Home / Romansa / Bos Arogan Itu Ayah Anakku / Bab 29. Haruskah aku menjebak nya

Share

Bab 29. Haruskah aku menjebak nya

Author: Bulandari f
last update Last Updated: 2025-01-15 21:10:32

Bab 29.

"Apa yang kurang dari diriku? Kenapa Evan menolak untuk menyentuhku? Bukankah aku ini sekarang istrinya?"

Chintya kesal, karena Evan begitu menjaga diri agar tidak sampai jatuh ke pelukan Chintya. "Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku memancing nya? Sekuat apa dia menahan gairah nya, dan sial nya. Seharusnya dia yang melakukan ini padaku," lanjut Chintya yang bergumam sendiri di dalam hatinya, sesekali ia melirik ke arah Evan yang tidak justru sibuk dengan ponselnya, tanpa menghiraukan Chintya sebagai seorang istri.

"Evan," panggil Chintya.

"Mmmm." Evan memang menjawab, tapi tidak menoleh ke Chintya, sebisa mungkin Evan mengalihkan pandangannya dari Chintya.

Chintya jenuh, ia memutuskan untuk lebih berusaha lagi agar mendapat perhatian Evan. Dengan cara ia berpura-pura terjatuh ke atas lantai.

"Aduh," erangnya, sambil ia memijat pelipis kakinya.

"Apa dia juga tidak peduli?" tanya Chintya di dalam hatinya, ia sesekali melirik ke arah Evan. Ingin melihat reaksi Evan. "
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 30. Ternyata karena dia

    Bab 30: Rahasia di Balik Keputusan“Belum juga masuk sudah di suruh pulang, mau apa sih mereka? Minggu lalu aku dipecat tanpa alasan jelas, sekarang dipanggil masuk kerja lagi, lalu hari ini malah disuruh pulang. Mereka pikir aku mainan atau apa?” gerutunya. Nathan yang berdiri di sampingnya mencoba menenangkan. “Sabar, Anya. Mungkin ada alasan jelas kenapa mereka menyuruhmu pulang. Kita nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi.”Anya menoleh tajam ke arah Nathan, ekspresi wajahnya menunjukkan kejengkelan. “Alasan apa lagi, Nathan? Kalau mereka nggak suka sama aku, bilang saja langsung. Kenapa harus putar-putar begini? Rasanya aku seperti dipermainkan.”Nathan tertawa kecil mencoba mencairkan suasana. “Ya sudah, mendingan kita pulang aja. Atau, kalau kamu mau, kita bisa jalan-jalan dulu. Sekalian cari udara segar biar mood kamu membaik.”“Bukannya kamu harus kerja juga?” tanya Anya sambil menaikkan satu alis.“Tenang aja. Bosku nggak terlalu ketat. Kalau aku bilang ada urusan penting,

    Last Updated : 2025-01-16
  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 31

    Bab 31 "Hey Evan, sekalipun kamu tidak menyukaiku, tapi kamu harus mengingat satu hal Evan. Kalau aku ini adalah istrimu, kamu tahu itu. Aku adalah istrimu.""Terus mau mu, apa?" "Sentuh aku, lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan." DegEvan mematung untuk beberapa saat, ucapan itu membuatnya meruntuhkan tekadnya yang tidak akan memperlakukan Chintya layaknya seorang istri. Sebab wanita itu tidak ia cintai, tapi ... ucapan Chintya ada benarnya juga. Dan ... Chintya ternyata sudah memasukkan sesuatu ke dalam minumannya Evan. "Apa yang membuatmu masih diam, Evan. Ayo lakukanlah. Aku sudah tidak tahan." Dalam hitungan detik, Evan mendekatkan diri ke Chintya, ia mulai melakukan sesuatu persis seperti keinginan Chintya. Walaupun ia melakukannya tanpa cinta, tapi ia cukup bernafsu pada tubuh mulus Chintya yang sampai menggeliat di atas ranjang. "Kamu ganas juga, Evan. Lakukan lagi sayang, lakukan dengan perlahan-lahan sayang. Yes, aku suka itu sayang. Ahhhh ... ini sangat nikmat sa

    Last Updated : 2025-01-18
  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 32

    Bab 32Evan baru saja kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan bulan madunya bersama Chintya. Meski baru saja menjalani momen yang seharusnya penuh kebahagiaan, hatinya terasa kosong. Hubungannya dengan Chintya tak lebih dari sekadar formalitas. Di dalam kamar hotel yang kini menjadi saksi bulan madu mereka, tidak ada cinta, hanya rutinitas. Begitu tiba di rumahnya, hal pertama yang Evan lakukan adalah mengambil ponselnya dan mengetik pesan kepada seseorang yang selalu ada di pikirannya. *"Anya, aku sudah sampai di Indonesia. Besok aku mulai ngantor. Aku ingin kamu datang lebih awal, dan pastikan untuk tidak terlambat."* Evan mengirim pesan itu tanpa ragu, lalu melemparkan ponselnya ke meja. Ia menunggu dengan harapan mendapat balasan cepat. Namun, setelah beberapa menit berlalu, ponselnya tetap sunyi. “Dia benar-benar berani,” gumam Evan, merasa sedikit kesal. Tidak puas dengan diamnya Anya, Evan mengetik pesan lain. "Anya, aku serius. Besok aku ingin kamu datang lebih

    Last Updated : 2025-01-18
  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 33

    Bab 33Evan menatap tajam ke arah Anya, membuat wanita itu merasa seperti sedang diinterogasi oleh seorang hakim yang tidak kenal belas kasihan. Suasana di dalam ruangan itu terasa mencekam, hanya diisi oleh napas keduanya yang terengah-engah, seolah sedang berada di medan perang tanpa kata. Evan akhirnya berbicara dengan nada dingin namun penuh tekanan. "Anya, aku tanya sekali lagi. Siapa bosnya di sini?" Anya yang sejak tadi mencoba menahan emosinya akhirnya menjawab dengan suara pelan namun cukup jelas untuk didengar. "Bapak bosnya." Evan tersenyum sinis, senyuman yang tidak mengisyaratkan kebahagiaan, melainkan tanda bahwa ia tengah bermain-main dengan emosinya sendiri. "Kalau aku bosnya, kenapa kamu berani menentangku? Kenapa kamu mengabaikan pesan dan teleponku? Apa kamu pikir kamu istimewa, Anya?" Anya menatap Evan dengan tatapan tidak percaya. Dia tahu betul bahwa ada sesuatu yang lebih besar di balik kemarahan ini, tapi ia tidak ingin memperpanjang drama. "Pak Evan, maaf

    Last Updated : 2025-01-20
  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 34.. Kamu bisa hamil gak sih

    Bab "Sebenarnya kamu bisa hamil gak sih!? Sudah setahun menikah kamu belum juga hamil." ucapan itu keluar dari dalam mulut Saraswati, ia tengah memarahi menantunya Chintya karena sampai sekarang tidak kunjung memberikan keturunan pada Evan. Tapi sayangnya Chintya lebih marah dari pada Saraswati. Dengan terdengar tajam Chintya menjawab ucapan Saraswati. "Ma, seharusnya yang seperti ini Mama bilang ke Evan! Kenapa dia sangat jarang sekali menggauli ku? Jangan salahkan aku, Ma. Salahkan tuh anakmu itu!" "Kamu dibilangin malah membantah, seharusnya kamu berusaha Chintya. Bagaimana caranya agar Evan anakku tertarik menggauli mu. Kalau kamu nya aja nyebelin gitu. Mana mau Evan dengan kamu, Chintya. Sadar diri dong." "Jadi maksud Mama, aku ini jelek, aku ini tidak menarik atau aku ini kurang bisa membuat Evan tertarik, Ma? Nggak Ma, Anak Mama itu yang salah. Sampai kini dia masih mengharapkan mantan kekasihnya itu!" Chintya menegaskan ucapannya. "Lagian aku heran, semenarik apa sih wa

    Last Updated : 2025-01-22
  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 35..Rencana mantan kekasih yang tersakiti

    Bab 35. Rencana mantan kekasih yang tersakiti Setelah kepergian Saraswati yang penuh amarah, Evan duduk di kursinya dengan wajah yang penuh tekanan. Ia menghela napas panjang, menatap Anya yang masih berdiri di ruangan dengan ekspresi tenang, namun sorot matanya menunjukkan sesuatu yang sulit diartikan. Evan akhirnya berbicara, suaranya terdengar lebih lembut daripada sebelumnya. "Anya, kamu tidak usah mengambil pusing ucapan Mama. Apapun yang ia katakan nanti, jangan kamu masukkan ke dalam hati." Anya menatap Evan dengan mata yang sulit ditebak. "Baik," jawabnya singkat, lalu menundukkan kepala. Evan memperhatikan wajah Anya yang tetap datar, tetapi ia tahu betul di balik ketenangan itu pasti tersimpan perasaan yang berbeda. "Aku ingin kamu tahu," lanjut Evan, "Aku melakukan semua ini demi perusahaan. Tidak lebih." Anya menganggukkan kepalanya, tapi dalam hati ia berbisik, *Memangnya aku peduli? Aku tidak peduli, Evan. Tapi ibumu sudah sangat kelewatan. Aku sangat mem

    Last Updated : 2025-01-24
  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 36

    Bab 36: Api Cemburu ChintyaSetelah malam pertemuan mereka di Kafe Melati, hubungan antara Evan dan Anya mulai memasuki babak baru. Meski awalnya Evan bersikeras menjaga jarak, pekerjaan yang melibatkan keduanya semakin membuat mereka sering bertemu. Proyek baru di perusahaan memberikan alasan yang kuat bagi mereka untuk menghabiskan waktu bersama, meskipun di balik itu semua, Anya memiliki rencana yang jauh lebih berbahaya—menghancurkan rumah tangga Evan dan merebutnya kembali. Chintya, di sisi lain, semakin merasa tersisih. Awalnya ia mencoba untuk tidak terlalu memikirkan kebersamaan Evan dan Anya, berusaha meyakinkan dirinya bahwa suaminya adalah pria yang setia. Namun, semakin hari, semakin banyak orang di kantor yang mulai berbicara tentang mereka. "Aku lihat tadi Pak Evan keluar makan siang dengan Bu Anya lagi," bisik seorang karyawan saat Chintya kebetulan melewati pantry. Chintya berhenti sejenak, menggigit bibirnya, lalu melanjutkan langkahnya dengan cepat seolah tidak

    Last Updated : 2025-01-24
  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 37

    Bab 37: Kecurigaan Nathan Malam itu, di apartemen mewahnya yang terletak di pusat kota, Anya tengah sibuk membalas email dari Evan ketika suara pintu terbuka. Nathan masuk dengan langkah pelan, matanya menatap tajam ke arah wanita yang tengah duduk di sofa dengan ekspresi serius. Ia memperhatikan bagaimana Anya tampak begitu sibuk dalam beberapa hari terakhir, selalu menghindari percakapan mereka dengan alasan pekerjaan. Nathan berdeham pelan, membuat Anya tersentak sedikit sebelum menoleh ke arahnya. “Kamu kelihatan sibuk sekali akhir-akhir ini,” kata Nathan dengan nada datar, tapi sorot matanya menyiratkan sesuatu yang lebih dalam. Anya tersenyum tipis, mencoba terdengar santai. “Ya, proyek di kantor sedang banyak. Bos baru sangat perfeksionis, jadi aku harus kerja ekstra.” Nathan berjalan mendekat, menatapnya lekat-lekat. “Bos baru?” ulangnya pelan. “Evan, maksudnya?” Anya menelan ludah, tetapi ia tetap berusaha tenang. “Iya, memangnya kenapa?” Nathan menyandarka

    Last Updated : 2025-01-26

Latest chapter

  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 94 – Kebenaran yang Terungkap

    Bab 94 – Kebenaran yang TerungkapLangit mendung menggantung rendah di atas gedung tinggi Sanjaya Grup saat Anya dan Dewi tiba di lobi utama. Perasaan harap dan gugup bercampur dalam dada Anya, sementara Dewi tampak optimis dan percaya diri. Mereka berdua melangkah menuju lantai tempat kantor HRD berada.“Tenang saja, Anya,” bisik Dewi saat mereka memasuki ruangan. “Aku sudah bilang ke mereka soal kamu. Mereka bahkan tampak tertarik.”Namun, saat Dewi menyampaikan kedatangan mereka kepada resepsionis, ekspresi ramah yang semula terpancar di wajah staf tersebut berubah menjadi kaku.“Satu momen, saya panggilkan Ibu Sisca dari HRD,” ujar staf tersebut dengan suara datar.Tak lama kemudian, Sisca—wanita paruh baya dengan raut wajah tegas dan pakaian formal rapi—muncul dari balik pintu kaca. Dewi langsung berdiri dan menyambutnya dengan senyum.“Selamat pagi, Bu Sisca. Ini Anya, teman saya yang ingin saya rekomendasikan. Dia sangat kompeten dan—”Namun, Sisca mengangkat tangannya, memoton

  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 79

    Bab 7 Laura terisak di atas ranjang dengan kedua tangan masih terborgol. Rasa dingin dari es yang tadi digunakan Zaky mulai menghilang, digantikan dengan tubuh yang lelah dan gemetar. Matanya basah oleh air mata, sementara pikirannya berputar mencari jalan keluar dari neraka ini. Entah sejak kapan, ia akhirnya tertidur karena kelelahan menangis. Dalam tidurnya, wajah ibunya kembali muncul, seperti mencoba meraih dan menenangkannya. "Mama...," bisiknya lirih dalam mimpi. Namun, ketenangan itu hanya sementara. Sebuah suara lirih terdengar dari pintu kamar yang kembali terbuka. Langkah kaki perlahan mendekatinya. Zaky, pria keji yang menculiknya, kini berdiri di samping tempat tidurnya, menatap wajahnya dengan tatapan yang sulit diartikan. "Kamu cantik... dan kamu akan menjadi milikku," gumamnya pelan, nyaris seperti bisikan setan di tengah kegelapan. Tangan Zaky terulur, mengelus pipi Laura yang masih basah oleh air mata. Sentuhan itu membuat Laura terbangun seketika. Matan

  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 93. Kebimbangan Anya

    BabKeesokan paginya, Anya bangun dengan semangat yang sedikit berbeda dari biasanya. Setelah perbincangan panjang dengan ibunya, ia memutuskan untuk bertemu dengan sahabatnya, Dewi, guna mencari pekerjaan. Ia tahu bahwa jika ingin merebut kembali hak asuh Kenzo, ia harus bekerja keras dan menyisihkan uang untuk menyewa pengacara terbaik. Ini bukan perkara mudah, tetapi Anya siap menghadapi segala rintangan.Dengan langkah mantap, Anya menemui Dewi di sebuah kafe kecil tempat mereka biasa bertemu. Begitu melihat Anya datang, Dewi langsung melambaikan tangan dan tersenyum lebar. "Anya! Duduk sini, aku sudah pesan kopi untukmu."Anya duduk dan menarik napas dalam. "Terima kasih, Dewi. Aku benar-benar butuh bantuanmu. Aku harus segera mendapatkan pekerjaan. Aku ingin menyewa pengacara dan merebut kembali Kenzo."Dewi menatap sahabatnya dengan penuh simpati. "Aku mengerti, Anya. Kebetulan di tempatku bekerja sedang membuka lowongan. Kamu bisa melamar di sana. Gajinya lumayan dan kamu bisa

  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 96 - Cinta yang Diuji

    Bab 96 - Cinta yang DiujiNathan yang baru sampai rumah langsung menatap ibunya dengan mata yang penuh kemarahan. Hatinya terasa seperti terbakar oleh kata-kata Bu Rina yang seolah-olah menganggap Anya sebagai sampah yang tidak pantas berada dalam hidupnya.'Kamu dari mana saja, Nathan? Tadi Citra menunggumu cukup lama disini, Nathan," ujar Bu Rina tiba-tiba, tapi Nathan memilih untuk tidak menanggapinya. Ia justru berjalan berlalu menuju arah kamarnya membuat Bu Rina kebingungan dengan apa yang terjadi pada anaknya Nathan. "Nathan, kamu kenapa sih? Nathan," panggil Bu Rina. Karena tidak ada jawaban, membuat Bu Rina justru berjalan menghentikan langkah Nathan dan tiba-tiba membalikkan badan Nathan menatap ke arahnya. "Nathan, kamu berani mengabaikan ibu?" pertanyaan itu membuat Nathan tidak tahan lagi, sampai akhirnya Nathan berkata, "Bu, sebenarnya apa yang Ibu mau?" tanya Nathan dengan suara bergetar menahan emosi.Bu Rina menghela napas panjang, lalu menatap putranya dengan taja

  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 95 – Api yang Kian Membesar

    Bab 95 – Api yang Kian MembesarAnya masih berdiri di ambang pintu, dadanya naik turun menahan emosi setelah Chintya pergi meninggalkan apartemennya. Pipinya masih terasa panas akibat tamparan tadi, tetapi lebih dari itu, kata-kata Chintya terus terngiang di kepalanya. *"Aku peringatkan, Anya! Berhenti berpura-pura menjadi korban! Jangan berani lagi mengganggu rumah tanggaku, atau aku pastikan hidupmu akan lebih menderita!"* Anya mengeratkan genggamannya. Ia tidak akan mundur. Ia tidak akan menyerah. Jika Chintya berpikir ancaman itu bisa menghentikannya, maka dia salah besar. Namun, jauh di dalam hatinya, ada ketakutan yang mulai tumbuh. Chintya bukan hanya wanita biasa—dia istri Evan, seseorang yang memiliki posisi kuat dalam hidupnya. Jika Chintya benar-benar berniat menghancurkannya, ia harus siap menghadapi konsekuensi besar. Saat pikirannya masih kacau, suara ketukan pintu kembali terdengar. Anya menghela napas panjang, berharap itu bukan Chintya yang kembali untuk melan

  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 94 – Luka yang Belum Sembuh

    Bab 94 – Luka yang Belum SembuhNathan menghela napas panjang sambil menggenggam erat tangan Anya. Amarahnya belum reda setelah pertemuan dengan Evan. Matanya masih menyiratkan kemarahan yang tertahan.“Anya, kamu harus melawan. Jangan biarkan Evan memperlakukanmu seperti ini.”Anya terdiam. Kata-kata Nathan menggema di kepalanya, tapi ada perasaan lain yang berkecamuk di hatinya. Hatinya terluka bukan hanya karena Evan merendahkannya, tetapi juga karena ia masih belum bisa sepenuhnya membenci pria itu.“Aku hanya ingin Kenzo kembali padaku, Nathan,” suara Anya bergetar. “Aku tidak peduli dengan Evan, tidak peduli dengan masa lalu, aku hanya ingin anakku.”Nathan mengepalkan tangannya. “Kalau begitu, kita harus melawan. Kalau dia tidak mau mengembalikan Kenzo dengan cara baik-baik, kita akan menggunakan cara lain.”Anya menatap Nathan dengan keraguan. “Maksudmu?”Nathan tersenyum tipis, tapi ada ketegasan di matanya. “Kita bisa membawa masalah ini ke pengadilan, Anya. Kamu ibunya. Kam

  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 93 – Pertemuan yang Menyakitkan

    Bab 93 – Pertemuan yang MenyakitkanEvan duduk di dalam mobil dengan jantung berdegup kencang. Ia menatap layar ponselnya sekali lagi, memastikan bahwa pesan dari Anya memang benar-benar ada. Ia masih tidak percaya bahwa Anya ingin bertemu dengannya. Rasa bahagia mengalir di hatinya, seolah-olah ada harapan baru yang muncul. Mungkinkah Anya sudah memaafkannya? Apakah ini kesempatan baginya untuk memperbaiki semuanya?Dengan semangat yang sedikit berlebihan, Evan menghidupkan mesin mobil dan segera menuju kafe tempat mereka berjanji bertemu. Sepanjang perjalanan, pikirannya terus membayangkan bagaimana pertemuan ini akan berjalan. Ia membayangkan Anya tersenyum padanya, mengatakan bahwa semua sudah berakhir dan mereka bisa kembali seperti dulu.Namun, begitu ia tiba di kafe dan melihat Anya turun dari mobil bersama Nathan, hatinya langsung mencelos. Senyumnya yang tadinya mengembang perlahan pudar. Evan mengepalkan tangannya di atas meja saat melihat bagaimana Nathan dengan santainya m

  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 92 – Kecurigaan Chintya dan Amarah yang Memuncak.

    Bab 92 – Kecurigaan Chintya dan Amarah yang Memuncak.Pagi masih terasa dingin ketika Evan melangkah masuk ke rumah. Wajahnya tampak letih, pikirannya masih dipenuhi kejadian semalam—Anya yang marah, Nathan yang nyaris menghajarnya, dan perasaan bersalah yang semakin menekan dadanya. Namun, sebelum sempat menghela napas lega, suara Chintya yang tajam menyambutnya. "Dari mana saja kamu semalaman?" Evan menoleh dan menemukan Chintya berdiri di depan pintu ruang tamu dengan tangan bersedekap. Matanya menatap tajam, penuh dengan kemarahan yang ditahan. "Aku…" Evan berusaha mencari alasan yang masuk akal, tetapi kepalanya masih terlalu lelah untuk berpikir jernih. Chintya melangkah mendekat, ekspresinya semakin tegang. "Kamu pikir aku bodoh, Evan? Aku menunggumu semalaman, menghubungimu berkali-kali, tapi tidak ada jawaban. Lalu tiba-tiba kamu pulang pagi dengan wajah seperti itu?" Evan mengusap wajahnya. "Chintya, aku tidak ingin bertengkar sekarang." "Oh, kamu pikir aku akan

  • Bos Arogan Itu Ayah Anakku   Bab 91 – Malam yang Penuh Penyesalan

    Bab 91 – Malam yang Penuh PenyesalanLangit malam tampak kelam, seolah ikut merasakan kehampaan di hati Anya. Ia berjalan tanpa arah di trotoar kota, membiarkan angin dingin menerpa wajahnya yang basah oleh air mata. Hidupnya terasa seperti kapal yang kehilangan arah, hanyut dalam ombak keputusasaan. Anya tidak punya siapa-siapa lagi. Ia kehilangan pekerjaan, kehilangan hak asuh Kenzo, dan bahkan kehilangan sahabatnya. Semua terasa begitu gelap dan tak ada cahaya harapan di ujungnya. Tanpa sadar, langkahnya membawanya ke depan sebuah klub malam. Lampu neon berkelap-kelip, musik menggelegar dari dalam, dan suara tawa orang-orang mabuk terdengar di sekitarnya. Tanpa berpikir panjang, Anya melangkah masuk. Di dalam klub, suasana begitu ramai dan bising. Anya berjalan menuju bar dan tanpa ragu memesan minuman keras. Ia ingin melupakan segalanya—rasa sakit, kehilangan, dan terutama Evan. Satu gelas... dua gelas... tiga gelas... Namun, bukannya menghilang, rasa sakit itu justru se

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status