Share

7. Gedoran Pintu

Author: Kafkaika
last update Last Updated: 2025-02-06 00:41:33

“Ya sudah deh, aku berangkat saja!” Devran tidak suka mengulur waktu.

Nayra tidak terima. Bagaimana nanti kalau pria itu tidak jadi membelikannya?

Ingat kata-kata Devran semalam yang tidak suka basa-basi, pada akhirnya membuatnya menyingkirkan rasa malu itu. “Bra atau kutang sama kok, Mas?" ujarnya.

“Tapi, nanti bilang bra saja kedengarnya lebih enak. Jangan lupa celana dalamnya juga.” Nayra baru menyahut. Daripada malah tidak dibelikan...

“Oke!” tukasnya baru membuka pintu dan keluar.

Saat sudah di mobil, Devran merasa ada yang salah. Dia baru menyadari kebodohannya dan mengumpati diri sendiri.

Bukankah dia bisa searching di internet tanpa harus mempermalukan diri bertanya pada Nayra tentang nama benda itu?

Bodohnya dirinya ini.... Malu dengan julukan play boy yang pernah tersemat padanya saat masih remaja dulu. Bahkan nama benda itupun dia lupa?

“Hadeeh!” Devran menyugar rambut kepalanya. Pasti ada yangg tidak beres ini dengan kepalanya?

Sepagi ini sudah ribet perkara bra dan ce
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
lis zabet
masukin rak dulu....
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   8. Mau Apa?

    “Ada apa dengan kakimu?”Tatapan Devran tertuju pada kaki Nayra karena sepertinya sedang bermasalah.“Tersandung, Mas. Tadi panik dan mau bersembunyi,” jelas Nayra.“Ceroboh sekali kamu!”Nayra hanya mendengus lemah namun tak terlalu mempermasalahkan ucapan pria itu. Perasaannya tenang melihat Devran sudah di rumah. Jadi tidak mengapa juga kalau pria ini jutek padanya. “Duduklah, aku akan memeriksanya.” Devran menunjuk sofa tak jauh dari Nayra. Gadis itu menurut.Devran duduk berlutut di lantai untuk memeriksa kakinya, dan Nayra mencuri lirik pria yang kini sedang memegangi kakinya itu. Menerbitkan rasa syukur dalam hatinya, bahwa tuhan masih melindunginya dengan membiarkannya masuk ke dalam mobil pria ini.Meski terlihat jutek dan cuek, sebenarnya Nayra bisa merasakan Devran pria yang baik.Ketika pilihan memaksa dirinya berterus terang tentang yang sebenarnya terjadi, bisa saja dilakukan Devran padanya, nyatanya Devran bersedia juga menikahinya.Meskipun Nayra juga tahu, Devran

    Last Updated : 2025-02-06
  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   9. Jangan Baper!

    “Kau pikir apa?” Devran menatap Nayra yang menolaknya itu.Setelah tahu Devran hanya ingin membantunya mengoleskan cream otot pada kakinya, Nayra tak membantah lagi.Lagi pula, GR sekali dia kalau sampai berpikir yang bukan-bukan. Pria ini sudah menandaskan tentang tujuan pernikahan mereka beberapa kali.“Aku tidak punya kunci cadangan pintu depan. Kenapa kau menguncinya?” ucap Devran sembari mengurut kaki Nayra yang sakit. “Takut, Mas.”“Jangan secemas itu. Lingkungan ini aman. Saking amannya kau tahu sendiri kan bagaimana mereka tidak suka ada yang berbuat tidak senonoh di sini?” Devran mengingatkan Nayra bagaimana tetangganya membuat mereka terikat dalam pernikahan dadakan ini.“Iya, Mas.” Nayra mengangguk. Mencoba percaya dia akan baik-baik saja di tempat ini. Menikmati pijitan lembut pria itu, Nayra semakin yakin. Devran bukan pria kejam. Dia juga masih peduli padanya walau kata-kata yang diucapkannya selalu dingin dan jutek. Sesekali melirik pria yang memijit kakinya itu,

    Last Updated : 2025-02-12
  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   10. Tergoda

    “Mau mengintipnya? Yang benar saja!” gumam pria itu menghentikan langkahnya tepat di depan pintu sebelum membukanya.Tiba-tiba dia sudah berbalik saja pada Nayra. Sempat disesalinya kenapa harus melakukan itu, tapi dirinya sudah terlanjur berdiri di depan gadis itu.“Ada apa, Mas?” tanya Nayra heran.Bingung, Devran pun mengeluarkan jurus andalannya, “Pakai bajumu dan siapkan makan untukku. Aku sudah lapar. Awas kalau lelet!”Nayra mengangguk. “Siap, Mas!”Setelah keluar dan menutup pintu, Devran hanya menggaruk-garuk rambut kepalanya yang tidak gatal. Kenapa bisa blank begini otaknya?Dia jadi mengakui, Nayra gadis yang berpotensi menarik perhatian pria normal.Muda, cantik dan menarik.Dipikirnya setelah setahun menjomblo karena kecewa dengan kekasihnya, ternyata dia masih normal juga dan bisa tergoda pada mahluk yang bernama perempuan.“Aaah, kenapa jadi terbit begini hasyratnya?” Devran bingung sendiri.Dia berusaha mengenyahkan pikiran itu, sementara Nayra malah terdengar mem

    Last Updated : 2025-02-12
  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   11. Perkara Baby Doll

    Devran menyesali karena tadi asal memasukan baju ke keranjang belanjaan. Itu juga atas usul pelayan toko di sana. Tidak tahunya terlihat menggoda sekali jika dipakai gadis itu.Sejak kemarin Nayra sudah menggodanya saja. Seperti ketika hanya memakai handuk selepas mandi saat Devran hendak masuk ke kamar. Lalu sepagi tadi merangsang pandangnya dengan pakaian menerawang yang digunakannya. Sekarang malah memakai baby doll itu.Devran benar-benar tidak habis pikir...‘Sebenarnya Bukan gadis itu yang menggoda. Otak lu sendiri saja yang rada konslet!’ perdebatan dalam batin Devran.Tidak kurang matanya melihat gadis seksi sliwar-sliwer di hadapannya. Namun hanya melihat gadis ini memakai baju rumahan seperti itu saja sudah membuatnya panas dingin tak karuan.Apa ada yang salah dengan dirinya?Ketika gadis itu menjatuhkan sesuatu lalu diambilnya dengan posisi membungkuk hingga menampakkan paha atasnya yang mengintip saat gaunnya terangkat, otak Devran kembali konslet.‘Udah jangan jai

    Last Updated : 2025-02-12
  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   12. Dicium

    “Apa kamu bilang?” Devran mendengar Nayra menggerutu saat melewatinya lalu dia menarik lengan gadis itu.“Oh, apa? Enggak kok, Mas. Aku...” Nayra terkejut sendiri bagaimana bibirnya secablak itu mengutarakan isi hatinya. Hingga membuat Devran terlihat begitu kesal. Sudah macam orang yang ingin makan orang saja.Dia mending segera beranjak masuk kamar dan menguncinya. Besok saja minta maafnya. Mudah-mudahan Devran sudah melupakan ucapannya. Nanti dia alasan sakit perut atau apalah.Namun Devran sudah tidak terima. Gadis ini harus diperingatkan dengan keras. Padahal ini juga untuk kebaikannya sendiri. Bisa-bisanya malah mengatakan dirinya berotak mesum.Tanpa banyak bicara, bibirnya sudah menempel di bibir Nayra dan memagutnya.“Umpphhhh...”Terlepas dari ciuman Devran, gadis itu langsung berlari ke kamar dan menuntup pintu.Devran berjalan dengan cepat membuntuti Nayra namun terhalang pintu yang tertutup dengan cepat itu.Seperti ada yang menyadarkannya, dirinya langsung kembali ke

    Last Updated : 2025-02-12
  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   13. Dicium Lagi

    “Jangan munafik, kau menikmatinya bukan?”“Tidak!” sahut Nayra cepat menyangkal pemikiran Devran. Gadis baik-baik sepertinya mana bisa menikmati ciuman pria asing?Devran menutup sarapannya dengan meneguk air putih.Sebagai mantan play boy, sebenarnya kata-kata menyangkal dari Nayra yang begitu bersemangat membuatnya tidak terima.Jaman di awal usia 20 tahunan, gadis yang mendapat ciumannya langsung klepek-klepek dan merasa menjadi orang yang paling beruntung.Lalu, bagaimana bisa gadis bau kencur seperti Nayra, mendapat ciumannya secara cuma-cuma, tapi malah mengatakan tidak menikmatinya?Asal anak ini tahu, Dosen perempuannya yang mantan model terkenal itu bahkan tidak menolak saat ditawarinya kencan. Membuktikan bahwa pesona sang donjuan pada diri Devran begitu sulit ditolak.Kemudian, melihat Nayra yang menolaknya, Devran malah jadi tertantang.“Mau apa, Mas?”Nayra menolak tangan Devran yang bergerak hendak menarik lengannya.Tidak mendapatkan lengan Nayra untuk ditarik, Devran

    Last Updated : 2025-02-12
  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   14. Dituduh

    Lagi-lagi jadi terkenang ciuman-ciumannya bersama Devran. Pipinya bersemu merah dan bibirnya tak berhenti menyinggungkan senyum.Ketika menyapu lantai, Nayra melihat potret Devran berukuran 4 x 6 dalam kumpulan sampah.Sepertinya foto formal untuk ID card.Nayra memungutnya dan sejenak mengagumi bahwa, pria yang jutek dan menyebalkan itu ternyata bisa juga terlihat menggemaskan di pas fotonya.Diambilnya benda itu dan dimasukan dalam saku bajunya. Sayang sekali kalau wajah tampan ini harus tercampur dengan debu dan sampah di lantai.Pria itu memang tampan. Seperti pangeran yang datang dalam hidupnya. Menyelamatkan seorang Cinderella malang ini dari ibu dan saudari tirinya.Tanpa sadar kembali diambilnya foto itu dan ditangkupkannya di dadanya sembari senyum-senyum sendiri. “Terima kasih ya, suamiku...” tukasnya sembari malu-malu sendiri kala

    Last Updated : 2025-02-14
  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   15. Dituduh (2)

    “Itu bukan barangmu, kenapa kau lancang membukanya?”Devran yang sudah penuh masalah di kantor itu tentu kesal dan marah ketika pulang-pulang melihat Nayra di kamarnya dan membongkar isi koper milik mamanya.Apa yang dicari gadis itu?“Aku hanya merapikannya, Mas.” Nayra menangkap aura kesalahpahaman.Apa Devran tidak bertemu pria yang datang tadi di depan? Kedataangannya tidak selang lama dengan kepergian pria itu.“Seharusnya kau tidak menyentuh barang-barangku!” suara Devran terdengar makin ketus. Membuat Nayra semakin meringsut.“Ma-maaf, Mas. Itu tadi, aku hanya...” Nayra tampak belibet.Pria ini menatapnya dengan dingin, membuatnya seketika takut hingga tidak bisa berkata-kata dengan baik.Devran menghampiri Nayra dengan kepercayaan yang mulai memudar.

    Last Updated : 2025-02-14

Latest chapter

  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   136. Drama Cah Taoge

    “Terima kasih ya, Mas Devran. Karena Mas, saya dan putri saya bisa kembali bersama.” Farah tampak berlinang air mata bertemu langsung dengan suami putrinya yang sudah melakukan banyak hal dalam hidup sang putri.Dia senang mengetahui seperti apa suami putrinya itu. Meski Nayra menikah muda, tapi kalau pasangannya lebih dewasa baik secara finansial dan sikap, Farah tidak akan menyesalinya.“Sampai kapanpun, saya akan berhutang budi pada Mas. Sekali lagi terima kasih banyak.”“Ma, jangan panggil Mas. Dia kan mantu mama?” Nayra nyelutuk mengoreksi ucapan Farah.“Panggil saja Devran. Ya kan, Mas?” Nayra beralih pada suaminya.Devran hanya mengangguk membenarkan. Farah tampak formal sekali padanya. Membuatnya juga sedikit segan.Apa karena dia adalah mertuanya jadinya Devran tampak segan?“Memastikan hidup Nayra baik-baik saja itu sudah tanggung jawab saya, Ma. Mama tidak berhutang apa-apa ada saya.”Devran menyampaikan itu agar Farah tak merasa berhutang budi padanya. Devran juga tidak m

  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   135. Kangen

    “Siapa?!”Nayra melangkah dengan ragu-ragu.Diingat-ingatnya lagi. Apa tadi dia lupa mematikan shower saat mandi?Sepertinya tidak. Nayra ingat saat masuk lagi untuk mengambil sesuatu, shower sudah dalam keadaan mati.“Apa aku panggil Kiki atau Pak Parmin saja?” Nayra jadi takut. jangan-jangan ada maling yang masuk rumahnya.Namun saat hendak melangkah pergi, suara shower itu sudah tidak terdengar. Dia malah mendengar suara gagang pintu kamar mandinya diputar.Jantungnya berdetak keras ketika pintu itu terbuka. Namun melihat siapa yang sedang membuka pintu itu, Nayra terkejut senang. “Mas Devran?!” teriaknya, dan seperti biasa dia suka sekali melompat kepelukan pria ini. Dengan sigap Devran akan selalu menangkapnya.“Ya ampun, ini beneran Mas Devran, kan?” Nayra membelai wajah Devran untuk memastikan dia tidaklah sedang berkhayal.Devran hanya memutar bola matanya malas karena Nayra sekonyol itu. Masa masih tidak percaya kalau dirinya yang saat ini ada di hadapannya.“Bukan. Aku Do

  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   134. Berziarah

    “Kita ke makam ayah bundamu, ya?” Farah mengajak Nayra. Masih dengan bijaknya memanggilkan kakak dan kakak iparnya itu sebagai ayah bundanya Nayra, walaupun semua sudah tahu yang sebenarnya.Seminggu yang lalu mereka sudah berziarah ke makam mereka tapi tidak bersamaan. Kali ini Farah mengajak Nayra barengan.“Baik, Ma. Aku ambil selendang dulu," ujar Nayra yang langsung melangkah ke kamar mengambil selendang untuk menutupi rambutnya.Nayra mengenakan tas selempang untuk membawa ponsel. Saat memasukan benda pipih itu dia melihat notifikasi pesan dari temannya Aulia.“Masih lama, Nay?” Farah melongok ke dalam kamar Nayra.“Ada pesan dari temanku, aku hubungi dulu enggak apa-apa kan, Ma?”Farah tersenyum, “Baik sayang. Take your time!” Kemudian menutup pintu itu tidak mengganggu Nayra. Nayra langsung menghubungi Aulia. Seminggu ini dia memang jarang melihat ponselnya. Hanya sesekali kalau butuh menghubungi Devran saja.“Ada apa, Ul?”“Dokter Ananda mencemaskanmu, Nay. Dia beberapa ka

  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   133.

    Pria di seberang sana mencoba mengelus dada. Dia tidak pernah sesabar ini pada seorang manusia kecuali manusia yang selalu membuatnya gemas satu itu.“Coba kalau kau ada di sini, aku jinjing kerah bajumu, lalu aku tendang bokongmu biar terlempar sejauh mungkin.”“Mas Devran ih. Kan tinggal bilang, iya atau enggak. Begitu doang, Mas?” “Lelaki tidak bicara sayang!”“Tapi terkadang sebuah ungkapan itu juga penting, Mas.”“Oke, oke... Jangan bawel lagi. Kau mau aku bilang apa?”“Mas cinta sama aku tidak?”“Iya”“Beneran, Mas?”Sedikit delay, Devran kemudian mengatakan. “Enggak!”“Tuh, kan. Maaas!?”Lalu keduanya sudah melupakan bahwa sebelum ini mereka bertengkar. Bahkan Nayra sampai ingin bercerai. Keduanya melanjutkan mengobrol sampai larut, seolah dua insan remaja yang baru kasmaran dan tak ingin berpisah.Saat lelah menyergap dan suara Nayra tak terdengar lagi menyahut, Devran tahu, Nayra pasti ketiduran.“Sialan, aku ditinggal tidur!” gerutu pria itu.Walau begitu, Devran meras

  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   132. Mama Kandung(2)

    Nayra melihat wanita itu terisak sampai tergugu. Pundaknya bergetar dan tampak begitu rapuh. Membuat hatinya ikut teriris dan merasakan kesedihan yang mendalam.Tak lagi menahan langkahnya, Nayra berhambur memeluk wanita itu.“Mama...” panggilnya parau.“Nay?” Farah menghentikan tangisnya.Dipeluk putrinya sembari menangis membuatnya tak tega. “Jangan nangis, Nak. Maafin mama, ya?”Ketika mengetahui kebenaran bahwa Nayra adalah putrinya, seketika gadis itu merubah sikapnya menjadi acuh. Kini Nayra datang kembali padanya dan memeluknya penuh cinta. mungkin tadi hanya karena terkejut dia berubah sikap. “Nayra yang minta maaf, Ma.” Nayra menciumi tangan sang mama.Setelah keduanya sudah tenang kembali, Farah pun tidak akan lagi menyembunyikan kenyataan. Semua pasti sudah berubah. Dan Nayra berhak tahu tentang jati dirinya.“Nay, mama...”“Ssst!” Nayra menangkupkan jemarinya di bibir sang mama sembari menggeleng. “Tidak apa, Ma. aku tidak peduli apapun. Yang aku pedulikan adalah, aku m

  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   131. Mama Kandung

    “Ada apa menghubungiku?”Sapa Devran saat Nayra mengusap layar untuk menerima panggilan darinya. Tidak ada salam dan basa-basi, nadanya pun terkesan dingin. Namun, Nayra tahu, itu memang ciri khas pria itu.Seharusnya dia sudah memahaminya sejak dulu, memang begitulah karakter pria ini. Sayangnya, dirinya yang tak banyak belajar setelah berbulan-bulan bersamanya. Terkadang masih juga baper dengan sikapnya itu. “Mas?” Kata Nayra setelah menarik napas dalam. Masih belum bisa menghilangkan keterkejutannya tentang apa yang di dengarnya tadi.“Ada masalah?” Lenguhan napas Nayra sampai terdengar Devran.“Oh. Nanti aku hubungi lagi, Mas. Aku masih ada urusan. Aku hanya ingin berterima kasih dan minta maaf.” Seperti bagaimana pria ini yang tak suka basa-basi, Nayra jadi mengikutinya.“Sama-sama!” ujar Devran yang langsung menutup panggilan setelah dia mendengar sendiri Nayra masih ada urusan. Dia juga masih repot. Nayra mencebik. Namun kali ini tidak lagi dibuat sebal. Lagi pula ini masi

  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   130. Baru Tahu(3)

    Nayra dan Farah makan siang berdua saja. Kiki yang ditawari Nayra untuk makan bersama mereka menolak karena ingin bergabung dengan Mbok Mun dan Pak Parmin di dapur. Nayra tak mempermasalahkannya.Selesai merampungkan makan, mereka kembali mengobrol.“Tante kenal suamiku?” Nayra menyinggung tentang kepulangan Farah ke tanah air yang katanya atas bantuan suaminya.“Ada pria bernama Yas, dia mencariku berbulan-bulan. Kami bertemu di Amsterdam. Kutanya untuk apa mencariku dan apa dia mengenalku? Katanya dia diminta tuannya mencariku. Dia bilang tuannya itu suami seorang gadis bernama Nayra yang berasal dari Kota Diraja, putri dari Danial Sanjaya.” Panjang lebar Farah menjelaskan bagaimana dia bertemu dengan anak buah Devran.Nayra melihat wajah melamun, lalu menyentuh tangannya, “Kenapa, Tante?”Wanita yang bahkan belum menyentuh angka 50 tahun itu masih terlihat cantik dan anggun. Hanya saja kali ini terlihat sangat muram.“Maafkan aku, Nay. Aku bahkan terlupa untuk pulang. Merasa kau

  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   129. Baru Tahu(2)

    “Aku pikir Dokter Ananda yang melakukan semua ini,” gumam Nayra.Ada rasa bersalah karena dia pernah dengan terang-terangan menyampaikan di depan Devran bahwa Anandalah yang selama ini membantunya.“Apa kau tahu hubungan Mas Devran dengan Damayanti?” tanya Nayra sembari melanjutkan langkahnya.“Saya kurang paham, nyonya. Tapi sepanjang pengetahuan saya, Pak Devran tidak pernah terlihat bersama wanita itu kecuali karena urusan dengan Nyonya Tamara.”“Jangan bilang tidak pernah melihatnya bersama, Ki. Kita pernah kan memergoki mereka di apartemen? Bahkan Mas Devran malah mengusirku dan membentakku.”Kiki terdiam. Untuk urusan itu dia juga tidak tahu.“Hanya saja, kalau Pak Devran memang ada hubungan dengan Damayanti, tidak mungkin juga sampai membuat skenario penangkapan artis itu. Pak Devran jug

  • Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris   128. Baru Tahu

    “Lebih baik kita pulang dulu. Ini sudah malam, Nyonya. Udara di sini juga dingin.” Kiki menggugah ketertegunan Nayra. Dia benar, mereka harus pulang dulu.Ketika memasuki halaman rumahnya, Nayra memberitahu sopir mobil grab itu.“Pak rumahnya bukan yang ini, tapi yang di samping.” Tunjuknya pada rumah kecil di samping rumah yang kini mobil itu berhenti.“Nyonya, mapsnya bilang di sini?” Kiki yang malah membenarkannya.“Iya Ki, ini memang rumah kami. Tapi waku itu rumah ini masih sengketa. Lagi pula surat-suratnya juga kabarnya sudah diatasnamakan istri kedua ayahku dan putrinya,” jelas Nayra teringat perkara itu.Geram, sih. Tapi bagaimana lagi? Nayra malas berurusan dengan mereka. Sampai di titik, kalau memang mau ambil, ambil saja. Tidak mau terlibat ribut perkara dengan mereka lagi.“Kalau rumah di samp

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status