“Mungkin dia orang kaya baru yang tak tahu apa-apa soal properti. Kan banyak yang seperti itu. Mungkin dipikirnya, uang yang dia miliki itu cukup banyak untuk bisa membeli penthouse tadi. Aku berani bertaruh, dia salah menghitung angka nol di saldo tabungannya. Hahhaha…” lanjutnya.
“Benar, benar! Pasti begitu! Dasar! Beda banget memang orang yang benar-benar kaya dengan orang yang sok kaya!” Wanita simpanan yang bersama Astor juga ikut berbicara sambil tersenyum.
Jelas sekali orang-orang di sini tidak mempercayai ucapan Reagan. Terutama Astor, dia telah bertahun-tahun menerima pelayanan VIP di agent property ini, sama sekali tidak ingin ada orang lain yang mencuri pusat perhatiannya.
Astor memasang ekspresi seperti seorang pengusaha senior, dengan ekspresi tenang dan tak terkendali, dia datang menghampiri Reagan.
“Anak muda, sebagai manusia kita sebaiknya rendah hati. Ini adalah kota besar, ada ribuan pemuda sepertimu.
Setelah puas tertawa, Astor menatap Reagan dengan tatapan jijik. Tiga wanita yang berdiri itu juga menunjukkan tatapan jijik. Reagan benar-benar menjadi bulan-bulanan mereka.Reagan mendengus, lalu berkata sambil menahan amarah, “Aku tidak pandai berbasa-basi, jika aku mampu membeli 1 rumah lagi dan membayar secara kontan hari ini, apa kamu akan meminta maaf padaku?”“Hahaha, bualan apa lagi ini? Kamu tidak ada kapoknya ya? Sekarang kamu bahkan berani menantangku? Kamu benar-benar ingin dipermalukan lebih jauh lagi, hah?” tanggap Astor.“Tuan Astor, apa yang bisa pria ini lakukan? Coba saja kamu taruhan dengannya, barangkali di dalam kartunya tiba-tiba ada uang. Dan apa itu mungkin? Tentu saja tidak, untuk apa takut? Permalukan saja dia, Tuan Astor. Bikin dia jera.” Wanita marketing itu ikut berkata.Astor mendesah pelan dan menjawab, “Baiklah, aku terima taruhanmu. Aku akan meminta maaf jika kamu mampu membeli 3 rumah secara kontan hari ini, tapi jika sekali lagi kamu membual kamu ha
“Bos, aku sudah melihat kejadian tadi. Anda barulah putra bangsawan yang sesungguh, the real crazy rich.”“Bos, apakah anda ingin bertransaksi lagi? Jika iya, aku bisa melayanimu dengan baik, aku adalah marketing professional di sini.”“Jangan dekati bos muda seperti itu, bagaimana kalau dia kesal, habis sudah riwayat kita.”“Bos, selain professional, penampilanku di atas ranjang juga sangat memuaskan, apa anda ingin mencobanya?”Reagan mengerutkan kening, “Biarkan nona ini yang melayaniku, kalian menyingkirlah!”Ada suara dingin dalam kalimat Reagan, semua orang tiba-tiba merasakan aura yang kuat dan menakutkan. Pada saat ini, Reagan bagaikan pedang yang tajam, seolah berada di dekatnya akan langsung mati dalam sesaat.Para marketing yang tadi mendekat, belum pernah melihat aura seperti ini, mereka semua gemetar dan menyingkir dengan cepat.Seorang marketing kembali berkata, “Bos, aku beritahu padamu, dia adalah karyawan baru, dalam aturan perusahaan kami, karyawan baru tidak berhak
Ucapan Reagan belum selesai dikatakan, sudah dipotong oleh Claire, “Yang lalu … yang lalu di luar dugaan.”Melihat matanya yang jernih, pipi yang merona, mata kecil yang indah, sudut bibir Reagan kembali terangkat dan semakin ingin menggodanya, “Nona Claire, sebenarnya aku sangat ingin tidur denganmu.”“Kamu …” Claire dengan menatap Reagan.Sedangkan Reagan yang menatap dia marah seperti tupai yang mencuri makan, tidak tahan mencubit pipinya, terasa lembut dan membuatnya tidak ingin melepaskan.“Plaaakkk!”Claire dengan marah memukul tangan Reagan, dengan lembut mengusap wajahnya, “Jangan sentuh aku!”Reagan menggerakkan jari tangannya, seolah ada bekas kelembutan yang menempel di sana.“Aku tidur di kamar mana?” Claire takut Reagan akan bertindak hal lain padanya, jadi langsung mengalihkan topik pembicaraan.Reagan mengulurkan jari menunjuk ke arah kamar yang ada di samping kamarnya, tujuan dia mengatur Claire untuk tinggal bersamanya, semua orang juga tahu apa yang sedang dipikirkan
Reagan berjalan ke hadapan Claire, memberikan bunga itu kepadanya, dan berkata, “Nona Claire, kapan kita akan mengambil surat nikah?”Sepanjang hidup Reagan, ini pertama kalinya dia melamar perempuan, apalagi dalam kondisi dia yang masih kuliah, tapi tidak ada yang tahu dia sudah memiliki penghasilan jutaan dolar setiap bulannya.Dia dulu sama sekali tidak berani berpikir, untuk menikah dan menafkahi seorang wanita di usianya yang masih sangat muda.Sebelumnya dia murni hanya ingin membantu gadis itu, tapi sekarang dia justru jatuh cinta padanya.Claire melihat bunga mawar yang ada di tangannya, matanya bersinar, sudut bibirnya terangkat, diam tidak berkata-kata.Reagan melihat dia tidak berbicara, langsung mengulurkan tangan memegang pinggangnya, mendekap erat di dalam pelukannya, dengan tatapan mata yang dalam melihatnya, “Claire menikahlah denganku.”Claire perlahan meletakkan kedua tangannya di dada Reagan, sekujur tubuh Reagan menegang.Claire mendengar Reagan melamarnya, selain
Claire menyeringai, mengambil kesempatan saat Reagan tidak memperhatikan untuk menginjak kakinya. Dia berjalan ke belakang, mendengar suara Reagan kesakitan, Claire berdehem ringan, “Reagan, kamu tidak mudah mengambil keuntungan dariku.”Claire mengambil kesempatan ketika Reagan belum tersadar, membalikkan badan segera berlari kembali ke ruangan.Reagan hanya bisa mengerutkan alis melihat dia berlari pergi, kakinya terasa sakit, hampir tidak bisa berdiri dengan tegak.Injakan kaki gadis pujaannya benar-benar berat, tidak ada rasa kasihan sedikitpun. Dia mengangkat mata melihat lampu kamar lantai dua menyala, sudut bibirnya terangkat.Tidak peduli bagaimana Claire menolak, Reagan dapat merasakan dengan jelas, sikapnya sudah tidak sekeras saat pertama kali, perlahan mulai ada lampu hijau.Menunggu cinta bersemi diantara mereka, mungkin hanya tinggal waktu saja. Reagan teringat ketika mereka bertemu, justru Claire yang memeluknya duluan, membuat dadanya berdetak dengan keras hingga saat
Pada saat ini.Bunyi ban mobil berderit, sebuah mobil Audi merah berhenti di depan toko, lalu seorang pria dan seorang wanita berjalan masuk ke toko.“Nona Claire!” Ketika dia melihat kedua orang ini, seorang pria segera memasang senyuman di wajahnya dan menyapa dengan cepat.Di kota New York, nama keluarga Delany cukup terkenal dan Claire Cecilia Delany lebih terkenal daripada keluarganya. Penampilan dan tubuh yang sempurna menjadi salah satu talenta muda di kota New York.Siapakah yang tidak mengenal Claire, jika kamu bisa menikahinya, maka kamu pasti bisa mengambil alih seluruh keluarga Delany dengan jutaan aset di masa depan, ini adalah fakta yang semua orang tahu.Wanita cantik dalam pelukan, aset ratusan juta, tidak heran banyak sekali anak muda yang digerakkan olehnya.Selain itu Claire adalah pelanggan VIP di toko pakaian ini, jadi Ivan sebagai manajer tentu saja harus melayaninya secara pribadi. Adapun Reagan di sebelah Claire, Ivan bahkan tidak mengenalnya.“Manajer Ivan.”
“Nona Claire!” Kennedy berinisiatif untuk menyambutnya dengan wajah penuh kebanggaan, “Menurut riwayat pembelianmu di butik ini, butik ini telah memutuskan untuk meningkatkan level kartumu dari VIP biasa menjadi VIP Premium. Dan semua pembelianmu di masa mendatang di butik ini akan mendapatkan diskon 35%.”Claire tidak mengenal pemilik dari butik ini, jadi dia menatap Ivan dengan keraguan.“Nona Claire, ini adalah Tuan Kennedy, pemilik dari butik ini. Aku menceritakan betapa loyalnya dirimu pada butik ini, jadi beliau memutuskan untuk memberikanmu beberapa benefit.” Ivan dengan cepat menjelaskan disertai dengan senyuman.Kennedy menatap Ivan dengan tegas, lalu terkekeh, “Nona Delanny, pelanggan VIP Premium di butik kami dapat menikmati diskon 50% untuk pembelian pertama. Silahkan serahkan pakaian Anda di kasir, biar kami hitung.”“Bos ...” Ivan terbelalak kaget, lehernya seperti tercekik, “Tidak ada aturan seperti itu di toko kami.”Kennedy hampir gila karena kesal.“Aku ini sedang me
“Bodoh!” Kennedy memeluk dengan hati-hati pakaian yang dipakai Reagan tadi, “Apa kamu lihat baju ini? Ini adalah baju yang dibuat oleh designer asal Paris, dia hanya menciptakan satu baju di dunia dengan model yang seperti ini.”“Dia adalah pria yang membantuku menyelidiki kasus kematian pamanmu, dia seorang hacker yang handal dengan kemampuan yang tidak bisa ditandingi lagi. Kamu jangan lihat usianya yang masih muda.”Seketika kepala Ivan terasa berdengung, menelan air liurnya, melebarkan matanya.Astaga, sungguh mengejutkan, beruntung tadi dirinya tidak melakukan kesalahan pada Tuan Reagan, jika tidak entah akibat mengerikan apa yang akan terjadi. Jangankan kakak sepupunya, bahkan orang tuanya juga tidak bisa mengatasi kemarahan Tuan Reagan, benar-benar mengerikan.“Masalah ini jangan sampai ada yang tahu.” Kennedy berucap, “Orang seperti Tuan Reagan, hanya bisa berteman, dan jangan sampai melakukan kesalahan padanya. Sekarang dia memiliki kekasih, kita harus mengikuti alurnya, angga
Nayla berdiri tak jauh dari Reagan dan Delia. Dia menatap Delia dengan sorot tak suka sejak semalam. Nayla tidak mengerti apa yang sebenarnya Delia pikirkan sampai dia bisa membuat Reagan terlihat frustasi saat ini. “Semalam aku melihat kalian berdua kompak keluar dari bilik penggemar rahasia. Sekarang kalian diam-diam bersembunyi di sini. Apa kalian benar-benar punya hubungan spesial?” tanya Nayla terdengar menghakimi. Matanya nyalang menatap Delia. “Kamu, aku pikir kamu tidak punya cukup nyali untuk mengejar Reagan,” cibirnya lagi. “Apa perlu aku memberitahu dunia tentang skandal kalian berdua?” Wajah Delia sontak memucat. Dia sangat menjaga reputasinya sebagai Mahasiswi berprestasi. “Aku hanya bicara pada Reagan dan mengakui aku mengaguminya karena dia …” Saat ini Reagan tidak akan membiarkan Delia dengan mudah mengungkap identitasnya sebagai sosok di balik SpectraVant. Dia melempar tatapan dingin pada Delia sebagai bentuk peringatan namun, nampaknya Delia tidak cukup peka unt
Pada saat ini Reagan sedang berkutat dengan layar laptopnya. Pikirannya terfokus pada laman website perusahaan Jordan Consisto, kliennya. Perusahaan itu adalah perusahan tambang batubara bonafit di kelasnya. Sudah berdiri sejak dua puluh tiga tahun lamanya namun empat tahun belakangan, diketahui bahwa Jordan Consisto berada di ambang kebangkrutan. Dan kini, mereka sedang membangun kembali perusahaan itu di bawah kepemimpinan Pricilla. Direktur sekaligus CEO baru Jordan Consisto. Reagan membuka setiap bar di laman itu. Membaca profil hingga informasi pendapatan empat tahun terakhir dan perkembangan saham perusahaan itu. Mata Reagan bergerak semakin awas dari kiri ke kanan. Memicing sesekali irisnya membola tiap kali melihat beberapa data yang terasa rancu. Tanpa Reagan sadari, seseorang telah mengisi kursi di sampingnya. Seorang pria mengenakan hoodie hitam mengisi kursi yang selalu kosong itu tanpa ragu. “Hai! Kamu Reagan ‘kan?” sapa pria itu. Reagan menoleh ke samping. Sosok pri
“Itu akibat kamu berani membentak Claire!” teriak Reagan dari dalam kamar. Baru saja Reagan memberikan tendangan keras pada tubuh Elenio sebab, saat Reagan menginjakkan kakinya di kamar itu, Elenio tertangkap basah hendak melayangkan tamparan pada wajah Claire. Reagan tidak bisa diam melihat itu, sehingga, dia lekas menarik kerah kemeja Elenio dan menghempaskan tubuh pria itu dalam sekali tendangan. Di lantai yang dingin, Elenio meringis kesakitan. Punggungnya nyeri bukan main setelah menghantam pintu kayu yang cukup tebal hingga membuat benda itu hancur berkeping-keping. Saat ini, Reagan melangkah menghampiri Elenio dengan sorot mata merah menyala. Ada api amarah yang siap membakar Elenio kapanpun pria itu berulah lagi. “Apakah telinga keturunan bangsawan seperti dirimu mengalami masalah?” tandas Reagan sinis. Tubuhnya menjulang tinggi tepat di hadapan Elenio yang merangkak mundur menjauh. “Apa kamu tidak dengar ribuan kali Claire mengatakan tidak dan dengan keras menolak tuntuta
Sebelumnya…Ketika sampai di salah satu rumah elit di kawasan Cobbham, Reagan memarkirkan mobilnya di salah satu sisi pelataran rumah itu. Pria disampingnya nampak gugup. Melihat ke arah rumah itu dan Reagan bergantian. “Kamu serius membawaku kemari?!” katanya dengan ekspresi wajah terkejut-kejut. “Aku sudah mengatakannya, kamu yang tidak percaya,” sahut Reagan. Dia membuka sabuk pengamannya, juga milik pria itu sebelum benar-benar turun dari mobil. “Kamu akan menemui ajalmu hari ini.” Setiap ucapan yang keluar dari mulut Reagan terdengar santai sekaligus menusuk. Pria itu gelagapan diserang panik seakan ucapan Reagan saat ini adalah ancaman nyata yang tidak bisa dielak. Kini Reagan sudah turun dari mobil, dan beralih ke kursi penumpang untuk melepas ikatan tangan pria itu. “Ayo turun! Kamu harus menunjuk siapa di antara mereka yang telah mengusik ketenangan aku dan Claire.”Tubuh lemah penuh lebam itu diseret paksa keluar dari mobil. Langkahnya terseok-seok karena Reagan tidak c
Satu tangan terkilir dan diputar ke belakang. Gagang pisau yang masih di tangan pria itu, menyisakan sedikit patahan besi runcing. Jika pria itu cukup cerdik, dia bisa menghunus perut Reagan dengan itu. Sayangnya, dia tidak cukup pintar. Seringai di wajah Reagan membuat pria itu merinding. “Kamu tidak akan bisa mematahkan satupun tulangku, bajingan! Pria rendahan sepertimu sebentar lagi akan takluk pada kematian!” ucapnya. Berusaha menggoyahkan Reagan dengan kalimat-kalimat intimidasi. “Berhenti mengatakan omong kosong! Sekarang katakan padaku siapa yang menyuruhmu atau kamu memang sengaja memintaku mematahkan tulang ekor!” Ketika Reagan melayangkan ancamannya, pria itu bungkam seketika. Antara hidup dan mati saat ini nyawanya dipertaruhkan. Dia melirik ke arah temannya yang tergeletak mengenaskan. Tidak bergerak pun tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Apakah dia sudah mati? Sialan! Bahkan di sisa hidupnya saja dia menyebalkan! Pria itu kini hanya bisa berdialog dengan diri
Saat ini Reagan mengusap wajahnya frustasi. Di depannya, Delia menatapnya dengan penuh harap. “Bagaimana? Kamu mau ‘kan, Reagan?” Delia bertanya lagi. Dia meluruskan pandangannya pada Delia. Benar-benar serius. “Kita akan bahas masalah ini lain kali,” ujar Reagan dengan nada dingin. “Aku harus mencari seseorang.” Reagan hendak pergi, tetapi Delia menahannya, “Kamu mau cari Claire?” Niat Reagan tertahan. Raut wajah Delia kini berubah murung. “Apakah kamu… ada hubungan dengannya?” Kali ini dia terdengar sangat kecewa.Reagan menghela napas berat. Dia tidak merasa harus mengklarifikasi apapun pada siapapun. Delia bisa merasakan dinginnya sikap Reagan. Sesuatu yang tidak pernah dia temukan sebelumnya. “Tolong berhenti mencari tahu,” ucap Reagan. Dia hanya melontarkan beberapa kata, tetapi ucapannya cukup menusuk dada. Setelah mengatakan itu dan menyisakan kebekuan di hati Delia, Reagan pergi dengan cepat. Siapapun yang berpapasan dengannya, lekas menyingkir karena aura kuat yang pe
Tidak hanya penonton dan tamu yang datang ke acara itu yang terkejut. Reagan juga diam mematung di tempatnya. “Delia! Penggemar rahasia wanita terbaik malam ini!” Suara pembawa acara semakin membuat kesadaran Reagan hilang.“Delia?” Reagan bergumam lirih. Terlalu terkejut untuk menerima kenyataan. Di tempatnya berdiri Delia melempar senyum tipis nan malu-malu ke arahnya. Dia bahkan tidak segan menghampiri Reagan dan meraih tangan pria itu. “Hai, Reagan! Aku tidak menyangka kamu yang akan menjadi pasangan penggemar rahasiaku,” ujar Delia girang. “Dan aku akan menjaga rahasia tentang kita,” ucap Delia. Dia kini sudah mendekatkan wajahnya ketika mengatakan itu. Tubuh Reagan langsung menegang, tetapi dia juga tidak ingin terlihat lemah di hadapan Delia. Detik itu juga Reagan menyadari, dia telah salah langkah. “Ikut aku,” ucap Reagan tegas. Dia meraih tangan Delia kemudian memboyong gadis itu meninggalkan bilik. Semua orang melempar pandang ke arah mereka, penuh tanya. Bisik-bisik
Bilik penggemar rahasia berisi dua pintu. Akan ada satu orang pria dan satu orang wanita yang dipilih secara acak dari nomor gelang yang mereka pasang dengan sistem. Saat ini, panitia sedang mempersiapkan dua orang yang akan masuk ke dalam bilik. Keduanya tidak akan mengetahui siapa yang akan keluar jadi pasangannya dari bilik itu. “Nomor gelang tiga belas!” Satu panitia laki-laki bertugas memanggil kandidat lelaki di barisan. Merasa nomornya dipanggil, Reagan mengangkat tangan. “Kamu nomor tiga belas? Kemarilah!” kata pria itu. Reagan menurut. Berjalan santai mendekatinya. Dia tahu ini terlalu beresiko. Apalagi dia membawa Claire bersamanya. Bagaimana jika nantinya bukan Claire yang ditemui di bilik itu? Dia cukup khawatir ketika memikirkannya, tetapi, di sinilah tantangannya. “Kamu siap untuk masuk ke bilik?” tanya sang panitia. Reagan mengangguk. “Semoga orang di balik bilik itu adalah orang yang memang kamu harapkan,” sambungnya lagi. Panitia menyuruh Reagan masuk ke dalam bi
“TRING”Tambahan angka seribu muncul di kredit salah satu finalis. Para penonton tercengang dengan hasil yang terpampang di layar besar.Terdengar wanita hologram bersuara lagi. “Selamat! Tambahan seribu poin untuk SpectraVant!”“SpectraVant, kamu telah memenangi kompetisi peretas internasional. Berikan ucapan selamat untuknya!”Kemenangan telak telah diumumkan. Suara pendukung Reagan mulai bergemuruh menyorakkan kemenangan. Sedang Reagan sendiri di balik topengnya tersenyum tipis.Dia tahu dia bisa mendapatkan nilai sempurna dalam lima tugas itu, tetapi dia tidak berniat untuk memamerkan kemampuan