Home / Rumah Tangga / Berhasil Usai Bercerai / Bab 21 - Rencana Aldi

Share

Bab 21 - Rencana Aldi

Author: Rini Lim
last update Last Updated: 2025-02-28 20:13:00

Heri memang tidak mengatakan apa-apa sejak dirinya mengetahui blacklist pada Aldi waktu itu, karena dia pikir hanya akan membuang waktu Rania jika menginfokan kandidat yang sudah tidak masuk kriteria.

“Lalu hasilnya?”, tanya Rania.

“Kandidat memiliki riwayat pekerjaan yang kurang baik, Bu. Ia dipecat secara tidak hormat karena menyelewengkan uang perusahaan sebelumnya”.

Rania terkejut menatap Heri.

“Apakah kamu yakin?”, tanya Rania lagi. Heri mengangguk, “HR sudah dua kali saya minta untuk cek terpisah dengan saya, begitu juga saya pribadi sudah crosscheck juga, info dari HR di sektor penjualan barang retail, namanya sudah ditandai kurang baik, Bu”, jawab Heri yakin.

“Oh... kalau gitu tidak mungkin kita tetap pakai dia, dicoret saja namanya dari daftar kandidat kita”, pinta Rania.

“Tapi menurut Pak Robert, orang ini punya skill komunikasi yang baik dan cukup menjual, pengalamannya di bidang distribusi retail dan consumer goods cukup mumpuni. Kandidat ini juga dinilai cukup punya leade
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 22 - Siasat

    Aldi sangat berharap bisa diterima bekerja di perusahaan yang sama dengan Rania, dalam perkiraannya jabatan Rania pasti berada di bawahnya jika melihat pengalaman kerja yang pasti masih jauh dibawahnya. Saat bercerai dengan Rania dulu, Aldi sudah menjabat sebagai kepala divisi penjualan, sementara Rania hanya seorang istri pengangguran, Ibu rumah tangga yang bisanya hanya membersihkan rumah dan perabotannya, memasak, menyipakan air hangat untuknya mandi, membuat kopi, dan perintah-perintah lainnya dari Aldi. Selama tiga tahun menikah, selama itu pula Rania tidak bekerja. Jabatan terakhir Rania yang diketahui Aldi pun hanya staff penjualan biasa, Rania tidak pernah membanggakan pekerjaannya sebagai asisten manager di perusahaan berskala internasional itu karena khawatir membuat suaminya kala itu merasa tersaingi.Aldi memutar otaknya, dia tahu imej pengalaman kerja terdahulu sangat menjatuhkan kredibilitasnya sebagai seseorang yang biasa mempunyai posisi tinggi di perusahaan, akan suli

    Last Updated : 2025-02-28
  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 23 - Tak Lagi Cinta

    “Mas... “ panggil Angela pelan.Aldi diam saja tak menjawab, Ia mencari dasi dan jas lama yang bisa dia pakai besok.“Mas, aku lapar”, ucap Angela.Aldi menoleh dengan tatapan tajam, “Kamu ini benar-benar merepotkan, bisanya minta makan aja, kenapa tidak minta makan sama laki-laki selingkuhan yang sudah menghamili kamu dan memberi penyakit sialan itu padaku?”, hardik Aldi dengan nada tinggi.“Mas, jangan berani bicara seperti itu padaku!”, bantah Angela.Aldi bangkit dari berjongkok, dengan senyum sinis Ia menghampiri Angela yang masih menatapnya dengan mata bulatnya. Mata itu dulu membuat Aldi tergila-gila, sekarang rasanya Ia ingin mencolok dengan jarinya kalau bisa.“Lalu kamu mau apa kalau aku bicara begitu? Memang itu kenyataannya, kamu harus sadar diri, kenapa aku harus takut bicara kebenaran itu sama kamu? Aku akan terus mengatakannya lagi dan lagi sampai kamu mati”, setelah selesai bicara Aldi melempar salah satu kemejanya ke arah Angela hingga mengenai wajahnya.Angela mengam

    Last Updated : 2025-02-28
  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 24 - Rencana Robert

    Rania sejenak berpikir sambil menggaruk lembut pelipisnya yang tidak gatal, dia sesungguhnya tengah memutar otak bagaimana cara untuk menolak kandidat ini, sungguh Ia sangat tidak mau lagi bertemu dengan mantan suaminya itu. Luka lama itu telah dikuburnya dalam dan Ia tak ingin melihat Aldi dan berurusan dengan lelaki itu.“Oh, Aldi? kalau begitu saya pasti punya alasan mengapa menolak. Apakah Pak Robert sudah mengetahui alasannya dan mencari tahu kebenarannya?”, tanya Rania.“Saya sudah dengar dari Heri dan HR, tapi mungkin saja staff HR perusahaannya yang lama memang secara pribadi ada yang kurang suka dengannya. Kita kan tidak pernah tahu masalah yang sebenarnya, Bu. Harus divalidasi lagi kebenaran informasinya”, jawab Pak Robert.“Kalau begitu bagaimana cara kita bisa memvalidasi kebenaran informasi itu jika tidak dengan jalan mencari tahu kredibilitasnya saat bekerja pada perusahaan terdahulu?”, tanya Rania lagi, Ia sesungguhnya penasaran kenapa Pak Robert sampai segitunya mau me

    Last Updated : 2025-02-28
  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 25 - Jadwal Interview

    Robert tersenyum senang, “Saya akan melihat jadwal Ibu hari ini dengan Heri, jika memungkinkan Ibu bisa bertemu dengannya hari ini kan Bu?”, tanya Robert.Rania diam sejenak kemudian mengangguk, “Tanyakan pada Heri apakah saya ada kosong hari ini”“Sebentar saja, Bu. Saya rasa 10 menit saja cukup”, ucap Robert.Rania mengangguk. Ia mulai membereskan kertas, ponsel yang tergeletak begitu saja di meja kerja juga menghibernate komputernya. Ia mempersilahkan Robert untuk keluar.“Saya mau makan siang dulu, sampai bertemu lagi”, pamit Rania.Robert mengangguk patuh lalu bangun dari duduk dan berdiri memiringkan tubuhnya sebagai isyarat mempersilahkan Rania untuk berjalan melewatinya lalu membukakan pintu ruangan untuk Rania.“Terima kasih”, ucap Rania datar lalu Ia berjalan keluar diikuti dengan Robert melewati Heri yang masih duduk di meja kerja. Robert menghampiri Heri dan mulai menanyakan waktu kosong Rania hari ini. Heri mulai mengecek agenda Rania, dan memang jadwal Rania setelah maka

    Last Updated : 2025-03-01
  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 26 - Akhirnya Bertemu

    Tanpa bisa dicegah, ingatannya kemudian melayang pada pernikahan keduanya, Angela hampir setiap hari meminta dibawakan makanan enak, tapi tak pernah sekalipun Aldi memarahinya. Berganti-ganti menu makanan di mall, atau dipesankan online selalu saja diusahakan Aldi untuk istri keduanya itu. Tapi tak juga dihargai karena biasanya Angela hanya menyicip sedikit lalu membiarkan makanan tergeletak begitu saja hingga basi. Walau begitu Aldi masih terus mengikuti kemauannya karena khawatir ditinggalkan oleh wanita cantik pujaan hatinya itu.Sekarang dengan mengingat itu semua, kepalanya terasa sakit sebelah. Ia merasa bersalah pada Rania, Ia baru menyadari bagaimana perbedan dirinya dalam bersikap pada kedua wanita yang pernah menjadi istrinya itu.Apakah semua kesusahan ini akibat dari sikapku yang jahat pada Rania dulu, karena telah menyia-nyiakan dan menghinanya dulu? Aldi juga ingat, waktu itu Rania sedang sakit kista ovarium, bagaimana akhirnya dia bisa bertahan hidup sampai sekarang hin

    Last Updated : 2025-03-01
  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 27 - Malu

    “Apa kamu belum bisa memafkan mas?”, tanya Aldi dengan wajah memelas, Ia masih berusaha meraih simpati Rania.Rania memutar bola matanya dengan malas, Ia mulai mengabaikan Aldi. Ia merasa geli dengan panggilan ‘Mas’ yang disebut Aldi. Panggilan itu telah lama mati di hatinya. Ia bahkan sampai saat ini tidak mau memanggil siapapun dengan sebutan itu. Trauma di hatinya begtu dalam sampai panggilan itu telah dia hilangkan selama-lamanya dari hidupnya.“Rania, tolong dengarkan Mas bicara”, pinta Aldi.Rania menoleh dengan cepat, “jangan lagi bicara seolah-olah kita dua orang yang mengenal dekat”.“Apa maksud kamu, Rania? Mas tidak mengerti”, jawab Aldi dengan muka yang dibuat bingung.“Sudah... sudah... lupakan saja, ini hanya membuang waktu. Tolong jangan membahasakan diri kamu dengan ‘Mas’ lagi di depan saya, kamu bukan siapa-siapa buat saya. Saya sudah melupakan kejadian itu, jadi tak perlu menemui saya lagi untuk membahas itu”, hardik Rania.Aldi terkejut bukan main dengan jawaban Ran

    Last Updated : 2025-03-01
  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 28 - Karma Untuk Angela

    “Anda kenapa Pak? Kenapa penampilan anda... ?”, tanya Robert yang tidak dapat menyembunyikan keheranannya. Ia pun akan malu pada Rania bila kandidat manager pilihannya berepenampilan seperti ini.“A-anu pak saya... kecipratan air kran di dala tadi, ada yang bocor”, jawab Aldi sekenanya.“Lebih baik saya jadwalkan ulang bertemu direktur saya, daripada kamu bertemu beliau dengan penampilan kotor seperti ini malah tidak meyakinkan”, ucap Robert jujur.“Eh jangan dijadwal ulang lagi pak, mendingan saya pulang dulu saja ke rumah, nanti saya kembali lagi jam 4 sore untuk bertemu beliau”, pinta Aldi. Dia takut jika dijadwalkan ulang, malah terancam batal wawancaranya dengan sang direktur.“Ok, kalau gitu, nanti bisa hubungi saya lagi kalau kamu sudah tiba disini”, jawab Robert.Aldi mengangguk, “baik, permisi Pak”, pamit Aldi sopan.Aldi terpaksa pulang ke rumah karena celananya bau pesing dan basah, tidak mungkin dia meneruskan wawancara penting dengan keadaan seperti ini. Dia merutuki nasib

    Last Updated : 2025-03-01
  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 29 - Panggilan Untuk Aldi

    Sepeninggalnya Aldi, Angela bangun dan mulai pelan-pelan membereskan kamarnya, dia lipat satu persatu kemeja Aldi yang berserakan hasil dari lemparannya tadi pagi karena kesal pada keadaan. Ia menata baju dan memasukkannya ke keranjang setrika, merapikan tempat tidur, menyapu lalu mengepel kamar. Ia beristirahat sejenak, mengambil air minum di kulkas dan menenggaknya dengan rakus. Ia menatap sendu keadaan rumahnya yang berantakan, orang normal yang melihat kondisi rumah itu sudah pasti malas untuk kembali pulang ke rumah karena teramat kotor. Pantas saja suaminya selalu marah-marah dan kusut saat kembali pulang. Perlahan dia mulai membersihkan ruangan demi ruangan, memunguti bantal-bantal dan kertas yang berserakan di lantai, sesekali ditekannya perut yang terasa sakit, lalu direbahkan tubuhnya di sela-sela kegiatannya berberes rumah. Dirinya mulai kehausan, sudah lama dia tak melakukan kegiatan ini, karena biasanya dia tak pernah mau tangan mulusnya terkena sabun cuci atau pembersih

    Last Updated : 2025-03-01

Latest chapter

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 65 - Pemakaman

    "Aku benar-benar sayang sama kamu, jangan pernah kamu ragukan itu", ucap Fahmi lembut. Ia menatap wanita di hadapannya dengan rasa sayang yang teramat dalam.Ia tak punya alasan untuk mendebat Fahmi. Ia hanya merasa sangat melankolis saat dihadapkan pada dua orang lelaki yang kini ada di hidupnya, yang satu sangat ia benci, yang satu sangat ia sayang.“Maaf…”, hanya kata itu yang keluar dari mulut Rania.Fahmi tersenyum mengangguk lalu mengajak Rania kembali ke ruangan Angela.Di ujung jalan, Aldi melihat kejadian itu dengan sedih, ia mendengar semua perkataan Fahmi dan ia merasa cemburu. Ya, walau kecemburuannya sama sekali tidak berdasar, tapi penyesalan menyeruak ke dasar hatinya karena telah menyia-nyiakan wanita sebaik Rania. Aku benar-benar bersalah sama kamu, Rania, kamu terlalu baik buat aku makanya Allah memisahkan kita, ucap Aldi dalam hati. Ia pun berbalik arah untuk segera kembali ke ruangan dimana istrinya berada. Ia tak ingin Rania dan Fahmi mengetahui bahwa dirinya mend

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 64 - Salah Sangka

    Pintu ruangan diketuk pelan, Rania dan Fahmi masuk ke dalam dengan raut muka penyesalan, apalagi Rania yang tak bisa menyembunyikan kesedihannya menyaksikan kepergian Angela secepat itu setelah berbicara panjang lebar kemarin. Rania bersyukur telah memberitahu Angela bahwa ia telah memaafkan segala kesalahan yang pernah doperbuat Angela padanya. Fahmi menghampiri Aldi sementara Rania membuka kain penutup wajah Angela, dadanya mulai terasa sesak menyaksikan semua yang menimpa wanita perebut suaminya dulu, sungguh ia tak mengira begini akhir cerita hidup wanita yang dulu menghina dan mencemooh dirinya. Air mata membasahi pipi Rania, perlahan ia menghapusnya. Fahmi dan Aldi menghampiri Rania. Aldi menunduk melihat Rania, ia seperti tak sanggup menatap wajah teduh mantan istrinya. Betapa banyaknya dosa yang telah dia lakukan pada Rania, menghina dan mengusirnya tanpa menyadari bahwa Allah tak pernah tidur menyaksikan perbuatan hamba-hamba-Nya yang lewat batas dan lupa diri.“Rania...” ra

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 63 - Pergi

    Aldi menoleh ke arah Rania dan menatapnya sekian detik, entah mengapa setiap kata-kata yang keluar dari mulut Rania terasa sangat indah saat ini untuk Aldi. Meskipun kalimat itu adalah bentuk teguran nyata untuk dirinya, bahkan masih tersirat kebencian di sorot matanya, tapi Aldi cukup lega karena setidaknya Rania masih mau menatapnya saat berbicara tadi.Fahmi berdehem untuk memecah kesunyian yang tercipta beberapa detik diantara mereka bertiga."Hmm... kalau begitu kami pamit dulu. Semoga istri kamu lekas sadar dan pulih. Kalau ada kemajuan ataupun penurunan kondisi, bisa hubungi saya. Rania butuh istirahat, kasihan dari kemarin dia sibuk bolak balik ke rumah sakit, besuk ibu saya juga. Jadi jangan sungkan menghubungi saya. ", Fahmi menyerahkan kartu nama miliknya ke depan Aldi.Aldi menerimanya dengan tatapan tak enak."Baik pak Fahmi, terima kasih", jawab Aldi.Rania dan Fahmi sudah meninggalkan kamar rawat Angela, mereka pulang setelah menjenguk nyonya Lastri di ruang perawatan da

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 62 - Curahan Hati Aldi

    "Jangan membuat keributan disini, ingat ini rumah sakit!", seru Rania dengan penekanan.Fahmi memandang tajam ke arah Aldi."Jangan jadi laki-laki pengecut, saya paling ngga suka lelaki kasar yang beraninya hanya sama perempuan. Kamu jangan pernah membangunkan macan tidur, saya disini untuk membantu kamu dan Angela, dan jelas itu semua karena Rania. Jadi kalau kamu memang tidak mau istri dan bayi kamu selamat, lebih baik bilang dari sekarang, jangan buang waktu saya dan Rania! Saya akan menarik kembali uang jaminan saya!", Fahmi memperingatkan Aldi dengan serius, raut mukanya memancarkan kemarahan yang dalam. Aldi menunduk mendengarnya. Ia merasa tak enak mendengar penuturan Fahmi. Apalagi dia masih berharap Fahmi dapat membantunya mendapat pekerjaan di perusahaannya, kalau belum apa-apa Fahmi sudah kesal padanya, bagaimana dia bisa membantu aku nanti? Aldi bermonolog dalam hati. Ditengah keadaan Angela dan bayinya yang sakit, Aldi masih sanggup memikirkan dirinya sendiri.Rania menat

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 61 - Tantrum

    "Bagaimana bisa dia hamil sekarang? itu bukan anakku!", teriak Aldi histeris. Fahmi menarik paksa Aldi keluar dari kamar, dia bahkan sampai menyeret Aldi dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Untung saja Aldi tak banyak perlawanan.Bunyi pintu kamar yang didorong paksa dari dalam mengejutkan Rania yang sudah lebih dulu berdiri karena sebelumnya sudah merasa ada yang tak beres di dalam kamar. Rania mundur beberapa langkah saat melihat Aldi di dorong oleh Fahmi keluar, kerah baju di pegang kuat oleh Fahmi, sementara satu tangannya yang lain juga dikunci gerakannya oleh Fahmi. Setelah pintu tertutup dengan sempurna Fahmi melepaskan tubuh Aldi dengan kasar hingga Aldi nyaris terjatuh.Geram sekali dia melihat sikap Aldi yang pengecut. Apa yang sudah terjadi adalah buah dari apa yang pernah kita perbuat di masa lalu, harusnya Aldi introspeksi diri, bukan malah terus menyalahkan orang lain atas apa yang sudah terjadi. Walau bagaimana pun, Angela adalah istrinya, kehamilannya harus tetap dit

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 60 - Hamil

    Dokter datang memeriksa keadaan Angela, ia cukup heran dengan kemajuan yang ditunjukkan perempuan itu. Padahal sebelumnya sudah segala cara dikerahkan supaya pasien ini sadar dari pingsannya tapi tak juga menunjukkan hasil apa-apa. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah tak adanya detak jantung dalam waktu yang relatif lama dimana grafik pada layar sempat stagnan berada di garis lurus, makanya ia mulai menyerah dan meminta Aldi untuk menghubungi orang-orang terdekatnya supaya Angela bisa pergi dengan tenang disaksikan keluarga agar tidak ada penyesalan.Dia juga merasa heran kenapa Aldi sebagai suami tidak mengatakan padanya kalau istrinya ini sedang hamil, sehingga dari awal dokter di rumah sakit pun tidak mereferensikan Angela ke dokter kandungan untuk memeriksa kondisi kehamilannya. Entah apa yang ada di pikiran sang dokter, image Aldi sebagai seorang suami memang sudah tampak jelek sejak bermasalah dari awal kedatangannya di rumah sakit ini. Tidak memiliki biaya tapi gayanya selan

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 59 - Curahan Hati Angela

    Rania dan Fahmi tiba di depan kamar rawat Angela. Aldi mempersilahkan masuk.Kondisi Angela semakin memprihatinkan.Rania mulai mendekati Angela, ia memanggil Angela dengan berbisik di telinga kanannya, satu tangannya menggenggam tangan kanan Angela, ia berharap Angela bisa merasakan kehadirannya."Angela... Angela", panggil Rania. Tak ada jawaban, Angela masih tak sadarkan diri. Fahmi berdiri di samping Rania memberi kekuatan bagi wanita di sebelahnya. Aldi memperhatikan istrinya yang tertidur pulas, bibirnya terlihat pucat pasi, entah apa Angela masih punya kesempatan untuk hidup dan berbicara lagi dengan Rania, ia benar-benar tak tahu. Sesekali ia melirik ke arah Rania dan Fahmi, melihat lelaki itu begitu lembut saat berbicara dengan mantan istrinya, ada sejengkal rasa cemburu merajai hatinya. Penyesalah dirasakan menyeruak dari dasar hatinya mengingat masa dulu dirinya pernah mengkhianati ketulusan wanita itu, wanita penurut yang begitu ingin berbakti padanya, yang sayangnya semua

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 58 - Mencari Rania

    Dokter menggeleng lemah melihat kondisi Angela, dia tahu tidak ada harapan lagi untuk menyembuhkannya. Berbagai cara sudah dilakukan tapi nafas Angela tetap tak terdengar, detak jantungnya sudah tak ada sejak tiga puluh menit yang lalu walau sudah diupayakan menggunakan alat defribillator untuk memberikan kejutan listrik ke jantungnya. Dokter dan suster saling menatap putus asa karena tak bisa melakukan apa-apa lagi."Pak Aldi, tolong hubungi orang yang dirasa penting untuk bu Angela. Apakah orang tuanya masih ada?", tanya sang dokter.Aldi menggeleng lesu. "Bu Angela butuh seseorang yang bisa membangkitkan semangatnya untuk hidup, entah siapa tapi saya yakin ada yang benar-benar ditunggu oleh bu Angela", ucap dokter lagi.Aldi menarik nafas dan membuangnya perlahan."Mungkin saya tahu ada orang yang sangat ingin ditemuinya, dok", jawab Aldi."Tidak ada salahnya mencoba, Pak Aldi. Silahkan dihubungi", pinta sang dokter. Aldi mengangguk sambil membuka daftar kontak di ponselnya."Kala

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 57 - Kesempatan

    “Siapa yang sudah mencintai saya selama tiga belas tahun?”, tanya Rania tanpa mengalihkan pandangannya dari Fahmi. Ia tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Tak terasa mobil hampir memasuki komplek perumahan Rania.Fahmi mengurangi laju mobilnya perlahan kemudian menghentikannya di pinggir jalan.“Aku”, jawab Fahmi yakin sambil menatap lekat wanita di depannya. “Hah?”, Rania reflek menutup mulut dengan tangannya. Wajah herannya nampak begitu menggemaskan di mata Fahmi.Fahmi menarik nafas dan membuangnya perlahan. Ia mencoba mengumpulkan keberanian yang selama ini selalu menguap entah kemana saat berhadapan dengan Rania. Padahal dia adalah pemimpin yang kemampuan berbicaranya tak perlu diragukan lagi, tapi di depan Rania, untuk mengungkapkan perasaan saja musti dibantu ibunya segala untuk melamar, ah mengingat itu Fahmi jadi malu sendiri.“Aku sudah jatuh cinta sama kamu kira-kira beberapa bulan setelah kamu mulai bekerja di kantor dulu. Waktu itu kamu belum menikah dan jika kuhitu

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status