zavira lalu menjabat tangan tersebut, "iya, mohon kerjasamanya.""Apa yang kalian lakukan?" Aksara yang sudah setengah basah menghampiri mereka begitu terburu-buru saat melihat dari kejauhan Nathaniel mengulurkan tangan.Zavira segera melepaskan genggaman dan menatap khawatir pada Aksara yang basah kuyup bagian atasnya. “Kenapa malah hujan-hujanan?"Aksara menatap cemburu, ia lalu berujar, "jawab dulu pertanyaanku tadi, sayang." Ia sengaja menegaskan panggilan sayang di akhir.Zavira mendengar itu terkejut, "jabat tangan biasa, dulu kan Nathan pernah jadi editor aku," jelas Zavira sembari tersenyum.Aksara

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 41 : Nathaniel

    Waktu itu. "Aku titipkan dia padamu," ucap Theo dengan wajah kusutnya, terdapat mata panda begitu lekat. Theo benar-benar kacau semenjak kehilangan Renjana, mantan kekasihnya. Aksara yang kala itu berumur 12 tahun menggaruk tengkuknya dengan canggung menggendong keponakannya yang baru berumur beberapa bulan. Semenjak putus secara sepihak oleh mantan kekasihnya, Theo dijodohkan oleh sang ayah demi kepentingan bisnis. Saat itu Theo berumur 22 tahun dan setelah 1 tahun menikah, ia baru melakukan hubungan badan dengan istrinya. Ia telah memiliki anak setelah berhubungan badan dengan istrinya satu kali. Setelahnya ia tidak pernah menyentuh istrinya sedikit pun. Perasaannya penuh dengan jijik pada dirinya sendiri karena harus melakukan hal tersebut dengan wanita yang tidak ia sukai. Theo berencana bercerai karena anaknya telah lahir, untungnya sang ayah tidak menolak dan mengiyakan permintaan Theo. "Kak, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" tanya Aksara, wajahnya memiliki sedikit

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 40 : Bringas

    Jam menunjukkan pukul 4 pagi, Zavira segera keluar kamar dan melihat Aksara tertidur di sofa ruang tamu. "Kenapa malah nggak ke rumah utama sih," gumamnya protes."Zavira?" Aksara terbangun kita mendengar suara dentingan gelas dan air mengalir. Zavira melirik ke belakang, lalu kembali menatap ke depan, dapur tanpa sekat sehingga ruang tamu terlihat jelas. "Ngapain?" Aksara berjalan mendekat dan akan memeluk Zavira. "Stop!" Zavira memundurkan langkahnya, sehingga pelukan itu tidak jadi. "Aku cuman mau minum."Aksara menatapnya dengan murung, Zavira masih menolak bersentuhan dengannya. "Kumohon, aku ingin memelukmu."Zavira menggelengkan kepalanya, ia masih belum puas karena perlakuan Aksara. Setidaknya ia ingin pria itu tidak mengulangi perbuatannya meski sudah berjanji."Ma-mau ke mana?" Aksara bertanya dengan nada takut saat Zavira berjalan menuju pintu keluar dengan membawa kunci rumah."Aku udah kasih pilihan sama kamu, tapi kamu malah tidur di sini," jelasnya dan baru saja mera

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 39 : Balas Dendam

    "Zavira, lebih baik pukul aku daripada mendiamkan aku," ucap Aksara menarik tangan Zavira dan ia tempelkan pada pipinya."Gak, aku mau sendiri itu lebih baik!" Zavira ingin melepaskan tangannya begitu kesulitan, pergelangan tangannya terasa sakit karena gesekan besi itu."Lepas! Sakit tahu!" Zavira menatap tajam pada Aksara, tak sedikitpun ada kelembutan pada tatapannya.Aksara menyesali perbuatannya, tak seharusnya ia mengurung Zavira dan menyerahkan pada para pembantu itu. "Maaf, aku bersalah …, Zavira, tolong maafkan aku." "Lepasin tangan aku, dan jangan temuin aku selama 3 hari kalau ingin aku maafin," ucap Zavira dengan serius membuat Aksara terkejut."T-tidak, ku mohon jangan suruh aku melakukan itu, aku tak sanggup," ungkapnya dengan nada penuh ketakutan, ia bahkan tak melepaskan genggaman tangan Zavira sedikit pun."Kalau kamu gini terus aku makin males maafinnya!" Tatapan Zavira yang menusuk itu membuat Aksara benar-benar ingin menangis. "Kumohon, aku janji gak akan menguru

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 38 : Muak

    Aksara menarik cepat tubuh Zavira sehingga Zavira meringis kesakitan pada pergelangan kaki serta lututnya. "Aduh pe-pelan pelan, kaki aku sakit," ringis Zavira membuat Fabian menatap kesal pada Aksara."Zavira," panggil Fabian menatap lembut pada wanita itu yang kini Aksara dekap.Zavira menggelengkan kepalanya, "gak apa-apa," ujarnya lalu Aksara mengangkat tubuhnya.Tanpa banyak bicara, Aksara membawa Zavira masuk ke dalam mobil, rahangnya nampak dikeraskan dengan urat leher nampak. Alis tebalnya menekuk ke bawah tanpa adanya senyuman.Dalam mobil dengan duduk di kursi belakang berada di atas pangkuan Aksara, Zavira merasa canggung, Aksara tak melirik sedikitpun padanya.Zavira paham pria itu cemburu, tetapi ia terjatuh hingga berada di atas Fabian tanpa sengaja. Ah sungguh, mengapa ia teledor sekali! Zavira lebih memilih diam hingga sampai di dalam rumah besar bak mansion itu, Aksara membawanya menuju kamar yang berbeda, bahkan lebih tepatnya ia di bawa menuju rumah kedua yang namp

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status